eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK BIOLOGIS IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus gibbus) YANG TERTANGKAP DI KEPULAUAN SPERMONDE SULAWESI SELATAN
Ikan kakap merah (Lutjanus gibbus) adalah salah satu jenis ikan demersal dari famili Lutjanidae yang bernilai ekonomis tinggi di Indonesia dan salah satu komoditas ekspor dari sub sektor perikanan yang permintaannya terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang karakter biologis dan tingkat pemanfaatan ikan kakap merah (L. gibbus) di Kepulauan Spermonde Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan bulan September 2022 – Desember 2022 di Wilayah Kepulauan Spermonde. Metode penelitian berupa pengukuran panjang total (cm) dan berat (gr) ikan kakap merah sebanyak 443 ekor dari hasil tangkapan nelayan dan pedagang pengumpul yang berasal dari Kepulauan Spermonde yang didaratkan di PPI Paotere, Makassar. Parameter yang diamati meliputi distribusi ukuran panjang, hubungan panjang bobot, laju pertumbuhan, laju mortalitas total, alami dan penangkapan dan laju eksploitasi yang dianalisis secara deskriptif dan dengan program ELEFAN. Hasil analisis panjang rata rata ikan kakap merah (L. gibbus) berukuran antara 17,80 cm – 45,80 cm TL dengan proporsi tertinggi pada ukuran tengah kelas panjang 25,8 cm sebesar 126 ekor, dan proporsi terendah ukuran tengah kelas panjang 45,80 cm TL sebesar 10 ekor. Hubungan panjang bobot allometrik minor, kecepatan. pertumbuhan 0,43/thn, laju kematian penangkapan lebih besar dari laju kematian alami, laju eksploitasi sebesar 0,66 (over eksploitasi).
BIOLOGICAL ASPECTS OF PANULIRUS HOMARUS IN PANGANDARAN WATERS, PANGANDARAN DISTRICT
Potensi perikanan di Kabupaten Pangandaran cukup besar, terdiri dari ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan demersal dan krustasea, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek biologi panulirus homarus yaitu komposisi spesies, rasio jenis kelamin, frekuensi sebaran panjang karapas, dan hubungan panjang dan berat yang ditangkap di perairan Pangandaran. Informasi mengenai aspek biologi lobster penting dilakukan agar stok lobster di alam dapat dimanfaatkan secara optimal. Sampel Panulirus homarus diperoleh dari pengepul lokal di Pangkalan Pendaratan Ikan Cikidang, Tempat Pelelangan Ikan Bojongsalawe, dan Tempat Pelelangan Ikan Madasari pada bulan Oktober sampai November 2021. Analisis data pada penelitian ini menggunakan software Microsoft Excel dan ELEFAN I pada program FiSAT II untuk mengetahui persamaan pertumbuhan lobster. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis lobster yang ditangkap di Pangandaran, yaitu panulirus homarus, panulirus ornatus, panulirus penicillatus, panulirus versicolor, panulirus longipes, dan panulirus polyphaus. Jenis kelamin lobster pasir jantan sebanyak 327 (47%), sedangkan jenis kelamin lobster pasir betina sebanyak 366 (53%)
Peran Pedagang Udang Vaname terhadap Akses Informasi Harga dan Pasar di Muncar, Kabupaten Banyuwangi
Budi daya udang vaname mempunyai peranan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir di Muncar. Namun, sampai saat ini, pembudi daya kekuatan negosiasinya masih lemah dalam menentukan harga dengan pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran pedagang dalam akses dan informasi harga pada pemasaran udang vaname di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2023 dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman dan perspektif subjek penelitian. Jenis data pada penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi kepada responden kunci, yaitu pembudi daya udang vaname dan tiga orang pedagang (supplier). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang memiliki kendali yang kuat dalam memperoleh akses informasi harga yang memengaruhi kesejahteraan pembudi daya. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memfasilitasi akses informasi harga bagi pembudi daya agar dapat meningkatkan posisi tawar (bargaining position) kepada pedagang udang vaname. Title: The Role of Vaname Shrimp Traders in Accessing Price and Market Information in Muncar, Banyuwangi Regency aname shrimp farming plays an important role in the economy of coastal communities in Muncar. However, they have less negotiation power in determining prices with intermediaries. This study aims to identify and analyze the role of traders in accessing and price information on Vaname shrimp marketing in Wringinputih Village, Muncar District, Banyuwangi Regency. This research was conducted in June 2023 using a qualitative phenomenological approach to gain a deep understanding of the experiences and perspectives of research subjects. The primary and secondary data were used in this study. Data has been collected using in-depth interviews, observation, and documentation of key respondents, namely Vaname shrimp farmers and traders/suppliers. The results showed that traders have strong control in gaining access to price information that affects the welfare of farmers. Therefore, local governments must facilitate farmers' access to price information to improve bargaining positions for Vaname shrimp traders
Analisis Finansial Penggunaan Panel Surya Pada Budi Daya Udang Vaname
Pada sistem budi daya udang intensif, penggunaan kincir air menjadi salah satu kunci keberhasilan budi daya. Kincir air memegang peranan penting dalam penyediaan oksigen terlarut untuk kehidupan udang. Saat ini, kincir air yang banyak digunakan adalah yang menggunakan listrik sebagai tenaga penggeraknya dan menghabiskan sekitar 14-15% dari biaya total yang dibutuhkan selama masa pemeliharaan. Hal inilah yang membuat para pembudidaya membutuhkan biaya operasional yang tinggi untuk menggunakan kincir air. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk menganalisis kebutuhan biaya listrik untuk budi daya udang vaname dengan sistem intensif; menganalisis persentase penurunan biaya dengan penerapan solar panel sebagai penggerak kincir pada budi daya udang vaname; dan menganalisis parameter finansial pada budi daya udang vaname yang menggunakan solar panel sebagai pengganti listrik. Penelitian ini telah dilakukan selama dua siklus budi daya pada tambak udang vaname di Kabupaten Jembrana, Bali menggunakan metode survei dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan penggunaan listrik untuk menggerakkan kincir air menelan biaya hingga 9,04% dari biaya total produksi selama masa pemeliharaan. Tingginya kebutuhan listrik yang mencapai 95.040 kWh per tahun untuk empat kolam tambak dengan luas 5.600 m2 menyebabkan penggunaan solar panel menjadi sebuah solusi yang tepat. Selain disebabkan karena penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan, penggunaan solar panel untuk mensubstitusi listrik konvensional juga mampu menurunkan biaya operasional hingga 1,47% dan meningkatkan keuntungan usaha hingga 44,60%. Dengan demikian, penggunaan tenaga surya terbukti dapat menjadi solusi budi daya berkelanjutan. Akan tetapi, penerapan energi ini masih belum maksimal sehingga diperlukan dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan dan peraturan serta pengembangan kerja sama internasional Tittle: Financial Analysis of the Utilization of Solar Panels in the Vannamei Shrimps Farming In intensive shrimp farming system, the use of waterwheels is one of the keys to successful cultivation. Waterwheels play an important role in providing dissolved oxygen which is essential for shrimp life. However, the majority of waterwheels use electricity as its driving force and spends around 14-15% of the total cost required during the maintenance period. Because of this, cultivators need to incur significant operating costs in order to employ waterwheels. Therefore, it is important to analyze the need for electricity costs for vannamei shrimp farming with an intensive system, analyze the percentage of cost reduction by applying solar panels as a wheel drive, and analyze the financial parameters in using solar panels as an electric replacement. This study was conducted for two cultivation cycles in vannamei shrimp ponds in Jembrana, Bali utilizing survey and direct observation in the location. The results showed that the need to use electricity to drive the waterwheels costed up to 9.04% of the total production cost. The high demand for electricity, which reached up to 95,040 kWh per year for four ponds with an area of 5,600 m2, showed that the use of solar panels is a viable eco-friendly renewable energy solution. The use of solar panels decreased operational costs by up to 1.47% and raised business earnings by up to 44.60%. Thus, it has been shown that using solar energy for farming is a sustainable approach. Though this energy is still not being used to its full potential, government support in the form of laws and regulations as well as the growth of international cooperation are required
GROWTH PERFORMANCE AND LIVELIHOOD IN CULTIVATION OF VANNAMEI SHRIMP (Litopenaeus vannamei) IN INTENSIVE TAMBAK PT. ANDULANG SHRIMP FARM SUMENEP, EAST JAVA
Incentive shrimp farming system has become a farming system adopted by most Indonesian farmers to rapidly increase pond productivity with high stocking densities ranging from 100-300 fish/m2. The study aimed to determine the growth performance and survival rate of Vannamei shrimp culture at PT Andulang Shrimp Farm, Sumenep, East Java with different plot sizes and stocking densities. In the augmentation method, 2 culture plots are used, each with an area of plot D4 (1,932 m2) with a stocking density of 177 fish/m2 and plot F3 (2,600 m2) with a stocking density of 172 fish/m2. In plot D4, the average body weight (ABW) was 26.45 g, the feed conversion ratio (FCR) was 1.63 and the survival rate (SR) was 74.05% with a total harvest tonnage of 4,845.64 kg. In plot F3, the average body weight (ABW) was 26.36 g, the FCR was 1.61 and the SR was 75.42% with a total yield of 6,674.42 kg. A high protein diet contributes to the growth of Vannamei shrimp. Optimal water quality and proper feeding can promote the growth of Vannamei shrimp
PROCESSING CHARACTERISTICS OF VANAME SHRIMP (Litopenaeus vannamei) PEELED FROZEN RAW Peeled Tail On (PTO)
Shrimp is one of the aquaculture products that contributes greatly to the country's foreign exchange. Vaname shrimp can be used as processed products, one of which is frozen raw peeled shrimp products. The purpose of this study is to determine the characteristics of the Peeled Tail On (PTO) frozen raw peeled shrimp processing process consisting of processing process flows, quality testing, application of temperature, yield, labor productivity, application of basic feasibility, and waste management. Primary data collection is carried out by participating in the production process, observation and conducting interviews with employees. While secondary data is obtained from company archives/documentation. The processing of PTO vaname shrimp goes through 23 stages of the process starting from receiving raw materials to loading. The results of organoleptic quality tests of raw materials and sensory tests of the final product show values between 8-9. Microbiological quality tests on raw materials and products have met the standards. Chemical quality tests on raw materials have met the specified standards. The application of temperature during the process has met the processing temperature standards in the company. The yield and productivity of the workforce have met the company's standards. Sanitation and hygiene have been implemented well, as evidenced by the certificates of Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), Good Manufacturing Practices (GMP), and feasibility of processing. Solid waste in the form of head and skin waste is processed into flour. The resulting liquid waste is treated at the WWTP (Wastewater Treatment Plant)
Kajian Mutu dan Karakteristik Pengolahan Peeled Tail On (PTO) Stretched Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)
Pengolahan udang vannamei Peeled Tail On (PTO) stretched wajib dilakukan sesuai prosedur operasional yang baik dan terstandar, sehingga karakteristik proses dan produk berupa mutu, rendemen, penerapan rantai dingin, serta produktivitas memenuhi standar dan diterapkan sesuai ketentuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati alur proses pengolahan udang vannamei PTO stretched, menguji mutu bahan baku dan produk, mengamati suhu, menghitung rendemen dan produktivitas karyawan. Metode penelitian dengan observasi, partisipasi aktif, pengisian scoresheet, dan pengolahan beserta analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil alur proses untuk mengolah udang vannamei PTO Stretched beku memiliki 20 tahapan proses dimulai penerimaan bahan baku hingga ke pemuatan. Mutu bahan baku melalui uji organoleptik bernilai 8 dan nilai sensori produk akhir mendapatkan nilai 8. Rantai dingin telah diterapkan dengan baik pada setiap tahapan proses. Rendemen udang vannamei tahap HO ke HL adalah sebesar 70,52±0,52%, dan rendemen tahap HL menjadi PTO adalah 87,05±0,20%. Produktivitas karyawan pada tahap pemotongan kepala adalah 15,58±0,96 kg/jam/orang, dan tahap pengupasan kulit dan pencukitan usus sebesar 10,70±0,58 kg/jam/orang.
Analisis Kebutuhan Konsumen untuk Peningkatan Kualitas Berkelanjutan pada Produk Ikan Asap
Kegiatan pengasapan ikan merupakan usaha pengolahan ikan secara tradisional yang prospek pengembangannya cukup baik. Produk ikan asap merupakan makanan yang siap dikonsumsi karena selama proses pengasapan ikan telah mendapat perlakuan panas yang cukup untuk mematangkan daging ikan dan membunuh bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen produk ikan dengan mengimplementasikan metode house of quality. Teknik pengambilan data berupa penyebaran kuesioner skala Likert untuk mengidentifikasi kebuthan konsumen terhadap produk ikan asap serta focus group discussion dengan pemilik usaha untuk mendapatkan data mengenai respon teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua voice of customer yang menjadi prioritas untuk ditingkatan, yaitu (1) aspek ketersediaan produk yang dapat dibeli di banyak tempat serta (2) peningkatan kualitas tekstur daging ikan asap. Kedua varibel memiliki nilai satisfaction performance 3,512 dan 3,616. Dari sisi respon teknis, standar pengasapan berkontribusi sebesar 4,362 dan standar pengemasan berkontribusi sebesar 2,988 terhadap voice of customer. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua standar perlu untuk dirancang agar produk ikan asap memenuhi kebutuhan konsumen
PENGANTAR PENDIDIKAN PANCASILA
Pancasila adalah dasar filsafat negara Indonesia yang memiliki lima nilai dasar, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sejak jaman sebelum Pancasila menjadi dasar negara, nilai-nilai ini telah terwujud dalam budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Pendidikan Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter manusia Indonesia yang profesional dan bermoral. Dalam era globalisasi seperti sekarang, di mana arus informasi, budaya, dan ideologi dapat dengan mudah menyebar melalui media dan teknologi, penting untuk mempertahankan akar budaya dan nilai-nilai yang mendasari kehidupan berbangsa. Melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa bisa lebih menghargai keragaman budaya dan pandangan dalam negeri, serta memahami pentingnya persatuan dan toleransi di tengah perbedaan. Dengan demikian, pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan identitas nasional, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk keberlanjutan dan kemajuan bangsa Indonesia. Dengan mengenali akar budaya dan nilai-nilai yang melekat dalam Pancasila, mahasiswa dapat menjaga identitasnya dalam menghadapi arus globalisasi dan perubahan zaman. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila memiliki peran yang krusial dalam membentuk karakter dan moral masyarakat Indonesia