eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
IDENTIFICATION, ISOLATION, PURIFICATION, GRAM STAINING, AND BIOCHEMICHAL TESTING PROCESSES OF AQUATIC BACTERIA FROM DIFERENT SOURCES
Abstrac
CALCULATION OF COOLING LOAD IN COLD STORAGE FOR CATCH STORAGE
This study aims to calculate the cooling load required in Cold Storage to store fish catches. Cold Storage is an important facility in the fisheries industry to maintain the quality and freshness of the product. Accurate cooling load calculation is essential to design an efficient and energy-saving refrigeration system. The methodology used includes data collection on Cold Storage specifications, environmental conditions, and characteristics of the stored products. The cooling load is calculated by considering factors such as transmission loads through walls, roofs, and floors; product loads; air infiltration loads; internal loads from lights, equipment, and personnel; and other loads. The calculation results show that the total cooling load for Cold Storage with a certain capacity is 17.68 kW. Sensitivity analysis was conducted to evaluate the effect of various parameters on the cooling load. This study also provides recommendations for optimizing Cold Storage design and operational strategies to improve energy efficiency. The results of this study can be used as a reference in designing and operating Cold Storage for more effective and economical storage of fish catches
PEMANFAATAN FERMENTASI LINDI SAMPAH PERKOTAAN DALAM MEDIA KULTUR TERHADAP BIOMASSA DAN KOMPOSISI KIMIA Chlorella sp.
Lindi merupakan cairan yang terbentuk dalam timbunan sampah dan berpotensi sebagai pencemar lingkungan. Namun apabila diolah lindi dapat menjadi sumber unsur hara untuk kultur Chlorella sp.. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lindi dalam media kultur dan mendapatkan konsentrasi lindi terbaik untuk meningkatkan biomassa serta komposisi kimia Chlorella sp.. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan, yaitu pemberian lindi 5, 10, 15, 20 dan 25% dan masingmasing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Sebelum digunakan, lindi disaring dan dicampur dengan 20 g gula merah yang dihancurkan, 1 L akuades, 15 mL Effective Microorganism4 (EM4 ), dan kemudian difermentasi selama 1 hari. Kultur dilakukan dalam galon berkapasitas 20 L yang diisi dengan 16 L air tawar, dengan penerangan menggunakan lampu dengan intensitas 2500 lux. Proses kultur berlangsung selama 20 hari, dengan parameter yang diukur meliputi kepadatan sel, biomassa, kandungan proksimat, asam amino, kadar nitrat, fosfat, dan kualitas air (suhu, pH, dan DO). Hasil penelitian menunjukkan pemberian lindi dalam media kultur berpengaruh nyata terhadap biomassa Chlorella sp. (p<0,05) dengan konsentrasi lindi terbaik pada perlakuan 25%, yaitu biomassa sebesar 0,44 ± 0,00 g L-1, mengandung protein 31,208%, lemak 7,125%, karbohidrat 31,217%, kadar air 26,975% dan kadar abu 3,475%. Temuan ini menunjukkan bahwa lindi dapat digunakan sebagai alternatif sumber nutrisi untuk meningkatkan produktivitas Chlorella sp., dengan konsentrasi 25% sebagai yang paling optimal.Leachate is a liquid that forms in landfills and can be an environmental pollutant. However, if the leachate is processed, it can become a source of nutrients for Chlorella sp. culture. This research was conducted to determine the effect of leachate in the culture medium and to obtain the best leachate concentration to increase the biomass and chemical composition of Chlorella sp.. The research used a completely randomized design with five treatments, namely the addition of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25% leachate, with each treatment consisting of three replications. Before use, the leachate was filtered and mixed with 20 g of crushed brown sugar, 1 L of distilled water, 15 mL of Effective Microorganism 4 (EM4 ), and then fermented for 1 day. The culture was conducted in a 20 L gallon filled with 16 L of freshwater, illuminated with a light intensity of 2500 lux. The culturing process lasted for 20 days, with parameters measured including cell density, biomass, proximate content, amino acids, nitrate, phosphate, and water quality (temperature, pH, and DO). The results showed that the addition of leachate in the culture media had a significant effect on the biomass of Chlorella sp. (p<0.05), with the best leachate concentration being 25%, yielding a biomass of 0.44±0.00 g L-1 , containing 31.208 % protein, 7.125 % lipid, 31.217 % carbohydrates, 26.975 % moisture content, and 3.475% ash content. These findings indicate that leachate can be used as an alternative nutrient source to enhance the productivity of Chlorella sp., with a 25% concentration being the most optima
Analisis Penyebab Banjir Rob di Muara Gembong Teluk Jakarta dan Estimasi Dampak Kerugian Ekonominya Bagi Masyarakat Sekitar : Sebuah Bahan Masukan Kebijakan
Kecamatan Muara Gembong termasuk wilayah pesisir Timur Teluk Jakarta yang rentan terkena dampak banjir rob. Hal ini menimbulkan dampak kerugian ekonomi yang sangat besar karena selain melumpuhkan aktivitas ekonomi juga menimbulkan dampak kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Diduga salah satu penyebab terjadinya rob adalah degradasi mangrove yang cukup signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis akar masalah dan mengestimasi dampak kerugian ekonomi Masyarakat akibat rob serta memberikan rekomendasi upaya adaptasi pemulihannya. Kajian ini menggunakan metode rapid asessment dan Averting Behaviour Method untuk menghitung estimasi kerugian ekonomi secara langsung dan tidak langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 42 tahun terkahir (1976-2018) sebanyak 55% luasan ekosistem mangrove di pesisir Timur Teluk Jakarta telah berubah menjadi tambak dan pemukiman dengan laju perubahan rata-rata sekitar 23 Ha/tahun. Besar kerugian ekonomi yang ditanggung oleh Masyarakat akibat rob diprediksi mencapai Rp.71,861,086,250/Tahun. Jika pemerintah tidak segera melakukan upaya adaptasi yang tepat, diprediksi abrasi akan semakin parah dan banjir rob akan semakin meluas menggenagi desa. Upaya adaptasi yang penting untuk dilakukan adalah dengan melakukan restorasi mangrove, pembangunan tanggul pantai pemecah gelombang, dan relokasi pemukiman warga disekitar bantaran sungai.
PROFITABILITY OF THE TAMBAN SALAI FISH PROCESSING BUSINESS IN SINGKEP PESISIR DISTRICT LINGGA REGENCY
Singkep Pesisir sub-district in Lingga Regency is home to six beautiful villages, including Berindat, Kote, Lanjut, Pelakak, Persing, and Sedamai. The local residents are primarily fishermen, and the area is well-known for the Tamban Salai fish processing business. This business is committed to providing high-quality fish products and is a significant contributor to the local economy. Our research aimed to determine the income and profitability of the Tamban Salai Fish Processing business in Singkep Pesisir district. We used a quantitative descriptive method and collected data through a census method. The financial analysis included Benefit Cost Of Ratio (B/C Ratio), Revenue Cost Of Ratio (R/C Ratio), Break-Even Point (BEP Unit), Break-Even Point (BEP Rupiah), Return On Equity (ROE), and Return On Investment (ROI) to measure the feasibility and profitability of the business. Our research found that the Tamban Salai Fish Processing business is a highly feasible and profitable business with a B/C Ratio of 4.00, R/C Ratio of 5.00, BEP Unit of 1,211.62 kg, and BEP Rupiah of Rp10,787.91. The Return On Equity (ROE) was 84%, and Return On Investment (ROI) was 35%. At the Tamban Salai Fish Processing business, we believe in delivering the best quality products to our customers while contributing to the local economy. Our commitment to excellence has allowed us to establish ourselves as a trustworthy and reliable business. We are proud of our success and look forward to continuing to serve our customers with the same dedication and commitment
Evaluasi Organoleptik dan Kandungan Total Volatile Base Nitrogen pada Kualitas Mutu Ikan Kembung (Rastrelliger Sp.) di Pasar Tradisional Jakarta Timur
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mutu ikan kembung (Rastrelliger sp) dengan melakukan pengujian mutu uji organoleptik dan kandungan TVB yang diperoleh dari pasar tradisional di Jakarta Timur. Pengujian organoleptik dengan parameter kenampakan mata, insang, lendir permukaan badan, bau, tekstur dan daging dilakukan berdasarkan SNI 2729 : 2013 dan kadar TVB-N berdasarkan SNI 2354.8:2009 di Balai Uji Standar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM), Jakarta Timur. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang diperoleh dari 2 pasar dan dua pedagang di pasar tradisional Jakarta Timur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai organoleptik berbanding terbalik dengan nilai TVB-N. Nilai organoleptik terendah terdapat pada pedagang 2 Pasar Ciracas dengan rata-rata 6,0 untuk 3 pedagang lainnya di Pasar Ciracas dan Kramat Jati rata-rata nilai organoleptik 7,0. Nilai TVB-N tertinggi pada pedagang 2 di Pasar Kramat jati yaitu sebesar 25,20 Mg-N/100 g. Rata-rata nilai TVB pada pedagang 1 dan 2 Pasar Ciracas secara beturut-turut adalah 21,00 Mg-N/100 g dan 21,01 Mg-N/100 g dan pada pedagang 1 Pasar Kramat Jati yaitu 18,60 Mg-N/100 g. Hal ini menunjukkan bahwa mutu ikan kembung berdasarkan organoleptik dan nilai TVB di pasar tradisional Jakarta Timur masih dalam kualitas baik dan memenuhi persyaratan SNI serta layak konsumsi
Analisis Model Rendaman Rob di Desa Tambakbulusan Kabupaten Demak Sebagai Evaluasi Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Bahari
Kabupaten Demak salah satu kawasan pesisir di utara Jawa Tengah yang sering mengalami banjir rob akibat kenaikan muka air laut dengan dampak yang siginifikan di wilayah tersebut seperti terganggunya kegiatan pariwisata yang dikelola oleh masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan potensi genangan rob yang terjadi di Desa Tambakbulusan dan akan digunakan sebagai referensi rencana pengembangan wisata bahari di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kajian model genangan rob dari pasang surut dengan periode pengumpulan data sekunder selama 5 tahun dan uji akurasi hasil uji lapangan. Elevasi muka air laut lokasi kajian menggunakan prediksi pasang surut global MIKE 21 dan selanjutnya diolah untuk mendapatkan nilai bilangan Formzhal untuk mengetahui tipe pasang surut lokasi, dan selisih nilai HHWL dan MSL tertinggi selama 5 tahun periode. Model genangan rob kemudian dibuat dengan bantuan raster calculator pada ArcMap 10.8. Hasil penelitian menunjukan bahwa model genangan memiliki nilai accuracy sebesar 0,89 atau akurasi model 89%, nilai precision sebesar 1 atau presisi prediksi nilai positif 100%, dan recall sebesar 0.87 atau model dapat menangkap kasus positif sebanyak 87%. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma memberikan hasil klasifikasi kondisi pesisir Tambakbulusan saat banjir rob terjadi dengan sangat baik. Pengolahan elevasi muka air laut menunjukan kawasan pesisir Desa Tambakbulusan yang memiliki tipe pasang surut campuran condong harian tunggal dengan bilangan Formzhal sebesar 1,526, dikategorikan memiliki tingkat kerentanan sedang. Genangan rob dengan tinggi muka laut 78 cm saat pasang menjangkau 72,11% luas Tambakbulusan dimana terdapat are tambak seluas 410,91 Ha dan area sawah seluas 3,88 Ha, sedangkan untuk pemukiman warga tidak terkena dampak dari banjir rob
ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF HYDROXYAPATITE FROM FRESHWATER MUSSEL SHELL (Pilsbryochoncha sp.) AGAINST Streptococcus mutants BACTERIA
Unutilized mussel shells have the potential to become solid waste and potentially pollute the environment. In fact, the shell has a high calcium content of 61.39% which can be used as a precursor to hydroxyapatite. Hydroxyapatite is known to have antibacterial activity that causes dental caries, namely Streptococcus mutants. However, the antibacterial activity of HAp from mussel shells against S. mutans bacteria is not yet known. This study aims to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal Concentration (MBC) and determine the inhibition zone against S. mutants bacteria from hydroxyapatite of mussel shells. This research procedure started from hydroxyapatite synthesis, MIC test, MBC test, and inhibition zone analysis at several HAp concentrations, namely 12.5 mg/mL, 25 mg/mL, and 50 mg/mL, as well as positive control and negative control. The results showed that no KHM and KBM values were found at the HAp concentrations used. Furthermore, the diameter of the hydroxyapatite inhibition zone against S. mutants bacteria at concentrations of 12.5 mg/mL, 25 mg/mL, and 50 mg/mL, was 0 mm. Thus, the hydroxyapatite of mussel shells is neither bacteriostatic nor bacteriocidal