eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
SEBARAN KATA KUNCI TIGA JURNAL PERPUSDOKINFO TERAKREDITASI SINTA DI INDONESIA PERIODE 2017 - 2021
Belum adanya kajian tentang sebaran kata kunci di jurnal Perpusdokinfo di Indonesia, mendorong dilakukannya penelitian tentang sebaran kata kunci khususnya di BACA, Khizanah Al Hikmah (KAH), dan Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPK) periode 2017 – 2021. Penelitian dilakukan dengan metode bibliometri, dengan tujuan untuk mengetahui 1) Jumlah artikel yang diterbitkan BACA, KAH, dan JIIPK; 2) Penulis yang berkontribusi ;3) Kata kunci yang dibuat penulis BACA, KAH, dan JIKP; 4) Topik penelitian dari kata kunci terbanyak di BACA, KAH, dan JIIKP; 5) Topik penelitian berdasarkan jumlah keseluruhan kata kunci terbanyak dari 3 jurnal. Pengunpulan data dilakukan dari sumber data masing- masing jurnal, yaitu; BACA, https://jurnalbaca.pdii.lipi.go.id/ index.php/baca, KAH, dengan alamat journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah dan JIIPK adalah jipk.ui.ac.id/index.php/jipk. Hasil penelitian: 1) Artikel di BACA 93 judul, 99 judul untuk KAH, dan JIPK 60 judul; 2) Penulis untuk BACA adalah 220 orang, KAH 217 orang, dan JIPK 127 orang; 3). Jumlah kata kunci BACA adalah 423, KAH 297, dan 264. 4). Topik penelitian terbanyak BACA adalah academic library (10 kali), KAH adalah bibiliometrics (14 kali), dan JIPK adalah information (3 kali).5) Secara keseluruhan penelitian terbanyak berdasarkan kata kunci adalah, Bibliometrics (17 kali), academic library, (10 kali), dan Information, Information needs, dan Information retrieval, masing – masing 5 kali. Kesimpulan penelitian adalah, jumlah artikel, penulis, dan kata kunci terbanyak dipegang oleh BACA. Penelitian terbanyak di BACA berkaitan dengan academic library, bibliometric paling banyak diteliti di KAH, dan information paling banyak diteliti di JIPK.The absence of astudy on the distribution of keywords in LIS journals in Indonesia has prompted research on the distribution of keywords, especially in BACA, Khizanah al Hikah (KAH), and Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPK), for the 2017-2022 period. The research was conducted with bibliometric method, with the aim of to find out: 1) Number of articles published by BACA, KAH and JIPK; 2) Authors who contributed; 3) Keywords created by the authors were BACA, KAH, and JIPK; 4) Research topics from 3 journals. Data collection is carried out from data sources for each journl, namely BACA, https://jirnalbaca.pdii.lipi.go.od/index.php/baca, KAH, with the address journal.uinalauddin.ac.id/ index.php/khizanah-al-hikmah and JIPK is ui.aac.id/index.php/jipk. Researh results:1) Articles in BACA have 93 titles, 99 titles for KAH, and 60 titles for JIPK; 2) Authors for BACA are 220 people, KAH 217 people, and JIPK 127 people; 3) The number of keywords BACA is 423, KAH 297, and JIPK 264. 4) The research topic with the most BACA is academic library (10 times), KAH is bibliometrics (14 times), and JIPK is information (3 times). 5) Overall, it is known that the most rserach based on keywords is bibliometrics (17 times), academic library (10 times), and information, information needs, information retrieval each 5 times. The conclusion is , that during 2017 – 2021, the highest number of articles, authors, and keywords is held by BACA. Most of the research at BACA is related to the academic library, bibliometrics is the most studied at KAH, and the most researched information is at JIP
ANALISIS TUTUPAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG KECIL DAN PULAU KELAPA, KEPULAUAN SERIBU
Terumbu karang adalah ekosistem di perairan laut yang berperan penting untuk keberlangsungan hidup biota ikan dan biota-biota lainnya. Pertumbuhan terumbu karang memerlukan kualitas perairan yang baik dengan melihat kondisi kecerahan, suhu dan salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tutupan terumbu karang di perairan Pulau Panjang Kecil dan Pulau Kelapa yang terletak di Kepulauan Seribu, dengan mengolah data persentase tutupan, keanekaragaman dan dominasi terumbu karang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Underwater Photo Transek (UPT), kemudian dianalisa dengan Coral Point Count with Excel extentions (CPCe). Hasil penelitian menunjukkan persentase tutupan karang di Pulau Panjang Kecil adalah 34,98% dan di Pulau Kelapa 23,29 %. Nilai indeks keanekaragaman di kedua pulau ini 1,06 dan 1,09 serta dominasi karang adalah 0,12 dan 0,24
KELAUTAN BERBASIS BIG DATA DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0
Dalam era industri 4.0, teknologi informasi dan komunikasi memegang peran yang sangat penting, tanpa terkecuali di sektor kelautan, dimana Big Data menjadi salah satu teknologi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam bidang perikanan tangkap, budidaya, dan jasa logistik. Dalam makalah ini akan dibahas tentang peran Big Data dalam menghadapi era industri 4.0 di sektor kelautan Indonesia, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam menerapkan Big Data dalam sektor tersebut. Selain itu, juga akan dibahas tentang manfaat dan penerapan Big Data dalam bidang perikanan budidaya dan logistik pelayaran serta kendala dalam mengimplementasikannya. Secara keseluruhan, makalah ini membahas tentang potensi dan pentingnya Big Data dalam menunjang pembangunan sektor kelautan Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0
PERAN MASYARAKAT SIPIL DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PESISIR
Sumber daya pesisir dan lautan memiliki potensi yang berlimpah di Indonesia. Beragam manfaat mulai dari sebagai sumber bahan pangan, ekosistem terumbu karang dan biota laut, penyimpanan sumber energi dan mineral, pariwisata, dan sebagainya. Melimpahnya potensi tersebut menyebabkan pertumbuhan penduduk khususnya di daerah pesisir pun semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan penduduk tersebut tekanan terhadap lingkungan pesisir tidak dapat dihindarkan dan menjadikan pesisir rentan terhadap kerusakan. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan upaya baik dari pemerintah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran masyarakat sipil dalam pengelolaan lingkungan pesisir. Metode penelitian dengan kajian Pustaka. Pengelolaan lingkungan pesisir dengan melibatkan masyarakat atau dapat disebut juga pengelolaan berbasis masyarakat (PBM) telah banyak dilakukan di beberapa daerah, seperti di daerah Bali, Aceh, maupun Teluk Ambon Dalam. Dalam beberapa penelitian yang dilakukan di daerah tersebut diketahui beberapa masyarakat telah ikut terlibat dan berpartisipasi dalam pengelolaan pesisir, meskipun belum sepenuhnya seluruh tahapan berjalan dengan baik karena beberapa alasan
STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI WILAYAH PESISIR
Indonesia dengan lebih dari 60% wilayah laut yang luas terbentang dari Sabang hingga Merauke memiliki banyak keanekaragaman sumber daya perairan yang sangat kaya. Salah satunya adalah terumbu karang yang harus dijaga kelestariannya. Terumbu karang adalah salah satu ekosistem laut dan pesisir yang memiliki peranan penting karena memiliki nilai ekologi dan ekonomi yang tinggi. Tingginya nilai-nilai tersebut membuat keberadaan ekosistem terumbu karang menjadi terancam akibat penyebab antropogenik seperti polusi yang mencemari perairan, aktivitas penangkapan ikan yang melebihi kapasitas, eutrofikasi, praktik penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Rusaknya ekosistem terumbu karang tidak hanya menurunkan kuantitas dan kualitas terumbu karang, tetapi juga mengurangi jumlah organisme lain yang berinteraksi dan hidup di sekitar terumbu karang. Untuk menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan berupa kebijakan dalam perlindungan dan pengelolaan terumbu karang serta organisme laut untuk melindungi lingkungan laut dari pengaruh yang merugikan
AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUMBUHAN DARAT DAN PESISIR DARI SULAWESI SELATAN TERHADAP PENYAKIT VIBRIO
Salah satu alternatif penanganan penyakit bakteri Vibrio sp. adalah dengan penggunaan bahan bioaktif alami dari tumbuhan yang dapat menggantikan peran antibiotik Penelitian bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri tumbuhan darat dan pesisir dari Sulawesi Selatan terhadap bakteri Vibrio sp.. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2018, dengan pengambilan sampel uji di daerah Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan sampel, maserasi sampel, partisi, dan uji aktivitas antibakteri. Sampel yang diuji sebanyak 30 sampel yang berasal dari 26 jenis tanaman dengan konsentrasi 500 µg/mL dan 1000 µg/mL. Jenis vibrio yang digunakan adalah V. parahaemolitycus, V. harveyii, dan V. alginolitycus. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan zona hambat yang terbentuk. Berdasarkan hasil uji aktivitas antibakteri dari crude ekstrak ditemukan enam sampel yang memiliki aktivitas anti-vibrio. yaitu daun sukun, kulit buah sukun, kulit batang sukun. daun jara, daun avicennia, dan daun miana, dengan masing-masing nilai aktivitas sebesar 12 mm, 10 mm, 9 mm, 12,5 mm, 16 mm, dan 19 mm. Aktivitas antibakteri tertinggi dihasilkan oleh crude ekstrak daun miana pada fraksi etanol sebesar 23-24 mm.One alternative treatment for the bacterial disease is Vibrio sp. with natural bioactive ingredients from plants that can replace the role of antibiotics. The research aimed to analyze the antibacterial activity of miana leaves against Vibrio sp. The research was carried out from April to August 2018, by taking test samples in the South Sulawesi area. The study was conducted using an experimental method with several stages, sample preparation, sample maceration, partitioning, and antibacterial activity test. The samples tested were 30 samples from 26 types of plants with concentrations of 500 µg/mL and 1000 µg/mL. The types of vibrios used were V. parahaemolitycus, V. harveyii, and V. alginolitycus. Data analysis was carried out qualitatively based on the inhibition zones formed. Based on the results of the antibacterial activity test of the crude extract, it was found that six samples had anti-vibrio activity namely breadfruit leaves, breadfruit skin, breadfruit bark. Jara leaves, Avicennia leaves, and Miana leaves, with activity values of 12 mm, 10 mm, 9 mm, 12.5 mm, 16 mm, and 19 mm, respectively. Crude miana leaf extract had the highest antibacterial activity 23-24 mm ethanol production
KEARIFAN LOKAL “SEGELURUNG” SEBAGAI INOVASI UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN DI PEDESAAN
Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya perikanan air tawar yang melimpah. Angka konsumsi ikan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022 yaitu 46,04 kilogram per kapita per tahun masih kesulitan dalam mengejar target konsumsi ikan secara nasional 56,48 kilogram per kapita per tahun. Makanan olahan terbuat dari ikan yang dapat diawetkan menjadi cara meningkatkan angka konsumsi ikan. Salah satu cara tradisional pengawetan ikan di pedesan dilakukan dengan cara pengasapan. Metode pengasapan ikan telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang diturunkan secara turun-temurun di banyak masyarakat pedesaan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan segelurung sebagai produk kearifan lokal dapat menjadi sebuah inovasi untuk mendukung kebijakan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan, yaitu studi literatur, survei, dan wawancara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada masyarakat Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Segelurung adalah suatu metode tradisional dalam pengawetan ikan air tawar dengan cara memberikan bumbu rempah-rempah sebelum proses pengasapan untuk memberikan rasa pedas gurih dan aroma khas. Segelurung digunakan untuk memperpanjang umur simpan ikan air tawar.Integrasi kearifan lokal segelurung dengan kebijakan pangan ketahanan, kesejahteraan masyarakat, dan faktor lainnya memiliki peluang yang besar. Dengan mengoptimalkan potensi segelurung sebagai inovasi dalam pengolahan produk perikanan, dapat terjadi sinergi antara kebijakan pemerintah, pelestarian budaya, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengembangan sektor perikanan lokal. Kearifan lokal segelurung dapat menjadi bagian dari kebijakan ketahanan pangan, terutama dalam upaya meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas pangan di pedesaan. South Sumatra Province has abundant potential in freshwater fisheries resources. The per capita fish consumption in South Sumatra in 2022 was recorded at 46.04 kilograms per year, which still falls short of the national target of 56.48 kilograms per capita per year. Processed food made from fish, which can be preserved, becomes a way to increase fish consumption. One traditional method of fish preservation in rural areas is through smoking. The smoking method has been part of local wisdom that has been passed down through generations in many rural communities. This study aims to describe "segelurung" as a product of local wisdom that can be an innovation to support food security policies and improve the well-being of the community. The study utilizes three approaches: literature review, surveys, and in-depth interviews. Data is collected through in-depth interviews with communities in Pali Regency, South Sumatra. The data is analyzed using a qualitative approach and presented descriptively. Segelurung is a traditional method of preserving freshwater fish by adding spices before the smoking process, giving it a spicy and savory taste with a unique aroma. Segelurung is used to extend the shelf life of freshwater fish. The integration of local wisdom, segelurung, with food security policies, community well-being, and other factors presents significant opportunities. By optimizing the potential of segelurung as an innovation in fish product processing, there can be synergy between government policies, cultural preservation, improving community well-being, and developing the local fisheries sector. Local wisdom, segelurung, can be part of food security policies, especially in efforts to improve the availability and accessibility of food in rural areas
ASSESSMENT OF SEA CUCUMBER FISHERY IN THE MULLAITIVU COASTAL WATERS IN NORTH-EAST, SRI LANKA
The sea cucumber is one of the key export-oriented fishery resources in Sri Lanka. There are some evidences for overexploitation of most of the sea cucumber species in the shallow coastal waters. The present study was undertaken with the aim of understanding the status of the sea cucumber fishery in the Mullaitivu district in the North-east Coast of Sri Lanka and to carry out a stock assessment on the key sea cucumber species presently harvested from this area. To achieve this objective, the sea cucumber fishing season in 2019 (March – August) was based and the personal logbook records of the 12 sea cucumber collectors were used as the primary data source. Two species, Bohadschia vitiensis and Holothuria spinifera were dominant contributing 83 % and 16 % to the total catch respectively. The average Catch Per unit Effort (CPUE) during the fishing season in 2019 was 178±224 individuals boat-1day-1 and a sharp decline in the average monthly CPUE of both species was observed towards the end of the fishing season. The stock of the B. vitiensis in the Mullaitivu fishing ground was assessed using the depletion method. The initial stock size of B. vitiensis at the onset of the fishing season was estimated at 432,549 individuals and more than 90 % of the initial stock had been fished by the end of the fishing season. The study revealed that the stock of B. vitiensis along with other recorded species in the Mullaitivu waters is at a high risk at present.