Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
212 research outputs found
Sort by
GAMBARAN TINGKAT STRESS AKIBAT HOSPITALISASI PADA BALITA DI RUANG GOLEK RSUD KABUAPATEN INDRAMAYU
For children, hospitalization is an experience that is threatening, scary, lonely and confusing so that children can experience stress. Hospitalization stress is a form of individual stressor that lasts as long as the child is hospitalized. The purpose of this study is to find out the description of the stress level due to hospitalization in toddlers in the Golek Room of the Indramayu District Hospital in 2018.
The research method used is descriptive. The research population is toddlers who are hospitalized in the golek room. A sample of 58 respondents was taken using a consecutive sampling technique. The instrument used is a questionnaire sheet about hospitalization stress. The data analysis design used was univariate.
The results showed that 30 toddlers (51.7%) experienced stress due to hospitalization in the category of severe stress. A total of 41 children under five (70.7%) aged ≤ 2 years, as many as 34 toddlers (58.6%) were male, as many as 53 toddlers (91.4%) hospitalized for ≤ 3 days and as many as 38% toddlers (65, 5%) no history of previous hospitalization.
The conclusion of this study is that toddlers have stress due to hospitalization in the category of severe stress. It is recommended that health workers and parents pay more attention to the impact of stress on children undergoing hospitalization and better understand its handling.Bagi anak hospitalisasi adalah suatu pengalaman yang mengancam, menakutkan, kesepian dan membingungkan sehingga anak bisa mengalami stress. Stres hospitalisasi adalah bentuk stresor individu yang berlangsung selama anak dirawat di rumah sakit.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran tingkat stress akibat hospitalisasi pada balita di Ruang Golek RSUD Kabupaten Indramayu Tahun 2018.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah balita yang dirawat inap di ruang golek. Sampel berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner tentang stress hospitalisasi. Rancangan analisa data yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian diperoleh 30 balita (51,7%) mengalami stress akibat hospitalisasi dalam kategori stress berat. Sebanyak 41 balita (70.7%) berusia ≤ 2 tahun, sebanyak 34 balita (58,6%) berjenis kelamin laki – laki, sebanyak 53 balita ( 91,4%) lama rawat inap ≤ 3 hari dan sebanyak 38% balita (65,5%) tidak ada riwayat rawat inap sebelumnya.
Simpulan dari penelitian ini bahwa balita memiliki stres akibat hospitalisasi dalam kategori stress berat. Maka disarankan pada tenaga kesehatan dan orang tua agar lebih memperhatikan dampak stres pada anak yang menjalani hospitalisasi dan lebih memahami penanganannya
PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI TERHADAP KEPATUHAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA PEKERJA INDUSTRI
Every year accidents occur in the workplace which cause casualties, both minor and serious injuries. Compliance with the implementation of standard operating procedures is needed to minimize and protect workers from the risk of accidents in the workplace. Knowledge, attitudes and motivation are factors from the human component that affect workers. This study aims to determine the effect of knowledge, attitudes and motivation on standard operating procedures in industrial workers.
This research method uses literature reviews by searching for articles through electronic media such as Google Scholar, Garuda Portal, Neliti, Microsoft Academia, and Open Knowledge Map. The keywords used to search for articles included standard operating procedures, knowledge, attitudes, motivation, motivation, knowledge, attitudes, motivation, compliance, standard operating procedures, and SOPs in selecting research articles using inclusion and exclusion criteria and journal analysis.
The results of the study of the 9 articles of knowledge variables analyzed, there were 6 articles that had a relationship, 6 articles from the attitude variable, 4 of which had no relationship and 5 of the variable motivation articles, 3 of which had a relationship between knowledge and standard operating procedures.
The knowledge and motivation conclusion variables have an influence on the operational guidelines of industrial workers, while the attitude variable has no influence on the standard operating procedures of industrial workers. Efforts are needed to increase knowledge and motivation for SOPs to prevent workplace accidents.Setiap tahun kasus kecelakaan terjadi di tempat kerja yang menimbulkan korban jiwa baik yang luka ringan maupun luka berat. Kepatuhan penerapan standar operasional prosedur sangat diperlukan untuk meminimalisir dan melindungi pekerja dari risiko terjadinya kecelakaan kerja. Pengetahuan, sikap dan motivasi merupakan faktor dari komponen manusia yang mempengaruhi kepatuhan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap dan motivasi terhadap kepatuhan standar operasional prosedur pada pekerja industri.
Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan melakukan penelusuran artikel melalui media elektronik seperti Google Scholar, Portal Garuda, Neliti, Microsoft Academia, dan Openknowladge Map. Kata kunci yang digunakan untuk mencari artikel meliputi standar operasional prosedur, pengetahuan, sikap, motivasi, kepatuhan, knowledge, attitude, motivation, compliance, standard operating procedure dan SOP dalam pemilihan artikel peneliti menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi serta analisa jurnal.
Hasil penelitian dari 9 artikel variabel pengetahuan yang dianalisis terdapat 6 artikel yang memiliki hubungan, 6 artikel dari variabel sikap 4 diantaranya tidak memiliki hubungan dan 5 artikel variabel motivasi 3 diantaranya memiliki hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan standar operasional prosedur.
Simpulan variabel pengetahuan dan motivasi memiliki pengaruh terhadap kepatuhan standar operasional prosedur pada pekerja industri, sedangkan variabel sikap tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan standar operasional prosedur pada pekerja industri. Dibutuhkan upaya peningkatan pengetahuan dan motivasi terhadap SOP guna mencegah kecelakaan kerja
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN IBU DENGAN BAYI KE PELAYANAN BABY SPA DI KECAMATAN INDRAMAYU
In Indonesia, SPA is a necessity and a lifestyle that is in demand by various groups. The SPA industry in Indonesia is experiencing the third fastest and largest growth in the Asian region after India and China. Baby spa is a body spa treatment for babies that can be done in three ways, namely baby gymnastics, bathing and baby massage. These three stages are useful for training the baby\u27s muscles and body strength, helping the development of the baby\u27s respiratory system, relaxation, improving blood circulation and baby\u27s digestion.
This study aims to determine the factors that influence the visit of mothers with babies (Age 0-12 Months) to the Baby Solus Per Aquam Health Service (Spa) in the Indramayu District, Indramayu Regency. This research is a quantitative descriptive correlation, using a cross sectional study approach. The sampling method is Proportional Random Sampling. The data collection tool used is a questionnaire by means of interviews.
The results showed that the knowledge variable was the most dominant factor related to the visit of mothers with babies to baby spa services in the Indramayu District in 2020 with an OR of 5,281. (3,762), baby weight (3,363) and family support (2,106). Suggestions for mothers and health workers to pay more attention to fulfilling stimulation and conducting child development checks for monitoring early detectionDi Indonesia SPA merupakan suatu kebutuhan dan gaya hidup yang diminati oleh berbagai kalangan. Industri SPA di Indonesia mengalami pertumbuhan ketiga tercepat dan terbesar dikawasan Asia setelah India dan Cina. Baby spa adalah perawatan spa tubuh pada bayi yang dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu senam bayi, mandi berendam dan pijat bayi. Ketiga tahapan tersebut bermanfaat untuk melatih otot dan kekuatan tubuh bayi, membantu perkembangan sistem pernafasan bayi, relaksasi, memperbaiki sirkulasi darah dan pencernaan bayi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan ibu dengan bayi (Usia 0-12 Bulan) ke Pelayanan Kesehatan Baby Solus Per Aquam (Spa) di Wilayah Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu. Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif kolerasi, menggunakan pendekatan cross sectional study. Metode pengambilan sampel adalah Proportional Random Sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dengan cara wawancara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kunjungan ibu dengan bayi ke pelayanan baby spa di wilayah Kecamatan Indramayu tahun 2020 dengan OR 5,281.Variabel berikutnya yang domain secara berurutan adalah sikap (4,048), dukungan suami (3,848), motivasi (3,762), berat badan bayi (3,363) dan dukungan keluarga (2,106). Saran ibu dan tenaga kesehatan lebih memberikan perhatian dalam pemenuhan stimulasi dan melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak untuk pemantauan deteksi din
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU YANG MEMPUNYAI BALITA USIA 6 – 59 BULAN TENTANG PEMBERIAN VITAMIN A DIMASA PANDEMI COVID -19 WILAYAH KERJA PUSKESMAS BABADAN KABUPATEN INDRAMAYU
Vitamin A is important for increasing the body\u27s immunity, but in giving it, you must pay attention to the principle of physical distancing to prevent a wider spread. Vitamin A must be ensured to be given and consumed by toddlers 2 times a year in the month of vitamin A, namely February and August. This study uses a descriptive type with a cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had toddlers aged 6 – 59 months in the working area of the Babadan Health Center as many as 1477 people and the research sample as many as 94 people. The instrument in this study used a structured questionnaire that had been prepared. The results of the study presented distribution data in the form of a frequency table. In this study, most of the respondents 63.89% had a good knowledge category in giving vitamin A to toddlers and most of the respondents 89.4% had a supportive attitude category in giving vitamin A to toddlers. Hypothesis testing was obtained that there was a relationship between knowledge and attitudes of mothers of toddlers in giving vitamin A to toddlers. It is expected that health workers play an active role in the community, especially from community leaders to participate in providing information on vitamin A for toddlers which is given twice a year to reduce health problems in toddlers and be able to provide good immunity if given according to a predetermined schedule.Vitamin A merupakan hal yang penting untuk meningkatkan imunitas tubuh, namun dalam pemberiannya harus tetap memperhatikan prinsip physcal distancing untuk mencegah penyebaran yang lebih luas lagi. Vit A harus dipastikan tetap diberikan dan dikonsumsi balita 2 kali dalam setahun dibulan vitamin A yaitu Februari dan Agustus. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dengan design crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai Balita Usia 6 – 59 Bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Babadan yaitu sebanyak 1477 orang dan sampel penelitian sebanyak 94 orang. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner berstruktur yang sudah dipersiapkan. Hasil penelitian disajikan data distribusi dalam bentuk table frekuensi. Dalam penelitian ini sebagian besar responden 63,89% memiliki kategori pengetahuan baik dalam pemberian vitamin A bagi balita dan sebagian besar responden 89,4% memiliki kategori sikap mendukung dalam pemberian vitamin A bagi balita. Uji hipotesis diperoleh terdapat hubungan pengetahuan dengan sikap ibu balita dalam pemberian vitamin A bagi balita. Diharapkan petugas kesehatan berperan aktif dalam masyarakat baik terutama dari tokoh masyarakat untuk ikut serta dalam pemberian informasi vitamin A bagi balita yang pemberiannya di lakukan dalam 2 kali dalam setahun untuk mengurangi masalah kesehatan pada balita dan mampu memberikan imunitas yang baik apabila diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan
PENGARUH RIWAYAT KETURUNAN DISMIONREA TERHADAP DISMINOREA PADA REMAJA DI KOTA PEKANBARU
Menstruation is a natural process experienced by normal women which is characterized by bleeding and comes repeatedly every month from puberty to menopause, except during pregnancy. In the menstrual phase, often a woman will feel a problem. The most common problem experienced is dysmenorrhea. Objective: To determine the effect of hereditary history of dysmenorrhea on dysmenorrhea. Method: analytic quantitative research with cross sectional design where all variables were observed at one time. This research was conducted in Pekanbaru City. The sample in this study were young women as many as 60 people. The sampling technique is using Random Sampling where the sample is taken randomly as a respondent. Data processing procedures with Editing, Coding, Processing, Cleaning. Data analysis was univariate and bivariate with chi-square test. The results: univariate results showed that the majority of respondents did not have a family with dysmenorrhea as many as 37 people (61.66%), the majority of respondents did not experience dysmenorrhea as many as 32 people (53.3 %), bivariate results, the majority of respondents had a history of dysmenorrhea and experienced dysmenorrhea as many as 17 people (73.6%) while respondents who did not have a history of dysmenorrhea, the majority did not experience dysmenorrhea as many as 26 (70.3%). Based on the chi-square test, the P Value of 0.000 <0.05 means that there is an influence between the history of dysmenorrhea and dysmenorrhea in adolescents in Pekanbaru City. The result of OR 6.6 means that respondents who have a history of heredity are at risk of experiencing dysmenorrhea 6 times compared to respondents who do not have dysmenorrhea. Conclusion: There is an effect of hereditary history of dysmenorrhea on dysmenorrhea in adolescents in Pekanbaru with a P value of 0.001.Menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh wanita normal yang ditandai dengan adanya perdarahan dan datang secara berulang setiap bulan dari masa pubertas sampai menopause, kecuali pada masa kehamilan. Pada fase menstruasi, sering kali seorang wanita akan merasakan adanya masalah. Masalah yang paling sering dialami adalah dismenore.Tujuan: untuk mengatahui pengaruh riwayat keturunan disminorea terhadap dismenore. Metode: penelitian kuntitatif analitik dengan design cross sectional dimana seluruh variabel diobservasi dalam satu waktu. Penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 60 orang. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Prosedur pengolaan data dengan Editing, Coding, Processing,Cleaning. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian: hasil univariat diketahui bahwa mayoritas responden tidak memiliki keluarga yang mengalami disminorea sebanyak 37 orang (61,66%), mayoritas responden tidak mengalami disminorea sebanyak 32 orang (53,3%), hasil bivariat mayoritas responden memiliki riwayat keturunan disminorea dan mengalami disminorea sebanyak 17 orang (73,6%) sedangkan responden yang tidak memiliki riwayat keturunan disminorea mayoritas tidak mengalami disminorea sebanyak 26 (70,3%). Berdasarkan uji chi-square di peroleh nilai P Value 0,000 <0,05 artinya ada pengaruh antara riwayat keturunan disminorea terhadap disminorea pada remaja di Kota Pekanbaru. Hasil OR 6,6 artinya responden yang memiliki riwayat keturunan beresiko 6 kali mengalami disminorea dibandingkan responden yang tidak memiliki keturunan disminorea . Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Riwayat keturunan disminorea terhadap disminorea Pada Remaja di Pekanbaru nilai P Value 0,001
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM RUJUKAN MATERNAL VERSI INDRAMAYU (SI-IRMA-Ayu) DALAM MEWUJUDKAN SISTEM RUJUKAN MATERNAL YANG EFEKTIF DI KABUPATEN INDRAMAYU
The low quality of the referral system is one factor to high maternal mortality rate. It is necessary for an effective referral system, in which there is good coordination between the components involved in maternal health care. In Indramayu district has created a referral system that is based on information technology. Namely Referral Information System for Maternal and Neonatal Version Indramayu (Si-IRMA-Ayu). Si-IRMA-Ayu is an information and communication systems based on information technology for pregnant women, health workers and health facilities in the process of pregnancy, birth plans, prevention of complications, and referral of maternal and neonatal emergencies that aims to save the lives of mothers and babies. The purpose of this study to determine the effectiveness of Maternal Referral System Version Indramayu (Si-IRMA-Ayu) in creating an effective maternal referral system in Indramayu.
Method of research using qualitative method with case study approach. Informants in this study amounted to 15 informants who are in the working area of Indramayu District Health Office, Health Center Haurgeulis, Patrol, Cikedung, Lelea, Krangkeng, Plumbon and Indramayu Hospital. Sampling technique used is purposive sampling. The process of data analysis was done using qualitative data analysis model of Miles and Huberman.
The results showed that the Maternal Referral Information System Version Indramayu (Si-IRMA-Ayu) has become an effective referral in Indramayu.
Referral system maternal version of Indramayu (Si-IRMA-Ayu) quite effectively become a referral system that is effective in Indrmayu and to further improve the effectiveness of the referral system, the Department of Health needs to improve facilities throughout the hospital in Indramayu, cooperation with hospitals outside Indramayu more reproduced and increase the number of obstetricians in particular in the western district of Indramayu.Masih rendahnya kualitas sistem rujukan menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian ibu. Untuk itu diperlukan sistem rujukan yang efektif, dimana ada koordinasi yang baik antara komponen yang terlibat dalam pelayanan kesehatan maternal. Di Kabupaten Indramayu telah dibuat sistem rujukan yang berbasis informasi teknologi, yaitu Sistem Informasi Rujukan Maternal dan Neonatal Versi Indramayu (Si-IRMA-Ayu). Si-IRMA-Ayu merupakan sistem informasi dan komunikasi berbasis teknologi informasi bagi ibu hamil, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam proses kehamilan, perencanaan persalinan, pencegahan komplikasi, dan rujukan kegawat daruratan maternal dan neonatal yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Sistem Rujukan Maternal Versi Indramayu (Si-IRMA-Ayu) dalam mewujudkan sistem rujukan maternal yang efektif di Kabupaten Indramayu.
Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 informan yang berada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Puskesmas Haurgeulis, Puskesmas Patrol, Puskesmas Cikedung, Puskesmas Lelea, Puskesmas Krangkeng, Puskesmas Plumbon dan RSUD Indramayu. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis data kualitatif Model Miles and Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Rujukan Maternal Versi Indramayu (Si-IRMA-Ayu) telah menjadi rujukan yang efektif di Kabupaten Indramayu.
Sistem rujukan maternal versi Indramayu (Si-IRMA-Ayu) cukup efektif menjadi sistem rujukan di Indrmayu dan untuk lebih meningkatkan efektivitas sistem rujukan ini, maka Dinas Kesehatan perlu meningkatkan fasilitas seluruh RS yang ada di Indramayu, kerja sama dengan RS di luar Indramayu lebih diperbanyak dan penambahan jumlah dokter spesialis kandungan khususnya di wilayah Barat Kabupaten Indramay
TINGKAT KEBUGARAN WANITA PREMENOPAUSE DI KELURAHAN SUKAJAYA KOTA PALEMBANG
Background: Every woman will enter menopause. Before menopause occurs, physiologically a woman\u27s body will transition to prepare for menopause. This transition period is called premenopause. During this transition period, there are fluctuations in female hormones and the level of fitness will decrease. The decline in fitness levels greatly affects the quality of life of premenopausal women. This study aims to describe the physical fitness of women who enter the premenopause period in Sukajaya Village, Palembang City. Methods: This research design uses a descriptive method with a quantitative approach that provides an overview of the fitness level of women entering the premenopausal period in Sukajaya Village, Palembang City. Methods: This research design uses a descriptive method with a quantitative approach that provides an overview of the fitness level of women entering the premenopausal period in Sukajaya Village, Palembang City. Conclusion: The fitness level of premenopausal women in Kelurahan Sukajaya in the category of average, above average, below average, poor and very bad. There are no premenopausal women who are in the category above average and perfect.)Latar belakang: Setiap wanita akan memasuki masa menopause atau mati haid. Sebelum masa menopause itu terjadi, secara fisiologis tubuhwanita akan bertransis mempersiapkan diri menuju masa menopause. Masa transisi ini disebut masa premenopause. Selama masa transisi ini, terjadi fluktuasi hormon wanita dan tingkat kebugaran tubuh akan semakin menurun. Penurunan tingkat kebugaran ini sangat mempengaruhi kualitas hidup wanita premenopause. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kebugaran tubuh wanita yang memasuki masa premenopause di Kelurahan Sukajaya Kota Palembang. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang memberikan gambaran mengenai tingkat kebugaran wanita yang memasuki masa premenopause di Kelurahan Sukajaya Kota Palembang. Hasil: Penelitian yang dilakukan pada 96 orang ibu premenopause dan hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar tingkat kebugaran berada dalam kategori rata-rata berjumlah 30 orang (31,2%), kategori di bawah rata-rata berjumlah 22 orang (22,9%), kategori jelek sekali 20 orang (20,8%) karena tidak mampu menyelesaikan pengukuran tingkat kebugaran. Kategori jelek 15 orang (16,6%) dan kategori di atas rata-rata hanya berjumlah 9 orang (9,4%). Kesimpulan: Tingkat kebugaran wanita premenopause di Kelurahan Sukajaya berada dalam kategori rata-rata, di atas rata-rata, di bawah rata-rata, jelek dan jelek sekali. Tidak ada wanita premenopause yang berada dalam kategori di atas rata-rata dan sempurna
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI UPT PPKB KECAMATAN INDRAMAYU
Based on the results of the population census conducted by the BPS in 2020, the population of Indonesia reached 270,203,917 people. Therefore, the implementation of the family planning program aims to meet the demand for family planning services and control the birth rate. However, in program implementation, MKJP\u27s achievements in Indramayu Regency in the last 4 years (2018-2021) show relatively stable results. This study aims to determine the implementation of the Long Term Contraception Method (MKJP) program at the UPT for Population Control and Family Planning, Indramayu District. The research method uses qualitative methods. The informants were 6 program implementers at the district and sub-district levels of Indramayu. Data was collected by means of in-depth interviews. The results showed on the input variables that there was no training held by the regions, there was no special promoter staff, the availability of funds was not sufficient, especially for BKR, BKB, and BKL activities and the availability of logistical facilities and infrastructure was sufficient. The process variable shows that counseling is carried out at any time by visiting the WUS crowd in Elementary Schools, PAUD, Jamiaan, and Posyandu. PLKB conducts small groups targeting WUS, Catin, and youth. The implementation of MOP and MOW has not been maximized. The output variable shows that MKJP\u27s achievement has not yet reached the target, family planning acceptors reach more women. The results of the study concluded that the implementation was less than optimal.Berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh BPS tahun 2020 jumlah penduduk Indonesia mencapai 270.203.917 jiwa. Oleh karenanya, dilakukanlah implementasi program KB bertujuan untuk memenuhi permintaan pelayanan KB serta mengendalikan angka kelahiran. Namun dalam pelaksanaan program, capaian MKJP di Kabupaten Indramayu 4 tahun terakhir (2018-2021) menujukkan hasil yang relatif tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di UPT Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kecamatan Indramayu. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Informan berjumlah 6 orang pelaksana program di tingkat kabupaten dan kecamatan Indramayu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan pada variabel input bahwa tidak adanya pelatihan yang diadakan oleh daerah, tidak ada tenaga khusus promotor, ketersediaan dana yang belum mencukupi khususnya untuk kegiatan BKR, BKB, dan BKL dan ketersediaan logistik sarana dan prasarana sudah mencukupi. Pada variabel proses menunjukkan bahwa penyuluhan dilakukan setiap saat dengan mendatangi kerumunan WUS di Sekolah Dasar, PAUD, Jamiaan, dan Posyandu. PLKB melakukan pembuatan kelompok kecil dengan sasaran WUS, Catin, dan remaja. Implementasi pelaksanaan MOP dan MOW belum maksimal. Pada variabel output menunjukkan bahwa capaian MKJP masih belum mencapai target, akseptor KB lebih banyak menjangkau kaum perempuan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi kurang maksimal
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Introduction: Stunting describes a serious problem that occurs in toddlers caused by chronic malnutrition. Toddlers who experience stunting are caused by a lack of good nutrition in the child\u27s body and at the maximum one of the factors is exclusive breastfeeding as a baby. The purpose of this study was to analyze the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in children under five in Timor Tengah Selatan Regency. Methods: This study used a case-control research design with a retrospective approach. The population is all children under five with stunting and not stunting in South Central Timor district, with a research subject of 200 samples consisting of 100 cases and 100 control respondents, the sampling technique was purposive sampling. The independent variable is a history of exclusive breastfeeding while the dependent variable is the incidence of stunting. The data collection tool is a questionnaire sheet. Analysis using univariate and bivariate with Chi-Square test. Result: Chi-Square test obtained Asymp Sig (2-tailed) 0.000 <α (0.05) so that H0 is rejected and H1 is accepted. Conclusion: There is a relationship between a history of exclusive breastfeeding and the incidence of stunting.Pendahuluan: Stunting menggambarkan permasalahan serius yang berlangsung pada balita yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis. Balita yang mengalami stunting disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam tubuh anak yang baik dan masksimal salah satu faktornya adalah pemberian ASI Ekslusif saat bayi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubugan pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian Stunting pada balita di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah semua balita dengan kejadian stunting dan tidak stunting di kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan subjek penelitan sebanyak 200 sampel yang terdiri dari case sebanyak 100 responden dan control sebanyak 100 responden, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Variabel independen adalah riwayat pemberian ASI Ekslusif sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Alat mengumpulkan data adalah lembar kuesioner. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: uji Chi-Square didapatkan Asymp Sig (2-tailed) 0,000 <α (0,05) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulan: Ada hubungan riwayat pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting
GAMBARAN KEJADIAN MOMNESIA PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN INDRAMAYU
Background : Momnesia is memory problems in pregnant women. Incidence Momnesia during pregnancy, one of the reasons is hormonal changes. The emotional changes that occur during pregnancy, the concept of preparing for parents triggers a psychological response and introspection. Research by Debra et al shows that there are cognitive changes during preconception, as well as various cognitive disorders momnesia during pregnancy. The novelty of this study, there are not many studies regarding the incidence of momnesia in pregnant women in Indonesia. The purpose of this study was to know the number of pregnant women who experience momnesia in Indramayu.Method : This study conducted using a descriptive methods with subjects were pregnant women who live in the Margadadi Health Center and Pasekan Public Health Center who are fulfilling the inclusion and exclusion criteria, from March to September 2020 by purposive sampling. This research has received ethical approval from STIKes BTH Tasikmalaya N0.030/kepk-bth/VI/2020.Results : The results, found that 129 out of 138 pregnant women not experienced symptoms of momnesia in Indramayu. Conclusion : The conclusion of this study is 93,48% of pregnant women not have symptoms ofmomnesia in Indramayu.Momnesia merupakan penurunan daya ingat pada ibu hamil. Perubahan kognitif berubah selama kehamilan, salah satu penyebabnya perubahan hormon. Perubahan emosional yang terjadi selama kehamilan, konsep mempersiapkan orang tua memicu respons psikologis dan introspeksi diri. Penelitian debra dkk menunjukan bahwa terdapat perubahan kogntif selama prakonsepsi,serta berbagai gangguan kognitif momnesia selama kehamilan. Kebaruan penelitian ini, belum banyak penelitian mengenai kejadian momnesia pada ibu hamil di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah ibu hamil yang mengalami momnesia di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Margadadi dan Wilayah Kerja Puskesmas Pasekan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Waktu penelitian bulan Maret-November 2020. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari STIKes BTH Tasikmalaya N0.030/kepk-bth/VI/2020. Hasil Penelitian didapatkan 129 dari 138 ibu hamil tidak mengalami gejala momnesia di Wilayah kabupaten Indramayu. Simpulan penelitian ini adalah 93,48% ibu hamil tidak mengalami gejala momnesia di Wilayah Kabupaten Indramayu