Jurnal Kesehatan Indra Husada
Not a member yet
212 research outputs found
Sort by
(INTELLEGENCE QUOTIENT) ANAK USIA SEKOLAH DASAR : A LITERATUR REVIEW
Stunting is a nutritional problem in the world or globally that has an impact on children\u27s growth and development, one of which is the intellectual intelligence of children, which affects the level of intelligence possessed by children and can cause a decrease in the level of productivity in the future. This review literature study aims to see and analyze the impact of stunting on intellectual intelligence (Intelligence Quotient) of elementary school-age children.
Keywords: Stunting, intellectual intelligence, school-age children. The method used in this research is a literature review taken from national and international journals related to stunting and intellectual intelligence. Sources of searching for journals through several databases, namely Google Scholar, Pubmed, Science Direct, and IJSR within a period of 10 years (2010 to 2020), obtained search results for 15 journals that were reviewed. The results of research from 15 journals, 12 journals showed the impact of stunting on children\u27s intellectual intelligence after elementary school and 3 journals showed no impact on the intellectual intelligence of elementary school-aged children. The conclusion of the researchers found that nutritional status and stunting have a relationship with cognitive development and intellectual intelligence (IQ) of elementary school-age children, and stunting has a negative impact on children\u27s intellectual intelligence, children\u27s cognitive development, and student learning achievement. Suggestions in this study are that families can fulfill and improve nutrition in children to prevent malnutrition and stunting, conduct consultations with nurses regarding monitoring growth and development in children so as to achieve optimal growth and development.Stunting merupakan permasalahan gizi di dunia atau global yang menimbulkan dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak salah satunya pada kecerdasan intelektual anak sehingga memengaruhi tingkat kecerdasan yang dimiliki anak dan dapat menyebabkan terjadinya penurunan pada tingkat produktivitas di masa depan. Studi Literatur review ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis dampak stunting terhadap kecerdasan intelektual (Intellegence Quotient) anak usia Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review yang diambil dari jurnal nasional dan internasional terkait dengan stunting dan kecerdasan intelektual. Sumber pencarian jurnal melalui beberapa database yaitu google scholar, Pubmed, Science Direct, dan IJSR dalam rentang waktu 10 tahun (2010 sampai 2020), didapatkan hasil pencarian sebanyak 15 jurnal yang dilakukan review. Hasil penelitian dari 15 jurnal tersebut, 12 jurnal menunjukkan adanya dampak stunting terhadap kecerdasan intelektual anak usai Sekolah Dasar dan 3 jurnal menunjukkan hasil tidak adanya dampak stunting terhadap kecerdasan intelektual anak usia Sekolah Dasar. Kesimpulan peneliti menemukan bahwa status gizi dan stunting memiliki hubungan dengan perkembangan kognitif dan kecerdasan intelektual (IQ) anak usia Sekolah Dasar, serta kondisi stunting menimbulkan dampak buruk terhadap kecerdasan intelektual anak, perkembangan kognitif anak, dan prestasi belajar siswa. Saran dalam penelitian ini adalah keluarga dapat memenuhi dan melakukan perbaikan gizi pada anak untuk mencegah terjadinya kurang gizi dan stunting, melakukan konsultasi kepada perawat mengenai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehingga mencapai tumbuh kembang yang optimal
ANALISIS MASALAH KESEHATAN BAYI DAN BALITA DI WILAYAH PESISIR DESA PABEAN ILIR KABUPATEN INDRAMAYU
Masalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan AKI dan AKB yang tinggi, permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas SDM. Setiap anak itu unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita dipengaruhi oleh keturunan, keadaan sebelum lahir, gizi dan penyakit, serta kondisi setelah lahir. Tingginya prevalensi balita gizi buruk dan balita sangat pendek di Indramayu di tahun 2019 cukup tinggi, Kondisi Sosial ekonomi masyarakat Indramayu khususnya wilayah pesisir sangat mempengaruhi kesehatan bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa pabean ilir Kabupaten Indramayu tahun 2019.
Metode penelitian deskriptif kuantitatif, desain jenis survey. Populasinya adalah seluruh bayi dan balita pada periode tahun 2019 di Desa Pabean Ilir Kabupaten Indramayu sebanyak 489 orang. Sampel yang digunakan total sampling. Data yang digunakan data primer dengan Analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa 81(16,56%) usia bayi (0-1 tahun) dan 408(83,44%) usia balita (1-5 tahun), dengan permasalahan kesehatan diantaranya 1,65% memiliki riwayat lahir dengan BBLR, tidak datang ke posyandu yaitu sebanyak 46(9,41%), imunisasi dasar nya tidak lengkap yaitu sebanyak 17(3,48%), tidak mengalami peningkatan BB sejumlah 13(2,66%), tidak memiliki KMS sebanyak 20(4,09%), status pertumbuhan di garis kuning13(2,66%), dengan penyimpangan dalam perkembangan 27(5,52%), kemampuan perkembangan meragukan 4 (0,82%),serta tidak mendapatkan ASI eksklusif 30 (6,14%).
Masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa pabean ilir kabupaten Indramayu yaitu masih adanya bayi yang lahir dengan BBLR, tidak mendapatkan ASI eksklusif, tidak mengikuti Posyandu, tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, tidak memiliki KMS, tidak mengalami kenaikan BB, dan status kesehatan pada garis kuning, dan mengalami penyimpangan dalam perkembangan. Diharapkan Tenaga Kesehatan, berkolaborasi dengan aparat desa agar lebih meningkatkan upaya promotif dan prefentif untuk meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita.There are some health issue found in Indramayu signed by high rate of MMR and IMR, and malnutrition that impact human resource quality. The growth and development of the infant and toddler are influenced by genetics, prenatal and postnatal condition, nutrition, and diseases. The high prevalence of malnourished and stunted toddlers in Indramayu in 2019 is quite high affected by socio-economic conditions of their parents. This research aims to analyze infants’ and toddlers’ health problem in the coastal area of Pabean Ilir, Indramayu, in 2019.
This research used quantitative descriptive method and survey type design. Its population consists of 489 infants and toddlers born in 2019, in Pabean Ilir Village, Indramayu. It used total sampling from primary data with univariate analysis. The results showed that 81 (16.56%) are 0-1 year-old infants and 408 (83.44%) are under 5 years-old toddlers from the population. Both classified population had health problems including 1.65% og them had a history of being born with low birth weight, 46 (9.41%) of them did not come to the posyandu (Regional Public Health Service), 17 (3.48%) of them had incomplete basic immunizations, 13 (2.66%) of them did not experience an increase in weight, 20 (4, 09%) of them did not have KMS, 13 (2.66%) of them had growth status in the yellow line, 27 (5.52%) of them had deviations in development, 4 (0.82%) doubtful development, and 30 (6.14%) ) of them did not receive exclusive breastfeeding.
The infants’ and baby’s health problems found are newborn infants with LBW, not getting exclusive breastfeeding, not attending Posyandu, not getting complete basic immunization, not having KMS, low weight, health status at yellow line, and have deviations in development. It is expected that health workers, in collaboration with village officials, should enhance promotive and preventive efforts to improve their health status
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK BALITA
ABSTRACT
Introduction: Parenting patterns are one of the factors that affect sibling rivalry in children. Sibling rivalry is a competition or quarrel between siblings (brother or sister). Sibling rivalry occurs because children are afraid of losing the love and attention of both parents. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting patterns and the incidence of sibling rivalry in children under five. Methods: The study used a systematic literature review method. Articles are taken from Portal Garuda, Google Scholar, ResearchGate and OneSearch from 2011 to 2021. The procedure for searching and selecting articles uses Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-analysis (PRISMA). Results: Based on 5 articles it is known that there is a relationship between parenting patterns with the incidence of sibling rivalry in children under five, with p value < 0.05. Conclusion: In this study, democratic parenting was chosen by parents to minimize the occurrence of sibling rivalry in children. Suggestions are intended for nurses to be able to apply by providing counseling to parents about the importance of applying appropriate parenting patterns so that sibling rivalry does not occur.
Keywords : Parenting pattern, Sibling rivalry.Pendahuluan: Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Sibling rivalry pada anak. Sibling rivalry merupakan persaingan atau pertengkaran antara saudara kandung (kakak atau adik). Sibling rivalry terjadi karena anak merasa takut kehilangan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tua. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak balita. Metode: Penelitian menggunakan metode systematic literature review. Artikel diambil dari Portal Garuda, Google Scholar, ResearchGate dan OneSearch dari tahun 2011 s.d 2021. Prosedur pencarian dan seleksi artikel menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-analysis (PRISMA). Hasil: berdasarkan 5 artikel diketahui terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak balita, dengan nilai p value < 0,05. Kesimpulan: Pada penelitian ini adalah pola asuh demokratis banyak dipilih oleh orang tua untuk meminimalkan terjadinya sibling rivalry pada anak. Saran ditujukan untuk perawat agar dapat mengaplikasikan dengan memberikan penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya menerapkan pola asuh yang sesuai agar tidak terjadi sibling rivalry.
Kata kunci : Pola asuh orang tua, Sibling rivalry
EFFECT OF FAST FOOD CONSUMPTION WITH OBESITY OCCURRENCE OF TEENAGER IN INDRAMAYU
Fast food is characterized by an imbalanced nutritional content. Most are high in calories, but very low in fiber. Fast food is a major factor affecting obesity. Based on the 2013 Riskesdas the prevalence of obesity was 28.9%, while the results of the 2018 Riskesdas data showed that the prevalence of obesity had reached 52.8%. Based on these data, it is known that there is an increase in obesity cases by 1.36%. The purpose of this study was to determine the relationship between fast food consumption and obesity in adolescents. This research method uses analytical research design with a cross sectional approach. The sampling technique used accidental sampling with a total of 94 samples calculated using the Slovin formula. The research instrument used a questionnaire, research sites in vocational high schools in Indramayu District in 2019. The analysis used univariate and bivariate analysis was carried out by using the Chi-Square Test. The results of this study indicate that there is an effect between consumption of fast food and the incidence of obesity with a value of P = 0.000. The next researcher should examine family support and the school environment for fast food consumption behavior in teenagers.Fast food memiliki ciri kandungan gizi tidak seimbang. Kebanyakan mengandung kalori tinggi, tetapi sangat rendah serat. Fast food merupakan faktor utama yang mempengaruhi obesitas. Berdasarkan Riskesdas 2013 prevalensi obesitas sebesar 28.9% sedangkan hasil data Riskesdas 2018 diketahui prevalensi obesitas sudah mencapai 52.8%. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa adanya kenaikan kasus obesitas sebesar 1.36%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling dengan jumlah 94 sampel dihitung menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, Tempat penelitian di sekolah menegah kejuruan di Kabupaten Indramayu pda tahun 2019. Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh antara konsumsi fast food dengan kejadian Obesitas dengan nilai P=0,000. Peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti dukungan keluarga, dan lingkungan sekolah terhadap perilaku konsumsi fast food pada remaja
ANALISIS IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENANGANAN COVID-19 DI RSUD Dr.H. IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2021
Introduction: Handling Covid-19 is a good step in minimizing the risk of infection in officers and controlling the risk of infection in health care facilities that are a concern in the current Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the implementation of the handling of Covid-19 at RSUD Dr.H. Ibnu Sutowo Baturaja seen from the theory of management functions Method: The design of this research is a qualitative descriptive analysis study which was carried out in June 2021. There were 6 informants from the Covid-19 handling team at RSUD Dr.H. Ibn Sutowo Baturaja. The sampling method of this research is purposive sampling. Data were collected through interviews and observations. Result: planning followed the policies of the central and local governments, several things of concern were the planning of trained nurses for intensive care, provision of RT-PCR examination laboratories and isolation rooms or Intensive Care Units (ICU) negative pressure. Organizing, has formed the Rapid Response Team for the Covid-19 outbreak with members from various professions whose duties and functions have been divided. Actuating, providing direction and motivation so that planning goes according to plan. Controlling, periodic evaluation monitoring is carried out. Conclusion: the implementation of the Covid-19 handling management function is carried out following the policies of the central and regional governments.Pendahuluan: Penanganan Covid-19 merupakan langkah yang baik dalam meminimalkan risiko infeksi pada petugas dan mengendalikan risiko infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi perhatian pada pandemi Covid-19 saat ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan penanganan Covid-19 di RSUD Dr.H. Ibnu Sutowo Baturaja dilihat dari teori fungsi manajemen Metode: Desain penelitian ini adalah studi analisis deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Informan berjumlah 6 orang dari tim penanganan Covid-19 RSUD Dr.H. Ibnu Sutowo Baturaja. Cara pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi..Hasil: perencanaan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah, beberapa hal yang menjadi perhatian adalah perencanaan tenaga perawat yang terlatih untuk perawatan intensif, penyediaan laboratorium pemeriksaan RT-PCR dan ruang isolasi atau Intensif Care Unit (ICU) bertekanan negatif. Pengorganisasian, telah membentuk Tim Gerak Cepat Penanggulangan wabah Covid-19 dengan anggota dari berbagai profesi yang telah dibagi tugas dan fungsinya. Penggerakan, memberikan pengarahan dan motivasi agar perencanaan berjalan sesuai rencana. Pengawasan, dilakukan monitoring evaluasi secara berkala. Kesimpulan: penerapan fungsi manajemen penanganan Covid-19 dilaksanakan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat dan daera
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN
The first 1000 days of life are a period of accelerated growth and development starting from the formation of the fetus in the womb until the child is 2 years old. In that period, there is brain development, body growth, the development of the body\u27s metabolic system and the formation of the immune system that is so fast. This research aims to see the description of knowledge and attitudes of mothers about the movement of the first 1000 days of life in RT.003 RW.003 Tanjung Powder, Kel. Bukit Baru, Kec. Ilir Barat I Palembang in 2020. This study used a descriptive design with a cross sectional approach. The analysis used is univariate. The research sample was taken by purposive sampling. The number of samples in this study amounted to 20 samples. Based on the research, the knowledge that most mothers had bad knowledge, namely 16 people (80%) and mothers who had good knowledge, namely 4 people (20%). Based on the attitude that the mother\u27s attitude towards the movement of the first 1000 days of life has a bad attitude as many as 12 people (80%) and a good attitude of mothers as many as 8 people (40%). The results of this study recommend to the Head of RT.003 RW.003 and the community at RT.003 RW.003 to increase information about health, especially about the movement for the First 1000 Days of Life. This recommendation is also given to other researchers who intend to conduct research on the 1000 HPK movement in order to involve more samples and variables studied with different designs and use instruments that have standard validity and reliability values.1000 Hari Pertama Kehidupan adalah periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Pada periode tersebut, terjadi perkembangan otak, pertumbuhan badan, perkembangan sistem metabolisme tubuh dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang begitu cepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan di RT.003 RW.003 Tanjung Bubuk, Kel. Bukit Baru, Kec. Ilir Barat I Palembang Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Analisa yang digunakan adalah univariat. Sampel penelitian yang diambil secara purposive sampling. jumlah sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 20 orang sampel. Berdasarkan penelitian pengetahuan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang tidak baik yaitu 16 orang (80%) dan ibu yang memiliki pengetahuan yang baik yaitu 4 orang (20%). Berdasarkan sikap bahwa sikap ibu terhadap gerakan 1000 hari pertama kehidupan memiliki sikap tidak baik sebanyak 12 orang (60%) dan sikap ibu yang baik sebanyak 8 orang (40%). Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada Ketua RT.003 RW.003 dan masyarakat di RT.003 RW.003 untuk meningkatkan informasi tentang kesehatan khususnya tentang gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Rekomendasi ini juga diberikan untuk para peneliti lain yang bermaksud mengadakan penelitian tentang gerakan 1000 HPK agar melibatkan lebih banyak sampel dan variabel yang diteliti dengan desain yang berbeda serta menggunakan instrument yang telah memiliki nilai validitas dan reliabilitas baku
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI REMAJA DALAM MELAKUKAN PERSONAL HYGIENE PADA SAAT KEPUTIHAN DI SMP UMI KULSUM BANJARAN
Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Di Indonesia sekitar 90% wanita mengalami keputihan karena negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang sehingga mengakibatkan banyak terjadinya keputihan pada wanita di Indonesia. Keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim. Di seluruh dunia, kini terdapat sekitar 2,2 juta penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan motivasi remaja dalam melakukan personal hygiene pada saat keputihan di SMP Umi Kulsum Banjaran tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian pendekatan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian seluruh siswi kelas VII yang berjumlah 189 orang dan sampel yang digunakan berjumlah 66 orang dengan tehnik pengambilan yaitu Tehnik Proposional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik angket menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data melalui tiga tahapan, univariat (distribusi frekuensi), bivariat (wilcoxon signed rank test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan motivasi remaja tentang keputihan di SMP Umi Kulsum Banjaran. Disarankan kepada siswa untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi institusi pendidikan dapat mengoptimalkan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan bekerja sama dengan tenaga kesehatan di lingkungan sekitar
RESPON MASYARAKAT MENGENAI COVID 19 DI KABUPATEN INDRAMAYU JAWA BARAT
The public\u27s response to the corona virus outbreak has varied, some are following health protocols, but for economic reasons, they have to leave the house and survive.
In order for the community to survive this pandemic and apart from the outbreak, we as the Indramayu Regency Disaster Risk Reduction Forum (FPRB)/Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB)is deemed important to determine the extent of the public\u27s response to the Covid 19 pandemic outbreak.
This type of research is descriptive quantitative. Data was obtained from 31 Districts in Indramayu Regency, then the data was analyzed and the data was obtained by the community getting information about the corona virus from electronic television media, the community understood what ODP and PDP were, the community got information about Covid 19 so that they were more careful and vigilant, people reduced their activities in outside the home, make government calls not to visit crowded places such as markets, malls, etc., always wear personal protective equipment such as masks when talking to other people or going out of the house, if there are neighbors or relatives who cough a cold then stay away from not interacting with this person, prevents transmission of the corona virus by getting plenty of rest, eating fruits and vegetables, trying to wash hands more often with soap and hand sanitizer, maintaining a clean and healthy lifestyle, exercising diligently, checking health.
It was concluded that currently the corona virus still exists and the sufferers are increasing even though some have recovered. The recommendations from this research are a reference for stakeholders, especially local governments, to reduce and cope with the Covid 19 disaster in Indramayu. The government must collaborate with organizations and communities to participate in efforts to tackle the Covid 19 outbreak, including FPRB which has an important role in disasters.Respon masyarakat menyikapi wabah virus corona beragam, ada yang mengikuti protokol kesehatan, tapi karena alasan ekonomi, mereka harus keluar rumah dan bertahan hidup.
Agar masyarakat bisa selamat dari pandemi ini dan terlepas dari wabah, kami sebagai Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Indramayu / Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dianggap penting untuk mengetahui sejauh mana respon masyarakat. untuk wabah pandemi Covid 19.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari 31 Kecamatan di Kabupaten Indramayu, kemudian data dianalisis didapat masyarakat memperoleh informasi tentang virus corona dari media televisi elektronik, masyarakat mengerti apa itu ODP dan PDP, masyarakat dapat informasi mengenai Covid 19 sehingga lebih berhati-hati dan waspada, masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, melakukan himbauan pemerintah untuk tidak mengunjungi tempat keramaian seperti pasar, mall, dan lain-lain, selalu memakai alat pelindung diri seperti masker ketika berbicara dengan orang lain atau keluar rumah, jika ada tetangga atau kerabat yang batuk pilek lalu menjauhi tidak berinteraksi dengan orang tersebut, mencegah penularan virus corona dengan banyak istirahat, makan buah dan sayur, lebih sering coba Cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer, menjaga pola hidup bersih dan sehat, rajin berolahraga, memeriksa kesehatan.
Disimpulkan saat ini virus corona masih eksis dan penderitanya semakin meningkat meski ada yang sudah sembuh. Rekomendasi hasil penelitian ini menjadi rujukan bagi stakeholders khususnya pemerintah daerah untuk mengurangi dan menanggulangi bencana Covid 19 di Indramayu. Pemerintah harus berkolaborasi dengan organisasi dan komunitas untuk berpartisipasi dalam upaya penanggulangan wabah Covid 19, termasuk FPRB yang memiliki peran penting dalam bencana
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI KLINIK PRATAMA DANDY
Background: The high rate of exclusive breastfeeding failure was 66.7%. Breast milk is the first, the main and best food for babies, which is natural. Exclusive breastfeeding is breastfeeding without additional food and drinks for infants aged 0-6 months, even plain water is not given in this stage of exclusive breastfeeding. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, work and family support with the failure to provide exclusive breastfeeding to infants aged 0-6 months in Klinik Pratama Dandy in 2021.
Methods: This study used an analytic survey design with a cross-sectional approach. The population were all breastfeeding mothers who had babies aged >6 months totalling 30 respondents and all were taken as the sample. The analysis in this study used univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test.
Result: The results of this study with the Chi-Square test on the knowledge of mothers with failures in exclusive breastfeeding obtained p-value=0.000, jobs with failure to provide exclusive breastfeeding obtained p-value=.049, and family support with failure to provide exclusive breastfeeding obtained p-value=.001.
Conclusion: The conclusion is that there is a relationship between knowledge, work and family support with the failure to provide exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months in Klinik Pratama Dandi in 2021. It is recommended that health workers improve health promotion about the importance of exclusive breastfeeding. to infants aged 0-6 months.Pendahuluan: Tingginya angka kegagalan ASI eksklusif 66,7%. ASI merupakan makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi, yang bersifat alamiah. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan, bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan di Klinik Pratama Dandy Tahun 2021.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi umur >6 bulan sebanyak 30 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian ini dengan uji Chi-Square terhadap pengetahuan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif didapatkan nilai p value=0,000, pekerjaan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif didapatkan nilai p value=0,049, dan dukungan keluarga dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif didapatkan nilai p value=0,001.
Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan di Klinik Pratama Dandy Tahun 2021. Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi umur 0-6 bulan
PENGARUH LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA
Introduction: Elderly is the closing period in a person\u27s life span that starts from the age of 60 years until the death and is characterized by decreasing physical and psychological changes. Changes that occur in the elderly can cause problems one of them is the risk of falling which can cause injury to death. There are several methods to reduce the risk of falling with the results that reduce the incidence of falls, one of it is physical exercise. One of the physical exercises is a balance exercise. Balance exercise is an exercise that is done specifically to help increase muscle strength especially in the lower limbs and body balance (vestibular system).The purpose of this study was to determine the effect of balance training on the risk of falling. Method: This research uses systematic literature review method. Articles were selected through screening according to inclusion and exclusion criteria. The limit of the year the article was published was from 2011 to 2021. The research sample used was at least 15 respondents. Results: Based on 6 articles that have been reviewed, it was found that balance training has an effect on reducing the risk of falling in the elderly. Conclusions: Balance exercise affects the risk of falling in the elderly. Suggestions for nurses and health workers to provide preventif efforts for elderly with risk of falling.Lansia adalah periode penutup pada rentang hidup seseorang yang dimulai dari usia 60 tahun sampai meninggal dan ditandai dengan adanya perubahan fisik dan psikologis yang semakin menurun. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia dapat menimbulkan masalah salah satunya yaitu risiko jatuh yang dapat menyebabkan cidera hingga kematian. Terdapat beberapa metode untuk mengurangi risiko jatuh sehingga dapat mengurangi angka kejadian jatuh, salah satunya adalah dengan latihan fisik. Salah satu latihan fisik adalah latihan keseimbangan atau balance exercise. Balance exercise adalah latihan yang dilakukan secara khusus untuk membantu meningkatkan kekuatan otot terutama pada anggota gerak bawah dan keseimbangan tubuh (sistem vestibular). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari latihan keseimbangan terhadap risiko jatuh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Artikel dipilih melalui skrining sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Batasan tahun terbit artikel yaitu dari tahun 2011 s.d 2021. Sampel penelitian yang digunakan minimal 15 responden. Hasil: Berdasarkan 6 artikel yang sudah dilakukan review didapatkan bahwa latihan keseimbangan berpengaruh terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Latihan keseimbangan atau balance exercise berpengaruh terhadap risiko jatuh pada lansia. Saran bagi perawat maupun tenaga kesehatan untuk memberikan upaya preventif intervensi latihan keseimbangan kepada lansia dengan risiko jatuh