eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
JUMLAH SEL DARAH MERAH DAN NILAI HEMATOKRIT DARAH IKAN NILEM (Ostheocilus vittatus) YANG DI PELIHARA PADA SISTEM GREEN WATER TECHNOLOGY
Green water merupakan teknologi budidaya ikan yang berfokus pada media pemeliharaan ikan. Media pemeliharaan ikan bersamaan dengan penumbuhkan pythoplankton. Penggunaan phytoplankton ini dapat meningkatkan kualitas air dan sumber pakan alami untuk ikan. Ikan nilem merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai potensial ekonomi yang tinggi dan menjadi komoditas unggulan. Oleh karena itu produktivitasnya harus selalu dijaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media green water pada jumlah sel darah merah dan nilai hematokrit darah ikan nilem. Penelitian dilakukan dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Hasil peneltian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara perlakuan media green water dengan perlakuan kontrol. Perlakukan P3 menjadi perlakukan dengan hasil terbaik. Peningkatan jumlah sel darah merah dan nilai hematokrit darah ikan nilem dikarena kandungan nutrisi yang banyak pada plankton Spirulina sp dan Chlorella sp pada perlakuan P3. Kandungan zat besi dan zat aktif phycocianin yang mampu menginduksi sel narrow yang ada pada sum sum tulang belakang sehingga mampu meningkatkan jumlah sel darah merah dan nilai hematokrit darah ikan nilem.
Status Dan Tingkat Pemanfaatan Ikan Kakap (Lutjanus sp.) Di Perairan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Penentuan komoditas ikan unggulan disuatu daerah merupakan langkah awal menuju pembangunan dan pengelolaan perikanan tangkap yang berpijak pada konsep efisiensi untuk meraih keunggulan komparatif dan kompetitif dalam menghadapi globalisasi perdagangan baik ditinjau dari sisi penawaran maupun permintaan, serta keunggulan daya saing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komoditi perikanan kakap yang potensial dan menghitung potensi serta tingkat pemanfaatanya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dan observasi lapangan. Pengumpulan data dilakukan dua tahap yaitu pengumpulan data primer di lapangan dengan pengamatan langsung dan data sekunder menggunakan kuesioner. Sumber data diperoleh berdasarkan informasi dari responden melalui wawancara dengan daftar pertanyaan atau kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah menghitung produktifitas penangkapan dengan CPUE, menghitung Fishing Power Index (FPI) dan analisis potensi lestarai dan tingkat pemanfaatan (MSY dan Foptimum). Hasil penelitian menunjukan besarnya potensi lestari (MSY) ikan kakap (Lutjanus sp.) di perairan Manggarai Barat adalah sebesar 906 ton/tahun dengan upaya optimum (FOptimum) adalah 1.664 unit/tahun, jumlah tangkapan yang di ijinkan (JTB) adalah sebesar 80% dari MSY yaitu 725 ton/tahun dan tingkat pemanfaatan mencapai 100% (over exploited). Tingkat pemanfaatan potensi ikan kakap (Lutjanus sp) di Manggarai barat sejak tahun 2018 sampai 2019 telah melebihi JTB dari ikan kakap tersebut sehingga perlu adanya pembatasan jumlah upaya pemanfaatan agar dapat menjaga kelestarian ikan kakap (Lutjanus sp.) di Perairan Manggarai Barat.Determination of superior fish commodities in an area is the first step towards the development and management of capture fisheries based on the concept of efficiency to gain comparative and competitive advantages in the face of trade globalization both in terms of supply and demand, as well as high competitive advantage. The purpose of this study was to determine the potential snapper fishery commodity and calculate the potential and level of utilization. This research was conducted using survey methods and field observations. Data collection was carried out in two stages, namely primary data collection in the field by direct observation and secondary data using questionnaires. Sources of data obtained based on information from respondents through interviews with a list of questions or questionnaires. Data analysis used to calculate fishing productivity with CPUE, calculate Fishing Power Index (FPI) and analysis of sustainable potential and utilization rate (MSY and Foptimum). The results showed the magnitude of the sustainable potential (MSY) of snapper (Lutjanus sp.) in the waters of West Manggarai was 906 tons/year with the optimum effort (Foptimum) was 1,664 units/year, the number of allowable catches (JTB) was 80 % of MSY is 725 tons/year and the utilization rate reaches 100% (over exploited). The potential utilization rate of snapper (Lutjanus sp) in West Manggarai from 2018 to 2019 has exceeded the JTB of the snapper so it is necessary to limit the number of utilization efforts in order to maintain the sustainability of snapper (Lutjanus sp.) in West Manggarai waters. Suggestions in optimizing fishing effort or effort need to be analyzed first about the most effective, efficient and environmentally friendly fishing gear in the utilization of snapper resources
Penyediaan Informasi Harga Ikan Melalui Publikasi Infografis Dalam Upaya Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki Angka Konsumsi Ikan (AKI) yang melebihi AKI Nasional. Belum terdapatnya informasi yang cukup mengenai informasi harga ikan menjadi permasalahan bagi konsumen dan stakeholder. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terkait publikasi infografis harga ikan bulanan melalui platform media sosial. Metode dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif yang didukung skala likert. Jumlah responden yang dilibatkan adalah 48 orang masyarakat pengguna Infografis Harga Ikan. Hasil penelitian dipaparkan secara deskriptif menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat berdasarkan PermenPAN RB Nomor 14 Tahun 2017 memiliki skor akhir 83,75 masuk dalam kategori baik. Diharapkan dengan adanya pengembangan informasi harga ikan tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan penyusunan kebijakan daerah yang mendukung dan melindungi sistem logistik perikanan sehingga ketersediaan ikan bisa terjamin sepanjang tahun tanpa memberatkan produsen dan konsumen serta mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan
Proses Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Peeled and Deveined (PND) Mentah Beku di PT. YG, Sidoarjo – Jawa Timur
Salah satu komoditas utama industrialisasi budidaya perikanan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis (economic value) adalah udang. Tujuan penelitian mengetahui pengolahan udang vaname Peeled and Deveined (PND) mentah beku. Metode dengan observasi, wawancara dan survey, pengolahan dimulai dari penerimaan bahan baku sampai penyimpanan beku, pengukuran suhu, uji mutu (organoleptik, sensori, mikrobiologi dan antibiotik), hitung rendemen, hitung produktivitas, dan penilaian persyaratan kelayakan dasar. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan sudah sesuai dengan alur proses pada SNI 3457:2021, cold chain system dilakukan dengan benar (suhu udang bahan baku <5°). Hasil organoleptik oleh bahan baku 8,25 dan sensori oleh produk akhir adalah 8. Hasil mikrobiologi sesuai SNI, dan uji antibiotik adalah not detected. Hasil rendemen pada proses pemotongan kepala dan kupas kulit dan buang usus sesuai standar perusahaan yaitu 65-68%
Rancang Bangun Perekaman Suhu Bengkel Latih Menggunakan Arduino
Suhu ruangan mengacu pada suhu udara di ruangan tertentu. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi suhu bengkel latih menggunakan Arduino. Awalnya, pemantauan suhu berupa termometer air raksa. Penggunaan air raksa sangat berbahaya jika thermometer rusak atau pecah sehingga dicari metode lain untuk melakukan pengukuran suhu. Perancangan workshop pelatihan suhu meliputi sistem mikrokontroler Arduino dengan sensor suhu DHT 22, perekaman data menggunakan SD card, dan komunikasi serial ke komputer. Pengujian dilakukan antara termometer air raksa dengan sensor suhu DHT 22 pada pukul 9 pagi hingga pukul 14 siang di ruang Workshop Pelatihan. Dari percobaan tersebut, desain pencatatan suhu dapat dioperasikan. Hasil percobaan menunjukkan data sensor DHT 22 dapat membaca dengan akurasi 0,5 0C lebih baik dibandingkan termometer air raks
Rendemen dan Produktivitas Tenaga Kerja pada Proses Pengolahan Fillet Kakap Merah Beku (Lutjanus spp) pada Unit Pengolahan Ikan di Pasuruan - Jawa Timur
Fillet ikan kakap merah beku (Lutjanus spp) merupakan salah satu produk olahan perikanan yang menjadi komoditas ekspor Indonesia. Produktivitas dan rendemen yang rendah akan berdampak pada target perusahaan dan jumlah produk yang di ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil rendemen dan produktivitas pada proses pengolahan fillet ikan kakap merah (Lutjanus spp) pada tahap pemfilletan dan perapihan serta memberikan solusi untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen yang berdampak pada keuntungan perusahaan pengolahan fillet kakap merah. Metode kerja dilakukan dengan mengikuti langsung tahapan pengolahan mulai dari penerimaan kakap merah beku masuk sampai distribusi produk fillet kakap merah beku masuk sampai distribusi produk fillet kakap merah beku. Metode kerja dilakukan dengan mengikuti langsung tahapan pengolahan mulai dari penerimaan kakap merah beku masuk sampai distribusi produk fillet kakap merah beku. Pengamatan rendemen dan produktivitas dilakukan pada tahap pemfilletan dan perapihan ikan kakap merah. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengamatan dan perhitungan ini menunjukkan bahwa rendemen dan produktivitas yang ada telah memenuhi standar perusahaan. Rendemen yang dihasilkan mulai dari bahan baku hingga menjadi produk fillet kakap merah yaitu rata-rata 48,63% pada tahap pemfilletan dan 43,73% tahap perapihan. Produktivitas karyawan pada tahap pemfilletan rata-rata 36,35 kg/jam dan perapihan 104,69 kg/jam/orang
KEBERLANJUTAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN PURSE SEINE YANG DIOPERASIKAN DI PERAIRAN BONTOBAHARI KABUPATEN BULUKUMBA
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keberlanjutan purse seine yang dioperasikan di rumpon plus lampu dan non-rumpon (hunting) di perairan Bontobahari, Kabupaten bulukumba. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa rekomendasi dalam pengembangan purse seine dimasa mendatang, khususnya pengaturan penangkapan, meminimalkan spesies non target dan mengoptimalkan spesies target dalam rangka mewujudkan teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Dilaksanakan pada bulan Juni dan November 2020 di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri data primer dan sekunder. Data primer meliputi data biologi hasil tangkapan, teknis alat tangkap dan sosial ekonomi usaha purse seine. Sedangkan data sekunder diambil dari hasil wawancara serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bulukumba. Keberlanjutan atau keramahan lingkungan teknologi penangkapan purse seine dianalisis menggunakan 14 kriteria sesuai metode Arimoto modifikasi Mallawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penangkapan purse seine tanpa rumpon atau purse seine yang melakukan penangkapan melalui perburuan gerombolan ikan yang dioperasikan di perairan Laut Flores memiliki tingkat keberlanjutan sedang atau ramah lingkungan dengan nilai sebesar 75%. Sedangkan teknologi penangkapan purse seine rumpon atau purse seine yang melakukan penangkapan menggunakan alat bantu rumpon plus lampu yang dioperasikan di perairan Teluk Bone memiliki tingkat keramahan lingkungan rendah atau kurang ramah lingkungan dengan nilai sebesar 63.75%. Rendahnya tingkat keberlanjutan teknologi penangkapan disebabkan oleh dominannya ikan ukuran kecil dan rendahnya ikan ukuran layak tangkap, nilai investasi, tingkat pendapatan, dan BBM dan tertangkapnya biota laut yang dilindungi.Kata kunci: Keberlanjutan, purse seine, rumpon, non-rumpon
UTILIZATION AND ENGINEERING OF PISTON WASTE BY SHOT PEENING METHOD AS ALTERNATIVE MATERIAL FOR FISHING VESSEL PROPELLERS
This study aims to evaluate the utilization of used piston waste as an alternative material for making fishing boat propellers. Engineering is carried out to improve its mechanical properties by shot peening treatment. Shot peening is a surface treatment method by shooting small steel ball particles in a controlled manner. In this study, used pistons were recycled and used as the basic material for propellers, then shot peening was carried out with a pressure of 8 bar with variations in shooting duration for 5, 10, 15, and 20 minutes. Testing includes testing the chemical composition of the specimen, tensile testing, and observing the micro structure. Tensile testing is to determine mechanical strength, while macro photography is to identify changes in surface structure. The results of the chemical composition test state that the recycled piston is AL-Si-Cu. Meanwhile, the results of the tensile test show that the longer the shot peening duration, the tensile strength of the material increases significantly. Shot peening with a duration of 20 minutes gives the highest strength. The increase in tensile strength is 43% or 113 MPa compared to the non-treatment specimen. Micro structure observations show that the shot peening process creates a denser surface layer, so that tensile strength can be increased. This research is expected to be a reference for the propeller industry to increase production efficiency and sustainability