Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
    2015 research outputs found

    Pengaruh Faktor Higiene Terhadap Kinerja dan Perilaku Keselamatan

    Get PDF
    Performance and safety behavior are crucial in a company such as PT PLN (Persero) UP3 Parepare. Therefore, research is needed to determine the hygiene factors influencing worker performance and safety behavior in achieving company goals without work accidents. The data collection technique used in this research involves primary data in the form of a questionnaire. Questionnaires were distributed to respondents, and then processed using the help of Smart PLS 4.0. The analytical tool used is Partial Least Square (PLS), a multivariate statistical technique that compares several dependent variables. The research results show that factors that significantly influence worker performance are working conditions, supervision, and interpersonal relationships. Meanwhile, factors that do not have a significant influence on worker performance are salary, company policy, and administration and supervision. Working conditions and supervision have a significant effect on worker safety behavior. Factors that do not have a significant influence on worker safety behavior are company policies and administration, salary, and interpersonal relationships.Kinerja dan perilaku keselamatan merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan seperti PT PLN (Persero) UP3 Parepare. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor higienitas yang mempengaruhi kinerja dan perilaku keselamatan pekerja dalam mencapai tujuan perusahaan tanpa kecelakaan kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan data primer berupa kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada responden, kemudian diolah menggunakan bantuan Smart PLS 4.0. Alat analisis yang digunakan yaitu Partial Least Square (PLS), suatu teknik statistik multivariat yang membandingkan beberapa variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pekerja adalah kondisi kerja, pengawasan, dan hubungan interpersonal. Sedangkan faktor yang tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pekerja adalah gaji, kebijakan perusahaan, serta administrasi dan pengawasan. Kondisi kerja dan pengawasan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan pekerja. Faktor yang tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan pekerja adalah kebijakan dan administrasi perusahaan, gaji, dan hubungan interpersonal

    The Threat of Green Grabbing to Indigenous Peoples’ Rights in the Implementation of Law Number 32 of 2024

    Get PDF
    This study aims to examine the threat of green grabbing in the implementation of Law No. 32 of 2024 concerning Natural Resource and Ecosystem Management, with a focus on its impact on land tenure by indigenous peoples and environmental governance. This study uses normative legal research methods by analyzing legislation, international legal instruments, and related academic literature. A doctrinal approach is applied to assess the alignment between the normative ideals of the law and the practical implications of Law No. 32 of 2024, particularly those related to the recognition of customary land rights and environmental management involving indigenous peoples. The novelty of this research lies in its critical assessment of the conservation framework as a potential instrument for land grabbing legalized by the state in the era after the enactment of Law Number 32 of 2024. This research highlights the tension between the goals of ecological preservation and the protection of indigenous peoples' rights, which are often neglected in the implementation of conservation policies. The results of the study show that although Law No. 32 of 2024 contains progressive principles such as community participation and recognition of indigenous peoples, its implementation remains weak. This is reflected in the lack of adequate recognition of customary land rights and the weak application of the Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) procedure, which opens up opportunities for the misuse of conservation policies as a pretext for land grabbing. This study concludes that the effectiveness of Law No. 32 of 2024 depends on the establishment of clear technical regulations, strong protection mechanisms for customary territories, and integrative agrarian reform. To prevent conservation policies from becoming a justification for land grabbing, indigenous communities must be recognized not only as affected parties but as key stakeholders in natural resource management

    Pemberdayaan Koperasi Nelayan Produsen Papua Mina Sejahtera Melalui Pelatihan Penanganan dan Penyimpanan Ikan Yang Baik

    Get PDF
    Pemberdayaan Koperasi Nelayan Produsen Papua Mina Sejahtera menjadi krusial untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya yang menghadapi tantangan dalam penanganan pasca-panen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota koperasi mengenai praktik penanganan dan penyimpanan ikan yang baik guna menjaga kualitas dan nilai ekonomis hasil tangkapan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pemaparan materi yang dilaksanakan pada 7 Desember 2023 di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dengan melibatkan 30 anggota koperasi sebagai peserta. Sesi kegiatan mencakup pemaparan materi dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan mengenai cara menghambat kemunduran mutu ikan, prinsip penanganan dari kapal hingga konsumen, serta pentingnya pengawetan. Antusiasme peserta yang tinggi selama sesi diskusi mengindikasikan keberhasilan transfer pengetahuan. Sebagai tindak lanjut, dilakukan pula pembagian alat penunjang keselamatan dan operasional seperti lifejacket, cooler box, dan jaring untuk mendukung penerapan praktik yang baik. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberdayakan nelayan melalui edukasi dan fasilitasi sarana, yang berpotensi meningkatkan kualitas produk, pendapatan, dan keberlanjutan ekonomi komunitas nelayan di Papua Mina Sejahtera.Pemberdayaan Koperasi Nelayan Produsen Papua Mina Sejahtera menjadi krusial untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya yang menghadapi tantangan dalam penanganan pasca-panen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota koperasi mengenai praktik penanganan dan penyimpanan ikan yang baik guna menjaga kualitas dan nilai ekonomis hasil tangkapan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pemaparan materi yang dilaksanakan pada 7 Desember 2023 di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dengan melibatkan 30 anggota koperasi sebagai peserta. Sesi kegiatan mencakup pemaparan materi dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan mengenai cara menghambat kemunduran mutu ikan, prinsip penanganan dari kapal hingga konsumen, serta pentingnya pengawetan. Antusiasme peserta yang tinggi selama sesi diskusi mengindikasikan keberhasilan transfer pengetahuan. Sebagai tindak lanjut, dilakukan pula pembagian alat penunjang keselamatan dan operasional seperti lifejacket, cooler box, dan jaring untuk mendukung penerapan praktik yang baik. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberdayakan nelayan melalui edukasi dan fasilitasi sarana, yang berpotensi meningkatkan kualitas produk, pendapatan, dan keberlanjutan ekonomi komunitas nelayan di Papua Mina Sejahter

    Sosialisasi AI di SMP Negeri 1 Raja Ampat Untuk Membangun Pemahaman Siswa

    Get PDF
    The Artificial Intelligence (AI) Socialization Program at SMPN 1 Raja Ampat was implemented as an effort to enhance digital literacy in remote areas. This activity aimed to provide students with a basic understanding of AI concepts and their applications in daily life. The methods used included visual presentations, educational video screenings, simple AI application simulations, and group discussions. Evaluation results showed a significant improvement in students’ understanding of AI, with 90% of participants able to explain basic AI concepts after the program. Moreover, students' interest in learning more about AI technology increased, as reflected by their high enthusiasm and active participation throughout the session. Despite challenges such as limited technological infrastructure and varying levels of student comprehension, the program was successfully adapted to local conditions. This initiative is expected to inspire other schools in remote regions to recognize the importance of digital literacy within their curricula, thereby promoting equitable access to knowledge and preparing students for future technological advancements.Program Sosialisasi Kecerdasan Buatan di SMPN 1 Raja Ampat dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan literasi digital di wilayah terpencil. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang konsep Kecerdasan Buatan (AI) dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari kepada siswa. Metode yang digunakan mencakup presentasi visual, pemutaran video edukatif, simulasi aplikasi AI sederhana, dan diskusi kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang AI, di mana 90% siswa mampu menjelaskan konsep dasar AI setelah kegiatan. Selain itu, minat siswa untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi AI juga meningkat, terbukti dari tingginya antusiasme dan partisipasi mereka selama sosialisasi. Meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan perbedaan tingkat pemahaman siswa, program ini tetap berhasil diadaptasi dengan baik. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah terpencil untuk lebih memperhatikan pentingnya literasi digital dalam kurikulum, sehingga tercipta pemerataan pengetahuan dan persiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa depan

    Implementasi Pendekatan Pembelajaran Diferensiasi dalam Meningkatkan Partisipasi Siswa di SMP Negeri 20 Kota Bengkulu

    Get PDF
    Pendekatan pembelajaran diferensiasi merupakan strategi yang memungkinkan pendidik menyesuaikan metode, materi, dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, serta tingkat kesiapan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan partisipasi siswa di SMP Negeri 20 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan melalui adaptasi konten, proses, dan produk pembelajaran. Faktor pendukung keberhasilan implementasi antara lain fleksibilitas guru, kesiapan siswa, serta dukungan sarana dan prasarana. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya dan waktu yang diperlukan dalam perencanaan pembelajaran yang variatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan bagi pendidik serta pengembangan strategi yang lebih efektif dalam penerapan pembelajaran diferensiasi guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.Pendekatan pembelajaran diferensiasi merupakan strategi yang memungkinkan pendidik menyesuaikan metode, materi, dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, serta tingkat kesiapan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan partisipasi siswa di SMP Negeri 20 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan melalui adaptasi konten, proses, dan produk pembelajaran. Faktor pendukung keberhasilan implementasi antara lain fleksibilitas guru, kesiapan siswa, serta dukungan sarana dan prasarana. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya dan waktu yang diperlukan dalam perencanaan pembelajaran yang variatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan bagi pendidik serta pengembangan strategi yang lebih efektif dalam penerapan pembelajaran diferensiasi guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran

    Analisis Pengambilan Keputusan Partisipatif dalam Implementasi Program Inovasi Pembelajaran Digital di SD Islam Terpadu Taqiyya Rosyida

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan dalam pelaksanaan inovasi pembelajaran digital di SDIT Taqiyya Rosyida. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Temuan menunjukkan bahwa pengambilan keputusan bersifat partisipatif, kolaboratif, dan adaptif, melibatkan guru, kepala sekolah, yayasan, dan orang tua. Inovasi diterapkan secara bertahap, disertai dengan evaluasi rutin yang menjadi dasar bagi pengambilan keputusan selanjutnya. Keberhasilan inovasi ini didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, pengalaman selama pandemi, fleksibilitas kurikulum, dan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan di SDIT Taqiyya Rosyida mencerminkan prinsip tata kelola yang baik dan dapat menjadi model berharga dalam pengembangan kebijakan inovasi di pendidikan dasar Islam terpadu.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan dalam pelaksanaan inovasi pembelajaran digital di SDIT Taqiyya Rosyida. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Temuan menunjukkan bahwa pengambilan keputusan bersifat partisipatif, kolaboratif, dan adaptif, melibatkan guru, kepala sekolah, yayasan, dan orang tua. Inovasi diterapkan secara bertahap, disertai dengan evaluasi rutin yang menjadi dasar bagi pengambilan keputusan selanjutnya. Keberhasilan inovasi ini didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, pengalaman selama pandemi, fleksibilitas kurikulum, dan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan di SDIT Taqiyya Rosyida mencerminkan prinsip tata kelola yang baik dan dapat menjadi model berharga dalam pengembangan kebijakan inovasi di pendidikan dasar Islam terpadu

    Legal Protection for the Sustainability of Traditional Markets Against the Development of Modern Retail in Parepare City

    Get PDF
    This study aims to analyze the impact of modern retail on the sustainability of traditional markets in Parepare City, focusing on economic and social aspects. The study method used is a normative-empirical approach, which combines legal analysis of government policies and direct observation of policy implementation. The research location is focused on the Lakessi Traditional Market in Parepare City, with the research subjects being traditional market vendors and modern retailers. Data collection techniques include interviews, literature review, direct observation, and documentation, with descriptive-qualitative analysis to describe the existing phenomena. The novelty of this study lies in its focus on traditional market protection policies in Parepare City, which involves analyzing the implementation of the latest regulations related to business licensing restrictions and zoning, as well as the role of local government in strengthening traditional markets through empowerment and revitalization programs. The results show that the presence of modern retail has had a significant impact on traditional markets, particularly in terms of a decline in small traders' income. Before the development of modern retail, the average daily income of traditional market traders reached IDR 6,000,000, but after the development of modern retail, this figure decreased by about 20% to IDR 4,000,000 per day. Nevertheless, the Parepare City government has implemented various regulations to maintain a balance between traditional markets and modern retail, such as distance restrictions, business permit restrictions, and traditional market empowerment. In conclusion, although the development of modern retail has made a positive contribution to the regional economy, its impact on traditional markets is quite significant

    Analisis Beban Kerja Mental Pada Karyawan Air Minum Dalam Kemasan “Ajibpol” Menggunakan Metode NASA-TLX

    Get PDF
    Bottled water in Indonesia continues to grow along with the increasing demand for clean and practical water. Company performance is crucial to maintaining competitiveness, one way of doing this is through optimal workload management. Workload, both physical and mental, is directly related to employee fatigue levels. In measuring mental workload, subjective methods such as NASA-TLX are widely used because they are more economical and representative. The NASA-TLX method measures six dimensions: mental demand, physical demand, time demand, performance, effort level, and frustration level. In the Bottled water studied, problems were found such as frequently not achieving production targets, product labeling errors that are still done manually, bottle damage due to worker negligence when taking from the warehouse to the production area, and there are sudden changes in work systems due to employees suddenly requesting leave and being replaced, these factors causing high workloads. The measurement results showed that the highest mental workload was found in administrative staff, quality control, and operational staff, with average scores of 82, 83, and 85, respectively. Simulations of adding workers showed a significant decrease in mental workload, from the high category to medium or low. This study proves that increasing the workforce can be an effective solution to reduce mental workload and improve employee performance in the AMDK sector.Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan air bersih dan praktis. Performa perusahaan penting untuk mempertahankan daya saing, di antaranya melalui pengelolaan beban kerja yang optimal. Beban kerja, baik fisik maupun mental, berhubungan langsung dengan tingkat kelelahan karyawan. Dalam mengukur beban kerja mental, metode subjektif seperti NASA-TLX banyak digunakan karena lebih ekonomis dan bersifat representatif. Metode NASA-TLX mengukur enam dimensi, yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performa, tingkat usaha, dan tingkat frustasi. Pada AMDK yang diteliti, ditemukan permasalahan seperti sering tidak tercapainya target produksi harian, kesalahan pelabelan produk khususnya pada kemasan botol yang masih dilakukan secara manual, kerusakan botol akibat kelalaian pekerja saat pengambilan dari gudang menuju area produksi, serta terdapat perubahan sistem kerja yang mendadak dikarenakan karyawan yang tiba-tiba mengajukan cuti dan digantikan oleh karyawan lain, faktor ini yang menyebabkan beban kerja tinggi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beban kerja mental tertinggi terdapat pada staf administrasi, quality control, dan staf operasional, masing-masing dengan rata-rata nilai 82, 83, dan 85. Simulasi penambahan pekerja menunjukkan penurunan beban kerja mental secara signifikan, dari kategori tinggi menjadi sedang atau rendah. Penelitian ini membuktikan bahwa penambahan tenaga kerja dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban kerja mental dan meningkatkan performa karyawan di sektor AMDK

    Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Pada Pemerintahan Prabowo-Gibran: Solusi dan Tantangan

    Get PDF
    This research examines the implementation of the free nutritious meal program. The aim is to find out the content of this program and its implementation in the field. The method used is qualitative research with a descriptive approach. Data was obtained through various online media, ministry websites, and other documents. The results showed that the free nutritious meal program was implemented on January 6, 2025. This program aims to improve human resources, reduce stunting rates, and increase student learning motivation. The targets are students, toddlers, and pregnant women. The implementation of the free nutritious meal program faces challenges in communication, resources, executor disposition, and bureaucratic structure. The government has conducted extensive socialization with various media platforms and in person, but remote areas still experience problems accessing digital information. In terms of resources, the large budget allocation has not been fully matched by infrastructure readiness, causing constraints in distribution. The disposition of implementers also plays an important role, with support from lower-level implementers. However, cases of rejection in some areas show the need for increased readiness in the fieldPenelitian ini mengkaji implementasi program makan bergizi gratis. Tujuannya untuk mengetahui isi dari program ini serta implementasinya dilapangan. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui berbagai media online, website kementrian, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program makan bergizi gratis telah dilaksanakan 6 Januari tahun 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia, menekan angka stunting dan peningkatan motivasi belajar siswa. Sasarannya pada peserta didik, balita dan ibu hamil. Dalam pelaksanannya, Implementasi program makan bergizi gratis menghadapi tantangan dalam komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Pemerintah telah melakukan sosialisasi secara luas dengan berbagai platform media dan secara langsung, namun daerah terpencil masih mengalami kendala akses informasi secara digital. Dari aspek sumber daya, alokasi anggaran yang besar belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, menyebabkan kendala dalam distribusi. Disposisi pelaksana juga berperan penting, dengan di dukungan oleh pelaksanan dibawahnya. Akan tetapi, kasus penolakan di beberapa daerah menunjukkan perlunya peningkatan kesiapan di lapangan

    Analysis of the Implementation of Legal Compliance Principles in Securities Trading of Multinational Companies in Indonesia

    Get PDF
    This study aims to analyze the application of legal compliance principles in securities trading by multinational companies operating in Indonesia, as well as to identify the challenges faced in complying with domestic regulations. This study uses a normative juridical approach, focusing on a literature review and analysis of Law Number 8 of 1995 concerning Capital Markets. The novelty of this research lies in its emphasis on the intersection between international business practices and the Indonesian legal framework, particularly in highlighting the legal risks faced by multinational companies when operating in a regulatory environment that differs from that of their home countries. This study also offers a perspective based on the theory of legal legitimacy, which emphasizes the importance of procedural justice in encouraging voluntary compliance. Findings show that multinational companies often struggle to meet timely and accurate information disclosure requirements, which can lead to heavy sanctions and reputational damage. Insider trading cases involving these companies illustrate the detrimental impact of noncompliance on investor confidence and market integrity. The concludes that improving transparency, implementing secure reporting systems, and applying procedural justice are essential to creating a legal environment that supports compliance and strengthens confidence in the Indonesian capital market

    1,771

    full texts

    2,015

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇