eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    Mutu Ekspor Pengolahan Ikan Tuna (Thunnus sp.) Cube Beku

    Get PDF
    Ikan tuna merupakan salah satu potensi ikan laut yang melimpah di Indonesia dan memiliki permintaan yang tinggi di pasar internasional. Salah satu upaya untuk memberikan nilai tambah tuna yaitu dilakukan pengembangan produk atau diversifikasi seperti tuna cube beku. PT. RST merupakan suatu perusahaan perikanan yang bergerak dalam bidang penanganan dan pengolahan produk tuna beku dengan skala ekspor yang berada di daerah Muara Baru, Jakarta. Salah satu produk yang diekspor adalah tuna cube beku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengolahan tuna cube beku, mutu, suhu, rendemen, produktivitas, dan penerapan kelayakan dasar. Metode pengambilan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, jurnal, referensi, dan dokumen. Hasil pengujian mutu organoleptik bahan baku ikan tuna beku dan sensori produk akhir tuna cube sebesar 8. Hasil penerapan rantai dingin masih memenuhi standar suhu perusahaan. Hasil pengujian mutu mikrobiologi dan histamin mendapat nilai tidak melebihi batas SNI dan masih dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi. Hasil pengamatan rendemen pada tahap pemotongan kepala dan penyiangan 88,96±1,67%, tahap pembentukan loin 79,09±3,28% dan tahap pembentukan cube 7,44±0,75%. Hasil pengamatan produktivitas pada tahapan pemotongan kepala dan penyiangan adalah 570,24±67,36 kg/jam/orang, tahap pembentukan loin 405,34±79,08 kg/jam/orang, dan pembentukan cube 9,71±1,30 kg/jam/orang. Hasil Penilaian Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) yang mengacu pada Permen KP No. 17 tahun 2019 memperoleh rating A (Baik sekali) dengan terdapat 2 (dua) penyimpangan minor

    ANALISIS KESESUAIAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN TEGAL BERDASARKAN KEPMEN-KP-NOMOR 52-A-2013

    Get PDF
    Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan salah satu prasarana yang menunjang kegiatan perikanan serta meningkatkan pendapatan di Kabupaten Tegal. Di Kabupaten Tegal terdapat dua TPI yaitu TPI Larangan dan TPI Suradadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi standar kondisi prasarana dan menganalisa kesesuaian TPI di Kabupaten Tegal berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 52 A Tahun 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 di Desa Munjung Agung dan Desa Suradadi dengan menggunakan metode deskriptif. Untuk menganalisis kesesuaian TPI di Kabupaten Tegal digunakan analisis skor dengan mengamati kondisi fisik TPI dan membandingkannya dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 52 A Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas sarana dan prasarana TPI di Kabupaten Tegal khususnya TPI Larangan dan TPI Suradadi dalam kategori cukup memenuhi syarat dengan presentase 64% untuk TPI Larangan dan 63% untuk TPI Suradadi. Skor yang diperoleh TPI Larangan untuk kriteria tempat pendaratan ikan yaitu 1,9 dan skor 1,8 pada kriteria tempat pemasaran ikan. Sedangkan untuk TPI Suradadi skor yang didapat 1,9 dalam kriteria tempat pendaratan ikan dan skor 1,8 utuk kriteria tempat pemasaran ikan. Beberapa fasilitas TPI perlu untuk ditingkatkan seperti fasilitas sanitasi, tempat pembuangan limbah cair, dan kebersihan serta ketertiban pengguna TPI menjadi aspek yang harus diperhatikan.Fish Auction Centers (TPI) play a crucial role in supporting fishing activities and enhancing revenue in Tegal Regency. Within Tegal Regency, there are two TPIs: TPI Larangan  and TPI Suradadi. This study aims to identify the standard conditions of facilities and analyze the suitability of TPIs in Tegal Regency based on the Minister of Marine Affairs and Fisheries Decree Number 52 A Year 2013. The research was conducted in September 2022 in the villages of Munjung Agung and Suradadi, using a descriptive methodology. To assess the suitability of TPIs in Tegal Regency, a scoring analysis was used by examining the physical conditions of the TPIs and comparing them with the Minister of Marine Affairs and Fisheries Decree of the Republic of Indonesia Number 52 A Year 2013. The research findings reveal that several facilities and infrastructure of TPIs in Tegal Regency, particularly TPI Larangan and TPI Suradadi, fall within the category of meeting the minimum requirements with a percentage of 64% for TPI Larangan and 63% for TPI Suradadi. The score obtained for TPI Larangan regarding the criteria for fish landing sites is 1.9, and the score is 1.8 for the fish marketing site criteria. Meanwhile, for TPI Suradadi, the score obtained is 1.9 for fish landing site criteria and 1.8 for fish marketing site criteria. Some TPI facilities need improvement, such as sanitation facilities, liquid waste disposal areas, and the cleanliness and orderliness of TPI users, which must be considered as crucial aspects

    EFEKTIVITAS EKSTRAK Solanum ferox DALAM MENINGKATKAN RESPONS KEKEBALAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) TERHADAP INFEKSI Edwardsiella tarda

    Get PDF
    Bakteri Edwardsiella tarda yang menginfeksi ikan patin dapat menyebabkan kematian hingga 80%. Terong asam (Solanum ferox) mengandung senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak S. ferox terhadap respons imun ikan patin jambal (Pangasius djambal) serta memperoleh dosis optimum untuk penanggulangan bakteri E. tarda. Metode yang dilakukan adalah eksperimen  dengan  rancangan acak lengkap  (RAL)  dengan  empat perlakuan  dosis ekstrak terong  asam (0, 300, 600, dan 900 ppm) serta kontrol (perendaman antibiotik komersial) dengan tiga ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah ikan patin jambal berukuran 14-16 cm sebanyak 150 ekor. Perlakuan diberikan dengan perendaman ikan uji dalam larutan uji selama 7 hari. Parameter uji antara lain gejala klinis, total eritrosit, total leukosit, diferensial leukosit, aktivitas fagositosis, prevalensi, pertumbuhan bobot mutlak, dan  kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ikan patin jambal dalam larutan ekstrak S. ferox meningkatkan respons imun ikan patin jambal yang terinfeksi E. tarda..  Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak S. ferox dosis 600 ppm secara efektif meningkatkan aktifitas fagositosis yang kemudian mengoptimalkan respons imun dan profil darah ikan patin jambal. Infection of Edwardsiella tarda bacteria in farmed catfish could lead to mass mortality of up to 80% of the fish. Sour eggplant (Solanum ferox) contains antibacterial compounds which are capable of inhibiting the growth of bacteria and can kill infectious bacteria. The study aimed to determine the effect of S. ferox extract on the immune response of catfish (Pangasius djambal) and obtain its optimum dose to control the infection of E. tarda. The study used an experimental trial in which treatments were arranged in a completely randomized design (CRD) consisting of four treatment doses of sour eggplant extract (0, 300, 600, and 900 ppm) and control (immersion of commercial antibiotic) with three replicates. The test fish used were 150 catfish with a length of 14-16 cm. The treatments were applied by soaking the test fish in the test solutions for 7 days. The measured parameters included clinical symptoms, total erythrocytes, total leukocytes, leukocyte differential, phagocytic activity, prevalence, absolute weight growth, and survival. The results showed that the immersion of catfish in S. ferox extract solution increased the immune responses of catfish infected by E. tarda.  The results of this study concluded that S. ferox extract at a dose of 600 ppm effectively increases phagocytic activity which then optimizes the immune response and blood profile of catfish

    Back Matter Vol. 19 No. 1

    No full text

    IDENTIFICATION OF BACTERIUM Escherichia coli IN PELAGIC AND DEMERSAL FISH BY CULTURE AND POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) METHODS

    Get PDF
    Fish is a commodity that easily and quickly decomposes (high perishable food), therefore, since being caught from the sea, it requires fast, clean, careful and cool handling so that when it is distributed or marketed to fish consumers in fresh condition and maintained quality. The large number of pelagic fish and demersal fish exported to foreign countries requires that the exported fish be tested for its content, especially for microbial contamination, one of which is Escherichia coli contamination. The purpose of this study was to identify Escherichia coli bacteria in Pelagic and Demersal fish using culture and Polymerase Chain Reaction (PCR) methods. Identification of E. coli bacteria used two methods, namely the culture method and PCR using the lacZ gene primer. The results showed that the use of culture and PCR testing methods in identifying E. coli bacteria in demersal and pelagic fish showed the same results, namely 7 (47%) positive samples containing E. coli contamination with the same sample code and exceeding the limit for bacterial E contamination. coli according to SNI 2729:2013 regarding fresh fish, namely <3 APM/g

    KARAKTERISTIK PERIKANAN DAN KEBERAGAMAN JENIS IKAN DEMERSAL HASIL TANGKAPAN NELAYAN GILI IYANG KABUPATEN SUMENEP

    Get PDF
    Kabupaten Sumenep sebagai salah satu kabupaten yang berada di WPP 712 memiliki nilai hasil perikanan terbesar. Pulau Gili Iyang di Kecamatan dungkek merupakan salah satu kecamatan yang mempunyai potensi terbesar. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh informasi tentang gambaran umum, jenis, dan proporsi ikan hasil tangkapan nelayan Gili Iyang. Data Primer diperoleh dengan cara melakukan observasi langsung dan wawancara kepada nelayan, sedangkan data sekunder dari literatur yang relevan dengan judul penelitian. Penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling terhadap 17 nelayan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif. Nelayan di Pulau Gili Iyang tergolong nelayan tradisional skala kecil menengah dengan ukuran kapal 4-10 GT, menggunakan alat tangkap dropline, lama melaut 3-7 hari, jumlah ABK 2-4 orang, modal dalam sekali melaut 1-5 juta rupiah dengan rata-rata total tangkapan 300-500kg. Daerah penangkapan ikan di WPP 712 dan 713 dengan kedalaman air ≥100meter. Nelayan Pulau Gili Iyang tergolong kategori dedicated, periode aktif melaut dalam setahun adalah 7-8 bulan. Metode pembagian upah merupakan bagi hasil antara pemilik kapal dan pekerja. Hasil penelitian mengidentifikasi 17 jenis ikan demersal yaitu Lutjanus malabaricus 20%, Lutjanus erythropterus 15%, Lutjanus sebae 4%, Lutjanus argentimaculatus 5%, Lutjanus johnii 1%, Lutjanus vitta 2%, Pinjalo pinjalo 4%, Pristipomoides mutidens 17%, Pristipomoides typus 3%, Epinephelus areolatus 6%, Epinephelus bleekeri 1%, Cephalopholis sonnerati 5%, Plectropomus maculatus 3%, Plectropomus leopardus 2%, Lethrinus lentjan 4%, Gymnocranius grandoculis 2%, Argyrops spinifer 2%, dan ikan jenis lain 4%. Manajemen perikanan tangkap perlu ditingkatkan untuk akses permodalan, bantuan fasilitas dan teknologi, serta kebijakan yang memihak terhadap nelayan

    Front Matter

    No full text

    Pengaruh Penambahan Larutan Kencur (Kaempferia galanga) Pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Lele (Clarias sp)

    No full text
    Pada kegiatan budidaya penggunaan suplemen pakan sangat diperlukan untuk meningkatkan nutrisi pada pakan sehingga memberikan pertumbuhan yang maksimal. Salah satu tanaman herbal dari bahan rempahrempah yang cocok dijadikan suplemen dalam pakan adalah kencur. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas larutan kencur pada pakan komersial sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Pada penelitian ini perlakuan 3 memberikan hasil yang terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,2 cm dan bobot mutlak sebesar 4,5 gram. Pada perlakuan kontrol didapatkan hasil terendah dengan nilai panjang mutlak sebesar 4,6 cm dan bobot mutlak sebesar 3,7 gram. Tingkat kelulushidupan benih ikan lele selama pemeliharaan dengan nilai sebesar 94.3%

    DINAMIKA POPULASI IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus malabaricus) di PERAIRAN PINRANG

    Get PDF
    Ikan kakap merah merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai tinggi sebagai ikan konsumsi. Pengetahuan sebaran panjang, umur, pertumbuhan, dan mortalitas digunakan untuk mengetahui kondisi stok ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan, mortalitas, laju eksploitasi dan pola rekrutmen ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus). Sampling dilakukan tiap bulan sekali dari April 2019 sampai Maret 2020 di perairan Kabupaten Pinrang. Contoh ikan diperoleh dari hasil tangkapan nelayan gill net,rawai dasar dan bubu. Tiap contoh ikan dilakukan pengukuran panjang menggunakan penggaris dengan ketelitian 0,1 mm. Data frekuensi panjang dianalisis menggunakan paket program FiSAT II untuk mengetahui sebaran panjang, laju pertumbuhan, mortalitas,tingkat eksploitasi dan pola rekrutmen. Total sampel ikan yang dikumpulkan selama penelitian sebanyak 916 ekor. Nilai L∞ sebesar 72,95 cm, nilai K sebesar 0,41/tahun dan nilai t0 sebesar-0,28. Laju mortalitas total sebesar 1,21, mortalitas alami (M) sebesar 0,5, mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,71, dan Tingkat eksploitasi (E) sebesar0,59. Rekrutmen berlangsung tiap bulan dengan persentase tertinggi pada akhir musim hujan, puncak musim kemarau dan awal musim hujan. Perlu pengaturan penangkapan tentang ukuran mata pancing dan mata jaring agar tingkat eksploitasi sumberdaya ikan kakap merah berkesinambungan Red snapper is a fisheries commodity with high value as a potential export. Knowledge of the distribution of length, age, growth, and mortality is used to determine fish stocks' condition. This study analyzes the growth, mortality, exploitation rate, and recruitment pattern of red snapper (Lutjanus malabaricus). Sampling has been carried out every month from April 2019 to March 2020 in Pinrang Regency waters. Fish samples were obtained from the catch of gill net fishermen, bottom longlines, and traps. Each fish sample is measured using a ruler to a length of 0.1 mm. Long frequency data were analyzed using the FiSAT II program package to determine the length distribution, growth rate, mortality, exploitation rate, and recruitment patterns. The total fish samples collected during the study were 916 individuals. The L∞ value is 72.95 cm, the K value is 0.41 / year, and the t0 value is -0.28. The total mortality rate is 1.21, natural mortality (M) is 0.5, fishing mortality (F) is 0.71, and the exploitation rate (E) is 0.59. Recruitment occurs every month with the highest percentage at the end of the rainy season, the dry season's peak, and the beginning of the rainy season. Fishing arrangements are needed about size hook and mesh size  so that the level of exploitation of red snapper resources is sustainable

    PERAN KERANG PENYARING PARTIKEL TERHADAP KERAGAMAN MAKROBENTHOS DI AGGREGASI KERANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi jenis, kelimpahan, keragaman, dan kesamaan makrobenthos yang berada di dalam posisi aggregasi di lokasi berbeda.  Observasi telah dilakukan di 2 stasion Tiwoho dan Blongko, selama April, 2021. Makrobentos diambil dengan meletakan ‘Core’ (PVC) dengan diameter 15 cm pada posisi tengah dan pinggir aggregasi besar, serta aggregasi kecil di 2 lokasi.  Materi yang ada di dalam ‘Core’ diangkat, dimasukkan di dalam plastik yang berlabel, selanjutnya disortir, diidentifikasi, dihitung, dan foto di laboratorium.  Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali sebagai ulangan pada posisi aggregasi yang berbeda.  Jumlah jenis dan individu makrobenthos dianalisa dengan menggunakan 2 Arah ANOVA, di mana posisi dalam aggregasi dan stasion adalah sebagai faktor utama.  Mengetahui keragaman dilakukan melalui perhitungan Indeks ‘Simpon’ dan kesamaan dengan Indeks ‘Evenness’.  Hasil menunjukkan bahwa jumlah jenis dan jumlah individu (kelimpahan) makrobenthos bervariasi di antara posisi dalam aggregasi kerang, namun tidak dipengaruhi oleh baik posisi dalam aggregasi dan stasion.  Keragaman dan kesamaan jenis makrobenthos dikategorikan tinggi, walaupun baik ‘Indeks Simpson’ dan ‘Evenness’ bervariasi dan tidak konsiten di antara posisi dalam aggregasi dan stasion.  Jumlah individu (kelimpahan) makrobenthos nampak bebeda di antara posisi aggregasi di lokasi Blongko berdampak pada perbedaan stabilitas makrobenthos untuk kedua lokasi.

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇