Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Implementation of Information and Technology-Based Tourism Development Policy on Penyengat Island

    Full text link
    Penyengat Island is a developing tourist destination in Indonesia, known for its rich historical and cultural heritage. In order to further boost tourism on the island, an Information and Technology-Based Tourism Development Policy has been implemented. This policy aims to leverage the power of technology to enhance the visitor experience, promote sustainable tourism practices, and increase tourism revenue. In this study, we utilized a qualitative research method grounded in Edward III\u27s grounded theory approach to understand the impact of the Information and Technology-Based Tourism Development Policy on Penyengat Island. Data was collected through interviews with key stakeholders involved in implementing the policy, including government officials, local businesses, and tourists. The results of our study show that the implementation of the Information and Technology-Based Tourism Development Policy has had a positive impact on Penyengat Island. The use of technology, such as online booking systems and virtual tours, has made it easier for tourists to plan their trips and explore the island\u27s attractions. Additionally, the policy has helped to raise awareness of the island\u27s cultural heritage and promote sustainable tourism practices, such as waste management and conservation efforts. In conclusion, the Information and Technology-Based Tourism Development Policy has been successful in driving tourism development on Penyengat Island. Moving forward, continued investment in technology and sustainable tourism practices will be key to further enhancing the visitor experience and maximizing the economic benefits of tourism for the local community

    Pengenalan dunia dirgantara melalui edukasi regulasi penggunaan drone untuk videografi di SMA Muhammadiyah I Karanganyar

    Full text link
    Drone atau pesawat tanpa awak (UAV) makin banyak dimanfaatkan dalam produksi konten kreatif, termasuk oleh siswa sekolah menengah, namun literasi terhadap regulasi penggunaannya masih rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah I Karanganyar dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kesiapan siswa dalam menggunakan drone secara aman dan sesuai hukum, khususnya dalam konteks videografi. Kegiatan melibatkan 200 siswa melalui metode penyuluhan, demonstrasi teknis, serta praktik berbasis proyek. Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi kuesioner pre-test dan post-test yang mencakup aspek pemahaman regulasi, kesadaran hukum dan etika, serta kesiapan operasional, disertai lembar observasi partisipasi siswa. Teknik analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif melalui analisis persentase peningkatan skor serta deskripsi pola keterlibatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata sebesar 28–41% pada tiga aspek yang diukur, dengan partisipasi aktif tercatat lebih dari 80% peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa model edukasi regulatif berbasis praktik langsung efektif dalam membentuk literasi hukum dan etika teknologi pada generasi muda, serta dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kurikulum literasi drone di lingkungan pendidikan menengah

    Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Literasi Sains Pada Konsep Fungi Untuk Siswa Kelas X SMA

    Full text link
    ABSTRACT.  The purpose of this study is to create a scientific literacy-based student worksheet (LKS) on the topic of fungus for grade X high school students. Thiagarajan et al.\u27s R&D design technique was modified to create the LKS since it only addresses the define, design, and develop phases. A student response questionnaire and product feasibility test instruments from media and subject matter experts were the tools employed in this study. Based on evaluations by media professionals and subject matter experts, the LKS\u27s feasibility received scores of 86.3% and 95.3%, respectively, exceeding the requirements for being extremely practical. A score of 87.7% on the student response test indicated good feasibility. Expert feasibility tests and student answers support the conclusion that the science literacy-based learning kit (LKS) for grade X high school students focusing on fungus is a highly appropriate teaching resource for biology.   ABSTRAK.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis literasi sains pada konsep fungi untuk siswa kelas X SMA. LKS dikembangkan dengan metode R&D desain Thiagarajan et al. dengan modifikasi karena pada penelitian ini hanya meliputi tahap define, design, dan develop. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument uji kelayakan produk oleh ahli materi dan ahli media serta angket respon siswa. Berdasarkan penilaian ahli materi, kelayakan LKS memperoleh nilai 95,3% dan penilaian ahli media memperoleh nilai 86,3% dengan kriteria sangat layak. Hasil uji respon siswa memperoleh nilai 87,7% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan uji kelayakan ahli dan respon siswa dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis literasi sains pada konsep fungi untuk siswa kelas X SMA sangat layak digunakan sebagai bahan ajar siswa kelas X SMA pada mata pelajaran biologi.   &nbsp

    Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Eksponen Menggunakan Prosedur Newman

    Full text link
    Exponents constitute a fundamental concept essential for understanding advanced mathematical topics such as logarithms, geometric sequences, and compound interest. However, many students continue to experience difficulties in solving exponent-related problems. This qualitative descriptive study aims to analyze the types of errors made by tenth-grade students when solving exponent problems using Newman’s procedure and to investigate the factors contributing to these errors. The participants were 23 students from Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Siak in the 2024/2025 academic year. Data were collected through written tests and interviews, then analyzed by organizing and categorizing students’ errors according to Newman’s five stages. The results show that 12% of students committed reading errors due to inaccuracies in interpreting the questions, while no comprehension errors were identified. Transformation errors were the most common (49%), primarily due to students’ difficulties in constructing appropriate mathematical models. Process skill errors accounted for 21%, primarily due to computational mistakes, and encoding errors represented 18%, arising from students’ inability to use the provided information effectively. These findings deepen the understanding of students’ patterns of error in exponent problems and imply the need for more targeted instructional strategies, especially those that strengthen mathematical modeling and procedural accuracy.Eksponen adalah konsep dasar untuk memahami topik-topik tingkat lanjut seperti logaritma, urutan geometris, dan bunga majemuk. Namun, banyak siswa yang masih kesulitan dalam menyelesaikan soal eksponen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal eksponen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan 23 siswa kelas sepuluh MAN Insan Cendekia Siak tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengorganisasikan dan mengelompokkan jenis kesalahan siswa sesuai dengan prosedur Newman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12% siswa melakukan kesalahan membaca karena ketidaktepatan dalam menginterpretasikan pertanyaan. Tidak ada kesalahan pemahaman yang teridentifikasi. Kesalahan transformasi adalah yang paling umum (49%), terutama karena kesulitan siswa dalam membuat model matematika yang sesuai. Kesalahan keterampilan proses muncul pada 21% jawaban, yang diakibatkan oleh kesalahan komputasi. Kesalahan pengkodean terjadi pada 18% kasus, yang disebabkan oleh ketidakmampuan siswa untuk menggunakan informasi yang diberikan secara efektif. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang kesalahan siswa dan mendukung pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meminimalkan kesalahan tersebut

    The relationship between independent learning and mathematical creative thinking ability in vocational high school students

    Full text link
    This study contributes to mathematics education by clarifying how independent learning supports students’ creative thinking processes, particularly in vocational contexts where autonomy and problem-solving skills are crucial. This study focuses on students\u27 learning independence and creative thinking skills with the aim of determining whether there is a relationship between learning independence and creative thinking skills among vocational high school students. This study uses a quantitative descriptive approach with a correlational method conducted at one of the vocational high schools in Tangerang City, Banten Province. The sample in this study consisted of 30 students from the 10th-grade Multimedia class. Data collection techniques included observation, a 24-item questionnaire, and a written test with 5 questions. The instruments were validated by experts and declared suitable for use, ensuring content validity and reliability. Based on the results of the study conducted in the Multimedia class, it can be concluded that the level of learning independence and creative thinking ability of students is above average, with 13 students (43.33%) scoring below average and 17 students (56.66%) scoring above average, and further analysis shows a strong positive correlation (r = 0.970, p < 0.01) between the two variables. Based on the hypothesis test, there is a significant relationship between learning independence and students\u27 creative thinking ability

    Peran Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan dalam Mencegah Illegal Fishing di Perairan Kota Batam

    Full text link
    Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (CDKP) Kota Batam memegang peran vital dalam memerangi praktik illegal fishing di perairan Batam. Pertama, mereka secara aktif melakukan pengawasan dan pemantauan sumber daya laut, termasuk patroli rutin dan inspeksi kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perikanan. Cabang DKP proaktif dalam mencegah illegal fishing. Peran CDKP mencakup pengawasan kepatuhan zona dan wilayah; pengawasan dan penegakan hukum terhadap illegal fishing; pengawasan kepatuhan alat tangkap dan teknis; penegakan disiplin administratif; Pengembangan Kebijakan; dan Pemantauan dan Penelitian Kelautan agar upaya pencegahan dan penindakan illegal fishing berjalan lebih efektif dan komprehensif

    Distribusi Bivalvia pada Ekosistem Padang Lamun di Selatan Pulau Pengujan Kecamatan Teluk Bintan

    Full text link
    Bivalvia merupakan organisme yang umumnya hidup menetap di substrat dasar perairan dalam waktu yang relatif lama, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator untuk menduga kualitas perairan. Selain itu, cangkang bivalvia sering dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan dan cinderamata yang memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2023 hingga Maret 2024 di tiga stasiun penelitian yang berlokasi di Selatan Pulau Pengujan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola sebaran bivalvia serta menganalisis keterkaitan antara sebaran dan kepadatan bivalvia dengan tutupan lamun dan parameter lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel melalui penarikan transek sepanjang 100 meter dari arah darat menuju laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran bivalvia di Selatan Pulau Pengujan memiliki indeks sebaran 0,50 yang termasuk dalam kategori pola sebaran mengelompok. Analisis PCA menunjukkan bahwa sebaran bivalvia berkorelasi positif dengan salinitas dan indeks keanekaragaman. Sementara itu, kelimpahan relative bivalvia berkorelasi positif dengan persentase tutupan lamun di lokasi penelitian.Bivalvia merupakan organisme yang umumnya hidup menetap di substrat dasar perairan dalam waktu yang relatif lama, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator untuk menduga kualitas perairan. Selain itu, cangkang bivalvia sering dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan dan cinderamata yang memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2023 hingga Maret 2024 di tiga stasiun penelitian yang berlokasi di Selatan Pulau Pengujan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola sebaran bivalvia serta menganalisis keterkaitan antara sebaran dan kepadatan bivalvia dengan tutupan lamun dan parameter lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan teknik pengambilan sampel melalui penarikan transek sepanjang 100 meter dari arah darat menuju laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran bivalvia di Selatan Pulau Pengujan memiliki indeks sebaran 0,50 yang termasuk dalam kategori pola sebaran mengelompok. Analisis PCA menunjukkan bahwa sebaran bivalvia berkorelasi positif dengan salinitas dan indeks keanekaragaman. Sementara itu, kelimpahan relative bivalvia berkorelasi positif dengan persentase tutupan lamun di lokasi penelitian

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TECHNO-SOCIOPRENEUR DENGAN MEMANFAATKAN KEANEKARAGAMAN HAYATI LOKAL GUNA MENDUKUNG PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SMPN 42 BANDAR LAMPUNG

    Full text link
    Mitra dalam pelaksanaan PKM ini adalah SMPN 42 Bandar Lampung yang terletak di Jalan Pulau Pasaran, Kelurahan Kotakarang, Kecamatan Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Permasalahan prioritas yang dihadapi mitra antara lain: 1). Masih rendahnya pengetahuan mitra terkait Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); 2). Belum adanya pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar sekolah. Solusi yang ditawarkan tim PKM kepada mitra berdasarkan masalah prioritas yang harus ditangani adalah 1). Sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5); 2). Pelatihan pembuatan akuaponik. Tujuan PKM ini adalah 1). Meningkatkan pengetahuan mitra terkait Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5); 2). Pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar sekolah melalui pembuatan media akuaponik. Pelatihan ini dilaksanakan secara luring selama dua hari dengan melibatkan 15 peserta. Metode pelaksanaan PKM yaitu meliputi ceramah, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan latihan praktis. Hasil kegiatan PKM ini berupa adanya peningkatan pengetahuan para guru terkait Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan menghasilkan 1 unit media akuaponik yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah dalam mendukung Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema kewirausahaan

    Stakeholders\u27 Reactions to ESG Scores and Political Connections: Evidence from Tobin\u27s Q and Stock Performance

    No full text
    This study seeks to determine how environmental, social and governance (ESG) scores and corporate political connections jointly shape stakeholder reactions, captured through firm-level valuation (Tobin’s Q) and stock returns, among Indonesian listed companies. Using firm-level panel data for listed companies over 2020-2023, this quantitative study applies Generalized Least Squares estimation in Stata, and augments the analysis with contextual information drawn from peer-reviewed journals and reputable online sources. Stronger ESG scores raise firm valuations (Tobin’s Q) without enhancing total stock returns, whereas political connections lower Tobin’s Q by about 0.17 yet deliver an average excess return of roughly 0.69 percentage points. The evidence indicates that sustainability credentials and political affiliations influence performance in mutually reinforcing yet distinct ways: stronger ESG scores are associated with durable gains in enterprise value, whereas political connections translate into only short-lived share-price uplifts. Consequently, the findings encourage executives to invest in substantive ESG improvements as a foundation for lasting value creation, while cautioning regulators that the abnormal returns enjoyed by politically connected firms may stem from rent-seeking rather than genuine efficiency

    Ergonomic Analysis of a Modified Dishwashing Facility in a Medium Scale Restaurant

    Full text link
    Dishwashing is a crucial stage in the production process of restaurants, where ergonomic aspects for the operators play an important role in determining overall productivity. To support the performance improvement of small and medium enterprises (SMEs), this study conducted an experimental analysis to evaluate the ergonomic level of dishwashing activities in a restaurant located in Bandar Lampung. Prior to the assessment, modifications had been made to the design of the dishwashing facility. The evaluation was carried out using the Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), energy consumption analysis, the Nordic Body Map (NBM) questionnaire, and an investigation of the relationship between ergonomic levels and operator productivity. The results revealed that the modified design significantly improved the ergonomic quality of the facility and led to a measurable increase in operator productivity. These findings demonstrate that workplace design improvements in SMEs can effectively enhance both ergonomics and business performance.

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇