Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Government Paradiplomacy in Proposing Penyengat Island to UNESCO as a World Cultural Heritage

    Full text link
    The cultural wealth of Indonesia, particularly from border regions such as the Kepulauan Riau, is increasingly threatened by external claims and lack of international recognition. One prominent case involves Penyengat Island, a significant historical and cultural site in Tanjungpinang, rich in Malay heritage and once a center of the Riau-Lingga Sultanate. Recognizing the island’s cultural and historical value, the Government of Kepulauan Riau Province has initiated efforts to nominate Penyengat Island as a UNESCO World Cultural Heritage Site. This study aims to examine the paradiplomatic strategies employed by the local government in this international cultural diplomacy effort. Using a qualitative descriptive approach, the research collects data through interviews with key officials from the Tanjungpinang Department of Culture and Tourism, field observations, and document analysis. The findings reveal that the local government has undertaken significant initiatives, including the revitalization of historical sites, the preparation of comprehensive documentation and cultural dossiers, and the lobbying of national institutions to support the nomination. The concept of paradiplomacy where sub-national governments engage in international relations proves central to these efforts. While challenges such as limited administrative authority and bureaucratic hurdles persist, the strategic collaboration with the central government and UNESCO-aligned bodies demonstrates the growing agency of local governments in global cultural advocacy. The study concludes that effective paradiplomacy can serve as a critical tool for promoting local heritage on the world stage, emphasizing the need for sustained intergovernmental cooperation and cultural diplomacy frameworks

    Hijaber Vapers di Kota Syariat: Identitas, Stigma, dan Simbol Sosial

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi diri perempuan berhijab pengguna vape (hijaber vapers) di Kota Banda Aceh dalam konteks sosial yang sarat nilai religius dan norma patriarkal. Fenomena ini menarik karena memperlihatkan ketegangan simbolik antara citra religius yang melekat pada hijab dan gaya hidup modern yang diasosiasikan dengan penggunaan vape. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teori interaksi simbolik dari George Herbert Mead sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan berhijab berusia 18–25 tahun yang aktif menggunakan vape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijaber vapers memaknai vaping sebagai ekspresi kebebasan, pencitraan diri, dan bentuk resistensi simbolik terhadap ekspektasi sosial. Meskipun menghadapi stigma dan tekanan sosial, mereka menegosiasikan identitasnya melalui pemisahan makna antara religiusitas dan gaya hidup personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi diri hijaber vapers dibentuk dalam ruang tarik-menarik antara agensi individu dan kontrol sosial, sekaligus membuka ruang baru bagi redefinisi identitas perempuan dalam masyarakat religius.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi diri perempuan berhijab pengguna vape (hijaber vapers) di Kota Banda Aceh dalam konteks sosial yang sarat nilai religius dan norma patriarkal. Fenomena ini menarik karena memperlihatkan ketegangan simbolik antara citra religius yang melekat pada hijab dan gaya hidup modern yang diasosiasikan dengan penggunaan vape. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teori interaksi simbolik dari George Herbert Mead sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap perempuan berhijab berusia 18–25 tahun yang aktif menggunakan vape. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijaber vapers memaknai vaping sebagai ekspresi kebebasan, pencitraan diri, dan bentuk resistensi simbolik terhadap ekspektasi sosial. Meskipun menghadapi stigma dan tekanan sosial, mereka menegosiasikan identitasnya melalui pemisahan makna antara religiusitas dan gaya hidup personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi diri hijaber vapers dibentuk dalam ruang tarik-menarik antara agensi individu dan kontrol sosial, sekaligus membuka ruang baru bagi redefinisi identitas perempuan dalam masyarakat religius

    PENENTUAN KADAR RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS DAN PENGARUH PENCUCIAN PADA CABAI, BUNCIS DAN SAWI PUTIH SERTA NILAI RISIKO KESEHATAN PADA MANUSIA

    Full text link
    Sayuran merupakan bahan pangan yang digemari masyarakat untuk dikonsumsi karena banyak mengandung nutrisi. Cabai (Capsicum annuum L.), buncis (Phaseolus vulgaris L), sawi putih (Brassica pekinensia L) termasuk  sayuran yang dapat diolah menjadi berbagai olahan sayuran yang lezat maupun dimakan sebagai lalapan. Untuk memperoleh tanaman sayuran yang subur diperlukan pestisida untuk membasmi hama yang dapat merusak sayuran. Salah satu pestisida yang banyak digunakan yaitu klorpirifos yang dapat meninggalkan residu sehingga menyebabkan risiko akut dan kronis pada kesehatan, oleh sebab itu perlu dilakukan analisis mengenai kadar residu pestisida klorpirifos pada sayuran. Kadar residu pestisida klorpirifos ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 230 nm menggunakan pelarut diklorometana dan analisis kualitatif menggunakan HPLC dengan membandingkan waktu retensi larutan standar dan sampel sayuran. Pada penelitian ini dilakukan pencucian pada sayuran menggunakan diklorometana, akuades, air sumur dan air PDAM untuk melihat pengaruh pencucian terhadap kadar residu pestisida yang terkandung. Konsentrasi residu pestisida pada sayuran yang tidak dicuci yaitu cabai (2,6680±0,0214 mg/kg), buncis (2,4658±0,0193 mg/kg), dan sawi putih (2,7950±0,0379 mg/kg). Proses pencucian pada sayuran dilakukan tiga kali untuk masing-masing pelarut. Pencucian tiga kali menggunakan diklorometana dan akuades, didapatkan bahwa residu pestisida sudah tidak terdeteksi, sedangkan pencucian menggunakan air PDAM dan air sumur masih menyisakan residu pada sayuran tetapi kadarnya sangat kecil dibandingkan nilai Batas Maksimum Residu (BMR). Pada perhitungan nilai resiko kesehatan diperoleh nilai aHQ dan cHQ  <1  yang menunjukkan bahwa konsumsi batas yang dianjurkan dari sampel penelitian ini tidak menimbulkan risiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.. Penelitian ini memberikan informasi bahwa perlu pencucian berulang kali untuk menghilangkan kadar residu pestisida pada sayuran sebelum dikonsumsi

    Analysis of Students\u27 Learning Styles in Biology Subjects at Madrasah Aliyah Raudlatus Syabab Sukowono Jember

    No full text
    This study aimed to delineate the learning style profile of class XI IPA 2 students during biology lessons at Madrasah Aliyah Raudlatus Syabab Sukowono. The research was conducted at Madrasah Aliyah Raudlatus Syabab, located at Jl. KH. Ahmad Syukri No. 02, Sumber Wringin, Kec. Sukowono, Kab. Jember, East Java. This study employs a quantitative descriptive approach. This research techniques involve collecting, recording, presenting, and verifying data. The participants in this study consisted of students from class XI IPA 2 and teachers specializing in Biology. The purposive sampling approach is used for selecting subjects or data sources. The data collection methods employed in this research comprise interviews, questionnaires, observation, and documentation. The research findings indicate that the predominant learning style among students studying biology at Madrasah Aliyah Raudlatus Syabab Sukowono Jember is visual, with 7 individuals (50%) exhibiting this style. This is followed by kinesthetic, with 4 individuals (29%), and auditory, with 3 individuals (21%). Teachers should possess the ability to establish a varied educational setting and integrate learning techniques that encompass the utilization of visuals and graphics, verbal explanations and discussions, as well as experiments and physical activities in order to cater to the diverse learning styles of students

    KUALITAS FISIK DAN KIMIA PAKAN IKAN MENGGUNAKAN TEPUNG KULIT UDANG YANG DIFERMENTASI

    Full text link
    Ketersediaan pakan baik dari segi kualitas maupun kuantitas mutlak diperlukan untuk menunjangkeberhasilan kegiatan budidaya. Namun, pakan yang berkualitas dibanderol dengan harga yangcukup tinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mencarialternatif bahan baku lokal pengganti tepung ikan, dengan kualitas yang hampir sama. Salah satubahan yang dapat digunakan adalah tepung kulit udang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengujisecara fisik maupun kimia pakan ikan yang diproduksi menggunakan bahan baku hasil fermentasi.Perlakuan pada penelitian ini adalah penggunaan tepung kulit udang yang difermentasi denganpersentasi yang berbeda (0%, 15%, 20% dan 25% dalam pakan). Parameter fisika pakan yang diujiadalah daya apung, homogenitas dan kecepatan pecah pakan. Sedangkan parameter kimia yangdiukur adalah kandungan air, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar abu pakan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penggunaan tepung kulit udang yang difermentasi berpengaruh terhadap dayaapung pakan, dan tidak berpengaruh terhadap kandungan kimia pakan. Perlu adanya penggunaanteknologi dalam pembuatan pakan untuk membuat pakan dapat mengapung dalam waktu yang lebihlama

    Implementation of the Measured Fishing Policy-Penangkapan Ikan Terukur (PIT) in the Riau Islands Province

    Full text link
    The implementation of the Measured Fishing Policy/Penangkapan Ikan Terukur (PIT) in the Riau Islands Province is a strategic step to manage fishery resources sustainably. The background of this study focuses on the challenges faced in the implementation of the PIT policy, including filling in logbooks by 10-30 GT fishing vessels, conflicts between traditional fishermen and industry players, and limited supporting infrastructure. This study aims to analyze the implementation of the PIT policy using the Van Meter and Van Horn theory, which refers to four main indicators: communication, resources, bureaucratic structure, and implementer disposition. The research method used is a descriptive qualitative approach, with secondary data collection and triangulation analysis to increase validity and reliability. The results of the study indicate that the implementation of the PIT policy in the Riau Islands still faces obstacles in the form of uneven communication, lack of skilled human resources, and inadequate infrastructure. The complex bureaucratic structure also hinders the efficiency of policy implementation. However, government efforts, such as policy socialization through training and the establishment of the Fisheries Management Institution (LPP) in WPPNRI 711, have begun to show positive impacts. In conclusion, the successful implementation of the PIT policy requires a holistic approach that includes strengthening human resources, infrastructure investment, bureaucratic reform, and inclusive communication strategies. Thus, this policy is expected to contribute to the sustainability of marine ecosystems and the welfare of coastal communities in the Riau Islands Provinc

    Exploration of Integrated Mathematics Learning with Teaching Factory Learning for Vocational High School Pharmacy Students Based on Design Thinking

    Full text link
    There are still many vocational high school students who struggle with mathematics and need mathematics instruction that is more focused on what they need to support their vocational studies. This study aims to qualitatively and quantitatively explore emerging issues in mathematics learning using the design thinking method, which consists of 5 stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. In this research exploration, only the first 3 stages were completed: empathize, define and ideate. The study population consisted of 10th-grade students majoring in pharmacy and mathematics teachers at SMK Al Manaar Muhammadiyah, SMK Amanah Husada, and SMK Media Farma, with 50 10th-grade student respondents and 6 teachers. Quantitative data were collected via a Google Forms questionnaire, while qualitative data were collected through interviews. The data were then analyzed from the empathy stage to the ideate stage, and it was found that students and teachers in mathematics learning need direct practice to support their vocational skills. Therefore, the researcher concludes that it is necessary to integrate mathematics learning into the vocational studies of SMK students, which can involve the active participation of both students and teachers in mathematics learning.There are still many pharmaceutical vocational high school (SMK) students still find it difficult in student math lessons and need more math learning that focuses on what they need in supporting their ability in pharmaceutical calculations. This study aims to explore the problems that arise in learning mathematics by descriptively qualitative with the design thinking method with the stages or phases of the Stanford School of Design Thinking which consists of 5 stages namely empathize, define, ideate, prototype and test. In this problem exploration using 3 stages namely empathize, define and ideate which aims to create solution ideas from several possible solution ideas. The research population was class X students of the pharmacy department and mathematics teachers at SMK Al Manaar Muhammadiyah, SMK Amanah Husada and SMK Media Farma, with 50 class X student respondents and 6 teachers. Data were collected using a questionnaire in the form of google forms and interviews. Then the results of the data were analyzed from the empathize to define stage and it was found that the needs of students and teachers in learning mathematics are that students need mathematics learning that can be practiced or practicum-based outside the classroom so that it can support their ability to calculate in pharmacy. Therefore, the researcher concluded that it is necessary to integrate pharmacy practicum-based mathematics learning that can involve students and teachers in mathematics learning

    Daftar Jenis, Potensi, dan Status Konservasi Iktiofauna Perairan Lahan Gambut Kubu Raya, Kalimantan Barat

    No full text
    Perairan gambut adalah salah satu habitat penting ikan yang sering diabaikan dan rentan terhadap gangguan seperti alih fungsi lahan, sementara itu juga merupakan habitat ikan yang memiliki nilai ekonomi dan konservasi penting, namun informasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis-jenis, potensi, dan status konservasi ikan di perairan gambut Kecamatan Rasau Jaya dan Sungai Ambawang di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ikan dikoleksi menggunakan metode aktif dengan serokan dan pasif menggunakan bubu berbentuk payung. Parameter kualitas air juga diukur selama sampling dan dibandingkan dengan baku mutu air. Data ikan dianalisis secara deskriptif mencakup tipe makan, potensi, dan status konservasinya. Hasil penelitian mendapatkan 22 jenis ikan dari 13 famili dan 4 ordo. Ordo Anabantiformes ditemukan lebih banyak dari ordo lainnya. Famili dengan jumlah jenis lebih banyak adalah Osphronemidae. Sungai Ambawang memiliki jumlah jenis ikan lebih banyak dibandingkan Rasau Jaya. Ikan-ikan yang ditemukan umumnya berupa ikan omnivora yang memiliki potensi untuk konsumsi. Ikan dengan status konservasi resiko rendah lebih banyak ditemukan, walaupun status konservasi lainnya juga ditemukan. Sungai Ambawang memiliki ikan dengan status konservasi beragam sehingga perlu menjadi prioritas  pengelolaan habitat sehingga populasi ikannya tetap lestari.Perairan gambut adalah salah satu habitat penting ikan yang sering diabaikan dan rentan terhadap gangguan seperti alih fungsi lahan, sementara itu juga merupakan habitat ikan yang memiliki nilai ekonomi dan konservasi penting, namun informasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis-jenis, potensi, dan status konservasi ikan di perairan gambut Kecamatan Rasau Jaya dan Sungai Ambawang di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ikan dikoleksi menggunakan metode aktif dengan serokan dan pasif menggunakan bubu berbentuk payung. Parameter kualitas air juga diukur selama sampling dan dibandingkan dengan baku mutu air. Data ikan dianalisis secara deskriptif mencakup tipe makan, potensi, dan status konservasinya. Hasil penelitian mendapatkan 22 jenis ikan dari 13 famili dan 4 ordo. Ordo Anabantiformes ditemukan lebih banyak dari ordo lainnya. Famili dengan jumlah jenis lebih banyak adalah Osphronemidae. Sungai Ambawang memiliki jumlah jenis ikan lebih banyak dibandingkan Rasau Jaya. Ikan-ikan yang ditemukan umumnya berupa ikan omnivora yang memiliki potensi untuk konsumsi. Ikan dengan status konservasi resiko rendah lebih banyak ditemukan, walaupun status konservasi lainnya juga ditemukan. Sungai Ambawang memiliki ikan dengan status konservasi beragam sehingga perlu menjadi prioritas  pengelolaan habitat sehingga populasi ikannya tetap lestari

    Analisis Risiko Banjir Rob dan Kerentanan Pesisir di Kabupaten Kepulauan Anambas

    Full text link
    Studi difokuskan pada evaluasi risiko banjir rob serta tingkat kerentanan pesisir di Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya di Kecamatan Palmatak dan Kute Siantan. Kajian bertujuan menganalisis tingkat kerentanan dan risiko banjir rob melalui pendekatan integratif yang mencakup aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan, serta menyusun indeks komposit kerentanan sebagai acuan dalam perencanaan mitigasi berbasis komunitas dan strategi adaptasi multipihak. Dilakukan pada 12 desa dengan menggunakan pendekatan pemetaan sosial dan analisis spasial. Data primer diperoleh melalui survei lapangan, kuesioner, dan wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari BPS, BNPB, dan peta Digital Elevation Model (DEM). Analisis risiko dilakukan melalui penerapan pendekatan penilaian risiko berbasis Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana, dengan mempertimbangkan aspek ancaman, kerentanan, dan kapasitas wilayah. Hasil kajian menunjukkan bahwa banjir rob merupakan ancaman paling dominan dengan skenario terburuk berupa kenaikan muka laut hingga 5–6 meter di atas kondisi normal. Kerentanan sosial tertinggi ditemukan di Desa Tebang (53,02%) dan Ladan (52,75%), sementara kerentanan fisik terbesar tercatat di Desa Piabung dan Putik (100%). Kerentanan ekonomi relatif rendah (0–10%), sedangkan kerentanan lingkungan tertinggi (100%) terdapat di Teluk Bayur, Batu Ampar, Belibak, dan Langir. Secara komposit, indeks kerentanan tertinggi berada di Desa Tebang dan Ladan (57%). Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian peta kerentanan terintegrasi yang menggabungkan aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan di kawasan pulau kecil. Hasil kajian ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan mitigasi berbasis masyarakat serta penyusunan strategi adaptasi multipihak, termasuk pelibatan sektor swasta melalui program CSR, guna memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap ancaman banjir rob.Studi difokuskan pada evaluasi risiko banjir rob serta tingkat kerentanan pesisir di Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya di Kecamatan Palmatak dan Kute Siantan. Kajian bertujuan menganalisis tingkat kerentanan dan risiko banjir rob melalui pendekatan integratif yang mencakup aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan, serta menyusun indeks komposit kerentanan sebagai acuan dalam perencanaan mitigasi berbasis komunitas dan strategi adaptasi multipihak. Dilakukan pada 12 desa dengan menggunakan pendekatan pemetaan sosial dan analisis spasial. Data primer diperoleh melalui survei lapangan, kuesioner, dan wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari BPS, BNPB, dan peta Digital Elevation Model (DEM). Analisis risiko dilakukan melalui penerapan pendekatan penilaian risiko berbasis Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana, dengan mempertimbangkan aspek ancaman, kerentanan, dan kapasitas wilayah. Hasil kajian menunjukkan bahwa banjir rob merupakan ancaman paling dominan dengan skenario terburuk berupa kenaikan muka laut hingga 5–6 meter di atas kondisi normal. Kerentanan sosial tertinggi ditemukan di Desa Tebang (53,02%) dan Ladan (52,75%), sementara kerentanan fisik terbesar tercatat di Desa Piabung dan Putik (100%). Kerentanan ekonomi relatif rendah (0–10%), sedangkan kerentanan lingkungan tertinggi (100%) terdapat di Teluk Bayur, Batu Ampar, Belibak, dan Langir. Secara komposit, indeks kerentanan tertinggi berada di Desa Tebang dan Ladan (57%). Kontribusi penelitian ini terletak pada penyajian peta kerentanan terintegrasi yang menggabungkan aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan di kawasan pulau kecil. Hasil kajian ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan mitigasi berbasis masyarakat serta penyusunan strategi adaptasi multipihak, termasuk pelibatan sektor swasta melalui program CSR, guna memperkuat ketahanan masyarakat pesisir terhadap ancaman banjir rob

    The Effect of Environmental, Social, and Governance Disclosure on Firm Value

    Full text link
    This study examines the effect of ESG disclosure on firm value with a shareholder theory approach. This study uses a quantitative analysis of 147 observations of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2021-2023. Firm value as the dependent variable is proxied by Tobin’s Q. The analysis shows that social, economic, and governance disclosures significantly adversely affect firm value. Meanwhile, ERM disclosures have a significant positive effect, while environmental disclosures do not affect firm value. These findings support the shareholder theory that assesses non-financial expenditure as a burden or waste of resources if they do not directly impact increasing profits. The study’s novelty lies in partially testing the five ESG aspects in the energy sector that are sensitive to greenwashing practices and market expectations. This research contributes to the development of ESG literature and provides insights for management and investors in emerging markets.

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇