Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
    212 research outputs found

    HUBUNGAN REMAJA SELAMA MENGIKUTI SEKOLAH DARING MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN GANGGUAN KESEIMBANGAN STATIS

    No full text
    The development has begun to be used by several schools and universities in Indonesia as the implementation of their educational programs during the Corona Viruz Pandemic. The program is known as an online learning program or e-learning system or online learning. Currently, teenage students are required to do learning activities from home with smartphones or computers. This can potentially lead to obesity, decreased physical ability, endurance and can affect the balance of adolescents. Balance disorders for adolescents are due to non-optimal daily activities that cause muscle strength to be not optimal. This research is a type of research non-experimental, the research design used in this study is analytic observation with the measuring instrument used is the Standing Stork Test or (one-leg stand) with the subject according to the inclusion criteria. The observation uses by telehealth with respondents who will be the object of research. The purpose of this study is to find out the problems posed in adolescents associated with the online learning process during COVID-19. The results of this research that correlation coefficient of 0.015 and -0.419 in this test indicate that the reduced physical activity in adolescents will cause a decrease in the body\u27s static balance.Perkembangan mulai dimanfaatkan oleh beberapa sekolah dan Perguruan Tinggi di Indonesia dalam penyelenggaraan program pendidikannya. Program tersebut dikenal sebagai program pembelajaran daring atau system e-learning atau online learning. Saat ini para siswa remaja dituntut untuk melakukan semua berbagai aktivitas belajar dari rumah dengan smartphone maupun computer. Hal tersebut dapat berpotensi menyebabkan terjadinya obesitas, penurunan kemampuan fisik, daya tahan dan dapat berpengaruh pada keseimbangan remaja. Gangguan keseimbangan untuk usia remaja dikarenakan tidak optimalnya aktivitas keseharian yang menyebabkan kekuatan otot menjadi tidak optimal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi analitik dengan alat ukur yang digunakan yaitu Standing Stork Test atau (one leg stand) dengan subjek sesuai dengan kriteria inklusi. Observasi apabila masih dalam masa pendemi ini akan menggunakan telehealth dengan responden yang akan dijadikan obyek penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui masalah yang ditimbulkan pada remaja terkait dengan proses pembelajaran melalui metode Daring selama masa COVID-19. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis ditemukan hasil yaitu dengan nilai koefisien kolerasi sebesar 0,015 dan -0,419 pada uji ini menunjukkan  bahwa semakin berkurangnya aktivitas fisik pada remaja maka akan menyebabkan terjadinya penurunan keseimbangan statis tubuh

    PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRE OPERASI SECTIO CAESAREA

    No full text
    Background : Sectio caesarea surgery has complications of infection, bleeding, bladder injury, pulmonary embolism, uterine rupture, and perinatal fetal death, which can cause concern and anxiety. Relaxation therapy is an alternative that can be given to reduce the anxiety response. Music has been shown to control neurophysiological levels that can create a relaxing effect through central and autonomic nervous responses. Objectives : To determine the effect of classical music therapy on reducing anxiety levels in mothers per sectio caesarea operation at Langsa City Hospital. Methods : The research design used in this study is a quasi-experimental experiment, which is an experiment that does not or does not have the characteristics of an actual experimental design. The approach chosen is One Group Pre Test – Post Test Design, namely research that uses one group of subjects, measurements are taken before being given the intervention and after being given the intervention. The number of samples in the study were 21 people obtained by Accidental Sampling. Results : The results of statistical tests obtained P value = 0.000, which means P value < (0.000 < 0.05), it can be concluded that there is an effect of giving music therapy to decrease anxiety levels in preoperative sectio caesarea mothers. Conclusion: Classical music therapy can reduce anxiety levels in preoperative sectio caesarea mothers.Latar Belakang : Operasi sectio caesarea mempunyai komplikasi infeksi, perdarahan, luka pada kandung kencing, embolisme paru-paru, ruptur uteri, dan kematian janin perinatal, sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan. Terapi relaksasi merupakan salah satu alternatif yang dapat diberikan untuk mengurangi respon kecemasan. Musik telah terbukti dapat mengendalikan tingkat neurofisiologis yang dapat membuat efek relaksasi melalui respon saraf sentral dan otonom. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu per operasi sectio caesarea di RSUD Kota Langsa. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen yaitu eksperimen yang belum atau tidak memiliki ciri-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya. Pendekatan yang dipilih adalah One Group Pre Test – Post Test Design yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 21 orang yang diperoleh dengan Accidental Sampling. Hasil Penelitian : Hasil uji statistik didapatkan nilai Pvalue = 0,000, yang berarti Pvalue < α (0,000 < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu pre operasi sectio caesarea.   Kesimpulan : Terapi musik klasik dapat menuruknkan tingkat kecemasan pada ibu pre operasi sectio caesarea

    HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

    No full text
    Diabetes mellitus complications affect the quality of life of the client. The use of positive coping mechanisms in people with diabetes mellitus can reduce stress, cause a decrease in blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers so that they can maintain a good quality of life. To determine the relationship of coping mechanisms with quality of life in people with type 2 diabetes mellitus. This research uses a correlational research type and a cross sectional approach  involving 41 respondents, the COPE and DQOL The Brief online questionnaire. Chi squared was used to analyze data. Most of the coping mechanisms in type 2 diabetes mellitus sufferers had maladaptive for 21 people (51.2%), and moderate quality of life for 17 people (41.4%). There is a significant correlation between coping mechanisms and quality of life p-value of 0.003 (α> 0.05). The coping mechanism affects the quality of life of people with mellitus type 2, efforts that can be made by providing education regarding the importance of coping mechanisms for sufferers and their families in order to optimize the coping mechanism, so that it has a better impact on blood sugar control.Komplikasi diabetes mellitus mempengaruhi kualitas hidup dari klien. Mekanisme koping yang positif pada penderita diabetes mellitus dapat mengurangi stres, menyebabkan penurunan kadar gula darah sehingga bisa memelihara kualitas hidup yang baik. Untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dan pendekatan cross sectional yang melibatkan 41 responden, menggunakan kuesioner The Brief COPE dan DQOL secara online. Chi kuadrat digunakan untuk menganalisis data. Mekanisme koping pada penderita diabetes mellitus tipe 2 sebagian besar maladaptif 21 orang (51,2 %), dan kualitas hidup sedang 17 orang (41,4%). Ada korelasi yang signifikan antara  mekanisme koping dengan kualitas hidup p 0,003 (α> 0,05). Mekanisme koping berpengaruh terhadap kualitas hidup penderita mellitus tipe 2, upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi terkait pentingnya mekanisme koping pada penderita maupun keluarga agar mengoptimalkan mekanisme koping, sehingga berdampak lebih baik pada kontrol gula darah dari penderita

    GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) KEPALA KELUARGA DESA KARANGANYAR KECAMATAN PASEKAN KABUPATEN INDRAMAYU

    No full text
    PHBS Tatanan Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepala keluarga di Desa Karanganyar Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, populasi sebanyak 972 KK dan sampelnya adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 18,2% Rumah Tangga persalinannya oleh tenaga kesehatan, 13,5% tidak memberikan ASI Eksklusif, 16,9% bayi dan balita tidak ditimbang setiap bulan, 0,8% KK belum menggunakan air bersih, 3,6% KK belum mempunyai kebiasaan mencuci tangan, 11,5% KK belum menggunakan jamban sehat, 18,4% KK tidak melakukan pemberantasan jentik nyamuk, 2,2% KK tidak mempunyai kebiasaan  mengkonsumsi buah dan sayur, 2,3% KK tidak mempunyai kebiasaan melakukan aktifitas fisik setiap hari, dan 57,1% KK mempunyai kebiasaan merokok di dalam rumah. Diharapkan agar rumah tangga memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS, kepada setiap rumah tangga untuk lebih memahami bahaya yang ditimbulkan akibat rokok dan kepada pihak yang terkait untuk selalu memberikan informasi tentang bahaya rokok.PHBS Tatanan Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepala keluarga di Desa Karanganyar Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, populasi sebanyak 972 KK dan sampelnya adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 18,2% Rumah Tangga persalinannya oleh tenaga kesehatan, 13,5% tidak memberikan ASI Eksklusif, 16,9% bayi dan balita tidak ditimbang setiap bulan, 0,8% KK belum menggunakan air bersih, 3,6% KK belum mempunyai kebiasaan mencuci tangan, 11,5% KK belum menggunakan jamban sehat, 18,4% KK tidak melakukan pemberantasan jentik nyamuk, 2,2% KK tidak mempunyai kebiasaan  mengkonsumsi buah dan sayur, 2,3% KK tidak mempunyai kebiasaan melakukan aktifitas fisik setiap hari, dan 57,1% KK mempunyai kebiasaan merokok di dalam rumah. Diharapkan agar rumah tangga memiliki kesadaran akan pentingnya PHBS, kepada setiap rumah tangga untuk lebih memahami bahaya yang ditimbulkan akibat rokok dan kepada pihak yang terkait untuk selalu memberikan informasi tentang bahaya rokok

    PENGARUH POSYANDU REMAJA TERHADAP STATUS KESEHATAN REPRODUKSI DI SALAH SATU WILAYAH PUSKESMAS DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2021

    No full text
    Adolescence is a period of transition or movement from childhood to adulthood, adolescents will experience challenges both from themselves and from outside. This creates confusion for adolescents who are worried that adolescents will engage in irresponsible sexual behavior. is one of the activities that can overcome adolescent problems. The research method uses Quasi Experimental adolescents who are provided with youth posyandu services, measurement of reproductive health status before and after. A sample of adolescents aged 10-18 years. Analysis using the Wilcoxcon test obtained reproductive health status, namely knowledge before 69.2% less while after 71.8% the level of knowledge was good, p-Value 0.000, anemia status before 25.6% anemia and after becoming 5.1% who experienced anemia p-Value 0.01, nutritional status before 69.2 underweight nutritional status, and after 59% normal nutritional status P-value 0.004 from the results of this study it can be concluded that there is an influence of adolescent posyandu on improving reproductive health Therefore, the youth posyandu should continue to be implemented.Masa remaja merupakan masa peralihaan atau perpindahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, remaja akan mengalami tantangan baik yang berasal dari dirinya sendiri maupun tantangan dari luar.hal ini memberikan kebingungan kepada remaja yang dikhawatirkan remaja akan melakukan perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab.Posyandu remaja adalah salah satu kegiatan yang bisa mengatasi permasalahan remaja.Metode penelitiannya menggunakan Quasi Experimental remaja yang di berikan pelayanan posyandu remaja,dilakukan pengukuran status kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah. Sample remaja berusia 10-18 tahun.Analisis  menggunakan uji Wilcoxcon didapatkan status kesehatan reproduksi yaitu pengetahuan sebelum 69,2% kurang sedangkan sesudah 71,8% tingkat pengetahuan baik nilai p-Value 0,000, status anemia sebelum 25,6 % anemia dan sesudah menjadi 5,1% yang mengalami anemia  p-Value 0,01,status gizi sebelum 69,2 status gizi kurus, dan sesudah 59 % status gizi normal P-value 0,004 dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh posyandu remaja terhadap peningkatan kesehatan reproduksi, dengan begitu posyandu remaja seharusnya terus dilaksanakan

    STUDI LITERATUR: PENGARUH KEHADIRAN KELUARGA TERHADAP KEPUTUSASAAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT KANKER

    No full text
    Masalah psikologis yang sering dialami oleh pasien kanker salah satunya adalah keputusasaan terhadap penyakit yang dialaminya sehingga diperlukan dukungan keluarga untuk meningkatkan kepercayaan akan kesembuhan terhadap penyakit kanker. Dukungan dari setiap anggota keluarga memiliki peranan penting bagi pencegahan maupun penanganan masalah psikologis yang muncul pada pasien kanker. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kehadiran keluarga dalam mengatasi keputusasaan pasien dengan panyakit kanker. Metode pencarian literature dilakukan secara komprehensif melalui Database PubMed, Science Direct dan Google Scholar dengan kriteria inkulusi artikel berbahasa inggris yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015 – 2020. Hasil dari pencarian yang dilakukan diperoleh 81.927 artikel dan setelah melakukan penyaringan, diperolah 7 artikel yang memenuhi syarat. Hasil penelitian bahwa social support yang diberikan kepada pasien kanker memiliki pengaruh positif dalam menurunkan keputusasaan dan kecemasan pasien kanker dan juga caregiver. Dukungan sosial ini dapat menjadi faktor protektif untuk mencegah keputusasaan pasien kanker karena dukungan social yang diberikan oleh keluarga dan kerabat terdekat pasien sangatlah membantu pasien dalam mengekspresikan perasaan, kekhawatiran, dan pengalamannya sehingga mampu meningkatkan harapan hidup dan meminimalisir keputusasaan pasien kanker. Kesimpulan: keputusasaan yang dirasakan pasien kanker dapat diturunkan melalui social support yaitu dengan dukungan yang diberikan oleh keluarga dan kerabat dekat pasien. Oleh karena itu, disarankan agar perawat memberikan penguatan pada sistem dukungan sosial dalam proses pengobatan pasien kanker dan keluarga dapat menjadi sumber harapan atau kekuatan bagi pasien kanker.Masalah psikologis yang sering dialami oleh pasien kanker salah satunya adalah keputusasaan terhadap penyakit yang dialaminya sehingga diperlukan dukungan keluarga untuk meningkatkan kepercayaan akan kesembuhan terhadap penyakit kanker. Dukungan dari setiap anggota keluarga memiliki peranan penting bagi pencegahan maupun penanganan masalah psikologis yang muncul pada pasien kanker. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kehadiran keluarga dalam mengatasi keputusasaan pasien dengan panyakit kanker. Metode pencarian literature dilakukan secara komprehensif melalui Database PubMed, Science Direct dan Google Scholar dengan kriteria inkulusi artikel berbahasa inggris yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015 – 2020. Hasil dari pencarian yang dilakukan diperoleh 81.927 artikel dan setelah melakukan penyaringan, diperolah 7 artikel yang memenuhi syarat. Hasil penelitian bahwa social support yang diberikan kepada pasien kanker memiliki pengaruh positif dalam menurunkan keputusasaan dan kecemasan pasien kanker dan juga caregiver. Dukungan sosial ini dapat menjadi faktor protektif untuk mencegah keputusasaan pasien kanker karena dukungan social yang diberikan oleh keluarga dan kerabat terdekat pasien sangatlah membantu pasien dalam mengekspresikan perasaan, kekhawatiran, dan pengalamannya sehingga mampu meningkatkan harapan hidup dan meminimalisir keputusasaan pasien kanker. Kesimpulan: keputusasaan yang dirasakan pasien kanker dapat diturunkan melalui social support yaitu dengan dukungan yang diberikan oleh keluarga dan kerabat dekat pasien. Oleh karena itu, disarankan agar perawat memberikan penguatan pada sistem dukungan sosial dalam proses pengobatan pasien kanker dan keluarga dapat menjadi sumber harapan atau kekuatan bagi pasien kanker

    SELF-ACCEPTANCE OF PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS (PLWHA) EX FEMALE SEX WORKER (FSW)

    No full text
    Background: HIV / AIDS is a disease where the incidence rate is still very high globally and still cannot be cured. So that self-acceptance of people living with HIV / AIDS or known as PLWHA is not an easy thing. Purpose: The purpose of this study was to reveal in depth the self-acceptance of PLWHA ex-FSW. Methods: The research design used was qualitative with a descriptive phenomenology approach. Data were collected by in-depth interviews with six PLWHA ex-FSW who has disclosed the status and condition of the disease to health workers. The research results were analyzed using the Colaizzi method. Results: All participants in this study were PLWHA ex-FSW who had worked as FSW for 2-6 years, the age range of participants was between 25-38 years and their last education was elementary school. Based on the Results are described in three related themes i.e.: 1) Felt the inner pressure when you know that you are HIV positive, 2) Motivated yourself and getting support from the closest people, and 3) Accepted and opened up their status as ODHA. Conclusion: The process of self-acceptance of PLWHA, former FSW is not an easy thing, so it needs support from the closest people and health workers.Latar Belakang : HIV/AIDS merupakan penyakit yang secara global angka kejadiannya masih sangat tinggi dan masih belum bisa disembuhkan. Sehingga penerimaan diri Orang dengan HIV/AIDS atau yang dikenal ODHA bukanlah hal yang mudah. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara mendalam tentang penerimaan diri ODHA mantan WPS. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada enam mantan WPS yang terinfeksi HIV yang telah mengungkapkan status dan kondisi penyakitnya kepada petugas kesehatan. Hasil penelitian dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil Penelitian : Semua partisipan dalam penelitian ini merupakan mantan WPS yang pernah bekerja sebagai WPS selama 2-6 tahun, rentang usia partisipan antara 25-38 tahun dan pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil wawancara dideskripsikan dalam tiga tema, yaitu : 1) Merasakan tekanan batin saat tahu positif HIV, 2) Memotivasi diri dan mendapatkan dukungan dari orang terdekat, dan 3) Menerima dan membuka status dirinya sebagai ODHA. Kesimpulan : Proses penerimaan diri ODHA mantan WPS bukanlah hal yang mudah sehingga perlu adanya dukungan dari orang terdekat dan petugas kesehatan

    FACTORS RELATED TO DEPRESSION IN ACUTE CORONARY SYNDROME (ACS) PATIENTS: LITERATURE REVIEW

    No full text
    Introduction: ACS patients are at risk of experiencing psychological complications, particularly depression. Knowledge of the factors that contribute to the incidence of depression is needed so that the incidence of depression can be prevented as early as possible. This study aims to determine the factors associated with the incidence of depression in ACS patients. Methods: This literature study was made by analyzing scientific articles published from 2009 to 2019 and in English. Data obtained from the PubMed, DOAJ, and Proquest databases. Results: Analisis terhadap 18 artikel ditemukan bahwa depresi pada pasien SKA dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status perkawinan), status sosial ekonomi (jaminan kesehatan dan pendapatan), komorbiditas, masa rawat inap. , Episode ACS, keparahan penyakit, dukungan sosial, nyeri, indeks massa tubuh, perilaku kesehatan, riwayat depresi keluarga, dan riwayat gangguan depresi mayor sebelumnya. Kesimpulan:  Tinjauan pustaka ini dapat menjadi dasar untuk mengelola faktor-faktor yang mempengaruhi depresi pada pasien SKA sehingga depresi dapat dicegah sedini mungkin.Pendahuluan: Pasien SKA mengalami komplikasi psikologis, khususnya depresi. Pengetahuan akan faktor yang berkontribusi terhadap kejadian depresi sangat diperlukan, sehingga kejadian depresi dapat dicegah sedini mungkin. Penelitian bertujuan untuk melihat faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi pada SKA pasien. Metode: Studi literatur ini dibuat dengan melakukan analisis terhadap artikel ilmiah yang dipublikasi tahun 2009 sampai 2019 dan berbahasa Inggris. Data didapatkan dari database PubMed, DOAJ, dan Proquest. Hasil:Analisis terhadap 16 artikel, didapatkan bahwa berbagai depresi pada SKA pasien ditemukan oleh faktor, yaitu faktor demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status perkawinan), status sosial ekonomi, kesehatan dan tahap, penyakit penyerta, periode rawat inap, episode SKA, tingkat keparahan penyakit, dukungan sosial, nyeri, indeks tubuh, perilaku kesehatan, riwayat keluarga dengan depresi, dan riwayat gangguan depresi mayor sebelumnya. Kesimpulan: Telaah literatur ini dapat menjadi dasar dalam penanganan faktor yang mempengaruhi depresi pada pasien SKA, sehingga depresi dapat mencegah sedini mungkin

    RANCANGAN PROTOTIPE SISTEM DOKUMENTASI KEBIDANAN (CMNOTES) ASUHAN PERSALINAN BERBASIS WEBSITE DI PRODI KEBIDANAN LANGSA

    No full text
    Background: Case Midwifery Notes (CMNotes) is a digital-based documentation system  designed to develop learning methods and interactive consultations between students and  lecturers as well as clinical instructors. CMNotes facilitates digital and comprehensive recording of patient data starting from assessment, diagnosis, plan of care, implementation to evaluation by applying Varney\u27s management principles and SOAP documentation. Research Objectives: Identifying needs and Designing a Prototype Case Midwifery Notes (CMNotes) documentation system website-based Research Place: Langsa Midwifery Diploma-III Study Program, Aceh, Indonesia Research Design: Research And Development (R&D) to design a website-based prototype of Case Midwifery Notes (CMNotes) documentation system of Maternity Care. Population and Sample: The samples in this study is a total population of 45 respondents. Data collection techniques in this study were interviews and filling out questionnaires.        Descriptive data analysis and presented in narrative form Results: The results of the interviews showed that all respondents wanted a digital-based midwifery care documentation application system that could replace the paper-based         documentation method. The features available in CMNotes cover all aspects of a             standardized midwifery format. The interface in the application is made to be user-friendly and attractive and able to store data properly. There needs to be further development of time efficiency, and features that can analyze important data in the history of pregnancy and   childbirth. Kesimpulan : Prototipe CMNotes telah mencakup semua aspek dalam format standar kebidanan dan dapat memudahkan pengguna untuk mendokumentasikan asuhan kebidanan secara digital. Perlu dikembangkan sistem di CMNotes untuk menghitung Interpreted Delivery Date (TTP) dan Usia Kehamilan.       Kata kunci: Sistem Dokumentasi, Perawatan Bersalin, Prototipe, Website, CMNotesLatar Belakang: Case Midwifery Notes ( CMNotes ) adalah sebuah sistem dokumentasi berbasis digital yang dirancang dalam rangka mengembangkan metode pembelajaran dan konsultasi interaktif antara mahasiswa dan dosen maupun instruktur klinik. CMNotes mencatat pencatatan data pasien secara digital dan menyeluruh yang dimulai dari pengkajian, diagnosa, rencana asuhan, implementasi sampai evaluasi dengan menerapkan prinsip manajemen Varney serta dokumentasi SOAP. Tujuan Penelitian: Kebutuhan dan Membuat Rancangan Prototipe Sistem Dokumentasi Kebidan (CM Notes ) Tempat Penelitian: Program Studi D-III Kebidanan Langsa Desain Penelitian: Research And Development (R&D) untuk merancang prototype sistem dokumentasi kebidanan (CMNotes) berbasis website. Populasi dan Sampel: Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah Total Populasi berjumlah 45 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara dan mengisi kuesioner. Analisa data secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil Penelitian: Hasil wawancara menunjukkan bahwa seluruh responden menginginkan adanya suatu sistem aplikasi dokumentasi asuhan kebidanan yang berbasis digital yang bisa menggantikan metode paper based documentation. Fitur yang tersedia dalam CMNotes telah mencakup seluruh aspek yang ada didalam format kebidanan yang terstandar. Interface pada aplikasi dibuat agar user-friendly dan menarik dan mampu menyimpan data dengan baik.  Perlu adanya pengembangan lebih lanjut mengenai efisiensi waktu, dan fitur yang dapat menganalisa data-data penting dalam riwayat kehamilan dan persalinan. Kesimpulan: Prototipe CMCatatan telah mencakup seluruh aspek yang ada dalam format standar kebidanan dan dapat mempermudah pengguna dalam melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan secara digital. Perlu adanya pengembangan sistem dalam CMNotes agar dapat menghitung Tanggal Tafsiran Persalinan (TTP) dan Umur Kehamilan.   Kata Kunci: Sistem Dokumentasi, Asuhan Kebidanan, Prototipe, Websit

    PERMASALAHAN STUNTING PADA ANAK DI KABUPATEN YANG ADA DI JAWA BARAT

    No full text
    Stunting is one of the many health problems in Indonesia. This study aims to determine the condition of stunting. Stunting in districts in West Java as well as efforts to prevent stunting problems. This study uses the method of literature review or literature review. The results of this study indicate that in 18 districts in West Java, in 2019 the percentage of stunting in Pangandaran Regency was at 21.67%. Meanwhile, in 2020 Tasikmalaya Regency has the highest stunting percentage, which is 18.97%. There are efforts to socialize nutritional information literacy, training for posyandu cadres, counseling and education on balanced nutrition, Nutri Zinc rice food, PAMSIMAS program, Bandung Tanginas program, milk drinking movement, Si Keren Halo Cinta program, TORASTING, Kissing program, Team Agile, Teeth Setting program Gold, Stunting Consultation, and providing additional food for mothers and toddlers are efforts made to prevent stuntingStunting merupakan salah satu dari sekian banyaknya permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia. Pencegahan stunting merupakan salah satu upaya untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dimana target penyelesaian permasalahan stunting ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang ke-2, yaitu menjadikan Indonesia bebas dari kelaparan dan bentuk malnutrisi lainnya di tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi stunting di kabupaten yang ada di Jawa Barat serta upaya pencegahan dari permasalahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau kajian literatur. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa di 18 kabupaten yang ada di Jawa Barat, angka prevalensi stunting masih terbilang cukup tinggi. Hal ini terlihat pada tahun 2019 angka presentase stunting di Kabupaten Pangandaran berada di angka 21,67%. Sedangkan di tahun 2020 Kabupaten Tasikmalaya memiliki presentase stunting tertinggi, yaitu sebesar 18,97%. Adanya usaha sosialisasi literasi informasi gizi, pelatihan kader posyandu, penyuluhan dan edukasi gizi seimbang, makanan beras Nutri Zinc, program PAMSIMAS, program Bandung Tanginas, gerakan minum susu, program Si Keren Halo Cinta, TORASTING, program Kissing, Tim Gesit, program Menyeting Gigi Emas, Rembuk Stunting, dan pemberian makanan tambahan bagi ibu dan balita menjadi upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting

    56

    full texts

    212

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Indra Husada
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇