Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Philosophical Risk Transformation: A Systematic Review From Protection to Radical Adaptation in Indonesian Coastal Ontology

    Full text link
    Coastal regions in Indonesia are increasingly exposed to compound climate-related hazards sea-level rise, erosion, storm surges, and saltwater intrusion while also facing strong anthropogenic pressures, creating not only a management problem but a deeper philosophical crisis about how risk, nature, and human agency are understood.  Against this background, this study aims to systematically examine the philosophical transformation of coastal risk governance from a technocentric Protection, paradigm toward, Radical Adaptation within Indonesian coastal ontology, addressing the gap in philosophical (ontological, epistemological, and ethical) analysis of this transition.  Methodologically, the article applies a systematic literature review, synthesizing 94 selected sources (2010–2025, with seminal works for foundations) gathered through database searches (Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Garuda) and supplemented by semantic search, followed by structured extraction and content analysis using a priori thematic coding across ontology, epistemology, and axiology or ethics.  The findings indicate a clear shift in scholarship and practice: conventional protection strategies centered on engineering control are increasingly inadequate under accelerating uncertainty, while radical adaptation reframes risk as an intrinsic feature of coastal existence that requires coexistence, relationality, and transformative learning rather than defending the status quo.  This transformation is marked by (1) an ontological move from separation/domination to living-with-risk, (2) an epistemological move toward hybrid knowledge that integrates scientific approaches traditional ecological wisdom, (3) an ethical reorientation toward ecological solidarity, intergenerational justice, moral responsibilit

    Bounded Rationality in Energy Policy: Analyzing the Ban on Retail Sales of Subsidized 3-Kilogram LPG in Indonesia

    Full text link
    The prohibition of retail sales of subsidized 3-kilogram Liquefied Petroleum Gas (LPG) in Indonesia represents the government’s effort to improve subsidy distribution efficiency and prevent misuse by non-eligible consumers. However, this study argues that the formulation and implementation of the policy reflect the phenomenon of bounded rationality in public decision-making. The purpose of this research is to analyze how cognitive, informational, and temporal limitations affected the design and execution of the policy, resulting in deviations from its intended objectives. Using a qualitative descriptive approach and literature review method, this study examines secondary data from academic journals, official reports, and credible media sources to understand the dynamics of policy implementation. The findings reveal that the policy, while aiming to ensure accuracy in subsidy targeting, inadvertently restricted access for low-income households and small traders, leading to economic strain and the emergence of black markets. Weak data verification, limited public communication, and poor monitoring further exacerbated implementation challenges. Viewed through the lens of bounded rationality, policymakers acted under fiscal and political pressure, opting for “satisficing” solutions instead of optimal decisions. The study concludes that future energy subsidy reforms must integrate digital data systems, enhance beneficiary verification, and strengthen participatory oversight to minimize irrational policy outcomes and ensure equitable energy access for vulnerable communities

    Filosofi Pemanfaatan Enzim Bromelain Hasil Fermentasi Nanas sebagai Agen Bioaktif untuk Bone Healing dan Kontribusinya terhadap Ekologi Maritim Berkelanjutan

    Full text link
    Pemanfaatan enzim bromelain yang diperoleh dari fermentasi limbah nanas merupakan wujud pergeseran paradigma dari ekonomi linear menuju bioekonomi sirkular dan bioekonomi biru yang menautkan kesehatan manusia dengan kelestarian ekosistem maritim. Limbah kulit, inti, dan mahkota nanas, yang umumnya dipandang sebagai residu tak bernilai, sesungguhnya kaya akan enzim proteolitik bromelain yang berpotensi sebagai agen bioaktif untuk mendukung proses bone healing. Artikel ini bertujuan menelaah secara filosofis dan ilmiah potensi bromelain hasil fermentasi nanas sebagai agen adjuvan penyembuhan tulang sekaligus sebagai instrumen pengurangan beban limbah agrikultur yang bermuara ke ekosistem pesisir dan laut. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka naratif dengan penguatan semi-sistematis melalui penelusuran literatur. Hasil telaah menunjukkan bahwa bromelain fermentasi nanas memiliki aktivitas antiinflamasi, proteolitik, dan imunomodulator yang relevan dengan fase-fase kunci penyembuhan tulang, serta berpotensi diintegrasikan ke dalam berbagai platform biomaterial seperti hidrogel dan scaffold untuk pelepasan lokal yang terkontrol. Pada saat yang sama, fermentasi limbah nanas memungkinkan skema produksi enzim yang mendekati konsep zero-waste, membuka peluang ekonomi pada skala komunitas hingga industri, dan mengurangi aliran limbah organik ke wilayah pesisir. Secara filosofis, pemanfaatan bromelain hasil fermentasi nanas dimaknai sebagai upaya “memulihkan tulang manusia tanpa merusak tulang punggung ekosistem laut”, yang menyatukan agenda inovasi terapi regeneratif, pengelolaan limbah yang berkeadilan ekologis, dan penguatan ekologi maritim berkelanjutan

    EFEKTIVITAS KARTU CHEMMATCH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI SISTEM PERIODIK UNSUR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kartu ChemMatch sebagai media pembelajaran pada materi sistem periodik unsur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap define, design, develop, dan disseminate. Namun dalam penelitian ini hanya pada sampai tahapan develop. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Puri Mojokerto dan diujicobakan kepada 30 peserta didik kelas X IPA menggunakan pretest-posttest desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kartu ChemMatch efektif digunakan sebagai media pembelajaran pada materi sistem periodik unsur. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil rata-rata n-gain sebesar 0,73 dengan kategori tinggi

    BIOSORPSI ION LOGAM Cu(II) MENGGUNAKAN EKSTRAK PEKTINDARI KULIT BUAH KEDONDONG (Spondias dulcis)

    Full text link
    Tembaga (Cu) adalah elemen penting yang dibutuhkan tubuh manusia untuk mempertahankan beberapa proses biologis. Namun, jumlah Cu(II) yang berlebihan dalam tubuh dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Maka perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada penelitian ini digunakan ekstrak pektin dari kulit kedondong sebagai bioisorben untuk ion logam Cu(II). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui waktu kontak optimum pada proses biosorpsi. Kemudian dilakukan pengujian kandungan metoksil dan karakterisasi pektin menggunakan FTIR, kandungan logam yang terserap ditentukan menggunakan instrumen AAS. Dari penelitian ini diketahui ekstrak pektin yang berasal dari kulit kedondong bermetoksil rendah (1,9%) serta diperoleh waktu kontak optimum untuk biosorpsi ion logam Cu(II) menggunakan biosorben ekstrak pektin dari kulit buah kedondong yaitu terjadi pada waktu kontak 90 menit

    Persepsi Nelayan Terhadap Dampak Program Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Kampung Madong Kota Tanjungpinang): Socio-Economic Characteristics of Fishermen Recipients of the Community Empowerment Program in Madong Village, Tanjugpinang City

    No full text
    ABSTRACT. The purpose of this study was to identify the type of program, socio-economic characteristics of program recipients, perceptions of fishermen, and constraints on program implementation. This research was carried out in early July to late August 2021 in Madong Village, Bugis Village, Tanjungpinang City District. This research method uses a qualitative descriptive approach. The sample determination is 25% of a total of 143 fishermen, so that the total sample in this study is 35 people and 3 key informants. The data analysis used is descriptive analysis. There are 7 types of empowerment programs in Madong village (PKH, BPNT, BSPS, KUSUKA, facilities assistance from KKP, infrastructure assistance from DP3, KEM) The socio-economic characteristics of program recipients consist of social aspects, namely housing conditions, education, family size, type of work and social groups meanwhile from the economic aspect consist of capital, income, work system and production systemPersepsi Nelayan Terhadap Dampak Program Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Kampung Madong Kota Tanjungpinang) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis program, karakteristik sosial ekonomi penerima program, persepsi nelayan, kendala pada pelaksanaan program. Penelitian ini dilaksanakan Pada awal Juli hingga akhir Agustus tahun 2021 di Kampung Madong Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriftif Kualitatif Penentuan sampel yaitu 25% dari total 143 nelayan, Sehingga total sampel pada penelitian ini adalah 35 orang dan informan kunci sebanyak 3. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Terdapat 7 jenis program pemberdayaan di kampung madong (PKH, BPNT, BSPS, KUSUKA, bantuan sarana dari KKP, bantuan sarana prasarana dari DP3, KEM) Karakteristik sosial ekonomi penerima program terdiri atas aspek sosial yakni kondisi perumahan, pendidikan,ukuran keluarga,jenis pekerajaan dan kelompok sosial sementara itu dari aspek ekonomi terdiri dari modal,pendapatan,sisitem kerja dan sistem produks

    Margin Pemasaran Ikan Pari Mondol (Himantura gerrardi) di Kelurahan Kawal Kabupaten Bintan: Marketing Margin of Stingray Mondol (Himantura gerrardi) in Kawal Village, Bintan Regency

    Full text link
    The research aims to determine 1) the marketing channels of Mondol stingrays; and 2) marketing margins for Mondol stingrays. The research method used is a combination research method. The results showed that there were four marketing channels in Kawal Village: 1) Fishermen- Consumers; 2) Fishermen - Middlemen Consumers; 3) Fishermen - Middlemen - Merchants Collectors - Consumers; 4) Fishermen - Middlemen- Retailers-Consumers. Marketing margins on marketing channels are different in each marketing channel.Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) saluran pemasaran ikan pari mondol; dan 2) margin pemasaran ikan pari mondol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran pemasaran yaitu: 1) Nelayan- Konsumen; 2) Nelayan-Tengkulak-Konsumen; 3) Nelayan - Tengkulak - Pedagang Pengumpul - Konsumen; 4) Nelayan - Tengkulak - Pedagang Pengecer - Konsumen. Margin pemasaran pada saluran pemasaran berbeda-beda di setiap saluran pemasaran

    Opportunities and Challenges for Local Governments in Increasing Local Revenues through Fisheries Trade System Reform Marine Capture in Bintan Regency

    Full text link
    This study aims to analyze the role of local government in utilizing marine capture fisheries potential to increase regional revenue in Bintan Regency, Riau Islands Province. Employing a descriptive qualitative approach, the study illustrates the current conditions of marine and fisheries sector governance, while identifying institutional challenges and opportunities for trade system reform. The findings reveal that although capture fisheries production has steadily increased, its contribution to regional revenue remains significantly low. This is primarily due to suboptimal local governance, the absence of Fish Auction Centers (TPI), and the dominance of a closed distribution system controlled by middlemen (tauke), which weakens fishers’ bargaining power and eliminates potential local revenue from levies. The local government faces multiple structural challenges, including weak regulatory frameworks, lack of integrated production data, and the institutional disempowerment of fisher communities. Nevertheless, there are strategic opportunities that can be leveraged through the professional development and management of TPI. These centers can serve as critical instruments for ensuring price transparency, strengthening production records, increasing local revenue through levies, empowering fishers\u27 cooperatives, and breaking the dependency on the tauke system. The study recommends the need for integrated, institution-based, and context-specific policies to support a sustainable and inclusive reform of the capture fisheries trade system in Bintan Regency

    Metacognitive in Learning: Conceptual, Instructional Strategies, and Assessment

    Full text link
    Metacognition development plays an important role in improving the quality of 21st century learning. This article aims to comprehensively review three main aspects of metacognition in education, namely: conceptual clarification, instructional strategies, and assessment approaches. This study uses a literature review method with thematic analysis of ten articles from reputable journals. The results of the study indicate that metacognition consists of two main dimensions: metacognitive knowledge (declarative, procedural, and conditional) and metacognitive regulation (planning, monitoring, controlling, evaluating). Effective metacognitive learning strategies include explicit (self-testing, reflection prompts) and implicit (collaborative discussion, epistemic tools) approaches. On the other hand, metacognitive assessment needs to be developed from self-report to performance-based assessment and real-time monitoring for more contextual results. This study concludes that the integration of conceptual understanding, teaching strategies, and metacognitive assessment is essential in designing reflective and adaptive learning. These findings provide a theoretical and practical basis for teachers, researchers, and curriculum developers in implementing metacognition-based learning in a comprehensive

    Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Busung Kabupaten Bintan

    Full text link
    Perairan Desa Busung merupakan muara yang memiliki berbagai jenis biota salah satunya yakni makrozoobentos. Makrozoobentos yang hidup di Perairan Desa Busung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran bahan organik berdasarkan kondisi makrozoobentos melalui indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022, dengan melihat perbedaan stasiun secara purposive yakni berdasarkan perbedaan aktivitas. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan transek garis dan menggunakan plot ukuran 1x1 m2. Pada setiap plot dilakukan penggalian sedalam 30 cm dan kemudian diidentifikasi jenis dan jumlah makrozoobentosnya, serta diambil sampel substratnya.  Dari hasil penelitian dijumpai sebanyak 12 spesies makrozoobentos yakni; Harpiosquilla sp., Alpheus sp., Macrophtalmus sp., Scylla sp., Uca sp., Anadara sp., Cerithium sp., Nerita sp., Polymesoda sp., Rhinoclavis sp., Corbicula sp., dan Gafrariun sp. Nilai kelimpahan makrozoobentos pada stasiun I mencapai 27,7 ind/m2, sedangkan pada stasiun II yakni sebesar 25,3 ind/m2, dan pada stasiun II sebesar 37,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di stasiun I lebih stabil dengan jumlah masing-masig individunya tergolong merata, sedangkan di stasiun II dan III sudah terjadi indikasi adanya dominansi jenis tertentu. Indeks AMBI pada stasiun I sebesar 2,06 pada stasiun II sebesar 2,44 dan pada stasiun III sebesar 2,5. Dari nilai indeks AMBI di semua stasiun menunjukkan terjadinya pencemaran bahan organik dengan skala kecil.Perairan Desa Busung merupakan muara yang memiliki berbagai jenis biota salah satunya yakni makrozoobentos. Makrozoobentos yang hidup di Perairan Desa Busung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran bahan organik berdasarkan kondisi makrozoobentos melalui indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022, dengan melihat perbedaan stasiun secara purposive yakni berdasarkan perbedaan aktivitas. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan transek garis dan menggunakan plot ukuran 1x1 m2. Pada setiap plot dilakukan penggalian sedalam 30 cm dan kemudian diidentifikasi jenis dan jumlah makrozoobentosnya, serta diambil sampel substratnya.  Dari hasil penelitian dijumpai sebanyak 12 spesies makrozoobentos yakni; Harpiosquilla sp., Alpheus sp., Macrophtalmus sp., Scylla sp., Uca sp., Anadara sp., Cerithium sp., Nerita sp., Polymesoda sp., Rhinoclavis sp., Corbicula sp., dan Gafrariun sp. Nilai kelimpahan makrozoobentos pada stasiun I mencapai 27,7 ind/m2, sedangkan pada stasiun II yakni sebesar 25,3 ind/m2, dan pada stasiun II sebesar 37,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di stasiun I lebih stabil dengan jumlah masing-masig individunya tergolong merata, sedangkan di stasiun II dan III sudah terjadi indikasi adanya dominansi jenis tertentu. Indeks AMBI pada stasiun I sebesar 2,06 pada stasiun II sebesar 2,44 dan pada stasiun III sebesar 2,5. Dari nilai indeks AMBI di semua stasiun menunjukkan terjadinya pencemaran bahan organik dengan skala kecil

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇