Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
76813 research outputs found
Sort by
Identifikasi Hasil Belajar Melalui Penggunaan Bahan Ajar di MAN Tanjungpinang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik di MAN Tanjungpinang melalui penggunaan bahan ajar yang diterapkan. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya keterkaitan mengenai kualitas bahan ajar yang digunakan dengan hasil belajar yang didapatkan oleh peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap seorang guru Biologi MAN Tanjungpinang dan dokumentasi yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan dokumen hasil belajar. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum merdeka. Fokus dalam penelitian ini meliputi antara lain (1) pengetahuan guru mengenai bahan ajar, (2) bahan ajar yang digunakan dalam mata pelajaran biologi, (3) kendala dalam mengembangkan bahan ajar, dan (4) hasil belajar peserta didik. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa bahan cetak yang digunakan berupa LKS dan buku teks. Adapun sebagai sumber belajar pendukung, guru juga memperbolehkan siswa berselancar di internet untuk mencari wawasan tambahan terkait materi yang sedang dipelajari karena bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran kurang efekti dibuktikan dengan hasil belajar siswa dari nilai Ujian Tengah Semester menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, terlihat dari nilai yang diperoleh dari ujian tengah semester peserta didik dengan rata-rata 41,3 yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal
Penerapan Argumentasi dan Bahan Ajar dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Biologi Mahasiswa
Teaching materials have a very crucial role in strengthening arguments during the biology learning process. With good teaching materials, information can be presented systematically and structured, making it easier for students to understand biological concepts and deepen their understanding of scientific principles. Scientific argumentation aimed at reaching a rational perpestive on science, scientific concepts, or elements within a scientific procedure.This study is experimental research employing a pretest-post-test control group design. The research was conducted with a population of 44 fifth-semester students majoring in biology education. The sample selection was performed using random sampling, consisting of two classes (experimental and control), the experimental class consisted of 22 students, and the control class consisted of 22 students. Research data on the application of argumentation and teaching materials in improving students\u27 understanding of biology material was obtained through pretest and posttest.for the research were collected through pretests and post-test, which included 10 questions with five argumentation indicators via the minimum structure essay test. The research findings demonstrated an enhancement in students\u27 ability to articulate their comprehension of the material when utilizing teaching materials compared to those who did not. As a result, it is recommended that the availability of teaching materials be applied in the learning process in other courses to help improve skills in understanding biological material in arguing including the presentation of claims, data, warrants, backing, and effective rebuttals in the learning process.
Analysis of Factors Affecting Employee Performance at PT. Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning
Every organization or company requires resources to achieve its objectives. Human resources are the most determining factor in every company, so it can be said that human resources are one of the main assets in a company to achieve corporate goals. PT. Pertamina Trans Kontinental focuses on offshore activities that assist offshore oil and gas exploration for lessees of ships owned by the company and third-party vessels. In carrying out its duties and functions, PT Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning is supported by human resources with the status of Organic Employees and Non-Organic Employees totaling 48 people. This company also runs business activities in the shipping and maritime service industry sector and realizes that customer service is the top priority, so the organization continues to strive to make its services more effective and efficient. In measuring the Factors that Influence Employee Performance at PT. Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning from 48 respondents with 5 (five) indicators, namely Barriers, Performance Expectations, Consequences, Feedback, and Individual Knowledge, Skills and Abilities. The data analysis used Descriptive Statistics. With the Likert scale, scores for each assessment were obtained with a score range of 1-5. Respondent answers varied with criteria: Strongly Agree, Agree, Neutral, Disagree, and Strongly Disagree. Based on the recapitulation of respondent responses for all indicators on the Factors that Influence Employee Performance at PT. Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning, the research results can be categorized as Strongly Agree
Fiscal Decentralization Policy and Its Impact on the Development of Underdeveloped Regions in South Sulawesi
Fiscal decentralization has been a key element of Indonesia’s regional autonomy policy, aiming to distribute authority and resources from the central to local governments to foster equitable development. Despite substantial increases in fiscal transfers through mechanisms such as the General Allocation Fund (DAU) and Special Allocation Fund (DAK), underdeveloped regions in South Sulawesi continue to face persistent development gaps in infrastructure, public services, and socioeconomic outcomes. This study aims to examine the implementation of fiscal decentralization policies and their impact on the development of underdeveloped districts in South Sulawesi, focusing on the interplay between fiscal transfers, local governance capacity, and geographic constraints. Using a qualitative library research method, data were collected from government regulations, official reports, statistical data, and scholarly literature, and analyzed through content analysis to identify key themes related to policy objectives, implementation, and development outcomes. The findings reveal that while fund allocation and disbursement rates are generally high, the developmental impact is constrained by weak budget planning, limited technical capacity, poor inter-agency coordination, and the dominance of routine expenditures over capital investments. Geographic challenges, particularly in remote and island districts, further inflate development costs and delay project completion. The study concludes that fiscal decentralization in South Sulawesi requires comprehensive reform, including differentiated allocation formulas, performance-based incentives, enhanced technical assistance, and stronger accountability mechanisms. Such measures are essential to ensure that fiscal decentralization achieves its intended goal of promoting inclusive, equitable, and sustainable regional development
Kelimpahan Ikan pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang
Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi.Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi
PERAN MEDIASI PENERAPAN E-WALLET QR-CODE TERHADAP PERILAKU PENGGUNA
Life continues to evolve in a more modern direction along with technological advancements. Digital transformation plays a crucial role in influencing consumer behavior and societal habits. In Indonesia, the financial sector leads in technological development, particularly in payment methods. The advancement of financial technology in Indonesia indicates that society has adapted and developed innovations in this field. In response to this growth, Bank Indonesia has introduced a policy to implement a single QR code that can be used across various payment applications, known as the Quick Response Indonesian Standard (QRIS). In payment methods, the QR Code functions as a connector between users and transaction services. One of the benefits of non-cash payment technology is improving the payment ecosystem and enhancing payment service efficiency across sectors. The objective of this study is to examine the mediating role of QR-Code E-Wallets on User Behavior. This research utilizes SmartPLS version 3.2 as an analytical tool, with SEM methodology and a quantitative survey technique. The findings indicate that performance expectancy, social influence, and hedonic motivation significantly influence the intention to use QR wallets. Additionally, performance expectancy and social influence have a positive and significant impact on User Behavior, while hedonic motivation has a positive but not significant effect on User Behavior. Furthermore, QR-Wallet intention can mediate the influence of hedonic motivation, performance expectancy, and social influence on User Behavior
STRATEGI NAFKAH KOMUNITAS NELAYAN DALAM MENGHADAPI VARIABILITAS IKLIM
Coastal communities face challenges in carrying out their fishing activities due to climate variability. The negative impacts of climate variability hinder fishing communities from carrying out their daily routines. This research aims to provide a description of the fishing community\u27s exposure to climate variability and analyze the forms of livelihood strategies implemented by the fishing community in dealing with climate variability. This research was conducted in the coastal area, precisely in Gampong Lhok Lamteungoh, Peukan Bada District, Aceh Besar Regency. Data collection was carried out through direct interviews and observations in the area where the fishing community lived, which was selected using purposive sampling. The research results showed that serious impacts were found due to climate variability on the fishing community in Gampong Lhok Lamteungoh, including: high rainfall, exposure to extreme winds, uncertain fishing seasons and vulnerable settlements due to being prone to flooding. Several forms of climate variability are detrimental to fishing communities in carrying out their activities. Therefore, in order for the fishing community to be able to maintain its existence, several forms of livelihood strategies are needed. The fishing community has developed several forms of livelihood strategies that are developed within the community, namely: intensification and extensification, livelihood diversification, and migration. The research results show that developing this livelihood strategy is an alternative solution for fishing communities facing climate variability. It is hoped that the government can provide assistance and solutions for fishing communities, especially when climate variability hits them
Professional Development Of EFL Teachers in Implementing Deep Learning-Oriented Kurikulum Merdeka
This study investigates the professional development and support systems required to enhance junior high school EFL teachers’ readiness in implementing the deep learning-oriented Kurikulum Merdeka in Bintan Regency, Indonesia. Employing a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis. Findings indicate that while teachers demonstrated moderate to high readiness in effort, willingness, and capacity, sustaining deep learning practices was constrained by limited professional development opportunities, infrastructural challenges, and insufficient systemic support. Teachers identified the need for continuous practice-based professional development, access to digital resources, peer collaboration through MGMP (teacher working groups) and school-based learning communities, and structured mentoring programs. Systemic supports such as improved infrastructure, manageable class sizes, and context-sensitive policy implementation were also considered crucial. The study underscores the importance of aligning professional development initiatives with the real-world challenges faced by teachers in diverse educational contexts, ensuring that the implementation of curriculum reform is both sustainable and equitable
Revitalisasi Rawa Pening sebagai Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal berbasis Potensi Eceng Gondok
Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu danau prioritas nasional yang mengalami kerusakan ekosistem akibat pertumbuhan Eceng gondok yang tidak terkendali. Eceng gondok selama ini dianggap sebagai gulma perairan karena menutupi permukaan air dan mengganggu kualitas lingkungan. Namun, di sisi lain, tanaman ini memiliki potensi besar jika dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyeimbangkan antara pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat sekitar Rawa Pening melalui pemanfaatan Eceng gondok sebagai sumber energi alternatif dan bahan baku produk ekonomi kreatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan komunitas, serta studi literatur guna mendukung penguatan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif warga dalam membentuk komunitas pengrajin, produksi biogas, dan pengolahan Eceng gondok menjadi kerajinan tangan, pakan ternak, pupuk organik, serta media bioremediasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penghasilan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada peningkatan solidaritas sosial serta pengurangan tekanan ekologis di kawasan danau. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah terciptanya model pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Kesimpulannya, revitalisasi Rawa Pening tidak hanya memulihkan fungsi ekologis danau, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan dan inklusif berbasis potensi lokal