eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    Penambahan LED (Light-Emitting Diode) Pada Perikanan Pancing Ulur Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Demersal di Laut Timor Indonesia

    Full text link
    Salah satu alat tangkap yang paling banyak dioperasikan oleh nelayan skala kecil di Kota Kupang adalah handline (pancing ulur). Hasil tangkapan utama yang menggunakan alat tangkap ini adalah ikan demersal dengan nilai ekonomis tinggi, seperti kerapu (Epinephelus sp.), kakap merah (Lutjanus bitaeniatus) dan ikan air anggoli (Pristipomoides sp.). Pancing ulur memiliki konstruksi yang sederhana, di mana struktur utamanya terdiri dari pancing, tali, umpan, dan pemberat. Berdasarkan konstruksinya yang sederhana, perlu dikembangkan teknologi dan inovasi baru yang dapat meningkatkan produktivitas pancing ulur. Salah satu teknologi yang telah banyak digunakan adalah cahaya. Light-emitting diode (LED) telah banyak digunakan sebagai alat penarik ikan dengan cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh LED  terhadap jumlah tangkapan dengan pancing ulur yang dilaksanakan pada   Maret hingga April 2022, di perairan Laut Timor, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing. Operasi penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan 2 unit kapal penangkap ikan pancing ulur berkapasitas 3 gross ton (GT) yang beroperasi di wilayah yang sama. Masing-masing kapal mengoperasikan 3 set pancing ulur. Salah satu kapal dipasang LED pada setiap set pancing ulur. Durasi operasi penangkapan ikan  adalah 20 malam operasi penangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi spesies ikan yang ditangkap, baik pancing ulur menggunakan LED maupun  tanpa LED, tidak memiliki jenis ikan yang berbeda. Berdasarkan jumlah tangkapan, kapal penangkap ikan pancing ulur menggunakan LED memperoleh hasil tangkapan sebesar 2.279 kg, dan kapal penangkap ikan tanpa LED memperoleh hasil tangkapan sebesar 1.886 kg. Produktivitas pancing ulur menggunakan LED mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 114,00 kg per operasi dibandingkan dengan  tanpa LED , yaitu sebesar 94,35 kg. Hasil uji uji t sampel independen dan uji t satu sampel sisi kanan menunjukkan bahwa LED meningkatkan tangkapan handline nelayan skala kecil di Kota Kupan

    Nilai Ekonomi Wisata Snorkeling di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu

    Full text link
    Penilaian ekonomi suatu objek wisata sangat penting dilakukan untuk perencanaan dan pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan di Pulau Seribu adalah wisata snorkeling. Besarnya jumlah kunjungan wisata snorkeling dapat memberikan manfaat ekonomi, melihat potensi tersebut dapat diukur melalui nilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besaran nilai ekonomi wisata snorkeling dan menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi nilai ekonomi snorkeling terhadap minat wisatawan lokal dan nasional di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Perhitungan nilai ekonomi dengan metode individual travel cost method (ITCM) yaitu biaya perjalanan secara individu dengan pendugaan besaran surplus konsumen. Waktu penelitian pada bulan Januari sampai Maret 2024 di Perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Biaya perjalanan rata-rata pengunjung wisata snorkeling di Pulau Pramuka sebesar Rp 819.235 per kunjungan. Jumlah kunjungan wisata snorkeling secara signifikan ( = 0,05) dipengaruhi oleh biaya perjalanan, usia, dan jarak asal. Nilai surplus konsumen wisata snorkeling Rp 232.828 per individu per kunjungan. Nilai total ekonomi snorkeling di Pulau Pramuka sebesar Rp Rp 8.172.262.800 pertahun sebagai nilai ekonomi wisata snorkeling di Pulau Pramuka. Nilai ekonomi wisata snorkeling dapat dijadikan refrensi bagi pemerintah untuk pengembangan dan pengelolaan wisata

    Front and Back Matter

    No full text

    GROWTH PERFORMANCE AND INTESTINAL Aeromonas spp. OF BONYLIP BARB (Osteochilus vittatus) AFTER RECEIVING DIET CONTAINING SALT AND HERBAL CONCOCTION SUPPLEMENTATION

    Full text link
    Salt and herbal supplementations in fish feed are expected to promote aquaculture productivity, including for slow-growing fish such as Bonylip barb (Osteochilus vittatus). The objective of this study was to evaluate the growth performance and occurrence of Aeromonas spp. in the intestine of Bonylip barb fed a diet supplemented with salt and herbs. This experiment was conducted using a completely randomized design with four treatments: 1) control, 2) salt 3% supplementation, 3) herbal supplementation, and 4) Salt 3% and herbal supplementation. Growth performance evaluation included weight gain, relative growth rate, and specific growth rate after 30 and 60 days of rearing.  Bacterial samples were isolated on trypticase soy agar (TSA) and glutamate starch phenol red agar (GSP) media. Yellow colonies on GSP were counted and confirmed as Aeromonas spp. via molecular identification based on 16S rDNA sequence. Results showed that herbal supplementation, either alone or in combination with 3% salt, insignificantly increased the fish growth performance in the short-term (30 days), but tended to decrease it over the long-term (60 days). Salt supplementation consistently decreased fish growth performance but improved fish survival rates. Aeromonas isolates comprised more than 60 % of the culturable intestinal bacteria in all treatments. Furthermore, herbal supplementation appeared to increase the percentage of Aeromonas spp. in the intestine, with identified species including Aeromonas veronii, Aeromonas caviae, and Aeromonas jandaei

    Front Matter

    No full text

    THE ADDITION OF COCONUT WATER THROUGH FEED EFFECTIVE ON MASCULINIZATION OF GUPPY FISH (Poecilia reticulata)

    Full text link
    The production of male guppies is more desirable due to it higher selling value than females. One way to produce male guppies is change it sex, namely masculinization which can be enhanced through the addition of coconut water, with high potassium level. Potassium can convert all cholesterol in the larvae into pregnenolone, which functions to convert estrogen into progesterone and produces testosterone. Hormones required in sex change can be supplemented by the oral method through feed. The research, which was conducted from November 2022 - March 2023, was divided into two stages, first is to determine the dosage of coconut water and the second one is to determine the appropriate coconut water sterilization method. Each stage used a completely randomized design with four treatments and four replicates. Doses of coconut water added to feed were 0.06 ml/g feed, 0.09 ml/g feed, 0.12 ml/g feed, and 0.15 ml/g feed. The sterilization methods conduct in this research are using UV light, autoclave, and ozone. Observation of male genitalia was done after 45 days by observing the urogenital organs and confirmed by hematoxylin-eosin histological staining after 52 and 59 days. The highest percentage of male guppies at 71.75% was produced by the dose of 0.15 ml/g feed, while sterilization treatment produces lower male percentage than control (p<0.05).  No significant difference in fish survival was obtained. Fish survival ranges from 88% - 93%. Thus, the addition of 0.15 ml of coconut water to feed is the most effective treatment in producing male guppies

    Produktivitas dan Pola Musim Penangkapan Ikan Hasil Tangkapan Purse Seine Pada KM. Sumber Fortuna di Laut Natuna

    Full text link
    ABSTRAKSumber daya perairan laut mencapai 95 % wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki potensi sumber daya perikanan laut sangat besar, Tujuan penelitian ini penulis ingin mengetahui komposisi hasil tangkapan dengan titik koordinat daerah penangkapan tersebut kemudian mengetahui nilai produktivitas hasil tangkapan tahun 2019-2024 dengan tujuan mengetahui indeks musim penangkapan ikan yang menjadi tolak ukur bagi nelayan dalam mengoperasikan alat tangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 06 mei 2024 s/d 04 Agustus 2024 yang bertempat di PT. Hasil Laut Sejati yang berlokasi di jembatan 2 balerang, pulau setokok, kecamatan bulang, kota batam, kepulauan riau. Metode pengambilan data digunakan adalah observasi dan wawancara dengan analisa data metode deskriptif dan metode kuantitatif. Hasil tangkapan dominan dari Purse Seine pada KM. Sumber Fortuna di PT. Hasil Laut Sejati selama 6 Tahun Terakhir yaitu ikan layang (Decapterus sp), Selar (crumenophthalmus), Dan Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta). Produktivitas Purse Seine berdasarkan jumlah trip penangkapan (Ton/trip) cenderung mengalami peningkatan, sedangkan nilai produktivitas berdasarkan jumlah GT (Ton/GT), jumlah abk (Ton/ABK), dan berdasarkan besaran PK (Ton/PK) juga mengalami peningkatan. Musim penangkapan ikan berbeda beda. Hasil perhitungan nilai indeks musim penangkapan ikan, dapat diketahui bahwa musim puncak ikan berbeda-beda.  musim penangkapan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu musim puncak (>100%), musim sedang (50-100%) dan musim paceklik (<50%)

    Penerapan Kelayakan Dasar dan Analisis Finansial Pada Unit Pengolahan Dodol Rumput Laut (Eucheuma cottonii) di Sumbawa Barat - Nusa Tenggara Barat

    Full text link
    Salah satu produk olahan hasil perikanan yang mempunyai prospek untuk dikembangkan yaitu dodol rumput laut. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan dodol rumput laut ini yaitu Eucheuma cottonii. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi alur proses pembuatan dodol rumput laut dari 2 (dua) Poklahsar, analisis kesenjangan (gap analysis) dalam penerapan kelayakan dasar pada Unit Pengolahan dari 2 (dua) Poklahsar dan analisis finansial pada Unit Pengolahan dari 2 (dua) Poklahsar. Metode kerja dilakukan dengan melakukan survei, observasi langsung dan wawancara pada kedua Poklahsar. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap 19 klausul kepatuhan kelayakan dasar SKP skala mikro kecil dengan menggunakan metode gap analysis, dan melakukan perhitungan analisis finansial dengan parameter keuntungan, break even point, cost ratio, dan payback period. Alur proses pengolahan dodol rumput laut pda kedua Poklahsar mengacu pada  SNI 7761:2013 dengan beberapa modifikasi. Alur proses kedua Poklahsar terdiri dari 12 tahapan antara lain; penerimaan bahan baku, pencucian, perendaman, penggilingan, pemasakan, pencetakan, pendinginan, pemotongan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan dan distribusi. Berdasarkan GAP analysis pada Poklahsar X diperoleh nilai rata-rata kesesuaian sebesar 89,23% dan kesenjangan 10,77%. Pada Poklahsar Y nilai rata-rata kesesuaian sebesar 87,82% dan kesenjangan 12,18%. Analisis usaha pada Poklahsar X memperoleh keuntungan Rp. 65.795.680 per tahun. BEP rupiah sebesar Rp.10.187.307, BEP unit sebesar 679,154 pcs, payback period 1,33 tahun, dan B/C ratio sebesar 3,05. Pada Poklahsar Y memperoleh keuntungan Rp. 31.029.083 per tahun. BEP rupiah sebesar Rp.13.370.546 dan BEP unit sebesar 537,453 pcs, payback period 2,29 tahun, dan B/C ratio 1,86

    Adaptasi Nelayan Selat Lampa Terhadap Mekanisme Penarikan PNBP Pasca Produksi

    Full text link
    Penangkapan Ikan Terukur bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Namun, salah satu kendala yang menyebabkan ketidaksetujuan nelayan adalah dampak finansial akibat penarikan PNBP pasca produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis adaptasi nelayan terhadap mekanisme pembayaran PNBP pasca produksi dengan pendekatan deskriptif. Hasil survei terhadap 38 nelayan di Pelabuhan Perikanan Selat Lampa menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan ini. Semua responden (100%) mengetahui mekanisme pembayaran, dengan 8% selalu tepat waktu dan 92% sering tepat waktu. Sebanyak 97% responden memahami mekanisme pembayaran, sementara 3% lainnya belum memahaminya. Sebagian besar nelayan tidak mengalami kendala dalam pembayaran, dengan 31,6% bersikap netral, 34,2% menilai sangat mudah, dan 34,2% menyatakan cukup mudah. Dari segi keadilan, 78,9% menilai sangat adil, 15,8% menyatakan adil, dan 5,3% netral. Terkait adaptasi terhadap sistem baru, 84,2% tidak mengalami kendala, meskipun ada beberapa yang melaporkan masalah teknis pada program atau tautan pembayaran. Selain itu, 81,6% responden menganggap pungutan ini sangat berpengaruh pada produktivitas mereka. Sebagian besar nelayan (65,8%) memperoleh informasi dari petugas pelabuhan, sementara hanya 34,2% mendapat informasi dari organisasi nelayan. Mayoritas nelayan (97,4%) merasa didukung oleh pemerintah. Usulan terbanyak meliputi peningkatan fasilitas pelabuhan, pengurangan persentase PNBP, dan perbaikan harga acuan ikan.

    Strategi Pengembangan Produk Sirup Buah Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris) Serta Mutu dan Kelayakan Dasar

    Full text link
    Mangrove adalah tanaman pesisir yang sangat penting dalam pelestarian ekosistem dan sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Salah satu potensinya yaitu sebagai produk sirup. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun strategi pengembangan produk yang tepat untuk usaha pengolahan sirup buah mangrove serta analisis mutu dan Penerapan kelayakan dasar pada tiga UKM berbeda di Kabupaten Tangerang. SWOT analisis digunakan untuk menentukan strategi pengembangan dan mutu berdasarkan mutu sesori hedonik, kadar gula, dan angka lempeng total. Selanjutnya Penerapan kelayakan dasar berdasarkan Permen-KP No.17 Tahun 2019. Hasil penelitian mendapatkan bahwa proses pengolahan sirup buah mangrove di 3 UMKM meliputi persiapan bahan baku, pengupasan, pencucian, perebusan I, penyaringan I, perebusan II, penyaringan II, pendinginan dan pengemasan. Strategi pengembangan pada 3 (tiga) UMKM yaitu strategi SWOT pada kuadran 1 berupa pemanfaatan kekuatan pada unsur ketersediaan bahan baku dan dukungan pemerintah serta peluang yaitu konsumen yang tersebar luas. Produk sirup mangrove di 3 UMKM mendapatkan nilai sensori hedonik sebesar 8.16 – 8.42 pada parameter aroma dan 8.06 – 8.31 terhadap rasa yang berarti produk disukai oleh konsumen. Selanjutnya, berdasarkan uji kadar gula didapatkan 22.79 – 24.11% serta angka lempeng total tertinggi mencapai 2.4 x 101 col/g.  Berdasarkan penilaian kelayakan dasar, didaptkan 2 UKM bernilai Baik dan 1 bernilai cukup.

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇