eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
EVALUASI MASKULINISASI PLATI PEDANG, Xiphophorus helleri MENGGUNAKAN KOMBINASI EKSTRAK BUAH PINUS, Pinus merkusii DENGAN AROMATASE INHIBITOR
Hormon 17α-methyltestostrone sudah banyak digunakan untuk maskulinisasi pada kegiatan budidaya namun, bahan tersebut bersifat karsinogenik sehingga diperlukan alternatif pengganti bahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek kombinasi ekstrak buah pinus (Pinus merkusii) dan aromatase inhibitor pada ikan plati pedang. Sebanyak 5 perlakuan menggunakan bahan berbeda, yaitu 17α-methyltestostrone, ekstrak buah pinus, aromatase inhibitor, kombinasi ekstrak buah pinus dan aromatase inhibitor, serta kontrol dengan masing-masing 3 ulangan. Perendaman dilakukan selama 6 jam, kemudian ikan dipelihara selama 60 hari. Rasio induk jantan dan betina yang digunakan untuk pemijahan ikan pada penelitian ini adalah 1:3. Penelitian ini berfokus pada tiga parameter, yakni Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH), Nisbah Kelamin Jantan (NKJ) dan jumlah ikan jantan yang dihasilkan pada tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ikan yang direndam pada bahan berbeda menghasilkan nilai nisbah kelamin jantan yang lebih tinggi. Dosis terbaik pada penelitian ini adalah perendaman dengan ekstrak buah pinus dengan dosis 0,02 mL L-1.The hormone 17α-methyltestostrone has been widely used for masculinization in aquaculture, however, this material is carcinogenic and it is required to find its alternative substitutions. The aim of this research to evaluate the effects of combination of pine cone (Pinus merkusii) extract and aromatase inhibitor on swordtail fish. A total of 5 treatments using different materials, namely: 17-α methyltestosterone, pine cone extract, aromatase inhibitor, pine cone extract mixed with aromatase inhibitor, and control with 3 replications. Immersion was conducted for 6 hour and the the fish were kept for 60 days. The ratio of male to female parents used for fish spawning was 1:3. The study focused on three parameters, i.e. survival rate, male fish percentage, and number male fish produced. The results revealed fish immersed with different materials exhibited higher male fish percentage compared to the control group (not immersed). The best treatment in this research was immersion using pine cone extract with dosage of 0.02 mL L-1
PENDEDERAN JUVENIL TERIPANG GAMAT (Sticopus horrens) DENGAN KEPADATAN BERBEDA
Peningkatan pemanfaatan teripang sebagai bahan baku untuk farmasi telah menyebabkan peningkatan eksploitasi hingga terjadinya tangkap lebih. Alternatif pemenuhan kebutuhan pasar melalui usaha budidaya belum dapat memberikan hasil secara optimal karena ketersediaan benih dari hatcheri belum kontinu. Penelitian ini bertujuan mendapatkan padat tebar yang optimum dalam pendederan juvenil teripang gamat. Wadah penelitian menggunakan hapa ukuran 1,0 m x 0,8 m x 0,5 m sebanyak 12 buah. Perlakuan terdiri dari empat padat tebar, yaitu padat penebaran 100, 150, 200 dan 250 ekor/hapadengan masing-masing tiga ulangan. Rata-rata awal panjang total dan bobot tubuh juvenil: 0,50±0,06 cm dan 0,03±0,01 g. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, sintasan, persentase variasi ukuran juvenil pada akhir penelitian, serta kualitas air meliputi temperatur, salinitas dan pH. Analisis statistik menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan post hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan padat tebar yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan juvenil teripang gamat. Laju pertumbuhan benih pada perlakuan padat penebaran 100 ekor/hapa (108 – 128%) lebih tinggi dan berbeda nyata dengan ke-tiga perlakuan padat tebar lainnya (P<0,05). Demikian juga dengan nilai sintasan tertinggi (79,00%) pada padat tebar 100 ekor/hapa dan terendah pada perlakuan padat tebar 250 ekor/hapa (34,27%) (P<0,05). Pada akhir penelitian, persentase juvenil yang berukuran besar pada perlakuan padat tebar 100 ekor/hapa mencapai 59,8% sedangkan pada ketiga perlakuan lainnya hanya mencapai 29,5–44,9% (P<0,05). Dengan demikian, pemeliharaan juvenil teripang gamat ukuran <0,05 g dengan kepadatan 100 ekor/hapa merupakan padat tebar optimum yang dapat diaplikasikan dalam dalam kegiatan pendederan.The increased use of sea cucumber as a pharmaceutical raw material has led to increased exploitation and has even reached overfishing. The alternative of fulfilling market needs through aquaculture has not been able to provide optimal results because the availability of seeds from hatcheries has yet to be continuous. This study aimed to determine the optimal stocking density for sea cucumber juveniles. As many as 12 mesh cages with a dimension of 1.0 m x 0.8 m x 0.5 m were used for the experiment. The juveniles were stocked at densities of 100, 150, 200, and 250 individuals/cage, in triplicate. The average initial total length and juvenile body weight were 0.50 ± 0.06 cm and 0.03 ± 0.01 g, respectively. The parameters observed were growth, survival, percentage variation in juvenile size at the end of the study, and water quality including temperature, salinity, and pH. One-way ANOVA with post hoc Tukey HSD was used to determine the differences among treatments. The results showed that different stocking densities affected the growth and survival of sea cucumber juveniles. The growth rate of sea cucumber juveniles at the density of 100 individuals/cage (108– 28%) was higher, and significantly different from the other stocking densities (P<0.05). The highest survival rate (79.0%) was at 100 individuals/cage and the lowest was at the density of 250 individuals/cage (34.27%) (P<0.05). At the end of the study, the percentage of large-sized juveniles at 100 individuals/cage density reached 59.8%, while at three other treatments was only 29.5 – 44.9% (P<0.05). Thus, it is concluded that the optimum stocking density for the nursery of sea cucumber juveniles sized <0.05 g is 100 individuals/cage
STRUKTUR UMUR, LAJU PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS IKAN MANGGABAI (Glossogobius giuris) DI DANAU LIMBOTO
Ikan Manggabai, secara ilmiah dikenal dengan nama Glossogobius giuris merupakan ikan ekonomis penting yang banyak ditemukan di Danau Limboto dan sangat digemari mayoritas penduduk Provinsi Gorontalo. Saat ini terjadi penurunan populasi ikan tersebut sehingga menyebabkan harga pasarnya meningkat. Penurunan ini disebabkan oleh mengecilnya dan menyempitnya Danau Limboto yang menjadi habitat alami spesies ini. Penelitian ini berlangsung di Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada bulan Februari hingga Juli 2023. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi dan tinjauan literatur yang ada untuk mengkategorikan ikan menurut umur dan laju pertumbuhan serta mortalitasnya. Data dianalisis dengan menggunakan soft ware FISAT II. Pengambilan sampel dilakukan dua kali seminggu selama tiga bulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ikan manggabai yang ditangkap dari Danau Limboto memiliki panjang tubuh berkisar antara 49,00 - 149,50 mm. Ikan-ikan ini diklasifikasikan ke dalam empat kelompok umur yang berbeda: kelompok pertama (L1) memiliki panjang rata-rata 81,96 mm, kelompok kedua (L2) berukuran sekitar 90,31 mm, kelompok ketiga (L3) memiliki rata-rata panjang 98,48 mm, dan kelompok keempat (L4) mencapai panjang rata-rata 125,01 mm. Laju pertumbuhan (k) sebesar 0,76. Laju mortalitas total (Z) = 0,28 per tahun; mortalitas alami (M) = 0,05 per tahun dan mortalitas penangkapan (F) = 0,33 per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan manggabai yang ditangkap di Danau Limboto sedang dalam kelompok umur matang gonad, mempunyai laju pertumbuhan yang cepat serta tingkat kematian karena penangkapan (F) yang tinggi
PENGARUH JENIS KONTEN DAN WAKTU POST TERHADAP ONLINE ENGAGEMENT: STUDI KASUS PADA AKUN INSTAGRAM UPT PUSAT RISET PERIKANAN-BPPSDMKP TAHUN 2023
ABSTRAK Media sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi untuk penyebarluasan informasi yang semakin modern. Saat ini, pemerintah banyak menggunakan media sosial, khususnya Instagram sebagai sarana untuk lebih dekat dengan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis konten dan waktu posting terhadap online engagement di media sosial milik pemerintah, khususnya Instagram. Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan rekomendasi pengelolaan posting di akun Instagram pemerintah. Penelitian ini menggunakan data post 3 akun Instagram UPT Pusat Riset Perikanan-BPPSDMKP tahun 2023 yang berjumlah 423 post. Uji banding Kruskal-Wallis dilakukan untuk melihat hubungan jenis konten dan waktu posting terhadap online engagement (like dan komentar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten hiburan menunjukkan nilai mean tertinggi yaitu 77,71 dengan Standar deviasi (SD) 37,91 dan Standar error (SE) 13,85. Jenis konten hiburan, promosi, edukasi, dan event menunjukkan bahwa konten-konten tersebut memiliki kecenderungan jumlah online engagement yang tinggi (p<0,05; atau H0 diterima atau tidak berbeda nyata untuk median). Waktu posting hari Jum’at menunjukkan nilai mean tertinggi dengan SD 46,64 dan SE 5,62. Hari Jum’at, Kamis, dan Rabu tidak berbeda nyata satu sama lainnya (p<0,05; atau H0 diterima atau tidak berbeda nyata untuk median), dan menunjukkan bahwa waktu-waktu tersebut memiliki kecenderungan jumlah online engagement yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah online engagement, direkomendasikan mengunggah informasi dengan jenis konten yang mengandung unsur hiburan, event, promosi, atau edukasi pada hari Rabu hingga Jumat, agar dinamika jumlah online engagement cenderung meningkat seiring mendekati weekend. ABSTRACTSocial media is one of technological development forms for the dissemination of increasingly modern information. Currently, the government uses social media, especially Instagram, as an engagement to the public. This study aims to determine the influence of content type and posting time on online engagement on government social media, especially Instagram. It also aims to find recommendations for managing posts on the government’s Instagram account. It uses post data from 3 Instagram accounts of the Technical Service Unit in Fisheries Research Center-BPPSDMKP in 2023 which amounted to 423 posts. The Kruskal-Wallis comparative test was conducted to see the relationship between content type and posting time to online engagement (likes and comments). The results showed that the type of entertainment content has the highest mean value of 77.71 with standard deviation (SD) 37,91 and standard error (SE) 13,85.The type of entertainment, promotional, education, and events have a tendency for a high number of online engagements (p<0.05; or H0 is accepted or not significantly different from the median). The posting time on Friday showed the highest mean value with SD 46,64 and SE 5,62. Friday, Thursday, and Wednesday are not significantly different from each other (p<0.05; or H0 is accepted or not significantly different to the median), and showed that these times have a tendency for a high number of online engagements. Therefore, to increase the number of online engagement, it is recommended to post information with the type of content that contains elements of entertainment, events, promotions, and educatio
Persepsi Wisatawan terhadap Destinasi Wisata Pantai Tilalohe, Kabupaten Gorontalo
Persepsi positif dalam pengembangan suatu destinasi wisata tidak lepas dari persepsi wisatawan terhadap keberadaan destinasi tersebut. Pada dasarnya, persepsi wisatawan merupakan salah satu bentuk penilaian terhadap eksistensi pariwisata yang bertujuan untuk pengembangan destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap sarana dan prasarana, persepsi wisatawan terhadap aksesibilitas, persepsi wisatawan terhadap sumber daya alam, dan persepsi wisatawan terhadap kualitas kawasan wisata. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Januari sampai April 2023, dengan menggunakan metode campuran (mix method). Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner. Responden dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 100 orang berdasarkan formula Slovin. Metode analisis data menggunakan skala likert untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap wisata Pantai Tilalohe. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi wisatawan terhadap keberadaan destinasi wisata Pantai Tilalohe berada dalam kriteria baik, dengan nilai persentase sebesar 73,51%. Persepsi wisatawan terhadap sarana dan prasarana memperoleh nilai persentase sebesar 75,52%, persepsi wisatawan terhadap aksesibilitas sebesar 61,25%, persepsi wisatawan terhadap sumber daya alam sebesar 77,73%, serta persepsi wisatawan terhadap kualitas kawasan wisata memperoleh nilai persentase sebesar 79,53%. Meskipun secara umum persepsi wisatawan terhadap keberadaan objek wisata Pantai Tilalohe mendapat hasil yang positif, tetapi masih adanya wisatawan yang memberikan persepsi rendah terhadap keberadaan destinasi wisata ini, perlu menjadi perhatian pihak pengelola dan pemerintah daerah sebagai upaya menjaga eksistensi destinasi Wisata Pantai TilaloheTitle: Tourist Perceptions of Tilalohe Beach Destinations in Gorontalo RegencyThe positive perception and development of a tourist destination cannot be separated from the perception of tourists towards the existence of the destination. Tourist perception is a form of assessment of the existence of tourism that aims at destination development. This study aims to determine tourist perceptions of facilities and infrastructure, tourist perceptions of accessibility, tourist perceptions of natural resources, and tourist perceptions of the quality of tourist areas in Tilalohe Beach. This research was conducted from January to April 2023, using a mixed method: observation, interviews, and questionnaires to collect research data. Respondents in this study were determined as many as 100 people based on the Slovin Formula. The data analysis method uses the Likert scale to assess tourist perceptions of Tilalohe Beach tourism. The results show that, in general, tourists' perceptions of the existence of the Tilalohe Beach tourist destination are good, with a percentage value of 73.51%. Tourists' perceptions of facilities and infrastructure obtained a percentage value of 75,52%, and tourists' perceptions of accessibility were 61,25%, tourists' perception of natural resources was 77,73%, and tourists' perception of the quality of tourist areas obtained a percentage value of 79,53%. Although, in general, tourists' perception of the existence of the Tilalohe Beach tourist attraction has received positive results, there are still tourists who have a low perception of the existence of this tourist destination, and it needs the attention of the management and regional government to maintain the existence of Tilalohe Beach tourist destinations
ISSUANCE OF LETTER OF APPROVAL FOR SAILING AT COASTAL FISHING PORT (CFP) MAYANGAN
One of the main duties of the harbor master is to issue sailing approvals to ensure order and security of the ship and crew when sailing at sea. The sailing approval letter is a state document issued to every fishing vessel that will sail by the harbormaster. The uncertainty of time, schedule and so on in processing the issuance of the sailing approval letter indicates the importance of having a clear flow and procedure in issuing the sailing approval letter. This research aims to find out the procedures for issuing a sailing approval letter. The research was carried out in May - June 2023. This research was carried out at the Mayangan Coastal Fishing Port (CFP). Data collection was carried out using the observation method and analyzed using a qualitative approach. The procedure for issuing a sailing approval letter at CFP Mayangan is quite good. However, there is still a need for improvement and enhancement in the issuance of sailing approval letter in Mayangan. These include improvements to the application system in order to expedite the application process, socialization to fishermen or sailing approval letter applicant agents regarding online applications, time management by the syahbandar to make the sailing approval letter issuance faster and more effective and efficient
GONAD MATURITY LEVELS OF LEMPUK FISH (Gobiopterus sp) IN RANU GRATI, PASURUAN, EAST JAVA
Pasuruan Regency in East Java Province boasts a natural lake, Ranu Grati, formed by volcanic activity, covering about 50 hectares and home to endemic species like the Lempuk fish (Gobiopterus sp.). These fish play a crucial role in Ranu Grati's trophic structure, serving as primary consumers and key planktonic organisms supporting higher trophic levels. The Lempuk fish population faces sustainability challenges due to high demand for this traditional food, leading to overexploitation and decreased reproductive capabilities. Understanding the reproductive biology, particularly gonad maturity levels, is vital for effective resource management. This study, conducted from June to August 2023, aimed to investigate the reproductive biology and gonad maturity levels of Lempuk fish in Ranu Grati. Analysis revealed a male-biased sex ratio, with significant fluctuations in gonad maturity levels across months. In June, the sex ratio was 1.05, in July 1.17, and in August 1.39, indicating a higher population of males. Histological observations showed asynchronous egg development, likely influenced by environmental factors and the fish's reproductive strategy
Identifikasi Infeksi Virus pada Benur Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Provinsi Bali
Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan udang yang bernilai ekonomis tinggi, yang ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya. Penyakit White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Taura Syndrome Virus (TSV) keduanya sangat ganas, serta dapat mengakibatkan kematian yang tinggi pada udang budidaya. Kajian terkait infeksi virus WSSV dan TSV pada komoditas benur udang yang akan dilakukan pengiriman ke luar Provinsi Bali perlu untuk dilakukan, mengingat dampak yang bisa ditimbulkan oleh virus tersebut. Kajian ini dilakukan di Laboratorium Pengujian Balai KIPM Denpasar pada bulan Maret tahun 2024. Sampel uji yaitu benur udang vaname yang diperoleh dari sentra pembenihan udang vaname yang berada di kawasan Kecamatan Gerokgak dan Seririt Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Sistem pembenihan benur udang vaname yang dilakukan bersifat semi intensif dan intensif. Benur udang vaname yang dihasilkan merupakan benur unggul Specific Pathogen Free (SPF) dan Specific Pathogen Resisten (SPR). Teknik uji sampel dengan menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR). Analisis data menggunakan rumus penghitungan prevalensi. Hasil pengujian PCR pada sampel benur, menunjukkan negatif infeksi WSSV dan TSV. Hasil perhitungan prevalensi pada kedua virus dalam rentang waktu tahun 2022-2023 juga menunjukkan angka nol nol atau tidak ditemukan kasus infeksi dari ke dua virus tersebut. Kegiatan pencegahan terhadap tersebarnya hama dan penyakit ikan karantina, baik masuk maupun keluar dari wilayah Provinsi Bali perlu dilakukan untuk menjamin mutu komoditas benur udang vaname, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara budidaya ikan yang baik, sistem manajemen rantai pasokan, dan sistem penelusuran keamanan pangan
Karakteristik Proses Pembekuan Sotong (Sepia sp.) Whole Clean
Cuttlefish atau sotong merupakan salah satu komoditas perikanan yang berperan sebagai sumber protein karena mengandung sejumlah asam amino esensial lengkap dengan nilai cerna tinggi. Tujuan penelitian mengetahui alur proses Cuttlefish Whole Clean, mutu, rendemen, produktivitas, serta penerapan kelayakan dasar (Sertifikat Kelayakan Pengolahan). Metode pengambilan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Proses pembekuan cuttlefish whole clean terdiri dari penerimaan bahan baku, pencucian I, sortasi I, penimbangan I, penyiangan, pencucian II, perendaman soaking, sortasi II, penimbangan II, pencucian III, penyusunan dalam pan, pembekuan, glazing, pengemasan dan pelabelan, pendeteksian logam, pengepakan, dan pemuatan. Hasil uji organoleptik bahan baku dan sensori produk akhir mendapatkan nilai rata-rata 8. Hasil uji mikrobiologi bahan baku dan produk akhir Salmonella dan E. coli negatif dan nilai ALT tidak melebihi SNI. Hasil pengamatan rendemen pada tahap penyiangan adalah 58,55±2,87%. Nilai produktivitas tenaga kerja pada tahap sortasi 25,34±1,73 kg/jam/orang dan penyusunan pan 4,25 ± 0,95 kg/jam/orang, dan tahap penyiangan nilai 10,15 ± 1,23 kg/jam/orang. Penilaian kelayakan dasar memperoleh peringkat Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dengan rating B (baik) yang terdapat 5 penyimpangan, yakni serius 1, mayor 2, dan minor 2
Pengolahan Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) Kaleng Dengan Media Saus Tomat di PT. BMP Food Canning Industry, Negara-Bali
Pengawetan makanan dalam kaleng diartikan sebagai suatu cara pengolahan dengan menggunakan suhu sterilisasi (110 °C – 120 °C) yang bertujuan menyelamatkan bahan makanan itu dari proses pembusukan. Secara umum proses pengalengan ikan lemuru meliputi tahap-tahap persiapan bahan mentah, pemasakan pendahuluan, pengisian bahan ke dalam kemasan, pengisian medium, penghampaan udara, proses sterilisasi, pendinginan dan penyimpanan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan ikan lemuru kaleng medi saos tomat, pengamatan mutu dan suhu,pada ikan lemuru kaleng. Metode dilakukan dengan observasi dan survey, dengan mengikuti secara langsung seluruh proses pengolahan, dimulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan. Pengujian dilakukan pada mutu (organoleptik, sensori, histamin, dan bobot tuntas) serta penerapan suhu tahapan pengolahan. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Hasil pengujian mutu menunjukkan nilai orgnoleptik bahan baku rata-rata 9 dan nilai sensori produk akhir rata-rata 8. Hasil uji histamin pada bahan baku rata-rata 2,25±0,45 ppm. Uji ALT Aerob <10 dan Bakteri Anaerob <10. Uji bobot tuntas ikan kaleng didapatkan rata-rata 61±1%, sesuai dengan SNI. Penerapan suhu telah dilakukan dengan baik dengan suhu penerimaan bahan baku 6,81±0,47 °C, pencucian 1 4,06±0,38 °C, penyiangan 7,08±0,57 °C, pencucian 2 18,67±0,62, filling 23,25±0,63, precooking 89,98±0,81, penirisan 88,40±0,85 °C. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan sterilisasi ikan lemuru kaleng media saus tomat sudah dilakukan dengan baik sesuai SNI 8222:2022 tentang sarden dan makarel dalam kemasan kaleng