Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Realization Strategy for BOTRAM : Identifying Critical Success Factors in Bekasi Inovation

    Get PDF
    This research aims to identify the factors that contribute to the effectiveness of public service innovation within the BOTRAM (Collaborate to Serve) program at the Bekasi Regency Population and Civil Registration Office. The analysis is based on Doley\u27s theory, which includes various indicators such as leadership, strategy, performance, empowerment, group dynamics, innovation, learning, and communication that align with the factors facilitating successful service innovation. The key question guiding this research is: What factors influence the effectiveness of public service innovation in the BOTRAM (Collaborate to Serve) initiative at the Bekasi Regency Population and Civil Registration Office? This study employs a qualitative research approach. It features primary respondents from the Bekasi Regency Population and Civil Registration Office as well as residents of Bekasi Regency who utilize the services. Data for this study is gathered through interviews and direct observations as primary sources, while secondary data is obtained from documentation and other relevant materials. The analysis findings indicate that public service innovation via BOTRAM (Collaborate to Serve) has been largely successful, though not to its fullest potential. Challenges persist, particularly with some individuals lacking a complete understanding of service time standards and community engagement not reaching desired levels

    IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER UNTUK KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KELURAHAN LUMUT TAPANULI TENGAH

    Get PDF
    Budidaya ikan dalam ember atau yang biasa dikenal dengan Budikdamber merupakan salah satu teknik budidaya yang dapat digunakan oleh masyarakat dengan cara menanam tanaman sayuran sekaligus budidaya ikan dalam ember. Teknik budidaya ini tergolong mudah dilakukan di lahan yang terbatas dan minim air. Teknik ini tidak menggunakan banyak air, penggantian air dilakukan seperlunya saja sehingga penggunaan air tergolong hemat, dalam jangka waktu 2 minggu, sayuran sudah dapat dipanen, dan dalam jangka waktu satu bulan ikan sudah dapat dipanen. Permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya di daerah Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, adalah keterbatasan lahan untuk  budidaya ikan, serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang sistem budidaya yang hemat air dan efisien, untuk mengatasi permasalahan ini dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan pembudidaya ikan  dalam mengimplementasikan teknik budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2024 di Aula Kelurahan Lumut, dengan beberapa tahapan, meliputi survei lokasi, sosialisasi, dan implementasi pembuatan wadah budidaya ikan dalam ember. Materi yang diberikan mencakup pengenalan Budikdamber, kelebihan, manfaat, langkah pembuatan, dan langkah perawatan Budikdamber. Sosialisasi ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan sempit dan sumber daya air yang terbatas secara optimal untuk menghasilkan sayuran dan ikan secara berkelanjutan

    Transformasi Peran Gender Keluarga Suku Laut Desa Kelumu Di Era Modernisasi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran gender dalam keluarga Suku Laut di Desa Kelumu, Kabupaten Lingga, setelah mereka berpindah dari kehidupan nomaden di perahu menuju kehidupan menetap di darat. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji perubahan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam keluarga setelah relokasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data memanfaatkan konsep peran gender, yang merujuk pada perspektif budaya dalam membedakan peran sosial laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pembagian peran keluarga. Perempuan, yang sebelumnya hanya menjalankan tugas domestik, kini berperan dalam aktivitas produktif, seperti menjual kajang, membuat tikar, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Laki-laki, selain bekerja sebagai nelayan, juga mulai beradaptasi dengan aktivitas di darat, seperti membuat perahu untuk dijual dan ikut serta dalam kegiatan desa. Perubahan ini mencerminkan konstruksi sosial peran gender yang lebih fleksibel dan setara, sejalan dengan pengaruh modernisasi terhadap kehidupan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran gender dalam keluarga Suku Laut di Desa Kelumu, Kabupaten Lingga, setelah mereka berpindah dari kehidupan nomaden di perahu menuju kehidupan menetap di darat. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji perubahan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam keluarga setelah relokasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data memanfaatkan konsep peran gender, yang merujuk pada perspektif budaya dalam membedakan peran sosial laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pembagian peran keluarga. Perempuan, yang sebelumnya hanya menjalankan tugas domestik, kini berperan dalam aktivitas produktif, seperti menjual kajang, membuat tikar, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Laki-laki, selain bekerja sebagai nelayan, juga mulai beradaptasi dengan aktivitas di darat, seperti membuat perahu untuk dijual dan ikut serta dalam kegiatan desa. Perubahan ini mencerminkan konstruksi sosial peran gender yang lebih fleksibel dan setara, sejalan dengan pengaruh modernisasi terhadap kehidupan masyarakat

    Governance Community Empowerment Through the EMAK.ID Waste Bank Program in Bandar Lampung City

    Get PDF
    Waste management is one of the most urgent environmental problems in Indonesia, especially in urban centers like Bandar Lampung City, where waste generation has risen to over 870 tons per day, putting pressure on landfills and creating serious environmental and health risks. Conventional disposal approaches have proven insufficient, prompting the introduction of the Emak.ID Waste Bank program as a community-based solution that combines waste reduction with empowerment. The purpose of this study is to analyze how the program fosters empowerment across four key dimensions Awakening, Understanding, Harnessing, and Using—while assessing its role in strengthening community participation in sustainable waste management. This research employed a qualitative descriptive design, using in-depth interviews, observations, and document analysis centered on the Gunter community group, which has successfully practiced independent weighing since late 2022. The findings show that the program improved waste segregation, enhanced environmental literacy, and provided modest financial incentives from recyclables, while also fostering social cohesion through regular training and collective weighing activities. However, participation remains inconsistent due to low environmental literacy, competing daily priorities, and limited economic returns. Despite these challenges, the Emak.ID model demonstrates how waste banks can operate not only as environmental interventions but also as platforms for community empowerment and micro-entrepreneurship. The study concludes that for long-term sustainability, waste bank initiatives require stronger integration of educational, economic, and institutional support. This case highlights the potential of participatory waste governance as a replicable model for advancing sustainable urban development and circular economy practices in Indonesia

    Optimalisasi Pembukuan Koperasi Konsumen Lumbung Berkat Tulang Bawang Melalui Pendampingan Implementasi SAK Entitas Privat (SAK-EP)

    Get PDF
    Koperasi merupakan salah satu bentuk usaha ekonomi yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Namun, banyak koperasi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam penyusunan laporan keuangan, terutama menjelang Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang menjadi forum pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Permasalahan umum yang dihadapi adalah keterlambatan serta ketidaksesuaian dalam pencatatan dan pembukuan keuangan, yang berdampak pada rendahnya tingkat transparansi dan akuntabilitas, serta berpotensi mengganggu proses pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan pendampingan kepada Koperasi Konsumen Lumbung Berkat Tulang Bawang agar mampu melakukan pembukuan dan pencatatan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK-EP) yang berlaku di Indonesia. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan konsultatif dan fasilitasi secara langsung, yang melibatkan pelatihan pemahaman prinsip dasar akuntansi, penerapan sistem pembukuan sederhana dan efektif, serta penyesuaian dalam pencatatan transaksi keuangan menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penyusunan laporan keuangan koperasi, baik dari sisi akurasi, akumulasi data pembukuan, maupun kepatuhan terhadap standar akuntansi. Koperasi juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan keuangan, persediaan, serta barang konsinyasi. Kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan dalam RAT

    Makrozoobentos Muara Bojong Salawe: Mengungkap Komposisi Genus dan Hubungannya dengan Ekosistem Perairan

    Get PDF
    Makrozoobentos berperan penting dalam siklus nutrisi perairan dan menjadi indikator kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Muara Bojong Salawe dan kemudian mengkaji kaitannya dengan kondisi lingkungan. Untuk pertama kalinya, penelitian ini dilakukan di Muara Bojong Salawe, Pangandaran, guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024, dengan membagi 4 stasiun penelitian. Stasiun I terletak di jalur pelayaran kapal nelayan dengan substrat pecahan karang berpasir. Stasiun II di daerah padat mangrove dengan substrat berlumpur. Stasiun III berada di area bersandar kapal nelayan dengan substrat berpasir. Stasiun IV dekat restoran/pemukiman dengan substrat lumpur berpasir. Sampel makrozoobentos diambil dengan menggunakan metode plot 1 x 1 m dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, Dissolved Oxygen (DO), dan rona lingkungan. Analisis yang dilakukan meliputi indeks ekologi (kelimpahan, keragaman, dominansi, dan kemerataan) dan analisis statistik (analisis klastering dan Principal Component Analysis/PCA). Hasil penelitian mencatat bahwa parameter lingkungan di keempat stasiun mencakup suhu perairan berkisar antara 28,8°C-29,7°C, salinitas berkisar antara 19-21 ppt, pH berkisar antara 7,2-7,9, dan Dissolved oxygen (DO) berkisar antara 5,8-7,4 mg L-1. Indeks ekologi yang mencakup kepadatan total dan nilai dominansi makrozoobentos tertinggi ditemukan pada Stasiun II (200 individu/m²; 0,33). Namun, sebaliknya, indeks keragaman dan kemerataan terendah, tercatat pada Stasiun II (1,46; 0,54). Ditemukan empat genus makrozoobentos dengan kepadatan tertinggi yaitu Cerithium, Pagurus, Faunus, dan Cerithideopsilla. Hasil analisis PCA menunjukan bahwa faktor salinitas dan DO menjadi faktor yang paling memengaruhi struktur komunitas makrozoobentos di lokasi penelitian.Makrozoobentos berperan penting dalam siklus nutrisi perairan dan menjadi indikator kesehatan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Muara Bojong Salawe dan kemudian mengkaji kaitannya dengan kondisi lingkungan. Untuk pertama kalinya, penelitian ini dilakukan di Muara Bojong Salawe, Pangandaran, guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024, dengan membagi 4 stasiun penelitian. Stasiun I terletak di jalur pelayaran kapal nelayan dengan substrat pecahan karang berpasir. Stasiun II di daerah padat mangrove dengan substrat berlumpur. Stasiun III berada di area bersandar kapal nelayan dengan substrat berpasir. Stasiun IV dekat restoran/pemukiman dengan substrat lumpur berpasir. Sampel makrozoobentos diambil dengan menggunakan metode plot 1 x 1 m dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, Dissolved Oxygen (DO), dan rona lingkungan. Analisis yang dilakukan meliputi indeks ekologi (kelimpahan, keragaman, dominansi, dan kemerataan) dan analisis statistik (analisis klastering dan Principal Component Analysis/PCA). Hasil penelitian mencatat bahwa parameter lingkungan di keempat stasiun mencakup suhu perairan berkisar antara 28,8°C-29,7°C, salinitas berkisar antara 19-21 ppt, pH berkisar antara 7,2-7,9, dan Dissolved oxygen (DO) berkisar antara 5,8-7,4 mg L-1. Indeks ekologi yang mencakup kepadatan total dan nilai dominansi makrozoobentos tertinggi ditemukan pada Stasiun II (200 individu/m²; 0,33). Namun, sebaliknya, indeks keragaman dan kemerataan terendah, tercatat pada Stasiun II (1,46; 0,54). Ditemukan empat genus makrozoobentos dengan kepadatan tertinggi yaitu Cerithium, Pagurus, Faunus, dan Cerithideopsilla. Hasil analisis PCA menunjukan bahwa faktor salinitas dan DO menjadi faktor yang paling memengaruhi struktur komunitas makrozoobentos di lokasi penelitian

    Strategi Pengembangan Ekowisata Bahari Pantai Sadranan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta

    Get PDF
    Pantai Sadranan merupakan salah satu ekowisata bahari yang berlokasi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai Sadranan memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan pendapatan daerah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi ekowisata, sarana dan prasarana, dan persepsi wisatawan, serta menyusun strategi pengembangan ekowisata bahari Pantai Sadranan. Informasi potensi wisata, serta sarana dan prasarana selanjutnya dapat digunakan untuk mengembangkan pengelolaan ekowisata bahari Pantai Sadranan sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat sekitar. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa nilai kepuasan 100% terhadap kebersihan dan fasilitas yang terdapat di Pantai Sadranan. Keindahan Pantai Sadranan memiliki nilai kepuasan 73%, dan pelayanan pengelola memiliki nilai kepuasan 87%. Indikator yang perlu diperhatikan jika melihat nilai kepuasan yang rendah yaitu penataan ruang dan akses menuju Pantai Sadranan, dimana masing-masing memiliki nilai kepuasan 43% dan 47%. Strategi yang dapat dirancang untuk pengembangan Pantai Sadranan yaitu mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat, membuat papan informasi terkait flora dan fauna di Pantai Sadranan, mengadakan pelatihan kepada pengelola terkait langkah-langkah yang harus dilakukan jika ada peringatan dini bencana alam, menghimbau wisatawan untuk menjaga lingkungan pantai dan biota, pembenahan penataan ruang secara lebih baik, memperbaiki akses menuju Pantai Sadranan, promosi melalui media sosial, dan monitoring secara berkala. Pengelolaan Pantai Sadranan yang lebih baik dapat dilakukan dengan adanya dukungan pemerintah, masyarakat sekitar dan wisatawan.Pantai Sadranan merupakan salah satu ekowisata bahari yang berlokasi di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai Sadranan memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan pendapatan daerah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi ekowisata, sarana dan prasarana, dan persepsi wisatawan, serta menyusun strategi pengembangan ekowisata bahari Pantai Sadranan. Informasi potensi wisata, serta sarana dan prasarana selanjutnya dapat digunakan untuk mengembangkan pengelolaan ekowisata bahari Pantai Sadranan sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat sekitar. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh informasi bahwa nilai kepuasan 100% terhadap kebersihan dan fasilitas yang terdapat di Pantai Sadranan. Keindahan Pantai Sadranan memiliki nilai kepuasan 73%, dan pelayanan pengelola memiliki nilai kepuasan 87%. Indikator yang perlu diperhatikan jika melihat nilai kepuasan yang rendah yaitu penataan ruang dan akses menuju Pantai Sadranan, dimana masing-masing memiliki nilai kepuasan 43% dan 47%. Strategi yang dapat dirancang untuk pengembangan Pantai Sadranan yaitu mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat, membuat papan informasi terkait flora dan fauna di Pantai Sadranan, mengadakan pelatihan kepada pengelola terkait langkah-langkah yang harus dilakukan jika ada peringatan dini bencana alam, menghimbau wisatawan untuk menjaga lingkungan pantai dan biota, pembenahan penataan ruang secara lebih baik, memperbaiki akses menuju Pantai Sadranan, promosi melalui media sosial, dan monitoring secara berkala. Pengelolaan Pantai Sadranan yang lebih baik dapat dilakukan dengan adanya dukungan pemerintah, masyarakat sekitar dan wisatawan

    Struktur Komunitas Kepiting (Brachyura) di Ekosistem Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang

    Get PDF
    Mangrove merupakan vegetasi pesisir yang penting bagi biota laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi dan kelimpahan kepiting (Brachyura) di ekosistem mangrove di Desa Sungai Nibung. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 bertempat di Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang dengan transek ukuran 1x1 m2. Hasil penelitian menujukkan komposisi kepiting yang ditemukan di lokasi penelitian diantaranya yaitu Episesarma chentongense, Parasesarma lanchesteri, Tubuca Bellator dan Tubuca dussumieri. Kelimpahan kepiting (Brachyura) tertinggi adalah jenis E. chentongense (63 ind/m2) sedangkan terendah adalah T. dussumieri (18 ind/m2). Kerapatan mangrove berkisar 100-7.600 ind/Ha, jenis sedimen berupa pasir kasar dan liat halus. Parameter fisika-kimia perairan masih mendukung untuk kehidupan kepiting (Brachyura).Mangrove merupakan vegetasi pesisir yang penting bagi biota laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi dan kelimpahan kepiting (Brachyura) di ekosistem mangrove di Desa Sungai Nibung. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 bertempat di Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang dengan transek ukuran 1x1 m2. Hasil penelitian menujukkan komposisi kepiting yang ditemukan di lokasi penelitian diantaranya yaitu Episesarma chentongense, Parasesarma lanchesteri, Tubuca Bellator dan Tubuca dussumieri. Kelimpahan kepiting (Brachyura) tertinggi adalah jenis E. chentongense (63 ind/m2) sedangkan terendah adalah T. dussumieri (18 ind/m2). Kerapatan mangrove berkisar 100-7.600 ind/Ha, jenis sedimen berupa pasir kasar dan liat halus. Parameter fisika-kimia perairan masih mendukung untuk kehidupan kepiting (Brachyura)

    Distribusi Spasial dan Temporal Eceng Gondok di Danau Rawa Pening

    Get PDF
    Eceng gondok adalah gulma invasif yang apabila tidak dikelola maka pertumbuhannya akan menurunkan kualitas perairan, merusak ekosistem, dan dapat mempercepat proses pendangkalan di Danau Rawa Pening. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola sebaran eceng gondok di Danau Rawa Pening pada bulan Mei hingga bulan Agustus 2024. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dan analisis data secara spasial menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan adalah data citra satelit sentinel 2 pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Berdasarkan hasil analisis spasial, diketahui pola sebaran eceng gondok di Danau Rawa Pening mengalami penurunan selama penelitian yakni pada bulan Mei memiliki luas 632,5989 ha, pada bulan Juni menjadi seluas 502,4472 ha, bulan Juli menjadi 432,404 ha, dan pada bulan Agustus luas eceng gondok berkurang menjadi 382,109 ha. Faktor penyebab sebaran eceng gondok pada perairan Danau Rawa Pening mengalami penurunan adalah peralihan musim, berkurangnya runoff, serta revitalisasi danau dengan pemanenan eceng gondok.Eceng gondok adalah gulma invasif yang apabila tidak dikelola maka pertumbuhannya akan menurunkan kualitas perairan, merusak ekosistem, dan dapat mempercepat proses pendangkalan di Danau Rawa Pening. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola sebaran eceng gondok di Danau Rawa Pening pada bulan Mei hingga bulan Agustus 2024. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dan analisis data secara spasial menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan adalah data citra satelit sentinel 2 pada bulan Mei hingga Agustus 2024. Berdasarkan hasil analisis spasial, diketahui pola sebaran eceng gondok di Danau Rawa Pening mengalami penurunan selama penelitian yakni pada bulan Mei memiliki luas 632,5989 ha, pada bulan Juni menjadi seluas 502,4472 ha, bulan Juli menjadi 432,404 ha, dan pada bulan Agustus luas eceng gondok berkurang menjadi 382,109 ha. Faktor penyebab sebaran eceng gondok pada perairan Danau Rawa Pening mengalami penurunan adalah peralihan musim, berkurangnya runoff, serta revitalisasi danau dengan pemanenan eceng gondok

    Tinjauan Pustaka Sistematis_Proteksionisme dan Dinamika Perdagangan Internasional

    No full text
    In the past decade, the resurgence of protectionist policies has emerged as a major challenge to the stability of international trade. The trade conflict between the United States and China, the COVID-19 pandemic, and the increasing imposition of tariff and non-tariff barriers have marked a shift from the era of globalization towards a trend of deglobalization. This study aims to systematically examine the impact of protectionism on the dynamics of international trade with a particular focus on three key countries: the United States, China, and Indonesia. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach and adheres to the PRISMA 2020 guidelines to ensure that the review process is systematic, transparent, and replicable. Literature was collected from three major academic databases—Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar—using inclusion criteria such as articles published between 2020 and 2025, written in English or Indonesian, and peer reviewed. A content analysis was conducted on 30 selected journal articles to identify patterns, key findings, and policy implications. The analysis reveals that protectionism has significantly affected global supply chains, energy consumption, and macroeconomic stability in various countries. The US–China trade war in particular has created distortions in bilateral trade and triggered policy uncertainty. Meanwhile, Indonesia faces challenges from both external shocks and internal protective measures that influence its export competitiveness. The study recommends the importance of export market diversification, enhancement of value-added exports, and strengthening of multilateral cooperation to mitigate the negative impacts of protectionism and foster a more equitable and sustainable global trading system.Dalam dekade terakhir, kebangkitan kebijakan proteksionis telah muncul sebagai tantangan besar bagi stabilitas perdagangan internasional. Konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, pandemi COVID-19, dan peningkatan penerapan tarif dan hambatan non-tarif telah menandai pergeseran dari era globalisasi menuju tren deglobalisasi. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis mengkaji dampak proteksionisme terhadap dinamika perdagangan internasional dengan fokus khusus pada tiga negara kunci: Amerika Serikat, Cina, dan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) dan mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk memastikan bahwa proses tinjauan bersifat sistematis, transparan, dan dapat direplikasi. Literasi dikumpulkan dari tiga basis data akademis utama—Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar—menggunakan kriteria inklusi seperti artikel yang diterbitkan antara 2020 dan 2025, ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, dan telah melalui proses peer review. Analisis konten dilakukan pada 30 artikel jurnal yang dipilih untuk mengidentifikasi pola, temuan kunci, dan implikasi kebijakan. Analisis menunjukkan bahwa proteksionisme secara signifikan telah mempengaruhi rantai pasokan global, konsumsi energi, dan stabilitas makroekonomi di berbagai negara. Perang dagang AS-Tiongkok khususnya telah menciptakan distorsi dalam perdagangan bilateral dan memicu ketidakpastian kebijakan. Sementara itu, Indonesia menghadapi tantangan dari guncangan eksternal dan langkah-langkah perlindungan internal yang mempengaruhi daya saing ekspornya. Studi ini merekomendasikan pentingnya diversifikasi pasar ekspor, peningkatan ekspor bernilai tambah, dan penguatan kerjasama multilateral untuk mengurangi dampak negatif dari proteksionisme dan mendorong sistem perdagangan global yang lebih adil dan berkelanjutan

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇