Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    DPRD Secretariat Services in Supporting the Implementation of DPRD Duties and Functions in the Pangandaran District

    Full text link
    This research examines the role and effectiveness of DPRD Secretariat services in supporting the implementation of DPRD duties and functions in the "Pangandaran" Regency. The DPRD (Regional People\u27s Representative Council) has three main functions: legislation, budgeting, and supervision, which require efficient administrative support from the DPRD Secretariat. Services provided by the Please remember the following text: "Pangandaran" Regency DPRD Secretariat include administrative, technical, financial, meeting and trial services, information and communication, as well as legal services. This research uses a qualitative descriptive methodology for data collection, which includes conducting interviews, making observations, and analyzing documents. The research results show that the Pangandaran Regency DPRD Secretariat has provided adequate services in supporting DPRD activities. However, there are still several obstacles that need to be overcome, such as limited human resources and supporting facilities. Administrative and financial services are considered quite good in helping DPRD members carry out their daily tasks, while technical and facilitation services still require improvement, especially in providing relevant data and policy analysis. Information and communication services also need to be improved to ensure openness and transparency in DPRD activities. In conclusion, although the Pangandaran Regency DPRD Secretariat has functioned well in supporting the implementation of the DPRD\u27s duties and functions, there is room for improvement, especially in technical and communication aspects. The recommendations put forward include increasing human resource capacity, providing adequate facilities, and strengthening information and communication systems to support transparency and accountability in DPRD performance. It is hoped that this research can contribute to improving DPRD Secretariat services and improving the performance of the Pangandaran Regency DPRD as a whole

    PENGARUH KANDUNGAN Na & K DARI FINE COALDAN RAW MATERIAL TERHADAP NILAI ALKALI PADA KLINKER DAN SEMEN PCC

    Full text link
    Proses pembuatan Semen PCC membutuhkan raw material berupa limestone, clay, pasir silika, dan pasir besi serta bahan bakar berupa batubara. Raw material digiling dalam kiln dibantu dengan pembakaran batubara dengan komposisi tertentu menghasilkan klinker. Proses pembakaran batubara menghasilkan limbah padat (fine coal) yang kemungkinan dapat masuk ke dalam proses klinkerisasi. Raw material maupun fine coal memiliki kandungan alkali dalam bentuk Na2O dan K2O yang memiliki batas tertentu. Jika melebihi, akan menyebabkan reaksi alkali-sulfat yang mempengaruhi kualitas semen seperti kuat tekan dan setting time. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan alkali total yang ada pada raw material dan fine coal, pengaruhnya terhadap klinker dan semen, serta kualitas semen PCC. Pengujian nilai alkali menggunakan metode flame photometry. Hasil menunjukkan bahwa alkali pasir besi menjadi penyumbang nilai alkali total pada klinker sebesar 1,42% dibandingkan raw material lainnya. Kandungan alkali total fine coal pada kiln mengandung alkali total sebesar 0,41%. Fine coal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai alkali pada klinker. Sedangkan nilai alkali pada klinker cukup signifikan mempengaruhi nilai alkali pada semen. Kandungan alkali dari raw material dan fine coal mempengaruhi kuat tekan 28 hari, setting time awal, dan setting time akhir

    Improving elementary school students\u27 mathematical problem-solving skills: The effectiveness of realistic mathematics education with problem-based learning

    Full text link
    Mathematics education in Indonesian elementary schools faces significant challenges in developing students\u27 problem-solving skills, as evidenced by the 2022 PISA results, which showed that only 18% of Indonesian students achieved the minimum proficiency level, far below the OECD average. This study aims to evaluate the effectiveness of integrating the Realistic Mathematics Education (RME) approach with Problem-Based Learning (PBL) to enhance fourth-grade students\u27 mathematical problem-solving skills in Bekasi Regency. A quasi-experimental design with a nonequivalent control group was employed, involving 52 students selected through cluster random sampling. The experimental class received RME-based PBL instruction, while the control class received PBL instruction based on the scientific approach. Data were collected using a validated problem-solving essay test and analyzed using descriptive and inferential statistics, including independent-samples t-tests and normalized gain scores. The results demonstrated that the RME-PBL approach significantly improved students\u27 problem-solving skills across all measured aspects: problem identification, formulation, strategy application, and result explanation. Notably, 92% of students in the experimental class achieved good or very good categories, compared to only 22.22% in the control class. The normalized gain for the experimental class was 0.81 (high category), substantially higher than the control class\u27s 0.41 (moderate category). It is concluded that the RME-PBL approach is significantly more effective than the scientific-PBL approach in enhancing elementary students\u27 mathematical problem-solving abilities

    Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Julung-Julung (Hemiramphus sp.) Dalam Pembuatan Flakes Sebagai Sumber Kalsium

    Full text link
    Flakes merupakan makanan siap saji dan salah satu makanan yang sangat digemari oleh masyarakat. Asupan kalsium menurun ketika biji-bijian flakes menjadi makanan pokok di sebagian besar dunia, karena kandungan kalsium biji-bijian dan buah-buahan umumnya cukup rendah. Oleh karena itu perlu adanya fortifikasi dalam pengembangan produk flakes dari tepung tulang ikan julung-julung (Hemiramphus sp.) sebagai sumber kalsium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik (Organoleptik dan rendemen), mengetahui kandungan Kalsium dan Proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) pada produk flakes dengan penambahan tepung tulang Ikan julung-julung (Hemiramphus sp.). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan SPSS 26, yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu F1 (20%), F2 (30%), F3 (40%). Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada F1 (20%) memberikan nilai rata-rata terhadap parameter kenampakan 2,53%, aroma 2,67%, rasa 2,37% dan tekstur 2,40%. Nilai rendemen yang dihasilkan pada tepung tulang Ikan Julung-julung sebesar 9%. Hasil pengujian proksimat biskuit berdasarkan penilaian organoleptik terbaik, didapatkan dengan nilai rata-rata kadar air 4,07%, kadar abu 10,8%, kadar protein 14,87%, kadar lemak 4,3%, karbohidrat 57,98% dan nilai analisis kalsium  yaitu 4012 Mg

    Fortifikasi Tepung Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dan Tepung Ikan Umela (Lutjanus vitta) terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Kulit Pie

    Full text link
    Red Seaweed (Eucheuma cottonii) and Umela Fish (Lutjanus vitta) are two sources that are widely found in Bintan Island with nutritional content that is beneficial to the body. These sources are processed into flour which is used in making pie skin. This research aims to provide information about the diversification of pie skin using alternative food ingredients that are more balanced. The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (F0, F1, F2, F3) which added seaweed flour (Eucheuma cottonii) (0%, 3%, 6%, and 9%) and umela fish flour (Lutjanus vitta) (0%, 6%, 9%, and 12%) with 3 repetitions. This research went through 3 stages, production of umela fish flour, pie skin making process with the addition of fish flour and seaweed flour and finally physical analysis, hedonic test to determine the level of consumer liking, as well as proximate chemical analysis and food fiber to determine the nutritional content. The results found that formula F2 with the addition of 6% of seaweed flour and 9% umela fish flour is the optimal combination that can meet the daily fiber needs of adults. The food fiber content in the pie skin of 12,13% and protein of 15,41% has met the SNI standard, however, the water and ash content exceeds the SNI standard, while the carbohydrate content does not reach the specified standard.Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dan Ikan Umela (Lutjanus vitta) merupakan dua sumberdaya yang banyak ditemukan di Pulau Bintan dengan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Sumber daya tersebut diolah menjadi tepung yang digunakan dalam pembuatan kulit pie. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi mengenai diversifikasi kulit pie menggunakan alternatif bahan pangan yang lebih seimbang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (F0, F1, F2, F3) yang ditambah tepung rumput laut (Eucheuma cottonii) (0%, 3%, 6%, dan 9%) dan tepung ikan umela (Lutjanus vitta) (0%, 6%, 9%, dan 12%) dengan 3 kali pengulangan. Penelitian ini melalui 3 tahap yaitu produksi pembuatan tepung ikan umela, proses pembuatan kulit pie dengan penambahan tepung ikan dan tepung rumput laut, terakhir dilakukan analisis fisik yaitu, uji hedonik untuk menentukan tingkat kesukaan konsumen, serta analisis kimia proksimat dan serat pangan untuk mengetahui kandungan nutrisi. Hasil penelitian ditemukan bahwa formula F2 dengan penambahan 6% tepung rumput laut dan 9% tepung ikan umela merupakan kombinasi optimal yang dapat memenuhi kebutuhan serat harian orang dewasa. Kandungan serat pangan pada kulit pie sebesar 12,13% dan protein sebesar 15,41% telah memenuhi standar SNI namun, kadar air dan abu melebihi standar SNI, sedangkan kadar karbohidrat tidak mencapai standar yang ditentukan

    Analysis of Women’s Representation in Various Positions and Roles within the Public Sector

    Full text link
    The representation of women in high-ranking positions within Indonesia’s public sector remains significantly low, despite the increasing number of female civil servants (ASN) and their comparable levels of education to male counterparts. This situation reflects a persistent gender imbalance in bureaucratic leadership that contradicts the principles of equality outlined in Law No. 5 of 2014 concerning the State Civil Apparatus, which guarantees equal opportunity for all citizens. The purpose of this study is to analyze the level of women’s representation in various public sector positions and to identify the key factors contributing to the underrepresentation of women in strategic leadership roles. The research adopts a qualitative approach using the library research method, employing the theories of Representative Bureaucracy and Glass Walls as analytical frameworks. Data were collected through extensive review of scholarly literature, government regulations, and statistical reports from the National Civil Service Agency (BKN). The results show that over the past three years, male civil servants have dominated senior leadership positions Principal, Middle, and Primary levels comprising approximately 80%, while women account for less than 20%. The findings indicate that the limited representation of women is primarily caused by low interest and self-confidence, limited lobbying ability, gender-based job segregation, and enduring negative stereotypes that associate leadership with masculine traits. The study concludes that gender equality in Indonesia’s bureaucracy is still far from being realized, and achieving representative bureaucracy requires stronger institutional commitment to empowering women, promoting gender-sensitive recruitment, and ensuring equitable access to leadership opportunities in public administration.The representation of women in high-ranking positions within Indonesia’s public sector remains significantly low, despite the increasing number of female civil servants (ASN) and their comparable levels of education to male counterparts. This situation reflects a persistent gender imbalance in bureaucratic leadership that contradicts the principles of equality outlined in Law No. 5 of 2014 concerning the State Civil Apparatus, which guarantees equal opportunity for all citizens. The purpose of this study is to analyze the level of women’s representation in various public sector positions and to identify the key factors contributing to the underrepresentation of women in strategic leadership roles. The research adopts a qualitative approach using the library research method, employing the theories of Representative Bureaucracy and Glass Walls as analytical frameworks. Data were collected through extensive review of scholarly literature, government regulations, and statistical reports from the National Civil Service Agency (BKN). The results show that over the past three years, male civil servants have dominated senior leadership positions Principal, Middle, and Primary levels comprising approximately 80%, while women account for less than 20%. The findings indicate that the limited representation of women is primarily caused by low interest and self-confidence, limited lobbying ability, gender-based job segregation, and enduring negative stereotypes that associate leadership with masculine traits. The study concludes that gender equality in Indonesia’s bureaucracy is still far from being realized, and achieving representative bureaucracy requires stronger institutional commitment to empowering women, promoting gender-sensitive recruitment, and ensuring equitable access to leadership opportunities in public administration

    Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang

    Full text link
    Perairan Senggarang Besar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki sebaran lamun yang cukup luas dengan kondisi cukup beragam. Untuk menjaga agar lamun dapat tetap berperan penting bagi ekosistem perairan, perlu diketahui produktivitas dari ekosistem lamun itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun di Perairan Senggarang Besar serta menentukan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 30 titik yang tersebar di 3 lokasi yang memiliki sebaran lamun. Pengamatan laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun menggunakan metode pemangkasan dengan memilih 1 tegakan secara acak pada kuadran ukuran 50x50 cm dari masing-masing jenis lamun dan diamati selama 28 hari. Hasil penelitian menujukkan E. acoroides memiliki nilai laju pertumbuhan daun tertinggi dibandingkan jenis lamun lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis lamun E. acoroides, T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai laju pertumbuhan daun lamun sebesar 0,55 cm/hari, 0,14 cm/hari, 0,37 cm/hari, dan 0,22 cm/hari. Jenis lamun yang memiliki nilai produksi biomassa daun tertinggi adalah E. acoroides dengan rata-rata 134,68 gbk/m2. Sedangkan T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai produksi biomassa daun lamun sebesar 72,98 gbk/m2, 1,70 gbk/m2, dan 67,59 gbk/m2. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi linear berganda parameter yang memiliki hubungan signifikan terhadap laju pertumbuhan daun lamun pada setiap jenis adalah suhu, pH, salinitas, DO, dan TOM.Perairan Senggarang Besar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki sebaran lamun yang cukup luas dengan kondisi cukup beragam. Untuk menjaga agar lamun dapat tetap berperan penting bagi ekosistem perairan, perlu diketahui produktivitas dari ekosistem lamun itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun di Perairan Senggarang Besar serta menentukan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 30 titik yang tersebar di 3 lokasi yang memiliki sebaran lamun. Pengamatan laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun menggunakan metode pemangkasan dengan memilih 1 tegakan secara acak pada kuadran ukuran 50x50 cm dari masing-masing jenis lamun dan diamati selama 28 hari. Hasil penelitian menujukkan E. acoroides memiliki nilai laju pertumbuhan daun tertinggi dibandingkan jenis lamun lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis lamun E. acoroides, T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai laju pertumbuhan daun lamun sebesar 0,55 cm/hari, 0,14 cm/hari, 0,37 cm/hari, dan 0,22 cm/hari. Jenis lamun yang memiliki nilai produksi biomassa daun tertinggi adalah E. acoroides dengan rata-rata 134,68 gbk/m2. Sedangkan T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai produksi biomassa daun lamun sebesar 72,98 gbk/m2, 1,70 gbk/m2, dan 67,59 gbk/m2. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi linear berganda parameter yang memiliki hubungan signifikan terhadap laju pertumbuhan daun lamun pada setiap jenis adalah suhu, pH, salinitas, DO, dan TOM

    Laju Pertumbuhan Karang Acropora pulchra (Brook, 1891) yang Ditransplantasi dengan Substrat Berbeda di Perairan Bintan

    Full text link
    Desa Teluk Bakau merupakan daerah dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Di Desa Teluk Bakau juga terdapat beberapa lokasi pariwisata. Kondisi tersebut menjadikan Desa Teluk Bakau merupakan jalur lalu lintas kapal nelayan, penangkapan ikan, dan kegiatan pariwisata yang dapat memengaruhi kondisi alami terumbu karang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup karang Acropora pulchra yang ditransplantasi dengan substrat berbeda di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai bulan Desember 2023 di Perairan Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Media transplantasi karang menggunakan substrat karang mati, substrat semen, dan substrat botol kaca. Setiap substrat terdiri dari 5 sampel karang sebagai ulangan. Pengamatan karang dilakukan setiap 7 hari sekali, dengan memonitoring pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, serta pembersihan pada media dan sampel karang. Berdasarkan hasil penelitian selama tiga bulan pengamatan didapatkan rata-rata pertumbuhan mutlak karang dengan media substrat karang mati sebesar 1,90 cm, media substrat semen sebesar 1,68 cm, dan media substrat botol kaca sebesar 1,63 cm. Laju pertumbuhan karang menggunakan media substrat karang mati sebesar 0,63 cm/bulan, media substrat semen sebesar 0,56 cm/bulan, dan media substrat botol kaca sebesar 0,54 cm/bulan. Tingkat kelangsungan hidup karang dengan media substrat karang mati sebesar 100%, media substrat semen dan media substrat botol kaca sebesar 80%.Desa Teluk Bakau merupakan daerah dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Di Desa Teluk Bakau juga terdapat beberapa lokasi pariwisata. Kondisi tersebut menjadikan Desa Teluk Bakau merupakan jalur lalu lintas kapal nelayan, penangkapan ikan, dan kegiatan pariwisata yang dapat memengaruhi kondisi alami terumbu karang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup karang Acropora pulchra yang ditransplantasi dengan substrat berbeda di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai bulan Desember 2023 di Perairan Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Media transplantasi karang menggunakan substrat karang mati, substrat semen, dan substrat botol kaca. Setiap substrat terdiri dari 5 sampel karang sebagai ulangan. Pengamatan karang dilakukan setiap 7 hari sekali, dengan memonitoring pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, serta pembersihan pada media dan sampel karang. Berdasarkan hasil penelitian selama tiga bulan pengamatan didapatkan rata-rata pertumbuhan mutlak karang dengan media substrat karang mati sebesar 1,90 cm, media substrat semen sebesar 1,68 cm, dan media substrat botol kaca sebesar 1,63 cm. Laju pertumbuhan karang menggunakan media substrat karang mati sebesar 0,63 cm/bulan, media substrat semen sebesar 0,56 cm/bulan, dan media substrat botol kaca sebesar 0,54 cm/bulan. Tingkat kelangsungan hidup karang dengan media substrat karang mati sebesar 100%, media substrat semen dan media substrat botol kaca sebesar 80%

    Psikoedukasi tentang perilaku menyimpang siswa sebagai upaya peningkatan pemahaman mahasiswa PGSD Universitas Kristen Satya Wacana angkatan 2023

    Full text link
    Perilaku menyimpang merupakan fenomena yang makin kompleks di tengah pesatnya perkembangan globalisasi dan teknologi. Perilaku menyimpang yang ditunjukkan siswa, seperti agresivitas, pemberontakan terhadap otoritas, hingga ledakan emosi, berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan psikososial mereka. Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa PGSD FKIP UKSW angkatan 2023 dengan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam mengenali serta menangani gangguan perilaku siswa seperti Conduct Disorder (CD), Oppositional Defiant Disorder (ODD), dan Intermittent Explosive Disorder (IED). Melalui pendekatan interaktif seperti ceramah, diskusi kelompok, dan roleplay, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan empati, komunikasi efektif, serta strategi intervensi yang tepat. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor pretest rata-rata 5,68 meningkat menjadi 16,50 pada posttest. Psikoedukasi ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental siswa. Disarankan agar kegiatan serupa diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan guru dan dilakukan secara berkala dengan dukungan profesional, guna memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi dinamika perilaku siswa di sekolah dasar

    Pelatihan prinsip ergonomi di laboratorium SMK Negeri 8 Pinrang untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap postur kerja

    Full text link
    Prinsip ergonomi memiliki peranan penting dalam mendukung pelaksanaan praktik kerja di laboratorium. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pemamahan siswa terhadap prinsip-prinsip ergonomi masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap postur kerja yang benar. Metode pengumpulan data berupa penyebaran angket pre-test dan posttest berdasarkan aspek pengetahuan dasar tentang ergonomi, penerapan postur kerja yang benar, serta pentingnya ergonomi dalam kegiatan praktik kejuruan. Selain itu, dokumentasi juga dilakukan untuk mengindetifikasi secara langsung hasil skor postur duduk siswa dengan menggunakan metode REBA. Hasil evaluasi menunjukkan sebelum mengikuti pelatihan pemahaman siswa berkisar 35%, dan setelah mengikuti pelatihan mecapai 90%, artinya bahwa secara siginifikan siswa mengalami peningkatan pemahaman terkait prinsip ergonomi. Selain itu, hasil analisis postur duduk siswa menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dengan bantuan aplikasi Angulus menunjukkan total skor tingkat risiko sedang (skor 7), yang mengindikasikan perlunya intervensi segera. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membangun kesadaran kritis terhadap pentingnya ergonomi dalam dunia kerja. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan pelatihan ergonomi lanjutan dan penyusunan panduan ergonomi sederhana di lingkungan SMK

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇