Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
212 research outputs found
Sort by
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KINERJA TENAGA KONTRAK PROMOTOR KESEHATAN DALAM PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN PUSKESMAS DI KABUPATEN INDRAMAYU
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di Indonesia pada tahun 2015, baru mencapai 55%. Padahal dari sisi perilaku per indikator idealnya diatas 80%. Faktor risiko timbulnya Penyakit Tidak Menular(PTM) antara lain karena gaya hidup seperti merokok, obesitas, inaktivitas, peminum alcohol dan narkoba. Lemahnya upaya preventif dan promotif dalam upaya kesehatan masyarakat (UKM) disebabkan salah satunya oleh distribusi tenaga promotif preventif di Puskesmas masih belum merata.. Keberadaan tenaga kontrak Promotor Kesehatan di Puskesmas diharapkan mampu menjawab kekurangan tenaga promotif preventif di Kabupaten Indramayu. Namun keberadaan mereka menjadi prokontra sehingga dapat berpengaruh pada kinerja dalam pelayanan promosi kesehatan di Puskesmas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan dalam pelayanan promosi kesehatan Puskesmas di Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional. Besar sampel adalah 35 orang. Analisis data secara univariat, bivariat dengan Chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan dalam pelayanan promosi kesehatan Puskesmas di Kabupaten Indramayu sebagian besar responden berkinerja tinggi (51,4%). Hasil uji statistic menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=000), kemampuan diri (p=0,000), persepsi beban kerja (p=0,011), motivasi (p=0,010), imbalan (p=0,024) dan sarana prasarana (p=0,001) dengan kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan dalam pelayanan promosi kesehatan Puskesmas di Kabupaten Indramayu. Faktor yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan adalah faktor pengetahuan dengan nilai Odds Ratio (OR=17,84 95% CI=1,99-149,5) dan kemampuan diri (OR=17,36 95% CI=1,4-220). Rekomendasi pada penelitian ini adalah perlu adanya pelatihan e-learning dan in-house training, pembinaan tenaga kontrak, dan penyediaan sarana prasarana promosi kesehatan.
Abstract
The application of clean and healthy life behavior at household order in Indonesia in 2015, had just reached 55%. From the behavior side, where every indicator should be above 80% as the ideal one. The weakness of preventive and promotion effort in accordance with the community health efforts, one of the reasons is because the distribution of the health preventive and promotion agent into the community health centre is not all totally covered yet. The presence of the out-sourcing health promoter agent in the community’s health center is expected to be able to supply the lack of health preventive and promotion agent in Indramayu. However, their presence become pros and cons, which can influence to the performance in theservice of health promotion in community’s health centre. This research aimed to analyze the elements which influence their performance to carry out health promotion service in every community’s health centre in Indramayu. Type of observational study with cross sectional design.The population in this study amounted to 105 people, consisting of 35 contract workers, 35 heads of Puskesmas, and 35 co-workers contract workers.The sampling technique is purposive sampling in total population or saturated sampling, so the same sample size is 105 people. The data are analyzed by univariat, bivariat method with Chi square and multivariate with logistic regression. The results of this study indicate that the performance of health promotion contract workers in health promotion service of Puskesmas in Indramayu Regency most of the respondents are high performers (51.4%). Based on the test of Chi-Square, it shows that the elements related to the out-sourcing health promoter in carrying out the health champagne service at community’s health centre in Indramayu are knowledge (score p=000), self ability (p=0,000), duty perception (p=0,011), motivation (p=0,010), reward (p=0,024), means and infrastructures (0,001). The most influence factors to the performance to the out-sourcing health promoter in carrying out the health champagne service at community’s health centre are knowledge factor (p=0,009) with the OR score=17,84 95% CI=1,99-149,5.Therefore, as the recommendation, the training for the candidates of health promoters, e-learning, in-house training, and also the out-sourcing coaching as well, and providing means and infrastructures of health promotion.Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di Indonesia pada tahun 2015, baru mencapai 55%. Padahal dari sisi perilaku per indikator idealnya diatas 80%. Faktor risiko timbulnya Penyakit Tidak Menular(PTM) antara lain karena gaya hidup seperti merokok, obesitas, inaktivitas, peminum alcohol dan narkoba. Lemahnya upaya preventif dan promotif dalam upaya kesehatan masyarakat (UKM) disebabkan salah satunya oleh distribusi tenaga promotif preventif di Puskesmas masih belum merata.. Keberadaan tenaga kontrak Promotor Kesehatan di Puskesmas diharapkan mampu menjawab kekurangan tenaga promotif preventif di Kabupaten Indramayu. Namun keberadaan mereka menjadi prokontra sehingga dapat berpengaruh pada kinerja dalam pelayanan promosi kesehatan di Puskesmas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan dalam pelayanan promosi kesehatan Puskesmas di Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional. Besar sampel adalah 35 orang. Analisis data secara univariat, bivariat dengan Chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan dalam pelayanan promosi kesehatan Puskesmas di Kabupaten Indramayu sebagian besar responden berkinerja tinggi (51,4%). Hasil uji statistic menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=000), kemampuan diri (p=0,000), persepsi beban kerja (p=0,011), motivasi (p=0,010), imbalan (p=0,024) dan sarana prasarana (p=0,001) dengan kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan dalam pelayanan promosi kesehatan Puskesmas di Kabupaten Indramayu. Faktor yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja tenaga kontrak promotor kesehatan adalah faktor pengetahuan dengan nilai Odds Ratio (OR=17,84 95% CI=1,99-149,5) dan kemampuan diri (OR=17,36 95% CI=1,4-220). Rekomendasi pada penelitian ini adalah perlu adanya pelatihan e-learning dan in-house training, pembinaan tenaga kontrak, dan penyediaan sarana prasarana promosi kesehatan.
Abstract
The application of clean and healthy life behavior at household order in Indonesia in 2015, had just reached 55%. From the behavior side, where every indicator should be above 80% as the ideal one. The weakness of preventive and promotion effort in accordance with the community health efforts, one of the reasons is because the distribution of the health preventive and promotion agent into the community health centre is not all totally covered yet. The presence of the out-sourcing health promoter agent in the community’s health center is expected to be able to supply the lack of health preventive and promotion agent in Indramayu. However, their presence become pros and cons, which can influence to the performance in theservice of health promotion in community’s health centre. This research aimed to analyze the elements which influence their performance to carry out health promotion service in every community’s health centre in Indramayu. Type of observational study with cross sectional design.The population in this study amounted to 105 people, consisting of 35 contract workers, 35 heads of Puskesmas, and 35 co-workers contract workers.The sampling technique is purposive sampling in total population or saturated sampling, so the same sample size is 105 people. The data are analyzed by univariat, bivariat method with Chi square and multivariate with logistic regression. The results of this study indicate that the performance of health promotion contract workers in health promotion service of Puskesmas in Indramayu Regency most of the respondents are high performers (51.4%). Based on the test of Chi-Square, it shows that the elements related to the out-sourcing health promoter in carrying out the health champagne service at community’s health centre in Indramayu are knowledge (score p=000), self ability (p=0,000), duty perception (p=0,011), motivation (p=0,010), reward (p=0,024), means and infrastructures (0,001). The most influence factors to the performance to the out-sourcing health promoter in carrying out the health champagne service at community’s health centre are knowledge factor (p=0,009) with the OR score=17,84 95% CI=1,99-149,5.Therefore, as the recommendation, the training for the candidates of health promoters, e-learning, in-house training, and also the out-sourcing coaching as well, and providing means and infrastructures of health promotion
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PRAKTIK KEBERSIHAN TANGAN DI RUANG BEDAH RSUD KABUPATEN INDRAMAYU
ABSTRAK
Menjaga kebersihan tangan merupakan upaya pencegahan infeksi nosokomial yang ditularkan melalui tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan kepatuhan perawat dalam praktik kebersihan tangan di ruang Bedah RSUD Indramayu Tahun 2017.
Metode Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 30 perawat yang bekerja di ruang Bedah RSUD Kabupaten Indramayu. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui motivasi tinggi sebanyak 66,7%. Dan kepatuhan perawat dengan kategori patuh sebesar 90,0%. Hasil analisis bivariat menunjukan p-value sebesar 0,03 dan α = 0,05 yang berarti ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan perawat dalam praktik kebersihan tangan di ruang Bedah RSUD Kabupaten Indramayu tahun 2017 (p-value 0,03, α = 0,05).
Saran dari penelitian ini adalah perawat dipaparkan untuk menjaga kebersihan tangan dan meningkatkan ketaatan kebersihan tangan untuk mengurangi infeksi nosokomial
Kata Kunci : Kebersihan tangan, motivasi, kepatuhan
ABSTRACT
Keeping hand hygiene will prevent the nosocomial infection that is transmitted by hand. The objective of this study is to find the correlation between motivation towards nurses obedience in implementing hand hygiene at Surgery care room RSUD Kabupaten Indramayu year 2017.
The study used correlation methode with Crossectional approach. The sample were 30 nurses in Surgery care room RSUD Kabupaten Indramayu. The instrument used questioner. The data was analized by Chi square.
The correlation showed that high motivation is 66,7%. Nurse compliance in hand hygiene practice as much as 90,0%. Bivariate analize showed that there is a correlation between motivation towards nurse obedience in implementing hand hygiene at Surgery care room RSUD Kabupaten Indramayu should be 2017 (p-value 0.03, α = 0.05)
Suggestion from this study are nurses exposed to maintain hand hygiene and improve hand hygiene compliance to reduce nosocomial infections.
Keywords : Hand Hygiene, Motivation, Obedience
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PERKEMBANGAN BALITA USIA 3-5 BULAN
Pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak, orang tua dan keluarga memiliki peran yang sangat penting bukan hanya untuk memenuhi nutrisi yang cukup, memberikan perhatian dan kasih saying, melainkan juga memberikan stimulus untuk membantu proses penyempurnaan jaringan syaraf anak salah satunya dengan melakuan pijat bayi. Seni pijat diajarkan secara turun-temurun walaupun pada awalnya tidak diketahui secara jelas bagaimana pijat dan sentuhan dapat berpengaruh demikian positif pada tubuh manusia. Penelitian bertujuan menganalisa pengaruh pijat bayi terhadap perkembangan bayi usia 3-5 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah Experiment dengan desain Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel sebanyak 30 bayi yang terdiri atas 15 bayi yang diberikan pijatan sebanyak 3x dalam seminggu selama 4 minggu dan 15 bayi yang tidak diberikan pijitan. Analisis data dilakukan dalam dua tahapan yaitu analisis univariat, bivariat, dengan bantuan software Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan skor perkembangan yang bermakna pada bayi yang dilakukan pijata dan bayi yang tidak dilakukan pijatan, sehingga pijat bayi dapat mempengaruhi perkembangan bayi usia 3-5 bulan dengan p value 0.000. Saran para orang tua yang memiliki bayi dapat melakukan pijat bayi kepada bayinya minimal 2x dalam seminggu untuk membantu merangsang perkembangan bayinya, dan juga untuk menjalin kasih sayang antara ibu dan bayi.
Abstract
In the process of growth and development of children, parents and families have a very important role not only to meet adequate nutrition, attention and affection, but also provide the stimulus to help the process of perfecting the nerve tissue of children one by performing baby massage. The art of massage was taught for generations although initially not known for certain how the massage and touch can thus positively affect the humanbody. The study aims to analyze the effect of infant massage on the development of infants aged 3-5 months. The study design used wasExperiment with design Randomized Controlgroup pretest-posttest design. Total sample of 30 infants consisted of 15 infants given a massage 3x a week for 4 weeks and 15 infants who were not given massage. Data analysis was performed in two stages, namely univariate, bivariate, with the help of software results showed a significant difference in developmental scores in babies and infants pijata do not do massage, so that baby massage can affect the development of babies aged 3-5 months with p value 0.000. Advice of parents who have babies can feed their babies infant massage at least 2x a week to help stimulate the development of the baby, and also to establish the lovebetween mother and baby.Pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak, orang tua dan keluarga memiliki peran yang sangat penting bukan hanya untuk memenuhi nutrisi yang cukup, memberikan perhatian dan kasih saying, melainkan juga memberikan stimulus untuk membantu proses penyempurnaan jaringan syaraf anak salah satunya dengan melakuan pijat bayi. Seni pijat diajarkan secara turun-temurun walaupun pada awalnya tidak diketahui secara jelas bagaimana pijat dan sentuhan dapat berpengaruh demikian positif pada tubuh manusia. Penelitian bertujuan menganalisa pengaruh pijat bayi terhadap perkembangan bayi usia 3-5 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah Experiment dengan desain Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel sebanyak 30 bayi yang terdiri atas 15 bayi yang diberikan pijatan sebanyak 3x dalam seminggu selama 4 minggu dan 15 bayi yang tidak diberikan pijitan. Analisis data dilakukan dalam dua tahapan yaitu analisis univariat, bivariat, dengan bantuan software Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan skor perkembangan yang bermakna pada bayi yang dilakukan pijata dan bayi yang tidak dilakukan pijatan, sehingga pijat bayi dapat mempengaruhi perkembangan bayi usia 3-5 bulan dengan p value 0.000. Saran para orang tua yang memiliki bayi dapat melakukan pijat bayi kepada bayinya minimal 2x dalam seminggu untuk membantu merangsang perkembangan bayinya, dan juga untuk menjalin kasih sayang antara ibu dan bayi.
Abstract
In the process of growth and development of children, parents and families have a very important role not only to meet adequate nutrition, attention and affection, but also provide the stimulus to help the process of perfecting the nerve tissue of children one by performing baby massage. The art of massage was taught for generations although initially not known for certain how the massage and touch can thus positively affect the humanbody. The study aims to analyze the effect of infant massage on the development of infants aged 3-5 months. The study design used wasExperiment with design Randomized Controlgroup pretest-posttest design. Total sample of 30 infants consisted of 15 infants given a massage 3x a week for 4 weeks and 15 infants who were not given massage. Data analysis was performed in two stages, namely univariate, bivariate, with the help of software results showed a significant difference in developmental scores in babies and infants pijata do not do massage, so that baby massage can affect the development of babies aged 3-5 months with p value 0.000. Advice of parents who have babies can feed their babies infant massage at least 2x a week to help stimulate the development of the baby, and also to establish the lovebetween mother and baby
PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT (PERSEA AMERICANA [MILL]) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DAN JUMLAH ERITROSIT IBU HAMIL
Anemia terjadi di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dan pada kelompok sosio-ekonomi rendah, yaitu pada 45 % wanita. Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu. Berbagai upaya dilakukan, namun belum menunjukkan hasil maksimal. Perlu upaya lain berupa pemberian jus alpukat untuk mengatasi anemia kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus alpukat terhadap kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit ibu hamil. Jenis penelitian Quasi experimental design, dilaksanakan bulan November s.d. Desember 2017 di Puskesmas Sindang. Jumlah responden 33 ibu hamil trimester II, kadar Hb < 11 g/dL ditentukan dengan purposive sampling. Responden mengisi kuesioner, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar Hb dan jumlah eritrosit 3 kali yaitu pre, hari ke-7, dan 14 setelah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, analisis bivariat menggunakan independent dan paired sample t-test serta analisis mulitivariat menggunakan repeated measures ANOVA. Mengonsumsi jus alpukat selama 14 hari efektif meningkatkan kadar Hb dan jumlah eritrosit. Hasil uji beda tidak terdapat perbedaan kadar Hb dan jumlah eritrosit antara kelompok kontrol dengan intervensi. Hb rata-rata kelompok kontrol 10,375 g/dL sedangkan intervensi 10,653 g/dL (nilai p=0,986). Jumlah eritrosit rata-rata pada kelompok kontrol yaitu 3,455 juta/mm3 sedangkan intervensi 3,614 juta/mm3 (nilai p=0,763). Uji multivariat terlihat perbedaan antara kelompok kontrol dengan intervensi. Pada kelompok kontrol kadar Hb rata-rata (p=0,441) sedangkan intervensi (p=0,023). Untuk jumlah eritrosit rata-rata pada kelompok kontrol (p=1,000) sedangkan intervensi (p=0,043). Simpulan peneltian adalah terdapat pengaruh positif pemberian jus alpukat selama 14 hari terhadap peningkatan kadar Hb dan jumlah eritrosit rata-rata, namun tidak ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Abstrak
Anemia occurs worlwide, especially in developing countries and in low socioeconomic groups. i.e. in 45% of women. Anemia is one of the causes of bleeding. Various attempts have been made, but have not shown the maximum results. Need other efforts in the nutrition form of avocado juice to overcome the anemia of pregnancy. This research aims to determine the effect of avocado juice on hemoglobin and erythrocyte levels of pregnant women. The type of this research is Quasi Experimental design which implemented in November to December 2017 with 33 respondents of trimester II pregnant women who have HB<11g/dL and determined by purposes sampling. Repondents filled out questionnaires to determine their characteristics and performed laboratorium checkup 3 times, pre, on day 7 and 14 after intervention. The data analysis was done descriptively, hypothesis testing using independent sample t-test, to know the effectiveness of avocado juice using paired sample t-test and to know the difference of mean of Hb and erythrocytes using ANOVA repeated measures test. Consuming avocado juice for 14 days was effective in increasing the average of Hb and erythrocyte levels. LSD post hoc test results showed significant differences in Hb and erythrocytes mean (Hb p-value = 0.023 and erythrocytes p-value = 0.043) in the intervention group between pre and day 14 post intervention. While in the control group p-value p= 0.441 for Hb and erythrocytes p=1.000. The conclusion of this research that there was a positive effect of consuming avocado juice for 14 days in increasing the average of Hb and erythrocyte levels, but the hypothesis test result showed that there was no significant difference between the intervention group and the control group.Anemia terjadi di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dan pada kelompok sosio-ekonomi rendah, yaitu pada 45 % wanita. Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu. Berbagai upaya dilakukan, namun belum menunjukkan hasil maksimal. Perlu upaya lain berupa pemberian jus alpukat untuk mengatasi anemia kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus alpukat terhadap kadar hemoglobin dan jumlah eritrosit ibu hamil. Jenis penelitian Quasi experimental design, dilaksanakan bulan November s.d. Desember 2017 di Puskesmas Sindang. Jumlah responden 33 ibu hamil trimester II, kadar Hb < 11 g/dL ditentukan dengan purposive sampling. Responden mengisi kuesioner, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar Hb dan jumlah eritrosit 3 kali yaitu pre, hari ke-7, dan 14 setelah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif, analisis bivariat menggunakan independent dan paired sample t-test serta analisis mulitivariat menggunakan repeated measures ANOVA. Mengonsumsi jus alpukat selama 14 hari efektif meningkatkan kadar Hb dan jumlah eritrosit. Hasil uji beda tidak terdapat perbedaan kadar Hb dan jumlah eritrosit antara kelompok kontrol dengan intervensi. Hb rata-rata kelompok kontrol 10,375 g/dL sedangkan intervensi 10,653 g/dL (nilai p=0,986). Jumlah eritrosit rata-rata pada kelompok kontrol yaitu 3,455 juta/mm3 sedangkan intervensi 3,614 juta/mm3 (nilai p=0,763). Uji multivariat terlihat perbedaan antara kelompok kontrol dengan intervensi. Pada kelompok kontrol kadar Hb rata-rata (p=0,441) sedangkan intervensi (p=0,023). Untuk jumlah eritrosit rata-rata pada kelompok kontrol (p=1,000) sedangkan intervensi (p=0,043). Simpulan peneltian adalah terdapat pengaruh positif pemberian jus alpukat selama 14 hari terhadap peningkatan kadar Hb dan jumlah eritrosit rata-rata, namun tidak ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Abstrak
Anemia occurs worlwide, especially in developing countries and in low socioeconomic groups. i.e. in 45% of women. Anemia is one of the causes of bleeding. Various attempts have been made, but have not shown the maximum results. Need other efforts in the nutrition form of avocado juice to overcome the anemia of pregnancy. This research aims to determine the effect of avocado juice on hemoglobin and erythrocyte levels of pregnant women. The type of this research is Quasi Experimental design which implemented in November to December 2017 with 33 respondents of trimester II pregnant women who have HB<11g/dL and determined by purposes sampling. Repondents filled out questionnaires to determine their characteristics and performed laboratorium checkup 3 times, pre, on day 7 and 14 after intervention. The data analysis was done descriptively, hypothesis testing using independent sample t-test, to know the effectiveness of avocado juice using paired sample t-test and to know the difference of mean of Hb and erythrocytes using ANOVA repeated measures test. Consuming avocado juice for 14 days was effective in increasing the average of Hb and erythrocyte levels. LSD post hoc test results showed significant differences in Hb and erythrocytes mean (Hb p-value = 0.023 and erythrocytes p-value = 0.043) in the intervention group between pre and day 14 post intervention. While in the control group p-value p= 0.441 for Hb and erythrocytes p=1.000. The conclusion of this research that there was a positive effect of consuming avocado juice for 14 days in increasing the average of Hb and erythrocyte levels, but the hypothesis test result showed that there was no significant difference between the intervention group and the control group
PENGARUH PIJAT STIMULASI OKSITOSIN TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU MASA NIFAS DENGAN PERSALINAN NORMAL DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) WILAYAH KERJA PUSKESMAS TERISI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2016
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya angka kematian ibu nifas yang disebabkan oleh perdarahan salah satu cara untuk mengatasi perdarahan itu dengan cara melakukan pijat oksitosin pijatan ini dapat merangsang hormone oksitosin yang menyebabkan kontraksi uterus sehingga proses involusi berjalan normal. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pijat stimulasi oksitosin pada ibu nifas yang dipijat oksitosin dan yang tidak dipijat oksitosin. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimen dengan metode post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara consecutive sample.sampel berjumlah 45 orang yang terdiri dari 15 orang sebagai responden yang di intervensi dan 30 orang sebagai variable control. Instrument penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk mengamati penurunan TFU di hari 1,2,3 dan 5 .Hasil dari penelitian ini ada pengaruh pijat stimulasi oksitosin terhadap involusi uterus pada ibu masa nifas di BPM wilayah kerja Puskesmas Terisi Kabupaten Indramayu Tahun 2016. Melalui uji statistic Chi-Square dengan nilai
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN TUBERCULOSIS DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT PROVINSI JAWA BARAT
Penyakit tuberkulosis merupakan infeksi menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia. Kepatuhan pasien TB Paru merupakan parameter utama dalam menilai berhasil tidaknya pengobatan TB Paru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan pasien TB paru di BKPM Provinsi Jawa Barat. penelitian ini merupakan penelitian observational dengan desain cross sectional, pengukuran data dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi oleh Armelia Hayati tahun 2011 kemudian dianalisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini diperoleh dari 27 responden mempunyai tingkat pengetahuan sangat baik sebesar 59,3% dan tingkat kepatuhan kelompok terbesar dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 66,7%. hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,462 kurang dari 0,05 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien TB paru dengan kepatuhan berobat pasien TB paru.
Abstract
Tuberculosis is a contagious infection that is still a world public health problem. Compliance of tuberculosis patients is a major parameter in assessing the success or failure of tuberculosis treatment.This study aims to determine the relationship of knowledge to the level of compliance of tuberculosis patients in BKPM West Java Province. This research is an observational research with cross sectional design, data measurement using questionnaires already validated by Armelia Hayati in 2011 and then analyzed univariat and bivariate by using Chi-Square test. The results of this study were obtained from 27 respondents have a very good knowledge level of 59.3% and the level of compliance of the largest group with high compliance rate of 66.7%. Chi-Square test results obtained p value = 0.462 less than 0.05 means there is no significant relationship between the knowledge of patients with tuberculosis compliance treatment.Penyakit tuberkulosis merupakan infeksi menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia. Kepatuhan pasien TB Paru merupakan parameter utama dalam menilai berhasil tidaknya pengobatan TB Paru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan pasien TB paru di BKPM Provinsi Jawa Barat. penelitian ini merupakan penelitian observational dengan desain cross sectional, pengukuran data dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi oleh Armelia Hayati tahun 2011 kemudian dianalisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini diperoleh dari 27 responden mempunyai tingkat pengetahuan sangat baik sebesar 59,3% dan tingkat kepatuhan kelompok terbesar dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 66,7%. hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,462 kurang dari 0,05 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien TB paru dengan kepatuhan berobat pasien TB paru.
Abstract
Tuberculosis is a contagious infection that is still a world public health problem. Compliance of tuberculosis patients is a major parameter in assessing the success or failure of tuberculosis treatment.This study aims to determine the relationship of knowledge to the level of compliance of tuberculosis patients in BKPM West Java Province. This research is an observational research with cross sectional design, data measurement using questionnaires already validated by Armelia Hayati in 2011 and then analyzed univariat and bivariate by using Chi-Square test. The results of this study were obtained from 27 respondents have a very good knowledge level of 59.3% and the level of compliance of the largest group with high compliance rate of 66.7%. Chi-Square test results obtained p value = 0.462 less than 0.05 means there is no significant relationship between the knowledge of patients with tuberculosis compliance treatment
FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMENGARUHI PERNIKAHAN REMAJA PEREMPUAN
WHO berkerjasama dengan UNICEF untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di 25 negara yang menyumbangkan angka kematian ibu tertinggi, salah satunya adalah Indonesia, Remaja di dunia yang hamil akan meningkatkan risiko kesehatan bagi dirinya maupun bayinya. Kematian ibu mencapai 70.000 kematian setiap tahun, dan kematian ibu tersebut sangat berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran oleh remaja usia 15-19 tahun diseluruh dunia. Tujuan Penelitian untuk menganalisis faktor lingkungan yang memengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan paradigma fenomenologi. Pengambilan subyek diambil dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah remaja perempuan yang telah menikah berusia <20 tahun, suaminya, dan keluarganya sebanyak 21 informan.Hasil penelitian yaitu faktor lingkungan memengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu yaitu seks bebas, broken home, kenakalan remaja, persepsi modernisasi, pengaruh media massa. Keterbatasan penelitian terdapat beberapa remaja perempuan yang tinggal diluar kota karena ikut suami ataupun karena kerja diluar kota, sehingga kemungkinan masih banyak faktor yang belum terungkap.Kesimpulan : faktor yang memengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu, yaitu faktor lingkungan yang meliputi seks bebas, broken home, kenakalan remaja, persepsi modernisasi, pengaruh media massa.WHO berkerjasama dengan UNICEF untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di 25 negara yang menyumbangkan angka kematian ibu tertinggi, salah satunya adalah Indonesia, Remaja di dunia yang hamil akan meningkatkan risiko kesehatan bagi dirinya maupun bayinya. Kematian ibu mencapai 70.000 kematian setiap tahun, dan kematian ibu tersebut sangat berkaitan dengan kehamilan dan kelahiran oleh remaja usia 15-19 tahun diseluruh dunia. Tujuan Penelitian untuk menganalisis faktor lingkungan yang memengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan paradigma fenomenologi. Pengambilan subyek diambil dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah remaja perempuan yang telah menikah berusia <20 tahun, suaminya, dan keluarganya sebanyak 21 informan.Hasil penelitian yaitu faktor lingkungan memengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu yaitu seks bebas, broken home, kenakalan remaja, persepsi modernisasi, pengaruh media massa. Keterbatasan penelitian terdapat beberapa remaja perempuan yang tinggal diluar kota karena ikut suami ataupun karena kerja diluar kota, sehingga kemungkinan masih banyak faktor yang belum terungkap.Kesimpulan : faktor yang memengaruhi pernikahan remaja perempuan di Wilayah Kabupaten Indramayu, yaitu faktor lingkungan yang meliputi seks bebas, broken home, kenakalan remaja, persepsi modernisasi, pengaruh media massa
ANALISIS DESKRIPTIF MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT PESISIR DESA KARANGSONG - INDRAMAYU
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang rawan kemiskinan,dikarenakan pekerjaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim. Upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dibidang kesehatan adalah meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya yang diarahkan pada upaya-upaya kesehatan promotif-preventif dengan focal point keselamatan kerja dan disertai berbagai upaya lain. Untuk menilai permasalahan kesehatan, maka dilakukanlah analisis deskriptif masalah kesehatan masyarakat pesisir desa Karangsong, guna melihat gambaran beberapa masalah kesehatan yang ada. Penelitian merupakan penelitian deskriptif, dengan sampel 384 kepala keluarga dengan teknik pengambilan secara proportional simple random sampling. Hasil penelitian menujukkan bahwa masalah kesehatan masyarakat pesisir desa Karangsong, terutama masih pada masalah kesehatan lingkungan, perilaku dan karakteristik individu. Masalah pelayanan kesehatan relative lebih baik dan aksesibilitas mudah. Untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat pesisir desa Karangsong, maka pemerintah daerah agar lebih meningkatkan pembangunan kesehatan lingkungan. Bagi puskesmas Margadadi perlu meningkatkan upaya promosi. Sedangkan untuk peneliti, perlu dilanjutkan studi analisis faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat dengan beberapa kasus penyakit yang dominan terjadi di wilayah pesisir Karangsong. Kata Kunci: deskriptif, pesisir, kesehatan masyarakat Fishermen are the vulnerable group to poverty, because his working is strongly influenced by weather conditions and seasons. The Government\u27s efforts to improve the welfare of fishing communities in the health sector is improve health services in health centers and their networks are directed at efforts promotive-preventive safety with work safety focal points and complemented other efforts. To assess health problems, conducted a descriptive analysis of health problem of coastal communities in Karangsong village, in order to see the picture of some existing health problems. The research is a descriptive study, with a sample of 384 heads of households with retrieval technique by proportional simple random sampling. The results showed that the public health problem of coastal Karangsong village, mainly still on environmental health problem, behavior and individual characteristics. Problem of health services is relatively better and easy accessibility. For health status improvement of coastal communities of Karangsong village, the local governments to further enhance of environmental health development. For public health centers Margadadi need to increase health promotional efforts. For the researcher, is necessary to continu the study for analyzes the factors that affect the degree of public health with a few cases of disease that predominantly occurs in coastal areas Karangsong. Keywords: descriptive, coastal, public healthNelayan merupakan kelompok masyarakat yang rawan kemiskinan,dikarenakan pekerjaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan musim. Upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dibidang kesehatan adalah meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya yang diarahkan pada upaya-upaya kesehatan promotif-preventif dengan focal point keselamatan kerja dan disertai berbagai upaya lain. Untuk menilai permasalahan kesehatan, maka dilakukanlah analisis deskriptif masalah kesehatan masyarakat pesisir desa Karangsong, guna melihat gambaran beberapa masalah kesehatan yang ada. Penelitian merupakan penelitian deskriptif, dengan sampel 384 kepala keluarga dengan teknik pengambilan secara proportional simple random sampling. Hasil penelitian menujukkan bahwa masalah kesehatan masyarakat pesisir desa Karangsong, terutama masih pada masalah kesehatan lingkungan, perilaku dan karakteristik individu. Masalah pelayanan kesehatan relative lebih baik dan aksesibilitas mudah. Untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat pesisir desa Karangsong, maka pemerintah daerah agar lebih meningkatkan pembangunan kesehatan lingkungan. Bagi puskesmas Margadadi perlu meningkatkan upaya promosi. Sedangkan untuk peneliti, perlu dilanjutkan studi analisis faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat dengan beberapa kasus penyakit yang dominan terjadi di wilayah pesisir Karangsong. Kata Kunci: deskriptif, pesisir, kesehatan masyarakat Fishermen are the vulnerable group to poverty, because his working is strongly influenced by weather conditions and seasons. The Government\u27s efforts to improve the welfare of fishing communities in the health sector is improve health services in health centers and their networks are directed at efforts promotive-preventive safety with work safety focal points and complemented other efforts. To assess health problems, conducted a descriptive analysis of health problem of coastal communities in Karangsong village, in order to see the picture of some existing health problems. The research is a descriptive study, with a sample of 384 heads of households with retrieval technique by proportional simple random sampling. The results showed that the public health problem of coastal Karangsong village, mainly still on environmental health problem, behavior and individual characteristics. Problem of health services is relatively better and easy accessibility. For health status improvement of coastal communities of Karangsong village, the local governments to further enhance of environmental health development. For public health centers Margadadi need to increase health promotional efforts. For the researcher, is necessary to continu the study for analyzes the factors that affect the degree of public health with a few cases of disease that predominantly occurs in coastal areas Karangsong. Keywords: descriptive, coastal, public healt
PENGARUH POLA ASUH NUTRISI DAN STIMULASI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-2 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BABADAN KABUPATEN INDRAMAYU
Kekurangan gizi pada awal kehidupan anak berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh nutrisi dan stimulasi pada perkembangan anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Babadan Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model mixed methods concurrent triangulasi. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan observasional analitik dengan potong lintang (cross sectional). Sampel yang dipilih untuk penelitian kuantitatif adalah ibu dan anak yang berusia 1-2 tahun yaitu sebanyak 96 responden. Penelitian kualitatif menggunakan strategi studi kasus. Hasil penelitian didapatkan Pola asuh nutrisi baik 81,3%,serta stimulasi baik 71,9%. Terdapat hubungan yang bermakna pola asuh nutrisi dan stimulasi terhadap perkembangan anak usia 1-2 tahun (nilai p=0,014 dan 0,007). Hasil wawancara dengan responden didapatkan pola asuh nutrisi yang dilakukan dalam penyajian makan belum dilakukan dengan baik, serta stimulasi diberikan dengan bantuan keluarga dan dilakukan secara rutin.Kekurangan gizi pada awal kehidupan anak berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh nutrisi dan stimulasi pada perkembangan anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Babadan Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model mixed methods concurrent triangulasi. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan observasional analitik dengan potong lintang (cross sectional). Sampel yang dipilih untuk penelitian kuantitatif adalah ibu dan anak yang berusia 1-2 tahun yaitu sebanyak 96 responden. Penelitian kualitatif menggunakan strategi studi kasus. Hasil penelitian didapatkan Pola asuh nutrisi baik 81,3%,serta stimulasi baik 71,9%. Terdapat hubungan yang bermakna pola asuh nutrisi dan stimulasi terhadap perkembangan anak usia 1-2 tahun (nilai p=0,014 dan 0,007). Hasil wawancara dengan responden didapatkan pola asuh nutrisi yang dilakukan dalam penyajian makan belum dilakukan dengan baik, serta stimulasi diberikan dengan bantuan keluarga dan dilakukan secara rutin
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BIJI RAMI TERHADAP NYERI SENDI PADA WANITA MENOPOUSE
Menopause merupakan masa yang pasti dihadapi dalam perjalanan hidup seorang perempuan dan suatu proses alamiah sejalan dengan bertambahnya usia. Data laporan Riskesdas 2013 menyebutkan bahwa persentase kejadian lansia yang menderita penyakit sendi di Indonesia adalah 24,7%. Pada wanita lansia prevalensi yang didiagnosis nakes lebih tinggi pada perempuan (13,4%) dibanding laki-laki (10,3%) demikian juga yang didiagnosis nakes atau gejala pada perempuan(27,5%) lebih tinggi dari laki-laki (21,8%). Data tersebut menunjukkan bahwa wanita lansia dominan mengalami nyeri sendi dari pada pria lansia dan persentase lansia yang mengalami penyakit sendi berdasarkan diagnosis dan gejalanya di Jawa Tengah adalah 11,2%.
Desain penelitian yang digunakan adalah Experiment yaitu Quasi Experiment dengan desain One group pre test-post test design. Jumlah sampel sebanyak 109 orang yang terdiri atas 55 orang menkonsumsi biji rami dan 50 orang tidak mengkonsumsi biji rami. Analisis data dilakukan dalam dua tahapan yaitu analisis univariat, bivariat, dengan bantuan software SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata nyeri sendi pada wanita menopause yang mengkonsumsi biji rami dan tidak mengkonsumsi biji rami. Nyeri sendi wanita yang mengkonsumsi biji rami lebih rendah dibandingkan yang tidak mengkonsumi biji rami.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh konsumsi biji rami terhadap nyeri sendi pada wanita menopause