Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
2015 research outputs found
Sort by
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN BASUKI RAHMAT KOTA SORONG
Perkembangan perekonomian di Indonesia , diiringi dengan berkembangnya jaringan transportasi yang pesat mengakibatkan jumlah atau volume lalu lintas terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini menimbulkan dampak pada lingkungan sekitar lintasan kendaraan. Salah satu dampaknya adalah polusi suara berupa kebisingan yang ditimbulkan oleh lalu lintas. Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan yang terjadi pada Jalan Basuki Rahmat kemudian di bandingkan dengan Standar baku mutu tingkat kebisingan Menurut KepMen N0.48/MENLH/11/1996. Metode yang digunakan adalah survei langsung menggunakan alat Sound Level Meter. Dimana pengambilan data dilakukan selama 10 menit dan pembacaan selama 5 detik sehingga di didapatkan 120 data nilai kebisingaan dalam satu kali pengamatan untuk rentang waktu satu jam. Penelitian ini juga mengambil data volume lalu lintas dan data kecepatan kendaraan karena jumlah kendaraan dan kecepatan kendaraan juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi dan erat kaitannya dengan kebisingan lalu lintas.. Selanjutnya data survei di analisis untuk didapatkan nilai Leq dimana nilai Leq adalah nilai tingkat kebisingan kendaraan. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan tingkat kebisingan berkisar antara 62,04 dBA – 66,67 dBA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada ruas Jalan Basuki Rahmat telah melampaui baku tingkat kebisingan yang ditetapkan untuk kawasan pemukiman dan perumahan , tempat ibadah, rumah sakit dan sarana pendidikan yaitu sebesar 58 dBA ( 55 dBA + toleransi 3 dBA ). Penanganan kasus kebisingan dapat dilakukan sesuai pedoman mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan sehingga dapat dilakukan tindakan penanganan sesuai tingkat efektifitas yang dibutuhkan
KEMAMPUAN MENGUBAH NASKAH PERCAKAPAN DRAMA KE DALAM BENTUK NARASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I BONTOLEMPANGAN KECAMATAN BONTOLEMPANGAN KABUPATEN GOWA
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri I Bontolempangan Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa dalam mengubah naskah percakapan drama ke bentuk prosa narasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri I Bontolempangan Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa yang berjumlah 114 sedangkan sampel sebanyak 37% dari populasi atau sebanyak 37 siswa. Untuk mendapatkan data yang akurat, digunakan tes sebagai instrument penelitian. Siswa diberi tugas mengubah naskah percakapan drama ke dalam bentuk prosa narasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan  menggunakan teknik statistik ragam persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri I Bontolempangan Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa secara umum dapat disimpulkan belum memadai, karena jumlah siswa jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas 6,5 hanya sebanyak 21 siswa atau sebesar 56,75% , hasil ini belum mencapai prinsip belajar tuntas yang menyatakan bahwa ketaatan belajar dikatakan tercapai bila jumlah siswa mencapai 85% dari jumlah siswa yang mendapat nilai minimal 6,5. Belum maksimalnya kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri I Bontolempangan Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa dalam mengubah naskah percakapan drama ke bentuk prosa narasi disebabkan masih kurangnya penguasaan siswa terhadap karya sastra khususnya prosa, dan juga proses belajar mengajar di sekolah tersebut kurang maksimal
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SMA NEGERI KABUPATEN BULUKUMBA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguruh kepemimimpian manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMA Negeri Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah survei, menggunakan instrumen berupa kuesioner yang dikembangkan dalam bentuk model skala likert. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial kepala SMA Negeri Kabupaten Bulukumba berada pada kategori sedang. Kinerja guru SMA Negeri Kabupaten Bulukumba berada pada kategori cenderung kuat pada responden kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan komite sekolah sedangkan kategori kuat pada responden siswa. Kepemimipinan manajerial kepala sekolah mempunyai hubungan yang signifikan dan berada pada kategori kuat dengan kinerja guru SMA Negeri Kabupaten Bulukumba.Â
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA SMP NEGERI 2 KOTA SORONG
Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental design dengan one-group pretest-postestdesign yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran statistika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Pendekatan Saintifik pada kelas VII F SMP Negeri 2 Kota Sorong. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei sampai dengan 2 Juni 2016 di SMP Negeri 2 Kota Sorong.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII semester genap tahun pelajaran 2015/2016, yang terdiri dari 10 kelas. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Data tentang aktivitas siswa diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, data tentang respon siswa terhadap pembelajaran doperoleh dengan menggunakan lembar angket, data peningkatan self efficacy siswa diperoleh dengan menggunakan lembar angket dan untuk mengetahui hasil belajar materi statistika digunakan tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembalajaran, aktivitas siswa, respon siswa, self efficacy siswa serta hasil belajar siswa dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitianHasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dengan Pendekatan Saintifik selama 5 kali pertemuan dalam kategori sangat baik, (2) aktivitas siswa dalam kategori sangat efektif, (3) respon siswa terhadap pembelajaran cenderung positif, (4) self efficacy siswa setelah pembelajaran menunjukkan peningkatan dari sebanyak 94% siswa pada kategori cenderung negatif menjadi 94% siswa pada kategori cenderung positif, (5) hasil belajar siswa mencapai ketuntasan belajar 87,88%, nilai rata-rata 78,58. Dengan demikian dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Koopefatif Tipe Two Stay Two Stray dengan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika pada Siswa SMP Negeri 2 Kota Sorong pada materi statistika dapat meningkatkan hasil belajar siswa
citra satellite The changes in mangrove land cover area using satellite image data in South Manokwari District, Manokwari Regency.: Perubahan Luasan Manggrove Menggunakan Data Citra Satelit di Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari
Mangroves are one of the defining characteristics of transitional plants between the sea, water bodies, and land. They are only found in tropical and subtropical regions with some extreme conditions such as high salt content, high temperatures, high waves, sedimentation, and mud. The distribution of mangroves in Indonesia with the highest dense cover is in Papua Province with a total area of 1,084,514 hectares, and West Papua Province has mangrove forests with a total area of 483,800 hectares, 76% of which are primary mangrove forests and the rest are secondary mangrove forests (24%). One method to determine changes in the area of mangrove vegetation is remote sensing technology aimed at identifying changes in the mangrove area covered by the mangrove ecosystem over different periods as potential forest resources using Composite image software ER Mapper series 6.4. Research results During the period 2014 - 2023, there has been a change in the area of mangroves in South Manokwari District with a degraded mangrove forest area of 53,767 hectares, with a deforestation area of 5,974 hectares per year. In the same period, forest degradation of 43,442 hectares also occurred with a degradation area per year of 4,827 hectares. The accuracy level value of Landsat satellite image classification for changes in mangrove area in South Manokwari District, Manokwari Regency in 2014, 2017, 2020, and 2023 reached 92.5%, which means it is quite accurat