Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Collaborative Governance in The Management of Waste Bank in Pekanbaru City

    Get PDF
    Waste banks are developing as a response to the worsening waste problem due to rapid urbanization and population growth. The development of waste banks is part of an effort to overcome the problem of urban waste. By reducing the amount of waste that pollutes the environment and helping to protect local ecosystems such as groundwater, rivers, and seas, from contamination and environmental degradation. Because waste management is complex, waste banks need to involve various parties, including the government, non-governmental organizations, the private sector, and the general public. The main problems in this study are the weak marketing of recycled products, the weak involvement of various parties in proper waste management to maximize recycling value and the lack of understanding of the benefits of recycled products among consumers. The main objective of this activity is to construct a collaborative governance model in the management of waste banks in Pekanbaru City. The method used is a qualitative approach. The results of the study show that the management of waste banks in Pekanbaru City has involved many parties from the Government, Industry, Society, and Universities, but the involvement that occurs does not yet describe the collaborative governance process in each stage, activities tend to run alone without any initiation by the government in the management of waste banks in Pekanbaru City. Therefore, the government, through the legitimacy it has, should start by identifying which stakeholders can be involved and be involved and co-opted so that they can move together through one command in a collaborative path so that the management of waste banks in Pekanbaru City can run optimally and waste problems can be resolved

    English for specific purpose (hospitality) training untuk SDM pariwisata di Desa Penebel Tabanan Bali

    Get PDF
    Desa Penebel, Tabanan sebagai desa wisata baru dan potensial untuk dikembangkan mengalami dinamika dalam hal pengembangan kemampuan Bahasa inggris hospitality kepada para sumber daya manusia atau pelaku usaha pariwisata di desa tersebut. Dengan memberikan pelatihan khusus tentang pelayanan hospitality (perhotelan) yang dipadukan dengan pembelajaran bahasa Inggris atau English for Specific Purposes (ESP), diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Pendidikan Masyarakat dengan melibatkan masyarakat kelompok pemuda yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di Desa Penebel. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data survei yang diberikan kepada 45 peserta pelatihan. Survei ini dilakukan dua kali yakni sebelum dan setelah pelatihan sebagai bentuk evaluasi capaian. Selain survei, pengamatan dan dokumentasi juga dilakukan untuk menunjang analisis. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik kuasi atau model penghitungan sederhana serta kemudian diinterpretasi secara lebih mendalam menggunakan data hasil observasi dan dokumentasi yang telah dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya kelompok pemuda, dalam bidang hospitality dan komunikasi bahasa Inggris. Selain itu, pengabdian ini mampu memberikan rasa kepercayaan diri kepada para pelaku pariwisata untuk memberikan pelayanan hospitality kepada wisatawan asing melalui penggunaan English for specific purposes dengan lebih profesional

    Pemberdayaan generasi muda dalam transisi energi hijau melalui pelatihan teknologi fuel cell

    Get PDF
    Krisis energi global dan rendahnya literasi energi bersih di kalangan pelajar mendorong perlunya edukasi teknologi alternatif yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan wawasan siswa terhadap teknologi energi terbarukan, khususnya fuel cell. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan prinsip dasar kerja teknologi fuel cell serta membangun pemahaman dan keterampilan awal siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bagian dari edukasi transisi energi hijau. Pengumpulan data dilakukan sebagai langkah evaluatif untuk meninjau keberhasilan kegiatan PkM. Tolok ukur keberhasilan ditentukan berdasarkan peningkatan pemahaman kognitif siswa serta tingkat partisipasi dan respons positif terhadap materi pelatihan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan interaktif, pendidikan masyarakat, dan substitusi ipteks. Peserta kegiatan berjumlah lebih dari 50 siswa jurusan Bisnis dan Manajemen di SMK Swasta Nurul Amaliyah Tanjung Morawa. Teknik pengumpulan data mencakup pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, observasi untuk menilai keterlibatan siswa, serta wawancara semi-terstruktur untuk menggali persepsi dan ketertarikan siswa terhadap teknologi energi bersih. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan naratif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman peserta dari 42% menjadi 81%, disertai partisipasi aktif dan ketertarikan tinggi terhadap materi. Peserta juga mampu mengaitkan prinsip kerja fuel cell dengan peluang usaha berbasis energi bersih. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi ipteks lintas disiplin dapat menjembatani kesenjangan pemahaman teknologi dan membentuk kesadaran technopreneurship. Oleh karena itu, model pelatihan ini berpotensi diterapkan secara lebih luas dalam satuan pendidikan vokasi non-teknik untuk mendukung transisi energi nasional

    Teachers Perceptions’ of Differentiated Learning at SMKN 2 Tanjungpinang in English Subject

    Get PDF
    The study aims to explore the perceptions of English teachers at SMKN 2 Tanjungpinang towards the implementation of differentiated learning in the context of Merdeka Curriculum. Using a qualitative approach, data was obtained through in-depth interviews and classroom observations. The results show that although teachers understand the concept of differentiated learning, they face various challenges in its implementation. The main obstacles include limited time, human resources and high workloads, so differentiated learning is considered difficult to implement optimally in heterogeneous classes. Teachers also highlighted that differentiated learning, while ideal for supporting students\u27 learning needs, is not always relevant for English subjects that require a communicative approach. This study provides new insights into the importance of tailoring learning strategies to practical needs in the class, as well as underscoring the need for institutional support to ensure more effective implementation

    Edukasi Teknologi Melalui PLN Mobile Guna Menciptakan Islamic Value Dalam Pelayanan Publik

    Get PDF
    Inovasi teknologi dalam sektor pelayanan publik saat ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satu bentuk inovasi tersebut diwujudkan oleh PT PLN melalui peluncuran aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kelistrikan, mulai dari pendaftaran sambungan baru hingga penyampaian keluhan secara daring. Namun, meskipun aplikasi ini cukup bermanfaat, masih diperlukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat, khususnya yang belum akrab dengan teknologi, dapat memanfaatkannya secara optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan utama, pertama, untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan aplikasi PLN Mobile secara tepat dan efektif. Kedua, untuk mengedukasi masyarakat bahwa penggunaan aplikasi ini juga mengandung nilai-nilai Islam atau Islamic Values dalam praktik pelayanan publik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan kolaboratif antara institusi pendidikan, yakni UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, dengan PT PLN Unit Layanan Banyuwangi. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa aplikasi PLN Mobile mampu menjadi solusi pelayanan yang modern dan efisien, walaupun tantangan teknis seperti koneksi internet masih dirasakan oleh sebagian masyarakat. Lebih dari itu, aplikasi ini mampu menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam pelayanan publik, seperti nilai nubuwwah yang mencakup siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (komunikatif), dan fathonah (cerdas dan inovatif).Inovasi teknologi dalam sektor pelayanan publik saat ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satu bentuk inovasi tersebut diwujudkan oleh PT PLN melalui peluncuran aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kelistrikan, mulai dari pendaftaran sambungan baru hingga penyampaian keluhan secara daring. Namun, meskipun aplikasi ini cukup bermanfaat, masih diperlukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat, khususnya yang belum akrab dengan teknologi, dapat memanfaatkannya secara optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan utama, pertama, untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan aplikasi PLN Mobile secara tepat dan efektif. Kedua, untuk mengedukasi masyarakat bahwa penggunaan aplikasi ini juga mengandung nilai-nilai Islam atau Islamic Values dalam praktik pelayanan publik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan kolaboratif antara institusi pendidikan, yakni UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, dengan PT PLN Unit Layanan Banyuwangi. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa aplikasi PLN Mobile mampu menjadi solusi pelayanan yang modern dan efisien, walaupun tantangan teknis seperti koneksi internet masih dirasakan oleh sebagian masyarakat. Lebih dari itu, aplikasi ini mampu menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam pelayanan publik, seperti nilai nubuwwah yang mencakup siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (komunikatif), dan fathonah (cerdas dan inovatif)

    Analisis Kontribusi Subsektor Perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepulauan Riau

    Get PDF
    Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator penting untuk menilai kinerja perekonomian daerah, termasuk dalam mengidentifikasi peran sektoral dalam pembangunan ekonomi. Provinsi Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan dengan dominasi perairan memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, namun kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB daerah masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Kepulauan Riau selama periode 2014–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau. Analisis data dilakukan menggunakan analisis kontribusi untuk menilai peran subsektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Kepulauan Riau, baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB Provinsi Kepulauan Riau selama periode pengamatan berfluktuasi namun relatif stabil, dengan kisaran 1,73–2,39 persen pada harga berlaku dan 1,73–2,51 persen pada harga konstan. Berdasarkan klasifikasi kriteria kontribusi, seluruh nilai kontribusi tersebut berada pada kategori rendah, yang menunjukkan bahwa subsektor perikanan belum mengalami perubahan struktural yang signifikan dalam perekonomian daerah dan masih berperan sebagai sektor pendukung. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa potensi sumber daya perikanan di Provinsi Kepulauan Riau belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan kebijakan pengembangan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kontribusi subsektor perikanan terhadap PDRB daerah

    MEKANISME TOKSISITAS DAN DETOKSIFIKASI MIKROPLASTIK PADA MIKROALGA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Partikel mikroplastik memiliki kemungkinan yang besar untuk berinteraksi dengan komunitas mikroalga, kelompok produsen primer utama di perairan, dan kemudian mengganggu keseimbangan ekologi serta memberikan resiko pada kesehatan manusia melalui mekanisme biomagnifikasi dan bioakumulasi. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dampak fisiologi dari paparan mikroplastik pada mikroalga secara komprehensif serta mekanisme detoksifikasinya melalui studi yang telah dipublikasi. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah pada basis data terindeks baik nasional maupun internasional. Artikel yang disertakan merupakan publikasi yang terbit maksimal 10 tahun terakhir (2014–2024) dan melaporkan data eksperimental mengenai paparan mikroplastik pada mikroalga air tawar maupun laut. Hasil studi literature dari penelitian – penelitian terdahulu yang terpublikasi di jurnal nasional dan internasional menunjukan bahwa secara fisiologi terlihat dari terhambatnya pertumbuhan sel, terganggunya proses fotosintesis, meningkatnya konsentrasi reactive oxygen species (ROS) beserta aktivitas anzim antioksidan yang terlibat dan peroksidasi membrane sel. Sel mikroalga dapat melakukan beberapa mekanisme dalam mempertahankan sel yaitu dengan sekresi polisakarida eksternal (EPS), pembentukan vakuola, homo-aggregasi dan hetero-aggregasi, serta detoksifikasi secara biokimia. Informasi mengenai dampak – dampak tersebut dibutuhkan sebagai upaya penanganan dan antisipasi pencemaran mikroplastik di perairan

    Pengaruh Kompetensi, Pelatihan Kerja, Komitmen Kerja Terhadap Kinerja Pelaku Usaha Industri Kecil Dan Menengah Binaan Klinik Kemasan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening

    Get PDF
    Small and Medium Industries (SMEs) face various challenges and opportunities that require competency strengthening. The competency issues of Small and Medium Industries (SMEs) in the Riau Islands Province include various challenges that hinder the growth and sustainability of their businesses. The research hypothesis testing was conducted using the Structural Equation Model (SEM) approach. Based on the results of the analysis is Competence, commitment have a significant effect on the motivation of Business Actors Fostered by the Packaging, Training does not have a significant effect on the motivation of Business Actors Fostered by the Riau Islands Province Industry and Trade Office. Work commitment has a significant effect on the motivation of Business Actors Fostered by the Riau Islands Province Industry and Trade Office. Competence, commitment and training have a significant effect on the performance of Business Actors Fostered by the Riau Islands Province Industry and Trade Office. Competence has a significant effect on performance through motivation of Business Actors Fostered by the Riau Islands Province Industry and Trade Office. Training does not have a significant effect on performance through motivation of Business Actors Fostered by the Riau Islands Province Industry and Trade Office

    Analisis Sistem Pengendalian Internal di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang (Studi Kasus Survei Penilaian Integritas tahun 2024)

    No full text
    This study examines the effectiveness of the internal control system within the Government of Tanjungpinang City using data from the 2024 Integrity Assessment Survey (SPI) conducted by Indonesia’s Corruption Eradication Commission (KPK). The research aims to determine how internal control mechanisms enhance organizational integrity and mitigate corruption risks in local governance. Employing a descriptive–quantitative approach based on secondary SPI data, the analysis applies the five core components of internal control outlined in Government Regulation No. 60/2008: control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. Statistical and content analyses assess the maturity level of the internal control system and its alignment with KPK’s integrity dimensions. The findings indicate that Tanjungpinang City’s internal control system is at a developing maturity stage, with major weaknesses in leadership commitment, ethical culture, and risk-based monitoring. Despite improvements in transparency and compliance through digital systems, preventive control mechanisms remain limited. The results also show a strong positive relationship between robust internal controls and higher integrity scores, underscoring that strengthening control mechanisms directly promotes institutional integrity. This study emphasizes the importance of integrating risk management into internal control processes, reinforcing ethical leadership, and enhancing the role of internal auditors (APIP) through competency-based training and digital audit tools. These initiatives are crucial for fostering proactive, integrity-oriented local governance. By empirically linking internal control effectiveness with KPK’s SPI framework, this research contributes novel evidence that internal control maturity serves as a predictive indicator of institutional integrity in Indonesia’s public sectorPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengendalian internal pada Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan menggunakan data Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2024. Kajian ini menilai sejauh mana mekanisme pengendalian internal berkontribusi dalam meningkatkan integritas organisasi dan mengurangi risiko korupsi dalam tata kelola pemerintahan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan data sekunder dari hasil SPI 2024. Analisis dilakukan berdasarkan lima komponen utama sistem pengendalian internal sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal Pemerintah Kota Tanjungpinang berada pada tahap berkembang (developing maturity). Kelemahan utama teridentifikasi pada aspek komitmen kepemimpinan, budaya etika, dan sistem pemantauan berbasis risiko. Meskipun terdapat peningkatan transparansi dan kepatuhan melalui penerapan sistem digital, fungsi pencegahan korupsi masih belum optimal. Penelitian juga menemukan hubungan positif antara kematangan sistem pengendalian internal dengan skor integritas lembaga, yang mengindikasikan bahwa penguatan pengendalian internal berbanding lurus dengan peningkatan integritas organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi manajemen risiko dalam sistem pengendalian internal, penguatan kepemimpinan beretika, serta optimalisasi peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melalui pelatihan berbasis kompetensi dan pemanfaatan alat audit digital. Temuan ini memberikan perspektif baru dengan mengaitkan efektivitas pengendalian internal dan kerangka SPI KPK secara empiris, serta menegaskan bahwa tingkat kematangan pengendalian internal dapat menjadi indikator prediktif kinerja integritas pada sektor publik di Indonesia

    Peningkatan pemahaman siswa melalui pelatihan dan penggunaan media ”bibantar” (binder bangun datar) di sekolah menengah pertama

    Get PDF
    Rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep bangun datar merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang cenderung satu arah dan kurang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pelatihan dan penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Media yang digunakan bernama BiBanTar (Binder Bangun Datar), yaitu alat bantu pembelajaran yang terbuat dari kardus yang dilapisi kertas berwarna dan dihias dengan berbagai tempelan kreatif sehingga mampu menarik minat belajar siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Batang-Batang dengan melibatkan 23 siswa kelas VII. Metode kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan pembuatan media, penerapan dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Instrumen evaluasi disusun oleh tim pelaksana berdasarkan materi pelatihan dan telah ditelaah oleh guru matematika dari sekolah serta dosen pengampu untuk memastikan kesesuaian isi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dari nilai rata-rata pre-test  (kategori rendah) menjadi  (kategori tinggi) berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sehingga media ini mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan serta mendorong guru lebih kreatif dalam mengembangkan media kontekstual

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇