Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
    212 research outputs found

    METODE PENGELOLAAN KONFLIK INTERPROFESIONAL

    No full text
    Introduction: The existence of conflicting goals in patient care cannot be fully agreed upon. Having the ability to manage conflict is good, can help, increase cooperation and increase satisfaction at work. Objective: To identify interprofessional conflict management to increase creativity in carrying out conflict management strategies. Method: The method used in this article is Literature Review. Search based on electronic data, in the selection of articles researchers used themes and analysis in journals. Results: There are several methods that can be done to resolve conflicts, namely: avoidance (collaboration), collaboration, coercion, and negotiation. Conclusion: Conflicts in health workers emphasize the level of stress, satisfaction in work and the effectiveness of teamwork that improve health degradation. Therefore creating creative conflict is a good conflict management strategy.Suggestion: It is hoped that individuals can improve their abilities and knowledge in learning interprofessional conflict management in problem solving. Keywords: Interprofessional Conflict, Conflict Management, Nursing EducationPendahuluan: Munculnya suatu konflik mengakibatkan tujuan perawatan pasien tidak tercapai secara maksimal. Memiliki kemampuan manajemen konflik yang bagus, dapat menurunkan kelelahan, meningkatkan kerjasama tim dan meningkatkan kepuasan dalam bekerja. Tujuan: Mengidentifikasi manajemen interprofesional konflik untuk meningkatkan kreatifitas dalam melakukan strategi manajemen konflik. Metode: Metode yang digunakan pada artikel ini ialah Literature Review. Pencarian berbasis data elektronik, dalam pemilihan artikel peneliti menggunakan pendekatan tema dan analisa pada jurnal. Hasil: Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi konflik yaitu: menghindar (avoidance), kolaborasi, forcing, dan negosiasi. Kesimpulan: Konflik pada tenaga kesehatan berdampak pada tingkat stress, kepuasan dalam bekerja dan efektifitas kerjasama tim yang mengakibatkan penurunan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu menciptakan penyelesaian konflik yang kreatif merupakan strategi manajemen konflik yang baik. Saran: Diharapakan individu dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya dalam belajar interprofesional conflict management dalam penyelesaian permasalahan. Kata kunci: Interprofessional Conflict, Conflict Management, Nursing Educatio

    PENILAIAN RISIKO KELAUTAN DI KAPAL TUG BOAT DENGAN METODE HIRADC UNTUK AREA OPERASI CONOCOPHILLIPS GRISIK (2015-2018)

    No full text
    Tugboats are one type of ship that has a high level of maneuverability. This is very suitable for water activities both at the port and offshore (Kantharia, 2020). This study uses the HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) method that identifies hazards that can occur in routine or non-routine activities on tugs (Petro Suban) in 2015-2018 period , assessing the frequency of occurrence of hazards and their impacts followed by controlling and reduce the value of risk to the point acceptable to the company, the source of research data obtained from risk assessment activities based on the scope of work of the ship such as personal transfer, fuel transfer process and the process of assisting tankers when lifting oil. Research shows that there is the potential for fire and explosion hazards, navigational hazards, collision hazards, dangers of oil spills and people falling into the sea. The potential hazards that have been identified are classified in the high risk classificatio

    RELATIONSHIP OF ELF CARE MANAGEMENT AS AN EFFORT TO CONTROL BLOOD GLUCOSE LEVELS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS: A LITERATURE REVIEW

    No full text
    Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolikkronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah.Akibat peningkatan glukosa darah menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol, Upaya mengontrol  glukosadarah pada penderita diabetes mellitus melalui perilaku self care management, yaitu dengan pengaturan pola makan (diet), aktivitas fisik/olahraga, monitoring gula darah, dan kepatuhan konsumsi obat.Sudah banyak penelitian terkait masalah ini, namun belum ada yang mereview dari hasil-hasil penelitian tersebut.Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self care management dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitianini menggunakan metode systematic literature review. Artikel diambil dari Google schoolar, Portal Garuda, Repository, Directory of Open Access Journals (DOAJ),Hindawi Publhising, dan Sinta, dari tahun 2010 s.d 2020.Prosedur pencarian dan seleksi artikel menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-analyses (PRISMA). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari 8 artikel yang dianalisis diketahui ada hubungan antara self care management dengan kadar glukosa darah. (p-value = <0,05). Kesimpulan: Self care management merupakan salah satu upaya dalam menurunkan kadar glukosa darah. Saran ditujukan untuk perawat agar memasukan intervensi diabetic self care management education sebagai upaya promotif dan preventif pada penderita DM.Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolikkronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah.Akibat peningkatan glukosa darah menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikontrol, Upaya mengontrol  glukosadarah pada penderita diabetes mellitus melalui perilaku self care management, yaitu dengan pengaturan pola makan (diet), aktivitas fisik/olahraga, monitoring gula darah, dan kepatuhan konsumsi obat.Sudah banyak penelitian terkait masalah ini, namun belum ada yang mereview dari hasil-hasil penelitian tersebut.Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self care management dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitianini menggunakan metode systematic literature review. Artikel diambil dari Google schoolar, Portal Garuda, Repository, Directory of Open Access Journals (DOAJ),Hindawi Publhising, dan Sinta, dari tahun 2010 s.d 2020.Prosedur pencarian dan seleksi artikel menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-analyses (PRISMA). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari 8 artikel yang dianalisis diketahui ada hubungan antara self care management dengan kadar glukosa darah. (p-value = <0,05). Kesimpulan: Self care management merupakan salah satu upaya dalam menurunkan kadar glukosa darah. Saran ditujukan untuk perawat agar memasukan intervensi diabetic self care management education sebagai upaya promotif dan preventif pada penderita DM

    HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT STRESS MAHASISWA D-III KEBIDANAN STIKes INDRAMAYU TAHUN 2018

    No full text
    personality typeis divided into 2 extrovert and introvert who has extrovert edpersonality types are good at socializing, Stress is a psychological phenomenonthat is often encountered indaily life, in which every individual must have experienced it low, strandart and high.but the level stress suffered by any person not the same aim of this study to know Relationships Personality Types with levels of stress student D-IV midwife STIKes Indramayu 2018 Analytical method with acrosssectional descriptive study, the sample in the study all students study the D-III program midwife STIKes Indramayu year 2018. Metode total sampling, total of 40 people, the research instrument is a questionnaire, and processed with computer programs.The results showed the majority of personality ektrovert is 26 students (65%) and mild stress levels is 25 students (62,5%). The analysis shows that using spearman rank p = 0.066 and 0.05 significance level. And the correlation coefficient (rs) is equal to - 0.279 means that there is no relationship between personality type with student stress levels.Tipe kepribadian menurut eysenck dibagi menjadi 2 yaitu ekstrovert dan introvert orang yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert pandai bersosialisasi, introvert mempunyai ciri tenang, pemalu, Stress merupakan suatu gejala psikologis yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, dimana setiap individu pasti pernah mengalaminya, namun tingkat stress yang diderita oleh tiap orang tidaklah sama, yaitu ringan, sedang dan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tipe Kepribadian dengan Tingkat Stress Mahasiswa D-III Kebidanan STIKes Indramayu Tahun 2018 Metode penelitian deskriptif analitik dengan crosssectional, sampel dalam penelitian semua mahasiswa program studi D-III Kebidanan STIKes Indramayu Tahun 2018. Metode pengambilan sampel total sampling, Sebanyak 40 orang, instrument penelitian ini adalah kuesioner, dan diolah dengan program komputer. Hasil penelitian menunjukan mayoritas berkepribadian ektrovert sebanyak 26 mahasiswa (65%) dan tingkat stress ringan sebanyak 25 mahasiswa (62,5%). Hasil analisis menggunakan spearman rank menunjukan bahwa p=0,066  dan taraf signifikasi 0,05. Serta koefisien korelasi (rs) yaitu sebesar – 0,279 artinya bahwa tidak ada hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat stress mahasiswi, Diharapkan adanya peran aktif dosen pembimbing untuk memperhatikan tipe kepribadian mahasiswi sehingga adanya pendekatan secara psikologis dengan adanya tali persaudaraan dan keterbukaan untuk meminimalkan tingkat stress, sehingga toleransi terhadap stress menjadi semakin baik dan diikuti dengan peningkatan indeks prestas

    ANTENATALCARE ANALYSIS BY MIDWIFE IN COMMUNITY HEALTH CENTERS PENGARENGAN SAMPANG BASED ON HEALTH BELIEF MODEL THEORY

    No full text
    Background : According to the results Riskesdas 2013, the healthcare of mother and children is one of the health issues that concern the world. Purpose : The object of this research is to analyze the influence of behavioral factors on the performance of midwife with health belief models theory approach in Pangarengan community health center. Method : This was a observational research conducted cross-sectional in August-October 2019. The technique to collect data were questionaire and check list. The data utilized were both primary and secondary data. The population in this study were all midwives working in community health centers Pengarengan totaling twenty people. The frequency distribution was used to analyze the data. Result: Based on linear regression analisys obtained perceived severity, perceived susceptibility and cues to actions had a positive influence on the behavior of the midwife. While the perceived barriers, perceived benefits and self efficacy had the opposite effect. Conclusion: health belief model of theory have an impact on behavior improvement Pengarengan antenatal care at the health center. Suggestion: Further research needs to be done about the behavior of the performance in order to improve the quality of antenatal care.Menurut hasil Riskesdas 2013, kesehatan ibu dan anak-anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyangkut dunia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor perilaku terhadap kinerja bidan dengan pendekatan teori model kepercayaan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat Pangarengan. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang dilakukan cross-sectional pada bulan Agustus-Oktober 2019. Teknik untuk mengumpulkan data adalah kuesioner dan check list. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bidan yang bekerja di puskesmas Pengarengan berjumlah dua puluh orang. Distribusi frekuensi digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji regresi linier diperoleh perceived severity, perceived susceptibility dan cues to actions memiliki pengaruh positif terhadap perilaku bidan. Sedangkan perceived barrier, perceived benefit dan self efficacy memiliki pengaruh sebaliknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa health belief model theory memiliki pengaruh terhadap peningkatan perilaku pelayanan antenatal di Puskesmas Pengarengan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lanjut tentang perilaku terhadap kinerja dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan antenatal

    HUBUNGAN AKTIVITAS BERSAMA TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU KENAKALAN REMAJA DI SMK BHAKTI HUSADA KUNINGAN

    No full text
    Juvenile delinquency is a social pathological symptom in adolescents caused by a form of social neglect, resulting in adolescents developing aberrant behavior. One of the other factors that cause the happening of juvenile delinquency is the association factor of peers. Joining teenagers with peers will result in changes. Changes that occur are in terms of activity. The purpose of this study was to determine the relationship between peer activities with juvenile delinquency behavior. This research type is correlation with quantitative method and cross sectional approach. The population in this study are all students in SMK Bhakti Husada Kuningan and sampling using purposive sampling method amounted to 50 people. Taking the research data using questionnaire. The results showed that most respondents had peer activity in good category (42%) and juvenile delinquency behavior in low category (48%). Statistical test results obtained ρ value <α with value (p = 0,000) which indicates that Ha accepted means there is a relationship between peer activity with behavior of juvenile delinquency At Bhakti Husada School Kuningan. The importance of facilities in order to minimize the happening of juvenile delinquency by activating extracurricular activities both in academic and non academic fields.  Kenakalan remaja (juvenile delinquency) merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, akibatnya remaja mengembangkan perilaku yang menyimpang. Salah satu faktor lain yang menjadi faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja adalah faktor pergaulan teman sebaya. Bergabungnya remaja dengan teman sebaya akan mengakibatkan adanya perubahan-perubahan. Perubahan yang terjadi adalah dalam hal aktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara aktivitas teman sebaya dengan perilaku kenakalan remaja. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam peneitian ini adalah seluruh siswa di SMK Bhakti Husada Kuningan dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berjumlah 50 orang. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas teman sebaya pada kategori  baik  (42%) dan perilaku kenakalan remaja pada kategori rendah (48%). Hasil uji statistik diperoleh ρ value < α dengan nilai (p = 0,000) yang menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdapat hubungan antara aktivitas teman sebaya dengan perilaku kenakalan remaja Di SMK Bhakti Husada Kuningan. Pentingnya fasilitas dalam rangka meminimalisir terjadinya kenakalan remaja dengan mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler baik pada bidang akademis maupunnon akademis

    ANALISIS PERMASALAHAN KESEHATAN PADA NARAPIDANA DILEMBAGA PEMASYARAKATAN

    No full text
    In accordance with what we see today, the population in prison is increasing and the health problems of prisoners are quite large. The correctional facility is currently designed taking into account the sentence of the detainee. The purpose of this study is to analyze the health of a prisoner in prison, because health indicates a major problem in supervision of correctional institutions related to mental health, as well as infectious diseases. Effective delivery of health services to detainees depends on a partner or a prison warden and one way to overcome this is by the existence of new regulations that must be considered by the government so that the health of prisoners can be maintained.Sesuai dengan apa yang kita lihat saat ini, populasi di lembaga pemasyarakatan meningkat dan masalah kesehatan tahanan menjadi cukup besar. Lembaga pemasyarakatan saat ini dirancang dengan mempertimbangkan hukuman dari tahanan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa tentang kesehatan seorangnarapidana di dalam penjara, karena kesehatan menunjukkan sebuah masalah utama dalam pengawasan di lembaga pemasyarakatan yang terkait pada kesehatan mental, serta penyakit menular. Penyampaian layanan kesehatan yang efektif kepada para narapidana tergantung pada mitra atau seorang sipir penjara dan salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan adanya regulasi baru yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar kesehatan orang yang dipenjara tetap dapat terjaga

    PENGGUNAAN MOBILE PHONE REMINDE RSEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA):A SYSTEMATIC REVIEW

    No full text
    Background: HIV/AIDS are currently a health problem that threatens Indonesia and many countries around the world. Adherence with taking medication is one of the important factors in the success of ART. The latest innovations in the use of Mobile Phone Reminder (MPR) such as messaging, telephone calls, and application use are considered successful in increasing medication compliance among patients undergoing ART and have been examined and implemented in many countries with high-quality evidence that shows success for patients in improving adherence . Objective: To find out the use of MPR in an effort to improve adherence in PLWHA. Method: This study uses a systematic review based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-Analyzes (PRISMA) to identify all literature published by using relevant keywords. Results: In the 10 articles we have analyzed, the use of mobile phone reminders has been used in several countries such as China, Malaysia, Kenya, India, Cameroon, Boston, Sandiego. The ways that can be done to use MPR by using the method of voice calls and text messages  as a reminder and support for PLWHA to obediently  ART. Conclusion: MPR can be used as an option in an effort to improve adherence in PLWHALatar Belakang: HIV/AIDS saat ini merupakan masalah kesehatan yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Kepatuhan meminum obat merupakan salah satu faktor yang penting dalam keberhasilan pengobatan ARV. Inovasi terbaru penggunaan Mobile Phone Reminder seperti pesan teks, panggilan telepon, dan penggunaan aplikasi dianggap berhasil meningkatkan kepatuhan pengobatan di antara pasien yang menjalani pengobatan ARV dan telah diperiksa serta diimplementasikan di banyak negara dengan bukti berkualitas tinggi yang menunjukkan keberhasilan untuk pasien dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan ARV.  Tujuan: Mengetahui penggunaan Mobile Phone Reminder dalam upaya meningkatkan kepatuhan pengobatan ARV pada ODHA. Metode: Menggunakan systematic review berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-Analyses (PRISMA) untuk mengidentifikasi semua literature yang dipublikasikan dengan menggunakan kata kunci yang relevan. Hasil: Pada 10 artikel yang telah dianalisis, penggunaan Mobile Phone Reminder telah digunakan di beberapa Negara seperti China, Malaysia, Kenya, India, Cameroon, Boston, dan Sandiego. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk menggunakan Mobile Phone Reminder dengan menggunakan metode panggilan suara dan pesan teks (SMS) sebagai pengingat serta dukungan kepada ODHA agar patuh menjalani pengobatan ARV. Kesimpulan: Mobile Phone Reminder dapat digunakan sebagai pilihan dalam upaya meningkatkan kepatuhan pengobatan ARV pada ODH

    GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA OLEH CARE GIVER PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SLBN PAHLAWAN INDRAMAYU

    No full text
    Tumbuh kembang merupakan manifestasi yang kompleks dari perubahan morfologi, biokimia, dan fisiologi yang terjadi sejak konsepsi sampai maturasi/dewasa. Dalam tahap ini  terdapat beberapa masalah yaitu keterlambatan perkembangan yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar manusia anak itu sendiri. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan dasar manusia oleh caregiver pada anak berkebutuhan khusus di SLBN Pahlawan Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu caregiver yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Sampel sebanyak 55 responden. Instrumen menggunakan lembar kuesioner tentang pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Analisa data menggunakan cut of point. Penyajian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian sebanyak 29 responden (52,7 %) dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia. Sebanyak 38 responden (69,10 %) terpenuhi kebutuhan fisiologis, 32 responden (58,18 %) terpenuhi keselamatan dan keamanan, 28 responden (50,90 %) terpenuhi kebutuhan cinta dicintai, 29 responden (52,72 %) tidak terpenuhi kebutuhan haga diri, 33 responden (60,0 %) terpenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Simpulan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar manusia oleh caregiver pada anak berkebutuhan khusus terpenuhi sebanyak 29 responden (52,7 %). Disarankan agar perawat maupun caregiver mampu bekerjasama melakukan penyuluhan kesehatan terkait pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan lebih memperhatikan kebutuhan dasar pada anak berkebutuhan khusus terutama pada kebutuhan harga diri.Tumbuh kembang merupakan manifestasi yang kompleks dari perubahan morfologi, biokimia, dan fisiologi yang terjadi sejak konsepsi sampai maturasi/dewasa. Dalam tahap ini  terdapat beberapa masalah yaitu keterlambatan perkembangan yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar manusia anak itu sendiri. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan dasar manusia oleh caregiver pada anak berkebutuhan khusus di SLBN Pahlawan Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian yaitu caregiver yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Sampel sebanyak 55 responden. Instrumen menggunakan lembar kuesioner tentang pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Analisa data menggunakan cut of point. Penyajian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian sebanyak 29 responden (52,7 %) dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia. Sebanyak 38 responden (69,10 %) terpenuhi kebutuhan fisiologis, 32 responden (58,18 %) terpenuhi keselamatan dan keamanan, 28 responden (50,90 %) terpenuhi kebutuhan cinta dicintai, 29 responden (52,72 %) tidak terpenuhi kebutuhan haga diri, 33 responden (60,0 %) terpenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Simpulan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar manusia oleh caregiver pada anak berkebutuhan khusus terpenuhi sebanyak 29 responden (52,7 %). Disarankan agar perawat maupun caregiver mampu bekerjasama melakukan penyuluhan kesehatan terkait pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan lebih memperhatikan kebutuhan dasar pada anak berkebutuhan khusus terutama pada kebutuhan harga diri

    PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN JERUK BALI (CITRUS GRANDIS)DAN JERUK LEMON (CITRUS LIMON) TERHADAP INTENSITAS MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS LANGSA KOTA TAHUN 2019

    No full text
    Morning Sickness is a problem that often occurs in pregnant women trimester I. The incidence of nausea is 27-30%, while vomiting as much as 28-52%. Nausea and vomiting that interfere with the activities and general conditions of pregnant women are called Hyperemesis Gravidarum. If not handled properly, it will cause symptoms of severe nausea and vomiting and persistent resulting in dehydration, electrolyte disturbances or nutrient deficiency.To find out Comparison of Effectiveness of Pomelo and Lemon on the Intensity of Nausea and Vomiting in Pregnant Women in Langsa City Health Centre.Quasi-experimental-posttest non equivalent control group design.The total sample in this study is the Total Population of 34 respondents.Data collection techniques in this study by observation using a checklist and RINVR questionnaire. Data analysis using the Paired sample t-test.The results of the Paired T-Test showed that both groups had an effect on significantly reducing the nausea of ​​vomiting in pregnant women with a p-value of 0,000 in Pomelo, and in the Lemon group p value of 0.029. However, judging by the average difference, Pomelo was better (4,118) compared to lemon (0.353).Pomelo is more effective in reducing the score of nausea and vomiting in pregnant women compared to lemon.Latar Belakang: Morning Sickness adalah masalah yang sering terjadi pada wanita hamil trimester I. Tingkat kejadian mual sebesar 27-30%, sedangkan muntah sebanyak 28-52%. Mual dan muntah yang mengganggu aktifitas serta keadaan umum ibu hamil disebut Hyperemesis Gravidarum. Apabila tidak ditangani dengan baik maka akan menimbulkan gejala mual dan muntah yang berat serta persisten sehingga mengakibatkan dehidrasi, gangguan elektrolit atau defisiensi nutrien.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui  Perbandingan Efektifitas Pemberian Jeruk Bali dan Jeruk Lemon  Terhadap Intensitas Mual Dan  Muntah Pada Ibu Hamil di Puskesmas Langsa Kota Tahun 2019.Tempat Penelitian: Puskesmas Langsa Kota.Desain Penelitian: quasi experimentpretest-posttest nonequivalentcontrol group design.Terbagi dalam 2 kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Populasi dan Sampel: Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah Total Populasi berjumlah 34 responden.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi menggunakan  daftar tilik dan kuesioner RINVR. Analisa data dengan menggunakan Uji Paired sample t-test.Hasil Penelitian: Hasil Paired T-Test menunjukkan kedua kelompok berpengaruh dalam menurunkan skor mual muntah pada ibu hamil secara signifikan p-value 0.000 pada Jeruk Bali, dan pada kelompok Jeruk Lemon p value 0.029. Namun dilihat dari selisih rerata, kelompok jeruk bali lebih baik (4.118) dibandingkan dengan jeruk lemon (0.353).Kesimpulan: Jeruk Bali lebih efektif dalam menurunkan skor mual muntah pada ibu hamil dibandingkan dengan Jeruk lemon

    56

    full texts

    212

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Indra Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇