eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    HUBUNGAN PANJANG-BERAT, POLA PERTUMBUHAN, FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG (Decapterus russelli) DI KEPULAUAN KEI, MALUKU, INDONESIA

    Get PDF
    Potensi ikan layang di perairan Kepulauan Kei menunjukan peluang signifikan sebagai sumberdaya perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan metode penangkapan menggunakan alat tangkap pukat cincin, bagan dan pancing tonda. Purseine memungkinkan penangkapan dalam jumlah besar secara efisien, sedangkan bagan dan pancing tonda memberikan alternatif bagi nelayan dengan tingkat selektifitas yang berbeda. Meskipun potensi tangkapan cukup besar, eksploitasi berlebihan dapat mengancam kelestarian stok ikan layang dan ekosistem laut setempat. Oleh karena itu, keberlanjutan sumber daya ikan layang perlu dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pertumbuhan, faktor kondisi, dan tingkat penangkapan perikanan ikan layang yang didaratkan di Ohoi Sathean,  Selayar, Namar, Dian Pulau, Dunwahan, Ohoiren, Mastur dan Banda ely di Kepulauan Kei dari Desember 2023 hingga Mei 2024. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dengan pengamatan langsung  terhadap 502 ekor sampel secara acak, data sekunder mengenai hasil tangkapan dan usaha penangkapan selama lima tahun terakhir dikumpulkan dari nelayan melalui wawancara dengan Teknik purposive sampling. Analisis meliputi distribusi panjang ikan, hubungan panjang-berat (nilai b = 2,36 menunjukan pertumbuhan alometrik negatif), faktor kondisi (K = 1,00–1,08 menandakan kondisi fisiologis kurang optimal), tingkat penangkapan serta daerah penangkapan. Tingkat penangkapan tertinggi ditemukan pada pukat cincin dengan fluktuasi selama 6 tahun terakhir, bagan dan pancing tonda relatif stabil. Hubungan upaya penangkapan terhadap tingkat penanngkapan menghasilkan nilai determinasi (R²) = 0,5275 dengan persamaan regresi Tingkat Penangkapan (CPUE) = 2332,8 - 0,5098E, yang menunjukkan hubungan negatif antara peningkatan upaya tangkap dengan hasil per unit usaha. Temuan ini menjadi dasar ilmiah untuk kebijakan pengelolaan perikanan layang berkelanjutan di Kepulauan Kei

    Nilai Manfaat Langsung Ekosistem Mangrove Untuk Budi Daya Ikan Berbasis Tambak di Kabupaten Tana Tidung

    Get PDF
    Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam keberhasilan peningkatan produksi hasil budidaya di tambak karena memiliki banyak manfaat secara ekologi dan ekonomi sebagai penahan abrasi, penyedia pakan alami dan sebagai rumah bagi sebagian biota yang ada disekitarnya.  Penelitian dilakukan di Kabupaten Tana Tidung dengan 31 responden pembudidaya tambak yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner (primer), serta dokumentasi dari instansi terkait (sekunder), dengan sampel ditentukan secara random untuk mewakili populasi petambak di wilayah tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Nilai Manfaat Langsung dari tambak yang ada disekitar mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu manfaat langsung dari mangrove di Kabupaten Tana Tidung adalah budidaya tambak dan kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, nilai produksi tambak menghasilkan sekitar 108.600 ton pertahunnya dengan nilai rupiah sekitar Rp6.035.900.000 dari dua jenis komoditi yakni ikan bandeng (Chanos chanos) dan udang windu (Panaeus monodon) dari luasan tambak sekitar 49.310,20 Hektar. Hasil tangkapan sampingan pembudidaya tambak yakni kepiting bakau sebesar Rp102.600.000 pertahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa perikanan budidaya di Kabupaten Tana Tidung memiliki berpotensi ekonomi yang tinggi karena terdapat ekosistem mangrove sebagai penyedia jasa seperti penyedia pakan alami, pencegah abrasi dan tempat perlindungan biota yang memiliki nilai ekonomi, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian dibidang perikanan budi daya. Title: The Direct Use Value of Mangrove Ecosystems for Pond-Based Fish Aquaculture in Tana Tidung Regency  Mangrove ecosystems play a crucial role in enhancing aquaculture productivity due to their significant ecological and economic functions. They act as natural barriers against coastal abrasion, provide natural feed, and serve as habitats for various aquatic species. This study was conducted in Tana Tidung Regency, involving 31 aquaculture farmers selected purposively. Primary data were obtained through interviews and structured questionnaires, while secondary data were collected from relevant institutions. Sampling was conducted randomly to represent the aquaculture population in the area. The analytical method employed was the Direct Use Value Analysis of aquaculture activities in mangrove-adjacent areas. The results show that one of the direct benefits of mangroves in Tana Tidung is pond-based aquaculture and mangrove crab farming, both of which have high economic value. The annual aquaculture production is approximately 108,600 tons, valued at around IDR6,035,900,000, mainly from two commodities: milkfish (Chanos chanos) and giant tiger prawn (Penaeus monodon), cultivated across 49,310.20 hectares of ponds. Additionally, the by-catch of mangrove crabs contributes an estimated IDR 102,600,000 annually. These findings highlight the significant economic potential of aquaculture in Tana Tidung Regency, which is strongly supported by the ecosystem services provided by mangroves, including natural feed supply, erosion prevention, and habitat for economically valuable species, thereby enhancing the region’s aquaculture-based economy

    ANALYSIS OF THE CARACTERISTICS OF PLASTIC OIL FOR FISHING TOOLS MADE FROM POLYETHELIENE (PE) AND POLYAMID (PA)

    Get PDF
    The caracteristic of plastic oil include density, viscosity and heating value Plastic waste can be used as raw material for plastic oil by usingpyrolysis process. The resulting plastic oil can be used as an additive or mixturefuel in the engine. In this research, the process of making plastic oil was used twicepyrolysis process. The reactor temperatures in the first and second pyrolysis processes are different respectivelynamely 200 oC and 150 oC. From the results of this research it is known that in the first pyrolysis processwith a reactor temperature of 200 oC, from 25 kg of raw material produces 15.5 liters of plastic oil intime 8 hours. Meanwhile, in the second pyrolysis process with a reactor temperature of 150 oC, from 15 liters of oilThe plastic from the first pyrolysis process produces 11.6 liters of plastic oil in 3.33 minutesO'clock. The characteristics of the plastic oil produced are a density of 771.4 kg/m3, Viscosity0.501 m2/s and calorific value 10518 kJ/kg

    Pengolahan Data Pasang Surut Dengan Metode Least Square Di Perairan Pulau Obi Maluku Utara

    Get PDF
    Pulau Obi yang terletak di Kepulauan Maluku Utara dengan letaknya yang strategis di perairan Laut Maluku yang berdekatan dengan Samudra Pasifik, Pulau Obi juga rentan terhadap dinamika pasang surut laut yang mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kelautan, transportasi, dan kegiatan  eksplorasi  sumber  daya  alam.  Pasang  surut  adalah  fenomena  naik  turunnya  muka  laut  secara berkala akibat adanya gaya tarik benda-benda angkasa terutama matahari dan bulan terhadap massa air di bumi. Tujuan mengolah data pasang surut dalam kegiatan survei batimetri ini adalah mereduksi kedalaman dengan memberikan koreksi nilai kedalaman akibat perubahan tinggi muka laut yang dinamis, sehingga nilai kedalaman yang didapat tidak vertikal, menentukan nilai konstituen, dan tipe pasang surut di Perairan Pulau Obi Maluku Utara. Perhitungan ini menggunakan salah satu metode analisis harmonik yaitu metode Least Square. Metode Least Square adalah metode yang digunakan untuk menghitung konstituen pasang surut dari pengamatan yang dilakukan setiap jam selama waktu 15 hari. kemudian menghasilkan komponen pasang surut (K1, O1, M2, S2, N2, M4, K2, P1, MS4). Setelah itu dari beberapa komponen didapatkan jenis atau tipe pasang surut berdasarkan bilangan formzahl (F) dengan perbandingan (K1+O1) / (M2 + S2). Dari hasil analisa diperoleh komponen pasang surut dominan adalah M2 dengan nilai amplitudo 0.3248 m. Dan diperoleh jenis atau tipe pasang surut di Perairan Pulau Obi yaitu tipe pasang surut campuran dominan ganda(mixed tide, prevailing semidiurnal) yang mana dala

    Keselamatan Kapal Perikanan : Tantangan dan Prospek Registrasi Kapal Kecil di Kepulauan Riau

    Get PDF
    Keselamatan kapal perikanan menjadi aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor perikanan, khususnya di Kepulauan Riau yang kaya akan sumber daya kelautan. Kapal perikanan kecil, sebagai tulang punggung industri perikanan, menghadapi tantangan serius terkait registrasi dan penertiban. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tantangan dan prospek registrasi kapal kecil di Kepulauan Riau serta memberikan gambaran komprehensif mengenai keselamatan kapal perikanan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peraturan dan implementasi registrasi kapal perikanan di Kepulauan Riau, mengevaluasi peran Pemerintah Daerah dalam penertiban kapal perikanan, dan merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan keselamatan kapal perikanan di wilayah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Pendekatan konseptual akan digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep dasar terkait keselamatan kapal perikanan dan registrasi kapal kecil di wilayah Kepulauan Riau. Analisis menunjukkan bahwa registrasi kapal kecil di Kepulauan Riau menghadapi berbagai tantangan, termasuk kendala administratif, kurangnya pemahaman masyarakat nelayan, dan kurangnya infrastruktur pendukung. Pemerintah Daerah Kepulauan Riau telah mengambil langkah-langkah strategis, namun implementasi masih dihadapkan pada tantangan sumber daya manusia dan teknologi. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan efektivitas registrasi kapal, penertiban, dan keselamatan kapal perikanan secara keseluruhan. Title: Fishing Vessel Safety: Challenges and Prospects for Small Vessel Registration in the Riau Islands Fishing vessel safety is a crucial aspect in maintaining the sustainability of the fisheries sector, especially in the Riau Islands which are rich in marine resources. Small fishing vessels, as the backbone of the fishing industry, face serious challenges regarding registration and regulation. This research aims to investigate the challenges and prospects of small vessel registration in the Riau Islands and provide a comprehensive picture of fishing vessel safety in the region. This research aims to analyze the regulations and implementation of fishing vessel registration in the Riau Islands, evaluate the role of the Regional Government in controlling fishing vessels, and formulate recommendations to improve the safety of fishing vessels in this region. The research method used is a normative juridical method using a conceptual approach and a statute approach. A conceptual approach will be used to identify basic concepts related to fishing vessel safety and small vessel registration in the Riau Islands region. Analysis shows that small vessel registration in the Riau Islands faces various challenges, including administrative obstacles, lack of understanding of fishing communities, and lack of supporting infrastructure. The Regional Government of the Riau Islands has taken strategic steps, but implementation is still faced with human resource and technological challenges. Recommendations are provided to improve the effectiveness of vessel registration, control and overall safety of fishing vessels

    STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI KAWASAN MANGROVE KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos dan menentukan status kualitas perairan berdasarkan indeks keanekaragaman pada ekosistem mangrove Karangsong Kabupaten Indramayu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan data makrozoobenthos menggunakan transek kuadran ukuran 1x1 m sebanyak 15 petak dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian ditemukan 22 spesies makrozoobenthos yang terdiri dari empat kelas, yaitu kelas Gastopoda (6 famili), Crustacea (4 famili), Bivalvia (1 famili), dan Polychaeta (1 famili). Spesies Telescopium sp. merupakan jenis yang paling banyak ditemukan. Indeks keanekaragaman makrozoobenthos berkisar antara 1,817 – 2,318. Indeks dominansi ketiga stasiun berkisar antara 0,121 – 0,183. Indeks keseragaman ketiga stasiun berkisar antara 0,827 – 0,917. Adapun, status kualitas perairan pada Muara dan Tambak Silvofishery termasuk dalam kategori tidak tercemar, sedangkan perairan pada Ekowisata Mangrove termasuk tercemar ringan

    KONSERVASI DAN MORFOMETRIK INDUK PENYU YANG MENDARAT PADA PERIODE FEBRUARI - APRIL 2022 DI PULAU KAPOPOSANG DAN TAMBAKHULU, PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Get PDF
    Identifikasi dan morfometrik induk penyu ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional untuk mengidentifikasi jenis induk penyu yang mendarat, pengukuran terhadap morfometrik induk penyu, serta mengetahui kondisi lingkungan ditempat mendaratnya induk penyu pada periode Februari sampai dengan Maret 2022. Metode yang dilakukan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil Penelitian didapatkan dua jenis induk penyu yaitu jenis penyu hijau dan jenis penyu sisik, sebanyak 10 induk penyu yang berhasil diukur morfomteriknya dengan panjang tubuh rata-rata 110-133 cm, panjang karapas 83-103 cm dan jumlah total telur sebanyak 1.957 butir yang ditemukan juga sebanyak 1.726 yang berhasil menetas jadi tukik selama penelitian. Adapun habitat tempat penyu mendarat memiliki pasir yang bertekstur halus berbatu dengan kemiringan pantai peneluran di pulau Kapoposang dan pulau Tambakhulu termasuk kategori landai dan disukai penyu untuk mendarat dengan kemiringan pantai 15º-18º, suhu pasir rata-rata 28˚C-30ºC, dan kelembaban pasir rata-rata 1 RH-4 RH, dengan vegetasi tumbuhan yaitu beruwas laut (Scaevola taccada), Bay Bean (Canavalia rosea), Cemara (Casuarina equisetifolia), Pohon stigi (Pemphis acidula).Identification and morphometrics of mother turtles is a routine activity carried out by the National Marine Conservation Area Office to identify the type of mother turtle that landed, measure the morphometrics of the mother turtle, and determine the environmental conditions where the mother turtle landed in the period February to March 2022. The method used using observation, documentation and interview methods. The research results showed that there were two types of turtle parents, namely the green turtle and the hawksbill turtle. A total of 10 turtle parents had their morphological measurements measured with an average body length of 110-133 cm, carapace length of 83-103 cm and a total number of eggs found of 1,957. There were also 1,726 who successfully hatched into hatchlings during the research. The habitat where the turtles land has sand with a fine, rocky texture with a slope of the nesting beaches on Kapoposang Island and Tamba Khulu Island which is in the gentle category and turtles prefer to land with a beach slope of 15º-18º, an average sand temperature of 28˚C-30ºC, and humidity. sand average 1 RH-4 RH, with plant vegetation namely sea bean (Scaevola taccada), Bay Bean (Canavalia rosea), Pine (Casuarina equisetifolia), Stigi tree (Pemphis acidula)

    KAJIAN KARAKTERISTIK BIOLOGI IKAN SIDAT (Anguilla bicolor ) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Sidat merupakan ikan katadromus yaitu ikan yang memiliki fase dewasa berada di sungai atau danau tetapi setelah matang gonad akan beruaya ke laut lepas dan memijah disana. Perjalanan yang jauh dan membutuhkan waktu yang lama dengan berbagai rintangan. Sidat memiliki gizi yang tinggi yang kaya akan permintaan akan ekspor. Permintaan yang tinggi juga berdasal dari budidaya pembesaran sidat yang meningkatkan penangkapan sidat akan benih dari alam. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran karateristik biologi dan penangkapan ikan sidat di beberapa sungai di Kota Bengkulu. Karateristik yang dimaksud adalah distribusi panjang, hubungan panjang berat, nisbah kelamin, gambaran gonad ikan sidat, indeks kematangan gonad dan indeks hati. Hasil penelitian menunjukan distribusi panjang ikan sidat terbesar berasal dari Sungai Muara Jenggalu dan yang terkecil dari Sungai Hitam. Pola pertumbuhan berbeda tiap lokasi sungai yaitu allometrik negatif untuk ikan yang berasal dari Sungai Hitam dan Muara Bangkahulu. Pola pertumbuhan isometrik didapatkan dari lokasi Muara Jenggalu. Nisbah kelamin yang ada didominasi oleh ikan yang intersex. Indeks kematangan gonad dan indeks hati menunjukan trend kenaikan berat hati mengikuti tren pertumbuhan panjang

    KEBIASAAN MAKAN DAN KONDISI EKOLOGI KEPITING VAMPIR (Geosesarma hagen) DI LERENG PEGUNUNGAN MENOREH KULON PROGO

    Get PDF
    Pegunungan menoreh menyimpan banyak keanekaragaman hayati, salah satunya kepiting hias air tawar yang di duga vampire crab dari jenis Geosesarma hagen. Kepiting ini pertama kali ditemukan di wilayah Cilacap. Informasi spesifik mengenai G. hagen terbatas pada morfologi dan sangat sedikit pada ekologinya. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan informasi ekologi dan kebiasaan makan dari G. hagen yang ditemukan di wilayah pegunungan menoreh. Penelitian dilakukan pada Juni 2023 sampai dengan Mei 2024. Sampel kepiting vampir ditangkap dengan menggunakan tangan kosong (hand picking), Identifikasi sampai tingkat jenis untuk penentuan jenis vampire crab di kulon progo di lakukan juga di laboratorium zoology BRIN. Kebiasaan makan kepiting ditentukan dengan gabungan metode frekuensi kejadian dan metode volumetrik selanjutnya dievaluasi dengan Indeks Of Preponderance. Hasil identifikasi morfologi menunjukan kepiting vampir yang ditemukan di lereng pegunungan menoreh merupakan spesies Geosesarma hagen yang sama ditemukan di Cilacap. Tetapi antara G. hagen yang ditemukan di lereng pegunungan menoreh dan Cilacap memiliki ketinggian berbeda yang dapat mempengaruhi karakteristik ekologi habitatnya. Hasil index of preponderance menunjukan bahwasannya makanan utama kepiting vampir ialah debris (51%) dan kayu (30%), kemudian makanan pelengkap kepiting vampir ialah daun (19%), dan makanan tambahan kepiting vampir yakni cacing (0,32%

    Climate-Driven Risks in Tuna Fishing in Indonesia: A Financial Distress Likelihood

    No full text
    The purpose of this research is to investigate how climate change is influencing the risks within the tuna fishing sector in Indonesia. Changes in the environment, like increasing sea temperatures and shifting ocean currents, have impacted the movement and migration patterns of tuna, directly impacting the industry sustainability. The significance of this study lies in the pressing necessity to comprehend the ways in which climate change is impacting the risks encountered by businesses operating in the tuna fishing industry. This research aims to assess the risks that tuna fishing businesses encounter as a result of climate change and to determine how they affect the company's stock value. To conduct this research, a panel data evaluation approach was employed using seven publicly traded companies engaged in the tuna industry as sample subjects. The data used was sourced from company filings with the Indonesia Stock Exchange and capital market figures from the Financial Services Authority (OJK). The research utilizes an Altman Z Score model to evaluate the financial health and risk of bankruptcy of a company by incorporating dummy variables associated with increasing sea temperatures into its analysis. This study aims to offer policymakers evidence-based guidance regarding the consequences of different management strategies for addressing climate fluctuations. Furthermore, the research underscores the significance of taking factors into account when managing financial risks, especially in ensuring the long-term viability of the tuna fishing sector. The uniqueness of this study is found in its approach of merging financial risk analysis with risk assessment methods by utilizing a model that integrates both biological and economic elements to offer a holistic framework for decision-making within the sustainable fisheries sector

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇