Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Pengaruh Work Family Conflict, Work Life Balance , Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau Melalui Komitmen Kerja Sebagai Variabel Intervening
Imbalance between work and family is a variable that impacts employee performance, as it can negatively impact both family and performance. If one role at work requires more effort or attention than the role at home, work-family conflict will arise. The majority of employees are married. This indirectly reduces the amount of time spent together with their families. The research approach used a quantitative approach, as this research is presented numerically. Work-life balance and work-family conflict have no significant effect on work commitment, while workload has been shown to increase employee commitment. All of these variables—work-life balance, work-family conflict, workload, and work commitment—have a positive effect on employee performance. However, work commitment does not act as a significant mediator in the relationship between work-life balance, work-family conflict, or workload and performance, so the influence of these variables on performance is direct
Integrasi Gaya Bekerja Hybrid dan Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja dengan Moderasi Karakteristik Pekerjaan
The shift in work patterns after the pandemic has encouraged organizations to adopt more flexible systems through hybrid work arrangements. However, the effectiveness of this system remains a challenge in maintaining employee job satisfaction across industries. This study aims to analyze the influence of hybrid work style integration and leadership on job satisfaction and examine the moderating role of job characteristics in optimizing hybrid work implementation across industries in Indonesia. A quantitative approach was employed using a survey method targeting active employees who have been working under a hybrid system for at least six months. Purposive sampling was used, and data were analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that leadership has a positive and significant effect on both hybrid work style and job satisfaction, while hybrid work style does not significantly affect job satisfaction. Furthermore, job characteristics have a significant effect on job satisfaction but do not moderate the relationship between hybrid work style and job satisfaction. These findings highlight that adaptive leadership and meaningful job characteristics are essential factors in enhancing employee satisfaction, whereas work flexibility alone is insufficient to ensure optimal satisfaction.
Pengaruh Pembinaan Pegawai dan Komunikasi Terhadap Efektivitas serta Implikasinya Pada Kinerja Pegawai
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pembinaan Pegawai Dampaknya terhadap Kreativitas pada Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten; pengaruh Komunikasi Efektif Dampaknya terhadap Kreativitas pada Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten; pengaruh Pembinaan Pegawai terhadap Kinerja Pegawai pada Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten; pengaruh Komunikasi Efektif terhadap Kinerja Pegawai pada Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten; pengaruh Kreativitas terhadap Kinerja Pegawai pada Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten; pengaruh tidak langsung Pembinaan Pegawai terhadap Kinerja Pegawai dengan Kreativitas sebagai variable intervening pada Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten; dan pengaruh tidak langsung Komunikasi Efektif terhadap Kinerja Pegawai dengan Kreativitas sebagai variable intervening pada Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian dilakukan di kantor Kementerian Agama Kota ‘x’ Populasi dalam penelitian adalah seluruh pegawai PNS, P3K, dan honorer yang bertugas di Kantor Kementerian Agama Kota ‘X’ Provinsi Banten berjumlah 156 orang. Sampel penelitian sebanyak 112 orang. Data kumpulkan dengan menggunakan angket. Instrument yang digunakan berupan angket yang dikembangkan dari kisi-kisi dengan mengacu pada teori yang digunakan. Data dianalisis dengan menggunakan Smart PL
FACTORS AFFECTING COMMUNITY PARTICIPATION IN MANGROVE TOURISM DEVELOPMENT IN PUDANG VILLAGE, BINTAN REGENCY: FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN WISATA MANGROVE DI DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN
Pengudang Village is a tourist village located in Bintan Regency. The main tourist attraction in Pengudang Village is mangrove tourism. Mangrove tourism has its own charm for tourists, especially foreign tourists. Mangroves in Pengudang Village are very beautiful and their habitats are maintained, this cannot be separated from the participation of the community because their management is community-based. The importance of community participation in supporting the development of mangrove tourism, because effective development requires involvement (participation) from various parties (stakeholders), especially the community. The purpose of this research is to find out the driving factors and inhibiting factors for community participation in the development of mangrove tourism in Pengudang Village. The research uses qualitative research methods. Determination of the sample is 10% of the totalDesa Pengudang merupakan salah satu desa wisata yang teletak di Kabupaten Bintan. Objek wisata yang menjadi andalan di Desa Pengudang adalah wisata mangrove. Wisata mangrove memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan terutama wisatawan asing. Mangrove di Desa Pengudang sangat indah dan terjaga habitatnya, hal ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat karena pengelolaannya berbasis masyarakat. Pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan wisata mangrove, karena pembangunan yang efektif membutuhkan keterlibatan (partisipasi) dari berbagai pihak (stakeholder) terutama masyarakat. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor pendorong dan faktor penghambat partisipasi masyarakat terhadap pembangunan wisata mangrove di Desa Pengudang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penentuan sampel yaitu 10% dari total populasi 364 orang, maka total sampel 36 orang dan 2 orang informan kunci. Hasil Penelitian yaitu Faktor Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat di desa Pengudang Kabupaten Bintan di Kabupaten Bintan terbagi atas 2 yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung partisipasi yaitu kesadaran masyarakat, pendidikan, jenis kelamin dan keuntungan.sedangkan Faktor penghambat partisipasi yaitu pekerjaan, keuntungan, kepemimpina
EVALUASI MUTU RUSIP IKAN TERI NASI (Stolephorus sp.) DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA
Ikan teri nasi (Stolephorus sp.) adalah ikan pelagis kecil yang hidup di permukaan laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Pengolahan ikan teri nasi sebagai pangan fermentasi khususnya produk rusip sampai saat ini belum dilaporkan, sementara diketahui bahwa ikan teri nasi memiliki komponen kimia yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi kimia seperti kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat rusip ikan teri teri nasi dengan lama fermentasi yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia rusip ikan teri nasi (Stolephorus sp.) dengan lama fermentasi yang berbeda memiliki nilai kadar air 72.85 - 74.41%, abu 10.69 - 10,82%, lemak 12.90 - 13,59%, protein 31.06 - 34,68%, karbohidrat 11.43 – 11.58% dan pH sebesar 6.18 - 6.38%. Dengan demikian rusip ikan teri nasi ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional
Bahasa Inggris
Computational thinking skills are systematic ways of thinking that involve formulating a problem, deconstructing the problem, and communicating the solution. The development of students\u27 computational thinking ability is significant; therefore, knowing the obstacles is essential. The purpose of this research is to find out students\u27 learning obstacles in computational thinking. This qualitative research uses a phenomenological approach that describes the meaning of certain concepts related to life experiences for some individuals. The population in this study is one of the high school class XI in Bulukumba district. The subjects in this study were three students in the high, medium, and low categories. Data collection techniques in this study used the following instruments: 1) math test question instrument, 2) interview. The results of this study are (1) ontogenical obstacle in the form of students having difficulty in making models (abstraction stage) because they are wrong in capturing information and do not understand in making mathematical models, (2) epistemological obstacle in the form of students having difficulty in solving problems because the problems given have never been encountered, and (3) didactical obstacle in the form of not understanding the correct writing of permissiveness, this is due to the absence of emphasis on correct permissiveness during learning. This research is expected to help teachers overcome students\u27 computational thinking obstacles
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ANALISIS KELAYAKAN AIR TANAH DANGKAL DI TELUK BELITUNG, KEPULAUAN MERANTI, RIAU
Teluk Belitung berada di pesisir Pulau Padang, Meranti, sangat bergantung pada keberadaan airtanah sebagai sumber air bersih yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari. Namun, airtanah dangkal di permukiman yang berdekatan dengan laut cenderung memiliki rasa payau hingga asin, serta dapat menyebabkan karat pada peralatan makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan kelayakan airtanah dangkal di daerah penelitian. Hasil pengukuran parameter fisikokimia dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang standar kualitas air minum. Hasil penelitian menunjukkan 58% air tanah berwarna keruh, 12% berwarna coklat kemerahan, 12% tidak berwarna, 6% berwarna kuning, 6% berwarna kuning kecoklatan, dan 6% berwarna coklat. 64% air tanah berasa payau, 18% berasa asin dan 18% tidak berasa. TDS air tanah 23,85 mg/L - 10.458 mg/L. DHL air tanah 36,45 μS/cm - 16.970 μS/cm. pH air tanah 6,86 - 7,45. 88% air tanah memiliki kesadahan ≤ 500 mg/L dan 12% memiliki kesadahan > 500 mg/L. 53% air tanah memiliki kadar Cl- > 250 mg/L dan 47% memiliki kadar Cl- ≤ 250 mg/L. Semua stasiun memiliki kadar SO42- ≤ 250 mg/L. Daerah penelitian dapat dibagi menjadi 3 zonasi, yaitu zona risiko tinggi (tidak layak) sebanyak 35%, zona risiko sedang (berisiko) sebanyak 29% dan zona risiko rendah (cenderung layak) sebanyak 36%. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dasar bagi pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan pemenuhan kebutuhan air bersih di Kepulauan Meranti
Policy Analysis of the SRIKANDI Archiving System in Banten Province
In the digital transformation era, the effective management of government archives is essential for ensuring administrative efficiency, transparency, and data security. The traditional manual archiving systems present significant limitations, including difficulty in document retrieval, risk of data loss, and inefficiencies in storage and management. To address these issues, the Indonesian government has implemented the SRIKANDI (Integrated Dynamic Archival Information System) application, which aims to provide a comprehensive, digital approach to document management. This study analyzes the implementation of the SRIKANDI system within the Department of Communication, Informatics, Statistics, and Encryption of Banten Province, focusing on its effectiveness, challenges, and policy implications. Employing a qualitative research design, the study utilized Thematic Analysis as its primary method, gathering data through interviews, direct observation, and document reviews. The research identified key themes including improved efficiency in archival digitization, enhanced document security and accessibility, integration and interoperability challenges, and the critical need for technical training. Findings indicate that while SRIKANDI has substantially improved document retrieval, reduced the risk of data loss, and promoted accountability through digital traceability, its implementation is hindered by inadequate infrastructure, insufficient user training, and limited system integration. Many users lack the digital literacy necessary to fully utilize the system, resulting in underuse of advanced features. Moreover, compatibility issues with existing systems lead to redundant data entry and inconsistencies. In conclusion, while SRIKANDI presents significant benefits in modernizing archival practices, its success depends on comprehensive training, improved infrastructure, and strengthened cross-agency interoperability to create a more unified and efficient digital government ecosystem
Keanekaragaman dan Kelimpahan Famili Chaetodontidae Serta Hubungannya dengan Tutupan Karang Hidup di Pulau Weh, Sabang
Ikan karang merupakan salah satu biota laut yang sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem terumbu karang. Oleh karena itu, ada tidaknya spesies ikan karang tertentu dapat menggambarkan kondisi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara keanekaragaman dan kelimpahan ikan Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup di dua belas lokasi Pulau Weh, Sabang. Metode Sensus Visual Bawah Air digunakan untuk mengumpulkan data ikan karang. Data persentase tutupan karang hidup dikumpulkan dengan menggunakan metode Transek Foto Bawah Air. Hasil penelitian menemukan total 24 spesies ikan Chaetodontidae yang mewakili empat marga dengan jumlah individu yang tercatat pada saat pengamatan sebanyak 1.041 individu. Rata-rata kategori tutupan karang hidup di Pulau Weh, Sabang dalam kondisi cukup baik (31,255%). Ikan Chaetodontidae di Pulau Weh, Sabang termasuk dalam kategori keanekaragaman rendah dengan rata-rata indeks keanekaragaman (H) = 2,059 serta kelimpahan rata-rata Ikan Chaetodontidae sebesar 2.479 (ind/ha). Terdapat korelasi yang lemah antara jumlah jenis Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup dan juga antara kelimpahan Chaetodontidae dengan tutupan karang Pulau Weh, Sabang dengan nilai koefisien determinasi R2 regresi linier masing-masing sebesar 0,4299 dan 0,2522.Ikan karang merupakan salah satu biota laut yang sangat sensitif terhadap perubahan ekosistem terumbu karang. Oleh karena itu, ada tidaknya spesies ikan karang tertentu dapat menggambarkan kondisi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara keanekaragaman dan kelimpahan ikan Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup di dua belas lokasi Pulau Weh, Sabang. Metode Sensus Visual Bawah Air digunakan untuk mengumpulkan data ikan karang. Data persentase tutupan karang hidup dikumpulkan dengan menggunakan metode Transek Foto Bawah Air. Hasil penelitian menemukan total 24 spesies ikan Chaetodontidae yang mewakili empat marga dengan jumlah individu yang tercatat pada saat pengamatan sebanyak 1.041 individu. Rata-rata kategori tutupan karang hidup di Pulau Weh, Sabang dalam kondisi cukup baik (31,255%). Ikan Chaetodontidae di Pulau Weh, Sabang termasuk dalam kategori keanekaragaman rendah dengan rata-rata indeks keanekaragaman (H) = 2,059 serta kelimpahan rata-rata Ikan Chaetodontidae sebesar 2.479 (ind/ha). Terdapat korelasi yang lemah antara jumlah jenis Chaetodontidae dengan tutupan karang hidup dan juga antara kelimpahan Chaetodontidae dengan tutupan karang Pulau Weh, Sabang dengan nilai koefisien determinasi R2 regresi linier masing-masing sebesar 0,4299 dan 0,2522
Marketing Strategy of Rumah Domes New Nglepen Prambanan Tourism Village, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta
Nglepen Village, located in Sengir Hamlet, Sumberharjo, Sleman Regency, has a one-of-a-kind tourist destination in Indonesia, namely Rumah Domes New Nglepen Tourism Village. This study aims to determine the marketing strategy carried out by the manager of Rumah Domes New Nglepen Tourism Village. It also aims to know the supporting and inhibiting factors of the marketing strategy carried out by the manager of Rumah Domes New Nglepen Tourism Village. The research method that the author used was qualitative descriptive with key informants and supporting informants. Data were obtained through informants, activities, places or locations, and documents or archives. Data collections techniques in this study were observation, documentation, and interviews. The main finding of the study is that Rumah Domes New Nglepen Tourism Village has successfully implemented the exposure and interest of dome houses. The suggestion to increase exposure and interest in dome houses is that managers are expected to not only promote through events and collaborations, considering that, in this day and age, everything utilizes social media. The manager of Rumah Domes New Nglepen Tourism Village can collaborate with Pokdarwis (tourism awareness group) to create social media accounts on behalf of Rumah Domes New Nglepen Tourism Village on Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook, and YouTube and to create routine content related to Rumah Domes New Nglepen which will be uploaded on the social media accounts of Rumah Domes New Nglepen Tourism Village