Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
212 research outputs found
Sort by
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP JURAGAN KAPAL DENGAN PENYEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA ANAK BUAH KAPAL (ABK)
Menurut data Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra, di wilayah Karangsong pada tahun 2013 sampai bulan Juni 2014 terdapat 29 kasus kecelakaan di laut dengan korban 39 nelayan hilang dan meninggal dunia. Berdasar studi pendahuluan, salah satu penyebab kecelakaan adalah tidak tersedianya alat pelindung diri (APD) di kapal. Praktek penyediaan APD adalah merupakan resultante dari pengetahuan dan sikap juragan kapal sebagai majikan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap juragan kapal dengan penyediaan APD pada anak buah kapal. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan populasi adalah juragan kapal yang ada di wilayah pelabuhan desa Karangsong. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (total sampling) sebanyak 31 orang juragan kapal. Hasil analisis menunjukan bahwa 61,29% pengetahuan juragan kapal tentang APD berada dalam kategori baik, 54,84% juragan kapal telah memiliki sikap yang mendukung terhadap penyediaan APD, dan 58,06% juragan kapal tidak menyediakan APD. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan juragan kapal dengan penyediaan alat pelindung diri (p-value 0,041). Analisis juga menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap juragan kapal dengan penyediaan alat pelindung diri (p-value 0,316). Hasil studi menyarankan kepada Syahbandar Indramayu agar menerapkan peraturan tertulis mengenai kewajiban menyediakan APD pada kapal oleh juragan kapal guna meminimalisir angka kecelakaan. Guna meningkatkan pengetahuan juragan kapal, maka disarankan mengadakan penyuluhan dan pelatihan keselamatan di laut dengan jadwal rutin setiap 3 bulan sekali. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, APD.Menurut data Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra, di wilayah Karangsong pada tahun 2013 sampai bulan Juni 2014 terdapat 29 kasus kecelakaan di laut dengan korban 39 nelayan hilang dan meninggal dunia. Berdasar studi pendahuluan, salah satu penyebab kecelakaan adalah tidak tersedianya alat pelindung diri (APD) di kapal. Praktek penyediaan APD adalah merupakan resultante dari pengetahuan dan sikap juragan kapal sebagai majikan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap juragan kapal dengan penyediaan APD pada anak buah kapal. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan populasi adalah juragan kapal yang ada di wilayah pelabuhan desa Karangsong. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (total sampling) sebanyak 31 orang juragan kapal. Hasil analisis menunjukan bahwa 61,29% pengetahuan juragan kapal tentang APD berada dalam kategori baik, 54,84% juragan kapal telah memiliki sikap yang mendukung terhadap penyediaan APD, dan 58,06% juragan kapal tidak menyediakan APD. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan juragan kapal dengan penyediaan alat pelindung diri (p-value 0,041). Analisis juga menemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap juragan kapal dengan penyediaan alat pelindung diri (p-value 0,316). Hasil studi menyarankan kepada Syahbandar Indramayu agar menerapkan peraturan tertulis mengenai kewajiban menyediakan APD pada kapal oleh juragan kapal guna meminimalisir angka kecelakaan. Guna meningkatkan pengetahuan juragan kapal, maka disarankan mengadakan penyuluhan dan pelatihan keselamatan di laut dengan jadwal rutin setiap 3 bulan sekali. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, APD
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PENTAVALEN DI DESA WANGKELANG
Pengantar : Imunisasi pentavalen bertujuan mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis B. Capaian imunisasi pentavalen terendah terdapat di Desa Wangkelang sekitar 6,8 % pada tahun 2014. Kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi pentavalen dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan berbasis health belief model. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan health belief model terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam memberikan imunisasi pentavalen di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design with one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 18 bulan sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Uji statistik menggunakan uji paired test. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu adalah quisioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukan semua responden meningkat pengetahuannya serta hampir seluruhnya responden (95,1 %) meningkat pula sikapnya setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil uji statistik menunjukan nilai p value tingkat pengetahuan = 0,0001 < α (0.05) serta nilai p value sikap = 0,0001 < α (0.05). Simpulan & Saran : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan health belief model dengan pengetahuan maupun dengan sikap ibu dalam pemberian imunisasi pentavalen pada anak di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Saran bagi ibu untuk lebih aktif mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dan tidak ragu untuk memberikan imunisasi pentavalen pada anak.Pengantar : Imunisasi pentavalen bertujuan mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis B. Capaian imunisasi pentavalen terendah terdapat di Desa Wangkelang sekitar 6,8 % pada tahun 2014. Kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi pentavalen dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan berbasis health belief model. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan health belief model terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam memberikan imunisasi pentavalen di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design with one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 18 bulan sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Uji statistik menggunakan uji paired test. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu adalah quisioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukan semua responden meningkat pengetahuannya serta hampir seluruhnya responden (95,1 %) meningkat pula sikapnya setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil uji statistik menunjukan nilai p value tingkat pengetahuan = 0,0001 < α (0.05) serta nilai p value sikap = 0,0001 < α (0.05). Simpulan & Saran : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan health belief model dengan pengetahuan maupun dengan sikap ibu dalam pemberian imunisasi pentavalen pada anak di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Saran bagi ibu untuk lebih aktif mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dan tidak ragu untuk memberikan imunisasi pentavalen pada anak