Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
2015 research outputs found
Sort by
Flexible Work Arrangements and Internal Communication Satisfaction Predicting Optimal Performance
This study aims to analyze the role of flexible work arrangements and internal communication satisfaction on performance in the organization. This quantitative research method involved 233 respondents with the criteria of permanent employees for at least one year at organizations that implement hybrid, work from anywhere, or remote systems. This research instrument uses the dimensions of flex-time and flex-place (flexible work arrangements), informational substantiality and relational satisfaction (internal communication satisfaction); contextual performance and task performance (job performance). Data analysis using multiple regression analysis with Jamovi 2.6.25 showed that flexible work arrangements and internal communication satisfaction simultaneously have a significant influence on performance (R2=0.548; p<0.001). Based on estimate values, this study reveals a significant positive influence of flexible working arrangements (Estimate=0.179) and internal communication satisfaction (Estimate=0.594) on performance. This indicates that the higher the value of flexible work arrangements and internal communication satisfaction, the higher the performance. These results also partially found that internal communication satisfaction had a smaller effect (β=0.0367; p<0.01) than flexible work arrangements (β= 0.0866; p=0.040) on performance. This finding confirms that organization should prioritize flexible work arrangements while ensuring robust internal communication satisfaction to support their implementation
Perlindungan Anak Terhadap Kekerasan Seksual Dimedia Social pada lingkungan Sekolah
Sexual violence on social media is a serious threat to children, especially in the school environment which should be a safe and child-friendly space. Lack of digital literacy, weak monitoring systems, and students' ignorance of forms of online sexual violence cause many cases to go undetected or unreported. This study aims to explore the forms of sexual violence experienced by students through social media and the role of schools, parents, and the community in protection efforts. The method used is a descriptive qualitative approach at SMPIT Bait Et-Tauhid school with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation of teachers, students, principals, and parents. The results of the study show that sexual violence occurs in the form of obscene messages, requests for personal content, to verbal harassment that is often considered trivial. The role of parents and schools is still limited to general supervision without adequate digital education. The community also tends to be unresponsive to the issue of online sexual violence. This study emphasizes the importance of collaboration between parties and strengthening digital literacy to build an effective child protection system, in line with the mandate of Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection and the ITE Law in creating a safe digital environment in the Society 5.0 era.
Kekerasan seksual di media sosial menjadi ancaman serius bagi anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan ramah anak. Minimnya literasi digital, lemahnya sistem pengawasan, serta ketidaktahuan siswa terhadap bentuk kekerasan seksual daring menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi maupun dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk kekerasan seksual yang dialami siswa melalui media sosial serta peran sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam upaya perlindungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif di sekolah SMPIT Bait Et-Tauhid dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seksual terjadi dalam bentuk pesan cabul, permintaan konten pribadi, hingga pelecehan verbal yang sering dianggap sepele. Peran orang tua dan sekolah masih terbatas pada pengawasan umum tanpa edukasi digital yang memadai. Masyarakat pun cenderung belum responsif terhadap isu kekerasan seksual daring. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak serta penguatan literasi digital untuk membangun sistem perlindungan anak yang efektif, selaras dengan amanat Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU ITE dalam menciptakan lingkungan digital yang aman di era Society 5.0
Analisis Laju Infiltrasi Pada Daerah Aliran Sungai Mariat Kabupaten Sorong
Kabupaten Sorong mengalami curah hujan yang cukup tinggi setiap tahunnya, maka proses infiltrasi adalah salah satu hal yang penting dalam perencanaan pengelolaan pada daerah aliran sungai. sebelumnya dapat diketahui bahwa terdapat empat model yang populer dengan hasil kinerja yang baik untuk daerah aliran sungai kecil khususnya yang beriklim tropis yaitu model Horton, model Philip, model Kostiakov dan model Green Ampt. Namun hasil penelitian ini tidak secara khusus belum membahas laju infiltrasi pada daerah aliran sungai, juga didasarkan pada sifat fisik tanah yang berbeda. Maka dalam penelitian ini akan menganilisis berapa nilai laju infiltrasi pada Das Mariat Kabupaten Sorong dan menyesuaikan dari keempat model tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju infiltrasi eksisting kemudian dianalisa dengan keempat model untuk mencari kesesuain dari keempat model tersebut pada Das Mariat Kabupaten Sorong. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan alat double ring infiltometer.Kesimpulan yang didapatkan adalah Hasil data laju infiltrasi dari setiap titik lokasi pengamatan pada DAS Mariat Kabupaten Sorong yang menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap titik pengamatan, dan hasil dari keempat model tersebut model horton yang paling mendekati dengan hasil laju infiltrasi eksisting dari setiap titik lokasi pengamatan
Effectiveness of Pinrang Regency Regional Regulation on Entertainment Tax in an Effort to Increase Regional Original Revenue
This research aims to determine and analyze the implementation of Pinrang Regency Regional Regulation Number 9 of 2018 which amends Regional Regulation Number 3 of 2011 concerning Entertainment Tax, with a focus on efforts to increase local original income. Apart from that, this research also aims to understand the factors that influence the effectiveness of implementing these Regional Regulations. This study applies a normative-empirical research approach. This study applies data analysis through a qualitative descriptive approach, which aims to describe or photograph an issue related to existing patterns and challenges. Then, the researcher presents information that has been collected from literature research and interviews, which can be used as a reference in solving problems. The findings from this research indicate that the implementation of Pinrang Regency Regional Regulation Number 9 of 2018 regarding Entertainment Tax in order to increase Regional Original Income (PAD) is still not optimal. Several factors that influence the effectiveness of implementing these regulations consist of internal, external, regulatory and legal culture factors. Internal factors include limited human resource capabilities and infrastructure, such as a lack of training for officers and a lack of technology that supports the tax system. External factors include low awareness and involvement of business actors in the entertainment sector, the economic situation at the local level, and geographical constraints that complicate the monitoring process
Pembuatan Sabun Pembersih Lantai Menggunakan Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Buah Mengkudu: Bahasa Indonesia
Di Indonesia, permintaan minyak goreng sangat tinggi, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pedagang kaki lima, maupun industri makanan seperti restoran. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika jumlah limbah minyak goreng yang dihasilkan cukup banyak. Minimnya kesadaran akan bahaya minyak goreng bekas, serta minimnya praktik daur ulang semakin memperparah masalah ini. Padahal, minyak goreng bekas dapat didaur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat dengan cara mengolah limbah minyak goreng bekas menjadi produk pembersih lantai dengan cara memadukan minyak goreng bekas yang diolah dengan ekstrak buah mengkudu sebagai antibakteri dan antijamur. Proses pembuatan sabun pel dengan cara memurnikan minyak goreng bekas dengan karbon aktif selama 24 jam kemudian dicampur dengan basa kuat NaOH dan didiamkan selama 24 jam hingga terbentuk dua lapisan. Tahap selanjutnya adalah penambahan asam sitrat untuk menurunkan pH larutan, ditambahkan hingga pH memenuhi syarat SNI 1842:2019 pada kisaran 6-11. Tingkat keasaman atau pH sabun pel lantai yang terbentuk adalah 6, sehingga dapat dikatakan pH sabun pel lantai yang terbentuk telah memenuhi syarat.Di Indonesia, kebutuhan minyak goreng sangatlah tinggi, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pedagang makanan kaki lima, maupun industri makanan seperti restoran. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika jumlah limbah minyak goreng yang dihasilkan cukup besar. Kurangnya kesadaran akan bahaya minyak jelantah, serta kurangnya praktik daur ulang semakin meringankan masalah ini. Padahal, minyak jelantah dapat didaur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk pembersih lantai dengan mengkombinasikan minyak jelantah yang diolah dengan ekstrak buah mengkudu sebagai antibakteri dan anti jamur. Adapun proses pembuatan sabun pel dengan menonton minyak jelantah dengan karbon aktif selama 24 jam kemudian dicampurkan dengan basa kuat NaOH dan diamkan selama 24 jam hingga terbentuk dua lapisan. Tahap selanjutnya yaitu penambahan asam sitrat untuk menurunkan pH larutan, ditambahkan hingga pH memenuhi persyaratan SNI 1842:2019 berada dalam rentang 6-11. Tingkat keasaman atau pH sabun pel lantai yang terbentuk adalah 6, sehingga dapat dikatakan bahwa sabun pel lantai yang terbentuk pH-nya memenuhi persyaratan
Effect of Activator Level 0.43 and SS/SH Ratio (0.5-1.5) on Compressive Strength of Fly Ash-Based Geopolymer Concrete
Beton merupakan bahan utama yang umum dipakai dalam proyek-proyek infrastruktur. Peningkatan pembangunan infrastruktur berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan semen sebagai bahan pengikat. Sayangnya, produksi semen menjadi salah satu kontributor utama emisi CO2. Beton geopolimer mengadopsi abu terbang (fly ash), hasil samping dari pembakaran batu bara, sebagai alternatif bahan pengikat semen dalam matriks betonnya. Fly ash berperan sebagai prekursor pada reaksi kimia dalam beton geopolimer. Oleh karena itu, dibutuhkan aktivator untuk mereaksikan silika dan alumina pada fly ash agar mampu membentuk material dengan kemampuan merekatkan yang kuat. Aktivator yang digunakan adalah sodium silikat (SS) dan sodium hidroksida (SH). Pada penelitian ini diselidiki kuat tekan beton geopolimer pada sejumlah benda uji berbentuk silinder 15 cm x 30 cm dengan variasi perbandingan Na2SiO3 (sodium silikat) terhadap NaOH (sodium hidroksida) 0,5; 1,0; dan 1,5 pada suhu ruang dengan umur 28 hari. Hasil studi menunjukkan kuat tekan optimum diperoleh beton geopolimer dengan rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida 1,5 sebesar 41,13 MPa. Sedangkan pada rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida 0,5 dan 1,0 didapatkan hasil kuat tekan berturut-turut 33,61 MPa dan 34,33 MPa. Dengan demikian, peningkatan rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida berpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton geopolimer.Concrete is the primary material commonly used in infrastructure projects. As infrastructure projects increase, so does the demand for cement, the binding material in concrete. However, cement production emits significant amounts of CO2. Geopolymer concrete does not use cement; instead, it utilizes fly ash, a byproduct of coal combustion rich in silica and alumina Fly ash acts as a precursor in the chemical reactions of geopolymer concrete. Suitable activators are needed to react with the silica and alumina in fly ash, creating a material with properties similar to cement. The activators used are sodium silicate (SS) and sodium hydroxide (SH). This study investigates the compressive strength of geopolymer concrete in several cylindrical specimens (15 cm x 30 cm) with varying ratios of Na2SiO3 (sodium silicate) to NaOH (sodium hydroxide) at 0.5, 1.0, and 1.5, tested at room temperature after 28 days. The results showed that the optimum compressive strength was achieved with a sodium silicate to sodium hydroxide ratio of 1.5, yielding 41.13 MPa. Meanwhile, the compressive strengths for the 0.5 and 1.0 ratios were 33.61 MPa and 34.33 MPa, respectively. Therefore, increasing the sodium silicate to sodium hydroxide ratio 0.5-1.5 significantly affects the compressive strength of geopolymer concrete
Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Pemain Futsal dengan Menggunakan Metode Naive Bayes
Futsal is a sport that has a high level of competition, both at national and international levels. The success of a futsal team depends on the quality of the players selected, so player selection is an important aspect in building a competitive team. Player selection is usually based on the coach's experience, which can be subjective and less systematically measurable. Therefore, a more objective and accurate method is needed in the futsal player selection process. This study develops a Decision Support System (DSS) that aims to select futsal players using the naïve bayes method. This method is used because of its ability to perform probabilistic-based classification, which can help in assessing player eligibility based on several criteria. The parameters analyzed include technical skills, speed, endurance, passing accuracy, and other physical aspects. The results obtained from the calculation using the system with the naïve bayes method reached 90% with details of 9 appropriate results and 1 inappropriate result.Futsal merupakan olahraga yang memiliki tingkat persaingan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan sebuah tim futsal bergantung pada kualitas pemain yang dipilih, sehingga seleksi pemain menjadi aspek penting dalam membangun tim yang kompetitif. Pemilihan pemain biasanya dilakukan berdasarkan pengalaman pelatih, yang dapat bersifat subjektif dan kurang terukur secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih objektif dan akurat dalam proses seleksi pemain futsal. Penelitian ini mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang bertujuan untuk menyeleksi pemain futsal dengan metode naïve bayes. Metode ini digunakan karena kemampuannya dalam melakukan klasifikasi berbasis probabilistik, yang dapat membantu dalam menilai kelayakan pemain berdasarkan beberapa kriteria. Parameter yang dianalisis meliputi keterampilan teknik, kecepatan, daya tahan, akurasi passing, dan aspek fisik lainnya. Hasil yang diperoleh dari perhitungan menggunakan sistem dengan metode naïve bayes mencapai 90% dengan rincian 9 hasil yang sesuai dan 1 hasil yang tidak sesuai
Perancangan Sistem Pengarsipan Surat Berbasis Web dengan Menggunakan Metode RAD dan Disposisi Surat
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengarsipan dan disposisi surat berbasis web dengan metode Rapid Application Development (RAD) untuk mengatasi kendala dalam pengelolaan surat di PT LSP Trainer Kompeten Indonesia. Peningkatan volume surat masuk dan keluar di PT LSP Trainer Kompeten Indonesia menimbulkan kendala dalam proses disposisi surat, terutama dalam keterlibatan Manajer Administrasi dan Direktur dalam pengambilan keputusan. Keterbatasan fitur disposisi dalam sistem yang ada menyebabkan keterlambatan tindak lanjut surat dan ketidakefisienan dalam pengelolaan arsip. Arsip sendiri merupakan catatan penting dari berbagai aktivitas yang harus dikelola dengan baik untuk memudahkan pencarian dan pemeliharaan dokumen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk merancang sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu memperbaiki proses disposisi dan pengelolaan arsip serta meningkatkan keterlibatan pengguna. Berdasarkan System Usability Scale (SUS), tingkat kepuasan pengguna mencapai 80,5%, yang menempatkan sistem dalam kategori “Good” (Baik). Dengan demikian, sistem ini mendukung kelancaran administrasi serta mempercepat pengambilan keputusan di PT LSP Trainer Kompeten Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengarsipan dan disposisi surat berbasis web dengan metode Rapid Application Development (RAD) guna mengatasi kendala dalam pengelolaan surat di PT LSP Trainer Kompeten Indonesia. Peningkatan jumlah asesi sebesar 59% dari 83 pada tahun 2022 menjadi 132 pada tahun 2023 menyebabkan lonjakan volume surat yang dikelola, sementara proses disposisi belum optimal dan keterlibatan Manajer Administrasi serta Direktur dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk merancang sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu memperbaiki proses disposisi dan pengelolaan arsip serta meningkatkan keterlibatan pengguna. Berdasarkan System Usability Scale (SUS), tingkat kepuasan pengguna mencapai 80,5%, yang menempatkan sistem dalam kategori “Good” (Baik). Dengan demikian, sistem ini mendukung kelancaran administrasi serta mempercepat pengambilan keputusan di PT LSP Trainer Kompeten Indonesia
Policy and Improving the Quality of Public Services in the Era of Regional Autonomy
Policy and improving the quality of public services are crucial issues in the context of regional autonomy in Indonesia. In the era of regional autonomy, regional governments have broader authority in managing and providing public services to the community. The aim of this research is to analyze the factors that influence the effectiveness of improving the quality of public services and how efforts are made to improve the quality of public services. The research method used is a normative juridical approach to identify best practices and uses secondary data, namely data obtained from. The research results show that the human resource factor of the apparatus is often considered the most important obstacle in the delivery of public services and efforts to improve the quality of public services can be carried out through revitalization, restructuring and deregulation activities in the field of public services. The implication of these findings is the importance of implementing policies that support active community involvement as well as transparent and accountable management in an effort to increase community satisfaction and trust in public services provided by local governments
Analisis Tingkat Kebisingan Akibat Pertambangan Pasir Jalan F. Kalasuat Terhadap Masyarakat Sekitar
Kebisingan merupakan polusi suara yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat, terutama di wilayah sekitar aktivitas industri seperti tambang pasir. Penelitian ini menganalisis tingkat gangguan akibat aktivitas tambang pasir di Jalan F. Kalasuat, Sorong, Papua Barat Daya, yang menggunakan alat konstruksi alkon sebagai sumber gangguan utama. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengukuran gangguan dengan sound level meter, dan kuesioner untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap tingkat gangguan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tingkat kebisingan dan pengaruh kebisingan akibat Pertambangan Pasir Jalan F. Kalasuat. Hasil pengukuran tingkat kebisingan di pertambangan pasir jalan F. Kalasuat, pada 5 titik selama 1 minggu mendapatkan rata-rata nilai tingkat kebisingan maksimum pada hari senin-sabtu di titik 1 yang berjarak 20 meter di dalam rumah sebesar 56,6 dB(A), titik 2 yang berjarak 30 meter di dalam rumah sebesar 51,3 dB(A), titik 3 yang berjarak 20 meter di luar rumah sebesar pada 61,8 dB(A), ), titik 4 yang berjarak 30 meter di luar rumah sebesar pada 53,3 dB(A) dan titik 5 yang berjarak 40 meter di luar rumah sebesar pada 46,8 dB(A). Kebisingan akibat penambangan pasir jalan F. Kalasuat mempunyai pengaruh terhadap masyarakat sekitar yaitu gangguan komukasi yang mencapai 51% dan gangguan konsentrasi sebesar 56%