eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
ENVIRONMENTAL SUITABILITY, PLANTING DENSITY AND INDUSTRIAL PERFORMANCE OF INTENSIVE VANAME (Penaeus vaname ) FISHING IN PONDS
Shrimp is one of the leading commodities with high economic value and generates foreign exchange in local and international markets. The production of shrimp farming industry in ponds fluctuates, causing doubts for investors and practitioners to develop shrimp farming in ponds. The weakness is that there is no available data on the evaluation of aquaculture performance as a good shrimp farming planning material. The purpose of this study was to assess the performance of shrimp farming industry in intensive pond system. The research was conducted from September 2023 to February 2024. The research location was Rhee Royal Vannamei Sumbawa West Nusa Tenggara, Indonesia. This research is applied research with data collection methods are observation and quantitative. Data processing using Microsoft excel and SPSS (Statistical Program for Social Science). The results showed that the land is suitable for vaname shrimp farming, performance analysis showed Average daily growth (ADG) 0.4 gr/day, Average body weight (ABW) 13.86+5.59 g/head, Survival Rate (SR) 55+25%, Food Conversation Ratio (FCR) 1-1.5, and Productivity 11+5 tonnes/ha. The relationship between stocking density and shrimp productivity was not significant. Five cycles of production fluctuate, so it is not possible to determine predictions for the coming year. The prospect of shrimp farming industry in ponds is good enough to improve the economy
PARAMETER KUALITAS AIR PADA TAMBAK PEMBESARAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI CV. SUKSES INDAH PRIMA, SITUBONDO, JAWA TIMUR
This study aims to determine the effect of air quality dynamics in ponds owned by CV. Sukse Indah Prima Situbondo, East Java on ADG and ABW and shrimp mortality. The air quality results for the C2 plot during the checking were optimal, that is, they met the standard, even though the results were different from the 2014 laboratory/SNI standards. The results of the checking on the C6 plot contained several optimal checking results. However, there are still a number of checks that exceed the standard and experience a drastic increase or decrease, such as ammonium and alkalinity, as well as TVC whose brightness fluctuates drastically. The survival of the C2 plot was 95%, the C6 plot was 60%, the mortality in the C2 plot was 5%, and the C6 plot was 40%, and the ABW results experienced an increase in weight and length for each sampling. As a comparison, ADG decreased in the C2 DOC 54 plot, while the C6 plot experienced an optimal increase.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PELEMBAB BIBIR
Pelembab bibir merupakan produk yang mengandung bahan-bahan bermanfaat dengan tujuan untuk melembabkan, melindungi bibir tidak mudah kering dan pecah-pecah. Rumput laut coklat dengan jenis Sargassum sp memiliki kandungan antioksidan tinggi sehingga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pelembab bibir. Pembuatan pelembab bibir ini bertujuan untuk menghasilkan produk pelembab bibir dengan penambahan Sargassum sp, mengetahui karakteristik fisik produk berupa: pH dan homogenitas, tingkat penerimaan konsumen, daya simpan produk, dan kelembaban pelembab bibir. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan penambahan bubur rumput laut Sargassum sp, yaitu: kontrol (tanpa penambahan rumput laut), F1 (dengan penambahan Sargassum sp. 10 g), F2 (dengan penambahan Sargassum sp. 15 g), F3 (dengan penambahan Sargassum sp. 20 g). Hasil dari pengujian pH pada pelembab bibir yaitu kontrol 4,6; F1 5,3; F2 5,7; dan F3 5,8. Dari hasil uji homogenitas, diketahui bahwa perlakuan kontrol adalah satu-satunya perlakuan yang memiliki tekstur produk yang homogen. Perlakuan terbaik yang didapatkan berdasarkan tingkat kesukaan melalui uji hedonik oleh panelis yaitu pada P1 dengan nilai parameter aroma 3,57 (netral) warna 4,24 (suka) dan tekstur 4,18 (suka). Berdasarkan uji daya simpan produk pelembab bibir pada suhu ruang dapat bertahan selama lebih dari 35 hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa Sargassum sp. Dapat ditambahkan ke dalam pelembab bibir dengan tujuan untuk menambah daya kelembaban produk
Pemberdayaan Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Melalui Diversivikasi Produk Garam Scrub di Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah
Kecamatan Ambal adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah dan merupakan salah satu wilayah pesisir urut sewu yang memiliki beberapa segmen usaha perikanan yang tersebar diantaranya budidaya dan petambak garam. Permasalahan yang terdapat di Kecamatan Ambal salah satunya terdapat pada KUGAR (Kelompok Usaha Garam Rakyat) yang melakukan proses produksi garam yang kurang maksimal dikarenakan berbagai kendala. Maka perlunya dilakukan kegiatan penyuluhan berupa pemberdayaan kelompok usaha garam rakyat melalui diversifikasi produk garam dan pemasaran online dalam penerapan peran dan fungsi kelompok sebagai kelas belajar dan wahana kerja sama. Pelaksanaan penelitian berada di Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung dari tanggal 20 Februari – 20 Mei 2023. Metode yang digunakan ceramah, diskusi kelompok, sosialisasi dan pengamatan peran fungsi kelompok sebagai kelas belajar dan wahana kerja sama. Media yang digunakan folder dan media sesungguhnya. Sasaran penyuluhan sebanyak 13 orang yaitu kelompok Tirto Asin dan kelompok Sinar Usaha berjumlah 13 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada Kegiatan penyuluhan Sosialisasi peran dan fungsi kelompok meningkat pada aspek pengetahuan 55% dan peningkatan sikap 67,3%. Kegiatan demonstrasi cara diversifikasi garam scrub meningkat pada evaluasi pengetahuan sebesar 45%, evaluasi sikap memiliki tingkat persetujuan sebanyak 40%, evaluasi keterampilan rata rata meningkat 33% dan adopsi inovasi diterapkan oleh 4 sasaran dari kelompok Tirto Asin dan sinar Usaha.Ambal District is one of the sub-districts in Kebumen Regency, Central Java Province and is one of the coastal areas of Sewu Sewu which has several fishery business segments, including salt cultivation and farming. One of the problems found in Ambal District is KUGAR (People's Salt Business Group) which does not make the salt production process optimal due to various obstacles. So it is necessary to carry out counseling activities in the form of empowering people's salt business groups through diversification of salt products and marketingonline in implementing the roles and functions of the group as a learning class and a vehicle for cooperation. The research was carried out in Ambal District, Kebumen Regency, Central Java Province, which took place from 20 February to 20 May 2023. The methods used were lectures, group discussions, outreach and observation of the role of group functions as a class for learning and a vehicle for collaboration. The media used is the actual folder and media. The target of counseling was 13 people, namely the Tirto Asin group and the Sinar Usaha group totaling 13 people. Based on the results of the study it can be concluded that there was an increase in counseling activities. Socialization of the roles and functions of the group increased in the aspect of knowledge by 55% and the increase in attitude by 67.3%. Demonstration activities on how to diversify scrub salt increase in knowledge evaluation by 45%, attitude evaluation has an approval level of 40%, the average skill evaluation increases 33% and innovation adoption is implemented by 4 targets from the Tirto Asin and Sinar Usaha groups
PEMENUHAN PERSYARATAN PENGAWAKAN KAPAL PERIKANAN DI PELABUHAN PERIKANAN MASAMI, BANYUWANGI
Pemenuhan persyaratan pengawakan kapal perikanan merupakan salah satu aspek yang menentukan keselamatan dan keamanan pelayaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemenuhan persyaratan pengawakan kapal perikanan dan kesesuaian dokumen awak kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan (PP) Masami, Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan mengikuti pemeriksaan dokumen persyaratan pengawakan yang diintegrasikan dalam proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) pada bulan Juni 2023. Tercatat sebanyak 18 unit kapal perikanan yang mengurus SPB yang terdiri atas 62 orang perwira dan 478 orang anak buah kapal (ABK). Pemenuhan persyaratan dokumen awak kapal perikanan di PP Masami belum sepenuhnya mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya ketentuan PERMEN-KP No. 33 Tahun 2021. Namun, proses pemeriksaan syarat pengawakan untuk penerbitan SPB telah dijalankan sesuai PERMEN-KP No. 3 Tahun 2013. Jenis sertifikat kompetensi yang dimiliki oleh perwira bagian dek dan mesin adalah Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil (60%), sertifikat Ahli Nautika Kapal Perikanan (ANKAPIN III) dimiliki oleh 34% perwira yang sebagian besar adalah Nahkoda, dan sisanya 6% (sebagian kecil dari Kepala Kamar Mesin/KKM) memiliki sertifikat Ahli Teknika Kapal Perikanan (ATKAPIN III). Seluruh ABK saat ini hanya menggunakan kartu identitas sebagai dokumen pengawakan dan belum memiliki Buku Pelaut ataupun sertifikat Basic Safety Training (BST)
AFEKTIF PEMBUDIDAYA IKAN DALAM KEGIATAN PROGRAM SOSIALISASI PENYULUHAN DI KECAMATAN 2x11 ENAM LINGKUNG
Kecamatan 2x11 Enam Lingkung termasuk salah satu wilayah di Kabupaten Padang Pariaman yang memiliki potensi perikanan di bidang budidaya ikan air tawar berupa ikan lele, gurami dan nila. Masalah dalam budidaya yaitu produksi dan kualitas ikan yang masihrendah karena kurangnya pengetahuan dan sikap pembudidaya. Tujuan dilakukan kegiatan penyuluhan adanya sosialisasi penerapan cara pembenihan ikan yang baik(CPIB), pengendalian hama penyakit dan perhitungan analisis usaha pada pembudidaya ikan dalam penerapan fungsi kelompok sebagai kelas belajar dan wahana kerja sama. Pelaksanaan penelitian berada di Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat yang berlangsung dari tanggal 20 Februari – 20 Mei 2023. Metode yang digunakan ceramah, diskusi kelompok, sosialisasi dan pengamatan fungsi kelompok sebagai kelas belajar. Media yang digunakan folder. Sasaran penyuluhan sebanyak 10 orang yaitu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Sakawan Fish di Nagari Lubuak Pandan dan 10 orang Pokdakan Sakato di Nagari Sungai Asam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi sosialisasi penerapan CPIB padaPokdakan Sekawan fishaspekpengetahuan teradi peningkatan sebesar44% dan aspek sikap meningkatsebesar13.6% sedangkan Pokdakan Sakato aspek pengetahuan meningat53% dan aspek sikap meningkat14.4%.Hasilevaluasisosialisasi pengendalian hama penyakit padaPondakan Sekawan Fish aspek pengetahuan meningkat sebesar 44% dan aspek sikap meningkat 12.4% sedangkanPokdakan Sakato aspek pengetahuan meningkat sebesar 43% dan aspek sikap meningkat sebesar 18%.Sosialisasi perhitungan analisis usaha hasil evaluasi Pokdakan Sakawan Fish dan Sakato pada aspek pengetahuan meningkat sebesar 45%, aspek sikap meningkat 27.2%, aspek keterampilan terdapat 7 orang terampil dan adopsi inovasi berumlah 3 orang menerapkan. <w:LsdException Locked="false" SemiHidden="true" UnhideWhenUsed="true" Name="Body Tex
Teknologi dan Nutrisi Hasil Laut
Hasil perikanan dan kelautan merupakan salah satu komoditas penting diIndonesia ditinjau dari luas perairan Indonesia 6.400.000 km2, Luas NKRI(daratan dan perairan) seluas 8.300.000 km2. Panjang garis pantai 108.000 km.Potensi perikanan di Indonesia sangatlah menjanjikan, namun hingga saat inipraktik penanganan dan pengolahan hasil perikanan masih perludikembangkan. Teknologi proses dan nutrisi hasil laut lebih bertujuan untukmempertahankan kesegaran ikan yang ditangkap atau dipanen, sedangkanpengolahan produk perikanan ditekankan pada peningkatan kualitas, perbaikanmutu sensori dan diversifikasi produk perikanan. Buku “TeknologiPengolahan Produk Perikanan” ini menyajikan prinsip-prinsip pengolahanproduk perikanan yang ditekankan pada pengolahan secara konvensional.Buku ini terdiri dari enam bab yang disajikan secara sistematis. Bab 1mengulas mengenai jenis-jenis vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkanoleh tubuh. Bab 2 kandungan nutrisi dari ikan segar, Bab 3 membahasmengenai produk perikanan fermentasi, Bab 4&5 membahas pengolahantradisional dan modern pada hasil perikanan, Bab 6 membahas mengenaiproduk perikanan non konsumsi. Diharapkan, buku ini dapat menjadi salahsatu referensi untuk Civitas akademika secara umum dan unit pengolah ikansecara khusus
Efektivitas Bahan Kimia Dalam Mengobati Penyakit Motile Aeromonads Septicemia Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis terbaik pada bahan kimia untuk mengobati penyakit motile aeromonads septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan nila. Penelitian ini terdiri dari 18 perlakuan in vitro, antara lain kontrol, kalium permanganat 0,003 ppt, 0,006 ppt, 0,009 ppt; methylene blue 0,5 ppt, 1 ppt, 1,5 ppt, 2 ppt, 2,5 ppt, 3 ppt; dan garam ikan 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt; dengan pengujian in vitro secara tunggal, gabungan, dan bersama menggunakan metode Kirby–Bauer dan Total Plate Count (TPC), serta perlakuan in vivo pada dosis in vitro terbaik. Parameter yang diamati diantaranya zona hambat dan total bakteri patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan garam ikan dengan dosis 20 ppt. Hasil uji tunggal menunjukkan perlakuan garam ikan dengan dosis 20 ppt menghasilkan zona hambat terbesar 17,85 mm. Hasil pengujian gabungan antara garam ikan dan methylene blue menghasilkan zona hambat terbesar 12,1 mm dan penurunan total bakteri patogen hingga 9,1 x 108 CFU/mL. Hasil pengujian secara in vivo diperoleh hasil kelangsungan hidup ikan nila sebesar 80% pasca perlakuan garam ikan dengan dosis 20 ppt melalui metode perendaman selama 10 menit.This research aims to obtain the best type and dose of chemicals to treat motile aeromonads septicemia (MAS) disease caused by Aeromonas hydrophila bacteria in tilapia fish. This research consisted of 18 in vitro treatments, including control, potassium permanganate 0.003 ppt, 0.006 ppt, 0.009 ppt; methylene blue 0.5 ppt, 1 ppt, 1.5 ppt, 2 ppt, 2.5 ppt, 3 ppt; and fish salt 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt; with single, combined, and joint in vitro testing using the Kirby–Bauer and Total Plate Count (TPC) methods, as well as in vivo treatment at the best in vitro dose. The parameters observed include the inhibition zone and total pathogenic bacteria. The research results showed that the best dose in this study was fish salt treatment with a dose of 20 ppt. The results of a single test showed that fish salt treatment with a dose of 20 ppt produced the largest inhibition zone of 17.85 mm. The results of the combined test between fish salt and methylene blue produced the largest inhibition zone of 12.1 mm and a reduction in total pathogenic bacteria of up to 9.1 x 108 CFU/mL. In vivo test results showed that tilapia survival was 80% after treatment with fish salt at a dose of 20 ppt using the soaking method for 10 minutes
Rancang Bangun Wahana Unmanned Surface Vehicle (USV) Berbahan Fiberglass Dengan Pengendali Wireless Remote Control
Teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV) sesungguhnya telah berkembang, akan tetapi mendesain dan membuat suatu USV yang mudah untuk diikuti menjadi penting. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menghasilkan rancang bangun wahana USV dengan tipe katamaran dan berbahan dasar fiberglass yang ringan. Sistem kendali wahana USV menggunakan wireless remote control 2,4 Ghz. Wahana USV yang telah berhasil didesain dan dibangun, selanjutnya dilakukan pengujian untuk melihat kemampuan kecepatan dan manuvernya. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh wahana USV mampu bergerak lurus dengan kecepatan rata-rata 1,3 m/s, dan berputar 360° dengan kecepatan rata-rata 1,03 m/s dan 1,07 m/s. Wahana USV yang dihasilkan masih memerlukan beberapa perbaikan pada pengatur kecepatan, sehingga di masa yang akan datang dapat digunakan dalam aktivitas survei baik itu di danau atau di perairan pesisir.Unmanned Surface Vehicle (USV) technology has actually developed, but designing and making a USV that is easy to be followed is important. Based on this case, this research aims to design a USV with a catamaran type and made from lightweight fiberglass. The USV control system uses a 2.4 Ghz wireless remote control. USV vehicles that have been successfully designed and built are then tested to see their speed and maneuverability. Based on the test results, the USV vehicle was able to move straight with an average speed of 1.3 m/s, and rotate 360° with an average speed of 1.03 m.s and 1.07 m/s. The result of the USV vehicle still needs some improvements to the speed regulator, so that in the future it can be used in survey activities either in lakes or in coastal waters
Penanganan Ikan Tuna (Thunnus sp.) Pada Kapal Hand Line yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap
Pelabuhan Perikanan Samudera merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan samudera yang berada di pantai selatan jawa serta berhadapan langsung dengan samudera Indonesia (WPP 573) yang dikenal memiliki potensi sumber daya ikan yang cukup melimpah. Hand Line (Pancing ulur) merupakan alat tangkap sederhana dengan konstruksi ukuran dan bentuk mata pancing serta berbagai jenis umpan buatan sebagai faktor utama keberhasilan pengoperasian alat tangkap. Penanganan Ikan di atas kapal sangat menentukan kualitas ikan yang akan didaratkan dan dijual di pasaran. Jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan kerusakan fisik pada ikan dan akan menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan tidak dapat dipasarkan dengan harga yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan ikan tuna pada alat penangkapan ikan hand line yang dioperasikan di WPP dan didaratkan di PPS Cilacap. Metode analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Prosedur penanganan ikan tuna (Thunnus sp.) diatas kapal dimulai dengan penarikan dan penaikan ikan ke atas kapal. Kemudian dilanjutkan dengan mematikan ikan tuna. Tahapan selanjutnya yaitu pembuangan isi perut dan insang pada ikan supaya mengurangi pertumbuhannya bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya proses pembusukan. Setelah ikan sudah melewati proses pembuangan isi perut dan bagian insang, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pembersihan pada tubuh ikan menggunakan air laut, guna membersihkan darah dan kotoran yang menempel agar bisa langsung di simpan ke dalam palka. Tahapan selanjutnya yaitu penyimpanan. Penyimpanan ikan di lakukan setelah pembersihan ikan, tahap selanjutnya yaitu dengan memasukan ikan ke dalam Cold Storage, lalu disusun di lantai Cold Storage agar tidak memakan ruang