Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    PENENTUAN JENIS DAN OPTIMASI AKTIVATOR KARBON BIJI MATOA SEBAGAI ADSORBEN LOGAM Fe : AKTIVATOR BIJI MATOA

    Get PDF
    Pencemaran air tanah oleh logam berat seperti besi (Fe) merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan karena dapat membahayakan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan konsentrasi optimal aktivator kimia pada karbon aktif berbasis biji matoa (Pometia pinnata) dalam proses adsorpsi ion Fe(III) dari larutan. Karbonisasi biji matoa dilakukan pada suhu 400 °C, kemudian diaktivasi secara kimia menggunakan H₂SO₄, HCl, dan NaOH, serta diuji efektivitas adsorpsinya menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil menunjukkan bahwa aktivator H₂SO₄ memberikan performa terbaik dengan konsentrasi optimum sebesar 0,75 M, menurunkan konsentrasi Fe dari 9,498 mg/L menjadi 0,161 mg/L dalam waktu 30 menit, dengan efisiensi mencapai 98,9%. Efektivitas maksimum juga tercapai pada dosis karbon sebesar 0,5 gram, yang menandai kondisi jenuh adsorpsi. Dibandingkan dengan adsorben berbasis biomassa lain seperti kulit pisang dan tongkol jagung, karbon aktif biji matoa menunjukkan kinerja yang lebih unggul, terutama dari segi waktu kontak dan efisiensi penurunan logam. Novelty dari penelitian ini terletak pada eksplorasi pemanfaatan biji matoa—yang belum banyak dikaji sebelumnya—sebagai bahan baku karbon aktif yang efektif dan ramah lingkungan untuk aplikasi pengolahan air tercemar logam berat dalam skala industri

    The Role of the Riau Province National Unity and Political Agency in Political Education to Increase Voter Participation in the 2024 General Election

    Get PDF
    In order to make general elections and regional head elections in Indonesia a success, the role of all stakeholders is needed. The democratic festival, which is held every five years in Indonesia, is very crucial for the development and progress of the Indonesian nation. In this research, the author focuses on the role of the national and political unitary body of Riau Province in carrying out its authority in the political field related to political education for the voting public. Political education is to increase people\u27s knowledge so that they can participate optimally in the political system. Based on 2019 Election data, Riau Province is ranked 10th in the Permanent Voter List with 3,863,197 voters, while the largest number of voters is in West Java Province. From the Provisional Voter List data, there was an increase of one million voters in Riau Province, namely 4,740,392 voters. The importance of political education for the community is to provide information and education related to General Elections and Regional Head Elections, increase voter participation and make voters smart in voting. The aim of this research is to see the role of the Riau Province National Unity and Politics Service in educating voters and find out the inhibiting factors in implementing the authority of the Riau Province National Unity and Politics Service. The method and type of this research is Qualitative Descriptive. The technique for attracting informants uses a proportional sampling technique and data collection techniques in this research are interviews, observation, literature study and documentation. The benefits of this research are as reference material both for the development of knowledge in the field of politics and for government administrators in increasing participation for the voting public and educating voters

    Workshop "Karya ilmiah tanpa drama": Peningkatan keterampilan manajemen referensi dan layouting pada mahasiswa PGSD

    Get PDF
    Mahasiswa PGSD masih sering mengalami kesulitan dalam pengelolaan referensi dan penataan layout karya ilmiah sesuai standar akademik, sehingga menimbulkan dampak pada kualitas penulisan ilmiah. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajemen referensi dan layouting mahasiswa PGSD. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus yang difokuskan pada sekelompok mahasiswa PGSD yang mengikuti workshop sebagai representasi dari permasalahan umum yang dihadapi oleh mahasiswa lain di program studi yang sama. Sasaran kegiatan terdiri atas 26 mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta dari semester 2, 4, dan 6 yang mengikuti workshop. Data dikumpulkan melalui observasilangsung, wawancara, dokumentasi kegiatan, serta analisis terhadap hasil latihan peserta. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop berhasil meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menggunakan reference manager khususnya mendeley secara sistematis, memformat karya tulis dengan rapi sesuai kaidah ilmiah, serta meningkatkan kemampuan dalam mengakses database ilmiah dan mengevaluasi kualitas sumber referensi. Workshop ini memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk keterampilan teknis kepenulisan akademik yang esensial bagi calon guru, khususnya dalam aspek ketelitian penulisan, ketepatan penggunaan sumber referensi ilmiah, serta kemampuan menyusun karya tulis yang sesuai dengan standar akademik. Keterampilan tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan akademik maupun profesional di dunia pendidikan

    Developing PBL-based worksheets on sequences and series to enhance mathematical connection skills of senior high school students

    Get PDF
    This study was driven by students’ low mathematical connection ability in learning Sequences and Series, a skill essential for understanding relationships among mathematical concepts. The purpose of this research was to develop a Problem-Based Learning (PBL)-based student worksheet designed to improve students’ mathematical connection ability and to examine its validity and practicality. A development research approach was applied using the 4-D model—Define, Design, Develop, and Disseminate. The participants were tenth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using validation instruments, practicality questionnaires, interviews, and classroom observations. The validation process evaluated face, content, and construct validity. The developed worksheet demonstrated strong validity, with average scores of 89.29% for face validity, 89.29% for content validity, and 86.79% for construct validity. The overall validity score of 88.45% fell into the “very valid” category, indicating the product’s suitability for field implementation. The practicality assessment, focusing on design, clarity of material presentation, and ease of use, produced an average score of 83.27%, classified as “practical.” These findings suggest that the PBL-based worksheet is both valid and practical, offering potential as an effective instructional tool to support students in developing mathematical connection ability, particularly in topics related to Sequences and Series

    Aspek Biologi dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan yang Tertangkap Pukat Cincin di WPP RI 572

    Get PDF
    Selat Sunda termasuk ke dalam WPP RI 572 dan dikenal menyimpan potensi sumber daya ikan yang cukup melimpah, baik dari kelompok pelagis maupun demersal. Alat tangkap jenis pukat cincin menjadi penyumbang utama hasil produksi perikanan di wilayah Kabupaten Pandeglang. Target spesies yang ditangkap pukat cincin yaitu ikan pelagis. Tingkat eksploitasi ikan pelagis di Indonesia telah memperlihatkan indikasi penangkapan berlebih. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek biologi dan tingkat kelangsungan hidup sumber daya ikan yang tertangkap pukat cincin di WPP RI 572. Aspek biologi yang dikaji adalah rata-rata ukuran pertama kali tertangkap (Lc) dan pertama kali matang gonad (Lm).  Pengambilan contoh dilakukan dengan metode penarikan contoh acak berlapis. Ikan yang menjadi objek penelitian yaitu ikan tembang (Sardinella fimbriata), ikan kembung (Rastrelliger faughni), ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma), ikan kembung laki-laki (Rastrelliger kanagurta), ikan tongkol (Euthynnus affinis), dan ikan layang (Decapterus russelli). Rata-rata ukuran pertama kali tertangkap pada penelitian ini lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata ukuran pertama kali matang gonad (Lc < Lm). Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi perairan Selat Sunda kurang baik dan spesies ikan lebih dahulu tertangkap sebelum bereproduksi. Tingkat kelangsungan hidup ikan hasil tangkapan pukat cincin rendah. Tingkat kelangsungan hidup paling rendah adalah ikan tongkol yaitu 0,11 (betina) dan 0,18 (jantan). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai dasar pertimbangan dalam merumuskan strategi pengelolaan dan penyusunan regulasi terkait pembatasan ukuran ikan yang tertangkap.Selat Sunda termasuk ke dalam WPP RI 572 dan dikenal menyimpan potensi sumber daya ikan yang cukup melimpah, baik dari kelompok pelagis maupun demersal. Alat tangkap jenis pukat cincin menjadi penyumbang utama hasil produksi perikanan di wilayah Kabupaten Pandeglang. Target spesies yang ditangkap pukat cincin yaitu ikan pelagis. Tingkat eksploitasi ikan pelagis di Indonesia telah memperlihatkan indikasi penangkapan berlebih. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek biologi dan tingkat kelangsungan hidup sumber daya ikan yang tertangkap pukat cincin di WPP RI 572. Aspek biologi yang dikaji adalah rata-rata ukuran pertama kali tertangkap (Lc) dan pertama kali matang gonad (Lm).  Pengambilan contoh dilakukan dengan metode penarikan contoh acak berlapis. Ikan yang menjadi objek penelitian yaitu ikan tembang (Sardinella fimbriata), ikan kembung (Rastrelliger faughni), ikan kembung perempuan (Rastrelliger brachysoma), ikan kembung laki-laki (Rastrelliger kanagurta), ikan tongkol (Euthynnus affinis), dan ikan layang (Decapterus russelli). Rata-rata ukuran pertama kali tertangkap pada penelitian ini lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata ukuran pertama kali matang gonad (Lc < Lm). Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi perairan Selat Sunda kurang baik dan spesies ikan lebih dahulu tertangkap sebelum bereproduksi. Tingkat kelangsungan hidup ikan hasil tangkapan pukat cincin rendah. Tingkat kelangsungan hidup paling rendah adalah ikan tongkol yaitu 0,11 (betina) dan 0,18 (jantan). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai dasar pertimbangan dalam merumuskan strategi pengelolaan dan penyusunan regulasi terkait pembatasan ukuran ikan yang tertangkap

    Prevalensi dan Keragaman Penyakit Karang di Perairan Kawasan Wisata Lagoi, Pulau Bintan

    Get PDF
    Ekosistem terumbu karang rentan akan dampak dari luar, baik faktor alami maupun antrogenik. Salah satu faktor alami, baik dari sumber biotik ataupun abiotik, adalah penyakit hewan karang. Penyakit dapat menggangu fungsi normal hewan karang seperti pertumbuhan dan reproduksi. Kawasan Wisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, terdapat tempat wisata berbasis terumbu karang dengan aktifitas nelayan lokal dan jalur transportasi laut yang tinggi. Hal tersebut dapat memicu penyakit karang di dalam kawasan ini, namun informasi terkait ini terbatas. Karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi penyakit karang di perairan kawasan ini. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 April 2025 pada ekosistem terumbu karang di Perairan Kawasan Wisata Lagoi Bintan. Diambil data tutupan karang dan tanda penyakit karang dengan metode Underwater Photo Transect. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi perairan (pH, DO, suhu, salinitas, dan kecerahan) dalam kisaran baku mutu dan kondisi tutupan karang hidup termasuk kategori sedang (38,47% - 49,25%). Penyakit karang yang ditemukan terdiri dari lima kategori penyakit karang dengan total 13 jenis penyakit, didominasi kategori Compromised Health (60,16%) dan Tissue discolouration (32,25%). Kejadian koloni karang terkena penyakit (tingkat prevalensi) antar lokasi berkisar antara 26,39% - 38,80%, tingkat prevalensi tertinggi di Perairan Pulau Rawa, sedangkan kelimpahan penyakit antar lokasi berkisar antara 15,60 – 34,64 penyakit m-2, dimana jenis penyakit Focal Bleaching-Spots, Pigmentation Response, Invertebrate Galls, dan Sediment Damage ditemukan di semua lokasi pengamatan. Berdasarkan pada uji Kruskall-Wallis, perbedaan prevalensi maupun kelimpahan penyakit antar lokasi, sangat signifikan (semua p ≤ 0.0001). Secara keseluruhan, tingkat prevalensi keragaman penyakit karang yang diamati mengindikasikan kerentanan ekosistem terumbu karang dalam kawasan ini. Meskipun demikian, penyakit karang tetap memerlukan perhatian ke depan dalam menjaga kesehatan terumbu karang dan keberlanjutannya di Perairan Kawasan Wisata Lagoi.Ekosistem terumbu karang rentan akan dampak dari luar, baik faktor alami maupun antrogenik. Salah satu faktor alami, baik dari sumber biotik ataupun abiotik, adalah penyakit hewan karang. Penyakit dapat menggangu fungsi normal hewan karang seperti pertumbuhan dan reproduksi. Kawasan Wisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, terdapat tempat wisata berbasis terumbu karang dengan aktifitas nelayan lokal dan jalur transportasi laut yang tinggi. Hal tersebut dapat memicu penyakit karang di dalam kawasan ini, namun informasi terkait ini terbatas. Karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi penyakit karang di perairan kawasan ini. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 April 2025 pada ekosistem terumbu karang di Perairan Kawasan Wisata Lagoi Bintan. Diambil data tutupan karang dan tanda penyakit karang dengan metode Underwater Photo Transect. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi perairan (pH, DO, suhu, salinitas, dan kecerahan) dalam kisaran baku mutu dan kondisi tutupan karang hidup termasuk kategori sedang (38,47% - 49,25%). Penyakit karang yang ditemukan terdiri dari lima kategori penyakit karang dengan total 13 jenis penyakit, didominasi kategori Compromised Health (60,16%) dan Tissue discolouration (32,25%). Kejadian koloni karang terkena penyakit (tingkat prevalensi) antar lokasi berkisar antara 26,39% - 38,80%, tingkat prevalensi tertinggi di Perairan Pulau Rawa, sedangkan kelimpahan penyakit antar lokasi berkisar antara 15,60 – 34,64 penyakit m-2, dimana jenis penyakit Focal Bleaching-Spots, Pigmentation Response, Invertebrate Galls, dan Sediment Damage ditemukan di semua lokasi pengamatan. Berdasarkan pada uji Kruskall-Wallis, perbedaan prevalensi maupun kelimpahan penyakit antar lokasi, sangat signifikan (semua p ≤ 0.0001). Secara keseluruhan, tingkat prevalensi keragaman penyakit karang yang diamati mengindikasikan kerentanan ekosistem terumbu karang dalam kawasan ini. Meskipun demikian, penyakit karang tetap memerlukan perhatian ke depan dalam menjaga kesehatan terumbu karang dan keberlanjutannya di Perairan Kawasan Wisata Lagoi

    Mengoptimalkan Kinerja Karyawan Melalui Kepemimpinan Transformasional, Budaya Organisasi dan Pengembangan Karir

    Get PDF
    Amidst the dynamic and intense global manufacturing industry competition in Batam, high-performing human resources are a primary strategic asset for organizational sustainability. This study aims to analyze the influence of transformational leadership, organizational culture, and career development as crucial factors in optimizing employee performance. The object of this study is PT. Satnusa Persada Tbk, a leading electronics company in Batam. This research employs a quantitative approach with an explanatory research type. Data collection was conducted through the distribution of questionnaires to [Insert Sample Size] employees who served as research respondents. The collected data were analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method with AMOS software. The results indicate that transformational leadership, organizational culture, and career development partially have a positive and significant influence on employee performance. These findings imply that to achieve optimal performance sustainably, company management needs to implement an integrative approach that combines inspirational leadership styles, the internalization of strong cultural values, and the provision of clear career development paths for its employee

    Organizational Complexity and Financial Reporting Quality

    Get PDF
    This study examines the relationship between organizational complexity in the context of management and the quality of financial reporting. Organizational complexity is analyzed through four key components: subsidiary management, segment operation management, and human resource management. The findings provide evidence that managing organizational complexity through effective governance and sound management practices supports greater accuracy, transparency, and reliability in financial reporting. Such management practices also help prevent reporting errors and fraud. Consequently, organizational complexity can significantly influence the quality of financial reporting. Drawing on insights from agency theory and information asymmetry, this paper discusses how increasing complexity may reduce reporting quality and proposes mechanisms to mitigate its adverse effectsThis study examines the relationship between organizational complexity in the context of management and the quality of financial reporting. Organizational complexity is analyzed through four key components: subsidiary management, segment operation management, and human resource management. The findings provide evidence that managing organizational complexity through effective governance and sound management practices supports greater accuracy, transparency, and reliability in financial reporting. Such management practices also help prevent reporting errors and fraud. Consequently, organizational complexity can significantly influence the quality of financial reporting. Drawing on insights from agency theory and information asymmetry, this paper discusses how increasing complexity may reduce reporting quality and proposes mechanisms to mitigate its adverse effect

    Revitalization of Marine Culture Through Maritime Based Development Policy in Indonesia

    Get PDF
    Indonesia, as the world’s largest archipelagic state, possesses a rich maritime heritage shaped by centuries of seafaring and coastal livelihoods. However, national development has long prioritized land-based sectors, marginalizing maritime culture within policy frameworks. This study aims to analyze how maritime-based development policies can serve as instruments for revitalizing maritime culture and to identify the challenges and opportunities for their implementation. Employing a descriptive qualitative approach, the research draws upon Edward III’s policy implementation theory to examine policy communication, resource adequacy, bureaucratic structure, and implementers’ disposition as determinants of success. Data were obtained through documentation studies, secondary data from government institutions, and semi-structured interviews with policymakers, cultural actors, and coastal community leaders. The findings reveal that while comprehensive legal instruments such as Law No. 5 of 2017 on Cultural Advancement and Presidential Regulation No. 16 of 2017 on Indonesian Marine Policy exist, implementation remains weak due to fragmented inter-agency coordination, limited resources, and insufficient political commitment. Some local innovations, such as culture-based marine schools and regional maritime heritage mapping, demonstrate potential best practices. The study concludes that revitalizing maritime culture requires integrating socio-cultural values into policy planning, strengthening institutional capacity, and involving coastal communities as key actors. Such efforts are essential to transform maritime culture from a symbolic narrative into a substantive foundation for sustainable and inclusive national development

    A 30-Year Climatological Analysis of Atmospheric Dynamics Anomalies during CENS in Western Indonesia

    Get PDF
    Cross Equatorial Northerly Surges or CENS are an important atmospheric phenomenon influencing weather variability over the Maritime Continent. These surge events frequently generate hazardous hydrometeorological conditions, including heavy rainfall and surface cooling, posing risks to maritime activities and coastal regions. This study presents a climatological analysis of atmospheric dynamics anomalies associated with CENS over the Western Maritime Continent using a 30 year dataset covering the period from 1991 to 2020. Atmospheric anomalies in precipitation rate, outgoing longwave radiation, relative humidity, and maximum temperature are analyzed using NCEP NCAR Reanalysis data. Active CENS events are identified based on meridional wind speed thresholds during the boreal winter season from November to March, resulting in 170 active CENS days. The results indicate that CENS events are consistently associated with enhanced precipitation, reduced outgoing longwave radiation, increased low level relative humidity, and widespread surface cooling. These anomalies reflect intensified convective activity driven by the transport of cold and moist air masses from the Northern Hemisphere. Maximum temperature decreases by up to 4.5 degrees Celsius due to the combined effects of cold air advection and increased cloud cover that suppresses incoming solar radiation. By adopting a multi decadal climatological framework, this study provides new insights into persistent atmospheric responses to CENS that are not fully captured by shorter term or event based analyses. The climatological baseline established here improves understanding of large scale drivers of extreme rainfall and atmospheric instability over western Indonesia and offers valuable information for enhancing weather forecasting, early warning systems, and maritime risk management

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇