Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Exploring the Roots of Political Dynasties from the Perspective of the Democratic System: Legal and Political Reform as a Balance in Election Contestation
Political dynasties are not a new phenomenon, but an old phenomenon that continues to grow from year to year in Indonesia\u27s democratic government system to date. one of the causes of Indonesia\u27s political dynasties is that political reform moves very fast like a meteor but on the contrary, legal reform is very slow like a snail. This research aims to explore the roots of political dynasties in the perspective of the democratic system, especially in the state and can contribute as a basis for thought and strategy in preventing political dynasties, especially in democracies that experience election dynamics. This research uses socio-legal research methods. The results of this study found that the phenomenon of political dynasties has grown rapidly in Indonesia\u27s political system, but political dynasties cannot be prohibited because it is the constitutional right of everyone, but political dynasties can be inhibited and prevented by conducting legal reform and political reform in balance. In addition to reforming, the use of Pancasila ideology also increases awareness and nationalism, especially in responding to the problems of political dynasties that occur in society
Workshop pembelajaran STEM robot coding bagi guru dan calon guru matematika Kabupaten Banyumas dan Cilacap
STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) berperan penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi, kesehatan, industri, dan berbagai aspek kehidupan. Integrasi STEM dalam pendidikan sangat diperlukan untuk menghasilkan generasi berdaya saing global. Workshop berbasis STEM bagi MGMP Matematika SMA di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap serta mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto bertujuan meningkatkan pemahaman dan praktik STEM, memperluas penyebaran hasil pelatihan, meningkatkan kompetensi guru, serta memotivasi guru untuk mengembangkan keterampilan mereka. Program ini mencakup perencanaan, pelaksanaan workshop, pendampingan dalam pembuatan rencana pembelajaran STEM, serta monitoring dan evaluasi. Data yang dikumpulkan meliputi dokumentasi hasil kerja peserta, serta kuesioner untuk mengetahui respons peserta terhadap kegiatan ini. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan. Dengan pengetahuan dan keterampilan ini, peserta diharapkan dapat mengintegrasikan STEM dalam pembelajaran matematika, melaksanakan pembelajaran berbasis pemrograman, dan meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa
Pengintegrasian Data Inovasi melalui Aplikasi e-Tanov di Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surakarta
Tujuan dari pengintegrasian data inovasi melalui aplikasi e-Tanov di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta adalah untuk memaksimalkan inventarisasi data inovasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surakarta ke dalam database e-Tanov melalui pendampingan dan pemberian bantuan dalam pemenuhan indikator-indikator e-Tanov dari inovasi di tiap OPD. Pengintegrasian data inovasi dalam situs e-Tanov ini dilakukan dengan pembagian pendampingan oleh mahasiswa kelompok 102 KKN UNS terhadap tiga (3) OPD dan satu (1) UPTD. Kegiatan diawali dengan pemberian sosialisasi terkait kegiatan yang akan dilakukan, yaitu melalui penyampaian materi tentang pembekalan kepada seluruh mahasiswa KKN UNS tema dampingan OPD perihal teknis pendataan inovasi OPD ke dalam laman e-Tanov beserta penjelasan setiap indikator yang diperlukan. Selanjutnya, peserta akan diterjunkan ke tiap OPD berdasarkan penempatan masing-masing untuk mengumpulkan dokumen atau data-data yang dibutuhkan guna memenuhi indikator pengisian e-Tanov. Dengan adanya pendampingan OPD untuk pengintegrasian data inovasi dalam laman e-Tanov ini, BRIDA diharapkan dapat memberikan dampak positif, terutama dalam mempertahankan dan meningkatkan sasaran Pemerintah Kota Surakarta guna menjadi kota terinovatif. Dengan memaksimalkan inventarisasi data inovasi seluruh OPD di Kota Surakarta, dapat menciptakan OPD yang lebih inovatif dan kreatif. Selain itu, dilihat dari sisi sosial, hal ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga mampu meningkatkan pula kesejahteraan masyarakat berkat inovasi yang ada. Tujuan dari pengintegrasian data inovasi melalui aplikasi e-Tanov di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta adalah untuk memaksimalkan inventarisasi data inovasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surakarta ke dalam database e-Tanov melalui pendampingan dan pemberian bantuan dalam pemenuhan indikator-indikator e-Tanov dari inovasi di tiap OPD. Pengintegrasian data inovasi dalam situs e-Tanov ini dilakukan dengan pembagian pendampingan oleh mahasiswa kelompok 102 KKN UNS terhadap tiga (3) OPD dan satu (1) UPTD. Kegiatan diawali dengan pemberian sosialisasi terkait kegiatan yang akan dilakukan, yaitu melalui penyampaian materi tentang pembekalan kepada seluruh mahasiswa KKN UNS tema dampingan OPD perihal teknis pendataan inovasi OPD ke dalam laman e-Tanov beserta penjelasan setiap indikator yang diperlukan. Selanjutnya, peserta akan diterjunkan ke tiap OPD berdasarkan penempatan masing-masing untuk mengumpulkan dokumen atau data-data yang dibutuhkan guna memenuhi indikator pengisian e-Tanov. Dengan adanya pendampingan OPD untuk pengintegrasian data inovasi dalam laman e-Tanov ini, BRIDA diharapkan dapat memberikan dampak positif, terutama dalam mempertahankan dan meningkatkan sasaran Pemerintah Kota Surakarta guna menjadi kota terinovatif. Dengan memaksimalkan inventarisasi data inovasi seluruh OPD di Kota Surakarta, dapat menciptakan OPD yang lebih inovatif dan kreatif. Selain itu, dilihat dari sisi sosial, hal ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga mampu meningkatkan pula kesejahteraan masyarakat berkat inovasi yang ada.
Meningkatkan Sosio-emosional Calon Konselor Sebaya melalui Clay Therapy
Remaja adalah periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial. Masalah seperti perilaku kekerasan dan bullying sering muncul karena ketegangan yang dialami remaja. Salah satu solusi adalah melalui peer counselor yang dapat membantu remaja mengelola diri dan emosi dengan baik. Clay therapy adalah salah satu intervensi yang efektif untuk pengelolaan sosio-emosional. Terapi ini membantu remaja mengekspresikan emosi mereka, memperbaiki hubungan interpersonal, dan mengurangi ketegangan. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan model Participatory Action Research (PAR) menunjukkan bahwa 73.3% remaja sangat puas dengan kegiatan ini karena mereka dapat mengekspresikan emosi yang dipendam. Clay therapy membantu calon peer counselor untuk mengekspresikan diri secara positif, mengurangi emosi negatif, dan meningkatkan kepercayaan diri. Tanah liat memungkinkan remaja untuk memvisualisasikan pengalaman dan emosi secara simbolis, mengembangkan kesabaran, fokus, dan keterampilan sosio-emosional seperti kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pelatihan ini tidak hanya mendukung perkembangan pribadi remaja tetapi juga meningkatkan kualitas dukungan yang dapat mereka berikan sebagai peer counselor. Setelah pelatihan, remaja merasa lega karena mereka bisa membagikan emosi yang selama ini dipendam, sehingga dapat berdamai dengan diri sendiri dan menjalin hubungan yang lebih sehat
Policy Network Implementation in Refugee Sheltering Places in Bintan
Abstract: Study This aim For research about networking policy in handling refugees in Indonesia who have arranged in regulation president number 125 of 2016 concerning handling refugees abroad. Handling includes; discovery, shelter, security and supervision immigration. For That study This focused just handling in place shelter precisely in the Regency Bintan. Goal: study This aim For know and describe role actor in handling refugees in place shelter Already walk Good or No as well as analyze factors What that\u27s the only thing that hinders it in handling that. Method: the method used in study This is qualitative description, and technique data collection was found from observation, interviews and documentation. Results: livelihood show that each actor knows very well duties and functions in handling in place shelter refugees in Bintan. Interaction between actors too Good in do coordination after exists formation unit task in letter decision regent Bintan in 2019. But there is a number of findings problem yet resolved in accordance with applicable legislation. Conclusion: based on in study this., handling actors in Bhadra\u27s Community House already Good with formation unit task in a convenient area actor coordinate. But actors too feel lack clear explanation in regulation president number 125 of 2016 concerning handling refugees overseas who haven\u27t answer problem in the field
SOSIALISASI PENGOLAHAN MAKANAN SEHAT HASIL PERIKANAN LAUT DALAM USAHA PENINGKATAN KESEHATAN KELUARGA
Sosialisasi pengolahan pangan dari hasil perikanan dan menjadikannya sebagai menu konsumsi keluarga diharapkan dapat menjadikan motivasi dan stimulan bagi masyarakat Desa Mekar Baru dalam meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara mandiri ini merupakan salah satu tridarma perguruan tinggi, yang diharapkan dapat menjadi jembatan informasi antara dunia akademis dengan masyarakat sekitarnya dalam usaha menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam kehidupan bermasyaarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga dalam mengolah ikan tongkol menjadi ikan asap dan abon ikan, serta menjadi makan ikan dan olahannya sebagai kegemaran yang dapat berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Sosialisasi ini diikuti oleh 15 orang peserta, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan demonstrasi, dimana dari hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam memahami manfaat penting mengkonsumsi ikan dan mengolah ikan tongkol menjadi produk ikan asap dan abon ikan
Sosialisasi Persiapan Akreditasi Di PKBM Generus Nusantara Dalam Menentukan Kelayakan
Pusat Kegiatan Belajar Mengajar atau yang lebih dikenal dengan sebutan PKBM, merupakan satuan pendidikan nonformal yang termasuk dalam Undang-Undang SISDIKNAS Nomor 20 Tahun. Paket A, Paket B, dan Paket C adalah beberapa program kesetaraan yang ditawarkan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, PKBM harus lulus penilaian dari BAN PAUD dan PNF dengan menggunakan instrumen akreditasi yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Ini mencakup delapan standar: 1. Standar Kompetensi Lulusan; 2. Standar Isi; 3. Standar Proses; 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 5. Standar Sarana dan Prasarana; 6. Standar Pengelolaan; dan 7. Standar Penilaian. Standar Pembiayaan. Jika PKBM telah memiliki akreditasi, maka PKBM tersebut akan diberikan izin untuk menyelenggarakan ujian program pendidikan kesetaraan. Sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal, PKBM Generus Nusantara bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanannya dengan menjadi terakreditasi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses sosialisasi persiapan akreditasi di PKBM Generus Nusantara. Dalam mempersiapkan akreditas peneliti tertarik untuk mendampingi PKBM Generus Nusantara Kota Serang dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif, teknik pengelolaan data menerapkan observasi, wawancara dan dokumentasi, hasil penelitian membuktikan pada persiapan akreditasi melibatkan semua unsur yang terlibat dalam suatu lembaga, ketersediaan sarana dan prasarana, kualitas tenaga pengajar, kesesuaian kurikulum, dan dukungan masyarakat setempat merupakan beberapa faktor yang menentukan kelayakan. Proses persiapan akreditasi di PKBM Generus Nusantara berhasil disosialisasikan dengan baik, sehingga meningkatkan kesadaran semua pihak yang terlibat dan mendorong partisipasi mereka untuk memenuhi persyaratan akreditasi. Pengaruh akreditasi memotivasi PKBM untuk meningkatkan kualitas yang dimiliki dalam satuan PKBM.Pusat Kegiatan Belajar Mengajar atau yang lebih dikenal dengan sebutan PKBM, merupakan satuan pendidikan nonformal yang termasuk dalam Undang-Undang SISDIKNAS Nomor 20 Tahun. Paket A, Paket B, dan Paket C adalah beberapa program kesetaraan yang ditawarkan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, PKBM harus lulus penilaian dari BAN PAUD dan PNF dengan menggunakan instrumen akreditasi yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). Ini mencakup delapan standar: 1. Standar Kompetensi Lulusan; 2. Standar Isi; 3. Standar Proses; 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 5. Standar Sarana dan Prasarana; 6. Standar Pengelolaan; dan 7. Standar Penilaian. Standar Pembiayaan. Jika PKBM telah memiliki akreditasi, maka PKBM tersebut akan diberikan izin untuk menyelenggarakan ujian program pendidikan kesetaraan. Sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal, PKBM Generus Nusantara bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanannya dengan menjadi terakreditasi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses sosialisasi persiapan akreditasi di PKBM Generus Nusantara. Dalam mempersiapkan akreditas peneliti tertarik untuk mendampingi PKBM Generus Nusantara Kota Serang dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif, teknik pengelolaan data menerapkan observasi, wawancara dan dokumentasi, hasil penelitian membuktikan pada persiapan akreditasi melibatkan semua unsur yang terlibat dalam suatu lembaga, ketersediaan sarana dan prasarana, kualitas tenaga pengajar, kesesuaian kurikulum, dan dukungan masyarakat setempat merupakan beberapa faktor yang menentukan kelayakan. Proses persiapan akreditasi di PKBM Generus Nusantara berhasil disosialisasikan dengan baik, sehingga meningkatkan kesadaran semua pihak yang terlibat dan mendorong partisipasi mereka untuk memenuhi persyaratan akreditasi. Pengaruh akreditasi memotivasi PKBM untuk meningkatkan kualitas yang dimiliki dalam satuan PKBM
Penguatan kemampuan menulis ilmiah mahasiswa dengan pelatihan menulis berbasis teks mentor
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengenali struktur dan isi artikel ilmiah yang baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, program pengabdian dilaksanakan dalam bentuk workshop yang didominasi oleh praktik. Praktik dilakukan melalui pemberian teks mentor sehingga mahasiswa bisa menganalisis secara langsung contoh karya yang telah terbit serta mengenali elemen-elemen yang diperlukan dalam menulis artikel yang terbit di jurnal terakreditasi Sinta 2 dan Sinta 3. Workshop ini diikuti oleh 35 mahasiswa berbagai jurusan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari dan berlangsung selama satu hari penuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket. Observasi bertujuan untuk melihat detail proses pelatihan serta kemampuan mahasiswa dalam mengenali struktur dan isi artikel, yang ditampilkan pada presentasi dan hasil unjuk kerja. Selanjutnya, angket bertujuan untuk melihat persepsi terkait kebermanfaatan kegiatan terhadap kemampuan menulis mahasiswa. Analisis atas hasil observasi dilakukan secara kualitatif dan hasil angket secara kuantitatif. Hasil observasi selama proses workshop menunjukkan bahwa penggunaan teks mentor dapat memandu mahasiswa untuk mengenali struktur dari artikel ilmiah dan konten dari struktur tersebut. Hasil dari angket evaluasi menunjukkan bahwa 90,5% peserta pelatihan mendapatkan manfaat dan 100% dari mereka antusias untuk mengikuti kegiatan serupa pada masa depan
Edukasi Ecoprint Siswa Sekolah Dasar memanfaatkan Bahan Alami dalam upaya meningkatkan Keterampilan Sejak Dini
Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah merupakan sebuah desa yang terletak dipinggiran kabupaten yakni terletak di Sragen bagian barat yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Meskipun terletak dipinggir kabupaten, namun akses dalam menuju ke kota sudah cukup mudah sehingga teknologi mampu masuk dengan mudah ke desa ini. Desa Jati sudah mulai terdampak dari adanya globalisasi ini, yakni anak-anak muda sekarang mulai kehilangan rasa kepedulian mereka terhadap nilai kebudayaan mereka salah satunya yaitu batik. Dalam mengolah atau mengelola tumbuhan di Indonesia masih belum mampu digunakan secara optimal. Masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan tumbuhan mungkin hanya sebatas penggunaan seperti daun tumbuhan digunakan sebagai pembungkus makanan dan bunga digunakan untuk nyekar dan upacara adat saja dan hal itu belum mampu membuat nilai jual dari bagian tumbuhan tersebut menjadi optimal. Namun kini seiring perkembangan zaman bagian tumbuhan mampu digunakan untuk berbagai hal salah satunya yaitu digunakan sebagai pewarna alami dalam proses pembuatan batik dengan teknik Ecoprint. Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau biasa disingkat KKN khususnya pada kelompok 192 memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat tentang pemanfaatan bagian dari tumbuhan dan kain menjadi batik menggunakan teknik Ecoprint agar mampu menambah nilai jual dari tumbuhan dan kain khususnya masyarakat sejak usia dini. Pada kegiatan edukasi ini sasaran yang dituju yaitu anak-anak Sekolah dasar pada SD Negeri Jati 1 dan SD Negeri Jati 2 di Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan edukasi Ecoprint di kedua Sekolah Dasar ini dilakukan secara langsung kepada siswa dengan metode demonstrasi secara langsung pembuatan batik Ecoprint dengan menggunakan media totebag sebagai canvasnya oleh kelompok mahasiswa KKN. Dampak dari kegiatan edukasi ini adalah siswa memiliki pengetahuan serta keterampilan akan proses pembuatan batik dengan menggunakan teknik Ecoprint
Pengaruh Gaya Hidup, Literasi Keuangan, Mental Accounting dan Locus of Control terhadap Pengelolaan Keuangan Gen-Z
Gen-Z is currently the largest demographic in Indonesia. The financial management of Gen-Z will affect the economic condition of Indonesia. This research uses a quantitative approach, with data processed using the SEM-PLS method. A total of 184 samples were obtained based on purposive sampling method. It was found that lifestyle and financial literacy do not have a significant impact, while mental accounting and locus of control have a significantly positive impact on Gen-Z’s financial management