eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT DALAM MENGELOLA SUMBER DAYA PERIKANAN BERBASIS EKOSISTEM DI SUNGAI KAMPAR PROVINSI RIAU: STUDI KASUS LUBUK LARANGAN

    Get PDF
    Sumber daya ikan di Sungai Kampar memainkan peran penting bagi masyarakat setempat, namun saat ini menghadapi ancaman overfishing. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah ini melalui pengelolaan perikanan berbasis Hak Pengelolaan Perikanan (HPP), yang banyak diadopsi oleh masyarakat adat Indonesia melalui kearifan lokal. Salah satu model pengelolaan perikanan berbasis kearifan lokal yang banyak diterapkan disepanjang Sungai Kampar adalah "lubuk larangan”. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan penerapan lubuk larangan sebagai instrumen pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis ekosistem di Sungai Kampar dan implikasi didalam penerapannya. Penerapan lubuk larangan sepenuhnya di bawah tanggung jawab ninik mamak dengan dukungan aktif dari masyarakat. Hasil lubuk larangan sepenuhnya diperuntukkan untuk pembangunan dan kegiatan sosial seperti membangun masjid, jalan, menyantuni anak yatim, kegiatan olah raga dan sebagainya. Penerapan "lubuk larangan" menunjukkan aspek penting dalam pengelolaan perikanan berbasis ekosistem, termasuk konservasi sumber daya perikanan, dukungan terhadap keseimbangan ekosistem, perlindungan spesies terancam punah, peningkatan hasil tangkapan jangka panjang, distribusi sumber daya ikan secara adil, pendekatan terpadu dalam pengelolaan, serta partisipasi dan pengawasan masyarakat.Fish resources in the Kampar River play an important role for local communities but are currently facing the threat of overfishing. One approach to overcome this problem is through fisheries management based on Fishery Management Rights, which is widely adopted by Indonesian indigenous communities through local wisdom. One fisheries management model based on local wisdom widely applied along the Kampar River is "lubuk larangan". The purpose of this paper is to describe the application of lubuk larangan as an instrument for ecosystem-based fisheries resource management in the Kampar River and the implications in its implementation. The full implementation of lubuk larangan is below ninik mamak's responsibility with active support from the community. The proceeds from lubuk larangan are fully intended for development and social activities such as building mosques, roads, assisting orphans, sports activities, etc. The application of "lubuk larangan" shows an important aspect in ecosystem-based fisheries management, including conservation of fisheries resources, support for ecosystem balance, protection of endangered species, increase in long-term catches, fair and equitable distribution of fish resources, an integrated approach to management, and community-based participation and supervision

    ASPEK BIOLOGI HIU LANYAM, Carcharhinus sorrah (Valenciennes, 1839), YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN (PPNSZ) JAKARTA

    Get PDF
    Hiu Lanyam, Carcharhinus sorrah (Valenciennes, 1839) tersebar luas di wilayah perairan Indo-Pasifik, keberadaannya sering ditemukan di hampir seluruh perairan Indonesia. Status konservasi Hiu Lanyam menurut Daftar Merah IUCN dalam kondisi hampir terancam dan diduga populasinya telah menurun. Penangkapan Hiu Lanyam yang semakin tinggi dikuatirkan dapat mengganggu populasinya di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi Hiu Lanyam yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman(PPSNZ) Muara Baru, Jakarta. Aspek biologi yang dikaji adalah sebaran ukuran berdasarkan panjang dan berat, rata-rata ukuran pertama kali tertangkap dan pertama kali matang gonad, hubungan panjang berat, nisbah kelamin dan tingkat kematangan klasper. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode acak. Pengukuran panjang tubuh dalam kondisi tanpa kepala (headless). Hasil penelitian diperoleh sampel Hiu Lanyam sebanyak 248 individu. Estimasi panjang total yang didapatkan 61-141 cm (SD : 16,00) dan berat 9,9-14 kg (SD : 2,396). Estimasi panjang maksimum yang didapatkan lebih kecil dari referensi dan hiu yang didaratkan didominasi oleh ukuran muda. Rata-rata ukuran pertama kali tertangkap (Lc) < rata-rata ukuran pertama kali matang gonad (Lm), menggambarkan sebagian besar Hiu Lanyam yang tertangkap belum melakukan pemijahan. Hubungan panjang berat pada kedua jenis kelamin memiliki pola pertumbuhan yang sama, yaitu allometrik positif (b>3).Perbandingan jenis kelamin yang didapatkan ikan betina lebih banyak dari pada jantan, hasil uji Chi-Square menunjukkan nisbah kelamin Hiu Lanyam dalam kondisi seimbang. Pada tingkat kematangan klasper Hiu Lanyam jantan didominasi kategori not full calcification dan estimasi panjang total Hiu Lanyam jantan yang telah matang kelamin >98 cm. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam menyusun langkah-langkah pengelolaan dan pembuatan regulasi untuk pembatasan ukuran hasil tangkapan

    Front Matter Agustus 2023

    No full text
    Front Matter Agustus 202

    Value of Mangrove And Crab Cultivation Development Patterns in Kaliwlingi Village, Indonesia

    Get PDF
    Both mangroves and crab cultivation contribute to sustainable development and positively impact local communities and ecosystems. Here are some of the values associated with their product. The advantage of this mangrove crab cultivation business can be maximal if the cultivated crabs achieve normal growth and maximum results. The demand for crabs is currently very large in domestic and international markets. Determination of alternative patterns value in aquaculture analysis can be identified in Kaliwlingi Village. The socio-economic value has a new concept between characteristics cultivation with income production costs, a major achievement step in realizing Indonesia's best just and prosperous society

    POPULATION DYNAMICS OF THE GRAY EEL CATFISH Plotosus canius FROM PORT DICKSON, MALAYSIA

    Get PDF
    Given the scarcity of information suitable for stock assessments of the Plotosidae, the study on growth and population dynamics of the Gray Eel Catfish Plotosus canius from the coastal waters of Port Dickson, Peninsular Malaysia was carried between January and December, 2021 and estimated using the ELEFAN I routine in FiSAT software. Estimated von Bertalanffy growth parameters were asymptotic length (L∞) = 67.20 cm, growth coefficient (K) = 0.95 yr-1, Predicted extreme length (Lmax) = 63.54, and growth performance index (φ’) = 3.63. The estimated total mortality (Z) value was 2.73 yr-1 during the study period. Natural mortality (M) and fishing mortality (F) were estimated at 1.31 yr-1 and 1.42 yr-1 respectively. The value of exploitation rate (E) obtained for P. canius was 0.48. Two major recruitment events were observed per year and the recruitment pattern was continuous. The findings from the analyses suggested that the P. canius fishery in the study area is slightly below the optimum level of exploitation. However, more research is suggested in such direction to corroborate the present findings as management for this fish is indispensable for maximum sustainable yield. The length-structured virtual population analysis revealed that P. canius fishery of Port Dickson experiences growth overfishing as opposed to recruitment overfishing, with fishing mortality being higher than natural mortality (F>M). Based on these findings, small-sized mesh fishing net and reduced fishing efforts (legal and illicit) must be enforced in order to maintain the potential of this commercially significant species in Port Dickson, Malaysi

    STRATEGI PERCEPATAN GURU BESAR PADA SATUAN PENDIDIKAN TINGGI KELAUTAN DAN PERIKANAN

    Get PDF
    ABSTRAK Pusdik KP adalah Unit Kerja Eselon II Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Pusdik KP mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan vokasi di sektor kelautan dan perikanan. Untuk menjalankan tugasnya, Pusdik KP membina 11 Satdik tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari 11 Satdik, hanya 1 yang mempunyai Guru Besar. Karena hal tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan tujuan menggali faktor-faktor yang mempengaruhi pengusulan Guru Besar dengan menggunakan Diagram Ishikawa, yaitu menggali faktor kebijakan, SDM, persyaratan, anggaran, metode dan aplikasi, dan lingkungan. Peneliti menyimpulkan bahwa Kebijakan MenPAN-RB dan Kemendikbudristek tentang kenaikan jenjang jabatan akademik dosen dalam masa peralihan, SDM dosen pada Satdik, dan metode/aplikasi yang digunakan menjadi faktor penunjang pengusulan Guru Besar. Peniliti juga menyimpulkan faktor penghambat, yaitu belum adanya kebijakan internal yang mengatur tentang Guru Besar, anggaran peningkatan kompetensi yang kurang dimanfaatkan dengan maksimal, dan kurang luasnya jejaring dosen sehingga kesulitan mendapatkan dana penelitian yang hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan publikasi ilmiah pada internasional. Peneliti mencoba menyusun strategi percepatan GB dengan menyusun Tim Percepatan GB, menyusun dan mengusulan RAB dan KAK Peningkatan Kompetensi PTK pada Pusdik KP, dan memberikan kesempatan kepada dosen untuk aktif mengikuti seminar ilmiah di dalam dan luar negeri sehingga dapat memprluas jejaring dosen. ABSTRACK Pusdik KP is an Echelon II Work Unit of the Maritime and Fisheries Human Resource Development and Extension Agency. Pusdik KP has the task of organizing vocational education in the maritime and fisheries sector. To carry out its duties, Pusdik KP fosters 11 Satdik spread throughout Indonesia. Of the 11 Satdik, only 1 has a Professor. Because of this, researchers conducted research using a qualitative approach with the aim of exploring the factors that influence the proposal of Professors using the Ishikawa Diagram, namely exploring policy, human resources, requirements, budget, methods and applications, and environmental factors. The researcher concluded that the policies of the MenPAN-RB and the Ministry of Education and Culture regarding promotion of lecturer academic positions during the transition period, lecturer human resources at Satdik, and the methods/applications used were supporting factors in proposing professors. Researchers also concluded that the inhibiting factors were the absence of an internal policy that regulates professors, the budget for competency improvement which was not utilized optimally, and the lack of extensive lecturer networks resulting in difficulties in obtaining research funds whose results could be used to fulfill international scientific publication requirements. Researchers are trying to develop a strategy for accelerating GB by forming a GB Acceleration Team, compiling and proposing RAB and TOR for increasing PTK Competency at Pusdik KP, and providing opportunities for lecturers to actively participate in scientific seminars at home and abroad so that they can expand the lecturer network.

    KAJIAN ARTIKEL PADA PUBLIKASI JURNAL PARI, KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

    Get PDF
    ABSTRAKUntuk mengetahui jumlah dan perkembangan artikel ilmiah fungsional/pengelola perpustakaan, arsiparis, pranata komputer dan kehumasan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan dilakukan kajian Pada jurnal pari yang dipublikasikan oleh Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Open Journal System (OJS). Dengan menggunakan metode analisis bibliometrik diperoleh hasil bahwa dalam kurun waktu tujuh tahun jumlah artikel yang dimuat pada jurnal pari yaitu sebanyak 94 artikel. Perkembangan jurnal pari dari tahun pertama ke tahun ke tiga meningkat hingga 13,83% sedangkan pada tahun ke empat hingga tahun ke lima menurun sebesar 6,38%. Pada tahun keenam meningkat lagi sebesar 3,19% dan di tahun ketujuh kembali menurun sebesar 3,19%. Sebaran artikel berdasarkan unitkerja yaitu sebanyak 22 unit kerja di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan dan 2 unit kerja di luar Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk bidang kajian tertinggi pada bidang Ilmu Perpustakaan yaitu sebesar 80,85% dan terendah pada bidang kehumasan yaitu 2,13%. Tingkat kolaborasi terdapat pada tahun kedua, ke lima hingga tahun ke tujuh dengan derajat kolaborasi 0,23, 0.15, 0,19, dan 0,23. Sedangkan penggunaan referensi pada artikel jurnal pari tertinggi pada Vol. 5 No.1 Tahun 2019 dan Vol. 6 No. 2 Tahun 2020 dengan jumlah referensi sebesar 102 atau 9,53% judul referensi, sedangkan yang paling rendah yaitu pada Vol. 1 No. 1, tahun 2015 yaitu 45 judul referensi atau 4,21%.ABSTRACTTo determine the number and development of functional scientific articles/library managers, archivists, computer administrators and public relations at the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries, a study was conducted on the pari journal published by the Marine and Fisheries Researchand Human Resources Agency (BRSDM) through the Open Journal System (OJS). By using the bibliometric analysis method, it was found that in a period of seven years the number of articles published in the pari journal was 94 articles. The development of pari journals from year one toyear three increased by 13.83% while in year four to year five it decreased by 6.38%. In the sixth year it increased again by 3.19% and in the seventh year it decreased again by 3.19%. The distribution of articles based on work units is 22 work units within the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries and 2 work units outside the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. The highest field of study in the field of Library Science is 80.85% and the lowest in the field of public relations is 2.13%. The level of collaboration is found in the second year, fifth to seventh year with a degree of collaboration of 0.23, 0.15, 0.19, and 0.23. Meanwhile, the use of references in the highest pari journal articles in Vol. 5 No.1 of 2019 and Vol. 6 No. 2 of 2020 with a total of 102 references or 9.53% of reference titles, while the lowest is in Vol. 1 No. 1, 2015, namely 45 reference titles or 4.21%

    Study of Formulation and Quality Characteristics of Jam Slice from Seaweed (Gracilaria sp.) with The Addition of Strawberry Fruit

    Get PDF
    The purpose of the study was to determine the best formulation of seaweed pulp and strawberry pulp mixture in making jam slice based on the level of consumer preference for jam slice through hedonic tests, chemical quality characteristics, microbiological quality, and physical quality of jam slice. The production of jam slice from seaweed with the addition of strawberry fruit was carried out with several formulations of seaweed and strawberry fruit ratio, namely F1 (50:50), F2 (52.5:47.5), and F3 (55:45). The data were analyzed using One-way ANOVA, Kruskal Wallis non-parametric and descriptive tests. The results showed that there were no significant differences at the 5% significance level (p<0.05) on the parameters of appearance, aroma, taste, and texture. The best formulation with the highest mean value in making sheet jam is F2 with a composition of 52.5% seaweed; 47.5% strawberry fruit produces the highest level of panelist preference with an average value of appearance parameters of 7.28 (like), taste 7.16 (like), aroma 6.86 (like) and texture 7.12 (like).The chemical quality characteristics of formulation 2 have a moisture content of 40.23% which is higher than SNI-3746-2008, the fiber content is 7.413% and its antioxidant activity has an IC50 value of 0.67%. Furthermore, microbiological quality with a Total Plate Number (ALT) value of 3.04 x 10⁵ which is higher than SNI-3746-2008 and physical quality of texture (hardness) of 397.340974 gf

    Analisis Kandungan Formalin Ikan Asin Kakatua (Scarus dimidiatus) di Pasar Bertais Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

    Get PDF
    Penggunaan formaldehida dalam pengawetan ikan asin masih marak dilakukan di Indonesia. Formaldehida atau yang lebih dikenal dengan nama formalin merupakan zat berbahaya apabila dikonsumsi oleh tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan formalin dan karakteristik pedagang ikan asin Kakatua di Pasar Bertais, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur. Ikan asin Kakatua yang beredar di Pasar Bertais diuji kandungan formalinnya menggunakan tes kit formalin dan spektrofotometer. Karakteristik pedagang ikan asin Kakatua diperoleh melalui kuesioner. Data hasil penelitian diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikan asin Kakatua yang beredar di pasar Bertais mayoritas positif mengandung formalin dengan kisaran mulai dari 2,71 – 25,44 ppm. Kandungan formalin ikan asin Kakatua di Pasar Bertais melebihi ambang batas aman yang telah ditetapkan American Conference of Governmental and Industrial Hygienists (ACGIH). Karakteristik pedagang ikan asin Kakatua di Pasar Bertais mayoritas berumur 41-50 tahun dan tidak tamat SD. Pedagang ikan asin Kakatua di Pasar Bertais berjenis kelamin laki-laki sebanyak 50% dan perempuan 50%. Mayoritas pedagang ikan asin Kakatua di Pasar Bertais tidak mengetahui bahaya formalin bagi kesehatan dan tidak mengetahui ciri-ciri ikan asin berformalin, oleh karena itu dibutuhkan sosialisasi dan pengawasan dari dinas terkait.

    THE INFLUENCE OF DIRT CRUST (BIOFOULING) OF PINWHEEL AERATION ON THE PERFORMANCE OF SINGLE PADDLE WHEEL AERATOR

    Get PDF
    ABSTRACTWaterwheel performance failure caused by many factors. One of the main causes is accumulation of organic material such as food waste, detritus, aquatic plants and bacteria that stick in leaves of the pinwheel. The aim of this research to find out how much influence the dirt crust that sticks to the waterwheel wheel has on its performance. The benefits of this research are expected to provide recommendations about good maintenance for water mills. The data analysis method uses Correlation and Regression analysis using SPSS 22 software. The results of data analysis show the relationship or influence of several parameters on the performance of the pinwheel. The model of the relationship between the length of shrimp rearing (Day of Culture) and the weight of the waterwheel wheel resulting from regression analysis forms an exponential equation model Y = 4,363 X 2,718^(0,006.x). The model of the relationship between the weight of the wheel crust and the temperature of the electric motor resulting from regression analysis forms an exponential equation model Y = 29,940 X 2,718^(0,041.x). The model of the relationship between the weight of the wheel crust and the wheel rotation of the water wheel resulting from regression analysis forms a linear equation model Y = 165,103 +(-13,424)x. The model of the relationship between the rotation of the water wheel wheel and dissolved oxygen levels in the water (Dissolved of Oxygen /DO) resulting from regression analysis forms a linear equation model Y = 3.275+0.20x.ABSTRAKKegagalan kinerja kincir air dapat disebabkan oleh banyak  faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah adanya akumulasi bahan organik seperti sisa pakan, detritus, tumbuhan air dan bakteri yang menempel di daun roda kincir. Proses ini mungkin diperparah oleh kondisi lingkungan tambak yang kurang terjaga, seperti tingginya nutrien tersisa dan kepadatan udang yang tinggi. Selain itu, faktor iklim seperti temperatur air yang tinggi dan paparan sinar matahari yang intens juga dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme, alga, dan bakteri, yang kemudian dapat menempel pada permukaan daun roda kincir air dan membentuk lapisan kerak kotoran atau biofouling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai seberapbesar pengaruh kerak kotoran ( biofouling ) yang menempel di roda (Wheel ) kincir air terhadap kinerjanya. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi tentang maintenant yang baik terhadap kincir air. Penelitian ini merupakan  studi kasus pada tambak Udang Vanname intensif CV. Panen Sehat Sejahtera Blitar Jawa Timur. Metode analisis data menggunakan analisis Korelasi dan Regresi melalui software SPSS 22. Hasil analisis data menunjukkan hubungan atau pengaruh beberapa parameter terhadap kinerja kincir air sebagai berikut. Model  hubungan antara lama pemeliharaan Udang ( Day of Culture )  dengan berat roda (Wheel) kincir air yang dihasilkan dari analisis regresi membentuk model persamaan eksponensial  Y = 4,363 X 2,718^(0,006.x). Model  hubungan antara berat kerak roda kincir (wheel) dan suhu motor listrik yang dihasilkan dari analisis regresi membentuk model persamaan eksponensial  Y = 29,940 X 2,718^(0,041.x). Model  hubungan antara berat kerak roda kincir (wheel) dan putaran roda (Wheel) pada Kincir Air yang dihasilkan dari analisis regresi membentuk model persamaan Linier  Y = 165,103 +(-13,424)x. Model  hubungan antara putaran roda (wheel) Kincir Air dengan kadar oksigen terlarut dalam air (Dissolved of Oxygen /DO) yang dihasilkan dari analisis regresi membentuk model persamaan Linier  Y = 3,275+0,20x. 

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇