Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
Not a member yet
    76813 research outputs found

    The Role of Carbon Emission Disclosure in Moderating Profitability and GCG on Firm Value in Indonesia

    Get PDF
    This study aims to examine the relationship between profitability and good corporate governance (GCG), measured through independent commissioners, institutional ownership, managerial ownership, and gender diversity, on firm value, with carbon emission disclosure as a moderating variable. This study employs the panel data regression method using a sample of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2023.  The findings suggest that profitability significantly enhances firm value, whereas independent commissioners and gender diversity have a negative impact. On the other hand, institutional ownership and managerial ownership do not show any effect. Additionally, carbon emission disclosure can positively moderate the relationship between independent commissioners, institutional ownership, and gender diversity with firm value. However, carbon emission disclosure negatively moderates the relationship between profitability and managerial ownership with firm value. The findings of this study can serve as a reference for companies in addressing environmental responsibility disclosures and provide recommendations for the government to consider policies regarding carbon emission disclosure in sustainability reporting

    Peningkatan keterampilan pengarsipan digital siswa sekolah menengah kejuruan dan implikasinya terhadap kebijakan pendidikan kejuruan

    Get PDF
    Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada dunia kerja, khususnya di bidang administrasi perkantoran. Keterampilan dalam pengarsipan digital menjadi kompetensi penting bagi siswa SMK jurusan Administrasi Perkantoran di Kota Jayapura agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja berbasis digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola dokumen digital dan menganalisis implikasinya terhadap pendidikan vokasi. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, melibatkan 61 siswa dari tiga kelas, dengan metode berupa workshop interaktif yang mencakup pembuatan dokumen resmi menggunakan Microsoft Word dan pengorganisasian file digital melalui Google Drive. Materi disampaikan melalui presentasi dan praktik langsung di laboratorium komputer. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan membandingkan hasil post-test praktik siswa di akhir sesi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan siswa setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar peserta (73,7%) mencapai nilai ≥70 pada post-test, meningkat tajam dibandingkan hasil pre-test. Peningkatan tampak pada kemampuan menyusun dokumen formal, menata folder secara sistematis, serta menggunakan Google Drive untuk menyimpan dan membagikan file. Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam membangun pemahaman dan keterampilan siswa terhadap pengarsipan digital, serta menunjukkan pentingnya integrasi keterampilan digital dalam kurikulum pendidikan vokasi untuk menjawab tantangan dunia kerja modern

    Peer Score Presentation in Non-English Department Classes: Investigating Students’ Perceptions to Boost Confidence

    Get PDF
    English is a required course during the first and second semesters learning in Vocational Higher Education in Indonesia. Recognizing the importance of future career demands, presentation skills are incorporated into the Semester Learning Plans as English for Specific Purposes. This research focuses on students\u27 perspectives regarding English learning through presentations regarding their own field particularly the implementation of peer scoring. Employing a qualitative descriptive approach, the study involved first-semester students at Politeknik Negeri Banjarmasin. One hundred and fifteen students of Banjarmasin State Polytechnic, Indonesia majoring in Mining Engineering (19 students), Civil Engineering (35 students) and Accounting (61 students) responded to a questionnaire, and ten students were interviewed, serving as voluntarily participants. Data collection method included a questionnaire administered via Google Form and interviews for triangulation. Students filled in the questionnaire after scoring their peer’s presentation. In scoring their peers, they used a presentation scoring rubric. Findings indicate a generally positive perception among students towards peer scoring presentations. Despite experiencing anxiety during preparation and delivery of presentation, students expressed high motivation and found the presentation experience rewarding as the scores not only from the lecturer but also from their peers. They worried to score at the beginning, but the scoring rubric help them guide along the process. Some students who commonly do not pay attention to the presenters in the presentation are now fully paying attention because they are in charge to score. Overall, students viewed presentation projects favorably, highlighting their potential to improve speaking performance and be a rater on their peers’ performance. The implication of this research is to highlight students’ ability to deliver a presentation as well as build their confidence in speaking activities

    PENGARUH DEGRADASI PELUMAS BEKAS MENGGUNAKAN TiO2/ZEOLIT TERHADAP KANDUNGAN Mg DAN Na SECARA FOTOLISIS

    Get PDF
    Used lubricants are one of the wastes included in B3 waste, used lubricants contain heavy metals that can pollute the environment and are harmful to living things. Used lubricants contain metals, namely Pb, Zn, Ca, Ba, Na and Mg which can damage vehicle engines. The application of the photolysis method using TiO2/Zeolite catalysts can degrade Mg and Na metals in used lubricants. This study aims to determine the effect of using TiO2/Zeolite catalysts on the degradation of used lubricants by the photolysis method. Analysis of Mg and Na metal content in used lubricants was measured using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Analysis of used lubricants before and after adsorption with Fourier Transform Infrared (FTIR). Characterization of TiO2/Zeolite before and after degradation using X-Ray Diffraction (XRD). The research obtained the optimum conditions for the degradation of Mg and Na metals in used lubricants, namely the optimum degradation time for Mg and Na metals is 15 minutes, the optimum amount of catalyst for degradation for Mg and Na metals is 0.4 grams, and the optimum volume of used lubricant for the degradation of Mg and Na metals is 10 mL with a large percentage of degradation of 83.37% Mg and 74.98% Na. Characterization of TiO2/Zeolite using XRD showed no change in the structure of TiO2/Zeolite. Based on these data, it can be said that the TiO2 catalyst supported by zeolite can be used to degrade Mg and Na metals in used lubricants. Characterization of used lubricants using FTIR showed a shift in wave numbers before and after degradation which indicated a degradation process.   Pelumas bekas merupakan salah satu limbah yang termasuk dalam limbah B3, pelumas bekas mengandung logam berat yang dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi makhluk hidup. Pelumas bekas mengandung logam yaitu Pb, Zn, Ca, Ba, Na dan Mg yang dapat merusak mesin kendaraan. Penerapan metode fotolisis dengan menggunakan katalis TiO2/Zeolit dapat mendegradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan katalis TiO2/Zeolit terhadap degradasi pelumas bekas dengan metode fotolisis. Analisis kandungan logam Mg dan Na pada pelumas bekas diukur dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Analisis pelumas bekas sebelum dan sesudah adsorpsi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR). Karakterisasi TiO2/Zeolit sebelum dan sesudah degradasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Dari penelitian ini diperoleh kondisi optimum untuk degradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas, yaitu waktu degradasi optimum untuk logam Mg dan Na adalah 15 menit, jumlah katalis optimum untuk degradasi logam Mg dan Na adalah 0,4 gram, dan volume pelumas bekas yang optimum untuk degradasi logam Mg dan Na adalah 10 mL dengan besar persen degradasi 83,37% Mg dan 74,98% Na. Karakterisasi TiO2/Zeolit dengan menggunakan XRD menunjukkan tidak adanya perubahan struktur TiO2/Zeolit. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa katalis TiO2 yang didukung oleh zeolit dapat digunakan untuk mendegradasi logam Mg dan Na pada pelumas bekas. Karakterisasi pelumas bekas menggunakan FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang sebelum dan sesudah degradasi yang mengindikasikan adanya proses degradasi

    Identifikasi  Hasil Belajar Melalui Penggunaan Bahan Ajar di MAN Tanjungpinang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik di MAN Tanjungpinang melalui penggunaan bahan ajar yang diterapkan. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya keterkaitan mengenai kualitas bahan ajar yang digunakan dengan hasil belajar yang didapatkan oleh peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap seorang guru Biologi MAN Tanjungpinang dan dokumentasi yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan dokumen hasil belajar. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum merdeka. Fokus dalam penelitian ini meliputi antara lain (1) pengetahuan guru mengenai bahan ajar, (2) bahan ajar yang digunakan dalam mata pelajaran biologi, (3) kendala dalam mengembangkan bahan ajar, dan (4) hasil belajar peserta didik. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa bahan cetak yang digunakan berupa LKS dan buku teks. Adapun sebagai sumber belajar pendukung, guru juga memperbolehkan siswa berselancar di internet untuk mencari wawasan tambahan terkait materi yang sedang dipelajari karena bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran kurang efekti dibuktikan dengan hasil belajar siswa dari nilai Ujian Tengah Semester menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, terlihat dari nilai yang diperoleh dari ujian tengah semester peserta didik  dengan rata-rata 41,3 yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal

    Penerapan Argumentasi dan Bahan Ajar dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Biologi Mahasiswa

    Get PDF
     Teaching materials have a very crucial role in strengthening arguments during the biology learning process. With good teaching materials, information can be presented systematically and structured, making it easier for students to understand biological concepts and deepen their understanding of scientific principles. Scientific argumentation aimed at reaching a rational perpestive on science, scientific concepts, or elements within a scientific procedure.This study is experimental research employing a pretest-post-test control group design. The research was conducted with a population of 44 fifth-semester students majoring in biology education. The sample selection was performed using random sampling, consisting of two classes (experimental and control), the experimental class consisted of 22 students, and the control class consisted of 22 students. Research data on the application of argumentation and teaching materials in improving students\u27 understanding of biology material was obtained through pretest and posttest.for the research were collected through pretests and post-test, which included 10 questions with five argumentation indicators via the minimum structure essay test. The research findings demonstrated an enhancement in students\u27 ability to articulate their comprehension of the material when utilizing teaching materials compared to those who did not. As a result, it is recommended that the availability of teaching materials be applied in the learning process in other courses to help improve skills in understanding biological material in arguing including the presentation of claims, data, warrants, backing, and effective rebuttals in the learning process.

    Analysis of Factors Affecting Employee Performance at PT. Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning

    Get PDF
    Every organization or company requires resources to achieve its objectives. Human resources are the most determining factor in every company, so it can be said that human resources are one of the main assets in a company to achieve corporate goals. PT. Pertamina Trans Kontinental focuses on offshore activities that assist offshore oil and gas exploration for lessees of ships owned by the company and third-party vessels. In carrying out its duties and functions, PT Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning is supported by human resources with the status of Organic Employees and Non-Organic Employees totaling 48 people. This company also runs business activities in the shipping and maritime service industry sector and realizes that customer service is the top priority, so the organization continues to strive to make its services more effective and efficient. In measuring the Factors that Influence Employee Performance at PT. Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning from 48 respondents with 5 (five) indicators, namely Barriers, Performance Expectations, Consequences, Feedback, and Individual Knowledge, Skills and Abilities. The data analysis used Descriptive Statistics. With the Likert scale, scores for each assessment were obtained with a score range of 1-5. Respondent answers varied with criteria: Strongly Agree, Agree, Neutral, Disagree, and Strongly Disagree. Based on the recapitulation of respondent responses for all indicators on the Factors that Influence Employee Performance at PT. Pertamina Trans Kontinental Marine Regional I Sungai Pakning, the research results can be categorized as Strongly Agree

    Fiscal Decentralization Policy and Its Impact on the Development of Underdeveloped Regions in South Sulawesi

    Get PDF
    Fiscal decentralization has been a key element of Indonesia’s regional autonomy policy, aiming to distribute authority and resources from the central to local governments to foster equitable development. Despite substantial increases in fiscal transfers through mechanisms such as the General Allocation Fund (DAU) and Special Allocation Fund (DAK), underdeveloped regions in South Sulawesi continue to face persistent development gaps in infrastructure, public services, and socioeconomic outcomes. This study aims to examine the implementation of fiscal decentralization policies and their impact on the development of underdeveloped districts in South Sulawesi, focusing on the interplay between fiscal transfers, local governance capacity, and geographic constraints. Using a qualitative library research method, data were collected from government regulations, official reports, statistical data, and scholarly literature, and analyzed through content analysis to identify key themes related to policy objectives, implementation, and development outcomes. The findings reveal that while fund allocation and disbursement rates are generally high, the developmental impact is constrained by weak budget planning, limited technical capacity, poor inter-agency coordination, and the dominance of routine expenditures over capital investments. Geographic challenges, particularly in remote and island districts, further inflate development costs and delay project completion. The study concludes that fiscal decentralization in South Sulawesi requires comprehensive reform, including differentiated allocation formulas, performance-based incentives, enhanced technical assistance, and stronger accountability mechanisms. Such measures are essential to ensure that fiscal decentralization achieves its intended goal of promoting inclusive, equitable, and sustainable regional development

    Kelimpahan Ikan pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang

    Get PDF
    Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi.Padang lamun memilki berbagai peranan dalam kehidupan ikan merupakan daerah asuhan, sebagai tempat mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan relatif ikan di ekosistem padang lamun dan menganalisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Perairan Pulau Terkulai Kota Tanjungpinang. Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan cara purposive sampling terbagi menjadi 4 stasiun yang terletak di bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan perairan Pulau Terkulai. Metode transek garis untuk pengambilan data lamun dan pengambilan data ikan dengan menggunakan jaring insang hanyut (gill net). Hasil penelitian mendapatkan total jumlah individu ikan sebanyak 74 individu terdiri dari 12 spesies, jenis ikan yang paling banyak ditemui setiap stasiun ialah Gerres oyena, Siganus javus dan Valamugil buchananii. Struktur komunitas ikan pada daerah padang lamun di perairan Pulau Terkulai menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) di stasiun 1,2,3 dan 4 pengamatan tergolong tinggi yang berarti tingkat kestabilan komunitas tinggi, nilai indeks keseragaman (E) yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 0,95, pada stasiun 2 diperoleh sebesar 0,94 Nilai ini mendekati 1 yang berarti bahwa jumlah individu di setiap spesies hampir sama stasiun 3 sebesar 0,69 dan stasiun 4 sebesar 0,48 nilai tersebut mendekati 0 yang berarti adanya jumlah individu yang terkonsentrasi pada satu atau beberapa jenis. Nilai indeks domiansi (C) pada masing-masing stasiun tidak ada yang mendominasi. Kerapatan padang lamun Perairan Pulau Terkulai tertinggi ditemukan pada Stasiun I dan terendah ditemukan pada Stasiun III, dengan kondisi tutupan berada dalam kondisi sedang. Hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Pulau Terkulai ini memiliki hubungan positif antara kerapatan lamun dengan kelimpahan ikan dengan tingkat hubungan sangat kuat, yang berarti semakin tinggi kerapatan lamun maka keanekaragaman ikan semakin tinggi

    2,248

    full texts

    76,813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Maritim Raja Ali Haji Pusat Jurnal Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇