Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Comparative Study of Vietnam\u27s RCEP and CPTPP Membership: Political-Economic Impacts in ASEAN

    Get PDF
    This study analyzes the impactsof Vietnam\u27s participation in two multilateral free trade agreements within the Asia-Pacific: the Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) and the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).Using Ivan Gonzalez-Pujol\u27s (2024) hedgingstrategytheory approach, this study aims to examine how these different agreements impact Vietnam\u27s economy, political standing, and regional integration. The study employs a descriptive qualitative method, utilizing secondary dataderived from Vietnam\u27s economic data and recent research on the implementation of RCEP and CPTPP in Vietnam. The results show that Vietnam\u27s membership in RCEP and CPTPP both enhance Vietnam\u27s economic growth and political standing, even throughdifferent pathways. Vietnam\u27s membership in RCEP positions it as a regional manufacturing hub and enhances its export potential among member nations, which include significant economies like China, Japan, and South Korea.However, RCEP presents challenges in the form of increased competition, requiring Vietnam to improve standards and competitiveness. Meanwhile, participation in CPTPP has driven institutional reforms and domestic policy regulations to enhance transparency, resulting in a significant increase in trade volume. Politically, Vietnam\u27s participation in these two agreements strengthens its geopolitical bargaining position in the Asia-Pacific region. To enhance regional integration while maintaining balanced relations with major powers, Vietnam utilizes economic diplomacy, such as the CPTPP and RCEP. This move aligns with the Vietnamese leadership\u27s view that expanding regional cooperation can enhance the regime\u27s legitimacy domestically and benefit the economy

    Government Policy Strategies for Coastal Abrasion Management: A Case Study of Meranti Islands Regency, Riau Province

    Get PDF
    This research aims to find out the government\u27s strategy in overcoming abrasion in the Meranti Islands Regency, Riau Province. Abrasion is a serious problem faced by areas located in coastal areas. the problem of abrasion is a natural process in which the coastline is gradually eroded and eroded by the forces of waves, currents and tides. Other problems are also caused by human activity factors, such as over-exploitation of marine ecosystems that are usually the first line of defense against abrasion. This research uses qualitative methods to understand the various concepts found in the research process in the form of written words and the results of interviews with informants and behavior observed by observation, interviews and documentation of research results. The policy strategy is carried out by setting program objectives in the long term such as maintaining mangrove forests and community empowerment. then maintain the environment by issuing policies. In addition, persuasive strategies are needed in the form of guidance to the community. local governments also become facilitators in disaster management and environmental maintenance by collaborating with all parties

    THE DUTCHMAN, CHINESE KLONTHONG, JAVANESE SKIPPERS IN TRADE ON THE NORTH COAST OF JAVA IN THE 18TH CENTURY

    Get PDF
    This paper discusses the differential social structure activities of Dutch Businessmen or VOC, Chinese Clerks and Javanese Shipowners. After the disintegration of the Mataram Kingdom in the 18th century, it had an impact on the economic activities of the middle class of non-European traders on the North Coast of Java. The decline of the maritime trade situation in the 17th century in Southeast Asia in general and in Java in particular was caused by the VOC\u27s military economic monopoly intervention pattern and agrarian kingdoms that did not pay attention to trade shipping. This writing uses a qualitative method with a socio-historical approach. This writing uses Mahan\u27s theory that a strong maritime state must have a strong navy. This can be seen how the VOC maximized the military potential of its navy in dominating trade shipping on the North Coast of Java. Since then Java has been characterized by a rejection of the weak merchant class. The king of Java\u27s choice to pull the economic center to the south also influenced the VOC\u27s trade dominance on Java\u27s North Coast. However, the economic pressure of the VOC slowly led to the emergence of a middle class that came from outside the rule of the royal class. This middle class was filled by Madurese captains alongside Javanese Nahkoda, as well as Chinese merchants, for the latter were considered tenacious despite often having strong trade relations with the Dutch or the VOC marking the discourse on the dynamics of trade and shipping in port cities on the North Coast of Java

    MEMBANGUN KESADARAN ANAK PESISIR MELALUI 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT DI SDN 005 TELUK SEBONG

    Get PDF
    Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan kebiasaan hidup positif pada anak-anak pesisir melalui sosialisasi “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di SDN 005 Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 dengan melibatkan 30 siswa kelas IV dan V sebagai peserta utama. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, edukatif, dan interaktif, meliputi pemaparan materi menggunakan media visual, simulasi kebiasaan positif, refleksi, tanya jawab, serta evaluasi dengan angket skala Likert 1–4 yang mencakup 10 indikator. Angket dirancang untuk mengukur pemahaman, kebiasaan, dan komitmen siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter yang diajarkan. Hasil evaluasi menunjukkan 28 siswa (93,3%) berada pada kategori Sangat Baik dan 2 siswa (6,7%) kategori Baik. Rata-rata skor keseluruhan mencapai 87,75% (Sangat Baik). Indikator dengan capaian tertinggi adalah kebiasaan ibadah (94,17%), sedangkan terendah adalah kemampuan menjelaskan kembali materi (79,17%). Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan kontekstual yang menggabungkan simulasi, diskusi, dan media visual mampu meningkatkan kesadaran dan komitmen siswa terhadap perilaku positif. Keberhasilan program ini juga dipengaruhi oleh dukungan guru, keterlibatan aktif siswa, serta kesesuaian materi dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka di wilayah pesisir. Disarankan agar kegiatan ini dijadikan program rutin sekolah dan dikembangkan dengan fokus pada peningkatan keterampilan komunikasi siswa untuk memperkuat internalisasi nilai karakter secara berkelanjutan

    SOSIALISASI ASPEK HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DESTINASI WISATA DAERAH PESISIR

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat pesisir, khususnya di Desa Pengudang, mengenai pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam pengembangan potensi destinasi wisata lokal. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pengetahuan tentang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), lemahnya perlindungan terhadap karya dan budaya lokal, serta kurangnya pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai strategi penguatan daya saing pariwisata daerah. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan partisipatif, penyusunan materi kontekstual berbasis kasus nyata, dan pembentukan kelompok belajar. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta (60%) memiliki pemahaman awal yang rendah, namun 90% menilai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) relevan atau sangat relevan dengan pengembangan wisata. Tingkat partisipasi tergolong tinggi (100% aktif atau cukup aktif), dan 60% peserta memberikan masukan spesifik serta membangun. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal dan minat masyarakat terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), meskipun diperlukan pelatihan lanjutan dan pendampingan teknis untuk mendorong penerapan secara berkelanjutan. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis perlindungan kekayaan intelektual di wilayah pesisir

    Peran Edukasi Sosial dalam Pencegahan Perundungan pada Anak Sekolah Dasar

    Get PDF
    Perundungan di lingkungan sekolah dasar merupakan isu serius yang dapat menghambat perkembangan sosial dan psikologis anak. Berdasarkan data PISA 2018, Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi dalam kasus perundungan di sekolah, menunjukkan urgensi penanganan yang sistematis. SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Asinan di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa terhadap bahaya perundungan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum adanya program khusus anti-perundungan di kedua sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, termasuk penyampaian materi dengan drama, lagu, permainan, serta evaluasi reflektif menggunakan media pohon harapan. Partisipasi aktif siswa dan guru menunjukkan keterlibatan komunitas sekolah secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dari 30% menjadi 70% setelah sosialisasi dilakukan. Selain itu, kegiatan ini juga membangun empati siswa dan mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih ramah dan inklusif. Pendekatan yang digunakan terbukti efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial kepada siswa sekolah dasar, sesuai dengan teori pembelajaran sosial Bandura. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membentuk pemahaman kritis siswa terhadap perundungan dan menunjukkan potensi besar dalam mencegah kekerasan sosial di lingkungan pendidikan dasar. Kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, mahasiswa, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat dampak jangka panjang dari program ini

    PEMANFAATAN RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum polycystum) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN CAIR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan rumput laut coklat (Sargassum polycystum) sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair dan mengevaluasi kualitasnya. Dalam penelitian ini, rumput laut coklat diinkorporasikan ke dalam formulasi sabun cair dengan empat tingkat konsentrasi berbeda (0%, 2%, 4%, dan 6%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi dengan 2% rumput laut coklat (F1) memberikan nilai tertinggi dalam parameter kenampakan, aroma, dan warna. Selain itu, sabun cair dengan formulasi F1 dan F3 (4% rumput laut coklat) memenuhi standar SNI untuk pH dan stabilitas emulsi, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit setelah pengujian selama tiga hari berturut-turut. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang potensi pemanfaatan rumput laut coklat sebagai bahan alami yang bermanfaat dalam formulasi produk perawatan kulit

    JUDGEMENTAL SOCIETY: PENGHAKIMAN DI MEDIA SOSIAL

    Get PDF
    Cyberspace menjadi tempat pelampiasan dan penghakiman masyarakat terhadap suatu objek. Keterbukaan ruang dan perkembangan teknologi telah mengalihkan aktivitas manusia dari ‘dunia nyata’ ke ‘dunia maya’, dan realitas sosial-budaya seakan menjadi kabur oleh batas diantara keduanya. Dengan keterbukaan ruang tersebut, memunculkan bentuk perubahan interaksi antar individu di dalam masyarakat. Pada umumnya, mereka saling berinteraksi tanpa harus saling mengenal, mengetahui identitas, maupun saling bertemu. Bentuk interaksi yang mereka lakukan yakni saling memberikan like maupun komentar terkait apa  saja yang dilakukan oleh seseorang, apa yang mereka lihat dan mereka rasakan dalam sebuah postingan melalui sebuah media. Media sosial saat ini tidak hanya menjadi hiburan di dunia maya, tetapi bertransformasi dalam berbagai wujud protes, kritik, dan kekecewaan terhadap realitas dunia nyata. Melalui tulisan ini, peneliti mencoba menghubungkan keterbukaan ruang tersebut dengan perilaku publik yang menilai setiap sisi kehidupan orang lain di media sosial yang peneliti sebut dengan istilah judgemental society. Penelitian ini berfokus pada tindakan masyarakat maya di media sosial Instagram dalam menanggapi dan berkomentar terkait berbagai isu. Dalam penelitian ini menjelaskan tentang (1) bagaimana masyarakat berpotensi sebagai pelaku sekaligus korban judgmental society. (2) bagaimana sisi toxic dan dampak sosial media. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi virtual untuk menggambarkan prilaku dan interaksi subjek di ruang virtua

    Pa\u27boya: The Adaptation of Coastal Communities in South Sulawesi to Maritime Migration Policies in Southeast Asia

    Get PDF
    Migration has long been a significant characteristic of human societies, shaping demographic patterns, socio-economic structures, and cultural landscapes across regions. In Southeast Asia, migration is driven by diverse factors such as labor demands, environmental challenges, and socio-political instability. This study focuses on the adaptation strategies of coastal communities in South Sulawesi, particularly the Pa’boya community, in response to maritime migration policies. These communities face dual challenges from regional migration policies and environmental changes, which impact their cultural identity, traditional livelihoods, and access to natural resources. The research adopts a qualitative methodology, analyzing secondary data from journal articles, books, and policy documents. The study explores the relationship between local adaptation mechanisms, such as the Pa’boya\u27s cultural practices, and broader regional policy frameworks. It also highlights the gaps in existing migration policies that often fail to address the unique challenges faced by coastal communities. The results show that the Pa’boya community has developed sophisticated responses to migration policies through collective action, advocacy, and the preservation of cultural heritage. Despite policy restrictions that affect traditional fishing practices, the community demonstrates resilience by diversifying livelihoods and engaging in sustainable practices. However, the impact of modernization and environmental pressures poses risks to their cultural identity, and there is an urgent need for policies that integrate local perspectives into broader migration frameworks

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK JESIGO  (Citrus nobilis Lour) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Listeria monocytogenes

    Get PDF
    Listeria monocytogenes dan Escherichia  coli adalah bakteri penyebab berbagai infeksi pada manusia. Kulit jeruk JESIGO  (Citrus nobilis Lour) mengandung  senyawa kimia berupa flavonoid,  alkaloid,  saponin  dan  tanin yang  berfungsi  sebagai  antibakteri. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  aktivitas ekstrak kulit jeruk JESIGO  (Citrus nobilis Lour) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan  Listeria monocytogenes.  Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium  dengan metode  difusi  agar untuk mengetahui daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli dan  Listeria monocytogenes melalui pembentukan zona inhibisi. Sampel  yang  digunakan adalah bakteri Escherichia coli dan  Listeria monocytogenes. Beberapa variasi konsentrasi ekstrak kulit jeruk JESIGO; 5%, 15%, 25%,  45%, digunakan dalam penelitian ini.  Amoxicilin  dan DMSO digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol negatif. Berdasarkan hasil penelitian,  konsentrasi ekstrak kulit jeruk JESIGO konsentrasi 45% menunjukkan daya hambat terbaik terhadap E. coli O157 dengan diameter zona hambat sebesar 15,76 mm (kuat). Diameter zona hambat terbesar terhadap bakteri Listeria monocytogenes diperoleh dari ekstrak kulit jeruk JESIGO dengan kosentrasi 45% yaitu 19,98 mm (kuat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk JESIGO  (Citrus nobilis Lour)  memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan  Listeria monocytogenes dalam kategori kuat

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇