Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI TEKNIK WORD EMBEDDING UNTUK REKOMENDASI HASIL PENCARIAN KATALOG ONLINE MENGGUNAKAN ALGORITMA WORD2VEC
The purpose of this study is to apply the word2vec algorithm to recommend search results in online catalogs. The reason for taking this title is because, based on the results of observations and the observations of researchers, the data search process, especially in online catalogs, only reaches the syntactic level. So that the results are given only up to the syntactic level. Therefore, researchers utilize the word2vec algorithm, which has the ability to represent words at the semantic level, to carry out a search process where the results of this process are used as alternative search results or recommendations for search results. The data that the researchers used was data on 12,701 book titles in the Raja Ali Haji Maritime University library. To evaluate the recommendations for the search results obtained, the researcher tested the recommendation system for search results using several scenarios, and then the results were measured using a precision test on the k document (P@k). From the results of the precision test measurements on the k document, various results were found. Scenarios 1 and 2 show a fairly high precision value with a value of 0.53 and 0.59, while for testing in scenarios 3, 4, and 5, the resulting precision value is relatively low with a value of 0.50, 0.42, and 0.14.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasi algoritma word2vec dalam merekomendasikan hasil pencarian pada katalog online. Alasan mengambil judul tersebut karena berdasarkan hasil observasi dan pengamatan peneliti proses pencarian data khususnya pada katalog online hanya sampai pada level sintaksis saja. Sehingga hasil yang diberikan hanya sampai pada level sintaksis saja. Oleh sebab itu, peneliti memanfaatkan algoritma word2vec yang mempunyai kemampuan untuk merepresentasikan kata pada level semantis untuk melakukan proses pencarian dimana hasil dari proses ini dijadikan hasil pencarian alternatif atau rekomendasi hasil pencarian. Data yang peneliti gunakan adalah data judul buku sebanyak 12.701 judul buku yang ada pada perpustakan Universitas Maritim Raja Ali Haji. Untuk mengevaluasi rekomendasi hasil pencarian yang didapat, peneliti menguji system rekomendasi hasil pencarian dengan menggunakan beberapa scenario kemudian hasilnya diukur dengan menggunakan uji presisi pada k document (P@k). Dari hasil pengukuran uji presisi pada k document didapati hasil yang bervariatif. Skenario 1 dan 2 menunjukan nilai presisi yang cukup tinggi dengan nilai sebesar 0.53 dan 0.59, sedangkan untuk pengujian pada scenario 3, 4, dan 5 nilai presisi yang di hasilkan terbilang rendah dengan nilai 0.50, 0.42, 0.14
The Challenge of Predicting the Security Situation in Indonesia: Implementation of the Noken System in Papua
The implementation of elections in Papua always has its own dynamics, one of which is the existence of the noken system. This system is a tangible recognition of the political and legal rights of the indigenous people of Papua, as guaranteed by the constitution, and has even received legal legitimacy through Constitutional Court Decision No. 47-81/PHPU.A-VII/2009, further reinforced by Constitutional Court Decision No. 06-32/PHPU-DPD/XII/2014. Noken refers to a traditional bag made by the Papuan people. This study aims to identify and analyze the challenges in predicting security situations in electoral districts with the noken system. The results of this study are expected to provide insights and recommendations for stakeholders in managing a safe and peaceful election process. This study uses a qualitative approach with a descriptive analysis method. Data sources include scientific journals, books, and articles relevant to the research topic. The full noken system is still in use in six districts in Central Papua Province: Puncak Jaya, Puncak, Paniai, Intan Jaya, Deiyai, and Dogiyai. The full and mixed Noken systems implemented in the Papua Pegunungan Province, namely Nduga Regency (Full Noken System) and Jayawijaya, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, and Tolikara, use a mixed system in several districts and villages. The Noken system, although considered a form of local democracy in Papua, faces significant challenges in predicting security situations in electoral districts. The main challenges include limited oversight, potential communal conflicts, and a lack of transparency. To address these challenges, it is necessary to enhance the transparency of the electoral process, encourage active community participation, and foster close collaboration among stakeholders to maintain security stability in electoral districts using the Noken system
SOLUSI MANAJEMEN PRODUKSI IKAN UNTUK KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN MAJU MANDIRI DI KAMPUNG MADONG, TANJUNGPINANG
Observasi terhadap kondisi eksisting perlu dilakukan untuk menentukan solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam kegiatan budidaya ikan. Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Maju Mandiri memiliki sarana budidaya yang cukup memadai tetapi memiliki manajemen produksi yang perlu diperbaiki agar mendapatkan hasil produksi yang lebih baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi dalam manajemen produksi ikan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan Maju Mandiri di Kampung Madong, Tanjungpinang. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan observasi, analisis serta praktik pembuatan pakan. Ketersediaan pakan menjadi salah satu permasalahan produksi di Pokdakan Maju Mandiri. Melalui kegiatan ini dilakukan transfer ilmu hasil penelitian yang telah dilakukan untuk dapat diterapkan anggota Pokdakan Maju Mandiri dalam kegiatan pemeliharaan ikan
PERAN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI MASYARAKAT PESISIR
Masyarakat pesisir Desa Pengudang, Pulau Bintan, memiliki potensi besar dalam sektor perikanan tangkap, budidaya rumput laut, dan pariwisata bahari, namun masih menghadapi kendala keterbatasan teknologi modern, kapasitas sumber daya manusia, dan akses pasar yang terbatas. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh tim dari Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Universitas Batam bertujuan untuk mensosialisasikan peran mahasiswa dalam pengembangan potensi masyarakat pesisir. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan peran mahasiswa serta berkolaborasi dalam memberdayakan potensi daerah pesisir. Kegiatan PKM meliputi identifikasi potensi dan kendala desa, sosialisasi peran mahasiswa dan potensi lokal, Perancangan Program peningkatan kapasitas mahasiswa dan masyarakat, fasilitasi penerapan teknologi tepat guna, serta penguatan jaringan pemasaran digital produk lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan pelatihan, pendampingan langsung, dan monitoring evaluasi bersama. Hasil evaluasi PKM menunjukkan peningkatan kapasitas mahasiswa sebagai fasilitator pemberdayaan serta perkembangan pengelolaan usaha lokal yang lebih mandiri oleh masyarakat. Kolaborasi antara universitas, mahasiswa, dan komunitas pesisir berhasil memperkuat jejaring sosial dan ekonomi yang mendukung pengembangan potensi desa secara berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan menjaga kelestarian sumber daya alam bahari
Menembus Batas Patriarki: Perjuangan Perempuan Dalam Dinamika Politik Desa
Artikel ini membahas ketimpangan gender dalam politik desa di Indonesia dengan menyoroti dominasi struktur patriarki yang menghambat keterlibatan perempuan dalam ruang kekuasaan lokal. Meskipun Undang-Undang Desa memberi ruang partisipasi masyarakat tanpa diskriminasi gender, representasi perempuan sebagai kepala desa masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 5,85 persen dari total desa di Indonesia pada 2025. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, artikel ini mengkaji hambatan struktural, kultural, dan regulatif yang membatasi partisipasi perempuan, serta menggali potensi strategi afirmatif sebagai jalan menuju tata kelola desa yang adil gender. Dengan memanfaatkan kerangka teori patriarki (Walby), representasi politik (Phillips), dan feminisme interseksional (Crenshaw), tulisan ini mengungkap bahwa perjuangan perempuan dalam politik desa bukan sekadar persoalan keterwakilan simbolik, tetapi upaya kolektif untuk mentransformasikan struktur sosial yang tidak setara. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan, penguatan kapasitas politik perempuan, dan pengarusutamaan gender dalam seluruh proses pembangunan desa.Artikel ini membahas ketimpangan gender dalam politik desa di Indonesia dengan menyoroti dominasi struktur patriarki yang menghambat keterlibatan perempuan dalam ruang kekuasaan lokal. Meskipun Undang-Undang Desa memberi ruang partisipasi masyarakat tanpa diskriminasi gender, representasi perempuan sebagai kepala desa masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 5,85 persen dari total desa di Indonesia pada 2025. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, artikel ini mengkaji hambatan struktural, kultural, dan regulatif yang membatasi partisipasi perempuan, serta menggali potensi strategi afirmatif sebagai jalan menuju tata kelola desa yang adil gender. Dengan memanfaatkan kerangka teori patriarki (Walby), representasi politik (Phillips), dan feminisme interseksional (Crenshaw), tulisan ini mengungkap bahwa perjuangan perempuan dalam politik desa bukan sekadar persoalan keterwakilan simbolik, tetapi upaya kolektif untuk mentransformasikan struktur sosial yang tidak setara. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan, penguatan kapasitas politik perempuan, dan pengarusutamaan gender dalam seluruh proses pembangunan desa
Pendampingan Kualitas Manajemen Pelayanan Publik dalam Pengabdian di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam
Kecamatan Belakang Padang, yang terletak di wilayah kepulauan Kota Batam, menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif dan manajemen kinerja aparatur pemerintahan. Wilayah ini terdiri dari pulau-pulau kecil yang tersebar, dengan akses transportasi dan komunikasi yang terbatas, sehingga memengaruhi kualitas dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya sistem manajemen kinerja aparatur dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam evaluasi pelayanan publik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menyusun indikator kinerja individu, mengimplementasikan prinsip Total Quality Management (TQM), serta membangun sistem evaluasi kinerja berbasis data lokal. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif-kolaboratif melalui tahapan observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman ASN terhadap indikator kinerja, penyusunan standar pelayanan minimum, serta kemampuan penggunaan aplikasi evaluasi sederhana berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil membangun sinergi antara aparatur kecamatan dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih transparan dan responsif. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa penerapan prinsip-prinsip TQM dalam konteks wilayah kepulauan dapat dilakukan secara efektif apabila disertai dengan pelibatan aktif komunitas lokal dan dukungan kelembagaan
Adaptive Human Resource Management Model for the Needs of Working Students at Universitas Terbuka
This study explores the development of an adaptive human resource management (HRM) model designed to address the specific needs of working students at Universitas Terbuka, Indonesia’s foremost open and distance learning institution. The background of this research arises from the increasing number of students who must balance professional responsibilities with academic commitments, leading to challenges related to time constraints, high stress levels, and the demand for flexible academic services. The main objective of this study is to analyze the current HRM practices at Universitas Terbuka, identify barriers that hinder adaptiveness, and formulate strategies to create a more inclusive and responsive management model. A qualitative case study approach was used, involving semi-structured interviews with students, lecturers, tutors, and administrative staff, complemented by document analysis and field observations. The collected data were thematically analyzed to uncover major patterns of adaptive and non-adaptive HRM practices within the institution. The findings reveal that effective adaptive HRM must emphasize three essential dimensions: strengthening educators’ pedagogical and empathetic competencies, restructuring administrative services through responsive digital systems, and revising institutional policies to promote flexibility and inclusivity. Despite significant progress in digital transformation, bureaucratic rigidity continues to limit the realization of truly flexible open education, creating implicit barriers for working students. The study concludes that achieving adaptive HRM requires empathy, participatory policy formulation, and cultural transformation as key foundations. Theoretically, this research enriches HRM discourse in higher education, while practically, it provides recommendations for continuous professional development, flexible administrative structures, and policy reforms that prioritize the realities of working students
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TUNNEL GARAM DI DESA PANIMBANGJAYA, KABUPATEN PANDEGLANG
Produksi garam di Indonesia masih sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga kualitas dan jumlah yang dihasilkan sering tidak stabil. Desa Panimbangjaya, Kabupaten Pandeglang, menghadapi permasalahan serupa dalam produksi garam rakyat. Kegiatan pengabdian ini memperkenalkan tiga komponen inovasi teknologi tunnel garam yaitu kolam penuaan berlapis HDPE, filterisasi air laut, dan dinding tunnel portabel kepada siswa MAN 3 Pandeglang sebagai agen transfer pengetahuan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, diskusi interaktif, dan evaluasi melalui kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil survei menunjukkan skor persepsi rata-rata 4,65 (kategori sangat baik), dengan penilaian tertinggi pada aspek keberlanjutan teknologi tunnel garam (5,0). Responden menekankan kebutuhan penambahan jumlah tunnel, replikasi ke desa pesisir lain, pelatihan lanjutan, serta dukungan pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa tidak hanya memperkuat transfer pengetahuan lintas generasi, tetapi juga mendukung keberlanjutan inovasi produksi garam rakyat di wilayah pesisir
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI CANGKANG KERANG HIJAU DAN SPIRULINA PADA MASYARAKAT DESA TANGGUL INDAH, SERANG, BANTEN
Desa Tanggul Indah merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki usaha rumah kupas kerang hijau. Setiap harinya, usaha tersebut menghasilkan sekitar 50kg cangkang kerang basah yang dibuang begitu saja di sekitar rumah kupas. Hal itu terlihat dari banyaknya cangkang kerang yang menumpuk di beberapa titik di wilayah tersebut. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan cara membuat cangkang kerang menjadi bernilai ekonomis. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengolah cangkang kerang menjadi sabun batang yang dikombinasikan dengan Spirulina untuk meningkatkan zat aktifnya di Desa Tanggul Indah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melatih masyarakat yang berjumlah 15 orang secara deep learning dalam membuat sabun batang. Proses transfer knowledge dilakukan secara langsung menggunakan metode ceramah dan praktik. Metode evaluasi dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan melalui kuesioner, untuk melihat perubahan pemahaman untuk pembuatan sabun. Hasil yang didapatkan yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat Desa Tanggul Indah sebesar 100% terhadap cara membuat sabun batang yang berasal dari cangkang kerang hijau dan Spirulina. Selain itu, masyarakat juga sudah bisa membuat sendiri sabun batang tersebut
Pengaruh Review Produk Dan Rating Toko Terhadap Minat Beli Pengguna Shopee Di Kota Tanjungpinang Melalui Kepercayaan Konsumen Sebagai Variabel Intervening
This study aims to analyze the influence of product reviews and store ratings on the purchase intention of Shopee users in Tanjungpinang City through costumer trust as an intervening variable. This study is a quantitative study using primary data with a population of Shopee users in Tanjungpinang City. The sampling technique used non-probability sampling with a purposive sampling selection method, the number of respondents was 100 respondents. Data collection was carried out through an online questionnaire using a 5-point Likert scale. The data analysis technique in this study used path analysis using SmartPLS 4.0 software. The results of this study indicate that product reviews and store ratings have a significant effect on the purchase intention of Shopee users in Tanjungpinang City through costumer trust as an intervening variabl