Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Good Corporate Governance Memoderasi Capital Intensity, Capital Structure Terhadap Nilai Perusahaan
The challenge of competition and the importance of firm value in the manufacturing industry. Examine the effect of Good Corporate Governance (GCG) as a moderation variable on intrinsic factors including capital intensity and capital structure. This purpose of this study is to investigate the capital intensity, capital structure on the firm value, good corporate governance as a moderating variable. The research examines was indexed manufacturing company in the Indonesian Stock Exchange, duration 2019-2023. The research is quantitative. The sample was identified through purposive sampling, with a total of 44 companies and 171 data observations from 5 years period. Multiple linear regression analysis, classical assumption test, hypothesis test, and residual test, was employed for data analysis, utilizing SPSS Statistic version 25. The results indicate that capital intensity did not affect, but capital structure have a significant positive impact on company valuation. GCG can strengthen the impact of capital intensity on firm values. GCG weakens capital structure on company values.Tantangan Persaingan dan pentingnya nilai perusahaan dalam industri manufaktur. Bisnis yang berhasil menjaga serta meningkatnya value akan lebih kompetitif, menarik perhatian investor, serta mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Mengkaji pengaruh Good Corporate Governance sebagai variabel moderasi terhadap faktor intrinsik meliputi intensitas modal dan struktur modal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas modal, struktur modal terhdap nilai perusahaan, Good Corporate Governance sebagai variabel moderasi. penelitian ini meneliti perusahaan manufaktur yang terindeks di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Penelitian ini bersifat kuantitatif, sampel diidentifikasi melalui purposive sampling, dengan total 44 perusahaan dan 171 observasi data dari periode 5 tahun. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk analisis data dengan menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas modal tidak berpengaruh, tetapi struktur modal memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Good Corporate Governance dapat memperkuat serta memoderasi hubungan antara intensitas modal terhadap nilai perusahaan. Good Corporate Governance tidak mampu memoderasi struktur modal terhadap nilai perusahaan
Integrating Blue Carbon Estimation into Mangrove-Based Coastal Protection Infrastructure Planning: A Case Study in Dompak Island, Tanjungpinang
Ecosystem-based coastal protection offers a strategic approach to mitigating the impacts of climate change, particularly in small island contexts. This study integrates remote sensing and geospatial analysis to estimate blue carbon stocks in the mangrove ecosystems of Dompak Island, Tanjungpinang, using Google Earth Engine (GEE) and Sentinel-2 satellite imagery. Through the application of the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) and an empirical model for Above Ground Biomass (AGB), spatial carbon stock distributions were generated and classified into three functional zones: conservation, restoration, and critical protection. Results reveal that areas with moderate vegetation exhibit the highest carbon stock (32.00 tons/ha), suggesting ongoing biomass accumulation. This spatial analysis informs a zoning framework that supports ecosystem-based infrastructure planning. The integration of carbon mapping with adaptive civil engineering strategies demonstrates a scalable model for climate-resilient coastal development in vulnerable regions
Pengenalan aplikasi PhET simulation sebagai media pembelajaran kimia interaktif di SMA Negeri 3 Tondano, Sulawesi Utara
Kimia merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) karena melibatkan konsep-konsep abstrak serta perhitungan yang kompleks. Metode pembelajaran konvensional, seperti metode ceramah dengan hanya menggunakan buku teks, sering kali kurang efektif dalam membantu siswa memahami materi secara mendalam. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih interaktif, salah satunya adalah PhET Simulations, sebuah aplikasi yang memungkinkan siswa belajar melalui simulasi visual dan interaktif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan serta mengevaluasi keefektifan PhET Simulations sebagai media pembelajaran interaktif kepada siswa SMA Negeri 3 Tondano dan tingkat kepuasan mereka terhadap penggunaan dan kegiatan. Metode pelaksanaan kegiatan ini melibatkan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman 18 siswa, yang tercermin dari peningkatan nilai rata-rata post-test, yaitu dari 53,89 menjadi 78,89 setelah menggunakan PhET Simulations. Selain itu, pemanfaatan PhET Simulations sebagai media pembelajaran interaktif memperoleh respons positif, dengan tingkat keberhasilan mencapai 86,76%. Kepuasan siswa terhadap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga tergolong tinggi, dengan persentase 84,55%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan PhET Simulations dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia yang abstrak
Pelatihan penggunaan ChatGPT sebagai media pembelajaran matematika untuk siswa MAN 1 Majene, Sulawesi Barat
Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga berpotensi meningkatkan mutu pembelajaran. Di MAN 1 Majene, Sulawesi Barat, mayoritas siswa telah mengenal ChatGPT secara umum, namun masih menghadapi kendala dalam memahami cara penggunaan yang efektif untuk mendukung proses belajar, khususnya dalam mata pelajaran matematika. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan akan peningkatan literasi teknologi dan kemampuan dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa MAN 1 Majene dalam menggunakan ChatGPT untuk mendukung proses belajar matematika. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan peserta sebanyak 40 siswa. Peserta diberikan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan awal dan akhir terkait dengan materi yang diberikan. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya disusun dalam bentuk tabel dan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terkait penggunaan ChatGPT untuk menyelesaikan soal matematika. Sebanyak 95% siswa memahami cara penggunaan ChatGPT, dan 87,5% merasa terbantu dalam memahami konsep matematika yang sulit. Seluruh siswa juga merasa bahwa ChatGPT mempermudah proses belajar. Selain itu, 95% siswa mampu menuliskan prompt dengan benar. Secara keseluruhan, pelatihan ini berdampak positif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan ChatGPT untuk menyelesaikan soal matematika
Pelaksanaan pengabdian terpadu pada program keahlian teknik pengelasan untuk mencetak wirausahawan muda
Program keahlian teknik pengelasan berpotensi dalam mencetak wirausahawan muda yang mandiri. Namun, integrasi keterampilan teknis dan kewirausahaan menjadi kendala dalam menciptakan lulusan yang siap bersaing di dunia usaha. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini pada siswa SMK melalui pendekatan pengabdian terpadu yang dilaksanakan di SMKN 5 Bulukumba dengan jumlah siswa 20 orang. Adapun aspek yang menjadi tolak ukur yaitu pelatihan penggunaan alat ukur mekanik, pengelasan SMAW, alat pengujian tanpa merusak (NDT), dan pelatihan kewirausahaan berbasis unit produksi. Penilaian dilakukan melalui observasi teknis. Teknik analisis data keberhasilan dalam pelaksanaan pengabdian terpadu adalah membandingkan hasil pengetahuan yang diukur dengan menggunakan pretest dan post-test. Hasilkegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari semua aspek, seperti pada aspek pemahaman penggunaan alat ukur mekanik, terjadi peningkatan sebesar 45%. Begitu pun dengan aspek teknik pengelasan SMAW meningkat dari 25% menjadi 85%, aspek penggunaan alat pengujian tanpa merusak (NDT) sebelumnya hanya dipahami oleh 20% siswa, meningkat menjadi 85% setelah mengikuti pelatihan, dan pemahaman tentang kewirausahaan meningkat setelah pelatihan yaitu 85%. Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian terpadu mampu memberikan dampak positif dan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja dan kesiapan usaha mandiri siswa
PENGEMBANGAN E-LKPD INTERAKTIF DIDUKUNG KASUS KEMARITIMAN BERBANTUAN GOOGLE SITES PADA MATERI TERMOKIMIA
In the learning process, chemistry teachers still rely on printed teaching materials that focus on conceptual content delivery without integrating students daily life contexts. Specifically, chemistry instruction has not been linked to the local characteristics of the Riau Archipelago region, which holds significant maritime potential. Therefore, an interactive E-LKPD supported by maritime case studies and facilitated through Google Sites was developed for thermochemistry material. This research aims to produce interactive E-LKPD teaching materials supported by maritime cases using Google Sites in the topic of thermochemistry. This research is a type of Research and Development (R&D) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The developed teaching material was validity by one subject material validators and one media validators. The research subjects are two chemistry teachers and 27 students from class XI.3 of SMA Negeri 5 Tanjungpinang. The results showed that the development of the interactive E-LKPD supported by maritime case studies using Google Sites for thermochemistry material receive a validity score of 93,21% from the material validator and 92,5% from the media validator, both categorized as very valid. The practically scores from teachers and students were 95,24% and 96,24%, respectively category as very practical. These results indicate that developed teaching material is highly feasible for use in learning
CHEMISTRY ONLINE COURSE: ITS IMPLEMENTATION FOR PRESERVICE CHEMISTRY TEACHERS’ PROFILE OF COLLABORATION SKILLS AND COMMUNICATION CONFIDENCE
The development of sience, technology, and transformation in various sector allows the need of capable measure: how effective their role in learning interactions. This study seeks to reveal the profile of collaboration skills (CS) and communication confidence (CC) of pre-service chemsitry teacher (PCT). Convenience sampling technique was adopted for this study. A total of 26 PCTs were involved as research samples. The research intervention was conducted through six online lectures for PCT. Group discussions and presentations were implemented to collect data. Therefore, non-tests were used as data collection techniques. Data were obtained through two closed-ended questionnaires: the Collaborative Skill Questionnaire (CS-Q) and the Communication Confidence Questionnaire (CC-Q). The validity of the instruments was tested theoretically and empirically. Sixteen of the 20 CS-Q items and 22 of the 30 CC-Q items were valid. The Cronbach\u27s alpha reliability estimates for the CS-Q and CC-Q instruments were 0.753 and 0.804, respectively. With data in the form of a Likert scale, descriptive statistics were used to analyze the profile levels of the PCT-CS and PCT-CC. The level criteria were divided into five categories. Based on these results, the PCT-CS was generally at a good level. Meanwhile, the PCT-CC level was sufficient. Based on the research results that have gone through the data analysis stage, learning activities need to implement methods that are capable of training PCT-CS and PCT-C
Assessing Environmental Awareness and Attitudes in Higher Education: A Comparison between Environmental and Non-Environmental Discipline
This article aims to describe environmental awareness and behaviour in biology students and to compare the level of environmental awareness and behaviour among students who take environmental courses to those who do not. The research was on biology college students\u27 environmental awareness and attitude. The sample was 50 using purposive sampling. The research approach was quantitative descriptive. The study was recommended to describe environmental awareness and attitude. The study was also done to determine the level of awareness and environmental behaviour of Biology college students. Researchers employed the Environmental Awareness Test and the Environmental Attitude Scale, created by Dr. Haseen Taj and Dr. K Yeshodara, to gauge participants\u27 levels of environmental awareness. According to the Unpaired T-Test analysis findings, there is a difference in the attitudes and levels of environmental awareness between environmental students and non-environmental students. The p-values for environmental and environmental awareness are 0.049 and 0.024, respectively, less than 0.05. Furthermore, this study paves the way for future research to investigate the underlying factors influencing environmental awareness and attitudes.
ANALISIS TINGKAT KEAMANAN PANGAN PADA UMKM WILAYAH PERKOTAAN
Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan konsumen, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan pangan pada UMKM dengan menggunakan pendekatan Skor Keamanan Pangan (SKP) yang mencakup empat aspek utama: Pemilihan dan Penyimpanan Bahan Pangan (PPB), Higiene Pemasak (HGP), Pengolahan Bahan Makanan (PBM), dan Distribusi Makanan (DMP). Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan penilaian menggunakan formulir SKP. Data diambil dari enam UMKM di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat pada Bulan Maret-April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor SKP bervariasi diantara UMKM, dengan UMKM D memiliki skor tertinggi (0,99) dan UMKM B memiliki skor terendah (0,54). Aspek PBM dan DMP menjadi titik lemah utama yang meningkatkan risiko kontaminasi, sedangkan aspek PPB secara umum menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian UMKM telah memenuhi standar keamanan pangan, upaya perbaikan masih diperlukan pada aspek pengolahan dan distribusi untuk meningkatkan kualitas produk dan perlindungan konsumen. Rekomendasi meliputi pelatihan, pengawasan, dan penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM, pemerintah, dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembinaan yang lebih efektif untuk menciptakan ekosistem pangan yang aman dan berkelanjutan.Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan konsumen, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan pangan pada UMKM dengan menggunakan pendekatan Skor Keamanan Pangan (SKP) yang mencakup empat aspek utama: Pemilihan dan Penyimpanan Bahan Pangan (PPB), Higiene Pemasak (HGP), Pengolahan Bahan Makanan (PBM), dan Distribusi Makanan (DMP). Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan penilaian menggunakan formulir SKP. Data diambil dari enam UMKM di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat pada Bulan Maret-April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor SKP bervariasi diantara UMKM, dengan UMKM D memiliki skor tertinggi (0,99) dan UMKM B memiliki skor terendah (0,46). Aspek HGP, PBM dan DMP menjadi titik lemah utama yang meningkatkan risiko kontaminasi, sedangkan aspek PPB secara umum menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian UMKM telah memenuhi standar keamanan pangan, upaya perbaikan masih diperlukan pada aspek pengolahan dan distribusi untuk meningkatkan kualitas produk dan perlindungan konsumen. Rekomendasi meliputi pelatihan, pengawasan, dan penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM, pemerintah, dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembinaan yang lebih efektif untuk menciptakan ekosistem pangan yang aman dan berkelanjutan
Implementasi Metode VIseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR) dalam Pengambilan Keputusan Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Daerah Pesisir (Studi Kasus : Pengujan, Bintan)
Inappropriate distribution of assistance is one of the problems often encountered in the provision of social assistance program benefits, such as the Village Fund Cash Assistance (BLT-DD) in Pengujan Village. There are still some people who are marked as recipients of direct cash assistance but not in accordance with the predetermined criteria. This research implements a decision support system method with the VIseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR) method in making decisions on BLT-DD recipients. The VIKOR method selects and ranks alternatives based on conflicting criteria. In this method, alternatives are evaluated based on all the criteria set, choosing a solution that is close to the ideal. This research involved analyzing 200 community data in Pengujan Village, Bintan. The criteria evaluated included age, occupation, income, dependents, house type & status, fishing needs, fishing vehicle, history of illness, disability, and history of receiving assistance. The testing methods used in this research include user acceptance testing, precision, recall, and accuracy. Testing was carried out through filling out questionnaires and using desktop devices, involving 10 respondents from village officials and neighborhood associations in Pengujan Village. Based on the analysis conducted, the test results with a precision value of 71%, recall of 71%, and accuracy of 94%. In addition, user acceptance testing also achieved a feasibility value of 88%.Penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran menjadi salah satu permasalahan yang kerap ditemui dalam pemberian manfaat program bantuan sosial, seperti halnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Pengujan. Masih terdapat beberapa masyarakat yang ditandai sebagai penerima bantuan langsung tunai namun tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Penelitian ini mengimplementasikan sistem pendukung keputusan dengan metode VIseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR) dalam pengambilan keputusan penerima BLT-DD. Metode VIKOR memilih dan meranking alternatif berdasarkan kriteria yang saling bertentangan. Dalam metode ini, alternatif dievaluasi berdasarkan semua kriteria yang ditetapkan, dengan memilih solusi yang mendekati ideal. Penelitian ini melibatkan analisis terhadap 200 data masyarakat di Desa Pengujan, Bintan. Kriteria yang dievaluasi meliputi usia, pekerjaan, penghasilan, tanggungan, tipe & status rumah, kebutuhan melaut, kendaraan melaut, riwayat penyakit, memiliki disabilitas/difabel, dan riwayat menerima bantuan. Adapun metode pengujian yang digunakan pada penelitian ini meliputi user acceptance testing, precision, recall, dan accuracy. Pengujian dilakukan melalui pengisian angket/kuesioner dan menggunakan perangkat desktop, melibatkan 10 responden dari perangkat desa dan RT/RW Desa Pengujan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan hasil pengujian dengan nilai precision sebesar 71%, recall sebesar 71%, dan accuracy sebesar 94%. Selain itu, pengujian user acceptance testing juga mencapai nilai kelayakan sebesar 88%