Jurnal Kesehatan Lingkungan (Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin)
Not a member yet
245 research outputs found
Sort by
Kemampuan Zeolit Dan Kulit Ubi Kayu Untuk Memperbaiki Kadar Besi (Fe) Dan pH Air Sumur Bor
The amount of Fe in groundwater is usually quite high and causes the water to turn yellow-brown in color. According to preliminary test results, Fe levels were 4.62 mg/L and pH was 4.3 in one of the drilled wells in Banjarbaru, which did not fulfill quality criteria. Using zeolit and cassava peel to enhance Fe levels can be taken as an option. The aim of this study was to determine the effectiveness of the combination of zeolite and cassava peel in improving Fe and pH levels in a drilled water well. An experiment with a post-test only control group design was used for this study. The research population was the entire water supply from one of Banjarbaru’s drilled wells. The research sample was drilled well water, which was taken in part for testing. The Kruskal-Wallis test was employed to analyze differences in Fe levels, followed by the Mann Whitney test with a p-value < 0.05, indicating that there is a significant difference in Fe levels after treatment with combinations A, B, and C. According to the study’s findings, combinations C were the most effective in increasing the Fe levels and pH of drilled well water by up to 0.91 mg/L (78.32%) and 7.2.Air tanah biasanya mengandung Fe yang tinggi dan menyebabkan warna air berubah menjadi kuning-kecoklatan. Berdasarkan hasil uji pendahuluan pada salah satu air sumur bor di Kota Banjarbaru diperoleh kadar Fe 4,62 mg/L dan pH 4,3 yang belum memenuhi baku mutu. Salah satu cara untuk memperbaiki kadar Fe dapat dilakukan menggunakan zeolit dan kulit ubi kayu. Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas kombinasi zeolit dan kulit ubi kayu dalam memperbaiki kadar Fe dan pH pada air sumur bor. Jenis penelitian yaitu eksperimen dengan Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian yaitu seluruh air di salah satu sumur bor Kota Banjarbaru. Sampel penelitian yaitu air sumur bor yang diambil sebagian untuk uji coba. Analisis perbed aan kadar Fe menggunakan uji Kruskal Wallis, kemudian dilanjutkan uji Mann Whitney dengan p-value < ∝ (0,05), artinya terdapat perbedaan kadar Fe yang signifikan setelah diberikan perlakuan antara kombinasi A, B dan C. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi C paling efektif dalam memperbaiki kadar Fe dan pH air sumur bor sampai dengan 0,91 mg/L (78,32%) dan 7,2
Analisis Proses Pengolahan Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum Desa Cahaya Negeri
Clean water treatment for the needs of the people of Bengkulu is carried out by several agencies, one of which is managed by The City-Owned Water Company PDAM of Cahaya Negeri Village which is a business entity owned by the local government. This type of study was a qualitative research using interview guidelines and conducting observations. There were 3 informants in this study, namely, the head of the processing unit, the head of the laboratory and the processing operator. The research was conducted in Janaury 2021. The results of the study indicate that PDAM Cahaya Negeri was running well, the processing units were also complete, from maintenance of intake, type of intake pump, coagulation equipment and coagulant material, flocculation building is still very good, sedimentation process is also good, filtration material with silica sand is also appropriate, because the absorption of silica sand is good, and the last is disinfection, using chlorinated material is good for killing bacteria in treated water. The processed water has also met the standard of the Minister of Health Regulation No. 32 of 2017, concerning clean water standards. However, rainfall greatly affects the condition of raw water quality for processing and moreover the local power plant which often shuts down is an obstacle for PDAM CahayaNegeri to carry out processing. It is expected that the PDAM of CahayaNegeri can maintain its achievements and find solutions to its obstacles, in order to meet the need for clean water.Pengolahan air bersih untuk kebutuhan masyarakat Bengkulu dilaksanakan oleh beberapa instansi, salah satunya dikelolah oleh PDAM Desa Cahaya Negeri yang merupakan badan usaha milik pemerintah daerah Kota Bengkulu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan air minum pada PDAM Desa Cahaya Negeri. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara dan melakukan observasi. Informan berjumlah 3 orang yaitu, kasubag pengolahan, kasubag laboratorium dan operator pengolahan yang dilaksanakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Hasil penelitian dapatkan bahwa PDAM Desa Cahaya Negeri sudah berjalan dengan optimal, unit-unit pengolahannya juga lengkap seperti pemeliharaan intake, jenis pompa intakenya, alat koagulasi dan bahan koagulannya, bangunan flokulasinya masih sangat bagus, proses sendimentasinya juga baik, bahan filtrasi dengan pasir silika juga tepat, karena daya serap pasir silika yang bagus, dan yang terakhir disinfeksi, dengan menggunakan bahan koporit sudah bagus untuk membunuh bakteri pada air olahan. Air olahannya juga sudah masuk standar peraturan menteri kesehatan No.32 tahun 2017 tentang standar air bersih. Namun, curah hujan sangatlah mempengaruhi kondisi kualitas air baku pengolahan dan terlebih lagi pembangkit listrik setempat yang sering mati menjadi hambatan PDAM Desa Cahaya Negeri melakukan pengolahan. Diharapkan PDAM Desa Cahaya Negeri dapat mempertahankan pencapaiannya dan mendapatkan solusi dari hambatanya, demi memenuhi kebutuhan akan air bersih di wilayah Kota Bengkulu
Sistem Pengelolaan Sampah Medis Di RSIA Nun Surabaya Tahun 2021
RSIA NUN Surabaya is a type C private hospital ‘in the ‘field of ‘maternal and ‘child ‘health. Hospitals produce infectious medical waste. In the medical waste management process, there has been a buildup of medical waste at TPS, there is no special route for waste transportation and the use of PPE by waste management officers is not appropriate. The ‘purpose ‘of ‘this study was to determine ‘the ‘medical waste ‘management ‘system ‘at RSIA NUN Surabaya. This ‘type ‘of research is a ‘descriptive observasional ‘research. ‘Data ‘collection was carried out by assessing the medical waste management process, interviews with the head of the sanitation installation and medical waste management officers. The assessment will be compared with Permenkes No. 7 of 2019 concerning Hospital Environmental Health. RSIA NUN Surabaya produces medical waste of 14.29 kg/day. The medical waste management process at the stage of sorting and collecting has been very good with a percentage of 100%. At the transportation stage, it is included in the poor category with a percentage of 64% because there are several components that are not available. At the temporary shelter it is good with a percentage of 80%. The ‘conclusion ‘of this ‘study is ‘that ‘the ‘medical waste management process at RSIA NUN Surabaya is very good and in accordance with Permenkes No. 7 of 2019. In this case the hospital needs to make improvements by fulfilling supporting facilities and infrastructure and providing training to medical waste officers so that medical waste management is carried out well.RSIA NUN Surabaya merupakan institusi pelayanan kesehatan=swasta=tipe C=pada bidang kesehatan ibu dan anak. Rumah sakit menghasilkan sampah medis yang bersifat infeksius. Pada proses pengelolaan sampah medis, pernah terjadi penumpukan sampah medis pada TPS, belum tersedia jalur yang mengkhususkan untuk pengangkutan sampah dan penggunaan APD oleh petugas pengelola sampah yang belum sesuai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa”sistem”pengelolaan”sampah_medis”di”RSIA”NUN Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan=adalah=penelitian secara deskriptif_observasional. Pengumpulan data dilakukan dengan penilaian terhadap proses pengelolaan sampah medis, wawancara terhadap penanggungjawab instalasi sanitasi dan petugas pengelola sampah medis. Penilaian akan dibandingkan dengan ‘Permenkes’ No .7 ‘Tahun ‘2019 tentang ‘Kesehatan Lingkungan Rumah ‘Sakit. RSIA NUN Surabaya menghasilkan timbulan sampah medis sebanyak 14,29kg/hari. Proses pengelolaan sampah medis pada tahap pemilahan dan pengumpulan sudah sangat baik dengan persentase 100%. Pada tahap pengangkutan termasuk dalam kategori kurang baik dengan persentase 64% karena terdapat beberapa komponen yang tidak tersedia. Pada tempat penampungan sementara sudah baik dengan persentase 80%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pengelolaan sampah medis di RSIA NUN Surabaya ‘sudah ‘sangat ‘baik dan selaras dengan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah yaitu Permenkes ‘No .7 Tahun ‘2019. Dalam hal ini Rumah Sakit perlu melakukan perbaikan dengan memenuhi sarana dan prasarana penunjang serta memberikan pengetahuan dalam penanganan sampah yang tepat ‘pada petugas ‘sampah ‘medis agar ‘pengelolaan’ sampah ‘medis terlaksana dengan baik
Pengembangan Persamaan Regresi Kenyamanan Termal Ruang Luar Untuk Situasi Malam Hari Di Daerah Tropis Lembab
In tropical and humid cities, at night human activities also take place at outdoor space under the open sky, especially around 18.00 to 22.00. Air temperature during that time also tends to be warm, and the humidity has started to increase. The question is how much the thermal comfort level of people at outdoor space so that they feel enjoy and productive for their activities. Through this study, two regression equations was developed in order to predict the level of human thermal comfort at outdoor spaces at night in tropical area. A total of 80 adults consisting of 40 men and 40 women as subjects and respondents have filled out questionnaire about the perception of thermal comfort scales when obtaining various climate penetrations. The respondents wore tropical clothing types. The experiment was carried out at outdoor under open sky at coastal area in the city of Manado. The climate variables include air temperature, humidity, and wind speed. The regression equation consists of two, namely for the case of activities sitting with light work, and walking leisurely. The equation is in the form of Y=f(Xi), where Y is the scale of perception of comfort, and Xi is the climate variable. The equation produces a predicted range of perception of thermal comfort in terms of numbers 2 (feeling hot), 1 (feeling a slightly hot), 0 (feeling comfortable), -1 (feeling a slightly cold), and -2 (feeling cold). The R value of the two regression equations are 0.7. One of the results of calculations by using the regression shows that at outdoor spaces, pepole who sit with light work still feel comfortable in a climatic environment with air temperature 320C, humidity 65%, and being touched by a wind speed of 1 m/s.Di lingkugan kota beriklim tropis lembab, saat malam hari juga berlangsung kegiatan manusia di ruang luar dibawah langit terbuka, terutama di sekitar jam 18.00 sd 22.00. Suhu udara pada periode waktu tersebut juga masih cenderung hangat, namun kelembaban udara sudah mulai meningkat. Dipertanyakan seberapa besar tingkat kenyamanan manusia di ruang luar sedemikian sehingga mereka akan merasa senang dan produktif beraktifitas. Melalui penelitian ini dilakukan penyusunan persamaan regresi untuk memprediksi tingkat kenyamanan termal manusia di ruang luar saat malam hari. Sebanyak 80 orang dewasa terdiri atas 40 laki-laki dan 40 perempuan sebagai subyek dan responden mengisi kuisioner persepsi skala kenyamanan pada saat memperoleh penetrasi iklim yang bervariasi. Para responden mengenakan tipe pakaian tropis. Percobaan dilakukan di ruang luar, kawasan pantai di Kota Manado. Komponen iklim yang menjadi variabel persamaan meliputi suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Persamaan regresi terdiri atas dua, yaitu untuk kasus beraktifitas duduk bekerja ringan, dan berjalan santai. Persamaan dalam bentuk Y=f(Xi), dimana Y adalah skala persepsi rasa kenyamanan, dan Xi adalah variabel iklim. Persamaan menghasilkan prediksi rentang persepsi kenyamanan termal dengan angka angka 2(rasa panas),1(rasa agak panas),0(rasa nyaman),-1(rasa agak dingin),-2(rasa dingin). Nilai R dari kedua persamaan regresi sebesar 0.7. Salah satu hasil perhitungan dengan regresi menunjukkan bahwa di ruang luar manusia duduk dengan kerja ringan masih merasa nyaman pada kondisi iklim dengan suhu udara 320C, kelembaban udara 65%, dan dengan tersentuh angin berkecepatan 1 m/s
Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Diare Pada Santri Di Kota Tangerang Selatan
Diarrhea is a disease caused by infection with microorganisms in the environment, its transmission is related to the mouth and its spread is almost all over the world. South Tangerang City has determined that children aged 5-14 years are the third most common causes of diarrhea, with an incidence rate of 2.6% and a prevalence period of 4.7%. This study was conducted to determine the relationship between personal hygiene with the incidence of diarrhea in students at the Ummul Quro Islamic Boarding School in 2021. This research is quantitative research with an analytical observational approach with a cross-sectional study design. Data collection was carried out primarily using a questionnaire with a total sample of 133 respondents who were taken using a total sampling technique. The results obtained as many as 77 respondents (57.9%) experienced diarrhea from the last month. The results of the bivariate test with the Chi-Square test showed that age (p-value=1,000), gender (p-value=0.691), snack habits (p-value=0.801) did not have a significant relationship. While the personal hygiene variable (p-value=0.006) had a significant relationship with the incidence of diarrhea. In this study, the personal hygiene variable had a significant relationship with the incidence of diarrhea. Islamic boarding schools are required to provide education to santri related to good personal hygiene to prevent diarrhea and to support all facilities and infrastructure that support personal hygiene.Diare ialah penyakit yang ditimbulkan karena infeksi mikroorganisme dilingkungan, penularannya berkaitan dengan mulut dan penyebarannya hampir di seluruh global. Kota Tangerang Selatan menetapkan anak usia 5-14 tahun sebagai urutan ketiga kasus diare terbanyak, dengan angka insiden 2,6% dan period prevalance 4,7%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara personal higiene dengan kejadian diare pada santri di Pondok Pesanten Ummul Quro tahun 2021. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara primer menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 133 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 77 responden (57,9%) mengalami diare dalam satu bulan terakhir. Hasil uji bivariat dengan uji Chi-Square menunjukan variabel usia (p-value=1,000), jenis kelamin (p-value=0,691), kebiasaan jajan (p-value=0,801) tidak memiliki hubungan bermakna. Sedangkan variabel personal higiene (p-value=0,006) memiliki hubungan bermakna dengan kejadian diare. Pada penelitian ini variabel personal higiene memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian diare. Pondok Pesantren diharuskan memberikan edukasi kepada santri terkait personal higiene yang baik dalam upaya pencegahan diare serta menunjang segala fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung untuk melakukan personal higiene
Implementasi Program Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri Di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya
The healthcare sector is one of the most important sources of mercury emissions worldwide due to its use in medical devices. Hg is found in thermometers, sphygmomanometers, and dental amalgams. Risk factors due to mercury can arise if medical devices containing mercury are damaged, broken, or spilled. The Government of Indonesia issued Regulation of the Minister of Health Number 41 of 2019 concerning the Elimination and Withdrawal of Mercury Medical Devices in Health Service Facilities. The purpose of this study was to evaluate the withdrawal program for mercury medical devices in Puskesmas in Sukmajaya District, namely Abadijaya Health Center, Baktijaya Health Center, Pondok Sukmajaya Health Center, and Sukmajaya Health Center. Research on the evaluation of the program for the elimination of mercury medical devices in the community health center of Sukmajaya District was conducted using a descriptive observational research design with a quantitative approach. The Mercury Medical Device Withdrawal Program at the Sukmajaya District Community Health Center has not been 100% successful. All puskesmas have stopped using mercury medical devices and switched to non-mercury medical devices, but the management carried out by the puskesmas has not met the requirements because there are still stocks of mercury medical devices that are not available. According to the standard, The withdrawal of mercury medical devices has also not been carried out by the Health Office, and the guidance and supervision of the program also does not run according to standards.Sektor kesehatan adalah salah satu sumber emisi merkuri terpenting di seluruh dunia karena penggunaannya dalam peralatan medis. Hg ditemukan dalam termometer, sphygmomanometer, dan amalgam gigi. Faktor resiko akibat merkuri dapat muncul apabila alat kesehatan yang mengandung merkuri rusak, pecah, ataupun tumpah. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2019 mengenai Penghapusan dan Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program penarikan alat kesehatan bermerkuri di Puskesmas yang berada di Kecamatan Sukmajaya, yaitu Puskesmas Abadijaya, Puskesmas Baktijaya, Puskesmas Pondok Sukmajaya, dan Puskesmas Sukmajaya. Penelitian mengenai evaluasi program penghapusan alat kesehatan bermerkuri di pusat kesehatan masyarakat Kecamatan Sukmajaya dilakukan menggunakan jenis penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Program Penarikan Alat Kesehatan Bermerkuri di Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sukmajaya belum 100% berhasil, seluruh puskesmas telah menghentikan penggunaan alat kesehatan bermerkuri dan berganti ke alat kesehatan non merkuri, namun pengelolaan yang dilakukan oleh puskesmas belum memenuhi syarat karena masih ditemukannya penyimpanan alat kesehatan bermerkuri yang tidak sesuai dengan standar. Penarikan alat kesehatan bermerkuri juga belum dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan pembinaan serta pengawasan program juga tidak berjalan sesuai standar
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Siswa Dengan Perilaku Pemilahan Sampah Di Smpn Kecamatan Bekasi Timur
Waste segregation is an activity in handling waste by classifying waste according to the type originating from the source. Implementation of waste sorting activities later so that every school member does not dispose of garbage in the same container. However, there are still many students who have not disposed of trash according to their type, even though the school has provided organic, non-organic, hazardous and toxic (B3) waste bins in every corner of the school yard. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with waste sorting behavior at SMPN 18 Bekasi Timur District. This study used a cross sectional approach. The population and sample of this study were all students of class VII at SMPN 18 Bekasi Timur District with 420 students, the sample in this study were 120 students. The data source used is primary data with data collection methods in the form of interviews with a questionnaire instrument. The results of this study found that the knowledge of students at SMPN 18 Bekasi Timur District was in the low category of 53.3%, had a negative attitude of 55.8%, had good behavior in sorting waste 68.3% and the availability of facilities was inadequate for 71.7%. Bivariate analysis showed that there was no relationship between knowledge and waste sorting behavior (Pvalue 0.536), there was a relationship between attitude and waste sorting behavior (Pvalue 0.006) and there was no relationship between the availability of facilities and waste sorting behavior (Pvalue 0.075%). It is recommended that schools provide education about environmental health, especially the waste management program.Pemilahan sampah merupakan suatu kegiatan dalam penanganan sampah dengan cara mengelompokkan sampah sesuai dengan jenis yang berasal dari sumbernya. Pelaksanaan kegiatan pemilahan sampah nantinya agar setiap warga sekolah tidak membuang sampah dalam satu wadah yang sama. Namun, masih banyak diantara siswa yang belum membuang sampah sesuai dengan jenisnya, walaupun pihak sekolah telah menyediakan tempat sampah organik, non organik, bahan berbahaya dan beracun (B3) disetiap sudut halaman sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemilahan sampah di SMPN 18 Kecamatan Bekasi Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini seluruh siswa kelas VII di SMPN 18 Kecamatan Bekasi Timur jumlah siswa 420, sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 siswa. Sumber data yang digunakan data primer dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan siswa di SMPN 18 Kecamatan Bekasi Timur dalam kategori rendah 53,3%, memiliki sikap negatif 55,8%, memiliki perilaku baik dalam pemilahan sampah 68,3% dan ketersediaan sarana tidak memadai 71,7%. Analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemilahan sampah (Pvalue 0,536), terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pemilahan sampah (Pvalue 0,006) dan tidak terdapat adanya hubungan antara ketersediaan sarana dengan perilaku pemilahan sampah (Pvalue 0,075%). Disarankan kepada pihak sekolah memberikan edukasi mengenai kesehatan lingkungan khususnya program pengelolaan sampah
Hubungan Risiko Kontaminasi Sarana Air Bersih Dan Kualitas Bakteriologis Air Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Liang Anggang
In Indonesia, the number of diarrhea sufferers in 2017 was 4,274,790 patients and in 2018 there were 4,504,524 sufferers. South Kalimantan is ranked 16th out of 34 provinces with a prevalence of diarrhea cases of 8.6%. This study aims to determine the relationship between the risk of contamination of clean water facilities and the bacteriological quality of water with the incidence of diarrhea in children under five in the working area of Puskesmas Liang Anggang. This type of research is an analytical observational case-control design with a retrospective approach. Comparison of case samples with controls 1:1. The case samples were 42 samples so that the total sample was 84 children. Data analysis using chi-square test. The highest results were obtained, namely at a low risk of contamination as much as 50% and those that did not meet the bacteriological quality requirements as much as 59.5%. The results of statistical tests showed that there was no relationship between the risk of contamination of clean water facilities and the incidence of diarrhea in children under five (p 0.827 > 0.05) and there was no relationship between the bacteriological quality of water and the incidence of diarrhea in children under five (p 0.120 > 0.05). For further researchers to be able to examine other factors with a larger sample and a wider scope so as to increase the accuracy of research results.Di Indonesia jumlah penderita diare pada tahun 2017 sebanyak 4.274.790 penderita dan pada tahun 2018 sebanyak 4.504.524 penderita. Kalimantan Selatan berada diurutan 16 dari 34 provinsi dengan prevalansi kasus diare sebanyak 8,6%. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan risiko kontaminasi sarana air bersih dan kualitas bakteriologis air dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Liang Anggang. Jenis penelitian observasional analitik berdesain case control dengan pendekatan retrospective. Perbandingan sampel kasus dengan kontrol 1:1. Sampel kasus berjumlah 42 sampel sehingga total keseluruhan sampel sebanyak 84 balita. Analisis data menggunakan uji chi-square. Didapatkan hasil sebanyak 50% sarana air bersih dengan risiko kontaminasi terbanyak kategori rendah dan 59,9% kualitas bakteriologis air dari sarana air bersih tidak memenuhi syarat. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara risiko kontaminasi sarana air bersih dengan kejadian diare pada balita dengan hasil (p 0,827 > α 0,05) dan tidak ada hubungan bermakna antara kualitas bakteriologis air dengan kejadian diare pada balita dengan hasil (p 0,120 > α 0,05). Bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti factor-faktor lain dengan menggunakan metode cross sectional dan menggunakan sampel yang lebih besar sehingga mendapatkan ruang lingkup yang lingkup yang lebih luas yang dapat meningkatkan ketelitian hasil penelitian
Persepsi Masyarakat Tentang Risiko Penyakit Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Banjir Di Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi
One of the flood-prone sub-districts in Bekasi Regency, namely Cabungbungin District, which since 2018-2020 has experienced an increase in the number of areas experiencing flooding, so an analysis of community preparedness in dealing with floods is needed. The purpose of this study is to determine the relationship between perceptions of flood risk, experience of flood disasters in a year, and health knowledge about flood-related diseases on community preparedness actions as an effort to mitigate flood disasters. This research is a quantitative study with a cross sectional design with sampling using purposive sampling technique on 100 respondents. Data were analyzed univariately and bivariately using Chi-square to see the relationship between variables of perception, knowledge, and experience on flood disaster preparedness actions. The results showed that the experience of flooding in the last 1 year and the public's perception of flood risk showed no statistically significant relationship with preparedness actions to face flood disasters (p=0.629 and p=0.295). Meanwhile, the variable of public knowledge about flood disease shows that there is a statistically significant relationship with flood preparedness actions with a value of OR = 4.20 (95% CI: 1.676-10,645 ; p = 0.001). This value shows that people who have low knowledge about flood diseases tend to have 4 times the risk of being less prepared in terms of preparedness for flood disasters.Salah satu wilayah kecamatan yang rawan banjir di Kabupaten Bekasi yaitu Kecamatan Cabungbungin, sejak tahun 2018-2020 mengalami peningkatan jumlah wilayah yang mengalami banjir, sehingga diperlukan analisis kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang risiko banjir, pengalaman bencana banjir dalam setahun, dan pengetahuan kesehatan tentang penyakit akibat banjir terhadap tindakan kesiapsiagaan masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana banjir. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada 100 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel persepsi, pengetahuan, dan pengalaman terhadap tindakan kesiapsiagaan bencana banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman banjir dalam 1 tahun terakhir dan persepsi masyarakat tentang risiko banjir menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik dengan tindakan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir (p=0,629 dan p=0,295). Sedangkan pada variabel pengetahuan masyarakat tentang penyakit akibat banjir menunjukkan hasil adanya hubungan yang bermakna secara statistik terhadap tindakan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dengan nilai OR=4.20 (95% CI : 1,676-10,645 ; p=0.001). Nilai tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan yang rendah tentang penyakit akibat banjir cenderung memiliki risiko 4 kali kurang siap dalam hal kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir
Analisis Dampak Debu Dan Asap Transportasi Umum Yang Dirasakan Masyarakat Sumber Kejayan
Kejayan Sumber Kejayan is a village whose highway is connected to the provincial road. Where the provincial road is the road that is most frequently passed by public transportation, both large ones such as trailer trucks, containers, tanks and so on as well as small ones such as motorcycles, public transportation, tricycles, private cars and so on. Modern transportation as it is today, the development of transportation is increasingly rapid, which causes air pollution to also increase, this is due to the faster transportation it will require quite a lot of fuel which will result in exhaust gas or road dust also increasing caused by public transportation. The purpose of this research analysis is to determine the impact felt by the local community, especially those who live on the edge of the highway, on dust and smoke caused by public transportation. The data used are primary data and secondary data with descriptive observation method. The primary data was obtained from interviews and questionnaires with 30 local people (respondents) and secondary data was obtained from literature studies such as journals, articles, e-books and searching for data on the internet. The analysis used is descriptive analysis to identify the impact of dust and smoke on public transportation felt by local people in roadside areas. The results of the analysis show that the impact felt by the people who live or work on the edge of the highway on average experience health problems such as coughing, respiratory tract disorders, eye irritation, skin irritation (itching) or redness, headache, nausea, visual disturbances, chest pain, hypertension and also impaired smell.Dimana jalan provinsi merupakan jalan yang paling banyak dilewati oleh transportasi umum baik yang berukuran besar seperti truk gandeng, kontener, tangki dan sebagainya maupun yang berukuran kecil seperti sepeda motor, angkutan umum, becak, mobil-mobil pribadi dan sebagainya.Tidak dapat dipungkiri di zaman modern seperti sekarang ini perkembangan transportasi semakin pesat, yang menyebabkan pencemaran udara juga semakin meningkat, hal ini di akibatkan semakin pesat transportasi maka akan membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak dimana nantinya akan mengakibatkan gas buangan atau debu jalanan juga semakin meningkat yang disebabkan oleh transportasi umum. Tujuan diadakan analisis penelitian ini untuk mengetahui dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat khususnya yang bertempat tinggal di pinggir jalan raya terhadap debu dan asap yang disebabkan oleh transportasi umum. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan metode observasi deskriptif. Data primer di peroleh dari hasil wawancara dan kuisioner dengan masyarakat setempat sebanyak 30 (responden) dan data sekunder diperoleh dari studi literatur seperti jurnal, artikel, e-book dan pencarian data di internet. Analisis yang digunakan yakni analisis deskriptif untuk mengidentifikasi dampak debu dan asap transportasi umum yang di rasakan oleh masyarakat setempat di daerah pinggir jalan raya. Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak yang dirasakan masyarakat sumber kejayan yang bertempat tinggal atau beraktivitas di pinggir jalan raya rata-rata mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, iritasi kulit (gatal-gatal) atau kemerahan, sakit kepala, mual, gangguan penglihatan, nyeri di dada, hipertensi dan juga gangguan penciuman