Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    Ethno-STEAM based ReMIS (read, make video, identify, solve problem) learning model to improve critical thinking abilities and digital literacy

    Full text link
    This study aims to describe the effect of the Ethno-STEAM-based ReMIS learning model on students\u27 critical thinking and digital literacy skills. The primary issue of this study is the low level of critical thinking and digital literacy skills in the technological era, which hinders students from analyzing information and adapting to digital-based learning. The method used in this study is a quantitative, quasi-experimental design that directly tests the effect of the Ethno-STEAM-based ReMIS learning model on students\u27 critical thinking and digital literacy skills, employing a pretest and posttest non-equivalent control group design. The research sample employed a purposive sampling method, comprising 26 students from class 2024A and 24 students from class 2024B. The results showed that the application of the Ethno-STEAM-based ReMIS learning model was significantly effective in improving students\u27 critical thinking skills, with an average increase of 79.85 students and an N-Gain of 0.459. The Ethno-STEAM-based ReMIS learning model significantly improved students\u27 digital literacy with an average increase of 77.46 and an N-Gain of 0.418. The implementation of the Ethno-STEAM-based ReMIS learning model represents a significant learning innovation in higher education, capable of enhancing the quality of students\u27 science learning outcomes through a culturally informed approach

    Effectiveness of Forest Moratorium Policy Using the EMMIE Framework Approach

    Full text link
    The increasing rate of deforestation in Indonesia has become a critical environmental issue that threatens ecological balance and undermines global climate change mitigation efforts. In response, the Indonesian government implemented a permanent forest moratorium policy through Presidential Instruction No. 5 of 2019, aiming to halt the issuance of new permits for primary forest and peatland exploitation. However, its effectiveness at the local level remains questionable, particularly in regions facing strong economic pressures such as Lembang Subdistrict, West Bandung Regency. This study aims to analyze the effectiveness of the forest moratorium policy in Lembang using the EMMIE Framework, which evaluates five dimensions: Effect, Mechanism, Moderators, Implementation, and Economy. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews with local government officials, community leaders, tourism operators, and residents, complemented by field observations and document analysis. The results reveal that while the moratorium policy has succeeded in stopping the issuance of new forest conversion permits, illegal land use for tourism and commercial purposes continues to occur due to weak law enforcement, overlapping institutional authority, and low community participation. The analysis further shows that economic pressures and the high market value of forest land act as significant drivers of policy violations. From an implementation perspective, the lack of coordination between central and local agencies hinders policy consistency and sustainability. The study concludes that the effectiveness of the forest moratorium policy in Lembang remains limited and recommends strengthening institutional coordination, enhancing community involvement, enforcing stricter supervision, and promoting sustainable livelihood alternatives to balance environmental protection and local economic development

    Kuantifikasi Populasi Belangkas Sebagai Dasar Strategi Konservasi di Perairan Mauk

    Full text link
    Penelitian terkait kuantifikasi terkait distribusi populasi belangkas di Utara Banten masih minim padahal dengan mengetahui spesies, jumlah, ukuran dan jenis kelamin dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung strategi konservasi belangkas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuantifikasi belangkas yang tertangkap di Perairan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan selama Juli-Agustus 2025 dengan mengikuti 15 trip operasional nelayan jaring insang. Data belangkas tertangkap diidentifikasi secara morfologi untuk kemudian dianalisis berdasarkan spesiesnya terhadap ukuran Panjang total, jenis kelamin dan jumlah. Analisis Hasil penelitian diperoleh jumlah belangkas sebanyak 86% spesies Tachypleus gigas dan 14% Carcinoscorpius rotundicauda. Distribusi panjang total T. gigas berkisar antara 14,795–48,045 cm dengan frekuensi individu terbesar pada interval 16,295–33,445 cm sebanyak 27 ekor. Sementara itu, panjang total C. rotundicauda tercatat antara 16,295–33,445 cm, dengan dominasi pada interval 30,015-33,445 cm sebanyak 7 ekor. Rasio perbandingan jantan dan betina diperoleh jenis T. gigas 1:1 dan C. rotundicauda 1:7. Stadia usia jenis T. gigas didominasi oleh Jantan dewasa 46 ekor, sementara betina dewasa 6 ekor dan betina belum dewasa sebanyak 44 ekor. Jenis C. rotundicauda tertangkap diperoleh betina dewasa 13 ekor, Jantan dewasa 2 ekor dan betina belum dewasa sebanyak 2 ekor. Berdasarkan hasil studi diharapkan dapat mendukung perumusan strategi konservasi dan pengelolaan belangkas yang bersinggungan dengan aktivitas penangkapan penangkapan di wilayah pesisir.Penelitian terkait kuantifikasi terkait distribusi populasi belangkas di Utara Banten masih minim padahal dengan mengetahui spesies, jumlah, ukuran dan jenis kelamin dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung strategi konservasi belangkas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuantifikasi belangkas yang tertangkap di Perairan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan selama Juli-Agustus 2025 dengan mengikuti 15 trip operasional nelayan jaring insang. Data belangkas tertangkap diidentifikasi secara morfologi untuk kemudian dianalisis berdasarkan spesiesnya terhadap ukuran Panjang total, jenis kelamin dan jumlah. Analisis Hasil penelitian diperoleh jumlah belangkas sebanyak 86% spesies Tachypleus gigas dan 14% Carcinoscorpius rotundicauda. Distribusi panjang total T. gigas berkisar antara 14,795–48,045 cm dengan frekuensi individu terbesar pada interval 16,295–33,445 cm sebanyak 27 ekor. Sementara itu, panjang total C. rotundicauda tercatat antara 16,295–33,445 cm, dengan dominasi pada interval 30,015-33,445 cm sebanyak 7 ekor. Rasio perbandingan jantan dan betina diperoleh jenis T. gigas 1:1 dan C. rotundicauda 1:7. Stadia usia jenis T. gigas didominasi oleh Jantan dewasa 46 ekor, sementara betina dewasa 6 ekor dan betina belum dewasa sebanyak 44 ekor. Jenis C. rotundicauda tertangkap diperoleh betina dewasa 13 ekor, Jantan dewasa 2 ekor dan betina belum dewasa sebanyak 2 ekor. Berdasarkan hasil studi diharapkan dapat mendukung perumusan strategi konservasi dan pengelolaan belangkas yang bersinggungan dengan aktivitas penangkapan penangkapan di wilayah pesisir

    Changes in the Livelihood Environment of Fishermen in Tambak Lorok Village

    No full text
    This study explores the changes in the livelihood environment of fishermen in Tambak Lorok Village, a coastal community that has faced significant ecological, social, and economic transformations over the past decade. The research aims to analyze how environmental degradation, coastal reclamation, and climate change have affected fishermen’s sources of income, social structure, and adaptive capacity. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, participatory observation, and documentation involving local fishermen, community leaders, and related institutions. The findings reveal that shifts in marine ecosystems, reduced fish populations, and coastal pollution have directly disrupted traditional fishing patterns and decreased household income levels. In response, fishermen have adopted various adaptive strategies, including diversification of livelihoods through fish trading, aquaculture, and informal labor in nearby urban areas. Social networks and community solidarity continue to play a vital role in sustaining economic and emotional resilience, as reflected in cooperative activities and local support systems. However, limited access to capital, declining environmental quality, and inadequate policy support remain significant challenges. The study concludes that the livelihood transition among Tambak Lorok fishermen represents a dynamic interaction between environmental change and human adaptation. Strengthening sustainable coastal management, providing economic diversification programs, and integrating local participation into development planning are essential to ensure long-term resilience and livelihood security in coastal communities affected by environmental transformatio

    PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS OBSERVASI SAMPAH DI MANGROVE DOMPAK

    Full text link
    Permasalahan sampah laut di kawasan pesisir, termasuk ekosistem mangrove di Dompak, semakin memprihatinkan dengan dominasi sampah plastik dan keberadaan mikroplastik. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah mendorong perlunya kegiatan sosialisasi yang terarah dan berbasis data lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan sampah sekaligus melakukan observasi jenis sampah di ekosistem mangrove Dompak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman masyarakat, serta pengamatan langsung komposisi sampah ukuran makro dan mikro di lokasi penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre test dan post test, sedangkan uji N-Gain menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 66,67% pada kategori sedang. Observasi lapangan memperlihatkan bahwa sampah plastik mendominasi hingga 80% dari total komposisi sampah makro, sedangkan mikroplastik yang terdeteksi pada sedimen didominasi oleh tipe film sebesar 85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah, namun pencemaran plastik di ekosistem mangrove Dompak masih tinggi sehingga memerlukan tindak lanjut berupa aksi nyata dan penguatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan

    Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi Kerja, Dan Perilaku Karyawan Terhadap Kinerja Dan Disiplin Sebagai Variabel Moderator di PT. Vetco Gray Indonesia

    Full text link
    Creating good employee performance is not an easy task because, in reality, there are still employees who frequently encounter issues related to discipline and attendance at work. Considering the significant role and position of human resources in the Company’s business activities, a high level of work discipline is required. This study aims to examine the influence of job satisfaction, work motivation, and employee behavior on performance and discipline. The research method used is multiple linear regression analysis with a population of 170 employees and a sample of 119 employees. The results of the study show that the job satisfaction variable, when moderated by discipline, has a significant effect on performance. The work motivation variable, when moderated by discipline, also has a significant effect on performance. Furthermore, the employee behavior variable, after being moderated by discipline, demonstrates a significant influence on performanc

    The Effect of Welding Speed on the Welding Quality AISI 1020 and AISI 1050 Steel Using Shielded Metal Arc Welding Technology

    Full text link
    Material joining techniques are divided into two categories: similar joints and dissimilar joints. The difference in thermal cycles experienced by each material is the reason why dissimilar welding is more challenging than similar welding. The welding process that joins two materials with different properties is commonly used to improve effectiveness and efficiency in production, as well as to improve product quality. This trend has become popular in the manufacturing industry, including in the manufacture of tailor welded blanks, transportation vehicle frames such as aircraft, trains, and cars, as well as in the manufacture of public and private vehicle accessories such as aircraft panels and exhausts. The materials currently widely used in exploration are stainless steel combined with carbon steel, as well as a mixture of stainless steel and low carbon steel, which is quite challenging to weld but offers the advantages of higher strength, corrosion resistance, and lighter weight. This challenge can be overcome through liquid welding methods, one of which is the "SMAW (Shielded Metal Arc Welding)" technique. This study used variations in welding time at 5, 10, and 10 m/minute. Quality testing was carried out using visual tests, tensile tests, and impact tests, using AISI 1020 steel and AISI 1050 steel. Based on the test results, there was a significant difference in that the welds appeared to be shinier. The tensile strength results were in the form of average strain values for each specimen, which were 0.0705 mm, 0.0487 mm, and 0.1074 mm. The impact test results, which compared toughness values using a predetermined welding time variation of 16.5 joules, showed an average toughness value of 0.1948 J/mm²

    Systematic literature review: relational thinking ability in mathematics

    Full text link
    Research on relational thinking has been widely conducted; however, no analysis of these studies has been carried out so far. This research aims to analyze the distribution of research related to relational thinking in mathematics at elementary and high school levels, which was conducted from 2016 to April 2024. This study employs the Systematic Literature Review (SLR) method, focusing on articles indexed in Scopus, ERIC, ScienceDirect, and Google Scholar. The results of the Systematic Literature Review (SLR) show that: (1) there were 30 studies on relational thinking ability in mathematics conducted; (2) eight studies were conducted abroad, while 22 were conducted in Indonesia; (3) arithmetic was the most common topic in research on relational thinking; (4) the majority of studies on relational thinking ability have been carried out at the junior high school level; (5) of the 30 articles, 14 are indexed in Sinta, 7 in Scopus, and 9 are indexed only in Google Scholar; (6) there are two definitions of relational thinking used by researchers. These findings serve as a basis for determining future research topics related to relational thinking ability.

    PENGARUH IRADIASI UV-C PADA NILAI PROKSIMAT IKAN ASAP PINEKUHE

    Full text link
    Ikan asap pinekuhe merupakan produk khas sekaligus andalan dari Kepulauan Sangihe. Produk ini memiliki masa simpan kurang dari tiga hari, hal ini disebabkan proses pengolahannya masih menggunakan metode tradisional. Oleh karena itu, pengawetan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan masa simpan ikan asap pinekuhe. Sinar ultra violet tipe C telah lama dikenal sebagai salah satu metode pengawetan yang efektif dalam mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada bahan pangan. Selain berpengaruh pada pertumbuhan mikroba, pengaruh pada nilai proksimat pada Ikan asap pinekuhe perlu juga diketahui. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar UV-C terhadap nilai proksimat ikan asap pinekuhe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (Kontrol), B (radiasi 12 jam), C (radiasi 24 jam) dan D (radiasi 36 jam). Variabel pengujian pada penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar Protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu. Hasil pengujian kadar air dengan nilai terendah yaitu pada radiasi selama 36 jam dengan nilai rata-rata 45.19%. Hasil pengujian kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu paling tinggi terdapat pada radiasi selama 36 jam dengan nilai rata-rata secara berturut-turut 44.16%, 1,81%, 6.88%, 1.96%. Berdasarkan hasil pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa nilai kadar air menurun seiring dengan peningkatan lama radiasi, sebaliknya dengan kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu meningkat seiring dengan peningkatan lama radiasi.Ikan asap pinekuhe merupakan produk khas sekaligus andalan dari Kepulauan Sangihe. Produk ini memiliki masa simpan kurang dari tiga hari, hal ini disebabkan proses pengolahannya masih menggunakan metode tradisional. Oleh karena itu, pengawetan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan masa simpan ikan asap pinekuhe. Sinar ultra violet tipe C telah lama dikenal sebagai salah satu metode pengawetan yang efektif dalam mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada bahan pangan. Selain berpengaruh pada pertumbuhan mikroba, pengaruh pada nilai proksimat pada Ikan asap pinekuhe perlu juga diketahui. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar UV-C terhadap nilai proksimat ikan asap pinekuhe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (Kontrol), B (radiasi 12 jam), C (radiasi 24 jam) dan D (radiasi 36 jam). Variabel pengujian pada penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar Protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu. Hasil pengujian kadar air dengan nilai terendah yaitu pada radiasi selama 36 jam dengan nilai rata-rata 45.19%. Hasil pengujian kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu paling tinggi terdapat pada radiasi selama 36 jam dengan nilai rata-rata secara berturut-turut 44.16%, 1,81%, 6.88%, 1.96%. Berdasarkan hasil pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa nilai kadar air menurun seiring dengan peningkatan lama radiasi, sebaliknya dengan kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak dan kadar abu meningkat seiring dengan peningkatan lama radiasi

    Performa Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) Sederhana Tambak Udang Vaname di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan

    Full text link
    Intensifikasi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) tidak hanya meningkatkan produksi udang tetapi juga berdampak pada penurunan kualitas air buangan dari tambak udang ke perairan pantai. Pengadaan instalasi pengolahan air limbah pada outlet mbah budidaya udang menjadikan salah satu pilihan untuk mereduksi bahan pencemar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi IPAL dalam mereduksi kandungan fosfat, nitrat, total ammonia nitrogen (TAN), total organik matter (TOM) di tambak udang vaname Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Sebanyak dua kolam digunakan sebagai IPAL (IPAL1 dan IPAL2) dengan luas kolam masing-masing 2.054 m2 dari 12 kolam tambak udang vaname. Keberadaan IPAL di tambak dievaluasi dengan pengukuran kualitas air di empat stasiun yaitu outlet, kolam IPAL 1, kolam IPAL 2, dan main outlet atau aliran Sungai sebanyak tiga kali (Sebelum panen, panen parsial, dan panen total). Parameter kimia yang diukur pada penelitian ini yaitu yaitu pH, nitrat, fosfat, total ammonia nitrogen (TAN), alkalinitas, oksigen terlarut. Serta, mengamati pertembuhan parameter biologi yaitu total Vibrio count (TVC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas IPAL sederhana tidak efisien menurunkan nitrat (9%), pH (3%), alkalinitas (12%). Sedangkan salinitas (31%), DO (41%), fosfat (55%), dan TAN (61%), termasuk cukup efisien. Kelimpahan bakteri Vibrio meningkat 95% menuju day of care DOC 134 (panen total).Intensifikasi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) tidak hanya meningkatkan produksi udang tetapi juga berdampak pada penurunan kualitas air buangan dari tambak udang ke perairan pantai. Pengadaan instalasi pengolahan air limbah pada outlet mbah budidaya udang menjadikan salah satu pilihan untuk mereduksi bahan pencemar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi IPAL dalam mereduksi kandungan fosfat, nitrat, total ammonia nitrogen (TAN), total organik matter (TOM) di tambak udang vaname Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Sebanyak dua kolam digunakan sebagai IPAL (IPAL1 dan IPAL2) dengan luas kolam masing-masing 2.054 m2 dari 12 kolam tambak udang vaname. Keberadaan IPAL di tambak dievaluasi dengan pengukuran kualitas air di empat stasiun yaitu outlet, kolam IPAL 1, kolam IPAL 2, dan main outlet atau aliran Sungai sebanyak tiga kali (Sebelum panen, panen parsial, dan panen total). Parameter kimia yang diukur pada penelitian ini yaitu yaitu pH, nitrat, fosfat, total ammonia nitrogen (TAN), alkalinitas, oksigen terlarut. Serta, mengamati pertembuhan parameter biologi yaitu total Vibrio count (TVC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas IPAL sederhana tidak efisien menurunkan nitrat (9%), pH (3%), alkalinitas (12%). Sedangkan salinitas (31%), DO (41%), fosfat (55%), dan TAN (61%), termasuk cukup efisien. Kelimpahan bakteri Vibrio meningkat 95% menuju day of care DOC 134 (panen total)

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇