Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
2015 research outputs found
Sort by
Strategi Pemerintah Kota Sorong dalam Mengatasi Tantangan Anak Putus Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi strategi pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah menggunakan lima indikator, yaitu Tujuan, Lingkungan, Arah, Tindakan, dan Pembelajaran. Faktor-faktor yang memengaruhi strategi pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah keterbatasan anggaran dalam mendukung berbagai program pendidikan, efektivitas program yang belum maksimal. Perbedaan tingkat keberhasilan strategi di berbagai daerah dan kurangnya koordinasi antar instansi. Faktor eksternal meliputi faktor ekonomi, sosial, budaya, dan masyarakat serta organisasi pendidikan. Dengan strategi yang terencana dan kerja sama lintas sektoral, diharapkan angka putus sekolah di Kota Sorong dapat terus ditekan dan mutu pendidikan dapat ditingkatkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah dan untuk mengetahui faktor yeng mempengaruhi strategi pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah menggunakan lima indikator, yaitu Tujuan, Lingkungan, Pengarahan, Tindakan, dan Pembelajaran. Tujuan untuk mencegah anak putus sekolah. Lingkungan masyarakat mendukung program-program pemerintah. Namun, koordinasi di lingkungan instansi antara Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan masih kurang mendalam. Pengarahan yaitu dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tindakan yang dilakukan yaitu mendirikan sekolah, pemberian bantuan PIP, peluncuran program Pendidikan gratis disemua sekolah negeri, dan program PKBM. Pembelajaran yaitu akan meningkatkan koordinasi antar instansi serta mengevaluasi program PIP yang mengalami keterlambatan pencairan serta pengawasan agar PIP tepat sasaran. Faktor yang mempengaruhi strategi pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah terdiri dari faktor intermal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu keterbatasan anggaran dalam mendukung berbagai program pendidikan, efektivitas program yang belum maksimal. Perbedaaan tingkat keberhasilan strategi diberbagai wilayah serta kurangnya koordinasi antar instansi. Faktor eksternal yaitu faktor ekonomi, sosial, budaya, dan faktor masyarakat dan organisasi pendidikan. Dengan strategi yang terencana dan kerja sama lintas sektor, diharapkan angka putus sekolah di Kota Sorong dapat terus ditekan dan kualitas pendidikan meningkat.
Kata Kunci: Strategi, Pemerintah Kota Sorong, Anak Putus Sekola
Sosial Kapital dalam Pembangunan: Kajian Literatur Tentang Peran Jaringan Sosial dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
This research discusses the role of social networks in improving community welfare, with a focus on the concept of social capital in development. The purpose of this research is to understand how interactions within social networks can support a sustainable development process, as well as to analyse the contribution of social capital to welfare improvement. The method used is a descriptive qualitative approach through literature analysis of various previous studies that discuss the relevance of social capital in the context of development. The results show that strong social networks can improve people's ability to access resources, strengthen solidarity, and encourage active participation in development, which in turn enhances welfare. In conclusion, social capital, through the social networks formed, plays a crucial role in accelerating the development process and improving community welfare, in both economic, social, and cultural aspects.Penelitian ini membahas peran jaringan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada konsep sosial kapital dalam pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana interaksi dalam jaringan sosial dapat mendukung proses pembangunan yang berkelanjutan, serta menganalisis kontribusi sosial kapital terhadap peningkatan kesejahteraan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur dari berbagai studi sebelumnya yang membahas relevansi sosial kapital dalam konteks pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial yang kuat dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengakses sumber daya, memperkuat solidaritas, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan. Kesimpulannya, sosial kapital, melalui jaringan sosial yang terbentuk, memainkan peran krusial dalam mempercepat proses pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun budaya
Financial Record-Keeping Practices and Literacy of Ikat Weaving Msmes in Kupang City: Challenges and Opportunities
This research aims to analyze the level of financial literacy, record-keeping practices, challenges, and opportunities for developing ikat weaving MSMEs in Kupang City. A quantitative approach was employed using a survey method with 60 MSMEs, and data analysis was conducted through Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results indicate that the level of financial literacy of MSMEs is moderate (58.2%), with recording practices that are still simple and not yet digitized. The main challenges faced include a limited understanding of accounting, time constraints, and inadequate technological skills. However, there is a significant opportunity to improve the quality of recording through training, the adoption of digital applications, and support from various stakeholders. Inferentially, financial literacy and recording practices have a positive and significant impact on MSME development opportunities, whereas challenges have a significant negative impact. These findings highlight the importance of synergy among the government, financial institutions, academics, and communities in enhancing the financial reporting capacity of MSMEs, tailored to local culture, to support business sustainability and the achievement of sustainable development goals.
Analisis Penggunaan Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu
Kemajuan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran, seperti chatbot edukatif, sistem tutor berbasis AI, dan aplikasi pembelajaran interaktif, dapat meningkatkan minat belajar siswa. Faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan ini adalah personalisasi materi, keterlibatan siswa yang lebih tinggi, serta penyampaian materi yang lebih menarik. Namun, terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan teknologi ini. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam pembelajaran.Kemajuan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran, seperti chatbot edukatif, sistem tutor berbasis AI, dan aplikasi pembelajaran interaktif, dapat meningkatkan minat belajar siswa. Faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan ini adalah personalisasi materi, keterlibatan siswa yang lebih tinggi, serta penyampaian materi yang lebih menarik. Namun, terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan teknologi ini. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam pembelajaran
PENGARUH HALAL AWARENESS DAN HALAL CERTIFICATION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN MUSLIM (STUDI PADA RESTORAN SOLARIA SAGA SORONG)
This study aims to determine the effect of halal awareness and halal certification on Muslim consumer purchasing decisions at Solaria Saga Sorong Restaurant. The type of research used is correlation with a quantitative approach. The sample in this study was 100 respondents with criteria set by the researcher. The sampling technique used purposive sampling. Data collection was carried out using primary data sources with questionnaires. Data analysis techniques using instrument tests, classical assumption tests, multiple regression analysis, and data hypothesis testing are processed using SPSS software version 25. The results in the study show that halal awareness has a positive and significant effect on Muslim consumer purchasing decisions at Solaria Saga Sorong Restaurant. Halal certification has a positive and significant effect on Muslim consumer purchasing decisions at Solaria Saga Sorong Restaurant. Independent variables, namely halal awareness and halal certification simultaneously or together, have a positive and significant effect on the dependent variable, namely Muslim consumer purchasing decisions at Solaria Saga Sorong Restaurant
How Perceived Usefulness, Ease of Use, and Quality Affect E-Wallet Intention in Gen Y and Z: A TAM Perspective
This study aims to evaluate the effect of perceived ease of use, perceived usefulness, and quality on intention to use e-wallets among generations Y and Z. The method used was quantitative, and questionnaires were distributed to 236 respondents in several cities in Java. The study used Structural Equation Modeling with IBM SPSS 29 software and AMOS Graphic 26 to test the proposed hypothesis. The results showed that both subjective norms significantly positively influence perceived ease of use, increasing perceived usefulness. Quality also contributes positively to perceived usefulness and perceived trust. However, the relationship between perceived trust and intention to use was not significantly proven. These findings provide important insights for e-wallet service providers to develop interface design and service quality to encourage wider adoption among young users. The Technology Acceptance Model theory serves as the foundation for this study, which analyses the factors that influence technology acceptance by contributing to developing more effective marketing strategies and product designs for increasing e-wallet usage among the younger generation.
Choice of Law in International Contracts Based on the Hague Principles 2015: Indonesian Positive Law Perspective
The study aims to examine the principle of choice of law in The Hague Principles 2015, assess the application of choice of law and forum clauses in international contract disputes, and evaluate the relevance and obstacles to its application in Indonesian law to encourage harmonization and legal certainty in cross-border transactions.
This research method used a normative legal approach through a literature study with three approaches: statute, case, and comparative. The focus is on applying The Hague Principles 2015 on the choice of law in international contracts and its relevance to Indonesian positive law to strengthen legal certainty and the parties' autonomy.
The Novelty this study lies in the study of the potential adoption of THP 2015 in the Indonesian legal system, which until now has not officially recognized these principles. In addition, this study discusses the challenges of implementing legal options and forum options in national law and analyzes real cases of international contract disputes.
The study results show that the principle of choice of law in The Hague Principles 2015 upholds the parties' autonomy. However, Indonesian law has not optimally accommodated this principle, causing uncertainty in applying choice of law and forum clauses in international contracts involving national jurisdictions.
The conclusions of the Hague Principles 2015 affirm party autonomy in international contracts, allowing freedom to choose the applicable law. Though non-binding, they influence legal interpretation globally. Integration into Indonesia's legal system is recommended to enhance legal certainty, support cross-border trade, and guide judges, practitioners, and scholars in resolving international contract disputes
Analisis Laju Infiltrasi Pada Daerah Aliran Sungai Klafma Kabupaten Sorong
Daerah Aliran Sungai (DAS) Klafma terletak di Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Di DAS ini sebagian besar daerahnya sudah terbangun dan tidak dapat lagi meresapkan air ke dalam tanah. Hal ini tentunya mempengaruhi laju infiltrasi, yang mana untuk DAS kecil di wilayah tropis belum pernah dilakukan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai laju infiltrasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Klafma menggunakan 4 model yaitu model Horton, model Philip, model Kostiakov dan model Green Ampt. Pengambilan data dilakukan di 11 titik sampel yang tersebar pada wilayah DAS dan ditentukan berdasarkan variasi tekstur, tutupan lahan dan kemiringan lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi existing pada DAS Klafma paling tinggi di titik F7 sebesar 21.88 cm/jam sedangkan paling rendah di titik F10 sebesar 0.75 cm/jam. Analisis kesesuaian model berdasarkan persamaan trend lapangan, model yang paling banyak mendekati yaitu model Horto
Budidaya Tanaman Gaharu Masyarakat di Kampung Haha Distrik Seremuk Kabupaten Sorong Selatan
Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi sistem budidaya dan pengelolaan gaharu oleh masyarakat di Kampung Haha, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan. Gaharu, yang merupakan hasil hutan bukan kayu dengan nilai ekonomi tinggi, banyak dimanfaatkan dalam industri parfum, kosmetik, dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metode budidaya, termasuk sumber bibit, persiapan persemaian, proses penanaman, dan pemeliharaan tanaman. Pendekatan deskriptif digunakan dengan wawancara semi-struktural dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan bibit alami dari hutan sekitar, dengan proses penanaman yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan lokal, termasuk persiapan tanah dan pemilihan lokasi tanam yang sesuai. Penelitian ini juga mengungkapkan dua model bisnis untuk gaharu, yaitu sistem berbasis kontrak dan sistem yang lebih fleksibel tanpa ikatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun budidaya gaharu di Kampung Haha masih dalam tahap awal, terdapat potensi besar untuk pengembangannya yang dapat meningkatkan perekonomian lokal
PERANCANGAN DAN EVALUASI SISTEM EMBER TUMPUK UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA: Perancangan dan Evaluasi Sistem Ember Tumpuk Untuk Pengelolaan Sampah Organik
This research aims to design and evaluate a stacked bucket system as a simple solution for managing household organic waste. The research method was carried out experimentally with a quantitative approach, involving the stages of preparation, manufacture and evaluation of the use of stacked buckets. The research results showed that the stacked bucket design equipped with a hole in the bottom and a tap to drain the leachate could function well. However, the success of this system was disrupted by failures in the composting process due to the condition of the organic waste being too dry and the lack of routine checks during fermentation. However, this research succeeded in identifying important factors such as humidity and the use of EM4 fluid to support the activity of microorganisms in the decomposition process. With further optimization, stacked buckets have the potential to become an effective, environmentally friendly and sustainable organic waste management method.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi sistem ember tumpuk sebagai solusi sederhana dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan tahapan persiapan, pembuatan, dan evaluasi terhadap penggunaan ember tumpuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ember tumpuk yang dilengkapi dengan lubang di dasar dan keran untuk mengalirkan air lindi dapat berfungsi dengan baik. Namun, keberhasilan sistem ini terganggu oleh kegagalan dalam proses pengomposan akibat kondisi sampah organik yang terlalu kering dan kurangnya pengecekan rutin selama fermentasi. Meskipun demikian, penelitian ini berhasil mengidentifikasi faktor-faktor penting seperti kelembapan dan penggunaan cairan EM4 untuk mendukung aktivitas mikroorganisme dalam proses dekomposisi. Dengan optimalisasi lebih lanjut, ember tumpuk berpotensi menjadi metode pengelolaan sampah organik yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung keberlanjutan