eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Hias Cupang (Betta sp) di Kota Tangerang, Provinsi Banten (Studi Kasus di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten)

    Get PDF
    Sektor perikanan memiliki potensi penggerak perekonomian baik secara makro maupun mikro.  Secara makro sebagai penyumbang devisa, secara mikro memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha perikanan.  Salah satu usaha tersebut adalah budidaya Ikan Hias Cupang (Betta sp). Menurut  Kompas.com (2022), Ekspor Ikan hias Indonesia tahun 2020 mencapai US30,76juta(Rp.447,78miliar)danmenjadi34,55US 30,76 juta (Rp. 447,78 miliar) dan menjadi 34,55 US juta (Rp. 494,47 miliar) tahun 2021. Produksi tersebut sebagian disupplay dari Kota Tangerang Provinsi Banten. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cipondoh pada Bulan September sampai Oktober 2022. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dikumpulkan berdasarkan  wawancara (interview) dan pengamatan  (observation) terhadap 10 orang pembudidaya Ikan Hias Cupang  yang tergabung dalam Kelompok Cupang Kenanga.  Data sekunder berupa literature, pustaka, dan internet. Pengambilan sampel melalui purposive sampling, pegolahan dan analisa datanya dilakukan menggunakan  Metode Analisis Deskriptif. Tujuan penelitian untuk mengetahui:1).Penyebab rendahnya keuntungan, 2). Strategi untuk meningkatkan keuntungan, dan 3). Kelayakan usaha budidaya Ikan Hias Cupang (Betta sp).  Adapun hasil penelitian ini adalah 1). Penyebab rendahnya keuntungan yang diperoleh adalah penggunaan pakan artemia yang cukup mahal, 2). Strategi untuk meningkatkan keuntungan yang diperoleh yaitu dengan  mengganti pakan artemia dengan daphnia sp, dan 3).  Usaha budidaya Ikan Hias Cupang (Betta sp) yang dilakukan Kelompok Cupang Kenanga dikatakan layak karena R/C Ratio nya lebih besar dari pada 1 ( >1) yaitu 1,85 dan 3,36.  

    Profil Wilayah Perikanan di Kampung Nelayan Maju Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

    Get PDF
    Desa Jatimalang merupakan salah satu desa di Kecamatan Purwodadi sebagai daerah perikanan, terutama perikanan tangkap. Potensi perikanan dapat dikembangkan dengan meningkatkan SDM bagi sektor perikanan. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi potensi perikanan, sistem usaha perikanan, sistem penyuluhan serta permasalahan perikanan yang ada di desa Jatimalang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 September sampai dengan 8 Oktober 2023. Penentuan jumlah responden menggunakan rumus Slovin, pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengambilan data melalui observasi dan wawancara menggunakan kuisioner dan borang. Data analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk analisis permasalahan perikanan menggunakan metode tree analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa Jatimalang memiliki potensi perikanan meliputi SDA berupa pantai, SDM perikanan sebanyak 173 orang, tergabung dalam 18 kelompok perikanan yaitu penangkapan (140 orang), budidaya (25 orang), pemasar (7 orang), dan pengolah (1 orang). Hasil tangkapan yaitu kakap, pari, layur, tongkol, dll. Komoditas budidaya adalah udang vanname, dan pengolah ikan asin. Nilai R/C usaha bidang perikanan rata-rata di atas 1. Hasil analisis permasalahan pada penangkapan: teknik penangkapan masih tradisional dan kurangnya pemanfaatan inovasi hasil tangkapan ikan rucah. Permasalahan budidaya: produktivitas rendah karena hama dan penyakit yang menyerang udang. Bidang pengolahan: Belum adanya pelabelan pada kemasan

    Pengaruh Penggunaan Pakan Mandiri Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat

    Get PDF
    Kecamatan Tenjolaya merupakan kecamatan yang memiliki luas wilayah 22,94 Km2, dengan pemanfaatan lahan budidaya perikanan mencapai 8,44 Km2. Persentase pemanfaatan lahan budidaya terdiri dari 57% ikan konsumsi dan 43% ikan hias, memiliki potensi yang sangat besar dalam budidaya ikan. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya ikan di Kecamatan Tenjolaya yaitu semakin mahalnya harga pakan, sehingga pelaku utama mulai menekan penggunaan pakan yang mengakibatkan lambatnya pertumbuhan ikan. Sedangkan pada faktanya dilapangan, penggunaan pakan pada proses budidaya cukup tinggi yaitu berkisar 70-80% dari biaya produksi secara keseluruhan (DJPB, 2016). Proses penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan melakukan pengembangan terhadap pakan alternatif seperti pakan mandiri. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan yang berbeda. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini yaitu pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal mampu memperoleh hasil budidaya sebesar 48,7 kg dan pakan komersil sebesar 49,9 kg, dengan selisih sebesar 1,2 kg. Keuntungan yang diperoleh dari hasil budidaya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan usaha budidaya dengan menggunakan pakan komersil, yaitu sebesar 25% atau Rp. 189.695,00; dari total keuntungan usaha

    Proses Pengolahan Ikan Anggoli (Etelis carbunculus) Fillet Beku di PT. Varia Niaga Nusantara, Pasuruan-Jawa Timur

    Get PDF
    Ikan anggoli merupakan ikan demersal yang memiliki nama latin Etelis carbunculus. Ikan anggoli ini mengandung omega 3, omega 6, vitamin A, vitamin B kompleks, taurin, selenium, protein yang sangat baik bagi anak dan dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem rantai dingin, mutu, rendemen, produktivitas dan kelayakan dasar pada proses pengolahan ikan anggoli  (Etelis carbunculus) fillet beku di PT. Varia Niaga Nusantara Pasuruan-Jawa Timur. Pengujian mutu bahan baku dan produk akhir meliputi dari pengujian organoleptik mengacu SNI 4110:2020 ikan beku, SNI 2696:2013 fillet ikan beku, pengujian produk akhir meliputi pengujian mikrobiologi Angka Lempeng Total (ALT), E. coli mengacu SNI 01-2332.1-2015, pengujian Salmonella berdasarkan SNI ISO 6579-1.2017, pengujian Vibrio cholerae berdasarkan SNI 01-2332.4-2006. Pengamatan penerapan rantai dingin dilakukan pada produk, air dan suhu ruang selama proses produksi, pengamatan rendemen, produktivitas dilakukan 8 kali pengamatan dengan masing-masing 3 kali ulangan, penerapan dan penilaian kelayakan dasar diamati pada penerapan GMP dan SSOP di unit pengolahan berdasarkan Permen KP No. 17 Tahun 2019. Hasil penerapan rantai dingin pada produk, air dan ruangan sudah diterapkan dengan baik. Hasil uji organoleptik bahan baku dan produk akhir mendapatkan nilai rata-rata 8. Hasil uji mikrobiologi pada produk fillet ikan anggoli beku pada ALT yaitu 5,8 x 10⁴ Koloni/g, E. coli <3 APM/g, Salmonella negatif. Hasil rata-rata rendemen fillet 46,15%, trimming 44,98%. Hasil rata-rata produktivitas fillet 130,94 dan trimming 193,96 kg/jam/orang. GMP dan SSOP telah dilaksanakan dengan baik sesuai Permen KP No.17 Tahun 2019, namun terdapat temuan 2 minor dan 2 mayor sehingga mendapatkan nilai SKP dengan predikat “A”. Secara keseluruhan produk fillet ikan anggoli beku telah memenuhi standar SNI 2696:2013 tentang fillet ikan bek

    Usaha Penangkapan Pukat Cincin (Purse Seine) yang Berbasis di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi

    Get PDF
    Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi didominasi oleh nelayan skala kecil. Produksi hasil tangkapan di PPN Prigi pada tahun 2021 dan 2022 didominasi oleh jenis ikan Layang dengan jumlah 6.350.176 kg (32,56%) pada tahun 2021 dan 7.434.947 kg (58,73%) pada tahun 2022. Salah satu alat tangkap yang digunakan pada PPN Prigi adalah pukat cincin yang merupakan salah satu jenis alat penangkapan ikan yang digunakan oleh nelayan di Indonesia untuk menangkap ikan pelagis termasuk tuna dan cakalang. Cakalang dan madidihang/tuna sirip kuning merupakan komoditas perikanan penting di Indonesia untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha penangkapan purse seine yang berbasis di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi dengan studi kasus pada KM. Tresna. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif.  Keuntungan bersih KM Kresna sebesar Rp. 439.983.213,- dalam satu tahun. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,178 (lebih besar dari 1), yang artinya usaha purse seine KM. Tresna layak untuk dijalankan. Nilai Returns Of Investmen (ROI) sebesar 14%, yang artinya presentase nilai keuntungan yang diperoleh dari jumlah modal dalam waktu 1 tahun sebesar 14%. Nilai Payback Period (PP) sebesar 7,30 yang artinya pengembalian modal investasi membutuhkan waktu 7 tahun 3 bulan 16 hari. Nilai Break Event Point (BEP) berdasarkan unit sebesar 79.005 kg, yang artinya terjadi titik impas yaitu tidak mengalami keuntungan maupun kerugian pada saat mendapatkan hasil tangkapan seberat 79.005 kg. Sedangkan untuk nilai BEP berdasarkan nilai atau harga sebesar Rp. 1.323.336.384,- yang artinya usaha dapat mengembalikan biaya produksi ketika penjualan mencapai Rp. 1.323.336.384,-. Total penjualan KM. Tresna sebesar Rp. 2.917.776.803,- selama 1 tahun sehingga dapat disimpulkan usaha KM. Tresna layak untuk dijalankan

    Produksi Benih Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) Dengan Teknik Pemberian Hormon sGnRHa

    Get PDF
    Ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) merupakan salah satu komoditas unggul air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi pada pasar lokal maupun ekspor. Tingginya permintaan konsumsi ikan patin siam secara langsung berpengaruh terhadap kualitas induk yang pada akhirnya akan menghasilkan  benih dengan kualitas baik dan tersedia secara kontinyu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi performa pembenihan dan menganalisis usaha pembenihan ikan patin siam. Metode pengambilan data yaitu pengamatan secara langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Proses produksi benih yang dilakukan adalah pemeliharaan induk, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva, manajemen pakan, manajemen kualitas air, monitoring pertumbuhan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen. Hasil rata-rata fekunditas pada siklus 1 yaitu 179.371 butir dan siklus 2 192.417 butir, rata-rata pembuahan telur (fertilization rate/FR) pada siklus 1 47% dan siklus 2 42%, penetasan telur (hatching rate/HR) siklus 1 44% dan siklus 2 37% dengan sintasan pada siklus 1 dan 2 yaitu 48%. Laba yang diperoleh sebesar Rp. 44.549.568 per tahun, Break Even Point (BEP) harga sebesar Rp. 7.629.212, BEP unit sebanyak 69.894 ekor, Payback Period (PP) 10 bulan 24 hari dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) 1,4 yang artinya bahwa usaha pembenihan ikan patin siam layak untuk dilanjutkan

    Perbandingan Analisa Usaha Industri Budidaya Udang Tambak Intensif

    Get PDF
    Vanamei shrimp is one of the leading aquaculture commodities with high economic value and great potential. Often in shrimp farming, the amount of Production is large, but after calculating it economically, losses arise. This research aims to determine the technology application, feasibility study, and production cost per kg. The research method is a survey and apprenticeship pattern. Data were analysed using formulas, tabulations, and graphs. The activities' location at the Company is DP Bengkulu; GU Central Java, MS Pandeglang Banten, and IPKLP Serang Banten, BBM Bangka Belitung. The research was conducted on March 7 – November 20, 2022. Based on the discussion, it can be concluded that investment costs, fixed costs, and variable costs. The most significant loss was 31,074.Thebiggestprofitis31,074. The biggest profit is 449,056. The range of the R/C ratio is 1,09 – 2.05, the payback period of 3 months - 15 months, BEP units range from 2,449 kg – 11,685 kg, and BEP prices are 10,51710,517 – 53,963. The price per kg of shrimp is 2,2462,246 – 6,106. Losses caused by diseases that infect shrimp aged 40 - 70 day

    Rancang Bangun Sistem Monitoring Cerdas, Efesien dan Ramah Lingkungan (Si Moncer) untuk Budidaya Ikan (Kelompok Pembudidaya Ikan Green Aquatic)

    No full text
    Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Green Aquatic, dalam upaya mendukung kemajuan teknologi perikanan air tawar, mengembangkan suatu system monitoring yang diberi nama “Si MonCER” (Sistem Monitoring Cerdas, Efisien, dan Ramah Lingkungan) yang merupakan sebuah alat berbasis Internet of Things. Alat ini dirancang untuk memonitor kekeruhan, suhu dan pH air secara real-time. Si MonCER dibangun dari penggabungan antara system mekanis untuk pengurasan air dan system otomatis sensor pengukur kualitas air sebagai pemberi perintah dilakukannya pengurasan. Adapun sensor pengukur kualitas air yang disematkan antara lain sensor turbidity (kekeruhan air), sensor pH untuk mengukur tingkat keasaman air dan sensor temperature untuk mendeteksi suhu air. Fitur utama yang ditekankan pada system ini adalah kemampuannya untuk otomatis melakukan pengurasan air ketika diperintah system pengukur kualitas air yang mendeteksi tingkat kekeruhan, keasaman dan suhu melebihi batas yang ditetapkan.  Air hasil pengurasan yang tidak terpakai kemudian digunakan kembali untuk penyiraman tanaman secara terjadwal, sehingga memaksimalkan penggunaan air dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan alarm yang berfungsi sebagai notifikasi. Tanda notifikasi ini akan dikirimkan ke pengguna melalui website greenpuspacontrol.com, yang dapat diakses menggunakan smartphone. Semua data hasil analisis akan disimpan di Basis Data. Tujuan penggunan aplikasi Si MonCER melalui smartphone adalah  untuk memantau kondisi air pada kolam budidaya ikan meliputi tingkat kekeruhan, pH dan suhu air dari jarak jauh dan mengambil tindakan yang diperlukan secara tepat waktu. Penerapan teknologi ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan hasil produksi dan pengelolaan sumber daya air yang berkesinambungan

    QUALITY CHARACTERISTICS OF CANNED CRAB PROCESSING (Portunus pelagicus)

    Get PDF
    Crab is a fishery commodity that has high economic value. This research aims to determine the quality characteristics of the canned crab processing, which consists of: processing process flow, quality testing of raw materials and final products, application of temperature, yield, productivity and waste management. Data collection using observation, interviews and company documentation. Data analysis using comparative descriptive. The research results show that pasteurization of crab in cans goes involve 14 process stages starting from receiving raw materials to delivery. The organoleptic quality test result for raw materials and final products were 8,16 and 8,25. The results of microbiological test according to SNI, namely the TPC of raw materials and final products is 3.4 x 104 and 11 x 103 col/g. E. coli, Salmonella, S. aureus, V. cholerae were negative, there were no foreign body findings. The Chloramphenicol (CAP) test results for raw materials and final products were 0.015 and 0.012 ppb. Total weight for Jumbo Black can 96.46%, Lump Black Can 96,97%, Lump Seawings 96,25%, Claw Meat 94.48% and Cocktail 98.46%. The application of temperature has been good, namely receiving raw materials 1,35°C, sorting 3,28°C, Darkroom checking 3,53°C, Mixing 6,43°C, Filling and weighing 5,34°C and Closing cans 9,16°C. The yield at the picking stage was 32,8% and the sorting stage was 96,02%.  Productivity at the Special meat and Claw meat sorting stage reached 1,92 kg/hour/person and the filling and weighting stage was 20,5, cans/hour/person. Shell's solid waste is sold for animal feed, liquid waste is processed through the Waste Water Treatment Plant

    MAPPING CRITICAL MANGROVE LAND USING GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM TECHNOLOGY IN THE MANDEH AREA - SOUTH PESIR DISTRICT

    Get PDF
    The mangrove ecosystem is an ecosystem that has high biodiversity. The mangrove ecosystem has physical functions, including protecting the coast from abrasion and erosion. This ecosystem also functions as a place for spawning, breeding and rearing for various marine organisms. This research aims to determine critical mangrove land using Geographic Information System Technology (GIS) applications and remote sensing techniques as an alternative method for mapping the condition of critical land in the mangrove ecosystem. The research location is in the Mandeh area, Koto XI Tarusan District in Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province. Based on data processing and analysis as well as on-site observations, the critical level of mangrove forests in the Mandeh area is not damaged 119,065 Ha (46.41%), damaged 105,325 Ha (41.05%) and very damaged 32,164 Ha (12.54%).The village areas that were damaged were in Sungai Nyalo Village, while those that were not damaged were in Teluk Raya Village

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇