Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
2015 research outputs found
Sort by
Efektivitas Bakteri Asam Laktat Terhadap Percepatan Dekomposisi Bahan Organik Mucuna Dalam Proses Fermentasi Kompos
This study aims to determine the effect of using Lactic Acid Bacteria (LAB) isolates on the fermentation process of mucuna-based compost. The parameters observed included temperature, pH, color, aroma, and texture for 27 days of fermentation. The results showed that LAB treatment had a significant effect on the acceleration and quality of fermentation results. The temperature increased faster and remained within the optimal range of microbial activity (22–55°C). The pH value decreased in the early fermentation phase due to the production of organic acids, then returned to being stable approaching neutral at the end of fermentation. The color change towards blackish brown occurred faster in the LAB treatment, indicating earlier compost maturity than the control. The odorless aroma appeared earlier (day 9) in the LAB treatment compared to the control (day 12), and the texture became smoother faster. Overall, the use of LAB isolates was proven to accelerate the decomposition process of mucuna organic materials, increase microorganism activity, and produce compost with better quality than without LAB treatment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap proses fermentasi kompos berbahan dasar tanaman mucuna. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, warna, aroma, dan tekstur selama 27 hari fermentasi. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan BAL memberikan pengaruh signifikan terhadap percepatan dan kualitas hasil fermentasi. Suhu meningkat lebih cepat dan tetap berada dalam kisaran optimal aktivitas mikroba (22–55 °C). Nilai pH mengalami penurunan pada fase awal fermentasi akibat produksi asam organik, lalu kembali stabil mendekati netral pada akhir fermentasi. Perubahan warna menuju coklat kehitaman terjadi lebih cepat pada perlakuan BAL, yang menandakan kematangan kompos lebih awal dibanding kontrol. Aroma tidak berbau muncul lebih awal (hari ke-9) pada perlakuan BAL dibandingkan kontrol (hari ke-12), serta tekstur menjadi lebih halus lebih cepat. Secara keseluruhan, penggunaan isolat BAL terbukti mempercepat proses dekomposisi bahan organik mucuna, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, dan menghasilkan kompos dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan BAL
Profile of Science Literacy Skills of Phase E Students at MAN Kota Sorong, Southwest Papua, in 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi sains peserta didik fase E MAN Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2025 tentang topik pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dan analisis data dilakukan dengan cara analisis statistik kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 67 peserta didik fase E. Instrumen penelitian adalah soal tes berbentuk pilihan ganda yang dibuat berdasarkan indikator literasi sains dari Gomarlly. Dari tujuh indikator literasi sains dari Gomarlly peneliti hanya melakukan penelitian untuk enam indikator saja dengan hasil yaitu : mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid (misalnya Pendapat/teori untuk mendukung hipotesis) nilai rata-rata sebesar 48% , melakukan penelusuran literatur dengan nilai rata-rata sebesar 45%, memahami elemen-elemen dalam desain penelitian nilai rata-rata sebesar 37%, membuat grafik secara tepat dari data nilai rata-rata sebesar 37%, memecahkan masalah menggunakan keterampilan kuantitatif, termasuk statistik dasar (misalnya menghitung rata-rata, probabilitas, persentase, frekuensi) nilai rata-rata sebesar 20%, dan melakukan inferensi, prediksi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data kuantitatif nilai rata-rata sebesar 34%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi sains peserta didik fase E MAN Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2025 tentang topik pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian kuantitatif dan analisis data dilakukan dengan cara analisis statistik kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 67 peserta didik fase E. Instrumen penelitian adalah soal tes berbentuk pilihan ganda yang dibuat berdasarkan indikator literasi sains dari Gomarlly. Dari tujuh indikator literasi sains dari Gomarlly peneliti hanya melakukan penelitian untuk enam indikator saja dengan hasil yaitu : mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid (misalnya Pendapat/teori untuk mendukung hipotesis) nilai rata-rata sebesar 48% , melakukan penelusuran literatur dengan nilai rata-rata sebesar 45%, memahami elemen-elemen dalam desain penelitian nilai rata-rata sebesar 37%, membuat grafik secara tepat dari data nilai rata-rata sebesar 37%, memecahkan masalah menggunakan keterampilan kuantitatif, termasuk statistik dasar (misalnya menghitung rata-rata, probabilitas, persentase, frekuensi) nilai rata-rata sebesar 20%, dan melakukan inferensi, prediksi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data kuantitatif nilai rata-rata sebesar 34%. 
Comparison of the Principle of Meaningful Participation in the Process of Law Formation in Indonesia, Switzerland, and Sweden
This study aims to analyze the effectiveness of applying the principle of meaningful participation in lawmaking in Indonesia, Switzerland, and Sweden
The method used is normative juridical with a case study and comparative law approach. Data collection was conducted through a literature review of regulations, official documents, and related literature, which was then analyzed qualitatively using a descriptive-comparative framework.
The novelty of this research lies in its functional comparative approach, which not only compares legal frameworks but also the practical implementation of the principle of participation in the legislative processes of each country.
This study highlights the gap between formal regulations and substantive practices in Indonesia, and identifies best practices from Swiss referendum democracy and Swedish public consultation mechanisms. The results show that Indonesia still faces challenges in ensuring substantive public participation, which tends to be formal and limited without influencing the substance of regulations. In contrast, Switzerland implements direct democracy through referendums, and Sweden has developed transparent and structured public consultation mechanisms. However, the future prospects in Indonesia are quite positive, with increasing demands for transparency, technological advances, and the role of civil society opening up opportunities to develop more inclusive and effective public participation in law-making.
In conclusion, although Indonesia is still limited in ensuring substantial public participation, the opportunities to improve participation mechanisms through transparency and technology are quite promising, leading to a more inclusive and influential system in law formation
Legal Liability of Event Organizers in Cases of Song Copyright Infringement: A Study of Decision No. 92/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst
The purpose of this study is to analyze the effectiveness of legal norms in Law No. 28 of 2014 concerning Copyright and Government Regulation No. 56 of 2021 concerning the Management of Song and/or Music Royalties in guaranteeing the protection of the economic and moral rights of songwriters in the context of live performances, through a case study of Decision No. 92/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst.
The method used is normative juridical with a statutory approach, case approach, and conceptual approach which are analyzed qualitatively.
The novelty of this study lies in the reconstruction of dual legal liability between performers (singers) and event organizers, as well as the application of Hans Kelsen's theory regarding the separation between legal norms (the should) and reality (being) in music copyright disputes.
The results of the study show that there is still an imbalance between regulation and practice; industry players often ignore licensing mechanisms and royalty payments through the National Collective Management Agency (LMKN), and do not include the names of creators or make changes to works without permission. Although the judge in the case granted part of the lawsuit, the recognition of direct licensing practices outside the collective mechanism indicates a regulatory loophole and potential legal uncertainty.
In conclusion, the effectiveness of positive law in copyright protection in Indonesia has not yet been fully achieved. Therefore, policy reforms are needed to integrate direct licensing mechanisms into the official legal framework, strengthen the role of the LMKN, and enforce stricter sanctions against moral rights violations, so that legal norms truly become a substantive protection instrument for creators
Pendidikan Nilai-Nilai Sosial Budaya Lokal sebagai Upaya Menanamkan Toleransi pada Siswa SD Muhammadiyah 1 Kota Sorong
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidikan nilai-nilai sosial budaya lokal dalam menanamkan sikap toleransi kepada siswa di SD Muhammadiyah 1 Kota Sorong. Dalam konteks masyarakat multikultural seperti Kota Sorong, pendidikan yang mengangkat kearifan lokal menjadi strategi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang mampu hidup rukun dalam keberagaman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai sosial budaya lokal—seperti gotong royong, musyawarah, dan saling menghargai dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sekolah berdampak positif terhadap peningkatan sikap toleransi siswa. Selain itu, dukungan guru, lingkungan sekolah, dan keterlibatan orang tua turut memperkuat internalisasi nilai-nilai tersebut. Dengan demikian, pendidikan berbasis budaya lokal efektif sebagai sarana membangun harmoni dan menghargai perbedaan sejak usia dini
Bullying dan Kekerasan Seksual terhadap Kesehatan Mental Anak pada Kelurahan Suprau
Bullying merupakan salah satu tindak kekerasan yang dilakukan baik secara fisik, psikis, mental maupun spiritual. Perilaku bullying biasa terjadi dimana saja baik itu dilingkungan rumah, tempat bermain, termasuk lingkungan pendidikan. Sama halnya dengan bullying kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi pemerintah saat ini dikarenakan berkaitan dengan upaya pemerintah untuk melaksanakan UU perlindungan anak No. 35 tahun 2014. Disisi lain, anak korban kekerasan seksual merupakan bagian dari masyarakan yang belum matang perkembangannya baik secara fisik maupun psikologis sehingga membutuhkan pendampingan khusus dalam penanganannya. Fokus permasalahan yang akan dicari jawabannya melalui penelitian ini adalah “pengaruh bullying dan kekerasan seksual terhadap kesehatan mental terhadap anak pada kelurahan suprau.” Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Anak yang pernah mengalami bullying dan kekerasan seksual beresiko lebih tinggi untuk mengalami gejala depresi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya kesadaran orang tua untuk menjaga anak dengan baik. Disarankan kepada kementrian pendidikan agar menerapkan sekolah ramah anak untuk mengurangi peristiwa bullying dan kekerasan seksual,myang dapat beresiko menimbulkan gejala depresi pada anak
Sosialisasi Pelestarian Terumbu Karang Berbasis Biorock
The socialization activity on coral reef conservation using Biorock technology was conducted at MA Emayodere Sorong as an environmental education initiative for the younger generation. The purpose of this activity was to enhance students’ understanding and awareness of the importance of marine ecosystem conservation, particularly coral reefs, and to introduce Biorock technology as an innovative solution for reef rehabilitation. The activities were carried out through interactive presentations, group discussions, and evaluations using pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in students’ understanding. The average pre-test score of 55 increased to 82 in the post-test, representing a 27-point or 49% improvement. A total of 88% of the students expressed increased concern for marine environmental issues, and 72% showed interest in participating in conservation actions. This activity demonstrates that an educational approach combining technology and participation can effectively foster environmental awareness among students. Therefore, the socialization of coral reef conservation using Biorock technology is not only effective in enhancing students’ knowledge but also holds the potential to create young environmental change agents. Such activities should be continued sustainably with cross-sectoral support to protect marine ecosystems.Kegiatan sosialisasi pelestarian terumbu karang berbasis teknologi Biorock dilaksanakan di MA Emayodere Sorong sebagai bentuk edukasi lingkungan kepada generasi muda. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian ekosistem laut, khususnya terumbu karang, serta mengenalkan teknologi Biorock sebagai solusi inovatif dalam rehabilitasi karang. Kegiatan dilakukan melalui metode presentasi interaktif, diskusi kelompok, dan evaluasi pre-test serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman siswa. Rata-rata nilai pre-test sebesar 55 meningkat menjadi 82 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 27 poin atau 49%. Sebanyak 88% siswa menyatakan meningkatnya kepedulian terhadap isu lingkungan laut, dan 72% menyatakan keinginan untuk terlibat dalam aksi konservasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis teknologi dan partisipatif mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan pada pelajar. Dengan demikian, sosialisasi pelestarian terumbu karang berbasis Biorock tidak hanya efektif meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga berpotensi menciptakan agen-agen perubahan lingkungan dari kalangan muda. Kegiatan semacam ini perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor demi menjaga kelestarian ekosistem laut
Village Head Election System Based on SBT Regency Regulation Number 5 of 2017
This study aims to analyze the implementation of village head elections in Lalasa Administrative Village, Pulau Panjang Subdistrict, East Seram Regency, by examining its compliance with legal provisions, particularly Law Number 6 of 2014, Minister of Home Affairs Regulation Number 112 of 2014, and Regional Regulation Number 5 of 2017. The research approach uses a qualitative method with primary data sources through field observations and in-sdepth interviews with relevant parties, as well as secondary data through literature review. The analysis is conducted using a descriptive-qualitative approach to describe the factual conditions and compare them with the applicable legal norms. The novelty of this research lies in its focus on the gap between formal legal procedures and customary practices in the election of village heads, which is rarely discussed specifically in the context of administrative villages in the Maluku region. The results show that although some formal stages, such as the formation of an election committee, have been carried out in accordance with the rules, the practice of appointing village heads in Lalasa Village is still dominated by customary mechanisms in the form of direct appointment based on lineage without voting. This has resulted in limited political participation of the community and the potential for a decline in the legitimacy of village leadership. In conclusion, harmonization between positive law and customary law is necessary so that village administration can be carried out democratically, transparently, and in accordance with regulations, while still respecting local wisdom
Penyadapan Tradisional Nira Aren (Arenga Pinnata Merr.) dan Analisis Usahanya oleh Masyarakat Di Kampung Namro Kabupaten Sorong Selatan
Aren (Arenga pinnata Merr.) salah satu jenis tumbuhan palma yang memiliki berbagai manfaat, salah satunya sebagai sumber air nira yang dapat diolah menjadi gula aren. Nira aren adalah cairan manis yang dihasilkan dari proses penyadapan pada bunga jantan dan bunga betina untuk memperoleh cairan yang kaya gula, sebagai bahan baku produk seperti minuman, gula merah, dan lainnya. Teknik penyadapan nira aren oleh masyarakat di Kampung Namro dilakukan secara tradisional hingga pembuatan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik penyadapan tradisional nira Aren dan menganalisis usaha gula aren pada masyarakat Kampung Namro Distrik Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan. Riset ini menggunakan metode deskriptif melalui Temu Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penyadapan nira Aren oleh masyarakat Kampung Namro meliputi pertama, pembersihan tongkol; kedua, pemukulan tongkol beberapa kali; ketiga, penentuan tongkol untuk disadap; keempat, persiapan penyadapan; kelima penyadapan dengan cara menyayat atau memotong ujung tongkol aren, keenam, mengikat bambu atau bumbung untuk menadah cairan nira yang keluar dari tongkol nira; ketujuh, penyadapan berulang kali untuk memperbarui sayatan setiap hari atau dua kali sehari. Hasil usaha gula aren diperoleh pendapatan sebesar Rp. 160.000/sekali produksi. Dari segi kelayakan usaha R/C Ratio dan B/C Ratio, menunjukkan bahwa usaha gula aren yang produksi pun layak untuk diusahakan karena para pelaku usaha mendapatkan keuntungan yang memadai yang menjadi sumber pendapatan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan hidup
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA BILINGUAL PADA MATERI PERKALIAN DI SD NEGERI 27 KOTA SORONG MELALUI MEDIA PERMAINAN WORDWALL: EFFECTIVENESS OF BILINGUAL MATHEMATICS LEARNING ON MULTIPLICATION MATERIAL IN STATE ELEMENTARY SCHOOL 27 SORONG CITY THROUGH WORDWALL GAME MEDIA
Effective mathematics learning requires methods and media that are engaging for students. The use of digital media, such as wordwall can increase student engagement in understanding multiplication concepts, especially in a bilingual learning environment. This study aims to evaluate the effectiveness of bilingual mathematics learning on multiplication material at SD Negeri 27, Sorong City, by utilizing wordwall game media. This study used a quantitative descriptive approach through a pre-test and post-test involving 23 third-grade students. The results showed an increase in the average student score from 64.35 in the pre-test to 83.26 in the post-test, with an N-Gain value of 0.6036, which is classified as a moderate increase. In addition to improving the understanding of multiplication concepts, the use of wordwall also motivates students to be more active in the learning process. The bilingual approach that combines Indonesian and English also provides benefits in developing students' language skills. Thus, it is concluded that Wordwall media is effective in improving learning outcomes, creating an interactive and interesting learning atmosphere, and supporting the improvement of the quality of mathematics learning at the elementary school level.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pembelajaran matematika bilingual pada materi perkalian di SD Negeri 27 Kota Sorong dengan menggunakan media permainan Wordwall. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, melibatkan 23 siswa kelas 3 melalui pengukuran pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 64,35 pada pre-test menjadi 83,26 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,6036 yang termasuk kategori sedang. Penggunaan Wordwall tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian tetapi juga memotivasi mereka untuk belajar secara aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Pendekatan bilingual yang menggabungkan bahasa Indonesia dan Inggris memberikan manfaat tambahan dalam pengembangan keterampilan berbahasa siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Wordwall efektif dalam meningkatkan hasil belajar, menciptakan pembelajaran yang interaktif, menarik, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar