eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PEMPEK OMO KOTA BANDUNG

    No full text
    Pempek OMO is an MSME that produces Palembang speciality food, pempek. In the same area, of course, there are competitors with the same product. To maintain production, Pempek OMO must have a strategy so that it can continue to compete. Therefore, it is necessary to analyze the marketing strategy of Pempek OMO. This research is categorized as qualitative research using primary and secondary data. Primary data is obtained through surveys to the place and interviews with the owner of Pempek Omo, while secondary data is obtained through literature available on the internet. Then SWOT analysis was conducted, internal factors and external factors of pempek OMO production. The result of the research is that the value-added ratio obtained is greater than 40%, which means that the business or production process of Pempek Omo has a high added value.

    Pengaruh Aspek Teknis Pukat Cincin Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Pada KMN. Audy Maega Dalle Yang Berlabuh Di PPPI Oeba, Kupang, Nusa Tenggara Timur

    Get PDF
    Aspek teknis merupakan salah satu faktor yang secara teknis operasional yang mempengaruhi keberhasilan pengoperasian alat tangkap Pukat Cincin dan perolehan hasil tangkapan ikan, beberapa aspek teknis tersebut antara lain, durasi waktu penyinaran lampu pengumpul ikan, durasi waktu pelingkaran jaring dan durasi waktu penarikan tali kerut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2023 sampai 23 Mei 2023 di KMN. Audy Maega Dalle berpangkalan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang. Analisis deskriptif digunakan mendeskripsikan tentang teknik penangkapan dengan alat tangkap purse seine, pada waktu pelingkaran alat tangkap, penarikan tali kerut dan penggunaan alat bantu lampu pengumpul ikan. Pengaruh aspek teknis pukat cincin terhadap hasil tangkapan. Yaitu lama pelingkaran sebesar 34,12 %. Lama penarikan tali kerut sebesar 40,48%. Lama waktu penyinaran sebesar 0,38%, artinya setiap penambahan 1 menit dalam dua perlakuan tersebut akan terjadi penurunan hasil tangkapan sedangkan pengaruh penyinaran apabila berkurang 1 menit akan terjadi penurunan hasil tangkapan. . Dengan demikian, semakin cepat durasi waktu pelingkaran jaring, waktu penarikan tali kerut dan semakin lama durasi waktu penyinaran lampu pengumpul ikan, maka hasil tangkapan ikan yang diperoleh akan semakin besar.The technical aspect is one of the technically operational factors that influences the successful operation of the purse seine fishing gear and the acquisition of fish catches. Some of these technical aspects include, the duration of the time the fish collector lights are illuminated, the duration of the net circling time and the duration of the time for pulling the crimp line. The research was carried out from March 15, 2023 to May 23, 2023 at KMN. Audy Maega Dalle is based at the Oeba Kupang Fish Landing Base (PPI). Descriptive analysis was used to describe fishing techniques using purse seine fishing gear, when circling the fishing gear, pulling the crimp line and using fish collecting lamps. The influence of technical aspects of purse seining on catch results. That is, the circle length is 34.12%. The length of time to withdraw the crimp rope is 40.48%. The length of the exposure time was 00.38%, meaning that for every additional 1 minute in the two treatments there would be a decrease in catch, while the effect of exposure if it was reduced by 1 minute would result in a decrease in catch. . Thus, the faster the duration of the net circling time, the time for pulling the crimping line and the longer the duration of shining the fish collecting lamp, the greater the fish catch obtained

    Derajat Penetasan Telur Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diinkubasi dengan Kepadatan Berbeda Menggunakan Inkubator Sederhana (Zoug Jar)

    No full text
    Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas budidaya air tawar yang bernilai ekonomis penting. Salah satu kendala dalam penyediaan benih adalah rendahnya derajat penetasan telur. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan derajat penetasan telur adalah penggunaan inkubator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji derajat penetasan telur ikan nila yang diinkubasi dengan kepadatan berbeda menggunakan incubator sederhana. Jumlah telur diatur berbeda pada tiap incubator sebagai perlakuan pada penelitian ini. Inkubator A (IA) berisi 2.700 butir/L dan incubator B (IB) berisi 2.600 butir/L (tanpa ulangan). Tahapan penelitian meliputi persiapan tandon air, pembuatan inkubator, pemijahan ikan nila, pemanenan telur, inkubasi penetasan telur, sampling kualitas air dan perhitungan larva. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan hasil interpretasi dibandingkan dengan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat penetasan yang diperoleh yakni 88,3% I-A dan 87,7% I-B. Jumlah telur yang mentas pada I-A adalah 2385 butir dan yang tidak menetas adalah 315 butir. Jumlah telur yang menetas pada I-B adalah 2270 butir dan tidak menetas adalah 330 butir. Kualitas air yang diperoleh yakni debit air 0,2 L/detik, pH 6,5-6,6, DO 5-6,7 ppm dan suhu 28-30oC. Berat induk sebelum pengambilan telur adalah 259,67±50,74 dan setelah pengambilan telur adalah 257,83±50,08, sehingga berat telur 1,83±0,98 gram dengan jumlah 900,83±215,77 butir. Penggunaan incubator pada penelitian ini direkomendasikan untuk meningkatkan derajat penetasan telur

    Halaman Depan

    No full text

    Analisis Penyuluhan Pakan Mandiri Terhadap Evaluasi Penyuluhan Pembudidayaan Ikan di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

    Get PDF
    Pakan memiliki peran yang sangat penting dalam proses budidaya. Mahalnya harga pakan komersil menjadi kendala dalam proses budidaya ikan, sehingga perlu adanya penerapan pakan alternatif seperti pakan mandiri melalui kegiatan penyuluhan. Tujuan penyuluhan ini adalah 1) Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pembudidaya ikan dalam menerapkan pembuatan pakan mandiri sebagai upaya menekan biaya operasional, 2) Mengembangkan kelompok budidaya ikan melalui peningkatan peran dan fungsi kelompok. Kegiatan pendampingan dilaksanakan dari tanggal 20 Februari - 20 Mei 2023 yang bertempat di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyuluhan pakan mandiri mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan sasaran penyuluhan terhadap materi pakan mandiri sebesar 162% pada aspek pengetahuan, 85,7% pada aspek sikap serta 50% (Perhitungan formulasi pakan) dan 65% (Prosedur pembuatan pakan) pada aspek keterampilan. Peningkatan ketiga aspek tersebut memberikan dampak baik terhadap proses adopsi inovasi pakan mandiri oleh pembudidaya yaitu terdapat 2 orang menerapkan, 5 orang mencoba, 3 orang menilai dan 4 orang pada kategori minat

    Proses Pengolahan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Kupas Mentah Beku Peeled Deveined (PD) di PT. Misaja Mitra Pati-Jawa Tengah

    Get PDF
    Udang merupakan produk yang mudah rusak, sehingga perlu penanganan dan pengolahan yang tepat. Pengolhahan udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) kupas mentah beku Peeld Deveined (PD) merupakan salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan. Tujuan penelitian untuk mengetahui alur proses, mutu udang, penerapan rantai dingin, rendemen, produktivitas, penerapan kelayakan dasar dan pengolahan limbah. Metode pengambilan data yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian meliputi pengolahan udang kupas mentah beku yang terdapat 20 tahapan proses. Mutu uji organoleptik udang segar dan produk PD adalah 9. Nilai uji mikrobiologi udang segar dan produk PD mentah beku adalah ALT <5x10⁵ koloni/g, E. coli <3APM/G. S.areus negatif, Salmonella negatif, V Pharahaeolyticus negatif, V.Cholerae negatif. Nilai ujikimia bahan baku udang diperoleh kandungan antibiotik tidak terdeteksi. Penerapan rantai dingin tercatat suhu udang saat pengolahan antara 2,78 - 7,3, dan suhu produk udang PD mentah beku >-18°C. Hasil perhitungan rendemen pada setiap size telah sesuai dengan standar perusahaan  yaitu tahap pemotongn kepala 65% dan rendemen pengupasan kulit dan pembuangan usus 80%. Hasil perhitungan produktivitas pemotongan kepala, pengupasan kulit an pencukitan usus telah memenuhi standar yang diterapkan

    Potensi Sosial Ekonomi Perikanan di Kampung Nelayan Maju, Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap

    Get PDF
    Pengembangan potensi perikanan dapat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan perikanan dengan pendataan informasi mengenai kondisi lapangan untuk menentukan jenis penyuluhan sesuai kebutuhan sasaran. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi wilayah, permasalahan pelaku utama perikanan, dan kegiatan penyuluhan perikanan di Kampung Nelayan Maju Desa Jetis. Analisis potensi dan permasalahan dilakukan dengan metode PRA melalui pengisian borang. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap nelayan dan pengolah hasil perikanan, data sekunder diproses melalui penelitian dari berbagai sumber. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 September sampai 8 November 2023. Hasil penelitian yaitu luas wilayah Kampung Nelayan Maju Desa Jetis 7,10 km² serta jumlah RTP sebanyak 352 RTP di bidang penangkapan dan 70 RTP di bidang pengolahan hasil perikanan. Sistem produksi penangkapan ikan di Desa Jetis menggunakan jenis alat tangkap ciker, sirang, dan arad. Permasalahan yang dihadapi yaitu rendahnya pendapatan nelayan dan pengolah hasil perikanan. Kegiatan penyuluhan perikanan berjalan dengan baik, peran penyuluh sangat penting bagi masyarakat guna meningkatkan kelompok perikanan. Wilayah tersebut berpotensi karena kondisi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai untuk kegiatan perikanan

    Pengelolaan Sistem Perairan di Mandalika Dengan Memanfaatkan Limbah Sampah Organik Menjadi Eco-Briquette Dalam Mewujudkan SDGS 45 Dengan Evaluasi Penerapan Penelitian di TPA Kabupaten Blora

    Get PDF
    Plastik merupakan senyawa polimer yang unsur penyusun utama nya adalah karbon dan hidrogen . Plastik dibuat menggunakan bahan baku salah satunya adalah naphta yaitu bahan yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi atau gas alam. Sifat plastik secara umum tahan korosi, berat jenis cukup rendah, ulet dan kuat, lunak terhadap suhu yang rendah. Di Kabupaten Blora, produksi sampah meningkat 10 ton/hari sebelum dan sesudah lebaran 2019. Sampah berasal dari rumah tangga, jenis serupa, dan spesifik dengan volume harian masing-masing 1000 m3, 103 m3, dan 8,53 m3. Pengelolaan sampah mencapai 73%, sedangkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) mengurangi 26% dari jumlah total sampah.Penelitian ini mengilustrasikan proses pengolahan sampah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif. Tahapannya mencakup pengeringan, karbonisasi, pencetakan dengan binder kanji, dan pengeringan akhir untuk mengurangi kadar air briket. Kualitas briket diukur berdasarkan parameter standar mutu seperti kadar air, abu, nilai kalor, dan ketahanan. Hasil pengujian membandingkan karakteristik briket dengan standar mutu briket sesuai SNI No.01-6235-2000. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendukung program SDGs 2045 dengan mengurangi polusi dari timbulan sampah di Kabupaten Blora. Pengolahan sampah plastik menjadi briket memiliki dampak positif ekonomi dan sosial yang signifikan. Dengan pengurangan 10% kapasitas sampah plastik setiap 5 tahun, diharapkan dapat mengurangi 50% total kapasitas saat ini. Ini akan mendorong kesadaran lingkungan masyarakat dan memberikan peluang ekonomi melalui pengolahan sampah menjadi briket. Inovasi ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan sampah sebagai sumber ekonomi yang berkelanjutan

    POLA PERTUMBUHAN DAN VARIASI GENETIK BERBASIS DNA MIKROSATELIT DARI TIGA POPULASI IKAN BARAMUNDI Lates calcarifer

    Get PDF
    Benih ikan baramundi Lates calcarifer diperoleh dari pemijahan alami dengan jumlah induk terbatas sehingga variabilitas pertumbuhan dan kelangsungan hidup antar-batch menjadi tinggi. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pertumbuhan dan mengevaluasi variasi genetik ikan kakap putih populasi Australia, Situbondo dan Lampung hasil domestikasi dan dibudidaya di hatcheri skala rumah tangga (HSRT). Sebanyak 10 ekor ikan barramundi dari setiap populasi digunakan untuk analisis variabilitas genetik dengan dua lokus mikrosatelit, yaitu Lca21 dan Lca32. Selanjutnya, data mikrosatelit diolah menggunakan software genetic analysis in excel (GenAlEx 6.51b2). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang dan bobot tubuh serta laju pertumbuhan spesifik ikan baramundi dari Australia lebih tinggi dibandingkan dari Situbondo dan Lampung (P<0,05); sedangkan ikan baramundi dari Situbondo dengan Lampung adalah sama (P>0,05). Jumlah alel setiap lokus ikan baramundi berkisar 2-8 alel dan heterozigositas tertinggi dimiliki oleh ikan barramundi asal Situbondo (0,85), diikuti Lampung (0,65) dan paling rendah dari Australia (0,54). Dari hasil riset tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga populasi ikan baramundi hasil domestikasi dan dipeliharan dalam sistem HSRT memenuhi kelayakan untuk digunakan untuk kegiatan hibridisasi atau membentuk populasi awal (sintetis). Barramundi seeds, Lates calcarifer are usually sourced from natural spawning using a limited number of broodstock. Therefore, the growth and survival rate of these seeds vary greatly between batches. The research was performed to determine the growth pattern and genetic variations of barramundi seed populations produced from domesticated broodstock sourced from Australia, Situbondo, and Lampung and reared in small-scale hatcheries. Ten individuals of barramundi from each population were used for microsatellite analysis using two microsatellite loci, namely: Lca 21 and Lca 32. The resulted microsatellite data was processed using the genetic analysis available in Excel software (GenAlEx 6.51b2). The results showed that the growth in length and body weight as well as the specific growth rate of barramundi seeds produced from Australia broodstock were higher than that of Situbondo and Lampung (P<0.05) while the later two were similar (P>0.05). The number of microsatellite alleles ranged from 2-8 and the highest heterozygosity was obtained by barramundi seeds produced by Situbondo (0.85), followed by Lampung (0.65), dan Australia (0.54) broodstock. From the results of the research, it can be concluded that the three populations of barramundi fish, which were domesticated and reared in the HSRT system, meet the criteria for use in hybridization program or for forming a synthetic population

    STOCK STRUCTURE OF FLYING FISH (CYPSELURUS POECILOPTERUS) IN THE EASTERN INDONESIA WATER BASED ON MORPHOMETRIC AND MERISTIC VARIATION

    Get PDF
    Flying fish Cypselurus poecilopterus is a small pelagic fish resource that plays an important ecological and economic role. However, information regarding the structure of its stock in East Indonesian waters is still limited. This study aims to identify stock structure based on morphometric, meristic approaches, and associated with environmental factors. Fish samples were taken during one fishing season (June-September) in 2015 and 2021 in the waters of West Papua and East Seram where the Lydakker line passes, using the method of observation and purposive sampling, then the data were analyzed descriptively and t-test. The results of observations on 23 morphometric characters and 5 meristic features showed a significant difference, so it is estimated that flying fish stocks are composed of 2 sub-populations. Differences in morphometric and meristic parameters are affected by different environmental conditions in the two waters. This information is expected to be useful for the management and sustainable use of flying fish resources

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇