Universitas Muhammadiyah Sorong: eJournal Collections
Not a member yet
2015 research outputs found
Sort by
Pemertahanan Vitalitas Bahasa Daerah dalam Masyarakat Multietnis melalui Pendokumentasian Pemilihan Bahasa Siswa Sekolah Dasar di Kota Sorong Papua Barat Daya
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberagaman etnis, bahasa daerah, dan pola pemilihan bahasa siswa SD dalam ranah keluarga di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Metode yang digunakan adalah survei, kuesioner, dan wawancara pada responden yang terdiri atas siswa-siswi SD kelas 4, 5, dan 6 dari SD Negeri 2 Sorong, SD Muhammadiyah 1 Sorong, dan SD Negeri 27 Sorong. Simpulan kegiatan PkM ini adalah dari 33 etnis yang ditemukan BI menjadi pilihan paling tinggi sebagai B1. Pola pemilihan bahasa siswa SD dalam ranah keluarga menunjukkan bahwa BI dan BC sebagai bahasa yang sering digunakan siswa SD di rumah. Fenomena ini mengindikasikan bahwa masih banyak sikap orang tua yang meskipun berasal dari berbagai etnis di seluruh Indonesia tetapi kurang peduli mengajarkan bahasa daerah etnisnya sendiri dan tidak mewariskannya kepada anak-anaknya sejak dini. Kegiatan PkM ini berkontribusi nyata terhadap upaya revitalisasi bahasa daerah di Papua Barat Daya, dengan fokus pada peningkatan kesadaran dan praktik berbahasa daerah yang mendukung keberlanjutan kekayaan budaya lokal. Upaya ini bukan hanya tentang mempertahankan bahasa daerah, melainkan juga mempromosikan harmoni multietnis di masyarakat Kota Sorong yang multietni
Perbandingan Kinerja Nginx dan Caddy sebagai Web Server untuk Aplikasi PHP
Penelitian ini membandingkan kinerja Nginx dan Caddy sebagai web server untuk aplikasi PHP melalui pengujian latensi, waktu respon, throughput, dan penggunaan sumber daya. Eksperimen dilakukan menggunakan alat load-testing K6 dengan tiga skenario beban kerja: ringan (50 virtual user/VU), sedang (500 VU), dan berat (2000 VU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nginx memiliki keunggulan dalam efisiensi kinerja, mencatat latensi dan waktu respon yang lebih rendah serta throughput yang lebih tinggi pada beban kerja ringan hingga sedang. Namun, pada beban berat, Caddy menunjukkan stabilitas yang lebih baik dengan tingkat kegagalan permintaan 0%, meskipun konsumsi RAM meningkat signifikan hingga 28,72%. Dalam semua skenario, Nginx lebih efisien dalam penggunaan CPU dan RAM dibandingkan Caddy, kecuali pada beban berat di mana stabilitas menjadi keunggulan utama Caddy. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Nginx lebih cocok untuk aplikasi dengan kebutuhan efisiensi tinggi, sementara Caddy lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan stabilitas koneksi tanpa kegagalan permintaanPenelitian ini membandingkan kinerja Nginx dan Caddy sebagai web server untuk aplikasi PHP melalui pengujian latensi, waktu respon, throughput, dan penggunaan sumber daya. Eksperimen dilakukan menggunakan alat load-testing K6 dengan tiga skenario beban kerja: ringan (50 virtual user/VU), sedang (500 VU), dan berat (2000 VU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nginx memiliki keunggulan dalam efisiensi kinerja, mencatat latensi dan waktu respon yang lebih rendah serta throughput yang lebih tinggi pada beban kerja ringan hingga sedang. Namun, pada beban berat, Caddy menunjukkan stabilitas yang lebih baik dengan tingkat kegagalan permintaan 0%, meskipun konsumsi RAM meningkat signifikan hingga 28,72%. Dalam semua skenario, Nginx lebih efisien dalam penggunaan CPU dan RAM dibandingkan Caddy, kecuali pada beban berat di mana stabilitas menjadi keunggulan utama Caddy. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Nginx lebih cocok untuk aplikasi dengan kebutuhan efisiensi tinggi, sementara Caddy lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan stabilitas koneksi tanpa kegagalan permintaan
Perancangan Topologi Sistem Single Sign On Berbasis CAS dan OpenLDAP
Metode otentikasi yang mewajibkan pengguna login ke setiap aplikasi dan dengan akun yang berbeda sering membuat lupa password. Masalah ini sering disebabkan oleh ketidakmampuan integrasi otentikasi di sebagian besar aplikasi, sehingga pengguna harus memasukkan username dan password berulang kali. Solusi atas masalah ini dalam penelitian ini adalah dengan merancang dan mengimplementasikan sistem Single Sign-On (SSO) berbasis CAS Apereo dan OpenLDAP di Debian 11 dengan virtualisasi. Sistem dikelola menggunakan aplikasi manajemen pengguna yang dikembangkan dengan PHP dan CodeIgniter 4. Pengujian dibagi menjadi dua bagian. Pertama, pengujian fitur pada dashboard administrator menunjukkan semua fungsi berjalan dengan baik. Kedua, pengujian fungsionalitas SSO menggunakan tiga aplikasi berbeda (CodeIgniter 4, Moodle, dan Drupal) membuktikan bahwa pengguna cukup login sekali, dan sesi autentikasi tetap berlaku pada aplikasi berikutnya. Dengan sistem SSO, waktu yang dibutuhkan oleh aplikasi kedua dan ketiga kurang dari 1,5 detik. Sedangkan waktu saat autentikasi manual pada aplikasi kedua dan ketiga kurang lebih 6-12 detik. Dari hasil pengujian diatas penggunaan SSO lebih cepat 62% dibandingkan tanpa SSO. Hasil penelitian adalah bahwa implementasi SSO ini efektif dalam menyederhanakan proses autentikasi lintas aplikasi, meningkatkan efisiensi, serta kemudahan akses bagi pengguna.Semakin banyaknya aplikasi yang terus berkembang saat ini mengakibatkan setiap pengguna diharuskan melakukan login autentikasi ke masing-masing aplikasi dengan cara memasukkan akun berupa username dan password. Akun username dan password masing-masing aplikasi tersebut sebagian besar berdiri sendiri dan tidak saling terintegrasi antar aplikasi. Proses login autentikasi dengan akun yang berbeda-beda tersebut terkadang menghambat produktivitas suatu pekerjaan dikarenakan pengguna lupa akan username dan password-nya.
Penelitian ini merancang topologi dan mengimplementasikan sistem Single Sign On (SSO) untuk mengatasi kendala pada proses autentikasi yang berulang dilakukan beberapa sistem informasi. Sistem SSO ini dirancang dengan berbasiskan Central Authentication Service (CAS) Apereo dan OpenLDAP di atas layer virtualiasasi dengan sistem operasi debian 11 serta dikelola menggunakan aplikasi manajemen pengguna. Aplikasi manajemen pengguna dibangun dengan bahasa pemrograman PHP menggunakan framework Codeigniter 4.
Pengujian sistem manajemen pengguna SSO dilakukan dengan menjalankan semua fitur menu yang ada di dashboard administrator dan dapat berfungsi dengan baik. Selanjutnya pengujian fungsionalitas sistem SSO dilakukan dengan menggunakan tiga aplikasi yang memiliki karakterisk berbeda yaitu aplikasi codeigniter 4, aplikasi LMS moodle, dan aplikasi CMS drupal. Dalam melakukan proses autentikasi, Pengguna cukup satu kali memasukkan akun username dan password pada aplikasi yang pertama diakses. Pada aplikasi kedua dan ketiga, pengguna tidak perlu mengulangi memasukkan username dan password dikarenakan session pada CAS server masih berlaku. Dari hasil pengujian ketiga aplikasi ini, sistem SSO yang dibangun dapat berjalan sesuai dengan tujuan dari penelitian yaitu untuk mempermudah proses autentikasi pengguna ke beberapa aplikasi
Evaluasi dan Perancangan Model Bisnis Usulan NYFORU Menggunakan Business Model Canvas
NYFORU is a business that focuses on fan collections and K-pop merchandise at affordable prices since 2020. Products offered include sticker collection, keychain collection, phone case and griptok collection, and photocard holder collection. In the last three years, turnover has decreased, with 2023 revenue of Rp. 96,967,463, down 33.4% from 2022. The causes are limited human resources, lack of product variety, and not optimal promotion. To overcome this, a business model design and evaluation using Business Model Canvas was conducted. Data were obtained through interviews, observations, and literature studies, then analyzed using SWOT. The results showed three priority improvement blocks: customer segment, value propositions, and channels. Proposed improvements include Shopee export, adding artist variations, and strengthening channel X. Financial simulations show that this business model change is feasible.NYFORU merupakan brand creative art yang memiliki fokus dalam koleksi penggemar serta pernak-pernik K-pop dengan harga terjangkau yang berdiri sejak tahun 2020. Produk yang ditawarkan oleh NYFORU sejauh ini yaitu sticker collection, keychain collection, phone case and griptok collection, dan photocard holder collection. Namun, dalam menjalankan bisnisnya selama 3 tahun terjadi penurunan omset penjualan. Pada tahun 2023, NYFORU hanya mendapatkan omset sebesar Rp. 96.967.463 yang artinya mengalami penurunan sebesar Rp. 48.577.113 atau 33,4% dari tahun 2022 yang memiliki omset sebesar Rp. 145.544.576. Penyebab terjadinya penurunan omset dikarenakan adanya keterbatasan jumlah SDM, kurangnya variasi produk, dan promosi belum dilakukan secara maksimal. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan merancang dan mengevaluasi model bisnis dari NYFORU dengan menggunakan metode Business Model Canvas. Adapun data-data yang diperlukan yaitu data model bisnis saat ini dari NYFORU yang didapatkan melalui wawancara serta observasi langsung dengan pihak perusahaan, data customer profile yang didapatkan melalui wawancara dengan pelanggan dan pelanggan potensial NYFORU, dan data lingkungan bisnis yang didapatkan melalui studi literatur. Data-data tersebut kemudian digunakan dalam melakukan analisis SWOT yang dilakukan pada seluruh kanvas secara keseluruhan (big picture). Dari hasil penyusunan strategi berdasarkan hasil analisis SWOT, diidentifikasi tiga blok yang menjadi prioritas perbaikan, yaitu customer segment, value propositions, dan channel. Perbaikan yang diusulkan yaitu penambahan jangkauan konsumen di luar Indonesia melalui program ekspor Shopee, menambahkan variasi artis baru untuk produk NYFORU, dan penambahan channel X. Dengan usulan perbaikan model bisnis tersebut, dilakukan simulasi keuangan untuk mengestimasi dampak finansial perubahan model bisnis, yang menunjukkan hasil yang layak
Penentuan Jalur Distribusi Telur Ayam Menggunakan Metode Savings Matrix
Efficiency in logistics distribution is an important aspect in improving the competitiveness of the company. UD. Gudang Telur is a company engaged in the distribution of chicken eggs located in Makassar City, facing obstacles in the form of irregular distribution routes and non-optimal utilization of transport capacity. Current distribution is carried out without paying attention to the distance factor and the location of the destination in a structured manner, so that the average transportation cost reaches Rp. 8,000,000. per month. Therefore, it is necessary to evaluate the distribution path of chicken eggs so that an optimal distribution route is obtained using the Saving Matrix method, this method allows combining several consumers in one route to minimize mileage and transportation costs. Case studies were conducted on six retailers with various travel distances and transportation capacity requirements. Based on the analysis results, the savings achieved reached 48.28% for mileage, from 163 km to 84.3 km, and 58.62% for transportation costs, from Rp 1,982,855 to Rp 820,428. These results show that the Saving Matrix method is effective in designing optimal distribution routes by considering transport capacity and distance traveled, as well as reducing significant operational costs.Efisiensi dalam distribusi logistik merupakan aspek penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. UD. Gudang Telur merupakan perusahaan yang bergerak dalam pendistribusian telur ayam yang berlokasi di Kota Makassar, menghadapi kendala berupa ketidakteraturan rute distribusi dan pemanfaatan kapasitas angkut yang belum optimal. Distribusi saat ini dilakukan tanpa memperhatikan faktor jarak dan lokasi tujuan secara terstruktur, sehingga biaya transportasi rata-rata mencapai Rp. 8.000,000. perbulan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap jalur distribusi telur ayam sehingga diperoleh rute distrubusi yang optimal dengan menggunakan metode Saving Matrix, metode ini memungkinkan penggabungan beberapa konsumen dalam satu rute guna meminimalkan jarak tempuh dan biaya transportasi. Studi kasus dilakukan pada enam retail dengan berbagai jarak tempuh dan kebutuhan kapasitas angkut. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa penghematan yang dicapai mencapai 48,28% untuk jarak tempuh, dari 163 km menjadi 84,3 km, serta 58,62% untuk biaya transportasi, dari Rp 1.982.855 menjadi Rp 820.428. Hasil ini menunjukkan bahwa metode Saving Matrix efektif dalam merancang rute distribusi yang optimal dengan mempertimbangkan kapasitas angkut dan jarak tempuh, serta mengurangi biaya operasional yang signifikan
Penerapan Statistical Process Control untuk Mengetahui Minat Remaja dalam Menggunakan Sepeda Motor Listrik
The Indonesian government in the National Energy General Plan (RUEN) targets the number of electric vehicles to be 2,200 four-wheeled vehicles and 2.1 million two-wheeled vehicles which must be achieved at least by 2050. Currently, the number of motorized vehicles that are widely used is motorbikes, because the price is relatively cheap, can penetrate traffic jams and use less fuel when compared to other motorized vehicles. Electric motorbikes are an alternative that can reduce the impact on the environment and support government programs in achieving the RUEN target. This study aims to determine the interest of teenagers in using electric motorbikes. By conducting a survey of 144 teenagers based on 4 aspects, namely Environmentally friendly, price, infrastructure availability and operational costs. After the survey was collected, a statistical test of Validity, Reliability and normality was carried out to determine the level of accuracy of the survey data and the results were Valid, Reliable Questionnaires but the data was not normally distributed. Then by using one of the tools in Statistical Process Control, namely the Pareto Diagram which has a rule of 80: 20, the results showed that Respondents realized that electric motorbikes were more environmentally friendly than motorbikes with gasoline fuel. However, in terms of price, respondents have not yet influenced them in buying electric motorbikes. While in terms of infrastructure availability, respondents also considered it inadequate. Meanwhile, in terms of operational costs, respondents also did not influence their interest in buying.Pemerintah Indosnesia dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) mentargetkan jumlah kendaraan listrik sebanyak 2.200 unit kendaraan roda empat dan 2,1 juta unit kendaraan roda dua yang wajib dicapai setidaknya sampai tahun 2050. Saat ini jumlah kendaraan bermotor yang banyak digunakan adalah jenis sepeda motor, dikarenakan harganya yang relative cukup murah, dapat menembus kemacetan dan penggunaan bahan bakar yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor lainnya. Sepeda motor listrik menjadi sebuah alternative yang dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan serta mendukung program pemerintah dalam mencapai target RUEN. Pada Penelitian ini bertujuan mengetahui minat remaja dalam menggunakan sepeda motor listrik. Dengan melakukan survey ke 144 remaja berdasarkan 4 aspek yaitu Ramah lingkungan, harga, ketersediaan infrastruktur dan biaya operasional. Setelah survey terkumpul dilakukan uji statitistik Validitas, Reliabilitas dan kenormalan untuk mengetahui tingkat keakuratan data survey tersebut dan hasilnya Kuisioner Valid, Reliable namun data tidak berdistribusi normal. Kemudian dengan menggunakan salah satu alat dalam Statistical Process Control yaitu Diagram Pareto yang mempunyai aturan 80 : 20 didapatkan hasil bahwa Responden menyadari bahwa motor listrik lebih ramah lingkungan dibanding motor dengan bahan bakar bensin. Namun dari sisi harga para responden juga belum mempengaruhi mereka dalam membeli motor listrik. Sedangkan dari sisi ketersediaan infrastruktur para responden juga menilai belum memadai. Sementara dari Aspek biaya operasional para responden juga tidak mempengaruhi dalam minat membeli.
Pengaruh Jumlah Twist per meter (TPM) dan Rangkapan Benang terhadap Kinerja Mekanis Benang Gintir
Ply yarn is widely used in high-performance textiles due to its superior tensile strength and durability compared to single yarn. However, the selection of twist per meter (TPM) and the number of plies in ply yarn significantly influences its mechanical properties. This study aims to examine the effect of TPM and the number of plies on the tensile strength and elongation of ply yarn. An experimental approach was employed, varying TPM (550, 650, and 750 TPM) and the number of plies (2 and 3). Tensile tests were conducted to measure the yarn's tensile strength and elongation, while two-way ANOVA statistical analysis was used to evaluate the influence of each variable. The results indicated that TPM and the number of plies significantly affected the tensile strength and elongation of ply yarn (p < 0.05), while their interaction was not significant (p > 0.05). Increasing TPM enhanced tensile strength up to a certain limit before declining, whereas a higher number of plies improved both tensile strength and elongation but also increased yarn stiffness. These findings confirm that an optimal combination of TPM and the number of plies is essential to achieve the best balance between tensile strength and flexibility in ply yarn.Benang gintir banyak digunakan dalam tekstil berunjuk kerja tinggi karena memiliki kekuatan tarik dan ketahanan yang lebih baik dibandingkan benang tunggal. Namun, pemilihan jumlah twist per meter (TPM) dan jumlah rangkapan dalam benang gintir sangat menentukan sifat mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh TPM dan jumlah rangkapan terhadap kekuatan tarik dan mulur benang gintir. Pendekatan eksperimental digunakan dengan variasi TPM (550, 650, dan 750 TPM) serta jumlah rangkapan (2 dan 3). Uji tarik dilakukan untuk mengukur kekuatan tarik dan mulur benang, sedangkan analisis statistik ANOVA dua arah digunakan untuk mengevaluasi pengaruh masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPM dan jumlah rangkapan secara signifikan mempengaruhi kekuatan tarik dan mulur benang gintir (p < 0,05), tetapi interaksi antara keduanya tidak signifikan (p > 0,05). Peningkatan TPM meningkatkan kekuatan tarik hingga batas tertentu sebelum mengalami penurunan, sedangkan jumlah rangkapan yang lebih tinggi meningkatkan kekuatan tarik dan mulur, tetapi dapat menyebabkan peningkatan kekakuan benang. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi optimal antara TPM dan jumlah rangkapan diperlukan untuk menghasilkan benang gintir dengan keseimbangan terbaik antara kekuatan tarik dan fleksibilitasnya
Analysis the Implementation Ministry of Transportation Decree Number KM 65 of 2009 in Shipping Crimes
The study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the Decree of the Minister of Transportation Number KM 65 of 2009 concerning the Standard of Non-Convention Vessels (Non Convention Vessel Standard) Flagged by Indonesia in a criminal act of shipping in Sorong Waters.
The author uses a normative legal approach with a descriptive analysis method. The descriptive analysis method is an analysis method that focuses on case problems, then linked to existing legal principles and conclusions are drawn from the analysis. The data collection technique uses a secondary data collection method consisting of primary legal materials in the form of legal regulations or the results of judges' decisions that have been final and binding, and secondary legal materials in the form of scientific research journals compiled by legal experts.
In this study, the author found that there had been a waiver of the KM 65 of 2009 regulation by the judge in a case of a criminal act of shipping violation with Decision number: 267 / Pid.B / 2023 / PN Son. In this mn case, the judge made a mistake by not conducting a thorough examination. The judge's mastery of shipping regulations is considered very weak. The judge has the authority to ask the public prosecutor to present an expert, namely the Harbor Master, to request expert information and also clarification on the Sailing Approval Letter that has been issued by him. There are quite a lot of shipping regulations so that the presence of an expert is needed to provide input to the judge on the technical regulations of the ship. Law enforcers in Indonesia are accustomed to focusing their views on a regulation at the level of the Law which already contains sanctions and types of violations.
Therefore, the author is of the opinion that the regulation KM 65 of 2009 concerning the Indonesian-flagged Non-Convention Vessel Standard must be formed at the level of the Law and the presence of an expert in the legal field is needed to explain clear legal regulations so as to minimize the judge's error in a regulation. These two things must be done so that the case of ignoring the regulation KM 65 of 2009 does not happen again, and the economic activities of shipping are not disrupted due to incorrect law enforcement
Teaching Vocabulary Through Picture Story at The Eight Grade Students of Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo
This research aims at finding out whether or not the use of picture story significantly increases the students’ vocabulary at the eighth grade of Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo. The researcher applied pre-experimental design with the pretest, treatment, and the posttest. The population of this research is the eighth grade students of Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo. The total number of population is 120 students who are separated in 4 classes. There are 30 students in every class. The researcher uses purposive sampling technique in determining class VIII A as the sample because based on the interview results with the English teacher, it is found that this class is low in mastering vocabulary. The total number of sample in this research is 30 students. Based on the results of data analysis, the researcher concludes that the use of picture story significantly increases the students’ vocabulary at the eighth grade of Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo. It is supported by the mean score of the posttest (76.17) which is higher than the mean score of the pretest (45.96). Besides, the t-test is 13.76 and the result of significant is 0.00. From the criteria of hypothesis acceptability which said that if t-test or 13.76 0.05, the null hypothesis (H0) is rejected and alternative hypothesis (H1) is accepted. It means that there is significant difference between the results of the pre-test and the post-test.
Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (Studi Kasus di SDN Damarsi Kabupaten Sidoarjo)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Damarsi Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang terdiri dari Kepala Sekolah SDN Damarsi Kabupaten Sidoarjo, Guru Pembantu PIP, Operator PIP dan Orang Tua Peserta Didik yang menerima bantuan. Model analisis data menggunakan model analisis Miles Huberman (1994:12) yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan publik dari Edward III yaitu, Pertama, komunikasi dalam implementasi PIP di SDN Damarsi sudah terlaksana namun sebagian orang tua belum memahami tata cara pencairan bantuan. Kedua, sumber daya dalam implementasi PIP di SDN Damarsi sudah mencukupi dari segi personel pelaksana dan sarana administrasi. Ketiga. Disposisi bantuan menunjukkan adanya kendala dalam penentuan penerima karena sebagian siswa yang memenuhi syarat tidak tertampung sehingga diperlukan evaluasi dan koordinasi yang lebih baik. Keempat Struktur birokrasi yang diterapkan telah menunjukkan adanya sistem yang jelas dalam pelaksanaan program .
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Damarsi Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penetapan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang terdiri dari Kepala Sekolah SDN Damarsi Kabupaten Sidoarjo, Guru Pendamping PIP, Operator PIP dan Wali Murid yang menerima bantuan. Model analisis data yang dilakukan melalui model analisis Miles Huberman (1994:12) yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta pembuatan kesimpulan. Penelitian ini menjelaskan penggunaan teori implementasi kebijakan publik dari Edward III yaitu,Pertama, komunikasi dalam implementasi PIP di SDN Damarsi telah dilakukan tetapi sebagian wali murid belum memahami prosedur pencairan bantuan.Kedua, sumber daya dalam implementasi PIP di SDN Damarsi telah mencukupi dari segi tenaga pelaksana dan fasilitas. Ketiga. Disposisi menunjukkan tantangan dalam seleksi penerima bantuan karena beberapa siswa yang memenuhi syarat tidak terakomodasi sehingga diperlukan evaluasi dan koordinasi yang lebih baik. Keempat. Struktur birokrasi yang diterapkan telah menunjukkan adanya sistem yang jelas dalam pelaksanaan program