Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
212 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENYULUHAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) TERHADAP SIKAP IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN KOMPLIKASI KEHAMILAN DI DESA KENANGA KAB. INDRAMAYU TAHUN 2016
Pelaksanaan program P4K dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, dukungan keluarga, situasi geografis dan budaya. Kurangnya pengetahuan baik ibu hamil atau masyarakat tentang pencegahan komplikasi kehamilan mempengaruhi rendahnya cakupan P4K. Dengan rendahnya pengetahuan ibu hamil dan masyarakat tentang pentingnya pencegahan komplikasi kehamilan maka kesadaran akan pentingnya manfaat P4K juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang P4K terhadap upaya pencegahan komplikasi pada ibu hamil di Desa Kenanga Kabupaten Indramayu periode Januari-Mei 2016. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan pre eksperimen one group pretest-posttest design dengan populasi dan sampel seluruh ibu hamil di Desa Kenanga sebanyak 34 orang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ibu hamil dengan kategori baik sebelum diberikan penyuluhan 10 orang (29,41%), setelah diberikan penyuluhan 28 orang (82,35%). Sikap ibu hamil dengan kategori cukup sebelum diberikan penyuluhan 4 orang (11,76%) setelah diberikan penyuluhan 6 orang (17,65). Sikap ibu hamil dengan kategori kurang sebelum diberikan penyuluhan 20 orang (58,83%) setelah diberi penyuluhan tidak ada responden dengan kategori kurang (0%). Ada pengaruh penyuluhan tentang P4K terhadap upaya pencegahan komplikasi pada ibu hamil. Penyuluhan yang diberikan telah mampu memberikan pengetahuan maupun informasi tentang P4K sehingga diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam melakukan upayaupaya untukmencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Kata kunci : Penyuluhan P4K, Sikap, Upaya pencegahan komplikasiPelaksanaan program P4K dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, dukungan keluarga, situasi geografis dan budaya. Kurangnya pengetahuan baik ibu hamil atau masyarakat tentang pencegahan komplikasi kehamilan mempengaruhi rendahnya cakupan P4K. Dengan rendahnya pengetahuan ibu hamil dan masyarakat tentang pentingnya pencegahan komplikasi kehamilan maka kesadaran akan pentingnya manfaat P4K juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang P4K terhadap upaya pencegahan komplikasi pada ibu hamil di Desa Kenanga Kabupaten Indramayu periode Januari-Mei 2016. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan pre eksperimen one group pretest-posttest design dengan populasi dan sampel seluruh ibu hamil di Desa Kenanga sebanyak 34 orang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ibu hamil dengan kategori baik sebelum diberikan penyuluhan 10 orang (29,41%), setelah diberikan penyuluhan 28 orang (82,35%). Sikap ibu hamil dengan kategori cukup sebelum diberikan penyuluhan 4 orang (11,76%) setelah diberikan penyuluhan 6 orang (17,65). Sikap ibu hamil dengan kategori kurang sebelum diberikan penyuluhan 20 orang (58,83%) setelah diberi penyuluhan tidak ada responden dengan kategori kurang (0%). Ada pengaruh penyuluhan tentang P4K terhadap upaya pencegahan komplikasi pada ibu hamil. Penyuluhan yang diberikan telah mampu memberikan pengetahuan maupun informasi tentang P4K sehingga diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam melakukan upayaupaya untukmencegah terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Kata kunci : Penyuluhan P4K, Sikap, Upaya pencegahan komplikas
PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN AS-SAKIENAH DESA TUGU KECAMATAN SLIYEG KABUPATEN INDRAMAYU
Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata bebas dari penyakit berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian terutama dikalangan remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, dan munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali mengahadapi resiko kesehatan reproduksi dan yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah perilaku remaja santri di pondok pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku kesehatan reproduksi pada remaja santriwati di pesantren As-Sakienah Desa Tugu kecamatan Sliyeg Indramayu Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan sebanyak 6 orang yang diambil menggunakan teknik purposive. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan analisis data penelitian kualtatif bersifat subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku remaja santri tentang kesehatan reproduksi dari 6 partisispan, 1 orang tidak mempunyai masalah pada organ reproduksi dan 5 orang mempunyai masalah seperti keputihan dan gatal pada vagina. Kesimpulan penelitian yaitu perilaku remaja putri tentang kesehatan reproduksi masih ada yang belum benar dalam membersihkan organ reproduksinya, maka peneliti menyarankan kepada remaja santri untuk meningkatkan perilaku kesehatan reproduksi, untuk pondok pesantren perlu adanya pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi sebagai pengetahuan para santriwati dan adanya pelayanan kesehatan reproduksi remaja di pondok pesantren.Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata bebas dari penyakit berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian terutama dikalangan remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, dan munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali mengahadapi resiko kesehatan reproduksi dan yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah perilaku remaja santri di pondok pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku kesehatan reproduksi pada remaja santriwati di pesantren As-Sakienah Desa Tugu kecamatan Sliyeg Indramayu Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan sebanyak 6 orang yang diambil menggunakan teknik purposive. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan analisis data penelitian kualtatif bersifat subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku remaja santri tentang kesehatan reproduksi dari 6 partisispan, 1 orang tidak mempunyai masalah pada organ reproduksi dan 5 orang mempunyai masalah seperti keputihan dan gatal pada vagina. Kesimpulan penelitian yaitu perilaku remaja putri tentang kesehatan reproduksi masih ada yang belum benar dalam membersihkan organ reproduksinya, maka peneliti menyarankan kepada remaja santri untuk meningkatkan perilaku kesehatan reproduksi, untuk pondok pesantren perlu adanya pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi sebagai pengetahuan para santriwati dan adanya pelayanan kesehatan reproduksi remaja di pondok pesantren
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA KLIEN POST OPERASI BEDAH MAYOR DI RUANG BEDAH KELAS III RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2014
Data Tabulasi Nasional Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009, tindakan bedah menempati urutan ke-11 dari 50 pertama pola penyakit di rumah sakit se-Indonesia dengan persentase 12,8%. Berdasarkan data rekam medik RSUD 45 Kuningan bulan Januari dan Februari 2014 jumlah klien tindakan bedah mayor di Ruang Bedah Kelas III sebanyak 164 klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada klien post operasi bedah mayor di Ruang Bedah Kelas III RSUD 45 Kuningan Tahun 2014. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sekitar 164 klien. Berdasarkan teknik purpossive sampling didapatkan jumlah responden 40 orang. Data primer melalui pengisian kuesioner oleh responden. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode Rank Spearman. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan 34 responden (85%) mengalami intensitas nyeri sedang, 35 responden (87,5%) mengalami tingkat kecemasan sedang, dan 30 responden (80%) mengalami kondisi lingkungan yang nyaman, serta 38 responden (95%) mengalami kualitas tidur buruk. Hasil analisis korelasi Rank Spearman didapatkan hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri (p value = 0,000), tingkat kecemasan (p value = 0,000) dan faktor lingkungan (p value = 0,002) dengan kualitas tidur Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri, tingkat kecemasan dan faktor lingkungan dengan kualitas tidur. Diharapkan perawat dapat memodifikasi asuhan keperawatan dan mengajarkan teknik untuk meningkatkan kualitas tidur klien post operasi mayor sehingga klien post operasi mayor dapat melakukan tindakan secara mandiri seperti teknik relaksasi dan murottal Al-Qur’an untuk dapat meningkatkan kualitas tidur.
Introduction: Sleep is an essential requirement necessity for each person. Client post major surgical often experience pain, anxiety, and the treatment room conditions affecting sleep quality fulfillment. Based on data from medical records of RSUD 45 Kuningan in January and February of 2014 the number of clients mayor surgery in the Surgical Class III many as 164 clients. This research is aims to know the factors related to sleep quality on the client major post surgical in the surgical class III RSUD 45 Kuningan 2014. Method: The kind of the research is analytic with a design cross sectional. Number of client population approximately 80 client/month. Based on purposive sampling technique found the number of respondents were 40 people. Primary data through questionnaires by patients. Statistical analysis using univariat and bivariat spearman rank. Result : Results of univariate analysis showed 34 respondents (85%) had moderate pain intensity, 35 respondents (87,5%) had levels of anxiety being, and 30 respondents (80%) experienced a comfortable environment conditions, and 38 respondents (95%) experienced a bad quality of sleep. Results of Spearman Rank correlation analysis a significant association between pain intensity (p value = 0,000), the level of anxiety (p value = 0,000), and enviromental factors (p value = 0,002) with the qualities of sleep. Discusion: Concluded there is a meaningful relationship between pain intensity, anxiety levels, and environmental factors with sleep quality. It is expected that nurses can modify nursing care and teach techniques to improve sleep quality to clients post major surgery so expect major postoperative client can indepedently perform actions such as relaxation techniques and murottal Al-Qur’an to be able to improve the quality of sleep.
Keywords : Sleep, quality, post surgery, majo
PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DI LIPATAN PAHA LEBIH EFEKTIF MENURUNKAN SUHU TUBUH ANAK YANG MENGALAMI DEMAM DIBANDINGKAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DI DAHI
Penatalaksanaan demam dengan tindakan non farmakologis yaitu pemberian kompres hangat.Lokasi kompres hangat yaitu axilla, leher, dahi dan lipatan paha. Lokasi yang belum diketahui efektivitasnya adalah dahi dan lipatan paha.Metode penelitian menggunakan Quasi Eksperiment dengan rancangan Pretest – Posttest with Control Group. Penelitian ini berjumlah 48 responden dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen (Kompres Hangat) dan variabel dependen (Suhu Tubuh). Teknik analisa data menggunakan uji T-test yaitu Paired sample T-test dan uji Independent T-Test.Hasil penelitian suhu tubuh sebelum pemberian kompres di dahi 38.30oC dan pemberian kompres di lipatan paha 38.22oC. Penurunan dahi 0.25oC dan lipatan paha 0.58oC. Hasilnya ada perbedaan lokasikompres hangat dahi dan lipatan paha (P=0.000).Simpulan ada perbedaan efektivitas lokasi kompres hangat (dahi dan lipatan paha) terhadap suhu tubuh anak demam. Saran untuk tenaga kesehatan untuk menerapkan upaya penurunan suhu tubuh dengan cara kompres hangat di lokasi yang efektif menurunkan suhu tubuh.Penatalaksanaan demam dengan tindakan non farmakologis yaitu pemberian kompres hangat.Lokasi kompres hangat yaitu axilla, leher, dahi dan lipatan paha. Lokasi yang belum diketahui efektivitasnya adalah dahi dan lipatan paha.Metode penelitian menggunakan Quasi Eksperiment dengan rancangan Pretest – Posttest with Control Group. Penelitian ini berjumlah 48 responden dengan teknik Purposive Sampling. Winsgoal adalah slot mahjong gacor dengan fitur scatter hitam winrate kemenangan tinggi. Daftar dan nikmati fitur situs jackpot terbesar hari ini! Variabel independen (Kompres Hangat) dan variabel dependen (Suhu Tubuh). Teknik analisa data menggunakan uji T-test yaitu Paired sample T-test dan uji Independent T-Test.Hasil penelitian suhu tubuh sebelum pemberian kompres di dahi 38.30oC dan pemberian kompres di lipatan paha 38.22oC. Penurunan dahi 0.25oC dan lipatan paha 0.58oC. Hasilnya ada perbedaan lokasikompres hangat dahi dan lipatan paha (P=0.000).Simpulan ada perbedaan efektivitas lokasi kompres hangat (dahi dan lipatan paha) terhadap suhu tubuh anak demam. Saran untuk tenaga kesehatan untuk menerapkan upaya penurunan suhu tubuh dengan cara kompres hangat di lokasi yang efektif menurunkan suhu tubuh
PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. PG RAJAWALI II UNIT PG JATITUJUH MAJALENGKA
Occupational safety and occupational problems in Indonesia are still often ignored.This can be seen from the high rate of work accident. According to data from Jamsostek, the number of work accidents in 2012 as many as 9,056 cases of work accidents. Of these, 2,419 cases resulted in death. According Afdifar (2012), only 2.1% of the 15,000 large companies that implement K3 management system. While in small and medium enterprises, implementation of the implementation of K3 management system is also still far fromexpectations. Based on the measurement of the Employment Development Index (IPK), Indonesia in 2012, the indicator of Working Environment Condition only reached 3.71 (low) or decreased compared to 2011 which reached 5.02 index (medium-down) (Ilfani,2013). With the implementation of health and safety programs in the company is expected to improve the quality of employee performance and able to support the achievement of corporate objectives optimally.The purpose of this study was to determine the effect of occupational health and safety on the performance of employees of the production of PT. PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh Majalengka. The research type is survey method with cross sectional approach. The population is all employees of production II PT. PT. PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh Majalengka as many as 600 people. Sampling in this research is by quota accidental sampling technique, that is 87 people. The instrument used in this study is a questionnaire sheet and analyzed by using pearson correlation analysis technique.Based on the results of data analysis research, it can be seen that health and safety (K3) effect on employee Performance Part II PT. PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh Regency Majalengka. This study only examines the effect of health and safety (K3) on employee performance, therefore it is expected the next researcher can deepen this research by adding other factors that may affect employee performance.Masalah keselamatan dan kecelakaan kerja di Indonesia masih sering diabaikan. Hal ini dapat dilihat dari masih tingginya angka kecelakaan kerja. Menurut data dari Jamsostek, jumlah kecelakaan kerja pada tahun 2012 sebanyak 9.056 kasus kecelakaan kerja. Dari jumlah tersebut, 2.419 kasus mengakibatkan kematian. Menurut Afdifar (2012), baru 2,1% dari 15.000 perusahaan besar yang menerapkan sistem manajemen K3. Sementara di perusahaan kecil dan menengah, implementasi dari penerapan sistem manajemen K3 juga masih jauh dari harapan. Berdasarkan pengukuran Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK), Indonesia pada tahun 2012, indikator Kondisi Lingkungan Kerja hanya mencapai angka 3,71 (rendah) atau menurun dibanding 2011 yang mencapai angka indeks 5,02 (menengah-kebawah) (Ilfani, 2013). Dengan adanya pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja karyawan dan mampu mendukung pencapaian tujuan perusahaan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh Majalengka. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh karyawan bagian produksi II PT. PT. PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh Majalengka sebanyak 600 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik kuota accidental sampling, yaitu sebanyak 87 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi pearson. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat diketahui bahwa kesehatan dan keselamatan kerja (K3) berpengaruh terhadap Kinerja karyawan Bagian Produksi II PT. PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Penelitian ini hanya meneliti pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan, oleh karena itu diharapkan peneliti selanjutnya dapat memperdalam penelitian ini dengan menambahkan faktor lain yang mungkin mempengaruhi kinerja karyawa
HUBUNGAN LAMA TERAPI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RSUD INDRAMAYU TAHUN 2016
Hemodialisa adalah salah satu terapi pengganti ginjal pada penderita GGK. Pasien harus beradaptasi dengan perubahan fisik akibat terapi yang dijalani dalam waktu lama. Perubahan kualitas hidup dapat terjadi pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama terapi hemodialisa dengan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampel menggunakan counsecutive sampling sebanyak 77 responden. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 50,6% responden telah menjalani HD < 12bulan, sebanyak 53,2% kualitas hidup responden termasuk dalam kategori buruk. Analisa data diketahui pvalue > α (1 > 0,05).Simpulan penelitian ini menunjukan tidak adanya hubungan lama terapi hemodialisa dengan kualitas hidup. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup dan dengan metode penelitian kualitatif.Hemodialisa adalah salah satu terapi pengganti ginjal pada penderita GGK. Pasien harus beradaptasi dengan perubahan fisik akibat terapi yang dijalani dalam waktu lama. Perubahan kualitas hidup dapat terjadi pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama terapi hemodialisa dengan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampel menggunakan counsecutive sampling sebanyak 77 responden. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 50,6% responden telah menjalani HD < 12bulan, sebanyak 53,2% kualitas hidup responden termasuk dalam kategori buruk. Analisa data diketahui pvalue > α (1 > 0,05).Simpulan penelitian ini menunjukan tidak adanya hubungan lama terapi hemodialisa dengan kualitas hidup. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup dan dengan metode penelitian kualitatif
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK TENTANG STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN TWISTING DI PT X CIREBON TAHUN 2017
Every year, thousands of work accidents were occurred in workplace which causes victims, materials damage, and production disturbances. According to International Labor Organization (ILO) estimated that around 2.3 million people around the world have died caused of work accident and illness in every year, the work accident in industrial field also experienced by PT X Cirebon. On 2016, there were 30 cases of work accident occur outside or inside of PT X Cirebon. According to some researches, work accident is related to knowledge, attitude and practice of SOP. It needs to do research to reduce the work accident in PT X Cirebon. The relation between free variables (knowledge, attitude and practice workers of SOP) and bound variables (work accident) were tested with Chi-Square test.The result of research shows there is no relation between knowledge and worker’s attitude of SOP with work accident, but there is relation between practice workers of SOP and work accident. It has the same result of Kartika’s research (2017) that there is relation between compliance of job instruction and behavior safe workers. It can conclude that the practice workers of SOP are the causes of work accident in PT X Cirebon. There is suggestion to company, to give punishment to worker who disobeyed regulations related to K3.Setiap tahun ribuan kecelakaan terjadi ditempat kerja yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan materi, dan gangguan produksi. Menurut International Labour Organization (ILO) memperkirakan bahwa sekitar 2,3 juta orang diseluruh dunia meninggal akibat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja setiap tahun. Kecelakaan kerja dibidang industri juga dialami PT X Cirebon. Jumlah kecelakaan kerja pada PT X Cirebon tahun 2016 terjadi sebanyak 30 kasus kecelakaan kerja. Menurut beberapa penelitian, kecelakaan kerja berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan praktik tentang SOP. Untuk menekan kecelakaan kerja maka perlu dilakukan penelitian pada PT X Cirebon. Metode penelitian ini menggunakan metode survei, dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi berjumlah 45 pekerja pada bagian Twisting di PT X Cirebon. Uji hubungan antara variabel bebas (pengetahuan, sikap dan praktik pekerja tentang SOP) dengan variabel terikat (kecelakaan kerja) dilakukan dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dedan sikap pekerja tentang SOP dengan kejadian kecelakaan kerja, dan terdapat hubungan yang bermakna antara praktik pekerja tentang SOP dengan kejadian kecelakaan kerja, Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2017), bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan instruksi kerja dengan perilaku aman pekerja bagian produksi di PT X Klaten. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik pekerja tentang SOP berkaitan dengan terjadinya kecelakaan kerja di PT X Cirebon. Untuk itu disarankan agar perusahaan memberikan sanksi tegas kepada pekerja yang tidak menaati peraturan yang berkaitan dengan K3
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIK PADA PASIEN USIA < 45 TAHUN DI RUANG HEMODIALISA RSUD INDRAMAYU
Chronic Renal Failure is a condition that decreasing kidney function, occurning progresive and irreversible. Many factors causes CRF in patiens aged < 45 years. Purpose of this study was to determine the factors associated with the occurrence of CRF in patiens age < 45 years.This research was conducted with case study approach. Samples selected with counsecutive technique sampling with 98 respondents. Data collection, this study using a questionnaire. The bivariae data analysis used in this study is the chi square test. The results is known factors associacted with in a diabetes mellitus of history factor (p value = 0,002) while factor unrelated chemical substances is a factor ( p value = 0,925), less intake of fluids factor (p value = 0,366), hypertension of history factor ( p value = 0,518) and history of obstruction of tract urinary factor (p value = 0,312).
Conclusions in this research that there is a relationship between the factors of history of diabetes mellitus with chronic renal failure event in patients aged < 45 years. Suggestions in this study was shown to the nurse to increase public education about the prevention of the occurance of CRF.Gagal ginjal kronik merupakan suatu kondisi dimana ginjal mengalami penurunan fungsi yang terjadi secara progresif dan irreversible. Banyak faktor yang dapat menyebabkan GGK pada pasien usia < 45 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian GGK pada pasien usia < 45 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan case study. Sampel dipilih dengan tekhnik counsecutive sampling, dengan jumlah 98 responden. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. Hasil penelitian diketahui faktor yang berhubungan adalah faktor riwayat penyakit diabetes mellitus (p value = 0,002). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah faktor zat kimia (p value = 0,295), faktor kurang asupan cairan (p value = 0,366), faktor riwayat hipertensi (p value = 0,518) dan faktor riwayat obstruksi saluran kemih (p value = 0,312). Simpulan dalam penelitian ini faktor yang berhubungan adalah diabates mellitus dan faktor yang tidak berhubungan adalah konsumsi zat kimia, kurang asupan cairan, riwayat penyakit hipertensi dan riwayat penyakit obstruksi saluran kemih. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada perawat untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan terjadinya GGK
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN HARGA DIRI (SELF ESTEEM) PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH EKS KAWEDANAN INDRAMAYU
Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by tuberculosis.The Impact of pulmonary tuberculosis is a decrease of body endurance, physical weakness, economically detrimental and can lead to social isolation. Those conditions can affect self-esteem patients with pulmonary Tuberculosis.Changes in self-esteem in patients with pulmonary TB can affect the success of treatment, so, the support of the family is needed.The purpose of this study is to identify the effect of family support for self-esteem of pulmonary tuberculosis patients in the territory of the health center eks Kawedanan Indramayu 2015.
The design of the research is an analytic descriptive with cross sectionalapproach.Sampling was done by total sampling technique 45 respondents The results show that patients with pulmonary TB who have high self-esteem are 23 respondents (51.1%) and have low self-esteem are 22 respondents (48.9%), pulmonarytuberculosis patients who receive family support are 26 respondents (57, 8%) and who have no family support are 19 (42.2%).Respondents who receive family support, have more high self-esteem compared to respondents who have no family support, its percentage is 69.6% with p value = 0.047 (<0.05).Conclusion from this research is that there is the corelation of family support for self-esteem of pulmonary tuberculosis patients.The results of the study are expected to be input for holders of TB program to provide counseling about the importance of family support for patients with pulmonary tuberculosis.Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Dampak TB Paru adalah penurunan daya tahan tubuh, kelemahan fisik, merugikan secara ekonomis dan dapat mengakibatkan isolasi sosial. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi harga diri penderita TB Paru. Perubahan harga diri pada penderita TB Paru dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan, sehingga dibutuhkan adanya dukungan keluarga. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan keluarga terhadap harga diri penderita TB Paru di Wilayah Puskesmas Eks Kawedanan Indramayu tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik total sampling sebayak 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita TB Paru yang memiliki harga diri tinggi sebanyak 23 responden (51,1%) dan yang memiliki harga diri rendah sebanyak 22 responden (48,9%), penderita TB Paru yang mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 26 responden (57,8 %) dan yang tidak mendapatkandukungan keluarga sebanyak 19 (42,2 %). Responden yang mendapatkan dukungan keluarga lebih banyak yang memiliki harga diri tinggi dibandingkan dengan responden yang tidak mendapatkan dukungan keluarga yaitu 69,6% dengan nilai p value = 0,047 (< 0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungandukungan keluarga denganharga diri penderita TB Paru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemegang program TB untuk memberikan konseling terkait pentingnya dukungan keluarga bagi penderita TB Paru
HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR DAN KEHADIRAN MAHASISWA DENGAN HASIL UJI KOMPETENSI KEBIDANAN STIKES INDRAMAYU TAHUN 2017
Peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang relevan untuk menjalankan sistem pelayanan kesehatan. Uji kompetensi nasional adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan proses pendidikan dan menyamakan pencapaian relevansi kompetensi sesuai dengan standar kompetensi yang diperlukan masyarakat.10 Uji kompetensi merupakan cara pemerintah untuk memberikan pengawasan institusi pendidikan. Tujuan Penelitian: Untuk Menganalisis Hubungan Antara hasil Belajar (IPK), kehadiran mahasiswa pada perkuliahan dan bimbingan belajar dengan Hasil Uji Kompetensi mahasiswa Prodi Kebidanan STIKes Indramayu tahun 2017. Metode Penelitian: rancangan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik univariat berupa persentase, menggunakan Fishers Exact Test untuk melihat perbedaan dan hubungan antar variabel. Sampel: sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat III Program Studi Kebidanan sebanyak 39 orang mahasiswa Prodi Kebidanan STIKes Indramayu Tahun 2017. Hasil Penelitian : didapatkan bahwa rata-rata IPK mahasiswa yaitu kategori sangat memuaskan (3,36), kehadiran pada perkuliahan rata-rata 98,36% dan kehadiran bimbel 97,95%. Berdasarkan hasil belajar didapatkan bahwa 4 orang mahasiswa dengan IPK kategori Sangat Memuaskan (76,31%) yang tidak lulus uji kompetensi (10,53%), dan mahasiswa dengan IPK kategori kumlaude (13,16%) semuanya dinyatakan lulus pada uji kompetensi. (p=1,00). Didapatkan pula bahwa 1 (2,63%) dari 4 orang yang tidak lulus uji kompetensi termasuk kategori tidak memenuhi dari kehadiran pada perkuliahan, dan mahasiswa yang dinyatakan lulus uji kompetensi termasuk kategori memenuhi dari kehadiran pada perkuliahan (89,47%) dengan nilai p=0,105. Selain itu, 2 dari 4 mahasiswa yang tidak lulus uji kompetensi, termasuk kategori tidak memenuhi dari kehadiran bimbingan belajar (5,26%). Mahasiswa yang lulus uji kompetensi sebanyak 30 atau 78,95%, termasuk kategori memenuhi dari kehadiran bimbel dengan nilai p=0,11. Simpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kehadiran mahasiswa pada perkuliahan dan bimbingan belajar, hasil belajar (IPK) dengan hasil kelulusan uji kompetensi mahasiswa semester VI Prodi DIII Kebidanan STIKes Indramayu TA. 2016/2017. Akan tetapi terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara nilai tes sebelum dengan setelah mengikuti bimbingan belajar pada mahasiswa semester VI Prodi Kebidanan STIKes Indramayu TA.2016/2017. Menurut mahasiswa, terdapat manfaat dari kegiatan bimbingan belajar yang diselenggarakan Prodi Kebidanan STIKes Indramayu. Saran: perlu ada pengkajian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelulusan mahasiswa pada uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Selain itu, proses pembelajaran harus diupayakan dengan berbagai metode yang dapat mengaktifkan mahasiswa dalam proses berpikir dan menangani kasus kebidanan. Kata Kunci: hasil belajar, kehadiran mahasiswa, hasil uji kompetensi