eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
5683 research outputs found
Sort by
VALUE CHAIN ANALYSIS: BUSINESS MODEL, OPERATION, AND FINANCE MANAGEMENT OF CAPTURE FISHERIES BUSINESS
This study analyzes the value chain in small and medium-sized fishery enterprises across several Indonesian provinces (Jakarta, Yogyakarta, Bali, South Sulawesi, and West Sumatra). To fully comprehend the value chain in the fishing industry, it is essential to answer the research problems of the pattern identification of the capture fish value chain, and the implementation of the business process in the capture fish industry. It identifies challenges and opportunities within the value chain, particularly regarding resource access, regulation, transportation, and financial impacts. The research employs a comprehensive value chain analysis, utilizing the Business Model Canvas approach. Primary and secondary data were gathered through interviews and analyzing external data sources. It was done from May to November 2023 involving 50 seafood restaurant owners and 110 fishermen in five provinces. The analysis was conducted using panel data methods with robustness tests performed to ensure the validity of the results The study finds significant operational challenges in maintaining the quality and quantity of fresh fish, inefficiencies in various stages of the value chain, and potential areas for improvement in the captured fisheries business models of SMEs and the big firm. It highlights the importance of market stability, sustainable practices, and economic viability for the growth of SMEs in the fishery sector.
Pengaruh Pemberian Probiotik Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di BBPBL Lampung
Ikan bawal bintang merupakan ikan yang dibudidayakan di Indonesia yang menjadi salah satu komoditi unggul. Pada kegiatan budidaya ikan terdapat pakan yang menjadi komponen sangat penting, maka dari itu 60% - 70% total biaya produksi pada budidaya ikan bawal bintang dihabiskan oleh pakan ikan saat budidaya ikan. Salah satu strategi pemberian pakan yang diharapkan mampu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi pakan dalam kegiatan budidaya yaitu pemberian probiotik pada pakan ikan. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis dan menentukan dosis pemberian probiotik pada benih ikan bawal bintang dalam peningkatan kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan bawal bintang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu penelitian dengan percobaan pemberian probiotik pada pakan yang dilakukan selama 49 hari menggunakan benih ikan bawal bintang ukuran ±6 cm. Penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. P1 : Pakan komersil tanpa probiotik (kontrol), P2 : Pakan komersil dengan pemberian probiotik 10 ml/kg dan terakhir P3 : Pakan komersil dengan pemberian probiotik 20 ml/kg. Berdasarkan hasil pada kegiatan penelitian ini bahwa dalam pertumbuhan, FCR dan efisien pakan mendapatkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap penambahan probiotik pada pakan benih ikan bawal bintang dengan hasil terbaik yaitu penambahan probiotik 20 ml pada pakan dengan pertumbuhan panjang 3,33±0,03 cm, pertumbuhan bobot sebesar 10,82±0,50 g/ekor, Hasil FCR sebesar 1,2±0,05 dan efisien pakan tertinggi sebesar 83,3%. Tetapi pada kelangsungan hidup memiliki pengaruh yang tidak berbeda nyata pada tiap perlakuan dengan hasil terendah pada perlakuan P1 96%±2,89% dan tertinggi ada pada perlakuan P2 dan P3 98%±2,89%
Penilaian Kelayakan Bisnis Abon Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)
Abon ikan, yang dikenal sebagai makanan ringan yang gurih dan mudah dibuat, memiliki potensi besar dalam industri pengolahan ikan. Untuk mengoptimalkan peluang bisnis ini, penelitian ini akan menganalisis secara mendalam aspek finansial dari produksi abon ikan lele dumbo. Analisis ini mencakup perhitungan biaya produksi, penerimaan penjualan, keuntungan, serta titik impas untuk menentukan kelayakan usaha ini. Penelitian ini secara khusus mempelajari UMKM Satma Food di Sleman, Yogyakarta yang memproduksi abon ikan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara, dan catatan. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam sebulan (16 hari kerja), UMKM ini mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 5.517.313, namun mendapatkan pendapatan sebesar Rp 6.000.000. Artinya, mereka menghasilkan keuntungan sebesar Rp 482.687 per bulan. Dengan perhitungan rasio keuntungan terhadap biaya (R/C) sebesar 1,1049, usaha ini dinilai menguntungkan dan layak dilanjutkan.Untuk mencapai titik impas (saat pendapatan sama dengan biaya), UMKM Satma Food harus menjual minimal 217 bungkus abon setiap bulan. Harga jual per bungkus untuk mencapai titik impas ini adalah Rp 25.000. Jadi, target produksi UMKM ini adalah menjual minimal 217 bungkus abon setiap bulan untuk menutup semua biaya produksi
Karakteristik Mutu, Rendemen Dan Produktivitas Pengalengan Ikan Lemuru (Sardinella Lemuru) Dengan Media Saus Tomat
Ikan lemuru (Sardinella lemuru) banyak ditemui di perairan selat Bali adalah jenis ikan pelagis kecil, salah satu pemanfaatannya menjadi produk pengalengan ikan lemuru. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik proses pengolahan ikan lemuru kaleng mulai alur proses pengolahan, pengujian mutu bahan baku dan produk akhir, penerapan suhu, rendemen dan produktivitas karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, dengan cara peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan. Pengolahan ikan lemuru dalam kaleng melalui 17 tahapan proses diawali dari penerimaan bahan baku hingga pengiriman. Hasil uji organoleptik bahan baku dan sensori produk akhir yatu 8 dan 8,9. Uji kadar histamin bahan baku dan produk akhir 35 ppm dan 3,24 ppm. Uji Kimia logam berat produk akhir yaitu Timbal (Pb) ND (<0,08 mg/kg), Tembaga (Cu) 0,9 mg/kg, Arsen (As) 0,39 mg/kg, Merkuri (Hg) ND(<0,000) mg/kg, Timah (sn) ND (<5,00) mg/kg dan Seng (zn) 16,74 mg/kg. Uji mutu secara mikrobiologi pada bahan baku dan produk sudah memenuhi ketentuan sesuai SNI 2332.3.2015. uji bobot tuntas hasil rata rata 58,05%. Penerapan suhu selama proses pengalengan telah memenuhi standar suhu pengolahan di perusahaan. Rendemen ikan lemuru pada pengguntingan 61,5%, precooking hasil 87%. Produktivitas pada tahapan pengguntingan 52,88 kg/jam/orang dan filling 371,95 kg/jam/orang
Kelayakan Dasar Pengolahan Ikan Lemuru (sardinella lemuru) Dalam Kaleng Dengan Media Saus Tomat di PT. SMS, Muncar-Jawa Timur
Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) merupakan komoditas perikanan pelagis yang sangat bernilai ekonomis di kalangan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dasar penerapan GMP dan SSOP pada pengolahan ikan lemuru dalam kaleng dengan media saos tomat. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan wawancara. Metode kerja dilakukan mengikuti langsung proses penerapan GMP dan SSOP sejak penerimaan bahan baku sampai pemuatan, dengan pengujian mutu (organoleptik, mikrobiologi, antibiotik) dan pengukuran suhu. Penilaian Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) mengacu PermenKP No. 17 tahun 2019. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penerapan GMP dan SSOP sudah dilakukan dengan baik sesuai SNI. Hasil pengujan mutu organoleptik bahan baku dan produk kaleng adalah 8,25 dan 8,84. Hasil pengujian histamin bahan baku ikan 27,09 ppm, produk lemuru kaleng 29,51 ppm. Bobot tuntas adalah 62,68 ± 0,81 %. Hasil uji kimia produk lemuru kaleng yaitu, Merkuri (Hg) 0,0341 mg/kg, Kadmium (Cd) 0,0468 mg/kg, Timbal (Pb) 0,2092 mg/kg, dan Arsen (As) 0,7308 mg/kg. Uji ALT Aerob dan ALT Anaerob mendapatkan hasil <10 koloni/g. Kelayakan dasar pengolahan lemuru sterilisasi dalam kaleng telah dilakukan dengan menerapkan persyaratan dasar dengan baik. Hasil penilaian hasil SKP adalah rating B dimana terdapat 2 penyimpangan yaitu serius pada klausul (XIV) dan XVIII dan mayo
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Strategi Bersaing dan Kinerja Pengolah Ikan Kering Skala Mikro di Provinsi Bengkulu
Provinsi Bengkulu memiliki potensi perikanan, namun ikan yang mudah rusak memerlukan pengolahan, seperti pengeringan. Usaha pengolahan ikan kering membutuhkan ketahanan dan strategi bersaing yang didukung kompetensi serta orientasi kewirausahaan. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis kinerja usaha, Orientasi kewirausahaan, kompetensi kewirausahaan, strategi bersaing, dan pengaruh langsung serta tidak langsung antara kompetensi dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja usaha melalui strategi bersaing. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kulitatif dan kuantitatif. Analisis data yang digunakan yaitu indeks skor dan SEM-PLS dengan wawancara terhadap 157 usaha secara sensus pada bulan Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Kewirausahaan usaha pengolahan Ikan kering di Provinsi Bengkulu berada dalam kategori tinggi dengan indeks skor 76,83%, orientasi Kewirausahaan usaha dalam kategori sedang (66,42%), strategi bersaing dalam kategori tinggi (66,98%), dan kinerja usaha pengolahan Ikan kering dalam kategori sedang (66,55%). Hasil analisis secara langsung menyatakan bahwa kompetensi dan orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha pengolahan ikan kering di Provinsi Bengkulu. Pengaruh tidak langsung melalui strategi bersaing menyatakan bahwa kompetensi dan orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja usaha pengolahan ikan kering di Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada pengolah ikan kering untuk fokus pada peningkatan kompetensi dan orientasi kewirausahaan meningkatkan kemampuan tujuan dalam usaha dalam upaya peningkatan kinerja usaha. Title: Factors Affecting Competitive the Strategy and Performance of Micro-Scale Dried Fish Processors in Bengkulu ProvinceBengkulu Province has fisheries potential, but perishable fish require processing, such as drying. The dried fish processing business requires resilience and a competitive strategy supported by competence and entrepreneurial orientation. The purpose of the study is to analyze business performance, entrepreneurial orientation, entrepreneurial competence, competitive strategy, and the direct and indirect influence between entrepreneurial competence and orientation on business performance through competitive strategy. The research method was carried out using a qualitative and quantitative approach. The data analysis used was the score index and SEM-PLS with interviews with 157 businesses by census in December 2023. The results of the study show that the Entrepreneurial Competence of the dried fish processing business in Bengkulu Province is in the high category with a score index of 76.83%, the orientation of business entrepreneurship in the medium category (66.42%), the competitive strategy in the high category (66.98%), and the performance of the dried fish processing business in the medium category (66.55%). The results of the analysis directly stated that entrepreneurial competence and orientation had a positive and significant effect on the performance of the dried fish processing business in Bengkulu Province. Indirect influence through competitive strategies states that entrepreneurial competence and orientation have a positive and insignificant effect on the performance of dried fish processing businesses in Bengkulu Province. Based on the results of the research, it is recommended that dried fish processors focus on improving competence and entrepreneurial orientation to improve the ability to achieve goals in business in an effort to enhance business performance
Persepsi Pelaku Usaha terhadap Ketertelusuran Data Sosial Ekonomi Rajungan di Pantai Utara Jawa
Pemanfaatan sumber daya rajungan di perairan Indonesia saat ini menghadapi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Permintaan tinggi tidak diimbangi dengan pengelolaan yang tepat, mengakibatkan eksploitasi berlebihan dan konflik sosial antara pemanfaat dan pengambil kebijakan. Praktik penangkapan ilegal dan fluktuasi harga menambah kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi ketertelusuran data sosial ekonomi yang menjadi kendala dalam pengelolaan rajungan yang berkelanjutan. Data yang tidak lengkap dan bervariasi, mulai dari waktu melaut hingga dokumentasi hasil tangkapan dan penjualan, memperumit pengambilan kebijakan yang efektif. Ketertelusuran data yang buruk mempengaruhi daya saing ekspor dan keberlanjutan stok rajungan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan adaptif dan integrasi teknologi dalam pengumpulan data, serta peningkatan transparansi dalam rantai pasok untuk mendukung pengelolaan rajungan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Diperlukan strategi pengelolaan yang mempertimbangkan sistem pencatatan terstruktur dan masif untuk menyediakan data dukung akurat sekaligus mengawasi implementasi regulasi yang berlaku sehingga dapat meningkatkan daya saing dan menjamin keberlanjutan perikanan rajungan di Indonesia
EFFECT OF DIFFERENT SUBSTRATES ON BIOFILM GROWTH AND LIPID CONTENT OF DIATOM Thalassiosira sp.
Diatoms are valuable as natural feed in aquaculture due to their lipid content and the presence of essential polyunsaturated fatty acids (PUFAs), including eicosapentaenoic acid (EPA) and docosahexaenoic acid (DHA). While traditional suspended cultivation has limitations, attached cultivation offers advantages such as lower water use and improved lipid productivity. This study evaluated the growth, biomass, and lipid content of Thalassiosira sp. grown on polycarbonate (PC) and polyvinyl chloride (PVC) as attachment substrates. The control group was cultured in standard suspended cultivation method. Test attachments substrates were submerged in sterile seawater enriched with F-medium, and growth was monitored for four days. At day 4 of the culture, cell density was significantly higher on PC (13.08 × 105 cells mL-1) and PVC (13.01 × 105 cells mL-1) compared to the control (7.93 × 105 cells mL-1). The specific growth rate was also significantly higher on both substrates, exhibiting a doubling time of 0.20 days. Biomass accumulation was highest on PC (27.47 mg 100 mL-1), followed by PVC (26.87 mg 100 mL-1), representing increases of 38.39% and 35.37% over the control (19.85 mg 100 mL-1), respectively. Lipid content was higher in the attached culture system, reaching 8.50% on PC and 7.45% on PVC, corresponding to increases of 167.30% and 134.28% over the control (3.18%). These findings highlight the potential of PC and PVC as effective substrates for biofilm-based cultivation of Thalassiosira sp., demonstrating superior growth, biomass yield, and lipid accumulation compared to the suspended culture method.
CALLUS INDUCTION IN Kappaphycus alvarezii USING INDOLE-3-ACETIC ACID (IAA) and 6-BENZYLAMINOPURINE (BAP) FOR SEEDSTOCK DEVELOPMENT
The commercially important red seaweed Kappaphycus alvarezii is extensively cultivated for carrageenan production. Despite its economic value, large-scale reproduction and genetic enhancement remain limited due to its low regeneration potential. This study aimed to optimize plant growth regulator (PGR) concentrations for efficient callus induction in K. alvarezii. A completely randomized design was employed, comprising five treatments with varying concentrations of indole-3-acetic acid (IAA) and 6-benzylaminopurine (BAP), along with a control lacking PGRs. A total of 180 explants from meristematic tissues of acclimatized thalli were cultured (30 explants per treatment). The highest callus induction rate (88%) was achieved with 1.50 mg/L IAA and 5 mg/L BAP (Treatment F), with visible callus formation beginning around day 38. A progressive color change from brown to white was observed, indicating active cellular proliferation. Other treatments exhibited lower induction rates, ranging from 0% (control) to 61% (Treatment D). These findings underscore the critical influence of auxin–cytokinin interactions on callogenesis and offer an optimized hormonal regime for improving in vitro culture efficiency. The established protocol provides a valuable platform for future large-scale propagation and genetic improvement strategies in K. alvarezii, contributing to the advancement of seaweed biotechnology