Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN AIR MATA PENGANTIN (Antigonon leptopus) DALAM PENURUNAN JUMLAH BAKTERI COLIFORM DI AIR SUNGAI

    Get PDF
    Air Sungai Cileungsi rentan tercemar pencemar biologis berupa bakteri dari limbah industri dan domestik, salah satunya adalah bakteri coliform. Bakteri coliform dalam sungai dapat membawa resiko kesehatan bagi warga tinggal di sekitarnya, sehingga perlu ditambahkan disinfektan untuk mengurangi jumlah bakteri dalam air. Daun tumbuhan air mata pengantin (Antigonon leptopus) telah dilaporkan memiliki sifat antibakteri sehingga dapat digunakan sebagai disinfektan air alternatif. Senyawa bioaktif Grosvenorine, Isoaloeresin D, dan Kaempferitrin terdeteksi oleh LC-MS/MS dalam ekstrak metanolik daun air mata pengantin dan ketiga senyawa tersebut telah dilaporkan memiliki sifat antibakteri dari penelitian-penelitian yang ada sebelumnya. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penambahan ekstrak dapat mengurangi jumlah bakteri coliform dengan optimal mulai dari 6 jam dengan konsentrasi 10% dari total volume air, dan pada waktu 24 jam dapat menurunkan jumlah bakteri hingga 100%

    Announcement

    Get PDF
    Announcemen

    Estimasi Jasa Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Mapur Kabupaten Bintan Kepulauan Riau: Estimation of Coral Reef Ecosystem Services on Mapur Island, Bintan Regency, Riau Islands

    No full text
    Mapur Island has a total area of 1,046.29 hectares, which it located at east part of Bintan Island. Mapur Island has the potential of coral reefs that are directly utilized by fishermen of Mapur Island (fishing ground) and the beautiful of coastal waters that are to be used tourisms activities such as snorkeling and diving. The study aims to identify coral reef ecosystem services in Mapur Island, Bintan Regency, Riau Islands and to estimate the economic value of coral reef ecosystems in Mapur Island, Bintan Regency. on January – February 2022 Mapur Island, Bintan Regency. Research using methods is a mixed method, combining two quantitative and qualitative research methods. Determination of respondents using a simple random method of Simple Random Sampling. This research was procedured by three stages, namely preparation, implementation and data processing. Data were analyzed in the form of direct use value, indirect use value, option value, and exitence value, total economic value (Total Economy Value). The results showed that the kind of the benefits of coral reef ecosystem services in the Mapur Island, Bintan Regency, Riau Islands, where it obtained 4 benefits: Direct used benefits; indirect used benefits; the benefits of choice; the benefits of existence. The results of the total economic value of coral reef ecosystems on Mapur Island, Bintan Regency with The area of 1,046.29 ha  as big as IDR.1.010.753.105.005 year. With direct used benefits of IDR.897.077.366.884 year, indirect used benefits of coral reef ecosystems of IDR.8.740.788.790 year, elective benefits of IDR.99,104,588,800 year, and existence benefits of IDR.100,600,531 year.Pulau Mapur memiliki total luas 1,046.29 Hektar, terletak di sebelah timur Pulau Bintan. Perairan Pulau Mapur memiliki potensi terumbu karang yang dimanfaatkan langsung oleh nelayan sebagai daerah tangkapan ikan (Fishing Ground) dan mempunyai perairan pantai cukup menarik untuk dijadikan objek wisata bahari seperti kegiatan snorkeling ataupun diving. Penelitian bertujuan untuk mengindentifikasi jasa ekosistem terumbu karang di Pulau Mapur Kabupaten Bintan Kepulauan Riau serta mengestimasikan nilai ekonomi total ekosistem terumbu karang di Mapur Kabuapaten Bintan. Penelitian dilaksanakan di Pulau Mapur, Kabupaten Bintan pada bulan Januari – Febuari 2022. Penelitian menggunakan metode adalah mixed methods, menggabungkan antara dua metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penentuan responden menggunakan metode acak sederhana Simple Random Sampling. Prosedur penelitian memiliki tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan pengolahan data. Analisis data berupa nilai manfaat langsung (Direct Use Value), manfaat tidak langsung (Indirect Use Value), manfaat pilihan (Option Value), dan manfaat keberadaan (Exitence Value), nilai total ekonomi (Total Economi Value). Hasil indentifikasi manfaat jasa ekosistem terumbu karang di Pulau Mapur Kabupaten Bintan Kepulauan Riau didapatkan 4 manfaat yakni: Manfaat Langsung; manfaat tidak langsung; manfaat pilihan; manfaat keberadaan. Hasil nilai total ekonomi ekosistem terumbu karang di Pulau Mapur, Kabupaten Bintan dengan luas 1.046.29 ha sebesar Rp1.010.753.105.005 tahun. Dengan manfaat langsung sebesar Rp897.077.366.884 tahun, manfaat tidak langsung ekosistem terumbu karang sebesar Rp8.740.788.790 tahun, manfaat pilihan sebesar Rp99.104.588.800 tahun, dan manfaat keberadaan sebesar Rp100.600.531 tahun

    Mewujudkan Pendidikan yang Efektif dengan Pendekatan Kontekstual di Masyarakat

    Get PDF
    Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skills) untuk menghadapi tantangan zaman. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman guru terhadap pendekatan pendidikan kontekstual yang relevan dalam menumbuhkan life skills siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru SD dan SMP dalam merancang dan menerapkan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) yang bermakna dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah kajian literatur edukatif disertai dengan pelatihan dan pendampingan berbasis partisipatif. Kegiatan dilakukan melalui seminar, workshop interaktif, penyusunan modul, serta forum praktik baik antarguru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan prinsip CTL dan indikator life skills ke dalam proses pembelajaran. Produk yang dihasilkan berupa modul pelatihan, template RPP, dan forum daring kolaboratif antarpendidik. Guru-guru peserta pelatihan mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih aplikatif dan relevan. Mereka juga menunjukkan pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya pengembangan keterampilan hidup dalam pembelajaran. Produk edukatif yang dihasilkan, seperti modul pelatihan, template RPP berbasis CTL, dan forum praktik baik guru, menjadi sarana penting dalam mendukung keberlanjutan implementasi pembelajaran kontekstual di sekolah. Forum ini juga memperkuat komunitas pembelajar profesional yang aktif berbagi pengalaman dan inovasi. Evaluasi kualitatif melalui refleksi peserta dan diskusi menunjukkan bahwa guru mulai menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran dan menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya keterkaitan materi dengan kehidupan nyata siswa

    PEMANFAATAN BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL

    Get PDF
    Pandanus tectorius atau pandan tikar adalah tumbuhan liar dipesisir pantai yang memiliki potensi untuk diolah sebagai minuman fungsional karena mengandung kandungan air, karbohidrat, serat. Berdasarkan penelusuran literatur buah pandan laut (Pandanus tectorius) belum pernah diolah sebagai minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minuman fungsional buah pandan laut (Pandanus tectorius) seperti kandungan proksimat, serat. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, antara lain pembuatan formulasi minuman fungsional, uji Hedonik, uji proksimat, uji kadar serat. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi minuman fungsional buah pandan laut terbaik berdasarkan uji Hedonik adalah formulasi MP 3 dengan konsentrasi 80% sari buah pandan laut, 10% jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) 10% tepung alginat. Hasil analisis proksimat minuman fungsional pada komponen kadar protein 0.42%, dan kadar serat 2.03%

    Role of Maritime Public Policy on The Economic Development of Coastal Communities in Tanjungpinang City Area

    Get PDF
    Public policy plays a significant role in the development of coastal communities, particularly in areas heavily reliant on maritime resources. This research examines the role of maritime public policy in improving the economic welfare of coastal communities in Tanjungpinang City, located in the Riau Islands, Indonesia. With a population of over 230,000, Tanjungpinang is an archipelago whose residents are largely dependent on fisheries, marine tourism, and trade. The study highlights the importance of Law No. 32 of 2014 on Maritime Affairs and how policies derived from it aim to harness the potential of marine resources to benefit local economies through the blue economy principles. However, despite the clear goals of these policies, challenges in implementation persist. This study utilizes a qualitative approach, combining document analysis, interviews with local stakeholders, and surveys from coastal communities. The research finds that while maritime policies have facilitated several empowerment programs, such as the distribution of fish seeds and awareness campaigns, there are gaps in the infrastructure and workforce development needed to sustain these initiatives. Additionally, local communities show varying levels of engagement with the policies, which affects the overall impact on economic development. The study concludes that while maritime public policies have a positive influence on the economic development of coastal communities in Tanjungpinang City, their full potential can only be realized through continued investments in infrastructure, human resources, and better alignment with the local culture. Effective implementation requires ongoing supervision and adaptation to ensure sustainable growth in the region\u27s maritime sectors. &nbsp

    Redefining Paradiplomacy Strategy to Strengthen Island Governance Autonomy: The Case of Riau Islands, Indonesia

    Get PDF
    This research examines the role of paradiplomacy in strengthening the local governance autonomy of the Riau Islands, Indonesia, a region facing challenges in capitalizing on its strategic geographical location and marine resources. While Riau Islands holds significant potential in tourism, fisheries, and regional development, its subnational autonomy has not been fully leveraged to foster successful paradiplomatic initiatives. Using desk research and secondary data from governmental sources, scientific articles, and media reports, this study evaluates the effectiveness of paradiplomacy in enhancing regional cooperation, promoting sustainable development, and addressing socio-economic issues such as poverty and inequality. The findings reveal that, despite numerous successful collaborations with international non-governmental organizations (INGOs) and foreign governments, challenges remain in aligning local and national policies, managing external funds, and ensuring equitable distribution of resources. Empowering local communities, especially in the sectors of fisheries and tourism, has been a key focus, but issues of community displacement and foreign exploitation remain significant concerns. The research concludes that while paradiplomacy has contributed to some progress, a more coordinated and sustainable approach is necessary to fully realize the region’s potential. Future strategies should focus on enhancing local governance capacity, improving public-private partnerships, and fostering a more inclusive development model that ensures the benefits of paradiplomacy are widely distributed

    PENGEMBANGAN E-MODUL TERINTEGRASI SOCIO SCIENTIFIC ISSUE (SSI) PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan e-modul kimia terintegrasi Socio Scientific Issue (SSI) pada materi kesetimbangan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan e-modul, respons peserta didik terhadap e-modul, menganalisis hasil penerapan terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan SSI dan respons guru. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate) Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2024 di SMAN 4 Kota Bengkulu dengan subjek yaitu 15 orang peserta didik kelas XI MIPA 1 untuk uji coba skala kecil dan 34 peserta didik kelas XI MIPA 5 untuk uji coba skala besar. Instrumen pada penelitian ini yaitu lembar wawancara, lembar validasi ahli materi dan media, angket respon peserta didik dan angket respons guru. Dari hasil penelitian ini diperoleh (1) tingkat kelayakan e-modul memiliki kategori sangat layak dengan skor pada aspek materi yaitu 4,7 dan 4,6 untuk aspek media, (2) hasil uji respons peserta didik terhadap e-modul berbasis terintegrasi SSI pada memiliki skor 4,6 dengan kategori sangat baik (3) hasil penerapan pada  proses pemebelajaran dengan pendekatan Socio Scientific Issue (SSI) yang mengaitkan isu-isu sosial didapatkan sebanyak 82,35% yang mendapatkan nilai  80 (4) respons guru terhadap e-modul mendapatkan skor 4,7 dengan kategori sangat layak. Hal ini berarti e-modul yang terintegrasi SSI yang dikaji menggunakan sintaks discovery learning mengandung isu sosial di dalamnya yang dapat meningkatkan literasi peserta didik dalam keterampilan critical thinking skills dan charater

    KOAGULASI RAMAH LINGKUNGAN DENGAN KAPUR SIRIH (Ca(OH)₂) UNTUK PENGHILANGAN MIKROPLASTIK PADA IKAN BILIH (Mystacoleucus padangensis) DARI DANAU SINGKARAK, WILAYAH TANAH DATAR, SUMATERA BARAT, INDONESIA

    Get PDF
    Kapur sirih (Ca(OH)₂) diteliti sebagai koagulan anorganik yang tersedia secara lokal dan ramah lingkungan untuk mengurangi kontaminasi mikroplastik pada ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) dari Danau Singkarak, Tanah Datar, Sumatera Barat, Indonesia. Studi ini mengevaluasi efisiensi koagulasi, kondisi operasi optimal, dan mekanisme yang mendasari. Penghilangan optimal dicapai pada konsentrasi koagulan 5%, waktu kontak 60 menit, dan kecepatan pengadukan 300 rpm. Penambahan 5% NaCl secara signifikan meningkatkan kemampuan pengurangan mikroplastik, mencapai efisiensi hingga 70,73%. Analisis morfologis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan pembentukan gumpalan besar, mengindikasikan interaksi fisik antara mikroplastik dan endapan kalsium hidroksida. Penurunan nilai zeta potensial setelah koagulasi menunjukkan netralisasi muatan yang efektif dan destabilisasi koloid. Hasil ini menyoroti kapur sirih sebagai koagulan yang menjanjikan, berbiaya rendah, dan berkelanjutan untuk mengurangi polusi mikroplastik di lingkungan air tawar, terutama di daerah danau

    Jokowi\u27s Agrarian Politics in the Agrarian Reform Program

    No full text
    This research is intended to see how Jokowi\u27s agrarian politics is in the agrarian reform program. Indonesia is a country with a very high level of inequality in land tenure. By using a qualitative descriptive research approach, this research takes data from online media, the Institute\u27s website, stakeholder statements, and government documents. The results of this study indicate that the majority of land ownership in Indonesia, which is less than 2 hectares, is 50,508,676 parcels with a total land area of 9,921,994.28 hectares. Meanwhile, land ownership is more than 20 hectares, which is only 4,878 parcels with a land area of 4,508,366.46. If using the world bank criteria, the inequality value in the 6 main islands in Indonesia is at a high inequality value because it is at < 12% of the value of the inequality. Meanwhile, with the implementation of the agrarian reform program from 2015-to 2020, the Jokowi government is only able to distribute 1.46 million hectares of land. This study concludes that the Jokowi government\u27s agrarian politics is the same as the feudalism-style land tenure pattern which relies on land monopoly control

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇