eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    PENGARUH KEBIJAKAN PENGAWASAN PENANGKAPAN IKAN SECARA ILEGAL (ILLEGAL FISHING) TERHADAP BISNIS PERIKANAN LAUT

    No full text
    Penangkapan ikan secara illegal (illegal fishing) yang terjadi di perairan Indonesia berpotensi merugikan bisnis perikanan laut. Pemerintah berupaya untuk mengatasi kerugian akibat illegal fishing tersebut melalui kebijakan pengawasan  dengan penambahan armada kapal pengawas, meningkatkan operasi melalui laut dan udara dan memanfaatkan teknologi informasi. Pengawasan illegal fishing merupakan kebijakan publik yang perlu diukur dampak dan manfaatnya, untuk megukur dampak dan manfaat dari kebijakan tersebut diperlukan valuasi ekonomi sebagai dasar menyatakan kebijakan itu layak serta memberikan manfaat yang disajikan dalam suatu nilai (value). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak langsung dan tidak langsung kebijakan pengawasan Illegal fishing terhadap bisnis perikanan dilaut. Metode penelitian menggunakan surplus produsen dan analisis menggunakan Extended Cost Benefit Analysis (ECBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan pengawasan memberikan manfaat (benefit) yang positif sebesar Rp.1,8 Triliun/tahun dibandingkan dengan sebelum kebijakan, sehingga kebijakan tersebut layak untuk dilakukan. Kebijakan peningkatan pengawasan illegal fishing memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi bisnis perikanan sebesar Rp.466,9 miliar/tahun dan setelah kebijakan peningkatan pengawasan menjadi Rp.2,3 Triliun/tahun. Kebijakan peningkatan pengawasan tersebut berpengaruh terhadap bisnis perikanan di laut yaitu memenuhi kebutuhan dan suplai ikan untuk bahan baku industri perikanan, meningkatkan produktivitas hasil tangkapan, menyerap tenaga kerja sebagai ABK di kapal, mencukupi stok BBM  yang berdampak juga pada peningkatan penerimaan negara dari PNBP dan pajak perikanan.Illegal fishing that occurs in Indonesian waters has the potential to harm the marine fisheries business. The government seeks to overcome losses due to illegal fishing through  policies and surveillance programs through increasing the fleet of surveillance vessels, increasing operations by sea and air and utilizing information technology. Surveillance  of illegal fishing is a public policy, in  order to measure the impact and benefits of the policy, economic valuation is needed as a basis for stating that the policy is feasible and provides benefits presented in a value. This study aims to analyze the direct and indirect impact of illegal fishing Surveillance policies  on the marine fisheries business. The research method uses producer surplus and analysis uses Extended Cost Benefit Analysis (ECBA). The results showed that  the policy of increasing Surveillance provides  positive benefits of Rp.1.8 trillion/year compared to the situation before the policy, so the policy is feasible. The policy has the potential to save economic and social losses on the fisheries business obtained amounted to Rp.466.9 billion / year before the policy and after the policy increased Surveillance to Rp. 2.3 trillion / year. The policy of increasing supervision greatly affects the fisheries business at sea, namely the needs and supply of fish for raw materials for the fishery industry are met, increasing the productivity of catches, absorption of labor as fishermen on ships, sufficient fuel stocks and for the government, state revenues from PNBP and fisheries taxes increase

    ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI UNTUK KATEGORI REKREASI DI KOTA AMBON

    Get PDF
    Penentuan kawasan wisata pantai perlu dilakukan dengan pendekatan analisis kesesuaian secara spasial menggunakan parameter-parameter oseanografi dan ekologi. Kota Ambon merupakan ibukota Provinsi Maluku yang terletak di pesisir pulau Ambon dan di Teluk Ambon memiliki potensi keanekaragaman hayati dan jasa kelautan untuk dikembangkan di sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kawasan wisata pantai kategori rekreasi di wisata pantai Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Pengumpulan data primer diperoleh langsung di lokasi penelitian melalui observasi in situ, yaitu observasi tipe pantai, kecerahan, pengukuran kecepatan arus, pengukuran kemiringan pantai, serta pengukuran lebar pantai. Data sekunder menggunakan literatur peta Batimetri dan literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan analisis indeks kesesuaian wisata kategori rekreasi pantai dengan penambahan parameter kesesuaian berdasarkan kondisi pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kesesuaian wisata (IKW) kategori rekreasi berstatus “Sangat Sesuai” untuk 3 (tiga) dari 5 (lima) lokasi penelitian yaitu Pantai Namalatu dan Santai Beach sementara nilai indeks kesesuaian wisata termasuk dalam kategori “Sesuai” untuk 2 (dua) lokasi penelitian yaitu Pantai Ronawiska dan Pantai Kolam BlandaThe determination of coastal tourist areas needs to be done with a spatial conformity analysis approach using oceanographic and ecological parameters. Ambon City, the capital of Maluku Province, is located on the coast of Ambon Island and in Ambon Bay. It has the potential for biodiversity and marine services to be developed in the tourism sector. This study aims to analyze the suitability of the coastal tourist area in the recreation category in Nusaniwe Beach District, Ambon City. Primary data collection is obtained directly at the research site through in situ observation, including observing the beach type, brightness, current speed, coastal slope, and beach width. Secondary data include the Bathymetry map literature and other supporting literature. The study results were analyzed using descriptive methods and an analysis of the fitness index of beach recreation category tourism with the addition of conformity parameters based on conditions at the study location. The results showed that the tourism conformity index (IKW) value of the recreational category is "Very Suitable" for three (3) of the five (5) research sites, namely Namalatu Beach and Santai Beach. In contrast, the tourist suitability index value is included in the "Suitable" category for two (2) research locations, namely Ronawiska Beach and Blanda Pool Beach

    PERKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR

    Get PDF
    Suatu perairan dapat dikatakan menjadi Daerah Penangkapan Ikan (DPI) jika memenuhi syarat yaitu terdapat ikan target tangkapan, alat tangkap dapat dioperasikan, serta tidak membahayakan nelayan maupun lingkungan sekitarnya. Keberadaan ikan di suatu perairan dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu ketersediaan klorofil-a (rantai makanan) dan Suhu Permukaan Laut (SPL) (suhu optimum untuk setiap jenis ikan). Parameter tersebut menentukan daerah optimum untuk penangkapan ikan. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi daerah penangkapan ikan dan jenis hasil tangkapan dengan melakukan pengkajian terhadap sebaran SPL dan kandungan klorofil-a pada setiap daerah penangkapan ikan selama bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023. Metode kerja : Data terkait klorofil-a, SPL, kedalaman perairan yang diambil dari citra satelit pada WPPNRI 712 dan 713 dalam kurun waktu Oktober- Maret 2023. Titik koordinat pengambilan data adalah lokasi penangkapan KM. Tirta Putra Kencana I dengan ikan target adalah pelagis kecil (Layang panjang (Decapterus macrosoma), Banyar (Rastrelliger sp.), Siro (Amblygester sirm), Tewes (Sardinella sp.) dan besar (Tongkol (Euthynnus affinis) dan Tenggiri (Scomberomorus commerson)). Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan ArcGIS. Hasil overlay menunjukkan bahwasanya SPL mengalami peningkatan pada bulan Oktober-Desember kemudian turun sampai dengan bulan Maret. Klorofil-a mengalami peningkatan pada bulan Oktober-Maret. SPL yang rendah dan kandungan klorofil-a yang tinggi merupakan ciri bulan-bulan yang cocok untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan. Sedangkan untuk penentuan DPI potensial dihubungkan dengan peta batimetri sesuai dengan swimming layer dari jenis ikan tertentu. Ikan layang panjang dan banyar potensial ditangkap pada bulan Oktober-Maret kecuali bulan Desember. Ikan tongkol dan tenggiri potensial pada bulan Maret. Ikan-ikan tersebut di tangkap pada perairan lau lepas. Ikan siro dan tawes potensial di tangkap bulan Desember-Maret pada perairan pantai

    POTENTIAL OF Spirulina sp. FOR REMEDIATING POLLUTANTS IN AQUACULTURE WASTEWATER AND PRODUCING PHYCOCYANIN

    Get PDF
    The sustainability of aquaculture wastewater treatment is challenging because it has a negative impact on the ecosystem if directly discharges to the environment. Aquaculture wastewater consists of high pollutants loading such as ammonia, phosphor, nitrate, and chemical oxygen demand. To offset the downsides of aquaculture effluent, effective solutions are required. Spirulina sp. is as microalgae that convert nutrients in the wastewater and dissolve carbon into microbial biomass with value such as phycocyanin which can be employed as food, cosmetics, feed, and pharmacy feedstock. The effects of light intensity (6,000 - 10,000 lux) and urea addition (20-100 ppm) on biomass production, COD reduction, and phycocyanin yield were investigated in this study. For 10 days, Spirulina sp. was grown in a batch reactor at 25-27°C with a ratio of 30% inoculum and 70% wastewater under continuous aeration. Spirulina sp. produced the most biomass at 8,000 lux with the addition of 60 ppm of urea accounting for 0.71±0.14 g/L (P > 0.05). Meanwhile, the maximum phycocyanin concentration was 4.21±0.132% at 7,000 lux and 80 ppm urea (P > 0.05) with 96.51% of chemical oxygen demand reduction (P < 0.05). The outcomes of this study highlight the potential of aquaculture effluent to produce valuable microalgal biomass and phycocyanin, which can be used to generate lucrative products

    Penguatan Lembaga Adat Panglima Laot: Pembelajaran dari penyelesaian Konflik Nelayan dalam mewujudkan Komunitas Nelayan yang Inklusif

    Get PDF
    Konflik nelayan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil yang merupakan wilayah perbatasan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, terutama antara nelayan Kabupaten Singkil dengan nelayan dari luar daerah. Penelitian ini penting untuk dilakukan dikarenakan selama ini kajian konflik nelayan dengan resolusi konflik dengan pendekatan bottom-up masih minim. Ada tiga tujuan penelitian, yaitu: memetakan wilayah rawan konflik nelayan, mengkaji peran Panglima Laot dalam upaya penyelesaian konflik yang berkeadilan, dan menganalisis dampak penyelesaian konflik nelayan berbasis kearifan lokal terhadap keinklusivan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori konflik dari Lewis A. Coser. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2023. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara, focus group discussion (FGD) bersama pemerintah, Panglima Laot, dan masyarakat nelayan. Data sekunder dikumpulkan dari buku, jurnal, berita, aturan adat, dan observasi lapangan juga dilakukan untuk mengamati kondisi perikanan secara langsung . Hasil penelitian menemukan bahwa 1). Konflik nelayan terjadi akibat masuknya nelayan luar Aceh Singkil yang menangkap ikan dengan cara yang dilarang yang menyebabkan rusaknya habitat ikan dan berkurangnya kuantitas tangkapan nelayan lokal; 2). Konflik nelayan yang terjadi membuat lembaga adat semakin kuat dan membaik dengan terbentuknya aturan adat penangkapan ikan beserta sanksinya; dan 3). Konflik nelayan meningkatkan rasa solidaritas, integritas, adanya konsensus, dan meningkatkannya pengawasan diantara nelayan serta adanya aturan penindakan terhadap pelaku illegal fishing.Title: TouristStrengthening Panglima Laot Traditional Institutions: Lesson Learned from Fishermen Conflict Resolution in Realizing an Inclusive Fishing CommunityFishermen's conflicts occur in Aceh Singkil Regency, a border area between Aceh and North Sumatra Provinces, especially between fishermen in Singkil Regency and fishermen from outside the region. This research is essential because the study of fishermen's conflicts with conflict resolution with a bottom-up approach is minimal. The research has three objectives: mapping areas prone to fishermen's conflicts, examining Panglima Laot's role in resolving conflicts justly and analyzing the impact of fishermen's conflict resolution based on local wisdom on community inclusion. This qualitative research uses conflict theory from Lewis A. Coser. The study was conducted from August to October 2023. Primary data was collected through interviews and focus group discussions (FGD) with the government, Panglima Laot, and the fishing community. Secondary data collected from books, journals, news, customary rules, and field observations are also carried out to observe fisheries conditions directly. The results of the study found that 1). Fishermen's conflicts occur due to the entry of fishermen outside Aceh Singkil who catch fish in prohibited ways that cause damage to fish habitats and reduce the number of local fishermen's catches; 2). The conflicts between the fishermen made customary institutions stronger and improved with the formation of customary fishing rules and their sanctions; and 3). Fishermen's conflicts increase the sense of solidarity, integrity, consensus, and increased supervision among fishermen, as well as the existence of enforcement rules against illegal fishing perpetrators.

    Tren Penelitian Konservasi Laut Berbasis Masyarakat di Indonesia: Analisis Bibliometrik

    Get PDF
    Pengelolaan konservasi laut berbasis masyarakat merupakan pendekatan penting dalam upaya konservasi sumber daya laut. Indonesia sebagai negara maritim mempunyai ribuan pulau dan perairan yang luas, maka adanya penelitian-penelitian terkait pengelolaan konservasi laut berbasis masyarakat sangatlah penting. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian berbasis masyarakat untuk memahamipola dan kontribusi baik penulis maupun lembaga dalam bidang ini. Studi ini menggunakan metode analisis bibliometrik untuk mengevaluasi publikasi ilmiah terkait pengelolaan konservasi laut berbasis masyarakat di Indonesia. Studi ini mengumpulkan data dari basis data Scopus serta jurnal-jurnal terkait dari tahun 1994-2023. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah publikasi, penulis terkemuka, lembaga terkemuka, dan topik penelitian yang paling banyak dibahas. Hasil analisis bibliometrik menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait pengelolaan konservasi laut berbasis masyarakat di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Studi ini menemukan bahwa penelitian terkait partisipasi masyarakat dalam pengelolaan konservasi, pembangunan kapasitas, dan pengembangan kebijakan menjadi topik penelitian yang paling banyak dibahas. Selain itu, IPB University menjadi lembaga yang paling banyak melakukan penelitian terkait pengelolaan konservasi laut berbasis masyarakat di Indonesia. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tren penelitian terkini dan kontribusi para penulis dan institusi dalam bidang pengelolaan konservasi laut berbasis masyarakat di Indonesia dengan menemukan topik-topik kunci dalam literatur ilmiah terkait pengelolaan konservasi berbasis masyarakat, serta mengevaluasi perkembangan penelitian dan isu-isu terkini yang perlu ditelaah lebih lanjut pada masa mendatang. Hal ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan penelitian kedepan dan memperkuat pengelolaan konservasi laut berbasis masyarakat di Indonesia. Title: Research Trend on Community Based Marine Conservation in Indonesia: A bibliometric analysisCommunity-based marine conservation management is a crucial strategy for preserving marine resources. Studying this approach is particularly important in a maritime nation like Indonesia, with its thousands of islands and extensive waters. This research aims to analyze trends in community-based conservation studies to understand the contributions and patterns of authors and institutions in this field. The study uses bibliometric analysis to evaluate scientific publications on community-based marine conservation management in Indonesia, drawing data from the Scopus database and related journals spanning 1994-2023. The collected data includes publication counts, leading authors, leading institutions, and prevalent research topics. Findings reveal a steady increase in publications on this subject in Indonesia over time. Key research topics include community participation in conservation management, capacity building, and policy development, with IPB University as the leading institution in this research area. This study enhances understanding of current research trends and institutional contributions, highlighting critical topics and ongoing issues that require further investigation. These insights are a foundation for future research and efforts to strengthen community-based marine conservation management in Indonesia

    Analysis of The Integrity of Attitudes, Behavior, Openness and Honesty of Captured Fisheries Enterprises for The Conservation of Fish and Marine Resources

    Get PDF
    Integrity of attitude, behavior, openness and honesty are important things that capture fisheries business actors must have. Deviations in integrity are allegedly equivalent to criminal acts of corruption because they have the potential to cause very large losses to the state, which are difficult to detect and the value of the losses. In addition, failure to fulfill integrity has a huge potential for loss of sustainability of fisheries resources in the long term, and is difficult to recover. The research aims to examine the relationship between the integrity of capture fisheries business actors and efforts to preserve fish and marine resources. Descriptive research using a literature study approach combined with a limited discussion process with aquatic resource management experts in order tomaintain the sustainability of fish population dynamics due to capture fisheries exploration. The research results show that the integrity component which concerns attitudes, behavior, openness and honesty of capture fisheries business actors is an absolute thing that must be implemented and developed. Potential state losses worth billions of rupiah accompanied by massive damage to marine resources can be avoided if capture fisheries business actors carry out exploration properly and report their activities honestly and openly to the competent government authorities as a control over resource sustainability

    Strategy for Developing Religious Ecotourism in Coastal Areas and Mangrove Forests

    Get PDF
    Coastal areas with mangrove forests are a natural landscape that has a unique environmental tone. In the past, this coastal area was a landing place for traders and religious leaders to preach. Developing this area into religious ecotourism is an economic potential that should be grown from integrated marine space management with sustainable exploration of coastal resources. The research aims to develop implementation strategy stages for the development of religious ecotourism in coastal areas and mangrove forests in the Southeast Asia region. Descriptive research with a qualitative approach. Data was obtained from cross-information between researchers at four different locations. Each researcher obtained empirical data from interviews and direct observations in the field. The implementation strategy was prepared using SWOT-BSC analysis with a combination of weightings, where each researcher reported the two most important aspects in the implementation feasibility approach based on observations at each of their nearest residential locations. Collaborative research provides general results that contain a compilation of different strategies. Aspects of the religious approach and aspects of revitalizing the role of coastal communities and indigenous communities are the main things that must be prioritized from the start to realize religious ecotourism so that it becomes a leading tourist destination in an area

    Pengaruh Penambahan Probiotik Probio 7 dengan Dosis yang Berbeda pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Benih Ikan Lele (Clarias sp)

    Get PDF
    Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik probio 7 dengan dosis yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele (Clarias sp). metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Hewan uji yang digunakan adalh benih ikan lele (Clarias sp)sebanyak 240 ekor, dengan perlakuan A (Kontrol), B (dosis probiotik 10 ml/1), C (doses probiotik 15 ml/1), D (Dosis Probiotik 20 ml/1). Wadah yang digunakan adalah akuarium dengan ukuran 60x40x40 sebanyak 12 buah dan masing-masing diisi sebanyak 40 L dengan ikan sebanyak sebanyak 20 ekor.penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah ranvangan acak lengkap (RAL) menggunakan Analisis of Varians (ANOVA). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyatan terhadap pertumbuhan panjang mutlak. Pertumbuhan p  anjang mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan C 3,74 cm, D 3,39 cm B 2,93 cm dan A 2,85 cm

    Persyaratan Ekspor ke Amerika Produk Fillet Ikan Kakap Merah (Lutjanus Sp.) Beku di PT. XYZ

    Get PDF
    Ekspor merupakan salah satu faktor terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Indonesia diketahui merupakan produsen utama kakap merah atau dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama red snapper yang memberikan kontribusi hingga 45% terhadap total produksi kakap global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persyaratan ekspor tujuan Amerika. Metode penelitian dengan survey, dimana dalam pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan wawancara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Ekspor komoditas perikanan memiliki karakteristik yang unik karena banyaknya dokumen yang harus dipenuhi, dari sebelum tangkap, pada saat tangkap, setelah tangkap, pengolahan, hingga ekspor. Dokumen persyaratan ekspor tujuan Amerika meliputi : Invoice, Packing List, Health Certificate (HC), Surat Persetujuan Muat (SPM), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Nota Pelayanan Ekspor (NPE), Certificate Of Origin (COO), Bill Of Lading (B/L), Latter Of Creddit (L/C). Kata kunci: Ekspor, Amerika, Fillet Ikan kakap merah

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇