Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Determinan Kinerja Personil Kepolisian di Polresta Tanjungpinang Kepulauan Riau
This study aims to analyze the influence of leadership style, organizational commitment, work motivation, and work-life balance on personnel performance at Tanjungpinang Police Resort. The research employed a quantitative method with data collection through questionnaires distributed to 200 non-commissioned officers. Data analysis was conducted using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 software. The results showed that leadership style, organizational commitment, work motivation, and work-life balance had positive and significant effects on personnel performance. The research model indicating that 96.4% of the variation in personnel performance could be explained by these four independent variables. Organizational commitment had the strongest influence on performance, followed by work-life balance, leadership style, and work motivation. These findings provide important implications for developing strategies to improve police personnel performance through strengthening organizational commitment and work-life balance, as well as developing effective leadership styles and appropriate motivation systems.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan work-life balance terhadap kinerja personil di Polresta Tanjungpinang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 200 personil berpangkat bintara (non-perwira). Analisis data menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan work-life balance, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja personil. Model penelitian mengindikasikan bahwa 96.4% variasi dalam kinerja personil dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen tersebut. Komitmen organisasi memiliki pengaruh terkuat terhadap kinerja, diikuti oleh work-life balance, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kinerja personil kepolisian melalui penguatan komitmen organisasi dan penyeimbangan kehidupan kerja-pribadi, serta pengembangan gaya kepemimpinan yang efektif dan sistem motivasi yang tepat
Statistical Performance Analysis of a 20 kV Circuit Breaker at Bangka Substation
This study evaluates the performance of 20 kV circuit breakers by analyzing insulation resistance, contact resistance, contact synchronization, leakage current, and power loss. The insulation resistance analysis indicated that phases R and S did not show significant improvement after maintenance, with significance values of 0.065 and 0.166, respectively, while phase T exhibited a significant improvement with a significance value of 0.048. Contact resistance measurements revealed no statistically significant reductions after maintenance, with significance values of 0.209, 0.243, and 0.155 for phases R, S, and T, respectively. Additionally, contact synchronization in the open condition did not experience significant variations, whereas in the closed condition, all phases showed significant declines in synchronization after maintenance, with significance values of 0.003, 0.013, and 0.007. Leakage current analysis at a 20 kV phase-to-ground voltage showed that the highest recorded leakage current was 0.297 mA in the Eks Sumberejo feeder, significantly below the 20 mA threshold. Power loss calculations identified the highest power dissipation in the Depati Hamzah feeder at 69.87 W, with the lowest in the Eks Transmart feeder at 0.376 W. Energy loss assessment further showed the Depati Hamzah feeder experiencing the highest loss at 48.317 kWh, while the Eks Transmart feeder had the lowest at 0.278 kWh. These findings underscore the importance of routine monitoring and targeted maintenance to enhance circuit breaker reliability, optimize operational efficiency, and minimize energy losses in high-voltage electrical networks
PEMBUATAN KOLAGEN DARI BERUNOK (Acaudina molpadioides) DENGAN EKSTRAKSI ASAM
Saat ini sumber utama kolagen umumnya berasal dari babi dan tulang sapi sehingga menimbulkan kebimbangan untuk penggunaannya karena bertentangan dengan unsur agama tertentu yang melarang untuk mengkonsumsi sesuatu yang mengandung babi dan hewan yang tidak disembelih sesuai ajaran tertentu. Sehingga perlu adanya alternatif sumber kolagen yang aman dan halal. Salah satu bahan alternatif sumber kolagen adalah dari komoditas perikanan yaitu berunok (Acaudina molpadioides). Berunok (Acaudina molpadioides) merupakan salah satu biota perairan yang sangat potensial, hal ini dilihat bahwa berunok mengandung 17 jenis asam amino esensial dan non esensial dimana 9 diantaranya asam amino esensial dan 8 asam amino non esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kolagen larut asam dari berunok (Acaudina molpadioides). Penelitian ini akan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu preparasi sampel, tahapan kedua yaitu ekstraksi kolagen dari berunok dengan metode ekstraksi asam, kemudian tahapan ketiga yaitu pengujian analisis rendemen kolagen, pengukuran pH, analisis proksimat dan analisis asam amino. Kolagen berunok terbaik terdapat pada perlakuan P2 (1:2) dengan nilai rendemen sebesar 3,23 % dan nila pH 7,13. Kolagen berunok memiliki kadar abu 85,445 %, kadar air 2,66 %, kadar protein 0,315 %, dan kadar lemak total 0,02 %. Komposisi asam amino kolagen berunok yang diekstrak menggunakan asam asetat memiliki tiga jenis asam amino yaitu asam glutamat, arginin dan glisin
Developing LKPD using the STEAM approach to facilitate the creative mathematical thinking ability of grade X students
This study is based on the observation that students struggle to think mathematically creatively when studying statistical material, and that there is currently no effective learning tool to help students develop this skill. The purpose of this research is to inform the creation of a STEAM-based statistics worksheet for use with students in class X SMA/MA, to foster their capacity for mathematical creativity. This research uses the 4D model, including Define, Design, Develop, and Disseminate. Data collection techniques included observations and interviews. This study involved students from Class X at SMAN 2 Siak Hulu. The results indicate that LKPD is valid, based on expert review, and practical, as demonstrated by the field test. At the field trial stage, the LKPD developed meets the assessment aspects: ease of use, presentation, readability, and time. So, the STEAM-based LKPD can be used during learning to facilitate creative mathematical thinking abilities
Enhancing learners\u27 mathematics achievement by using a gamified flipped classroom instructional strategy
Flipped learning is an educational approach that inverts the traditional teaching pattern by giving pupils access to learning materials before class, while using classroom time to deepen their understanding. However, few studies investigate whether low-basic learners possess the readiness and digital literacy to benefit from this approach. Hence, this study examined the impact of implementing a Gamified Flipped Classroom Instructional Strategy on enhancing mathematics achievement among lower primary learners in Ilorin West Local Government Area of Kwara State, Nigeria. Employing the pre and posttest control group in line with a quasi-experimental design, 74 learners from two private primary schools participated in the research. This study employed three validated research instruments: the Mathematics Achievement Test (MAT), the Guide for Gamified Flipped Classroom Instructional Strategy (GGFCIS), and the Guide for Control Group (GCG). The MAT instrument demonstrated a reliability coefficient of 0.74 using the test-retest method. Two hypotheses were evaluated by using Analysis of Covariance (ANCOVA) at a 0.05 significance level. Results indicated a significant positive effect of the gamified flipped classroom instructional strategy on learners\u27 academic achievement in mathematics. However, no significant interaction between treatment and gender was found. The study concluded that regardless of gender, the instructional strategy improved the academic achievement of lower basic learners in mathematics. The study recommended that primary school teachers undergo training in using the gamified flipped classroom instructional Strategy for teaching mathematics to lower basic primary learners, as it promotes academic success while encouraging parental involvement in learners\u27 learning
Identifikasi Gambaran Model Bisnis pada Usaha Pengudang Bintan Mangrove dengan Pendekatan Business Model Canvas
Pengembangan usaha tidak terlepas dari model bisnis yang digunakan.Desa Pengudang merupakan desa yang memiliki potensi di bidangekowisata, salah satunya adalah mangrove. Mangrove di DesaPengudang sangat terjaga habitatnya sehingga bisa mendapatkan fungsiekonomi yang dijadikan sebuah bisnis, tentu tidak terlepas dari modelbisnis yang digunakan. Berangkat dari hal tersebut perlu dilakukanpenelitian tentang “Identifikasi Gambaran Model Bisnis PengudangBintan Mangrove dengan Pendekatan Business Model Canvas”. Tujuanpenelitian untuk mengetahui gambaran model bisnis yang diterapkanpada usaha Pengudang Bintan Mangrove ditinjau dari Business ModelCanvas. Metode penelitian yaitu kualitatif. Sampel penelitian ditentukansecara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian mengggunakanBusiness Model Canvas, dari sembilan elemen yang ada di BMC, duaelemen sudah diterapkan dengan baik oleh Pengudang Bintan Mangroveyaitu key partnership dan cost structure. Sedangkan tujuh elemenlainnya masih perlu perbaikanPengembangan usaha tidak terlepas dari model bisnis yang digunakan.Desa Pengudang merupakan desa yang memiliki potensi di bidangekowisata, salah satunya adalah mangrove. Mangrove di DesaPengudang sangat terjaga habitatnya sehingga bisa mendapatkan fungsiekonomi yang dijadikan sebuah bisnis, tentu tidak terlepas dari modelbisnis yang digunakan. Berangkat dari hal tersebut perlu dilakukanpenelitian tentang “Identifikasi Gambaran Model Bisnis PengudangBintan Mangrove dengan Pendekatan Business Model Canvas”. Tujuanpenelitian untuk mengetahui gambaran model bisnis yang diterapkanpada usaha Pengudang Bintan Mangrove ditinjau dari Business ModelCanvas. Metode penelitian yaitu kualitatif. Sampel penelitian ditentukansecara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian mengggunakanBusiness Model Canvas, dari sembilan elemen yang ada di BMC, duaelemen sudah diterapkan dengan baik oleh Pengudang Bintan Mangroveyaitu key partnership dan cost structure. Sedangkan tujuh elemenlainnya masih perlu perbaikan
Maritime Governance Transformation in Riau Islands: Analysis of Policy Implementation and Marine Management Issues
This study aims to analyse the effectiveness of maritime governance policy implementation in the Riau Islands Province (Kepri) in addressing complex maritime challenges. Kepri, which comprises 96% of the maritime territory, holds significant potential as a centre for national maritime management. However, various obstacles—such as limited infrastructure, a shortage of trained human resources, and weak enforcement of maritime law—present substantial challenges in achieving these objectives. This study employs a literature review approach to analyse secondary data from relevant sources, including books, scientific articles, government reports, and policy documents. Drawing on Ehler\u27s (2003) theory regarding the implementation phase, this study evaluates four primary indicators: implementation capacity, law enforcement capacity, conflict resolution, and decision-making at the regional level. The findings indicate that the major challenges faced by the Riau Islands in implementing maritime policies include inadequate infrastructure, limited expertise within the maritime sector, and ineffective coordination among government agencies. Additionally, conflicts between traditional fishermen and large companies, as well as ineffective mechanisms for conflict resolution, further complicate maritime dynamics in the region. A top-down decision-making approach that lacks local community participation also leads to policies that are less responsive to local needs. Based on these findings, the study recommends that the Riau Islands enhance its maritime infrastructure capacity, improve training and human resource development, and foster greater inter-agency collaboration in law enforcement. Furthermore, establishing more transparent and responsive maritime dispute resolution institutions and prioritising inclusive decision-making that engages local community participation is crucial. Synergy between the central government, local governments, and local communities is essential to optimise the management of Kepri\u27s maritime potential
Empowering Coastal Communities Through Ecotourism Development
This study explores the empowerment of coastal communities through the development of ecotourism as a sustainable approach to improving local livelihoods and environmental stewardship. The research aims to analyze how ecotourism initiatives can strengthen community participation, preserve coastal ecosystems, and diversify income sources in rural maritime areas. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews, focus group discussions, and observations involving local residents, tourism managers, and government representatives. The findings indicate that ecotourism development in coastal areas creates multiple benefits—economic empowerment through local entrepreneurship, social empowerment through participatory decision-making, and environmental empowerment through conservation-based practices. Community involvement in planning and managing ecotourism activities fosters a sense of ownership and responsibility toward natural resources. Moreover, ecotourism has encouraged the revival of local culture, traditional fishing practices, and coastal heritage as valuable tourism assets. However, challenges remain, including limited infrastructure, lack of marketing capacity, and inconsistent policy support. The study concludes that empowering coastal communities through ecotourism requires an integrated approach that combines environmental sustainability, economic innovation, and social inclusivity. Strengthening institutional collaboration, capacity building, and community-based governance is essential to ensure that ecotourism not only serves as a source of income but also as a pathway for long-term coastal resilience and cultural preservation
Beban Pencemaran dan Status Mutu Air dengan Indeks Pencemaran di Sungai Umban Sari Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban pencemaran dan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Umban Sari pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024 dengan metode survey lapangan. Dalam pengambilan contoh air digunakan contoh air sesaat (grab sample) dimana pengambilan sampel sebanyak tiga kali selama kurun waktu tiga bulan di tiga stasiun penelitian. Penentuan beban pencemaran dilakukan perhitungan nilai beban aktual dan beban maksimum dengan parameter yang diukur yakni TSS, BOD, COD, Nitrat dan Total Fosfat. Status mutu air digunakan indeks pencemaran terdiri 9 parameter sesuai dengan Permen LHK No 27 tahun 2021 yakni pH, DO, BOD, COD, TSS, Total Fosfat, Nitrat dan Total Coliform. Beban pencemar dan status mutu air dengan indeks pencemaran akan dibandingkan dengan baku mutu kelas 2 PPRI No 22 tahun 2021. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sungai Umban Sari tidak lagi dapat menampung beban pencemaran BOD karena nilai beban aktual mencapai 2.914,95 kg/hari, sedangkan beban maksimum 903,31 kg/hari. Hasil analisis Status mutu air dengan nilai PI masing-masing sebesar 5,17, 5,51, dan 5,49 untuk stasiun 1, 2, dan 3, yang menunjukkan terjadinya penurunan kualitas air secara sistemik di seluruh penampang sungai yang diteliti.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban pencemaran dan status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran di Sungai Umban Sari pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024 dengan metode survey lapangan. Dalam pengambilan contoh air digunakan contoh air sesaat (grab sample) dimana pengambilan sampel sebanyak tiga kali selama kurun waktu tiga bulan di tiga stasiun penelitian. Penentuan beban pencemaran dilakukan perhitungan nilai beban aktual dan beban maksimum dengan parameter yang diukur yakni TSS, BOD, COD, Nitrat dan Total Fosfat. Status mutu air digunakan indeks pencemaran terdiri 9 parameter sesuai dengan Permen LHK No 27 tahun 2021 yakni pH, DO, BOD, COD, TSS, Total Fosfat, Nitrat dan Total Coliform. Beban pencemar dan status mutu air dengan indeks pencemaran akan dibandingkan dengan baku mutu kelas 2 PPRI No 22 tahun 2021. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sungai Umban Sari tidak lagi dapat menampung beban pencemaran BOD karena nilai beban aktual mencapai 2.914,95 kg/hari, sedangkan beban maksimum 903,31 kg/hari. Hasil analisis Status mutu air dengan nilai PI masing-masing sebesar 5,17, 5,51, dan 5,49 untuk stasiun 1, 2, dan 3, yang menunjukkan terjadinya penurunan kualitas air secara sistemik di seluruh penampang sungai yang diteliti
Performance Kualitas Air Tambak Terhadap Kondisi Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)
Budidaya udang Litopenaeus vannamei dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas air yang menentukan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa kualitas air serta hubungannya dengan pertumbuhan udang vaname pada masa pemeliharaan. Pengamatan dilakukan secara in situ dan ex situ selama 80 hari masa pemeliharaan (Day of Culture/DOC 0–80) dengan mengukur parameter fisika, kimia, dan biologi. Hasil pengukuran menunjukkan suhu berada pada kisaran optimal (29–34℃) dengan tingkat kecerahan 30 cm pada DOC 56. Parameter kimia menunjukkan pH relatif stabil (6,88–7,63) dengan kondisi ideal, sedangkan DO cenderung rendah pada DOC 28 dan DOC 64 (2,0 mg/L). Salinitas berkisar 13–14 ppt tergolong rendah, sementara alkalinitas rendah teramati pada DOC 56 (40,8 mg/L). Hardness berada pada kisaran 2.756–3.573 mg/L dan dinilai ideal. Nilai TOM (54,50–68,26 mg/L) dan TAN (0,33–0,98 mg/L) menunjukkan kondisi masih sesuai untuk budidaya. Konsentrasi nitrit masih pada kondisi ideal yaitu dibawah 1 mg/l. Namun, nilai fosfat meningkat pada DOC 56 (0,44 mg/L). Dari parameter biologi, total bakteri mencapai 45×10³ CFU/ml dengan dominasi non-Vibrio (TVC 45%), sehingga masih aman bagi pemeliharaan. Hasil sampling pertumbuhan yang dilakukan setiap 7–10 hari menunjukkan kondisi pertumbuhan yang baik, dengan ADG tertinggi pada DOC 70 sebesar 0,29 g/hari dan ABW pada DOC 80 mencapai 15,53 g. Secara keseluruhan, performa kualitas air masih mendukung pertumbuhan udang vaname meskipun terdapat beberapa parameter yang perlu diperbaiki. Untuk meningkatkan kondisi kualitas air pada tambak tersebut, sebaiknya dilakukan penambahan kincir air (PWA) menjadi minimal 8 unit untuk meningkatkan konsentrasi oksigen dan sirkulasi air di tambak. Serta, perlu dilakukan penyiphonan pada dasar tambak secara rutin dimulai pada DOC 40 hari, untuk mengurangi jumlah bahan organik pada dasar tambak.Budidaya udang Litopenaeus vannamei dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kualitas air yang menentukan tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa kualitas air serta hubungannya dengan pertumbuhan udang vaname pada masa pemeliharaan. Pengamatan dilakukan secara in situ dan ex situ selama 80 hari masa pemeliharaan (Day of Culture/DOC 0–80) dengan mengukur parameter fisika, kimia, dan biologi. Hasil pengukuran menunjukkan suhu berada pada kisaran optimal (29–34℃) dengan tingkat kecerahan 30 cm pada DOC 56. Parameter kimia menunjukkan pH relatif stabil (6,88–7,63) dengan kondisi ideal, sedangkan DO cenderung rendah pada DOC 28 dan DOC 64 (2,0 mg/L). Salinitas berkisar 13–14 ppt tergolong rendah, sementara alkalinitas rendah teramati pada DOC 56 (40,8 mg/L). Hardness berada pada kisaran 2.756–3.573 mg/L dan dinilai ideal. Nilai TOM (54,50–68,26 mg/L) dan TAN (0,33–0,98 mg/L) menunjukkan kondisi masih sesuai untuk budidaya. Konsentrasi nitrit masih pada kondisi ideal yaitu dibawah 1 mg/l. Namun, nilai fosfat meningkat pada DOC 56 (0,44 mg/L). Dari parameter biologi, total bakteri mencapai 45×10³ CFU/ml dengan dominasi non-Vibrio (TVC 45%), sehingga masih aman bagi pemeliharaan. Hasil sampling pertumbuhan yang dilakukan setiap 7–10 hari menunjukkan kondisi pertumbuhan yang baik, dengan ADG tertinggi pada DOC 70 sebesar 0,29 g/hari dan ABW pada DOC 80 mencapai 15,53 g. Secara keseluruhan, performa kualitas air masih mendukung pertumbuhan udang vaname meskipun terdapat beberapa parameter yang perlu diperbaiki. Untuk meningkatkan kondisi kualitas air pada tambak tersebut, sebaiknya dilakukan penambahan kincir air (PWA) menjadi minimal 8 unit untuk meningkatkan konsentrasi oksigen dan sirkulasi air di tambak. Serta, perlu dilakukan penyiphonan pada dasar tambak secara rutin dimulai pada DOC 40 hari, untuk mengurangi jumlah bahan organik pada dasar tambak