eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) pada Pengolahan Rajungan (Portunnus pelagicus) Pasteurisasi Dalam Kaleng di PT.X, Lampung Selatan
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan proses penanganan dengan pengawetan rajungan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan GMP dan SSOP pada proses pengolahan rajungan pasteurisasi dalam kaleng. Metode dilakukan dengan observasi dan survei, mengikuti secara langsung proses pengolahan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan. Pengujian dilakukan pada mutu (organoleptik, mikrobiologi antibiotic dan bobot tuntas), pengukuran suhu serta pengamatan penerapan GMP dan SSOP. Analisa data dilakukan deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GMP dan SSOP telah sesuai Permen KP no 17 tahun 2019. Yaitu GMP meliputi penerimaan bahan baku, penanganan dan pengolahan, persyaratan bahan pembantu dan bahan kimia, pengemasan, penyimpanan dan stuffing. SSOP meliputi : keamanan air dan es, peralatan dan pakaian kerja dan pencegahan kontaminasi silang, toilet dan tempat cuci tangan, bahan kimia dan saniter, syarat label dan penyimpanan, kesehatan karyawan dan pengendalian pest. Hasil rata-rata pengujian mutu organoleptik bahan baku 8 dan produk akhir adalah 7. Hasil pengujian mikrobiologi produk akhir ALT 4x102 koloni/g, Coliform <3 (APM/g), E. Coli <3.0 (APM/g), S. Aureus <3 (APM/g), Listeria Negatif, salmonella Negatif, Vibrio Negatif. Hasil uji antibiotik rajungan bahan baku rata-rata not detected ppb, sesuai dengan standar perusahaan dan SNI. Penerapan rantai dingin telah dilakukan dengan baik dengan suhu rajungan pada receiving 1,9°C, Sizing 3,3°C Picking 8,6°C, sortir 7,4°C, dark room 7,7°C, Final checking 8,3°C, mixing and before seaming 9,1°C. Kesimpulan yaitu penerapan GMP dan SSOP telah di lakukan dengan baik oleh perusahaan dan dapat mengurangi adanyan kontaminasi didalam proses produksi
Pengolahan Bandeng Presto (Chanos chanos) di UMKM Mandala Presto Utama Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Ikan merupakan produk yang mudah rusak, sehingga perlu penanganan dan pengolahan yang tepat. Pengolahan bandeng presto ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan. Tujuan penelitian untuk mengetahui alur proses, mutu bahan baku dan produk, penerapan rantai dingin, rendemen, analisis finansial, serta sanitasi dan hygiene. Penelitian dilakukan di UMKM. Mandala Presto Utama, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode pengambilan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian meliputi pengolahan ikan bandeng presto terdapat 11tahapan. Mutu organoleptik bandeng presto adalah 8. Penerapan rantai dingin tercatat suhu bahan baku yaitu -3,58 °C sampai suhu pengemasan dan pelabelan 26 °C. Nilai rendemen pada proses penyiangan diperoleh rata-rata 91,93%; proses presto diperoleh rata-rata 72,18;. Analisis finansial memperoleh keuntungan sebesar Rp. 8.137.059.00/bulan, dengan BEP produk sebesar 3.269 unit, dan R/C ratio 1,1. Penerapan sanitasi dan hygiene di UMKM. Mandala Presto Utama masih belum memenuhi standar
Identifikasi Potensi Wilayah Perikanan dan Penyuluhan di Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah
Kecamatan Puring merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen. Potensi perikanan di Kecamatan Puring terutama dari kegiatan budidaya ikan, usaha penangkapan, dan pengolahan hasil perikanan. Berdasarkan potensi perikanan yang ada di Kecamatan Puring perlu diadakan identifikasi potensi suatu wilayah bersama dengan penyuluh setempat yang berkaitan dengan perikanan. Dengan mengambil3 desa sebagai sampel desa paling berpotensi aktif dalam kegiatan perikanan. Desa sampel tersebut, yaitu : Desa Tambakmulyo, Desa Tukinggedong, desa Madurejo. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data hasil potensi perikanan di Kecamatan Puring. Metode pengambilan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Potensi Perikanan di Kecamatan Puring yaitu perikanan tangkap, pembenihan ikan lele, pembesaran ikan gurame dan udang vannamei, dan pengolahan ikan gapetan. Jumlah Rumah Tangga Perikanan di Kecamatan Puring yaitu 113. Kegiatan penyuluhan perikanan di Kecamatan Puring seperti pendataan kartu kusuka, pendampingan pokdakan dalam seleksi induk dan pemanenan benih, pendataan alat tangkap nelayan, bimbingan teknis pemijahan ikan, dan sosialisasi gemarikan
GROWTH PERFORMANCE, SURVIVAL RATE, AND RESISTANCE AGAINST AHPND OF Litopenaeus vannamei JUVENILES FED WITH SYNBIOTIC BIO-ENCAPSULATED ARTEMIA
The whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is a highly valued aquaculture species globally, yet its production faces challenges due to disease outbreaks, notably acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND). This study aimed to evaluate the growth and survival of L. vannamei juveniles fed with synbiotic bio-encapsulated Artemia and their resilience against AHPND-causing Vibrio parahaemolyticus and salinity stress. The experiment employed a completely randomized design with two treatments: one with synbiotic-enriched Artemia (600 ppm alginate and Lactobacillus bulgaricus) and a control without synbiotic. Each treatment was replicated five times, using 600 juveniles at a density of 30 post-larvae per L over a 14-day rearing period. Growth and survival metrics were recorded, followed by challenge tests for AHPND and salinity shock. The juveniles' survival rate was recorded 54 hours post-infection with VpAHPND and every 10 minutes for 230 minutes after salinity exposure until 100% mortality. Results indicated higher survival (92.0 ± 9%), length gain (243.33 ± 18.80 mm), specific growth rate (18.44±2.01%), and stress tolerance in juveniles fed synbiotic encapsulated Artemia compared to the control. The survival rates for the challenge test with AHPND and salinity shock were similarly improved under synbiotic treatment, suggesting that synbiotics significantly benefit nursery production of L. vannamei. This study highlights the potential of synbiotic application in enhancing the resilience and growth of L. vannamei against common stressors in aquaculture, indicating its potential to support more sustainable shrimp farming practices.Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah komoditas budidaya bernilai tinggi di seluruh dunia, namun produksinya menghadapi tantangan akibat wabah penyakit, terutama serangan acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih L. vannamei yang diberi pakan Artemia yang dibioenkapsulasi dengan sinbiotik serta ketahanannya terhadap Vibrio parahaemolyticus penyebab AHPND dan stres salinitas. Eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan: satu dengan Artemia diperkaya sinbiotik (600 ppm alginat dan Lactobacillus bulgaricus) dan kontrol tanpa sinbiotik. Setiap perlakuan diulang lima kali, dengan menggunakan 600 ekor benih udang pada kepadatan 30 ekor pascalarva per L selama 14 hari periode pemeliharaan. Parameter pertumbuhan dan kelangsungan hidup dicatat, diikuti dengan uji tantang terhadap AHPND dan kejutan salinitas. Tingkat kelangsungan hidup benih dicatat 54 jam pasca-infeksi dengan VpAHPND dan setiap 10 menit selama 230 menit setelah paparan salinitas hingga mortalitas mencapai 100%. Hasil menunjukkan kelangsungan hidup yang lebih tinggi (92,0 ± 9%), peningkatan panjang (243,33 ± 18,80 mm), laju pertumbuhan spesifik (18,44 ± 2,01%), dan toleransi stres yang lebih baik pada benih udang yang diberi pakan Artemia berenkapsulasi sinbiotik dibanding kontrol. Tingkat kelangsungan hidup pada uji tantang dengan AHPND dan kejutan salinitas juga meningkat dengan perlakuan sinbiotik, menunjukkan bahwa sinbiotik memberikan manfaat signifikan pada produksi L. vannamei fase pendederan. Penelitian ini menunjukkan adanya potensi aplikasi sinbiotik dalam meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan L. vannamei terhadap stresor umum dalam akuakultur, serta potensinya untuk mendukung kegiatan budidaya udang yang lebih berkelanjutan.
EFFECT IMPACT OF 17α-METHYLTESTOSTERONE ON GROWTH PERFORMANCE AND FEED CONVERSION RATIO IN OF TILAPIA (Oreochromis niloticus)
Male tilapia fish grow faster than female tilapia, so administering synthetic steroids orally or by soaking has proven to be the simplest, easiest, most effective and reliable technology for sex reversal of tilapia larvae to become males. This research was conducted to analyze the administration of 17α- methyltestosterone on the growth rate and feed conversion of tilapia (O.niloticus). This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 4 replications. The optimum dose used is (60) mg/kg feed, and 0.5 ml/l. The results of this study showed that body weight gain with oral treatment had the best average, namely 226.83c ± 11.88; average length 12.79b ± 0.99, specific growth rate (SGR) 5.46c ± 0.06 and FCR namely 1.05a ± 0.06. Research on the effect of using 17α-methyltestosterone on the growth of oral male tilapia fish obtained the best results by not exceeding the residue limit (5 µg/L or 5 µg/kg) of synthetic steroids in the body of tilapia fish.
Identifikasi Kandungan Formalin Pada Beberapa Ikan Segar Dan Olahannya Di Pengambengan, Jembrana, Bali
Formalin adalah zat kimia yang biasanya digunakan sebagai pengawet tetapi penggunaannya dalam makanan dilarang atau dibatasi di berbagai negara. Hal ini dikarenakan potensi dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia. Formalin biasanya disalahgunakan oleh pedagang agar memperoleh keuntungan dan minim biaya kerugian dari ikan yang dijual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan formalin pada ikan segar dan olahannya di pengambengan. Kategori penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah sampel ikan dan olahannya. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data ini dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan uji tes kit formalin. Perubahan warna kertas uji berwarna kuning menjadi warna ungu maka sampel tersebut positif mengandung mengandung formalin. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2023 di Kampus Politeknik KP Jembrana. Penelitian ini menggunakan 15 sampel yang berasal dari 3 pasar tradisional di wilayah Pengambengan. Hasil pengujian menunjukkan kandungan formalin dari 5 sampel ikan dan olahannya memperlihatkan terdapat sampel yang menggunakan formalin. Ikan teri yang diperoleh dari satu lokasi tersebut mengandung 10 ppm formalin. Sedangkan 15 sampel lainnya terindikasi negatif mengandung formalin
Prospek Pengembangan Usaha Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan Sistem Kolam Terpal di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung pendapatan dari usaha budi daya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem kolam terpal yang dilakukan pembudi daya, menganalisis kelayakan finansial usaha ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem kolam terpal, serta menganalisis prospek pengembangan usaha ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem kolam terpal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 di Kecamatan Tanjung Emas dan Kecamatan Rambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kolam pembudi daya terdiri dari ukuran 4x4 m, pendapatan yang diterima Rp5.854.032,00/periode, PPC (1,79), R/C (1,80), BEP produksi (46,35 kg), BEP sales (Rp873.841,67), BEP harga (Rp10.555,00), dan ROI (56%), sedangkan kolam terpal ukuran 4x6 m, pendapatan yang diterima Rp6.858.476,00/periode, PPC (2,09), R/C (1,64), BEP produksi (57,38 kg), dan BEP sales (Rp1.080.423,81), BEP harga (Rp11.583,00), dan ROI (48%). Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha budi daya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) layak untuk dikembangkan. Title: Business Development Prospects of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) with Tarpaulin Pond System in Tanah Datar Regency, West Sumatra ProvinceThis research aims to calculate the income from the dumbo catfish (Clarias gariepinus) cultivation business with a tarpaulin pond system carried out by cultivators so far, analyze the financial feasibility of the dumbo catfish (Clarias gariepinus) business with a tarpaulin pond system and analyze the prospects for developing the dumbo catfish business (Clarias gariepinus) with a tarpaulin pond system. This research was carried out in August 2022 in Tanjung Emas District and Rambatan District. The research method used is survey. The results of the research show that the size of the cultivation pond consists of 4x4 m, the income received IDR5,854,032.00/period, PPC (1.79), R/C (1.80), BEPproduction (46,35 kg), BEP sales (IDR873.841,67), BEP price (IDR10,555.00), ROI (56%), meanwhile, for a 4x6 m tarpaulin pond, the revenue received is IDR6,858,476.00/period, PPC (2.09), R/C (1.64), BEPproduction (57,38 kg), BEPsales (IDR1,080,423.81), BEP price (IDR11,583.00), ROI (48%). Based on the calculation results of the feasibility analysis, the dumbo catfish (Clarias gariepinus) cultivation business is suitable for development
CHARACTERISTICS OF COASTAL ENVIRONMENT COMMUNITIES NEAR MANGROVE FOREST AREA IN KETAPANG PESAWARAN
The potential and uniqueness natural resources in coastal areas mangrove forest areas have a significant role in the economic, social, cultural and environmental development coastal communities. This research is a case study with qualitative and descriptive methods. The purpose this study is to provide an overview characteristics coastal communities in mangrove forest area in Ketapang, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency. Research was carried out in June-July 2021. Scope the material in this study is characteristics coastal environment Ketapang Village which includes education level and livelihood. While the scope area in this study is the Ketapang Mangrove Forest Area. Used is secondary data obtained indirectly from the study literature on documents related to object research at several related agencies. The description, characteristics coastal community in the Ketapang mangrove forest area is aimed at interaction with the natural surroundings and community's desire to maintain and preserve the coastal environment mangrove forest area
ANALYSIS OF CLIMATE COMFORT LEVEL IN JAM GADANG TOURISM AREA
The potential of the tourism sector is very important, especially in terms of economic development. One of the factors affecting the tourism sector is the comfort of climatic conditions. Information about climatic conditions becomes the main factor in choosing the destination of a tourist trip. This study aims to analyze the level of climate comfort in the Jam Gadang tourist area of West Sumatra Province based on the Temperature Humidity Index (THI), Discomfort Index (DI), and Humidex Index. The use of secondary data from the parameters of air temperature and daily air humidity obtained from the Bukit Kototabang Global Atmospheric Monitoring Station with a period range of 2010-2020. Processing using R-Studio and Microsoft Excel software. The method used is descriptive analysis. The results showed that the level of climate comfort in the jam gadang tourist area based on the THI, DI, and Humidex indices was included in the comfort category. May is the month with the highest level of comfort. then November is the month with the lowest level of comfort. All three indices have positive correlation values. The influence of the IOD phenomenon when neutral conditions, DM+, and DM- as a whole shows that the index value categories THI, DI, humidex belong to the comfort category. However, humidex index values when DM+ and DM- conditions fall into the category are a little uncomfortable. The average value of the THI index when it is neutral is 20.8 ºC, while at the time of DMI+ and DMI- the average index is the same at 21.7 ºC. Then, the average index value of DI when neutral conditions is 20.9 ºC, while when conditions are DMI+ and DMI- the average is 21.7 ºC. Then, the average value of the humidex index when the neutral condition is 28.1 ºC. While at the time of DMI+ and DMI- the average index is the same at 29.5 ºC
GROWTH AND REPRODUCTIVE PERFORMANCES OF RAMIREZI (Mikrogeophagus ramirezi) FED WITH DIFFERENT FEED TYPES
The Ramirezi (Mikrogeophagus ramirezi) is an ornamental fish in high demand with significant economic value. The high demand for this commodity has yet to be met by the quantity of fry production generated by farmers. It is due to the Ramirezi's long maturation time and slow growth, which are influenced by factors such as the feed used. This study aimed to evaluate the effect of feeding with different feed types on the growth and development of the gonads of prospective Ramirezi broodstocks. The research design employed a completely randomized design (RAL) with four treatments and three replications, using a combined ratio of artificial feed to bloodworm (Chironomus sp.): (A) 3:0, (B) 0:3, (C) 2:1, and (D) 1:2, for 45 days of culture. The results showed that a combination of artificial feed and bloodworm in a 1:2 ratio increased the absolute body growth of Ramirezi by 1.267 g, with a positive allometric growth pattern. This ratio also affected the egg diameter, leading to a higher percentage of broodstock maturing more quickly and improving reproductive performance, as seen in the parameters of the number of eggs produced (ranging from 80-200 eggs), a 96.83% fertilization rate, and a 91.80% hatching rate. Therefore, researchers and farmers can combine artificial feed and bloodworms in a 1:2 ratio in Ramirezi cultivation activities.Ramirezi (Mikrogeophagus ramirezi) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati dengan nilai ekonomis tinggi. Tingginya permintaan terhadap komoditas ini belum diimbangi dengan jumlah produksi benih yang dihasilkan oleh pembudidaya. Hal tersebut karena secara biologis ramirezi memiliki waktu maturasi yang cukup lama dan pertumbuhan yang lambat. Salah satu factor, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pakan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan dengan jenis pakan berbeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan gonad calon induk ramirezi. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, menggunakan rasio kombinasi pakan buatan dengan cacing sutra (Chironomus sp.): (A) 3:0, (B) 0:3, (C) 2:1, dan (D) 1:2, selama 45 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pakan buatan dan cacing sutra dengan rasio 1:2 mampu meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak ramirezi sebesar 1,267 g, dengan pola pertumbuhan alometrik positif. Rasio ini memberikan pengaruh terhadap diameter telur, menghasilkan persentase induk yang lebih cepat matang gonad serta meningkatkan performa reproduksi, terlihat dari parameter jumlah telur yang dihasilkan (berkisar 80-200 butir), derajat pembuahan 96,83%, dan derajat penetasan sebesar 91,80%. Oleh karena itu, peneliti dan pembudidaya dapat mengombinasikan pakan buatan dan cacing sutra dengan rasio 1:2 pada kegiatan budidaya ramirezi.