eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
Not a member yet
    5683 research outputs found

    Studi Kasus: Praktik Pemberian Pakan Dan Dampaknya Terhadap Kinerja Budidaya Udang Vaname Di Tambak Intensif Perusahaan Swasta Di Nusa Tenggara Barat (NTB)

    Full text link
    Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang telah banyak dibudidayakan, karena berbagai keunggulannya seperti responsif terhadap pakan, tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, kepadatan tebar yang tinggi, waktu pemeliharaan yang relatif singkat, pertumbuhan yang lebih cepat, serta ketahanan yang lebih baik terhadap serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik pemberian pakan dan mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam manajemen pakan pada budidaya udang vannamei di tambak intensif milik perusahaan swasta di NTB. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif, dan telaah pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pakan dalam budidaya udang vannamei di PT. Sumbawa Dua Belas Makmur Sejahtera mencakup: pemilihan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi udang, penyimpanan pakan yang efisien, pemberian pakan dengan program blind feeding dan demand feeding, serta program berbasis control anco. Penelitian ini dilaksanakan di satu kolam dengan analisis hasil pakan menunjukkan SR mencapai 87%, efisiensi pakan 87,83% dan FCR sebesar 1,1 dengan tingkat FCR tersebut, produksi udang dapat dinyatakan baik.Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of Indonesia's leading export commodities that has been widely cultivated, due to its various advantages such as responsiveness to feed, high survival rate, high stocking density, relatively short rearing time, faster growth, and better resistance to disease. This study aims to evaluate feeding practices and identify problems that arise in feed management in vannamei shrimp farming in intensive ponds owned by private companies in NTB. The method applied in this study is descriptive, with data collection from primary and secondary sources. Data were obtained through observation, interviews, active participation, and review of relevant literature. The results showed that feed management in vannamei shrimp farming at PT Sumbawa Dua Belas Makmur Sejahtera includes: feed selection in accordance with the nutritional needs of shrimp, efficient feed storage, feeding with blind feeding and demand feeding programs, and anco control-based programs. This study was conducted in one pond with feed yield analysis showing SR reached 87%, feed efficiency 87.83% and FCR of 1.1 with the FCR level, shrimp production can be declared good

    Strategi Pengelolaan Sumber Daya Ikan Berkelanjutan di Sungai Sengkarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

    Full text link
    Sungai Sengkarang merupakan kawasan ekosistem hayati terpadu yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan status sumber daya ikan di Daerah Aliran Sungai Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik ekosistem Sungai Sengkareng, menganalisis permasalahan pemanfaatan, dan menganalisis strategi pengelolaan Sungai Sengkarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengambilan data secara terstruktur untuk menjawab tujuan penelitian. Berdasarkan kondisi ekologi, Sungai Sengkarang masih memiliki kondisi perairan yang cukup baik untuk dapat digunakan sebagai habitat ikan liar. Meskipun ekosistem perairan Sungai Sengkarang memiliki nilai biodiversitas yang beragam, tetapi kegiatan ekploitasi dari aktifitas manusia dirasakan dapat mengancam kelestarian sumber daya alam di sana. Adapun permasalahan yang ada di sepanjang DAS Sungai Sengkarang diantaranya adalah terjadinya pencemaran lingkungan perairan, penutupan kanal air sungai, penangkapan liar, penurunan muka tanah, dan perhatian masyarakat sekitar yang minim. Selain itu, keberadaan populasi ikan di Sungai Sengkarang juga mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir akibat adanya eksploitasi penangkapan sumber daya ikan dan pencemaran perairan akibat kontaminasi limbah batik dan textil. Untuk menjaga supaya ekosistem hayati dan sumber daya ikan di perairan Sungai Sengkarang dapat pulih kembali maka diperlukan upaya-upaya sebagai berikut: 1) pengembangan suaka perairan; 2) rehabilitasi sungai;3) restocking ikan; dan 4) pengembangan sistem co-management dan beberapa strategi lain yang relevan secara terintegrasi. Title: Sustainable Strategy for Management of Fish Resources in Sengkarang River, Pekalongan Regency, Central Java The Sengkarang River is the longest river in Pekalongan waters. Aside from being a natural fish habitat, the Sengkarang River is also used as a buffer for biological ecosystems in the waters of Pekalongan City and Regency. The purpose of this study was to determine the fish resources status in the Sengakarang River and efforts to manage them. The method used in this research is descriptive qualitative with structured data collection to answer the research objectives Based on the water quality conditions, the Sengkarang River water description still has good enough conditions to be used as wild fish habitat. Even though the waters of the Sengkarang River have diverse biodiversity values, exploitation from human activities is felt to threaten the preservation of natural resources there. The problems that exist along the Sengkarang River watershed include pollution of the aquatic environment, closure of river water canals, illegal fishing, land subsidence, and minimal attention from the local community. Apart from that, the existence of fish populations in the Sengkarang River has also begun to decline in recent years due to exploitation of fish resources and water pollution due to contamination of batik and textile waste. In order to keep the biological ecosystem and fish resources in the waters of the Sengkarang River recovering, the following efforts are needed: 1.) development of water reserves, 2.) river rehabilitation, 3.) fish restocking, and 4.) development of a co-management system and strategic related option is an integrated manner

    EFEKTIVITAS PEMANFAATAN ALAT BANTU RUMPON DALAM PENANGKAPAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI PERAIRAN TELUK BONE KABUPATEN LUWU

    No full text
    Rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas penangkapan ikan. Dalam proses penangkapan ikan tuna, rumpon berfungsi untuk merangsang kawanan ikan tuna yang sedang melakukan ruaya untuk berhenti atau menetap tidak jauh dari lokasi pemasangan rumpon. Berdasarkan Hal tersebut maka sangat perlu dilakukan penelitian tentang tinjauan efektifitas penggunaan rumpon sebagai alat bantu penangkapan ikan madidihang (Thunnus albacares). Penelitian di laksanakan pada bulan September – April 2019 di perairan Teuk Bone Kabupaten luwu. Data yang digunakan adalah hasil tangkapan pancing ulur di Lima rumpon. Pengumpulan data meliputi posisi geografis daerah penangkapan ikan, hasil tangkapan, ukuran panjanag dan bobot madidihang, Tingkat kematangan gonad dan parameter oseanografi (Suhu dan klorofil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi ukuran madidihang yang tertangkap di rumpon di dominasi ukuran 60 – 85 cm dengan berat 3 – 5 kg dengan Tingkat kematangan gonad I -II. Dominasi ukuran 60 – 85 cm yang tertinggi tertangkap pada rumpon 3 sebanyak 439 ekor sedangkan terendah tertangkap pada rumpon 1 sebanyak 134 ekor. Model fungsi menunjukkan bahwa kelima variabel (Suhu, klorofil, kedalaman rumpon, lama waktu penangkapan dan jarak rumpon dari fishing base) hanya suhu dan lama waktu penangkapan terhadap produksi penangkapan Madidihang (Thunnus albacares) yang tertangkap di daerah rumpon. Nilai efektivitas yang didapatkan sebesar 20 % dengan efektivitas tertinggi pada bulan September – Oktober 2018 terdapat pada rumpon 3 sebesar 35,39 % dan bulan Maret – April 2018 terdapat pada rumpon 2 sebesar 25 ,81 %

    HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE TERHADAP KELIMPAHAN IKAN GLODOK DI DESA MUNDUPESISIR KABUPATEN CIREBON

    Full text link
    Pesisir Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah mangrove yang mengalami kerusakan dan degradasi. Mangrove yang mengalami kerusakan akan berdampak pada organisme yang memanfaatkan mangrove sebagai habitatnya salah satunya adalah ikan glodok Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kerapatan mangrove dengan kelimpahan ikan glodok di Desa Mundupesisir Kabupaten Cirebon. Metode untuk pengambilan data mangrove menggunakan Transect Line Plot dan purposive sampling dalam menentukan stasiun pengamatan dan pengambilan data ikan glodok dilakukan dalam plot pada transek yang telah disediakan dengan dihitung dari kejauhan dan diambil sampel untuk diamati. Parameter perairan seperti suhu, salinitas, DO menurut KEPMEN LH No 51 Tahun 2004 memenuhi baku mutu, tetapi nilai pH berada di bawah baku mutu. Kerapatan mangrove di Desa Mundupesisir berdasarkan KEPMEN LH No 201 Tahun 2004 berada pada tingkat kerapatan sedang dan sangat padat yang termasuk dalam kategori baik. Jenis ikan glodok yang ditemukan di lokasi penelitian diantaranya Boleophthalmus boddarti, Periophthalmodon schlosseri, dan Periophthalmus chrysospilos dengan nilai kelimpahan berkisar 0,1 – 0,5 ind/m2. Korelasi antara kerapatan mangrove terhadap kelimpahan ikan glodok menunjukkan hubungan positif sedang. Hubungan positif menunjukkan hubungan searah apabila kerapatan mangrove meningkat, maka kelimpahan ikan glodok juga meningkat. Nilai korelasinya adalah 0,45 dan determinasinya (R2) sebesar 0,2017

    Frontmatter

    No full text

    ANALISIS FAKTOR TEKNIS DAN SOSIAL EKONOMI DALAM KEBERHASILAN BUDIDAYA UDANG VANAME DI BERBAGAI WILAYAH INDONESIA

    No full text
    Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas unggulan di sektor perikanan budidaya Indonesia dengan potensi ekonomi yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor teknis dan sosial ekonomi yang memengaruhi keberhasilan budidaya udang vaname di berbagai wilayah Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan multisitus, dimana data dikumpulkan dari 12 lokasi budidaya di Indonesia melalui laporan resmi produksi, Feed Conversion Ratio (FCR), dan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR). Selain itu, aspek sosial ekonomi seperti pelatihan teknis, akses modal, dan dukungan kelembagaan juga dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan antar lokasi dalam produksi, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup, yang dipengaruhi oleh praktik manajemen usaha serta faktor sosial ekonomi. Efisiensi pakan dan pengelolaan kualitas air terbukti sebagai faktor teknis utama yang mendukung keberhasilan budidaya, sementara pelatihan dan dukungan kelembagaan menjadi faktor sosial ekonomi yang memperkuat produktivitas dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi faktor teknis dan sosial ekonomi serta pendekatan manajemen yang adaptif untuk mendukung keberhasilan budidaya udang vaname di Indonesia

    Penerapan GMP dan SSOP Proses Pasteurisasi Rajungan (Portunnus pelagicus) Dalam Kaleng di PT. SJA, Lampung Selatan, Lampung

    Full text link
    Good Manufacturing Practices (GMP) ialah pedoman untuk industri pangan buat menciptakan pangan yang bermutu. GMP ialah ketentuan utama untuk industri pangan buat mendapatkan sertifikat sistem Hazard Analysis and Critical Control Point ( HACCP). Di Indonesia, GMP yang diketahui dengan Metode Penciptaan Pangan yang Baik ( CPPB) ialah elemen berarti buat penuhi standar kualitas pangan ataupun persyaratan keamanan pangan. Pasteurisasi ialah sesuatu tata cara pengawetan ataupun pengolahan ikan yang memakai temperatur besar buat menghentikan proses pembusukan. Tujuan riset merupakan buat mengenali pelaksanaan Good Manufacturing Practices serta Sanitation Standard Operating Prosedure pada sesi penciptaan pasteurisasi daging rajungan kaleng( Portunus pelagicus). Riset ini memakai tata cara wawancara, observasi, serta partisipasi langsung dalam aktivitas proses pengalengan. Pelaksanaan GMP pada proses penciptaan meliputi: Penerimaan bahan baku, Pengupasan( Picking), Sortasi, Pendeteksian logam (Metal detecting), Pencampuran (Mixing), Pengisian (Filling), Penimbangan (Weighing), Penutupan kaleng( Seaming), Dipping, Pengkodean( Coding), Pasteurisasi, Pendinginana( Chilling), Pengemasan serta Pelabelan, Penyimpanan dingin serta Pemuatan( Loading). Pelaksanaan SSOP meliputi: keamanan air serta es, pencegahan kontaminasi silang, wc serta tempat mencuci tangan, bahan kimia serta saniter, syarat label serta penyimpanan, kesehatan karyawan serta pengendalian pest. Hasil riset menampilkan kalau proses pengolahan pasteurisasi rajungan dalam kaleng telah dicoba dengan baik cocok SNI Nomor. 6929: 2023 tentang daging rajungan( Portunus spp.) pasteurisasi dalam kemasan hermetis. Pelaksanaan GMP serta SSOP dicoba dengan baik supaya tidak terjadi kerusakan pada produk.

    Karakteristik Mutu Pengolahan Lemuru (Sardinella lemuru) Dengan Media Soya Bean Oil Dalam Kaleng

    Full text link
    Ikan lemuru bernilai ekonomis tinggi, dan salah satu pemanfaatannya menjadi produk ikan lemuru kaleng. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik mutu proses pengolahan ikan lemuru kaleng dengan media Soya Bean Oil dalam kalengyang terdiri atas alur proses pengolahan, pengujian mutu bahan baku dan produk akhir, penerapan suhu dan rendemen yang dihasilkan. Metode penelitian adalah deskriptif dan komparatif. Pengambilan data dengan dilakukan observasi dan survei melakukan wawancara pada karyawan. Pengolahan ikan lemuru dalam kaleng dilakukan dengan 18 tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga berakhir di pengiriman. Hasil uji mutu secara organoleptik bahan baku dan uji sensori produk akhir menunjukkan nilai 8,08±0,24 8 ikan segar dan ikan beku 8,15±0,37, srta sensori 8,25±0,44. Uji mutu secara mikrobiologi produk ikan lemuru kaleng parameter timbal (Pb) dengan hasil ND (Not Detected), timah (Sn) dengan hasil ND (Not Detected), kadmium (Cd) dengan hasil ND (Not Detected), merkuri (Hg) dengan hasil 0.014 mg/kg, dan arsen (As) dengan hasil 0.502 mg/kg. Uji mutu histamin terhadap bahan baku diperoleh kadar histamin 19.5 ppm untuk ikan segar dan 20.1 untuk ikan beku ,serta histamin terhadap produk akhir ND (Not Detected) ppm. Penerapan suhu produk lemuru selama proses telah memenuhi standar suhu pengolahan di perusahaan. Rendemen ikan lemuru pada tahap pre-cooking adalah 86,6±1,43%,  dan pada tahap pengguntingan adalah 63,35±1,23%

    Kajian Teknis Produksi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Sistem Resirkulasi di PT. Indo Aqua Sukses Majalengka, Jawa Barat

    Full text link
    Produksi benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat ditingkatkan dengan menerapkan sistem resirkulasi yang memanfaatkan air secara minimal dan menjaga kualitas air tetap dalam kondisi optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji produksi benih ikan nila dengan menggunakan sistem resirkulasi (Recirculating Aquaculture System/RAS). Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengamatan secara langsung, wawancara, studi literatur, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil pengukuran parameter kualitas air selama pemeliharaan yaitu suhu dengan nilai 26,2⁰C-28,2⁰C, oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) adalah 4,7-6,9 mg.l-1, derajat keasaman (pH) yaitu 6,2-8,4 dan nitrit yaitu 0-1 mg.l-1. Parameter kualitas air tersebut dapat berada pada kondisi optimal menurut Standar Nasional Indonesia (SNI:7550:2009). Berat rata-rata induk betina yang dipijahkan adalah 342 g. Rerata fekunditas yang diperoleh per satu ekor induk yaitu 1308 butir. Rerata tingkat pembuahan telur yaitu 89,9 % (3.346.375 butir). Tingkat penetasan larva yaitu 81,05% (2.712.237 ekor). Sintasan benih yang diperoleh pada akhir pemeliharaan yaitu 83,4% (2.004.559 ekor). Hasil produksi benih ikan nila dinyatakan menguntungkan dan layak dikembangkan dengan Laba sebesar Rp. 533.413.867 per tahun, titik impas (Break Even Point/BEP) harga yaitu Rp. 806.225.489 dan BEP Unit sebanyak 4.063.998 ekor, periode pengembalian modal (Payback Period) yaitu 2 tahun 3 bulan 18 hari, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) yaitu 1,49

    Penerapan Sistem Ketertelusuran (Traceability) Udang Putih (Penaeus indicus) Breaded Shrimp Seacaught Mentah Beku di PT. XYZ

    Full text link
    Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi besar di sektor perikanan dengan luas total wilayah sekitar 7,81 juta km². Indonesia sebagai salah satu negara eksportir udang terbesar di dunia. Salah satu jenis udang yang menjadi andalan ekspor di Indonesia adalah udang putih (Penaeus indicus). Udang putih merupakan salah satu jenis komoditas hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak digemari karena gurih, manis dan enak. Tujuan penelitian adalah menganalisis alur proses pengolahan, mutu bahan baku dan produk akhir, penerapan suhu pada proses pengolahan, dan penerapan sistem ketertelusuran (traceability). Metode pengumpulan data melalui informasi yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti di perusahaan melalui observasi, serta traceability dengan gap analysis. Tahapan pengolahan udang putih breaded shrimp seacaught mentah beku terdiri dari 17 tahapan alur proses yaitu : penerimaan bahan baku, penyimpanan sementara, thawing, pencucian I, kupas kulit dan cabut usus, pencucian II, sizing, iris perut dan pemanjangan, pencucian III, soaking, pencucian IV, pembaluran tepung, pencelupan butter mix dan tepung roti, pembekuan, metal detector, packing, dan penyimpanan beku. Sampel bahan baku rata-rata uji organoleptik 8,25, V. parahaemolyticus, Salmonella, E. coli menunjukkan hasil negatif, coliform <3 APM/g, dan ALT <1,0 x 105 koloni/g. Sampel produk akhir rata-rata uji sensori 8,75, V. parahaemolyticus, Salmonella, E. coli hasil negatif, coliform <3 APM/g, dan ALT <1,0 x 105 koloni/g. Aspek penilaian supplier memperoleh nilai GAP 25%, penilaian manajemen tim traceabilty mendapatkan nilai GAP 15%, dan penilaian rekaman sanitasi mendapatkan nilai GAP 5%

    4,323

    full texts

    5,683

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇