Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
2015 research outputs found
Sort by
Teachers' Personal Competence and Students' Achievement: A Correlational Study in the Context of English Language Education
This study examined the correlation between teachers' personality qualities and students' academic achievement in English. This quantitative study attempted to discover whether there is a correlation between these two variables. The study involved 3 English teachers from MGMP at Sorong and 55 students selected using simple random sampling. To collect data, the researchers employed questionnaires to assess the teachers' personality traits and document analysis to evaluate students' learning achievements. The Pearson Product Moment analysis technique examined the correlation between the two variables. The findings revealed a low correlation between English teachers' personality and students' learning achievements. Other factors may be more significant in determining student outcomes
Implementasi Sistem Pengelolaan Sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kepanjen Kabupaten Jombang
The waste management issue in Jombang Regency, particularly at the Kepanjen Disposal Site, remains unresolved. This study aims to analyze the implementation of waste management policies at the site using a descriptive qualitative approach through field observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal four key aspects: (1) communication plays a crucial role but lacks coherence between planning and execution; (2) resource limitations, including budget, workforce, and infrastructure, serve as major obstacles despite long-term planning efforts; (3) field workers’ dedication deserves recognition, yet greater community participation is essential; and (4) the organizational structure, although legally established, has not been fully effective in practice. The study concludes that waste management at the Kepanjen Disposal Site requires an inclusive and collaborative approach emphasizing improved communication, resource allocation, human resource capacity, and multi-stakeholder cooperation to achieve sustainable waste management outcomes.Permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang, khususnya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kepanjen, masih belum terselesaikan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan sampah di TPS Kepanjen dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) komunikasi memiliki peran penting namun belum selaras antara perencanaan dan pelaksanaan; (2) keterbatasan sumber daya seperti anggaran, tenaga kerja, dan sarana prasarana menjadi kendala utama meskipun telah ada perencanaan jangka panjang; (3) dedikasi petugas lapangan patut diapresiasi, tetapi dukungan partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan; dan (4) struktur organisasi yang memiliki dasar hukum kuat belum berjalan efektif di lapangan. Kesimpulannya, pengelolaan sampah di TPS Kepanjen membutuhkan pendekatan kolaboratif dengan fokus pada peningkatan komunikasi, alokasi sumber daya, kapasitas sumber daya manusia, dan kerja sama lintas pemangku kepentingan untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan
Transformasi Literasi Digital di Papua Barat Daya: Tantangan dan Strategi Pasca Pembentukan Daerah Otonomi Baru
The establishment of Southwest Papua Province through Law No. 29 of 2022 has created opportunities for digital literacy transformation, yet it continues to face complex structural, social, cultural, and geographical challenges. Disparities in internet access, limited digital devices, high data costs, low digital skills, and differing perceptions of technological benefits are primary obstacles to equitable digital literacy. This study aims to identify these barriers and formulate effective digital literacy strategies grounded in local wisdom. The research employs a mixed-methods approach with a Convergent Parallel design, combining a quantitative survey of 270 respondents and qualitative literature analysis to achieve a comprehensive understanding. Findings indicate that digital literacy among the population of Southwest Papua is hindered by economic factors, infrastructure limitations, technical capacity gaps, and cultural sensitivities. Effective strategies for enhancing digital literacy emphasize community participation, adaptation to local cultural values, gender inclusivity, youth empowerment, and the strengthening of technical, ethical, and digital cultural competencies. In conclusion, digital literacy transformation in Southwest Papua must adopt a holistic, contextual, and sustainable approach to empower communities, reinforce social cohesion, and support economic development and digital governance in the post-establishment era of the new autonomous region.Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya melalui UU No. 29 Tahun 2022 membuka peluang transformasi literasi digital, namun masih menghadapi berbagai hambatan struktural, sosial, budaya, dan geografis yang kompleks. Kesenjangan akses jaringan internet, keterbatasan perangkat digital, tingginya biaya data, rendahnya keterampilan digital, serta perbedaan persepsi terhadap manfaat teknologi menjadi kendala utama dalam pemerataan literasi digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan dan merumuskan strategi literasi digital yang efektif dan berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain Convergent Parallel, menggabungkan survei kuantitatif terhadap 270 responden dan analisis literatur kualitatif untuk memperoleh pemahaman komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital masyarakat Papua Barat Daya terhambat oleh faktor ekonomi, infrastruktur, kapasitas teknis, dan sensitivitas budaya. Strategi peningkatan literasi digital yang efektif menekankan partisipasi komunitas, adaptasi pada nilai budaya lokal, inklusi gender, pemberdayaan pemuda, serta penguatan kompetensi teknis, etika, dan budaya digital. Kesimpulannya, transformasi literasi digital di Papua Barat Daya harus bersifat holistik, kontekstual, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, memperkuat kohesi sosial, dan mendukung pembangunan ekonomi serta pemerintahan digital pasca pembentukan daerah otonomi baru
Strategi Content Marketing Syariah Toko Abata Donat Melalui Media Sosial Instagram @Abatadonuts dalam Membangun Brand Awareness
The development of social media as a digital marketing platform encourages culinary businesses to implement content marketing strategies that enhance brand awareness. In sharia-based businesses, a key challenge lies in consistently integrating Islamic values into digital marketing practices. This study aims to analyze the sharia-based content marketing strategy implemented by the Instagram account @abatadonuts in building brand awareness. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through Instagram content observation, in-depth interviews with the informants consisting of the business owner and social media management staff, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, with data validity ensured through source triangulation. The findings indicate that sharia-based content marketing is manifested through transparent product promotion, the delivery of da’wah and Islamic values, the use of testimonials, educational content, and behind-the-scenes posts. The integration of honesty, trustworthiness, and information transparency contributes to strengthening brand recognition and brand recall. This study provides theoretical and practical contributions to the development of sharia-based content marketing for culinary MSMEs utilizing social media.Perkembangan media sosial sebagai sarana pemasaran digital mendorong pelaku usaha kuliner untuk menerapkan strategi content marketing yang mampu membangun kesadaran merek. Pada bisnis berbasis syariah, tantangan utama terletak pada integrasi nilai-nilai Islam ke dalam praktik pemasaran digital secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi content marketing syariah yang diterapkan oleh akun Instagram @abatadonuts dalam membangun brand awareness. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan para informan yang terdiri atas pemilik usaha dan staf pengelola media sosial, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi content marketing syariah diwujudkan melalui konten promosi produk yang transparan, penyampaian pesan dakwah dan nilai Islami, testimoni, konten edukatif, serta behind-the-scenes. Integrasi nilai kejujuran, amanah, dan keterbukaan informasi berkontribusi terhadap penguatan brand recognition dan brand recall. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan content marketing syariah pada UMKM kuliner berbasis media sosial
Respons Publik Tentang Taman Deo Kota Sorong Sebagai Green Open Space (GOS)
Green Open Space (GOS) Taman DEO Kota Sorong merupakan taman kota yang berfungsi sebagai sarana olahraga, rekreasi, ekonomi dan sosial. Riset ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting dan respons publik tentang taman DEO sebagai Green Open Space. Metode dalam riset ini adalah metode deskriptif kuantitatif melalui teknik wawancara terhadap masyarakat saat menikmati areal Taman DEO Kota Sorong. Pemilihan sampel secara accidental sampling, yaitu tiap masyarakat yang secara kebetulan berada di Taman DEO. Hasil riset menunjukkan bahwa kondisi eksisting Taman DEO sebagai GOS sangatlah kecil dan termasuk jenis taman kota mini dengan ketersediaan fasilitas lapangan terbuka yang kecil, kursi-kursi taman, wahana permainan anak, areal parkir, dan kios jajanan yang ditutupi oleh berbagai jenis vegetasi pohon. Respons publik terhadap GOS Taman DEO Kota Sorong menunjukkan tentang aspek keindahan taman rata-rata 3,23 dengan kategori ”Cukup Baik”. Respons publik tentang aspek kebesihan taman rata-rata 2,93 dengan kategori persepsi ”Cukup Baik”. Respons publik tentang aspek keamanan taman rata-rata 3,62 dengan kategori ”Baik”. Sedangkan respons publik terkait dengan aspek sarana prasarana taman rata-rarta 3,14 dengan kategori ”Cukup Baik”.Green Open Space (GOS) Taman DEO Kota Sorong merupakan taman kota yang berfungsi sebagai sarana olahraga, rekreasi, ekonomi dan sosial. Riset ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting dan respons publik tentang taman DEO sebagai Green Open Space. Metode dalam riset ini adalah metode deskriptif kuantitatif melalui teknik wawancara terhadap masyarakat saat menikmati areal Taman DEO Kota Sorong. Pemilihan sampel secara accidental sampling, yaitu tiap masyarakat yang secara kebetulan berada di Taman DEO. Hasil riset menunjukkan bahwa kondisi eksisting Taman DEO sebagai GOS sangatlah kecil dan termasuk jenis taman kota mini dengan ketersediaan fasilitas lapangan terbuka yang kecil, kursi-kursi taman, wahana permainan anak, areal parkir, dan kios jajanan yang ditutupi oleh berbagai jenis vegetasi pohon. Respons publik terhadap GOS Taman DEO Kota Sorong menunjukkan tentang aspek keindahan taman rata-rata 3,23 dengan kategori ”Cukup Baik”. Respons publik tentang aspek kebesihan taman rata-rata 2,93 dengan kategori persepsi ”Cukup Baik”. Respons publik tentang aspek keamanan taman rata-rata 3,62 dengan kategori ”Baik”. Sedangkan respons publik terkait dengan aspek sarana prasarana taman rata-rarta 3,14 dengan kategori ”Cukup Baik”
Implementasi Metode Performance-Based Asset Management Dalam Sistem Informasi Manajemen Aset Sekolah (SIMAS)
School assets play a vital role in supporting learning activities and administrative operations, yet many schools still manage assets manually, leading to data inaccuracy, difficulty in monitoring conditions, and inefficiency in reporting. This study aims to design and implement a School Asset Management Information System (SIMAS) using the Performance-Based Asset Management (PBAM) method to address these challenges. The research applies a qualitative approach through observation, interviews, and literature study to identify asset management problems in schools. The system was developed using the Waterfall model, consisting of analysis, design, implementation, testing, and documentation. PBAM principles were integrated to support planning, maintenance, monitoring, and continuous improvement of asset utilization. The results demonstrate that SIMAS provides structured asset registration, facilitates real-time monitoring, generates performance-based reports, and issues automatic notifications for urgent maintenance. This contributes to improving decision-making, enhancing efficiency in school asset management, and ensuring long-term sustainability of educational resources. The findings highlight that the application of PBAM in the education sector, particularly in schools, provides a novel contribution compared to previous studies that mainly focused on asset recording and depreciation methodsAset sekolah bagian penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan operasional administrasi, namun banyak sekolah masih mengelola aset secara manual, yang mengakibatkan ketidakakuratan data, kesulitan dalam memantau kondisi aset, dan ketidakefisienan dalam pelaporan. Sistem ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Aset Sekolah (SIMAS) menggunakan metode Manajemen Aset Berbasis Kinerja (PBAM) untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk mengidentifikasi masalah pengelolaan aset di sekolah. Sistem dikembangkan menggunakan Model Waterfall, yang meliputi analisis, desain, implementasi, pengujian, dan dokumentasi. Prinsip-prinsip PBAM diintegrasikan untuk mendukung perencanaan, pemeliharaan, pemantauan, dan perbaikan berkelanjutan dalam pemanfaatan aset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMAS menyediakan pendaftaran aset yang terstruktur, memfasilitasi pemantauan real-time, menghasilkan laporan berbasis kinerja, dan mengirimkan pemberitahuan otomatis untuk pemeliharaan darurat. Hal ini berkontribusi pada peningkatan pengambilan keputusan, efisiensi dalam pengelolaan aset sekolah, dan memastikan keberlanjutan jangka panjang sumber daya pendidikan. Temuan ini menyoroti bahwa penerapan PBAM di sektor pendidikan, khususnya di sekolah, memberikan kontribusi baru dibandingkan dengan studi sebelumnya yang sebagian besar berfokus pada metode pencatatan aset dan depresiasi
Sistem dinamis Pendekatan Sistem Dinamis pada Pengendalian Hama dan Adaptasi Teknologi Guna Meningkatkan Profitabilitas
Desa Sentul is a village where 74% of its total area is agricultural land primarily used for rice cultivation, This research aims to analyze the factors influencing food security and farmer profitability in Sentul Village, Jombang Regency, and to develop a system dynamics model to support agricultural sustainability. Using a Triple Bottom Line approach with SMART PLS, the analysis results show that age, technology adoption, pest attacks, fertilizer use, and soil pH significantly impact productivity and food security. The system dynamics model developed with STELLA illustrates the relationships between these factors and highlights the importance of proper fertilizer and pest management. Three simulation scenarios were tested to increase farmer productivity and profit, with Scenario 3 (a combination of technological and organic approaches) showing the most optimal results, increasing rice productivity by up to 14%, reducing operational costs by up to 21%, and increasing profit by Rp2,507,146,451. The study also includes risk analysis and mitigation strategies for scenario, which are expected to reduce challenges and enhance agricultural sustainability in Sentul Village.Desa Sentul merupakan desa dengan luas lahan sebesar 74% dari total wilayahnya yang memiliki komoditas padi, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan dan profitabilitas petani di Desa Sentul Kabupaten Jombang, serta mengembangkan model sistem dinamis untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Desa Sentul. Menggunakan pendekatan Triple Bottom Line dengan SMART PLS, hasil analisis menunjukkan bahwa faktor usia, adaptasi teknologi, serangan hama, penggunaan pupuk, dan pH tanah memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas dan ketahanan pangan. Model sistem dinamis yang dikembangkan dengan STELLA menggambarkan hubungan antara faktor-faktor ini dan mengungkapkan pentingnya pengelolaan pupuk dan hama yang tepat. Tiga skenario simulasi diuji untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan petani, dengan Skenario 3 (kombinasi teknologi dan organik) menunjukkan hasil paling optimal, meningkatkan produktivitas padi hingga 14% dan menurunkan biaya operasional hingga 21% dan Meningkatkan Profit sebesar Rp2,507,146,451. Penelitian ini juga mencakup analisis risiko dan strategi mitigasi untuk skenario, yang diharapkan dapat mengurangi tantangan dan meningkatkan keberlanjutan pertanian di Desa Sentul
Pengendalian Kualitas Produksi Jok Mobil Dengan Metode Statistical Quality Control (SQC)
Increasingly competitive industrial conditions necessitate that companies maintain high product quality to remain competitive. One of the challenges frequently faced by the manufacturing industry is high levels of product productivity, which can impact customer satisfaction and operational efficiency. This study specifically examines the issue of product defects in the car seat production process at PT. ABC. Despite implementing a quality control system, a significant number of product defects were still found. The study used a quantitative approach using Statistical Quality Control (SQC) methods, specifically p-charts, to analyze production and defect data over 16 days. The analysis showed that the proportion of defects varied significantly, with the highest value reaching 55.17% and the lowest at 5.13%. The control chart showed data points approaching the upper control limit, indicating the process was not yet fully stable. Fishbone analysis identified the main causes of defects, including human factors, work methods, raw materials, and machines. Comprehensive improvements to the work system and joint control are needed to increase production process stability and sustainably reduce defect rates.Persaingan industri yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk menjaga kualitas produk guna mempertahankan daya saing. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh industri manufaktur adalah tingginya tingkat produktivitas produk, yang dapat berdampak pada kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional. Penelitian ini secara khusus mengkaji permasalahan kecacatan produk pada proses produksi jok mobil di PT. ABC, meskipun telah menerapkan sistem pengendalian mutu, masih menemukan cacat produk dalam jumlah yang signifikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Statistical Quality Control (SQC), khususnya p-chart, untuk menganalisis data produksi dan cacat selama 16 hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi kecacatan bervariasi secara signifikan, dengan nilai tertinggi mencapai 55,17% dan terendah 5,13%. Diagram kendali menunjukkan adanya titik-titik data yang mendekati batas atas kendali, menandakan proses belum sepenuhnya stabil. Analisis fishbone mengidentifikasi faktor penyebab utama kerusakan meliputi aspek manusia, metode kerja, bahan baku, dan mesin. Diperlukan perbaikan sistem kerja dan pengendalian bersama secara menyeluruh untuk meningkatkan stabilitas proses produksi dan menurunkan tingkat kecacatan secara berkelanjutan
ANALISIS PENANGANAN KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN IDENTIFIKASI LAPANGAN SECARA VISUAL (STUDI KASUS RUAS JALAN BERE-BERE – SOPI)
Penanganan Kerusakan Jalan merupakan kebutuhan dalam menjaga umur rencana dan tingkat layanan jalan guna mendukung kelancaran transportasi kenyamanan dan keselamatan berkendara pengguna jalan, khususnya kendaraan bermotor baik roda 4 dan roda 2. Identifikasi nilai kondisi jalan secara berkelanjutan diperlukan untuk mendapatkan data dan informasi yang digunakan dalam upaya penanganan pemeliharaan jalan. Metode IRI (International Roughness Index) dan Identifikasi Lapangan secara Visual akan menghasilkan data dan keterangan akan kondisi jalan dan jenis penanganan kondisi jalan sebelum dan setelah dilakukan penanganan, disamping itu akan memberikan informasi terkait dengan kondisi jalan berdasarkan hasil dari metode penilaiannya. Ruas Jalan Nasional Bere-bere - Sopi memiliki panjang 52,19 km dan lebar yang di dominasi 4,50 m dan sebagian lainnya 7,00 m menjadi lokasi dalam melakukan penelitian ini. Analisis Kerusakan Jalan dilakukan dengan menggunakan alat NAASRA yang dipasang pada kendaraan. Berdasarkan hasil analisis Kerusakan Jalan dengan metode IRI (International Roughness Index) dan Identifikasi Lapangan secara Visual menunjukkan bahwa ruas jalan Bere-bere - Sopi dapat dikategorikan buruk atau kritis Poor, yang dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil IRI (International Roughness Index) sebesar 13,87 hal ini ditunjukkan dengan nilai IRI >12 dengan prosentase sebesar 56,22% yang di dominasi Lajur Kiri Jalan, sementara untuk kondisi jalan sedang dengan nilai IRI <8 memiliki persentase sebesar 11,11%. Dengan demikian bentuk penanganan yang direkomendasikan berupa Preservasi Rutin Kondisi Jalan, Preservasi Holding (Penunjang), Preservasi Rehabilitasi Minor Jalan, dan Rehabilitasi Mayor Jalan. Pemeliharaan dan Penanganan Kerusakan ini diperuntukkan pada ruas yang dalam kondisi Rusak Ringan dan Rusak Berat.Penanganan Kerusakan Jalan merupakan kebutuhan dalam menjaga umur rencana dan tingkat layanan jalan guna mendukung kelancaran transportasi kenyamanan dan keselamatan berkendara pengguna jalan, khususnya kendaraan bermotor baik roda 4 dan roda 2. Identifikasi nilai kondisi jalan secara berkelanjutan diperlukan untuk mendapatkan data dan informasi yang digunakan dalam upaya penanganan pemeliharaan jalan. Metode IRI (International Roughness Index) dan Identifikasi Lapangan secara Visual akan menghasilkan data dan keterangan akan kondisi jalan dan jenis penanganan kondisi jalan sebelum dan setelah dilakukan penanganan, disamping itu akan memberikan informasi terkait dengan kondisi jalan berdasarkan hasil dari metode penilaiannya. Ruas Jalan Nasional Bere-bere - Sopi memiliki panjang 52,19 km dan lebar yang di dominasi 4,50 m dan sebagian lainnya 7,00 m menjadi lokasi dalam melakukan penelitian ini. Analisis Kerusakan Jalan dilakukan dengan menggunakan alat NAASRA yang dipasang pada kendaraan. Berdasarkan hasil analisis Kerusakan Jalan dengan metode IRI (International Roughness Index) dan Identifikasi Lapangan secara Visual menunjukkan bahwa ruas jalan Bere-bere - Sopi dapat dikategorikan buruk atau kritis Poor, yang dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil IRI (International Roughness Index) sebesar 13,87 hal ini ditunjukkan dengan nilai IRI >12 dengan prosentase sebesar 56,22% yang di dominasi Lajur Kiri Jalan, sementara untuk kondisi jalan sedang dengan nilai IRI <8 memiliki persentase sebesar 11,11%. Dengan demikian bentuk penanganan yang direkomendasikan berupa Preservasi Rutin Kondisi Jalan, Preservasi Holding (Penunjang), Preservasi Rehabilitasi Minor Jalan, dan Rehabilitasi Mayor Jalan. Pemeliharaan dan Penanganan Kerusakan ini diperuntukkan pada ruas yang dalam kondisi Rusak Ringan dan Rusak Berat.
 
Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Seal Radiator Menggunakan From to Chart di PT. XYZ
The fierce competition of the global industry, operational efficiency is crucial for a company's competitiveness, and optimal facility layout can reduce production costs and accelerate cycle times. From-to charts are used to evaluate and optimise material or product flow. The From-To-Chart method is a traditional way to review and improve material or product flow. Its primary focus is to identify and measure material movement within the factory work area. Based on an initial analysis of the radiator seal production flow at PT. XYZ, efficiency remains low. Initial forward efficiency stands at 74.25%, below the optimal target of 75%. Meanwhile, backward efficiency reaches 25.75%, indicating significant unnecessary and repetitive material movement. This situation arises because certain areas, such as the laboratory and NMI zone, are visited more than once during a single production cycle. The analysis results show an improvement from 74.25% to 98.01%. Its primary function is to identify and calculate material movement moments within the industrial layout, thereby enhancing efficiency and effectiveness during operational time.Ketatnya persaingan industri global, efisiensi operasional menjadi sangat penting untuk daya saing perusahaan, dan penataan fasilitas yang optimal dapat memangkas biaya produksi serta mempercepat waktu siklus. From to chart digunakan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan aliran material atau produk. Metode From-To-Chart merupakan cara tradisional untuk meninjau dan memperbaiki alur bahan atau produk. Fokus utamanya adalah menemukan dan mengukur perpindahan bahan di dalam area kerja pabrik. Berdasarkan analisis awal alur produksi segel radiator di PT. XYZ, efisiensinya masih rendah. Efisiensi maju awal hanya 74,25%, di bawah target optimal 75%. Sementara itu, efisiensi mundur mencapai 25,75%, yang menandakan banyak pergerakan bahan yang tidak perlu dan berulang. Kondisi ini terjadi karena beberapa area, seperti laboratorium dan area NMI, dikunjungi lebih dari sekali dalam satu siklus produksi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan dari 74,25% menjadi 98,01%. Fungsi utamanya adalah untuk mengidentifikasi dan menghitung momen pergerakan material dalam tata letak industri serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam waktu operasi