Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
212 research outputs found
Sort by
THE RISK FACTOR RELATED MALNUTRITION IN CHILDREN AGE 24 – 59 MONTH IN PUBLIC HEALTH CENTER CIMAHI SELATAN
The nutritional status of children under five years old has an impact on the physical, motor and intelligence development. Malnutrition causes multisystem disorders that result in imbalance of the body and stunted growth. This study aims to identify the risk factor of malnutrition based on family income, history of low birth weight, energy-protein intake at Puskesmas Cimahi Selatan.
The research design used case control study. The sample of cases were children under five who have malnutrition based on the weight-for-age index as much as 38 childrens, while the control sample were children with not malnutrition. The sampling technique used purposive sampling. Measuring variables of family income, history of LBW through interviews, energy-protein intake used food recall 2x24 hour. Data were analyzed by univariate and bivariate with Chi-Square test.
The variables related with malnutrition were family income (p-value= 0.001; OR= 2.39; 95%CI= 1.36-4.20), history of LBW (p-value= 0.003; OR= 2.17; 95%CI= 1.55-3.03) and energy intake (p = 0.004), variable protein intake was not significant (p-value= 1.0).
The risk factors malnutrition are family income, history of low birth weight, and energy intake. Malnutrition can be prevented with monitoring growth and development and fulfilling the nutritional intake of children under five, especially energy.Status gizi pada balita berdampak pada perkembangan fisik, motorik dan kecerdasan anak. Malnutrisi menyebabkan gangguan multisistem yang mengakibatkan ketidakseimbangan kekebalan tubuh dan hambatan pertumbuhan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor resiko terjadinya malnutrisi berdasarkan pendapatan keluarga, riwayat BBLR, asupan energi-protein pada balita di Puskesmas Cimahi Selatan.
Desain penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol. Sampel kasus adalah balita yang mengalami gizi kurang berdasarkan indeks BB/U sebanyak 38 anak, sedangkan sampel kontrol adalah balita dengan gizi baik sebanyak 38 anak. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengukuran variabel pendapatan keluarga, riwayat BBLR melalui wawancara, tingkat asupan energi-protein menggunakan recall 2 x24 jam. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Variabel yang berhubungan dengan terjadinya malnutrisi pada balita adalah pendapatan keluarga (p-value= 0,001; OR= 2,39; 95%CI= 1,36-4.20), riwayat BBLR (p-value= 0,003; OR= 2,17; 95%CI=1,55-3,03) dan asupan energi (p-value= 0,004), sedangkan asupan protein tidak signifikan (p-value= 1,0).
Faktor risiko terjadinya malnutrisi adalah pendapatan keluarga, riwayat BBLR, dan asupan energi. Malnutrisi dapat dicegah dengan melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal dan memenuhi asupan energi pada balita
RELATIONSHIP OF BODY INDEX (BMI) WITH PRAMENSTRUATED SYNDROME IN NURSING STUDENT PROGRAMS AT THE UNIVERSITY OF BHAKTI KENCANA TASIKMALAYA
Premenstrual syndrome is a collection of the physical, psychological and emotional symptoms associated with the menstrual cycle. About 80 to 95% of women experience premenstrual symptoms that can interfere with their activities. Some of the factors that can cause premenstrual syndrome are increased levels of the hormone estrogen. The basic ingredient of estrogen is fat, to be able to predict fat in the body by measuring the body mass index. The research design used analytic observational. The purpose of this study was to analyze the relationship between body mass index and premenstrual syndrome in undergraduate nursing study program students. The sample in this study using random sampling of 63 respondents. The results showed that the highest index of body mass in the thin category was 24 people (38.1%) and the incidence of premenstrual syndrome showed that the highest frequency was not experiencing premenstrual syndrome, namely 37 people (56.7%), while the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the indices. Body mass with premenstrual syndrome in undergraduate nursing study program students with a p-value = 0.031. Respondents are expected to be able to take better precautions and carry out their daily routine to run premenstrual syndrome.Sindrom pramenstruasi merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis yang terkait dan emosi dalam siklus menstruasi. Sekitar 80 sampai 95 persen wanita mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu aktifitasnya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan sindrom pramenstruasi adalah peningkatan kadar hormon estrogen. Bahan dasar esterogen adalah lemak, untuk bisa memperdiksi lemak dalam tubuh deng cara mengukur indeks masa tubuh. Rancangan penelitian ini menggunakan observasional analitik. Tujuan dari penelitian ini menganalisis hubungan indeks masa tubuh dengan sindrom pramenstruasi pada mahasiswi prodi sarjana keperawatan. Sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling sebanyak 63 responden. Hasil menunjukan indeks tertinggi masa tubuh dengan kategori kurus yaitu 24 orang (38,1%) dan kejadian sindroma pramesntruasi menunjukan frekuensi tertinggi adalah tidak mengalami sindroma pramenstruasi yaitu 37 orang (56,7%), sedangkan analisis bivariat menunjukan ada hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh dengan sindrom pramenstruasi pada mahasiswi prodi sarjana keperawatan dengan nilai p-value = 0,031. Responden diharapakan dapat melakukan pencegahan dan melakukan rutinitas sehari-harinya lebih baik lagi untuk menjalankan sindrom pramenstruasi
DETERMINING TSUNAMI DISASTER PREPAREDNESS FOR STUDENTS IN BANTUL DISASTER PREPARED SCHOOL, YOGYAKARTA
The Regional Disaster Management Agency (BPBD) mapped 52 villages in the southern region of Yogyakarta Special Region as an area prone to earthquakes and tsunamis. The potential of tsunamialong the southern coast of Java Island is due to the geographical location of Indonesia that is flanked by the Eurasia Asia - Australia plate and the Pacific and Philippine plates are quite active. Disaster preparedness school is the important key to protecting children and young people in creating a conducive and safe learning environment from unavoidable disasters. The purpose of this study was to determine the determinants of tsunami disaster preparedness in disaster preparedness school students in Kretek Bantul. This research method is descriptive quantitative using cross-sectional design. The population to be taken in this study were students of SMPN 2 Kretek Bantul Disaster Alert School
Sampling using a purposive sampling technique with the number of samples in this study were 115 students.
The results of this study indicate that the determinants of students\u27 tsunami disaster preparedness at SMP Negeri 2 Kretek Bantul are knowledge, attitudes, awareness, and experience factors, while the factors that do not affect preparedness are perceptions and infrastructure.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan 52 desa di wilayah selatan DI Yogyakarta sebagai daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Potensi tsunami diseluruh pesisir selatan Pulau Jawa karena letak geografis Indonesia yang diapit lempeng Eurasia Asia – Australia serta lempeng Pasifik dan Philipine yang cukup aktif. Sekolah siaga bencana adalah kunci utama untuk melindungi anak-anak dan generasi muda dalam membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan aman dari bencana yang tidak dapat terhindarkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan kesiapsiagaan bencana tsunami siswa sekolah siaga bencana di Kretek Bantul. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah siswa SMPN 2 Sekolah Siaga Bencana Kretek Bantul. Menggunakan teknik sampling purposive dengan sampel 115 siswa.
Hasil penelitian menunjukan bahwa determinan kesiapsiagaan bencana tsunami siswa siswi di SMP Negeri 2 Kretek Bantul adalah faktor pengetahuan, sikap, kesadaran, dan pengalaman sedangkan faktor yang tidak mempengaruhi kesiapsiagaan adalah faktor persepsi dan sarana prasarana
PREVENTIVE PROMOTION “STOP TRASH” OF SNAKE AND LADDER GAME IN IMPROVING STUDENT KNOWLEDGE AND ATTITUDE
The high number of waste generation in Indonesia shows the minmize of public concern in managing waste. Education about waste must be instilled from an early age. The minimize of interesting education for the community makes moral messages about waste less noticeable by the public.The purpose of this study was to determine the effect of the STOP TRASH snake and ladder game media in increasing knowledge and attitudes towards waste on students in Indramayu.This research type is quasi experimental with pretest and posttest design. population was all students of SDN Singaraja and Singajaya class IV s.d. VI. The sample of 207 students. This study uses the Wilcoxon test. Knowledge with Result Z = -5.146b A-symp. Sig (2-tailed) 0.000. Attitude with result Z = -6.604b A-symp. Sig (2-tailed) 0.000.The results of this study can be concluded that there is a significant influence of the "stop trash" game media on increasing the knowledge and attitudes of students. Game media has advantages including providing a fun and helping to improve communicative and cognitive abilities. Game media is the right media to increasing students\u27 knowledge and attitudes in managing waste and being responsible for the waste generated.Tingginya angka timbulan sampah di Indonesia menunjukkan minimnya kepedulian masyarakat dalam mengelola sampah. Pendidikan mengenai sampah harus ditanamkan sejak dini. Winsgoal adalah situs raja slot gacor hari ini terbaik yang terdaftar sebagai salah satu platform judi slot online terpercaya di indonesia semenjak tahun 2010. Hal ini bertujuan agar dapat mengurangi tingkat pencemaran akibat sampah. Minimnya edukasi yang menarik kepada masyarakat menjadikan pesan moral tentang sampah kurang dapat diperhatikan oleh masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media permainan ular tangga “STOP TRASH” dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap sampah pada siswa sekolah dasar negeri di Indramayu.
Jenis penelitian ini ada quasi experimental dengan pre test dan post test design. Populasi penelitian ini seluruh siswa SDN Singaraja dan Singajaya kelas IV s.d. VI. Sampel dari penelitian ini sebanyak 207 siswa. Penelitian ini menggunakan uj wilcoxon. pengetahuan dengan Hasil Z =-5.146b A-symp. Sig (2-tailed) 0.000. sedangan sikap dengan hasil Z= -6.604b A-symp. Sig (2-tailed) 0.000.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan media permainan "stop trash" terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa sekolah dasar. Media permainan memiliki beberapa kelebihan diantaranya memberikan pengalaman nyata yang menyenangkan serta membantu meningkatkan kemampuan komunikatif dan kognitif. Media permainan merupakan media yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan, seperti meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa dalam mengelola sampah serta bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan
RELATIONSHIP OF THE USE OF INJECTED NARCOTICS WITH HEPATITIS C COINFECTION IN TEBET Hospital, 2017-2019
Background: The number of people who was infected HIV/AIDS over the world approximately 37,9 milion in 2018. Hepatitis C coinfection in HIV patients approximately 2-15% over the world and for 90% were injecting drug users. This study aims to find the correlation injecting drug use and hepatitis C coinfection in HIV patients in RSUD Tebet from 2017-2019. Method: This study use case-control design using medical record data. We studied 186 samples and use simple random sampling for recruiting sample. Analysis of the data used SPSS software and were analyzed by univarit, bibariat, multivariat with logistic regression. Results: Injecting drug use showed a significant correlation with Hepatitis C coinfection in HIV patients with OR adjusted 12,7 (95% CI (3,8 - 42,37) and p-value 0,001 after adjusted with working status, age, sex, and risky sexual behavior. Conclution: Injecting drug use showed a significant correlation with Hepatitis C coinfection in RSUD Tebet.Pendahuluan: Jumlah penderita HIV/AIDS di dunia mencapai 37,9 juta tahun 2018. Koinfeksi Hepatitis C pada pasien HIV berkisar 2-15% di seluruh dunia dan sekitar 90% meupakan pengguna Narkotika suntik suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan napza suntik dengan kejadian koinfeksi Hepatitis C pada pasien HIV di RSUD Tebet tahun 2017-2019. Metode: Penelitian menggunakan desain kasus kontrol dengan menggunakan data sekunder rekam medis. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini 186 sampel diambil secara simple random sampling. Data diolah dengan menggunakan software statistik SPSS dan dianalis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Pemakaian narkotika suntik berhubungan dengan kejadian koinfeksi Hepatitis C pada pasien HIV dengan OR adjusted 12,7 (95% CI (3,8 - 42,37) dan p-value 0,001 setelah dikontrol oleh variabel status kerja, umur, jenis kelamin dan perilaku seks berisiko. Kesimpulan: Pemakaian napza suntik berhubungan dengan kejadian koinfeksi Hepatitis C di RSUD Tebet
HUBUNGAN MOTIVASI INTRISIK DAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KOMPETENSI DOSEN TERHADAP PENCAPAIAN NILAI MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PRODI DIII KEBIDANAN TAHUN AKADEMIK 2018/2019 STIKes INDRAMAYU
Prestasi belajar mahasiswa dalam pendidikan kebidanan sangat penting untuk menilai tingkat keberhasilan dalam pencapaian tujuan belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum kebidanan. Ada dua faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa yaitu motivasi. Pada hakikatnya motivasi belajar adalah dorongan internal pada seseorang yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung, hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Sedangkan faktor eksternal salah satunya adalah kompetensi yang dimilki oleh seorang dosen.
Untuk mengetahui hubungan motivasi intrinsik dan persepsi mahasiswa tentang kompetensi dosen terhadap pencapaian nilai mata kuliah asuhan kebidanan nifas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III Program Studi Diploma Tiga Kebidanan STIKes Indramayu, dengan jumlah sampel 28 mahasiswa dengan menggunakan uji Chi Square.
Menunjukan bahwa ada hubungan motivasi intrinsik dan persepsi mahasiswa tentang kompetensi dosen terhadap pencapaian nilai mata kuliah asuhan kebidanan nifas dengan nilai p value <0,05.
Ada hubungan motivasi intrinsik dan persepsi mahasiswa tentang kompetensi dosen terhadap pencapaian nilai mata kuliah asuhan kebidanan nifasStudent learning achievement in midwifery education is very important to assess the level of success in achieving the learning goals set in the midwifery curriculum. There are two factors that influence the achievement of learning achievemen. Internal factors are factors that originate from within students, namely motivation. In essence, motivation to learn is an internal impetus for someone who is learning to make changes in behavior, generally with several indicators or elements that support, this has a big role in one\u27s success in learning.To determine the relationship between intrinsic motivation and students\u27 perceptions about the competence of lecturers on the achievement of postpartum midwifery care subject values.This type of research is analytical research with cross sectional design. The study was conducted in the third semester students of the three midwifery diploma study program at STIKes Indramayu, with a sample of 28 students using the Chi Square test.Shows that there is a relationship between intrinsic motivation and students\u27 perceptions about the competence of lecturers on the achievement of postpartum midwifery care subject values with a p value <0.05.There is a relationship between intrinsic motivation and students\u27 perceptions about the competence of lecturers to the achievement of postpartum midwifery care subject value
THE EFFECT OF LABOR PREPARATION CLASSES WITH WHATSAPP GROUP (WAG) IN TRIMESTER III PREGNANT WOMEN TOWARDS ANXIETY IN DEALING WITH LABOR IN PMB MIDWIVES N BANDUNG CITY, 2020
The process of pregnancy is a long process. 9 months 10 days, many pregnant women are negligent and even do not make preparations for the delivery, due to the lack of preparation for labor, many pregnant women experience anxiety. Anxiety before childbirth is commonly experienced by mothers even though childbirth is a physiological thing, a way to relieve anxiety, worry, and anxiety, and increase self-confidence by looking for information. information, the use of technology is used in this study, namely the use of Whatapps Group as a medium of education. The purpose of this study is to see whether there is an effect of labor preparation classes on anxiety levels, the method used is the One-Group Pretest-Posttest Design of this study to measure the level of anxiety in mothers third trimester of pregnancy before and after. The results showed that the level of anxiety before 60% moderate anxiety level and after 43.3% did not experience anxiety, from the results of the Wilxocon test with a p-value of 0.000 showed an effect, it can be concluded that the use of Whatapps Group in implementing classes for pregnant women has a quite positive impact on pregnant women in the face of childbirth.Proses kehamilan adalah proses yang panjang. 9 bulan 10 hari, banyak ibu hamil yang abai bahkan tidak melakukan persiapan untuk menghadapi persalinan tersebut, akibat kurang siapnya dalam menghadapi persalinan tidak sedikit ibu hamil mengalami kecemasan. Kecemasan menjelang persalinan umum dialami oleh ibu meskipun persalinan adalah suatu hal yang fisiologis, cara untuk meredakan kegelisahan, kekhawatiran, dan kecemasan, serta menambah kepercayaan diri dengan cara mencari informasi, Kelas persiapan persalinan adalah salah satu kegiatan yang bisa diikuti oleh calon orang tua untuk mencari informasi,pemanpaatan tekhnologi dipergunakan dalam penelitian ini yaitu penggunaan Whatapps Grup sebagai media edukasinya.Tujuan dari penelitian ini melihat adakah pengaruh kelas persiapan persalinan terhadap tingkat kecemasan,Metode yang dipergunakan adalah dengan One-Group Pretest-Posttest Design penelitian ini melakukan pengukuran tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester ke III sebelum dan sesudah. Hasil didapatkan tingkat kecemasan sebelum 60% tingkat cemas sedang dan sesudah 43,3% tidak mengalami kecemasan, dari hasil uji wilxocon dengan p-value 0,000 menunjukan adanya pengaruh, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Whatapps Grup dalam pelaksaanan kelas ibu hamil memberikan dampak yang cukup positif terhadap ibu hamil dalam menghadapi persalinan.
 
MOTIVASI PELAKSANAAN LATIHAN ROM PADA PASIEN STROKE BERDASARKAN DUKUNGAN KELUARGA DI PUSKESMAS CILEDUG KABUPATEN CIREBON
Stroke sufferers in the world experience disability with permanent disability 52%, mild disability as much as 23% and as many as 25% of stroke sufferers are able to avoid disability after rehabilitation. Efforts that can be made to prevent disability is to follow a rehabilitation program by doing a range of motion or called Range of motion (ROM). ROM implementation must be followed and carried out routinely so that it requires motivation from patients and that motivation can be formed with the support of the family. The purpose of this study was to analyze the motivation for implementing ROM exercises in stroke patients based on family support.
Type research is a description of the correlation with cross-sectional approach. Sample uses 75 with total sampling. Data analysis using descriptive analysis and bivariate test using chi-square analysis test.
Based on the results of the hypothesis test shows that the motivation to implement ROM exercises is influenced by family support. Suggestions are given to nurses to provide counseling and assistance to families so that families provide support in implementing ROM exercisesPenderita Stroke di Dunia mengalami kecacatan dengan kecacatan permanen 52%, kecacatan ringan sebanyak 23% dan sebanyak 25% penderita stroke mampu menghindari dari kecacatan setelah melakukan rehabilisasi. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kecacatan ialah dengan mengikuti program rehabilisasi dengan melakukan rentang gerak atau disebut Range Of motion (ROM). Pelaksanaan ROM harus diikuti dan dilakukan secara rutin sehingga membutuhkan motivasi dari pasien dan motivasi itu dapat terbentuk dengan adanya dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa motivasi pelaksanaan latihan ROM pada pasien stroke berdasarkan dukungan keuarga.
Jenis penelitian yang digunakan ialah deskripsi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel 75 menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan analisa deskriptif dan uji bivariat menggunakan uji analisis chi-square.
Berdasarkan Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa motivasi pelaksanaan latihan ROM dipengaruhi oleh adanya dukungan keluarga. Saran disampaikan kepada perawat untuk melakukan konseling dan pendampingan pada keluarga supaya keluraga memberikan dukungan dalam pelaksanaan latihan ROM
PENGARUH POLA ASUH NUTRISI DAN PERAWATAN KESEHATAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING USIA 2 – 5 TAHUN DI DESA SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2019
Indonesia remains dealing with nutritional problem that seriously affects the quality of human resources. One of the nutritional problems, which is a primary concern today, is the high number of stunted toddlers. This research aims to determine the effect of nutrition upbringing and health care monitoring towards stunting of 2-5 year-old children in Sindang, Indramayu, 2019. This research was conducted using analytic observational methods with cross sectional approach. The sample chosen were 38 mothers who had 2-5 year-old children in 2019 (from January to December) in Sindang, Indramayu. The research sample is taken entirely from the population. The result shows that there is relationhsip between nutrition upbringing 55.3% and a good health care monitoring 60.5% conducted by mothers. In other words, the significant relationship are nutrition upbringing (p value = 0.024) and health care monitoring (p value = 0.022) of 2-5 year old children. There is a positive influence between nutrition upbringing and health care monitoring towards stunting of 2-5 year-old children in Sindang, Indramayu, 2019. Thus, mothers and health practitioners should increase their knowledge that concerns to stunting and monitor to their children.
Di Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas SDM. Salah satu masalah gizi adalah masih tingginya anak balita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh nutrisi dan perawatan kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Wilayah Desa Sindang Kabupaten Indramayu Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional . Sampel yang dipilih untuk penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita usia 2-5 tahun pada periode tahun 2019 di Wilayah Desa Sindang Kabupaten Indramayu yang jumlahnya sementara dari bulan Januari - Desember sebanyak 38 orang. Sedangkan sampel penelitiannya diambil seluruhnya dari populasi atau total sampling. Hasil penelitian didapatkan pola asuh nutrisi baik 55,3% dan 60,5% pemantauan kesehatan yang baik yang dilakukan oleh orang tua . Terdapat hubungan yang bermakna pola asuh nutrisi terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun (nilai p=0,024) dan hubungan yang bermakna pemantauan kesehatan terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun (nilai p=0,022).Terdapat pengaruh positif pola asuh nutrisi dan pemantuan kesehatan terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di wilayah Desa Sindang Kabupaten Indramayu. Saran ibu dan tenaga kesehatan meningkatkan pengetahuan serta melakukan pemantauan kesehatan terhadap anak.
 
DESCRIPTION OF SURGERY PATIENT SAFETY PHASE SIGN OUT ON SURGICAL PATIENTS AT CENTRAL SURGERY INSTALLATION RSUD INDRAMAYU 2017
Patient safety adalah pasien bebas dari cedera yang tidak seharusnya terjadi atau bebas atas cedera potensial yang mungkin terjadi terkait dengan pelayanan kesehatan (KKP-RS, 2008).Menurut catatan Medical Record RSUD Indramayu, periode Januari–Desember 2016 tercatat jumlah operasi 6.014 orang.Rata-rata operasi bedah tiap bulan 500 orang.Tujuan Penelitian adalah mengetahui gambaran penerapan surgery patient safety fase sign out pada pasien pembedahan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Indramayu Tahun 2017.Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan populasi proses sign out pada pembedahan di IBS RSUD Indramayu tahun 2017.Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah 89 tindakan.pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner.Hasil penelitian menujukkan penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi, 71,9 % termasuk kategori tidak sesuai standar, hasil observasi penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan, 57,3 % kategori tidak sesuai standar dan dokumentasi penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan di IBS RSUD Indramayu Tahun 2017, 64,1 % termasuk kategori tidak sesuai standar.Kesimpulan penelitian yaitu penerapan Surgery Patient Safety FaseSign Out pada pasien pembedahan di IBS RSUD Indramayu Tahun 2017 kategori tidak sesuai standar. Saran diharapkan perawat melaksanakan penerapan dan mendokumentasikan kegiatan surgery patient safety fasesign out sesuai standar yang telah ditetapkan.Patient safety adalah pasien bebas dari cedera yang tidak seharusnya terjadi atau bebas atas cedera potensial yang mungkin terjadi terkait dengan pelayanan kesehatan (KKP-RS, 2008).Menurut catatan Medical Record RSUD Indramayu, periode Januari–Desember 2016 tercatat jumlah operasi 6.014 orang.Rata-rata operasi bedah tiap bulan 500 orang.Tujuan Penelitian adalah mengetahui gambaran penerapan surgery patient safety fase sign out pada pasien pembedahan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Indramayu Tahun 2017.Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan populasi proses sign out pada pembedahan di IBS RSUD Indramayu tahun 2017.Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah 89 tindakan.pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner.Hasil penelitian menujukkan penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi, 71,9 % termasuk kategori tidak sesuai standar, hasil observasi penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan, 57,3 % kategori tidak sesuai standar dan dokumentasi penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan di IBS RSUD Indramayu Tahun 2017, 64,1 % termasuk kategori tidak sesuai standar.Kesimpulan penelitian yaitu penerapan Surgery Patient Safety FaseSign Out pada pasien pembedahan di IBS RSUD Indramayu Tahun 2017 kategori tidak sesuai standar. Saran diharapkan perawat melaksanakan penerapan dan mendokumentasikan kegiatan surgery patient safety fasesign out sesuai standar yang telah ditetapkan