eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    ANALISIS KESESUAIAN PENEMPATAN KERAMBA JARING APUNG IKAN KERAPU DI SELAT MADURA: PERTIMBANGAN KUALITAS AIR LAUT

    Get PDF
    Budidaya perikanan sangatlah penting untuk menyeimbangkan produksi ikan yang ada di Indonesia yang saat ini terlalu mengandalkan pada sektor perikanan tangkap. Salah satu alternatif budidaya perikanan adalah dengan keramba jaring apung (KJA). Ikan kerapu merupakan komoditas yang cocok untuk budidaya dengan KJA. Dalam penelitian ini, dilakukan uji kelayakan kualitas air laut sekitar perairan di Selat Madura dengan menggunakan standar baku mutu kualitas air laut untuk ikan kerapu, selanjutnya dilakukan pemetaan kesesuaian lokasi untuk budidaya dengan metode KJA. Data yang digunakan adalah data kualitas air laut dari Marine Coppernicus pada tahun 2021. Kesesuaian lokasi perairan untuk budidaya KJA dikategorikan menjadi 3 kelompok yaitu sangat sesuai (S1), sesuai (S2), dan tidak sesuai (N). Dari hasil pemetaan lokasi kesesuaian perairan untuk budidaya ikan kerapu dengan KJA di Selat Madura, menunjukkan bahwa bagian barat Selat Madura yang meliputi: perairan sekitar Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Bangkalan, sebagian pesisir Probolinggo dan Sampang masuk pada kategori sesuai (S2) dengan rata-rata skor 56,4 sedangkan untuk perairan sekitar Situbondo, Pamekasan, Sumenep dan sebagian pesisir Probolinggo dan Sampang masuk pada kategori sangat sesuai (S1) dengan rata-rata skor 71,6. Kesesuaian tersebut sangat dipengaruhi beberapa parameter penting seperti batimetri dan kecerahan di daerah tersebut.Fish farming plays a crucial role in Indonesia's efforts to manage its fish production, especially considering the heavy reliance on the capture fisheries sector. One promising method in fish farming involves using floating net cages, known locally as Keramba Jaring Apung (KJA). Grouper fish (Epinephelus fuscoguttatus) are particularly suitable for cultivation using KJA. This study examined the feasibility of seawater quality in the Madura Strait area by applying standard quality criteria tailored for grouper fish. Additionally, it mapped out suitable locations for KJA-based cultivation. The data utilized in this study included seawater quality data from Marine Copernicus for the year 2021. The suitability of locations for KJA farming was classified into three categories: highly suitable (S1), suitable (S2), and not suitable (N). Mapping results revealed that the western part of the Madura Strait, including Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Bangkalan, and parts of Probolinggo and Sampang coastal areas, fell into the suitable (S2) category with an average score of 56.4. Conversely, Situbondo, Pamekasan, Sumenep, and parts of Probolinggo and Sampang coastal areas were classified as highly suitable (S1) with an average score of 71.6. The suitability of these locations is influenced significantly by crucial parameters such as bathymetry and water clarity in the respective areas

    PEMETAAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BERBASIS SATELIT AQUA MODIS DI TELUK SANTONG SUMBAWA

    Get PDF
    Rajungan merupakan komoditi perikanan dengan nilai jual cukup tinggi, namun nelayan di Teluk Santong sampai saat ini masih kesulitan dalam menentukan daerah penangkapan rajungan. Oleh karena itu diperlukan informasi mengenai daerah penangkapan rajungan yang potensial. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan zona potensi penangkapan rajungan berbasis satelit Aqua Modis dan menganalisa keterkaitan SPL dan klorofil-a terhadap sebaran zona potensi penangkapan rajungan. Metode yang digunakan adalah metode pengindraan jauh dengan interpretasi digital untuk memperoleh data sebaran zona potensi penangkapan rajungan. Survei lapangan dilakukan dengan cara pengambilan titik sampel untuk uji akurasi hasil interpretasi. Suhu permukaan laut dan klorofil-a diperoleh dengan mengunduh citra satelit Aqua Modis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear yang berfungsi untuk melihat pengaruh suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan rajungan. Hasil yang diperoleh adalah sebaran SPL berkisar antara 28,9⁰C sampai 31,6⁰C dengan nilai rata-rata 30,22⁰C, Sedangkan klorofil-a berkisar antara 0,27mg/m3 sampai 2,34mg/m3dengan nilai rata-rata 0,83mg/m3. Hasil tangkapan rajungan selama enam bulan yaitu sebanyak 454,8 kg, hasil tangkapan tertinggi di temukan pada bulan Desember dan hasil tangkapan paling rendah di bulan Februari. Nilai akurasi yang diperoleh mencapai 82% sehingga hasil interpretasi citra satelit layak diterima

    Analisis Distribusi dan Densitas Ikan di Laut Banggai Menggunakan Metode Hidroakustik dan Visualisasi GIS-Dashboard

    Get PDF
    Estimasi stok ikan berupa distribusi dan densitasnya, sangat penting untuk manajemen perikanan tangkap suatu kawasan perairan. Teknologi hidroakustik umumnya digunakan untuk mengestimasi stok ikan secara real time. Pada tahun 2022, BRIN dan IPB melakukan pengukuran data akustik di Laut Banggai sebagai bagian dari "Banggai Upwelling Dynamics Exploration and Experiment" untuk mengestimasi stok ikan. Hasil analisis hidroakustik menunjukkan, total densitas ikan di Laut Banggai adalah 527.914 ikan km-2. Ikan berukuran sangat kecil (< 12 cm) memiliki densitas tertinggi yakni 292.471 ikan km-2, sedangkan ikan berukuran kecil (12 cm - 28 cm) dan berukuran besar (28 cm - 58 cm) masing-masing memiliki densitas 98.472 ikan km-2 dan 124.519 ikan km-2. Ikan berukuran sangat besar (> 58 cm) hanya memiliki densitas 12.452 ikan km-2. Ikan lebih banyak ditemukan di perairan timur Pulau Banggai dan perairan utara Pulau Taliabu. Lapisan epipelagik (0 hingga -200 meter) memiliki potensi terbesar, dengan densitas ikan tertinggi pada kategori ikan berukuran sangat kecil, diikuti oleh ikan berukuran besar dan berukuran kecil. Untuk meringkas hasil analisis distribusi dan densitas ikan, data dan informasi divisualisasikan lewat GIS-Dashboard. Dashboard dapat mengintegrasikan tampilan peta serta grafik, dan menyajikan informasi dengan lebih menarik dan lebih mudah dipahami. Dashboard memberikan gambaran menyeluruh tentang informasi distribusi spasial ikan di Laut Banggai, sehingga penggunaan GIS-Dashboard sangat bermanfaat dalam kegiatan manajemen perikanan

    Utilization of Head and Bones in Crackers Processing from Milkfish (Chanos chanos)

    Get PDF
    Commercial use of milkfish as a raw material for processing crackers generally only uses the meat part, while the head and bones have not been used much so far and have even been disposed of as waste. This research aims to determine consumer acceptance of crackers made from milkfish by using the head and bones as raw materials to substitute for the meat. The head and bones of the milkfish are processed into finely ground (LKT), then substituted for milkfish meat as raw material for crackers. The treatment used was the number of LKT substitutions for milkfish meat, namely 10% (S1), 20% (S2), 30% (S3), 40% (S4), 50% (S5) and control, namely without substitution (S0). The results show that panelists prefer S2 with a preference value for color 5.3 (rather like), aroma 4.8 (rather like), texture 6.0 (like), taste 5.9 (like), and overall 5.5 (Like). The physicochemical characteristics of S2 have a swelling volume rate of 817%, hygroscopicity of 7.23%, moisture of 10.19%, protein of 17.19%, ash of 5.86%, and fat of 0.29%

    KARAKTERISTIK MUTU PENGOLAHAN RAJUNGAN (Portunnus pelagicus) PASTEURISASI DALAM KALENG DI PT. NCM, MAKASSAR

    No full text
    Pengalengan adalah metode pengawetan makanan dengan cara memanaskannya dalam suhu yang dapat membunuh mikroorganisme, dan kemudian menutupnya dalam kaleng. Penelitian bertujuan untuk  dengan mengetahui proses pengolahan rajungan pasteurisasi dalam kaleng. Metode dilakukan dengan observasi dan survei, dengan meninjau secara cermat langsung di lokasi pengolahan, mulai dari bahan baku masuk, proses pengolahan hingga pemuatan. Pengujian mutu bahan baku daging rajungan rebus dingin dan daging rajungan pasteurisasi dalam kaleng meliputi mutu sensori, mikrobiologi (Angka Lempeng Total/ALT. Escherichia coli dan salmonella) dan kimia (chloramphenicol).  Analisa data dilakukan dengan deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur proses pengolahan ranjungan terdiri dari 12 tahapan yaitu receiving, sortasi, metal detecting, mixing, filling & weighing, seaming, Pasteurisasi, chilling, packing , chillstorage, stuffing. Hasil uji nilai sensori daging rajungan rebus dingin rata-rata  7.16,  dan sensori rajungan kaleng pasteurisasi nilai rata-rata 8.59. Hasil uji mikrobiologi daging rajungan rebus dingin ALT berkisar 3x101-1,3x102 kol/gram, E.coli < 3 dan Salmonella negative, chloramphenicol 0,012. Hasil uji mikrobiologi daging rajungan pasteurisasi dalam kaleng berkisar 3x101-1,3x102 kol/gram, E.coli < 3 dan Salmonella negative. Hasil uji kimia daging rajungan rebus dingin rata-rata kadar air 70%,chloramphenicol 0,012 ppb dan  rajungan kaleng pasteurisasi nilai rata-rata kadar air 70% dan chloramphenicol 0,11 pp

    Mutu dan Produktivitas Pengolahan Udang Vanamei (Litopenaeus vannamei) Peeled and Deveined Tail On Masak Beku di PT. X Banyuwangi – Jawa Timur

    Get PDF
    Udang merupakan komoditas yang berperan dalam peningkatan subsektor perikanan, karena mempunyai kontribusi 60% dari total nilai ekspor perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dan produktivitas dari pengolahan udang vanamei masak beku. Metode yang digunakan yaitu survei, dengan mengikuti pengolahan seluruh alur proses mulai penerimaan bahan baku, pencucian, potong kepala, sortasi, pencucian, steam, cooling, pembekuan, glazing, hardening, penimbangan, pengemasan, pelebelan dan pemuatan. Metode analisa data yaitu dengan metode analisa deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai mutu organoleptik bahan baku berkisar 8 sampai 9 dan untuk hasil uji mikrobiologi uji ALT berkisar 1,6 x 105 CFU/g sampai 1,7 x 105 CFU/ml, uji Col. Fecal <3 APM/g, uji E.Coli <3 APM/g, Salmonella negatif, uji S. Aureus <10, uji V. Cholearae negatif dan not detected untuk hasil uji kimia antibiotik. Mutu produk akhir dengan nilai uji sensori berkisar antar 8 samapai 9 dan untuk hasil uji mikrobiologi produk akhir uji ALT berkisar 3,2 x 105 CFU/g sampai 4,3 x 105 CFU/ml, uji Col. Fecal <3 APM/g, uji E.Coli <3 APM/g, Salmonella negatif, uji S. Aureus <10, uji V. Cholearae negatif dan uji Listeria negatif. Hasil perhitungan produktivitas pada size udang berbeda menghasilkan nilai berbeda sehingga, sehingga dapat disimpulkan bahwa size berpengaruh terhadap produktivitas

    Pengolahan Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) dalam Kaleng dengan Media Saus Tomat di PT. SY, Muncar-Jawa Timur

    Get PDF
    Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan komoditas perikanan pelagis yang sangat bernilai ekonomis di kalangan masyarakat Indonesia. Pengalengan merupakan salah satu bentuk pengolahan dan pengawetan ikan secara modern yang dikemas secara hermetis dan disterilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengalengan ikan lemuru (Sardinella lemuru) dalam kaleng dengan media saus tomat. Metode penelitian dilakukan melalui observasi dengan mengikuti secara langsung seluruh proses pengolahan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengiriman, serta melakukan pengujian terhadap mutu organoleptik dan kimia. Analisa data dilakukan secara deskriptif-komparatif. Hasil pengujan mutu organoleptik bahan baku dan produk kaleng adalah 8,8 dan 8,25. Hasil pengujian histamin bahan baku ikan 4,9-9,03 ppm, produk lemuru kaleng berkisar 9,82- 27,12 ppm. Hasil uji kimia produk lemuru kaleng parameter timbal (Pb) dengan hasil ND (Not Detected), kadmium (Cd) dengan hasil 0,0185 mg/kg, Merkuri (Hg) dengan hasil ND (Not Detected). Pengolahan lemuru sterilisasi dalam kaleng telah dilakukan dengan menerapkan persyaratan dasar dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku

    Produksi Benih Udang Vaname (Penaeus vannamei) Dengan Teknik Ablasi Mata Pada Induk Betina

    Get PDF
    Pembenihan udang vaname merupakan input produksi yang memberi pengaruh 70% dari tingkat keberhasilan budidaya. Kebutuhan benih udang vaname diperkirakan mencapai 148 juta miliar ekor terkait program KKP (produksi udang 2 juta ton). PT. Tri Karta Pratama mampu memproduksi benur mencapai 240.000.000 ekor per tahun. Tujuan penelitian yaitu menganalisis performa dan finansial pembenihan udang vaname. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, pengukuran, dan penghitungan yang kemudian dicatat seobjektif mungkin. Data performa dan finansial pembenihan udang vaname dianalisis secara deskriptif komparatif dengan literatur, SNI, dan target perusahaan. Aspek performa budidaya diperoleh nilai 201.000-243.000 butir/induk. Fertilization Rate (FR) diperoleh nilai 90-95% dari jumlah induk yang spawn sekitar 20-40 ekor. Hatching Rate (HR) diperoleh nilai 75-95%. Survival Rate (SR) diperoleh nilai 32-98%. Nilai produktivitas pada siklus pengamatan sebanyak 33.477.800 ekor. Aspek finansial diperoleh laba sebesar Rp 363.435.746,- per siklus. Nilai Break Even Point unit mencapai 123.845.592 ekor dari total produksi sebesar 267.822.400 ekor per tahun sedangkan Break Even Point harga mencapai Rp 6.192.279.582,- dari total pendapatan sebesar Rp 13.391.120.000,- per tahun. Payback Period (PP) sebesar 1,55 tahun artinya waktu pengembalian modal selama kurun waktu 1 tahun 6 bulan 18 hari. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) yang diperoleh yaitu 1,40. Aspek performa pembenihan udang vaname di PT. Tri Karta Pratama disimpulkan bahwa nilai fekunditas, Fertilization Rate (FR), dan Hatching Rate (HR) telah memenuhi target produksi perusahaan dan SNI 8678-2-2018 tetapi untuk nilai Survival Rate (SR) dan nilai produktivitas belum mencapai target perusahaan. Pembenihan udang vaname di PT Tri Karta Pratama layak untuk dijalankan

    Analisa Efisiensi Beban Listrik Terhadap Daya Terpasang Generator Pada Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 01

    Get PDF
    Energi listrik menjadi salah satu bagian yang sangat penting di atas kapal pengawas. Generator listrik digunakan untuk mengkonversi energi mekanis menjadi energi listrik untuk mencukupi kebutuhan listrik. Efisiensi dari sebuah generator dipengaruhi oleh daya, arus beban dan total loss. Generator dengan kapasitas daya di bawah dan hingga 150 Kva, efisiensi generator yaitu 100% -   = 15% dan untuk generator dengan kapasitas daya di atas 150 Kva, efisiensi generator yaitu 100% -   = 10%. Sedangkan total loss hanya berlaku pada generator dengan kapasitas daya di atas 150 kva. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemakaian daya listrik serta efisiensi daya generator pada Kapal Pengawas HIU MACAN TUTUL 01. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan observasi secara langsung  dan komparasi antara data yang didapatkan di lapangan dengan literatur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi daya generator pada KP. HIU MACAN TUTUL 01 mencapai 89% dengan pemakaian daya listrik maksimal menunjukkan angka sebesar 71.749 watt pada saat kapal berlayar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari hasil perhitungan, pemakaian beban daya generator pada KP. HIU MACAN TUTUL 01 cukup efisien karena mencapai % dari daya generator yang tersedia, dimana standar efisiensi daya generator berdasarkan SNI  60034-1 Tahun 2013 menyatakan bahwa untuk generator kapasitas daya di bawah dan hingga 150 Kva, efisiensi generator yaitu minimal 85%.  Efisiensi generator pada KP. HIU MACAN TUTUL 01 sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya daya beban yang terpakai pada generator. Apabila semakin besar daya pada beban yang terpakai maka tingkat efisiensi dari generator tersebut semakin tinggi

    Pengembangan Potensi Usaha Perikanan di Smart Fisheries Village Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah

    Get PDF
    Kecamatan Cilongok merupakan salah satu kawasan minapolitan di Kabupaten Banyumas. Pengembangan sumberdaya perikanan perlu dilakukan guna meningkatkan SDM dalam menghasilkan suatu produk pada sektor perikanan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi sumberdaya perikanan, sistem produksi dan usaha perikanan serta permasalahan usaha di SFV Panembangan Kecamatan Cilongok. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 September-08 November 2023. Pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dan penentuan jumlah responden dengan rumus slovin. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan alat berupa borang. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Desa Panembangan memiliki potensi perikanan berupa SDA (mata air) dan SDM dengan jumlah 313 RTP yang tergabung dalam kelompok perikanan yaitu 10 kelompok pembudidaya dan empat (4) kelompok pengolah dan pemasar. Komoditas utama budidaya yaitu ikan nila berupa pembenihan dan pembesaran. Poklahsar dengan komoditas abon ikan nila dan beberapa produk olahan krupuk ikan dan amplang. Nilai R/C usaha perikanan yaitu > 1 yang artinya usaha di Desa Panembangan layak untuk dilanjutkan. Permasalahan budidaya yaitu produktivitas rendah karena masih menggunakan sistem tradisional dan belum mampu dalam penyediaan saprokan. Bidang pengolahan yaitu belum mampu melakukan pemasaran secara digital marketing dan harga jual yang tinggi. Rekomendasi penyuluhan yaitu memfasilitatori akses permodalan, pembuatan inovasi produk olahan ikan dan demonstrasi cara pemasaran online (digital marketing). Kelembagaan penyuluhan perikanan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas dan satu orang penyuluh binaan Kecamatan Cilongok

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇